cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling
ISSN : 26150344     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan karya-karya mahasiswa jurusan bimbingan dan konseling terutama hasil dari penelitian yang mereka lakukan. Jurnal berfokus pada semua aspek psikologis yang mempengaruhi pelajar dan semua teknik bantuan psikologis yang dapat diberikan untuk menolong mereka mencapai kesuksesan dalam belajar.
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
Dampak Kawin Lari Terhadap Keharmonisan Keluarga Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues Morina Sabariah; M. Husen; Martunis Martunis
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Dampak Kawin Lari terhadap Keharmonisan Keluarga Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues”.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya kawin lari dan dampak kawin lari terhadap keharmonisan keluarga di Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dalam bentuk studi kasus. Adapun subjek dalam penelitian ini terdiri dari 9 pasangan keluarga kawin lari. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan terjadinya kawin lari di Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues dikarenakan oleh beberapa hal, antara lain; (a) tidak adanya persetujuan wali diantara kedua belah pihak (b) pasangan atau sebagian masyarakat masih kurang memahami makna dari legalitas pernikahan ataupun perkawinan secara hukum Islam atau peraturan maupun undang-undang yang berlaku, sehingga masyarakat beranggapan surat nikah tidak terlalu penting (c) rendahnya pemahaman tentang ilmu agama, sehingga pasangan memilih untuk melakukan kawin lari (d) kurang memiliki kemampuan pihak mempelai laki-laki untuk membeli mahar, dan (e) sering diadakannya hiburan-hiburan malam, sehingga remaja-remaja memiliki kebebasan dalam bergaul. Adapun dampak kawin lari terhadap keharmonisan keluarga terdapat dua hal yaitu ada pasangan yang harmonis dan ada pasangan yang tidak harmonis.  Ada 7 pasangan yang harmonis, hal ini dilihat dari adanya nilai-nilai kegamaan dalam membina keluarga, penghasilan yang diperoleh, mencukupi kebutuhan keluarga dan dikaruniai keturunan yang menambah kebahagian keluarga. Selain itu, terdapat 2 pasangan yang tidak harmonis. Hal ini karena dalam keluarga tidak adanya keturunan, keharmonisan tidak ada, seperti kedua belah pihak tidak akur, perkawinan tidak diakui oleh hukum karena tidak tercatat, kurangnya ekonomi atau penghasilan, sehingga menyebabkan sering terjadinya perselisihan, serta masing-masing pasangan berpeluang untuk bercerai. Kata kunci:  Dampak Kawin Lari, Keharmonisan Keluarga
Upaya Guru Pembimbing Dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Di Klangan Siswa Di Sekolah Menengah Atas SMA Negeri 5 Kota Banda Aceh umi kalsum; saiful bahri; martunis martunis
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study began with growing addiction to drug use especially drugs and the like among teens especially the students. Even in Banda Aceh, in the city of students who used the forbidden object, so the study took a title :” the teachers’ efforts the preventing drug abuse among the students of SMA N 5 Banda Aceh” this study how the teaching counselors’ take part in interplanetary drug abuse prevention in among the students and what are the counselors’ constraint on drug abuse prevention among students SMA N 5 Banda Aceh. The purpose of this study is to identify the efforts that advisers make in the prevention of drug abuse and counselors’ constraint in the prevention of drug abuse among students SMA N 5 Banda Aceh. The approach used in this study is a qualitative approach with a descriptive type of research. The informant in this study is made up of the principal. The guidance counselor and a student. The data collection is done with interview observation, and documentation techniques this research results are known that efforts by teaching counselors on misuse prevention in SMA N 5 Banda Aceh are to working with multiple (stakeholder) at the school and others outside of school are like medical services in the form of medical clinics and national narcotics agencies (BNN), in order to sosialize the prevention of drug abuse among the students. Teacher ban on drug abuse prevention among students SMA N Banda Aceh is the students level of awareness of drug addiction, the student’s meager support of the family especially the parents of the students to the control of their children, the limits of the means and infrastructure for drug breeders SMA N 5 Banda Aceh.Penelitian ini berawal semakin meningkatnya kecanduan memanfaatkan obat-obatan terlarang terutama Narkoba dan sejenisnya di kalangan remaja terutama siswa. Bahkan di Kota Banda Aceh juga dijumpai siswa yang mamanfaatkan benda terlarang tersebut. Oleh karena itu kajian ini mengangkat judul “Upaya Guru Pembimbing dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa di Sekolah Menengah Atas SMA N 5 Kota Banda Aceh”. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini ialah bagaimana upaya yang dilakukan guru pembimbing dalam pencegahan penyalahgunaan Narkoba di kalangan siswa dan apa saja kendala guru pembimbing dalam pencegahan penyalahgunaan Narkoba di kalangan siswa SMA N 5 Kota Banda Aceh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui upaya yang dilakukan guru pembimbing dalam pencegahan penyalahgunaan Narkoba dan kendala guru pembimbing dalam pencegahan penyalahgunaan Narkoba di kalangan siswa SMA N 5 Kota Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, guru BK dan siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian diketahui bahwa upaya yang dilakukan oleh guru pembimbing dalam pencegahan penyalahgunaan di SMA N 5 Banda Aceh ialah mengadakan kerja sama dengan berbagai pihak (stake holder) yang ada di sekolah, dan pihak lainnya di luar sekolah seperti Dinas Kesehatan berupa Puskesmas dan Badan Narkotika Nasional (BNN), dalam rangka sosialisasi dalam rangka pencegahan penyalahgunaan Narkoba di kalangan siswa. Kendala guru pembimbing dalam pencegahan penyalahgunaan Narkoba di kalangan siswa SMA N 5 Banda Aceh ialah minimnya tingkat kesadaran siswa terhadap kecanduan Narkoba, minimnya dukungan keluarga siswa terutama orang tua siswa terhadap kontrol anak-anaknya, dan keterbatasan sarana dan prasarana dalam penangulangan Narkoba pada siswa SMA N 5 Banda Aceh.
