cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling
ISSN : 26150344     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan karya-karya mahasiswa jurusan bimbingan dan konseling terutama hasil dari penelitian yang mereka lakukan. Jurnal berfokus pada semua aspek psikologis yang mempengaruhi pelajar dan semua teknik bantuan psikologis yang dapat diberikan untuk menolong mereka mencapai kesuksesan dalam belajar.
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
Kerjasama Keluarga, Sekolah Dan Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Pada Remaja Di Kota Lintang Kabupaten Aceh Tamiang Rodhiah Ruslan; Martunis Yahya; Syaiful Bahri
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 5, No 3 (2020): September 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengangkat masalah kerjasama antara sekolah, keluarga dan masyarakat dalam upaya pencegahan narkoba pada remaja. “Kerjasama yang baik antara sekolah, keluarga dan masyarakat” memberikan kontribusi positif dalam menanggulangi narkoba pada remaja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui upaya pencegahan narkoba dan mengetahui  kerjasama dari berbagai pihak terkait masalah narkoba pada remaja di Kota Lintang Kabupaten Aceh Tamiang. Adapun subjek penelitian ini adalah stake holder atau orang-orang yang terlibat kerjasama dari keluarga, sekolah dan masyarakat dalam upaya pencegahan narkoba pada remaja di Kota Lintang Kabupaten Aceh Tamiang, sebanyak 13 responden.”Metode penelitiian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan pendekatan kualitatif dengan cara wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menggambarkan bahwa kerjasama sekolah, keluarga, dan masyarakat di Desa Kota Lintang Kabupaten Aceh Tamiang dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi remaja tidak terlaksana dengan baik, pelaksanaan kerjasama dilakukan dalam bentuk sosialisasi, diskusi kelompok dengan menghadirkan pihak BNN, petugas kesehatan dan juga pemasangan spanduk tentang bahaya narkoba. Serta menambah kegiatan ekstrakurikuler dalam bentuk pramuka, olahraga dan kegiatan rohani lainnya. Upaya pencegahan narkoba yang paling sering dilakukan di sekolah, keluarga dan masyarakat adalah sosialisasi tentang narkoba.Hambatan yang terjadi dalam upaya pencegahan adalah kurangnya waktu untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi. Kerjasama yang dilakukan juga terbatas antara sekolah dengan keluarga dan masyarakat. Pemahaman keluarga dan masyarakat tentang narkoba masih minim sehingga masalah narkoba menjadi berkembang, hambatan lain dalam melakukan sosialisasi tentang narkoba adalah sulitnya menyesuaikan waktu peserta dalam melakukan kegiatan sosialisasi sehingga banyak peserta yang tidak hadir.
ANALISIS PENYEBAB REMAJA MELAKUKAN BALAPAN LIAR DI KOTA TAKENGON Alpi Wantona; Nur Janah; Dara Rosita
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 5, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Wantona,Alpi.2019.Analisis Penyebab Remaja Melakukan Balapan Liar di Kota Takengon. Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:Pembimbing: (1) Dra. Nur Jannah. P.Si,. MM   (2) Dara Rosita, S.T,. S.Pd., M.EdKata Kunci : Analisis Penyebab Remaja, Balapan LiarRemaja adalah individu yang sedang berada pada masa peralihan dari masa kanak kanak menuju dewasa dan di tandai dengan perkembangan yang sangat cepat dari aspek fisik, psikis, dan sosial. Remaja akan mengalami pergejolakan yang menjerumuskan ke prilaku menyimpang secara moral dan sosial apabila di pengaruhi oleh pergaulan yang salah di sekolah maupun di masyarakat, apalagi tidak ada pendamping dari orang tua, guru, dan masyarakat. Bentuk penyimpangan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah aktivitas balapan liar yang sangat populer pada usia remaja Balapan liar adalah adu kecepatan dengan sepeda motor yang dilakukan di tempat tempat umum. Balapan liar dilakukan di jalan raya, parkir stadion serta di tempat lainya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis penyebab remaja melakukan balapan liar di Kota Takengon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah 5 orang remaja pelaku balapan liar dan 3 orang masyarakat yang tinggal di sekitar aktivitas balap liar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara menggunakan pedoman FGD. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penyebab remaja melakukan balapan liar adalah berusia 15-16 tahun, dengan jenjang pendidikan yang ditekuni yaitu sekolah tingkat menengah atas (SMA), pada usia tersebut memperlihatkan bahwa rasa ingin tahu dan ketertarikannya terhadap dunia balap liar sangat tinggi, pada saat orang lain memicu kendaraannya dengan kencang menimbulkan rasa ingin tahu dan ingin melakukannya dan ingin menunjukkan kepada orang bahwa mereka mampu dan mereka bisa. Penyebab yang mendorong pelaku balap liar melakukan balapan liar yaitu datang dari diri sendiri dan teman sepermainan, serta orang terdekat, dan juga saat melihat teman sebayanya mengendarai kenderaan dengan kecepatan yang tinggi memicu adrenalin untuk ikut melakukan balapan liar tanpa menghiraukan kecelakaan yang dapat dialami remaja saat melakukan balapan liar serta uang taruhan yang didapat pada saat memenangkan balapan liar serta tempat menyalurkan hobi.
