cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling
ISSN : 26150344     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan karya-karya mahasiswa jurusan bimbingan dan konseling terutama hasil dari penelitian yang mereka lakukan. Jurnal berfokus pada semua aspek psikologis yang mempengaruhi pelajar dan semua teknik bantuan psikologis yang dapat diberikan untuk menolong mereka mencapai kesuksesan dalam belajar.
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
PELAKSANAAN LAYANAN INFORMASI UNTUK MENDUKUNG KEPUTUSAN KARIR SISWA SMA NEGERI 10 FAJAR HARAPAN BANDA ACEH Mawaddah Waddah; Abu Bakar; Muhammad Husen
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul “Pelaksanaan Layanan Informasi Untuk Mendukung Keputusan Karir Siswa SMA Negeri 10 Fajar Harapan Banda Aceh” mengangkat permasalahan tentang bagaimana pelaksanaan program BK karir yang berlangsung di SMA Negeri 10 Fajar Harapan Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program BK karir yang berlangsung di SMA Negeri 10 FajarHarapan Kota Banda Aceh. Subjek penelitian adalah Guru BK di SMA Negeri 10 Banda Aceh serta wakil kepala sekolah, guru bidang studi dan juga walikelas. Sedangkan Objek penelitian adalah pelaksanaan layanan informasi untuk mendukung keputusan karir siswa yang dilaksanakan di SMA Negeri 10 Fajar Harapan Kota Banda Aceh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program BK karir yang di lakukan oleh guru BK di sekolah tersebut sudah berjalan dengan baik, tetapi belum maksimal dikarenakan guru BK tidak memiliki jam masuk kelas.
Identifikasi Masalah Pribadi Sosial Yang Dialami Oleh Siswa Kelas Plus Dan Reguler Pada SMA Negeri 9 Banda Aceh Afzal Afzal
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di lingkungan sekolah, tentunya tidak terlepas dari ragam permasalahan yang di alami oleh siswa, baik itu masalah pribadi maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengidentifikasi masalah pribadi sosial yang dialami oleh siswa kelas Plus dan Reguler SMA Negeri 9 Banda Aceh. Penelitian ini termasuk jenis penelitian komperatif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 9 Banda Aceh yang berjumlah 575 orang, sedangkan sampel penelitian ini yaitu; (1) siswa kelas plus sebanyak 22 orang; dan (2)  siswa kelas reguler yang berjumlah 63 orang. Adapun tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah DCM, sedangkan analisis data dilakukan sebanyak dua tahap yaitu; (1) tahap analisis butir dan; (2) analisis topik. masing-masing tahap analisis tersebut dilakukan sesuia dengan rumus deskriptif presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa;  (1)Analisis butir pada kelas plus diperoleh hasil rata-rata yaitu 36% dengan predikat D (buruk); (2) Analisis butir pada kelas reguler diperoleh hasil rata-rata yaitu 23% dengan predikat C (cukup); (3) Analisis pertopik pada kelas plus diperoleh hasil rata-rata yaitu 86% dengan predikat E (sangat buruk); (4) Analisis pertopik pada kelas reguler diperoleh hasil rata-rata yaitu 80% dengan predikat E (sangat buruk); (5) Hasil perbandingan masalah pribadi sosial menunjukkan bahwa kelas reguler lebih baik dibandingkan dengan kelas plus.Kata Kunci : Masalah, Pribadi, Sosial, Siswa.