Analisis Faktor Penyebab Perilaku Off-Task Siswa Halimah Halimah; Nubaity Nurbaity; Abu Bakar
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 5, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Students ' behaviour from school (off-Task) context is one of the problems that can impede students ' success in learning process. This research aims to determine the form and factor of the student's behavior that comes out of the learning context (off-task) of students. This research uses quantitative approaches with descriptive types. The population in this study was SMP Negeri 1 Darussalam in Aceh Besar district amounted to 312 students in classes VII, VIII and IX with samples amounting to 175 students. This sample was taken using random sampling with a Likert-scale shape. The results showed that the students ' behaviour from the learning context of the students in the high category was (28.57%), in medium (34.85%) and low categories (36.57%) With the dominant behaviour is to enter the room, feel sleepy and sleep in the classroom. The factors of the student behaviour that come out of the learning context are two factors that affect internal and external. On the internal factors are more dominant and the factors that are sourced from sub-variables of time management are less orderly and lack of self-celebration. While in the more dominant external factors are factors that are sourced from the family environment, curriculum and peers, the condition of the class is not conducive and school facilities..Keywords : Form, Causal Factor, Off-Task BehaviorABSTRAKPerilaku siswa yang keluar dari konteks pembelajaran (off-task) di sekolah merupakan salah satu masalah yang dapat menghambat keberhasilan siswa dalam menjalani proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan faktor penyebab perilaku siswa yang keluar dari konteks pembelajaran (off-task) pada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif. Populasi dalam penelitian ini ialah siswa SMP Negeri 1 Darussalam Kabupaten Aceh Besar berjumlah 312 siswa pada kelas VII,VIII dan IX dengan sampel yang berjumlah 175 siswa. Sampel ini diambil  menggunakan random sampling dengan bentuk skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku siswa yang keluar dari konteks pembelajaran pada siswa yang berada pada kategori tinggi adalah (28,57%), pada kategori sedang (34,85%), dan kategori rendah (36,57%) dengan perilaku yang dominan adalah keluar masuk ruangan, merasa mengantuk dan tidur di dalam kelas. Faktor penyebab perilaku siswa yang keluar dari konteks pembelajaran terdapat faktor internal dan eksternal. Pada faktor internal yang lebih dominan terdapat pada faktor yang bersumber dari sub-variabel manajemen waktu yang kurang teratur dan kurangnya keperayaan diri. Sedangkan dalam faktor eksternal yang lebih dominan adalah faktor yang bersumber dari lingkungan keluarga, kurikulum dan teman sebaya, kondisi kelas yang tidak kondusif dan fasilitas sekolah.
Hubungan Antara Level Alexithymia dengan Keterampilan Interpersonal pada Remaja (Suatu Penelitian pada Siswa di SMAN 1 Peukan Bada Aceh Besar) Faradina Muhardi; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara level alexithymia dengan keterampilan interpersonal pada remaja. Alexithymia adalah trait kepribadian yang ditandai dengan kesulitan mengidentifikasi emosi, kesulitan mendeskripsikan emosi, dan pola pikir eksternal. Alexithymia juga berkaitan dengan disfungsi pada kesadaran emosi, kelekatan sosial dan hubungan interpersonal. Di sisi lain, keterampilan interpersonal merupakan  suatu bentuk  kemampuan maupun keahlian yang dimiliki oleh individu dalam membangun komunikasi secara efektif serta saling memahami antar individu dengan orang lain sehingga dapat terbentuk suatu hubungan yang baik dengan individu yang lainnya. Hipotesis penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara level alexithymia dengan keterampilan interpersonal pada remaja.  Penelitian dengan pendekatan kuantitatif dan metode korelasi ini menggunakan Toronto Alexithymia Scale-20 versi Indonesia untuk mengukur Alexithymia dan Skala Keterampilan Interpersonal untuk mengukur keterampilan interpersonal subjek. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya korelasi positif dan lemah antara kedua variabel (r = 0.272, p = 0.001), sehingga hipotesis penulis ditolak.Kata kunci : Alexithymia, Keterampilan Interpersonal.