Identifikasi Tingkat Stres Akademik Siswa SMP Negeri di Kota Banda Aceh Rahmah Wardah; Nurbaity Bustamam; Jamilah Aini Nasution
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 5, No 3 (2020): September 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres akademik ialah stres yang bersumber dari kegiatan akademik siswa, di mana tuntutan akademik yang dihadapi siswa melebihi batas kemampuannya untuk menghadapinya sehingga terjadinya stres akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat stres akademik siswa SMP Negeri di Kota Banda Aceh. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IX di 8 SMP Negeri di Kota Banda Aceh. Metode pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Jumlah sampel yang dijadikan responden penelitian sebanyak 375 siswa. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah angket tingkat stres akademik dalam bentuk skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat stres akademik siswa SMP Negeri di Kota Banda Aceh hampir setenganya berada dalam kategori rendah dengan persentase 47,2%, selanjutnya terdapat sebagian kecil siswa yang mengalami stres pada tingkat yang sangat tinggi sebesar 0,8%, dan pada tingkat yang tinggi sebesar 6,9%. Pada tingkat sedang sebesar 25,9% dan sangat rendah sebesar 19,2%. Artinya, tingkat stres siswa SMP Negeri di Kota Banda Aceh rata-rata berada pada kategori sedang.
Korelasi Persepsi Mengenai Kepedulian Guru Dengan Harga Diri Siswa Tifani Mutia Putri; Nurbaity Nurbaity; Dara Rosita
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 5, No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKHarga diri aspek kepribadian yang sangat penting bagi siswa. Perilaku siswa dipengaruhi oleh bagaimana harga diri mereka sendiri, Harga diri dibentuk dari lingkungan dimana individu berada seperti, orang tua, guru, teman dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kondisi dari hubungan antara persepsi siswa mengenai kepedulian guru dengan harga diri siswa pada siswa kelas VIII SMP Negeri di Kota Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu SMP Negeri 1 Kota Banda Aceh dan SMP Negeri 11 Kota Banda Aceh. Sampel yang diambil ialah siswa kelas VIII SMP Negeri Kota Banda Aceh yang berjumlah 184 siswa, menggunakan rumus Slovin dengan teknik random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan ialah skala harga diri dan skala kepedulian guru dalam bentuk skala likert. Hipotesis dalam penelitian ini adalah adanya hubungan antara persepsi siswa mengenai kepedulian guru dengan harga diri siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mempersepsikan kepedulian guru dominan pada tingkat kategori sangat rendah dengan persentase 77,17% dan tingkat harga diri siswa dominan pada tingkat sedang dengan persentase 45,65%. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan positif antara persepsi siswa mengenai kepedulian guru dengan harga diri siswa dengan koefisien r = 0,296 dan p = 0,000. Dapat diartikan bahwa apabila semakin tinggi kepedulian guru dalam persepsi siswa maka semakin tinggi pula harga diri siswa. Demikian pula sebaliknya apabila semakin rendah kepedulian guru dalam persepsi siswa maka semakin rendah pula harga diri siswa.Kata Kunci : Harga Diri, Persepsi Siswa, Kepedulian Guru
Penerimaan Sosial Warga Sekolah Terhadap Siswa Berkebutuhan Khusus Pada SMPN Inklusi di Banda Aceh Istifa Daturrohmah; Syaiful Bahri; Fajriani Fajriani