Penerapan sosiodrama untuk meningkatkan kemampuan penyesuaian sosial siswa sekolah menengah pertama Nurma Ningsih Syahfitri; Nurhasanah Nurhasanah; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Social adjustment is a person's ability to adjust to all demands in the surrounding environment, so that the individual can be accepted, fulfillment of all needs, and obtain satisfaction from the social relationships that are established, and have good sympathy for other people, both friends and strangers. This study aims to see an overview of students' social adjustment abilities before and after being given sociodrama techniques. The research method used is a mixed method or a combination of quantitative and qualitative methods with the form of one group pretest-posttest design and data analysis techniques using the test Wilcoxon. The study sample consisted of 20 students who experienced isolated conditions. Determination of the subject using sociometry and observation. Data collection in this study uses a social adjustment scale that has a reliability of 0.881 which means it has high reliability. The average ability of social adjustment of students before being given treatment is 76.95 with an average percentage of 55.32% and after being given treatment it becomes 98.75 with an average percentage of 70.54%. From the comparison of the average data pretest and posttest, there was a significant change in the form of an increase in students' social adjustment abilities with an average increase of 15.21%. The Wilcoxon test results also show that the comparison of significance obtained is 0.000 0.05, then Ha is accepted and Ho is rejected, meaning that the students' social adjustment ability increases after being given treatment using sociodrama techniques.Keywords: Sociodrama, Students' Social Adjustment CapabilityAbstrak: Penyesuaian sosial merupakan kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri dengan segala tuntutan di lingkungan sekitarnya, sehingga individu tersebut dapat diterima, terpenuhinya segala kebutuhan, dan memperoleh kepuasan dari hubungan sosial yang dijalinnya, serta memiliki simpati yang baik terhadap orang lain, baik teman maupun orang yang tak dikenal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kemampuan penyesuaian sosial siswa sebelum dan sesudah diberikan teknik sosiodrama. Metode penelitian yang digunakan yaitu mixed methodhs atau gabungan antara metode kuantitatif dan kualitatif dengan bentuk one group pretest-postest design dan teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Sampel penelitian terdiri dari 20 orang siswa yang mengalami kondisi terisolir. Penentuan subjek dengan menggunakan sosiometri dan observasi. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala penyesuaian sosial yang memiliki reliabilitas sebesar 0,881 artinya memiliki reliabilitas tinggi. Rata-rata kemampuan penyesuaian sosial siswa sebelum diberikan treatment sebesar 76.95 dengan rata-rata persentase sebesar 55.32 % dan setelah diberikan treatment menjadi 98.75 dengan rata-rata persentase sebesar 70.54 %. Dari perbandingan data rata-rata pretest dan posttest tersebut, terdapat perubahan yang signifikan berupa kenaikan kemampuan penyesuaian sosial siswa dengan rata-rata peningkatan sebesar 15.21 %.  Hasil uji Wilcoxon juga menunjukkan bahwa perbandingan signifikansi yang diperoleh sebesar 0.000 0.05, maka Ha diterima dan Ho ditolak, artinya kemampuan penyesuaian sosial siswa mengalami peningkatan setelah diberikan treatment dengan menggunakan teknik sosiodrama. Kata Kunci: Sosiodrama, Kemampuan Penyesuaian Sosial Siswa
HAMBATAN DAN UPAYA GURU DALAM PENANGANAN SISWA DISLEKSIA DI SEKOLAH DASAR NEGERI KECAMATAN KEJURUAN MUDA, ACEH TAMIANG Adilah Mardhiyah; Nurhasanah Nurhasanah; Fajriani Fajriani
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru berfungsi sebagai pembimbing dan pendidik, sebagai pembimbing diharapkan dapat memberikan berbagai macam upaya dalam menangani kesulitan yang di alami anak khususnya anak disleksia. Sebagai pendidik guru merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, membimbing, melatih dan menilai hasil pembelajaran. Dengan demikian tidak menutup kemungkinan guru mengalami kesulitan/hambatan selama proses mengajarkan anak normal maupun anak yang kurang normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan dan upaya guru dalam menangani anak disleksia di SD Negeri Karang Jadi dan SDIT Darul Mukhlisin. Jenis penelitian kualitatif, dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Subyek penelitian berjumlah 3 (tiga) guru yaitu satu orang guru kelas III B SD Negeri Karang Jadi, satu orang guru kelas dan satu orang guru pembimbing SDIT Darul Mukhlisin, Aceh Tamiang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi.Hasil penelitian melalui wawancara dan observasi menunjukkan bahwa hambatan yang dirasakan oleh guru kelas dan guru pembimbing adalah kesulitan mengajar yang menyangkut pada metode pembelajaran untuk anak disleksia, kesulitan dalam pelaksanaan program pembelajaran seperti tidak tercapainya target pembelajaran sesuai dengan yang telah direncanakan guru sebelumnya, serta kesulitan dalam perencanaan dan pelaksanaan evaluasi. Upaya yang dilakukan guru dalam menangani anak disleksia tidaklah sama antara guru satu dengan yang lainnya. Ada Guru yang hanya mampu memberikan bantuan berupa bimbingan saja ada pula guru yang mampu memberikan berbagai macam bantuan seperti menggunakan metode bercerita, menggunakan kartu huruf, menggunakan permainan puzzle, dan memberikan game edukasi. Guru pembimbing SDIT Darul Mukhlisin melakukan upaya yang lebih banyak dalam menangani anak disleksia dibandingkan dengan upaya guru kelas yang ada di SD Negeri Karang Jadi dalam menangani anak disleksia yang ada di kelasnya.