PENGARUH PENGALAMAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI DAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN KEJURUAN TERHADAP KESIAPAN KERJA Zahratun Ulya; Syaiful Bahri; Muhammad Husen
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Ulya, Zahratun. 2017. Pengaruh Pengalaman Praktik Kerja Industri dan Prestasi Belajar Pendidikan Kejuruan terhadap Kesiapan Kerja. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing: (1)   Drs. Syaiful Bahri, M.Pd (2) Drs. M.Husen, M.Pd Kata Kunci: Prakerin, Prestasi Belajar Pendidikan Kejuruan, Kesiapan KerjaPengalaman Prakerin dan prestasi belajar pendidikan kejuruan merupakan salah satu usaha untuk mewujudkan kesiapan kerja siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman Prakerin; pembekalan, pelaksanaan, evaluasi Prakerin dan prestasi belajar pendidikan kejuruan terhadap kesiapan kerjasiswa SMK Negeri 1 Banda Aceh.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SMK Negeri 1 Banda Aceh kelas XII jurusan akuntansi, administrasi perkantoran, dan teknik komputer dan jaringan. Pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu menggunakan metode probability sampling, dengan teknik simple random sampling, dan melalui rumus slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 70 siswa. Pengumpulan data melalui instrument denganskala 1-5, dokumentasi dan analisis data menggunakan SPSS 17.0 for windows. Hasil analisis deskriptif menggambarkan bahwa hampir seluruhnya siswa SMK Negeri 1 Banda Aceh kelas AK, AP, dan TKJ mengikuti Prakerin, memiliki nilai rapor yang bagus dan siap kerja pada kategori sangat tinggi (61,43%) dan (74,3%).. Hasil analisis pengalaman Prakerin dan prestasi belajar pendidikan kejuruan terhadap kesiapan kerja dengan koefisien korelasi adalah 0,462 hal ini menunjukkan adanya pengaruh dalam kategori rendah, sedangkan nilai  artinya ada pengaruh yang signifikan pengalaman Prakerin dan prestasi belajar pendidikan kejuruan terhadap kesiapan kerja. Selanjutnya indeks determinasi (sebesar (0,214) atau (2,14%) artinya pengalaman Prakerin dan prestasi belajar pendidikan kejuruan berpengaruh terhadap kesiapan kerja siswa SMK Negeri 1 Banda Aceh. ABSTRACT Zahratun, Ulya. 2017. Job Training Experiences and Learning Achievement In Vocational High School Influences Students Job Preparation. Urdergraduate Thesis. Department of Guidance and Counseling, Faculty of Teacher Training and Education. Syiah Kuala University.  Advisor: (1)Drs. Syaiful Bahri,M. Pd (2) Drs.  M. Husen, M. Pd Key words: Prakerin,  learning achievement, vocational high school, job readiness Experience in job training (PRAKERIN) and learning achievement in vocational high school are an effort to actualize students job readiness.  This research seek into experiences, debriefing,  practice, also PRAKERIN evaluation and learning achievement towards job readiness in vocational school,  SMKN 1 Banda Aceh. This research uses descriptive methode with quantitative approach. Samples are students on third level majoring in accounting class, office administration class, computer engineering and network class in SMKN 1 Banda Aceh. Sampling in this research using probability sampling method with simple random sampling technique and Slovin formula get it 70 students for samples. Data collection using 1-5 scale also documentation and data analysis using SPSS 17 version for windows. Descriptive analysis results got that majority students in accounting class, office administration class, computer engineering and network class in SMKN 1 banda Aceh who's participating in PRAKERIN, reaching good grades in their raport cards, and perfect job preparations in very high categories (61,4%) and (74,3%). job training (PRAKERIN) and learning achievement analysis with coefficient correlation 0,462. With F (count) 9,101 % F (tabel) 3,89, index determinant (R2) of (0,214) or (2,14%). It means there is significant influences of job training experience (PRAKERIN)  and learning achievement in vocational high school towards job preparation (job readiness)PENGARUH PENGALAMAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI DAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN KEJURUAN TERHADAP KESIAPAN KERJAUlya, Zahratun, Syaiful Bahri, M.HusenEmail: ulyazahra44@gmail.com Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan danIlmu Pendididikan Universitas Syiah Kuala ABSTRAK Ulya, Zahratun. 2017. Pengaruh Pengalaman Praktik Kerja Industri dan Prestasi Belajar Pendidikan Kejuruan terhadap Kesiapan Kerja. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing: (1)   Drs. Syaiful Bahri, M.Pd (2) Drs. M.Husen, M.Pd Kata Kunci: Prakerin, Prestasi Belajar Pendidikan Kejuruan, Kesiapan KerjaPengalaman Prakerin dan prestasi belajar pendidikan kejuruan merupakan salah satu usaha untuk mewujudkan kesiapan kerja siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman Prakerin; pembekalan, pelaksanaan, evaluasi Prakerin dan prestasi belajar pendidikan kejuruan terhadap kesiapan kerjasiswa SMK Negeri 1 Banda Aceh.