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 5, No 3 (2020): September 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Social acceptance is the acceptance of individuals within a group with no qualifications or, let's just say, "a standing acceptance." The study is aimed at recognizing the social acceptance of school residents to special needs students at the institution school in Banda Aceh and seeing how the school views institution education. The study employs a qualitative approach with the narrative type. The research was done on the two schools of inclusion in Banda Aceh which is the SMPN 7 Banda Aceh and the SMPN 18 Banda Aceh. The subject of retention numbered 14 people in each school of vice principals, guidance and counseling teachers, homeroom teachers, subjects, regular students, cafeteria guards, security guards. Data collection techniques using interviews and observations. Data analysis through data reduction, data presentation, and conclusion. Studies show that the social acceptance of the school's citizens is unfavorable toward the special-needs students since most new schools receive special-needs students on certain conditions they want. That certainly goes against the theory of social acceptance expressed by Viscott because the social recipient is accepting an entire person who does not reject a certain part of himself. Keywords: Social acceptance, social acceptance aspects, special needs students ABSTRAKPenerimaan sosial adalah diterimanya individu dalam suatu kelompok tanpa adanya syarat atau bisa dikatakan penerimaan tanpa syarat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan sosial warga sekolah terhadap siswa berkebutuhan khusus pada sekolah inklusi yang ada di Banda Aceh dan melihat pandangan warga sekolah terhadap pendidikan inklusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis narasi. Penelitian dilakukan pada dua SMPN inklusi di Banda Aceh yaitu SMPN 7 Banda Aceh dan SMPN 18 Banda Aceh. Subyek penelitian berjumlah 14 orang yang terdiri masing-masing 1 orang dalam tiap sekolah berupa wakil kepala sekolah, guru bimbingan dan konseling, guru wali kelas, guru mata pelajaran, siswa reguler, penjaga kantin, satpam. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan penerimaan sosial warga sekolah kurang baik terhadap siswa berkebutuhan khusus, karena dari hasil penelitian sebagian besar warga sekolah baru menerima siswa berkebutuhan khusus dengan ada syarat-syarat tertentu yang diinginkan. Hal itu tentu saja bertentangan dengan teori penerimaan sosial yang di kemukakan oleh Viscott karena penerimaa sosial adalah menerima keseluruhan diri seseorang yang tidak menolak bagian tertentu dari dirinya.Kata Kunci: Penerimaan Sosial, Aspek Penerimaan Sosial, Siswa Berkebutuhan Khusus
Identitas Perencanaan Karir (Penelitian Pada Mahasiswa Akhir Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Syiah Kuala) Hasna Nisa; M. Husen; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 5, No 4 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKIdentitas perencanaan karir seharusnya dipersiapkan  dengan matang dan mahasiswa wajib membuat identitas perencanaan karir nya agar bisa menentukan pemilihan dan keputusan karir yang tepat untuk masa yang akan datang. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui identitas perencanaan karir mahasiswa Prodi Bimbingan Konseling Universitas Syiah Kuala yang sedang menyelesaikan skripsi. Populasi dalam penelitian ini mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling FKIP yang berjumlah 64  mahasiswa dari letting 2013, 2014, dan 2015. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 55 mahasiswa. Pengambilan Sampel dalam penelitian ini menggunakan random sampling dengan rumus Slovin. Metode dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan jenis deskriptif. Hasil dari penelitian dari pembahasan menunjukkan bahwa identitas perencanaan karir pada mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir berada pada kategori “sedang” dengan presentase 69,09%  atau berjumlah 38 mahasiswa dan kategori “rendah” dengan presentase 30,90% dengan responden 17 mahasiswa, sehingga dapat dipahami bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki identitas perencanaan karir yang baik, yang didukung berdasarkan analisis pada bab IV menunjukkan data kurva empiric condong ke arah kiri yang menunjukkan bahwa identitas perencanaan karir mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Syiah Kuala yang sedang menyelesaikan tugas akhir berada pada kategori “sedang” hal ini dimaknai bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki identitas perencanaan karir yang baik.Kata Kunci : Identitas Perencanaan Karir, mahasiswa, bimbingan dan konseling