KOMPETENSI KEPRIBADIAN MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING UNIVERSITAS SYIAH KUALA Fadhlina Fadhlina; Martunis Martunis; Husen Husen
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 5, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Personality competence is one of the most important competencies possessed by a counselor. Good personality competence will support the success of counseling services. Personality competencies Indonesian counselors must possess regulated in PERMENDIKNAS number 27 of the year 2008 concerning Academic Qualification Standards and Counselor Competencies. This research aimed to assess the personality competence of guidance and counseling students at Universitas Syiah Kuala to examine the tenancy of the standards. This research used a descriptive quantitative research design. The population in this study amounted to 169 students with a sample of 118 students consisting of 36 students’ of 2016 class, 37 of 2017 class and 45 of 2018 class. The data collection instrument used was a closed questionnaire in the form of a Likert scale with 5 alternative answer choices. The number of valid questionnaire items is 76 items with a reliability level of 0.972. The data analysis technique used is a percentage of descriptive analysis. The results showed that more than half of students (55.08%) are in the high category, 27.96% are in the very high category, 15,25% in the medium and 1.6% in the low category.Keywords: Personality Competencies, Counselor, Counseling Student.  ABSTRAK Kompetensi kepribadian merupakan salah satu kompetensi yang sangat penting dimiliki oleh seorang konselor. Kompetensi kepribadian yang baik akan menunjang keberhasilan layanan konseling. Seorang konselor dituntut untuk dapat memiliki kompetensi kepribadian sesuai dengan tuntutan profesi bimbingan dan konseling yang tertuang dalam PERMENDIKNAS nomor 27 tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. Kompetensi kepribadian mahasiswa bimbingan dan konseling di Universitas Syiah Kuala perlu diketahui kesesuaiannya dengan standar kompetensi kepribadian yang telah ditetapkan karena dengan begitu dapat diketahui sejauh mana penguasaan kompetensi kepribadian yang sudah dimiliki mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan gambaran kompetensi kepribadian yang dimiliki mahasiswa bimbingan dan konseling. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 169 mahasiswa dengan sampel sebanyak 118 orang mahasiswa. Terdiri dari mahasiswa angkatan 2016 yang berjumlah 36 mahasiswa, angkatan 2017 yang berjumlah 37 mahasiswa, angkatan 2018 yang berjumlah 45 mahasiswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket tertutup dalam bentuk skala likert dengan 5 alternatif pilihan jawaban. Jumlah butir angket yang valid yaitu 76 item dengan tingkat reliabilitas sebesar 0,972. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran kompetensi kepribadian mahasiswa Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala dapat digambarkan : sebagian besar (55,08%) berada dalam kategori tinggi, hampir setengahnya (27,96%) sangat tinggi, sebagian kecil (15,25%) dalam kategori sedang dan rendah (1,6%).Kata kunci: Kompetensi kepribadian, Konselor, Mahasiswa BK.
Analisis faktor penyebab perilaku agresif pada siswa Zulaiha Zulaiha; M. Husen; Abu Bakar
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study entitled "Analysis of Factors Contributing to High School Students Aggressive Behavior In Bustanul Ulum Integrated District of Bener Meriah district gem" This study aims to determine the type and the causes of the aggressive behavior of high school students. This study uses descriptive qualitative approach with case study design. Subjects of this study 8 students, school personnel 4 apparatus comprising BK teachers, subject teachers, principals and supervisors hostel. While the object of this experiment are factors that cause aggressive behavior in high school students Integrated Bustanul Ulum. Data is collected using an interview. Based on the results of the study showed that the aggressive behaviors that occur among students can be seen that the types of aggressive behavior that occurs at high school students Integrated Bustanul Ulum is physical aggression carried out by hitting, kicking, fighting, then verbal aggression such as snap, insults cursing, defiant , feeling irritable and annoyed that anger, threats or hostility. Factors that cause aggressive behavior is a family including the parents and family members to violence or reveal violence before children, peers both at school and outside the school who showed aggressive behavior, the media often show scenes of violence and a feeling of inner such as frustration, interpretation, and feelings of anger. Efforts are schools doing to address the aggressive behavior is, provide counseling and instill good values to students.Keywords: Cause Factors, Aggressive Behavior, High School Students    Abstrak: Penelitian  ini  berjudul  “Analisis  Faktor-Faktor  Penyebab  Perilaku  Agresif  Pada Siswa SMA Terpadu  Bustanul Ulum Kecamatan Permata Kabupaten Bener Meriah” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Jenis dan faktor penyebab perilaku agresif siswa SMA. Penelitian ini mengunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan rancangan  studi  kasus.  