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SMK Negeri 1 Banda Aceh kelas XII jurusan akuntansi, administrasi perkantoran, dan teknik komputer dan jaringan. Pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu menggunakan metode probability sampling, dengan teknik simple random sampling, dan melalui rumus slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 70 siswa. Pengumpulan data melalui instrument denganskala 1-5, dokumentasi dan analisis data menggunakan SPSS 17.0 for windows. Hasil analisis deskriptif menggambarkan bahwa hampir seluruhnya siswa SMK Negeri 1 Banda Aceh kelas AK, AP, dan TKJ mengikuti Prakerin, memiliki nilai rapor yang bagus dan siap kerja pada kategori sangat tinggi (61,43%) dan (74,3%).. Hasil analisis pengalaman Prakerin dan prestasi belajar pendidikan kejuruan terhadap kesiapan kerja dengan koefisien korelasi adalah 0,462 hal ini menunjukkan adanya pengaruh dalam kategori rendah, sedangkan nilai  artinya ada pengaruh yang signifikan pengalaman Prakerin dan prestasi belajar pendidikan kejuruan terhadap kesiapan kerja. Selanjutnya indeks determinasi (sebesar (0,214) atau (2,14%) artinya pengalaman Prakerin dan prestasi belajar pendidikan kejuruan berpengaruh terhadap kesiapan kerja siswa SMK Negeri 1 Banda Aceh. ABSTRACT Zahratun, Ulya. 2017. Job Training Experiences and Learning Achievement In Vocational High School Influences Students Job Preparation. Urdergraduate Thesis. Department of Guidance and Counseling, Faculty of Teacher Training and Education. Syiah Kuala University.  Advisor: (1)Drs. Syaiful Bahri,M. Pd (2) Drs.  M. Husen, M. Pd Key words: Prakerin,  learning achievement, vocational high school, job readiness Experience in job training (PRAKERIN) and learning achievement in vocational high school are an effort to actualize students job readiness.  This research seek into experiences, debriefing,  practice, also PRAKERIN evaluation and learning achievement towards job readiness in vocational school,  SMKN 1 Banda Aceh. This research uses descriptive methode with quantitative approach. Samples are students on third level majoring in accounting class, office administration class, computer engineering and network class in SMKN 1 Banda Aceh. Sampling in this research using probability sampling method with simple random sampling technique and Slovin formula get it 70 students for samples. Data collection using 1-5 scale also documentation and data analysis using SPSS 17 version for windows. Descriptive analysis results got that majority students in accounting class, office administration class, computer engineering and network class in SMKN 1 banda Aceh who's participating in PRAKERIN, reaching good grades in their raport cards, and perfect job preparations in very high categories (61,4%) and (74,3%). job training (PRAKERIN) and learning achievement analysis with coefficient correlation 0,462. With F (count) 9,101 % F (tabel) 3,89, index determinant (R2) of (0,214) or (2,14%). It means there is significant influences of job training experience (PRAKERIN)  and learning achievement in vocational high school towards job preparation (job readiness) PENDAHULUAN            Pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh setiap individu sepanjang hayatnya, mulai dari lahir hingga ajal menjemput. Menggapai masa depan  yang cemerlang dapat dilakukan melalui prosedur-prosedur tertentu baik melalui pendidikan informal, formal maupun non formal.             Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional(Sudrajat, 2010)menyebutkan “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untukmewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secaraaktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan yangdiperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.             Pendidikan menengah dalam peraturan pemerintah Nomor 20 Tahun 1990 tentang pendidikan menengah kejuruan bahwa “Pendidikan yang mengutamakan pengembangan kemampuan peserta didik untuk pelaksanaan jenis pekerjaan tertentu”. (Arif Firdausi Barnawi, 2012).Pada bidang pendidikan kejuruan, kurikulum yang dipelajari oleh siswa SMK dan SMA sama saja, mengacu pada kurikulum nasional. Kurikulum SMK lebih variatif dan adanya program magang atau praktik kerja lapangan (PKL). Tujuannya yaitu agar siswa mengenal dunia kerja dan dapat mempraktikkan langsung ilmu yang selama ini sudah dipelajari disekolah. Saat ini PKL sudah disebut dengan praktik kerja industri (Prakerin). Prakerin dilakukan setiap hari sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan sekolah.             Di SMK, dunia pendidikan dengan dunia industri melakukan kerjasama untuk kegiatan siswa magang, sehingga adanya kerangka pembelajaran yang tersalurkan antara kebutuhan sekolah dan dunia industri. Hakikatnya sekolah kejuruan yaitu menekankan pada life skill dan tidak pada teori semata. Sehingga pada saat siswa sudah menamatkan sekolah, siswa dapat menciptakan lapangan pekerjaaan untuk dirinya dan pekerja yang membutuhkan pekerjaan.            Prestasi belajar atau kemampuan akademik juga berpengaruh terhadap kesiapan siswa untuk bekerja. Siswa tidak mampu meluahkan prestasinya karena jurusan yang dipilih tidak sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki, sehingga setelah menamatkan sekolahnya siswa masih saja menyandang pengangguran dipundaknya. Jika siswa sudah mempunyai perencaan dan persiapan, akan lebih memudahkan diirinya dalam melanjutkan karir.             