PEMAHAMAN DAN PERLAKUAN GURU TERHADAP ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS PADA SEKOLAH DASAR NEGERI INKLUSI DI KOTA BANDA ACEH Yurike Mareta Suhana; Martunis Martunis; Fajriani Fajriani
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 6, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A teacher who works in an inclusive school must have good knowledge, attitudes and skills in terms of understanding and good treatment for children with special needs. This study aims to describe teacher understanding and teacher treatment of special needs children in the teaching and learning process at inclusive public elementary schools in Banda Aceh City. The approach used is qualitative with descriptive method. The research locations are SDN 1, SDN 18, and SDN 25 Banda Aceh City. Data collection techniques used are interviews, observation and documentation. Based on the results of the study, it was found that teachers' understanding of the types of special needs children was still partial, teachers did not fully understand the approach needed to understand the conditions of children with special needs. The approach used to understand the characteristics and improve the ability of crew members is carried out in collaboration with other parties. Learning is still based on the classical way, only then on the individual way. The teacher shows concern by accepting and providing understanding to normal students to accept special student at the beginning of the semester. Class management is carried out with a regular system with special supervisors for special students. All teachers try to show appreciation. The teacher also directs children with special needs to participate and communicate in learning with their classmates, the teacher also directs normal students to first invite them to communicate. The teacher tries to explain and describe the material by adjusting the needs of the special students. Meanwhile, to discipline children with special needs, teachers only use the usual rules at school. ABSTRAKSeorang guru yang bertugas di sekolah inklusi harus memiliki kemampuan baik pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam hal pemahaman dan bentuk perlakuan yang baik kepada ABK. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman guru dan perlakuan guru terhadap ABK dalam proses belajar mengajar pada sekolah dasar negeri inklusi di Kota Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian adalah SDN 1, SDN 18, dan SDN 25 Kota Banda Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa pemahaman guru terhadap jenis-jenis ABK masih parsial, guru belum sepenuhnya memahami pendekatan yang diperlukan untuk memahami kondisi ABK. Pendekatan yang digunakan untuk memahami karakteristik dan meningkatkan kemampuan ABK dilakukan melalui kerjasama dengan pihak lain. Pembelajaran masih bertumpu pada cara klasikal, baru kemudian pada cara individual. Guru menunjukkan kepedulian dengan menerima ABK dan memberikan   pemahaman kepada yang bukan ABK untuk menerima ABK pada awal semester. Pengelolaan kelas dilakukan dengan sistem reguler dengan pembimbing khusus untuk siswa ABK. Semua guruberusaha untuk menunjukkan penghargaan kepada ABK. Guru juga mengarahkan ABK untuk berpartisipasi dan berkomunikasi dalam pembelajaran dengan teman sekelasnya, guru juga mengarahkan siswa/i yang normal untuk terlebih dahulu mengajak berkomunikasi. Guru berupaya menjelaskan dan menjabarkan materi dengan menyesuaikan kebutuhan ABK. Sementara untuk mendisiplinkan ABK guru-guru hanya menggunakan peraturan biasa di sekolah.