Subjek penelitian  ini  8  orang siswa,  4  aparatur personil sekolah yang terdiri dari guru BK, guru bidang studi, kepsek dan pembina asrama. Sedangkan objek penelitin ini adalah faktor-faktor penyebab perilaku agresif pada siswa SMA Terpadu Bustanul Ulum. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku agresif yang terjadi  dikalangan  siswa  dapat  diketahui  bahwa  jenis-jenis  perilaku agresif  yang terjadi pada siswa SMA Terpadu Bustanul Ulum adalah agresi fisik yang dilakukan dengan cara memukul, menendang, berkelahi, Selanjutnya agresi verbal seperti membentak,  menghina  memaki,  membangkang,  perasaan  yang  cepat  marah  dan kesal yaitu kemarahan, Ancaman atau permusuhan. Faktor penyebab perilaku agresif adalah keluarga yang termasuk didalamnya orang tua dan anggota keluarga yang suka melakukan kekerasan atau menampakan kekerasan dihadapan anak, teman sebaya  baik  disekolah  maupun  diluar  sekolah  yang  suka  menunjukan  perilaku agresif, media yang sering memperlihatkan adegan kekerasan, serta perasaan dari dalam diri yang seperti frustasi, interpertasi, dan perasaan marah. Upaya yang dilakukan sekolah untuk mengatasi perilaku agresif ialah, memberikan konseling dan menanamkan nilai-nilai yang baik kepada siswa.Kata kunci: Faktor Penyebab, Perilaku Agresif, Siswa SMA
KORELASI SELF-REGULATED LEARNING DENGAN INTENTITAS NONGKRONG DI WARUNG KOPI PADA MAHASIWA JURUSAN BIMBINGAN KONSELING UNIVERSITAS SYIAH KUALA Devi Surasti; Abu Bakar; Nurhasanah Nurhasanah
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Korelasi Self-Regulated Learning dengan Intentitas Nongkrong di Warung Kopi pada Mahasiwa Jurusan Bimbingan Konseling Universitas Syiah Kuala”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-regulated learning dengan intensitas nongkrong. Adapun yang menjadi sampel yaitu 54 orang mahasiswa laki-laki Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Syiah Kuala angkatan 2010 sampai dengan 2016, dengan menggunakan teknik total sampling. Jenis penelitian adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket skala self-regulated learning dan skala intensitas nongkrong. Teknik analisis data menggunakan deskriptif persentase dan korelasi. Hasil analisis deskriptif data menunjukkan bahwa self-regulated learning mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling dalam kategori sedang dengan indikator yang paling berpengaruh yaitu elaborasi, pengaturan diri metakognotif, belajar dengan teman. Adapun intensitas nongkrong mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling juga dalam kategori sedang dengan indikator yang paling berpengaruh yaitu perhatian atau ketertarikan ketika nongkrong di warung kopi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh koefisien korelasi (rxy) = -0,660 dengan nilai signifikansi 0,000 (p 0,01), sehingga hipotesis yang menyatakan “ada hubungan negatif antara self-regulated learning dengan prokrastinasi akademik” diterima. Artinya, semakin tinggi self-regulated learning maka semakin rendah intensitas nongkrong dan semakin rendah self-regulated learning maka semakin rendah intensitas nongkrong. Kata kunci: Self-Regulated Learning, Intensitas Nongkrong
EFEKTIVITAS LAYANAN INFORMASI BAGI SISWA YANG MEROKOK DI SMPN 3 GUNUNG MERIAH (ACEH SINGKIL) yuliana bru padang; said nurdin; martunis yahya
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “ Efektivitas Layanan Informasi bagi siswa yang merokok. Latar belakang masalah dalam penelitian ini banyaknya siswa yang masih duduk dibangku SMP sudah mulai merokok dilingkungan sekolah maupun diluar sekolah dan ini sangat mempengaruhi kesehatan fisik maupun psikis dalam diri siswa. Tujuan penelitian ini untuk melihat sejauh mana layanan informasi dapat mengatasi perilaku merokok siswa di SMPN 3 Gunung Meriah Aceh Singkil. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan analisis deskriftif kualitatif. Lokasi penelitian di SMPN 3 Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil, jumlah sampel 25 siswa berdasarkan hasil data buku hitam siswa . Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan dokumentasi (berupa Buku Hitam Siswa) . Teknik pengolahan data dan analisis data yaitu dengan analisis deskriftif kualitattif. Layanan bimbingan konseling yang dilakukan adalah layanan informasi . prosedur penelitian ini terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil pada penelitian pada siklus satu tingkat perilaku merokok siswa mengalami penurunan perilaku merokok yang awalnya perokok berat menjadi berkurang, dan yang menjadi perokok ringan sudah tidak merokok lagi. Hasil tersebut dapat dilihat dari hasil lampiran dokumentasi dan kemudian dilanjutkan ke siklus II. Setelah dilakukan siklus ke II tingkat perilaku merokok siswa dari yang merokok menjadi tidak merokok. Kesimpulan dari penelitian ini adalah layanan informasi dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam mengatasi perilaku merokok pada siswa di sekolah. 