Memilih karir yang sesuai bukan sesuatu hal yang mudah sehingga siswa yang akan melangkah ke SMK dituntut untuk mampu memahami diri dan menghayatinya sehingga dapat menentukan pilihan jurusan yang benar-benar sesuai untuknya agar setelah selesai belajar di SMK dapat memasuki duni kerja yang sesuai dengan jurusannya, untuk mengembangkan arah karir dan kesuksesan karirnya. Minat merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan untuk kesuksesan karir siswa.            Peran konselor di sekolah yaitu membantu siswa mengenali bidang pendidikan, pekerjaan, sosial-personal, serta mengembangkan siswa dalam mengambil keputusan dan menyusun rencana masa depannya. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkanbahwa bimbingan konseling karir yaitu membantu peserta didik kejuruan dalam menyiapkan diri memasuki dunia pekerjaannya.            Kesiapan kerja peserta didik atau siswa pada pendidkan kejuruan dapat diukur melalui kesiapan siswa pada berbagai tugas akhir sebelum mengikuti ujian akhir nasional, salah satunya yaitu project work. Jika tugas akhir yang dilakukan oleh siswa sangat bagus, maka dapat diketahui bahwa siswa tersebut sudah siap untuk melanjutkan karirnya yaitu dengan membuka usaha atau bekerja pada pemerintahan.            Fenomena di lapangan banyak ditemukan siswa yang lulusan sekolah menengah kejuruan cenderung belum memiliki kesiapan kerja karena kurangnya kemampuan atau keterampilan melaksanakan pekerjaannya di tempat. Beberapa media cetak menyatakan bahwa banyak lulusan dari SMK di Indonesia bukan saja kurang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu dan teknologi, tetapi juga kurang mampu mengembangkan diri dan karirnya di tempat kerja dan Kekecewaan dunia industri terhadap kualitas lulusan pendidikan kejuruan, terletak pada kesiapan mental untuk bekerja dan kurang memiliki daya juang dalam meng­hadapi pekerjaan. Hal ini menjadikan tambahan bagi SMK karena selain menyiapkan lulusan yang terampil tetapi lulu­san yang memiliki softskill yang baik.            Pendapat diatas didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Bondan pada tahun 2009 yang menunujukkan bahwa adanya pengaruh positif dan signifikan antara pengalaman praktik kerja industri da prestasi belajar akuntansi terhadap kesiapan kerja. Adapun penelitian yang dilakukan oleh slamet dan arif menyatakan bahwa adanya pengaruh positif da signifika antara pengalaman praktik kerja industri da prestasi kewirausahaan terhadap kesiapan kerja siswa.              Studi pendahuluan diatas juga didukung oleh hasil wawancara dengan siswa lulusan SMK Negeri 1 Banda Aceh. Mereka menyampaikan bahwa beberapa orang dari mereka belum siap untuk bekerja karena masa magang yang singkat sehingga tidak bisa belajar banyak dari industri dan pada akhirnya tidak siap untuk bekerja dan memilih untuk melanjutkan studi saja.    Berdasarkan latar belakang di atas dan berbagai permasalahan di atas serta didukung oleh beberapa kekeliruan yang ada disekolah, maka peneliti  tertarik ingin melakukan penelitian lebih mendalam mengenai pengaruh pengalaman praktik kerja industry dan prestasi belajar pendidikan kejuruan terhadap kesiapan kerja.  KAJIAN TEORIA.    Pengalaman Prakerin            Pengalaman dapat diartikan sebagai memori yang menerima dan menyimpan peris­tiwa yang terjadi atau dialami oleh individu pada waktu dan tempat tertentu. Praktik kerja industri merupakan kegiatan yang wajib dilakukan oleh siswa SMK guna untuk mengasah keterampilannya yang sudah dipelajari di sekolah.              Praktik Kerja Industri merupakan bagian dari pendidikan sistem ganda yang terdapat pada pendidikan SMK, dimana siswa melakukan magang di industri yang relevan dengan program keahliannya dalam waktu yang sudah ditentukan. Bentuk kerjasama antara dunia pendidikan dengan dunia industri tercantum dalam kurikulum implementatif, yang mana adanya harapan saling keterkaitan dunia pendidikan dengan industri sebagai pangsa pasar lulusan sekolah kejuruan. Suwati (2008).              Pada praktik kerja industri diterapkan model pendidikan sistem ganda (PSG), secara umumdiidentik dengan pembelajaran berbasis dunia kerja. Seperti pendapat yang dikemukakan Raelin (2008) bahwa “Pembelajaran berbasis dunia kerja merupakan penggabungan pembelajaran teori dengan praktik dan pengetahuan denganpengalaman”.Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa Prakerin merupakan pembelajaran siswa tidak hanya secara teori dan praktik namun juga pengalaman siswa B.     Prestasi Belajar Kejuruan            Prestasi belajar pada pendidikan kejuruan yaitu prestasi yang diperoleh siswa melalui hasil belajar mata pelajaran produktif yang sudah di tentukan oleh sekolah.Rupert Evans (Firdausi dan Barnawi: 2012),berpendapat bahwa pendidikan kejuruan adalah sistem pendidikan yang mempersiapkan pesertaa didik agar mampu bekerja pada suatu bidang pekerjaan diantara bidang-bidang pekerjaan lainnya. Dan tujuan dari pendidikan kejuruan yaitu memenuhi kebutuhan masyrakat akan tenaga kerja, meningkatkan pilihan pendidikan pada setiap individu dan mendorong motivasi untuk terus belajar. Djamarah (1994: 24) mengemukakan pendapatnya bahwa “untuk mengetahui penguasaan siswa terhadap mata pelajarannya dapat dilaksanakan evaluasi, dari evaluasi dapat diketahui kemajuan siswa dalam berprestasi, baik prestasi mengenai pengetahuan maupun keterampilan”. Pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar pendidikan kejuruan merupakan suatu perubahan yang dialami oleh peserta didik baik dari segi kognitif, afektif, dan psikomotorik sebagai persiapan memasuki dunia kerja.C.     