Efektivitas Bimbingan Karir dalam Menentukan Karir Yang Sesuai dengan Potensi Siswa (Studi kasus Pada MAN 4 Kabupaten Aceh Besar) Evy Firdaningsih Evy firdaningsih; M. Husen; Martunis Yahya
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 5, No 4 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bimbingan karir sangat penting diberikan kepada siswa agar mereka dapat menentukan karir masa depan sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas bimbingan karir dalam menentukan karir yang sesuai dengan potensi siswa. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian pre-Eksperimen yaitu memberikan perlakuan kepada kelompok dan diliat hasilnya melalui pre-test dan post-test. Lokasi penelitian di MAN 4 Aceh Besar dengan jumlah sampel 8 siswa. Tekhnik pengumpulan data adalah angket dengan bentuk skala rikert. Teknik pengolahan dan analisis data yaitu dengan analisis persentase. Layanan bimbingan konseling yang dilakukan adalah layanan informasi karir. Prosedur penelitian terdiri dari empat kali pertemuan, dimana setiap pertemuan memberikan materi yang telah dipersiapkan oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuan karir siswa berada pada kategori sedang dengan persentase 67,5% artinya siswa sudah efektif dalam menentukan karir sesuai dengan potensi yang dimiliki. Kesimpulan dari penelitian ini adalah layanan informasi bimbingan karir dapat dijadikan sebagai salah satu alternatife dalam menentukan karir siswa yang sesuai dengan potensi yang dimiliki.Kata kunci: Bimbingan Karir menentukan karir siswa
Dukungan Keluarga Dalam Program Rehabilitasi Bagi Remaja Pecandu Narkoba Pada Rumah Generasi Emas Aceh (Gema) Wazna Mutiara; Syaiful Bahri; Martunis Yahya
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 6, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja yang sedang menjalani program Rehabilitasi sangat diharapkan adanya dukungan berbagai pihak, terutama keluarga untuk membantu pemulihan kembali sehingga dapat terbebas dari ketergantungan narkoba. Peranan keluarga sangat penting untuk kesembuhan bagi pecandu narkoba. Penelitian ini bertujuan terutama untuk mengetahui bentuk dukungan yang diberikan keluarga terhadap remaja yang menjalani program Rehabilitasi pada Rumah Generasi Emas Aceh (GEMA). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Subyek dalam penelitian ini merupakan 4 remaja penyalahguna narkoba, 4 keluarga remaja dan 4 petugas yayasan GEMA. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh keluarga memberikan dukungan penuh kepada remaja yang menjalani program Rehabilitasi di yayasan Rumah Generasi Emas Aceh (GEMA) yang dilihat dari perubahan perilaku yang dirasakan remaja. Dukungan yang sering diberikan keluarga adalah berupa dukungan sosial ekonomi, moral, agama, pendidikan, emosional, informasi, instrumental dan penghargaan. Seluruh dukungan tersebut dukungan yang paling dominan diberikan keluarga yaitu dukungan emosional.
Minat siswa melanjutkan studi setelah lulus sltp Juli Juliani; M. Husen; Nur hasanah
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 5, No 4 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “ Minat Siswa Melanjutkan Studi Lanjutan Setelah Lulus SMP”. Penelitian ini mengangkat masalah dimana siswa sering bingung dalam pengambilan keputusan studi lanjutan, dalam memilih studi lanjuta siswa sering ikut-ikutan sama temannya sehingga tidak sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki, minat untuk melanjutkan sekolah setelah menyelesaikan SMP sangat antusias dari kalangan siswa, terutama siswa laki-laki banyak yang ingin melanjutkan ke SMK, karena setelah selesai dari SMK mereka sudah memiliki skill dan jika tidak melanjutkan ke perguruan tinggi mereka sudah bisa terjun ke dunia usaha.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran minat siswa dalam melanjutkan studi setelah lulus SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif persentase dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian di SMPN 8 banda Aceh. Tekhnik pengumpulan data adalah angket dengan bentuk skala likert. Teknik pengolahan dan analisis data yaitu dengan analisis persentase. Hasil penelitian menunjukkan gambaran bahwa minat siswa dalam melanjutkan studi setelah lulus SMP berada pada kategori sedang dengan persentase 55%. Gambaran minat siswa melanjutkan studi berdasarkan indikator perasaan senang 71 orang siswa dengan persentase 77%, indikator perasaan tertarik juga berada pada kategori sedang dengan jumlah siswa 71 orang dengan persentase 77%, indikator perhatian juga berada pada kategori sedang dengan jumlah siswa 55 orang dengan persentase 60% dan indikator keinginan juga berada pada kategori sedang dengan jumlah siswa 56 orang dengan persentase 61%, Dan dari 92 orang siswa minat melanjutkan studi terbanyak adalah di SMA dengan persentase 46%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah minat siswa untuk melanjutkan studi sangat atusius dengan beragamnya studi lanjutan yang dipilih oleh siswa tersebut.Kata kunci: Minat dan Studi Lanjutan