Teknik self affirmation untuk mengurangi kecemasan akademik pada siswa MAN Model Banda Aceh sarah mauliana
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Kecemasan Akademik merupakan reaksi dari diri yang merasa tidak mampu untuk melakukan berbagai aktivitas dalam bentuk akademik. Kecemasan akademik ini sering terjadi di sekolah karena siswa memiliki pola pikir yang tidak logis yang sangat berpengaruh pada stabil tidaknya emosi siswa. Untuk menangani permasalahan ini, peneliti  menggunakan teknik self affirmation di dalam praktek bimbingan kelompok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kecemasan akademik pada siswa sebelum dan sesudah diberikan teknik self affirmation, dan melihat adanya penurunan kecemasan akademik secara signifikan siswa MAN Model setelah diberikan teknik self affirmation. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Group Pretest-Postest Group Design. Sampel diambil dengan metode purposive sampling berjumlah 30 orang dari 117 siswa yang memiliki kecemasan akademik tinggi. Data dikumpulkan dengan angket berskala 1-4. Uji paired sample sign-test yang dipakai untuk melihat ada atau tidaknya penurunan perilaku kecemasan akademik sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukkan setelah diberikan teknik self affirmation, sebelum diberikan perlakuan nilai rata-rata (mean) kecemasan akademik pada siswa sebesar 77,6060,03 nilai rata-rata (mean) setelah perlakuan. Rata-rata penurunan nya adalah sebesar 17,57. Tabel binominal n=30 dan p=0,01 sebagai taraf signifikansi, X ≤ p adalah 0,000. Karena 0,000 ≤ 0,01 maka dapat dikatakan bahwa teknik self affirmation dapat menurunkan kecemasan akademik secara berarti dan signifikan pada siswa.
DUKUNGAN KEPALA SEKOLAH SMA NEGERI DALAM PENYELENGGARAAN BK DI KABUPATEN ACEH TENGAH Hendra Teguh Satriyawan; Martunis Yahya; M. Husen
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 The principal's support in supporting the successful implementation of BK is very important. The purpose of this study is to find out the form of support of public high school principals in the implementation of BK in Central Aceh District. Descriptive research method with qualitative approach. The subjects of this study were the school principals and Bk teachers in each school in Central Aceh District High School using data collection techniques used, namely interviews, observation, documentation. The results showed the principal in the Central Aceh District High School had not fully carried out his duties or his role as the person in charge in the field of guidance and counseling to the maximum, as for things that have not been carried out namely regulating and directing BK activities, completing BK facilities and infrastructure and assigning BK personnelKeywords: Principal support and organizing BK Abstrak: Dukungan kepala sekolah dalam menunjang keberhasilan penyelenggaraan BK sangat penting. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bentuk dukungan kepala sekolah SMA Negeri dalam penyelenggaraan BK di Kabupaten Aceh Tengah. Metode penelitian Deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru Bk di masing-masing sekolah SMA Negeri Kabupaten Aceh Tengah dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan kepala sekolah di SMA Negeri Kabupaten Aceh Tengah belum secara sepenuhnya menjalankan tugas maupun perannya sebagai penanggungjawab dalam bidang bimbingan dan konseling secara maksimal, adapun hal yang belum dijalankan yaitu mengatur dan mengarahkan kegiatan BK, melengkapi sarana dan prasana BK serta penugasan personil BK.Kata Kunci: Dukungan Kepala Sekolah, Tingkat SMA, Layanan BK