Kesiapan Kerja            Kesiapan kerja merupakan perilaku mata pada seseorang yang diperlukan sebelum bekerja. Customer service institute of Australia (2005) menyatakan bahwa “Work readiness can be viewed as booth a process and a goal that involves developing a students workplace-related attitudes value, knowledge and skill. This enables students to become increasingly aware and confident of their role and responsi­bilities. Artinya kesiapan kerja dapat dilihat se­bagai proses dan tujuan yang melibatkan pengembangan kerja siswa yang berhubungan dengan sikap nilai pengetahuan dan keterampi­lan. Hal ini memungkinkan siswa untuk men­jadi sadar dan yakin akan peran serta tanggung jawab mereka. Jadi kesimpulannya adalah siswa yang siap untuk ditempatkan pada pekerjaan yaitu siswa yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang matang sehingga adanya harapan yang baik dari hasil kerjanya.METODE PENELITIAN            SMK Negeri 1 Banda Aceh menjadi alasan sebagai lokasi penelitian, karena lokasinya yang strategis dan terjangkau. Selain daripada itu juga adanya permasalahan yang sudah dirumuskan dalam rancangan penelitian yaitu ada tidaknya pengalaman praktik kerja industri dan prestasi belajar dalam mendukung kesiapan kerja.            Berdasarkan permasalahan yang peneliti kemukakan di atas maka penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, karena adanya rumusan hipotesis. Seperti kutipan berikut ini, menurut Sugiyono (2009) “Penelitian yang merumuskan hipotesis adalah penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif”. Adapula variable dalam penelitian ini pengalaman Prakerin dan Prestasi Kejuruan adalah independent variable dan variable kesiapan kerja adalah dependent variable.  Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Menurut Whitney (Nazir, 2005) metode deskriptif merupakan metode penelitian yang mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu termasuk tentang hubungan, kegiatan-kegiatan, skap-sikap, pandangan-pandangan, proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatu fenomena. Metode deskriptif dalam penelitian ini digunakan untuk menjelaskan bagaimana variable pengalaman PRAKERIN, variable prestasi belajar pendidikan kejuruan dan variable kesiapan kerja saling berpengaruh.            Populasi data penelitian disini yaitu siswa jurusan akuntansi, administrasi perkantoran, dan teknik komputer dan jaringan yang sudah mengikuti praktik kerja industri. Kelas XII angkatan 2013 dengan jumlah siswa 240. Adapun pengambilan sampel pada penelitian inimenggunakan metode probability sampling, dengan teknik simple random sampling yaitu pengambilan sampel secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi tersebut (Sugiyono, 2009).             Metode pengumpulan data dalam penelitian melalui skala psikologi dan dokumentasi rapor. Skala psikologi adalah instrument pengukuran untuk mengidentifikasi kontrak psikologi.Skala psikologi sering dinamakan dengan tes, namun berbeda, dalam hal ini skala psikologi digunakan untuk istilah atribut afektif sedangkan kata tes utuk atribut kognitif (Azwar,2005:3). Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala pengalaman praktik kerja industri dan skala kesiapan kerja.Jawaban dari setiap item instrument menggunakan skala likert yaing mempunyai tingkatan dari sangat positif atau favourable sampai sangat negative atau unfavourable (Sukardi, 2011:147).            Setelah data terkumpul, tahap selajutnya adalah pengolahan atau analisis data. Arikunto (2010)menjelaskan bahwa “analisis data adalah pengolahan data yang diperoleh dengan menggunakan rumus sesuai dengan pendekatan penelitian”. Penelitian ini menguji pengaruh pengalaman praktik kerja industry dan prestasi belajar pendidikan kejuruan terhadap kesiapan kerja pada SMK 1 Banda Aceh. Untuk menjawab rumusan masalah I, II dan III dalam penelitian ini maka digunakan analisis secara deskriptif persentase dengan tujuan mengumpulkan data secara menyeluruh sesuai dengan persoalan yang akan dipecahkan. Kemudian untuk menjawab rumusan masalah ke IV dalam penelitian ini mengunakan analisis regresi. Penelitian ini akan menguji regresi pengalaman PRAKERIN dengan kesiapan kerja.   Kegunaan regresi dalam penelitian salah satunya adalah untuk memprediksi variable terikat (Y), apabila variable bebas (X) diketahui.maka dapat dianalisis dengan Regresi sederhana karena didasari oleh hubungan sebab akibat dari variable X terhadap variable Y, pada dasarnya analisis regresi merupakan bagian dari statistik parametrik.Ada beberapa hal yang harus dipenuhi untuk melakukan uji regresi yaitu data variable berdistribusi normal dan homogen serta adanya hubungan linier antara kedua variable penelitian. 
Hubungan Iklim Sekolah Dengan Kecenderungan Agresi Pada Siswa Yani Hardiyanti
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKHardiyanti, Yani. 2019. Hubungan Iklim Sekolah Dengan Kecenderungan   Agresi   Pada Siswa. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing: (1) Drs. Syaiful Bahri, M.Pd.,   (2) Drs. M. Husen, M.Pd. Kata Kunci : Iklim Sekolah, Kecenderungan AgresiIklim sekolah merupakan suasana yang dimiliki sekolah yang bertujuan untuk membantu setiap individu merasa dirinya penting dan berharga, sambil membantu membuat hal-hal diluar diri mereka merasa diterima. Sedangkan kecenderungan agresi adalah keinginan untuk menyakiti seseorang baik itu secara fisik maupun verbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengambarkan hubungan iklim sekolah dengan kecenderungan agresi pada siswa SMP Negeri 18 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian desktiptif dan korelasional. Teknik pengambilan sampel berupa Proportional Random Sampling dan melibatkan 162 siswa kelas VIII dan IX. Pengumpulan data menggunakan dua jenis skala, yaitu skala iklim sekolah dan skala kecenderungan agresi. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif persentase. Hasil analisis data iklim sekolah pada subjek penelitian termasuk dalam kategori positif dengan gambaran 59,9%, artinya siswa mempersepsikan sekolah beriklim positif. Sedangkan hasil analisis data kecenderungan agresi pada subjek penelitian termasuk pada kategori rendah dengan gambaran 35,8%, artinya sebagian siswa memiliki keinginan yang rendah untuk menyakiti orang lain. Hasil uji hubungan iklim sekolah dengan kecenderungan agresi menunjukkan koefisien korelasi r = -0,353 dengan p = 0.000 (p 0.005), artinya terdapat hubungan negatif dan signifikan antara iklim sekolah dengan kecenderungan agresi. Hipotesis yang diajukan diterima yaitu terdapat hubungan negatif yang signifikan antara iklim sekolah dengan kecenderungan agresi pada siswa. Semakin negatif iklim sekolah maka semakin tinggi kecenderungan agresi sebaliknya semakin positif iklim sekolah maka semakin rendah pula kecenderungan agresi.  
Korelasi intensitas bermain game online mobile legend dengan keterampilan sosial siswa MAN 3 Banda Aceh Erizka Hasibuan; Martunis Yahya; Abu Bakar
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The intensity of playing mobile legend online games is how often a person uses his time to play mobile legend online games.Whereas social skills are the ability of individuals to be oriented towards achieving goals, values and acceptance in their social environment. This study aims to determine the relationship between the intensity of playing Mobile Legend games with students' social skills. This research was conducted with a quantitative descriptive approach and used observation scale techniques. The subject of this study was selected using purposive sampling, namely sampling based on certain characteristics or characteristics. Thesubjects of this study were MAN 3 students in Banda Aceh City who played the mobile legend game. The results showed that the intensity of playing mobile legend online games  for MAN 3 students in Banda Aceh City was in the category, while the quality of students' social skills was also in the medium category. The data analysis technique used in this study to answer the formulation of problems 1 and 2 is descriptive analysis of percentages, while the formulation of problem number 3 uses thecorrelation test product moment. The results of the correlation analysis of this study obtained a value of rxy= -0.452 and a significance value of p = 0.00. This means that the hypothesis is accepted the truth, namely there is a significant negative correlation between the intensity of playing online games  mobile legend with student social skills. Thus it can be concluded that, the higher the intensity of playing mobile legend online games , the lower the social skills of MAN 3 students in Banda Aceh City.Keywords : The Intensity of Playing Mobile Legend Games, Social Skills Abstrak: Intensitas bermain game online mobile legend adalah seberapa sering seseorang menggunakan waktunya untuk melakukan aktifitas bermain game online mobile legend.Sedangkan keterampilan social adalah kemampuan individu dalam berorientasi untuk mencapai tujuan ,nilai dan penerimaan dilingkungan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas bermain game Mobile Legend dengan keterampilan sosial siswa. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif serta menggunakan teknik observasi skala. Subjek penelitian ini dipilih menggunakan purposive sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu. Subjek dari penelitian ini adalah siswa MAN 3 Kota Banda Aceh yang bermain game mobile legend. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas bermain game online mobile legend  pada siswa MAN 3 Kota Banda Aceh berada pada kategori, sementara kualitas keterampilan sosial siswa juga berada pada kategori sedang. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam spenelitian ini untuk menjawab rumusan masalah 1 dan 2 adalah analisi deskriptif persentase, sedangkan untuk rumusan masalah nomor 3 menggunakan uji korelasi product moment. Hasil analisis korelasi penelitian ini didapatkan nilai rxy= -0,452 dan nilai signifikasi p=0,00. Artinya Hipotesis diterima kebenarannya, yaitu terdapat korelasi negatif yang signifikan antara Intensitas bermain game online mobile legend dengan keterampilan sosial siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, semakin tinggi intensitas bermain game online mobile legend maka akan semakin rendah keterampilan sosial siswa MAN 3 Kota Banda Aceh. Kata Kunci : Intensitas Bermain Game Mobile Legend, Keterampilan Sosial
PERBANDINGAN KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU BK ANTARA LULUSAN PENDIDIKAN BK DENGAN NON BK Riska Amelisa; Abu Bakar; Fajriani Fajriani
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKRiska Amelisa. 2017. Perbandingan Kompetensi Kepribadian Guru BK antara Lulusan Pendidikan BK dengan Non BK. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing: (1) Drs. Abu Bakar, M.Si, (2) Fajriani, S.Pd., M.Ed  Kata kunci : Kompetensi Kepribadian Guru BK            Kompetensi Kepribadian merupakan suatu kemampuan yang berhubungan dengan personal seseorang. Kompetensi personal ini mencakup kemampuan-kemampuan pribadi yang berkenaan dengan pemahaman diri, penerimaan diri, pengarahan diri, dan perwujudan diri yang harus dimiliki oleh seorang guru BK di sekolah agar mampu menjadi pribadi yang bersifat membimbing. Tujuan penelitian ini ialah untuk membandingkan kompetensi kepribadian guru BK yang berlatar belakang pendidikan BK dengan yang berlatar belakang pendidikan non BK yang bertugas di SMA Negeri kota Banda Aceh. Adapun sekolah yang menjadi tempat penelitian yaitu sekolah yang memiliki kedua katagori guru BK tersebut yaitu SMAN 2, SMAN 3, SMAN 5 dan SMAN 8 Banda Aceh. Subjek penelitiannya terdiri dari dua kategori yaitu guru BK yang berlatar belakang pendidikan BK yang berjumlah 7 orang, dan guru BK yang berlatar belakang pendidikan non BK berjumlah 6 orang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara yang kemudian dijabarkan dengan penjelasan dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan yang mana guru BK yang memiliki latar belakang lulusan pendidikan BK lebih unggul dalam kompetensi kepribadian yang berkenaan dengan pemahaman diri, penerimaan diri, pengarahan diri dan perwujudan diri yang baik, dari pada guru BK yang latar belakang Lulusan Pendidikan Non BK.
UPAYA SISWA SPN MENGATASI STRES DALAM MENJALANI PENDIDIKAN DI SEKOLAH BINTARA POLRI FIQIE AULIA; Nurhasanah Nurhasanah; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aulia, F. 2018. Upaya Menghadapi Stres Dalam Menjalani Pendidikan Sekolah Bintara Polri Di SPN Polda Aceh. Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing: (1) Dra. Nurhasanah, M.Pd., (2) Nurbaity, S.Pd., M.Ed.                         Stres merupakan masalah umum yang terjadi dalam kehidupan umat manusia. Dalam lingkungan pendidikan, stres merupakan pengalaman yang paling sering dialami oleh para siswa yang menjalani pendidikan militer sekalipun. Hal tersebut dikarenakan banyaknya tuntutan pendidikan yang berbeda dari pendidikan warga sipil yang harus dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat upaya apa saja yang dilakukan siswa dalam menangani stres dalam pendidikan yang berbasi militer ini. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan metode wawancara. Subjek yang diteliti berjumlah tujuh orang yang dimana berdasarkan observasi lapangan peneliti, ketujuh sabjek mengalami stres sesuai dengan ciri-ciri stres yang dimunculkan seperti menyendiri, melamun, tidak fokus ketika menjalani pelajaran akademik di dalam kelas dan bahkan frustasi dan menangis selama pendidikan berlangsung sehingga peneliti berasumsi ada upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk menghadapi stres tersebut agar proses pendidikan dapat dilakukan dengan baik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan ada beberapa cara mengurangi stres seperti menceritakan masalah-masalahnya pada rekan baraknya, orang tua, dan orang-orang terdekatnya, berolahraga, mengingat ijin bermalam di luar, tidur, berzikir, mengaji, bersendagurau dengan teman, melakukan hal-hal konyol yang lucu agar tertawa bersama, shalat untuk menenangkan pikiran serta jiwa dan raga serta mencari ketenagan dengan lingkungan sekitar yang hijau dan sangat asri. Kata Kunci: Upaya Menghadapi Stres, Siswa, Sekolah Bintara SPN Polda Aceh.
PENERAPAN TEKNIK ANGER MANAGEMENT UNTUK MENURUNKAN PERILAKU AGRESIVITAS SISWA SMAN 5 BANDA ACEH Wulan Handayani; Nurhasanah Nurhasanah; Martunis Yahya
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus agresif dan terjadinya konflik di lingkungan sekolah dipicu karena tidak bisa mengendalikan emosi/kemarahan, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku agresivitas siswa sebelum diberikannya treatment teknik anger management, sesudah diberikannya treatment teknik anger management dan membandingkan perbedaan perilaku agresivitas siswa sebelum dan sesudah diberikannya treatment teknik anger management tersebut, yang mana teknik anger management adalah cara seseorang mengelola pikiran, perasaan, amarah, nafsu dengan cara yang terkontrol dan positif, sehingga dapat terhindar dari kemungkinan buruk yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Teknik ini diharapkan dapat menurunkan perilaku agresif siswa yang terdiri dari : Physical aggression (Agresi fisik), Verbal aggression (Agresi verbal), Anger (Kemarahan) dan Hostility (Sikap permusahan). Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif Pre-Experimental Design dengan bentuk One Group Pretest - Posttest Design. Objek dalam penelitian ini yaitu perilaku agresif siswa, subjek dalam penelitian terdiri dari 30 orang siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala agresivitas dengan reliabilitas sebesar 0.950 artinya memiliki reliabilitas yang sangat tinggi. Teknik analisis data menggunakan uji-T berpasangan (paired samples T-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test adalah 132.27 lebih tinggi dari rata-rata nilai post-test yaitu 91.9. Hasil uji-T diperoleh thitung ttabel (15.091 2,04523). Selain itu nilai nilai sig. (2-tailed) sample t-test adalah 0.000 atau menunjukkan probabilitas dibawah 0,05 (0,000 0,05) yang artinya hipotesis alternatif (Ha) dan hipotesis nihil (Ho) ditolak. Dengan kata lain, penerapan teknik anger management efektif dilakukan untuk menurunkan perilaku agresivitas siswa di sekolah SMAN 5 Banda Aceh. Kata kunci: Menurunkan perilaku agresivitas, Anger Management, Siswa.