cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 153 Documents
ANALISIS TOKOH DAN PENOKOHAN DALAM NOVEL BULAN KERTAS KARYA ARAFAT NUR Andre Andre; Mohd. Harun; Saadiah Saadiah
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 3 (2018): JIM PBSI Vol. 3 No. 3 Juli 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji tentang tokoh dan penokohan dalam Novel Bulan Kertas karya Arafat Nur. Ruang lingkup penelitian ini meliputi unsur tokoh dan penokohan. Penelitian bertujuan mendeskripsikan jenis-jenis tokoh dan teknik-teknik penokohan yang terdapat dalam Novel Bulan Kertas karya Arafat Nur. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik kepustakaan. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat berbagai jenis tokoh dan beragam teknik penokohan yang digunakan Arafat Nur dalam novel ini. (1) Tokoh utama dalam novel ini ada dua, yaitu Rafa dan Naya. (2) Tokoh tambahan dalam novel initerdapat empat belas tokoh, yaitu Kanafi, Askan, Fadil, Ayah Rafa, Ayah Naya, Ibu Rafa, Ibu Naya, Nadira, Nafil, Teungku Farhat, Afdal, Sarah, Bu Aini, dan Tetangga Naya. (3) Tokoh protagonis ada tujuh, yaitu Rafa, Naya, Kanafi, Ayah Rafa, Ayah Naya, Ibu Rafa, dan Ibu Naya. (4) Tokoh antagonis ada dua, yaitu Askan dan Fadil. (5) Tokoh bulat ada tiga, yaitu Rafa, Naya, dan Kanafi. (6) Tokoh sederhana terdapat tiga belas, yaitu Askan, Fadil, Ayah Rafa, Ayah Naya, Ibu Rafa, Ibu Naya, Nadira, Nafil, Teungku Farhat, Afdal, Sarah, Bu Aini, dan Tetangga Naya. (7) Tokoh berkembang ada tiga, yaitu Rafa, Naya, dan Kanafi. (8) Tokoh statis tidak ditemukan dalam novel ini. (9) Tokoh netral ada dua, yaitu Naya dan Kanafi. (10) Tokoh tipikal ada dua, yaitu Teungku Farhat dan Bu Aini. Penokohan yang digunakan Arafat Nur dalam Novel Bulan Kertas ada dua teknik, yaitu teknik langsung dan teknik tidak langsung. Teknik langsung terdapat 11 kutipan sedangkan teknik tidak langsung ditemukan 246 kutipan yang menunjukkan teknik tidak langsung sangat dominan digunakan dalam novel ini.Kata kunci: tokoh, penokohan, dan novel. ABSTRACT This study examines the character and characterization in the Novel Bulan Kertas by Arafat Nur. The scope of this research includes elements of character and characterization. The study aims to describe the types of figures and characterization techniques contained in the Novel Bulan Kertas by Arafat Nur. The technique used in this research is literature technique. Technique of data analysis used in this research is content analysis technique. The results of this study indicate that there are various types of characters and various characterizations techniques used by Arafat Nur in this novel. (1) The main characters in this novel are two, namely Rafa and Naya. (2) Additional characters in the novel are fourteen characters, namely Kanafi, Askan, Fadil, Ayah Rafa, Ayah Naya, Ibu Rafa, Ibu Naya, Nadira, Nafil, Teungku Farhat, Afdal, Sarah, Bu Aini, and Tetangga Naya. (3) The protagonist is seven, Rafa, Naya, Kanafi, Ayah Rafa, Ayah Naya, Ibu Rafa, and Ibu Naya. (4) The character of the antagonist there are two, namely Askan and Fadil. (5) There are three round figures, namely Rafa, Naya, and Kanafi. (6) Simple figures are thirteen, namely Askan, Fadil, Ayah Rafa, Ayah Naya, Ibu Rafa, Ibu Naya, Nadira, Nafil, Teungku Farhat, Afdal, Sarah, Bu Aini, and Tetangga Naya. (7) Developing figures have three, namely Rafa, Naya, and Kanafi. (8) Static characters are not found in this novel. (9) Neutral figures are two, namely Naya and Kanafi. (10) Typical figures are two, namely Teungku Farhat and Bu Aini. Characterization used Arafat Nur in Novel Bulan Kertas there are two techniques, namely direct techniques and indirect techniques. Direct technique there are 11 citations whereas indirect techniques found 246 excerpts indicating indirect techniques are very dominant used in this novel.Keywords: character, characterization, and novel.
REPRESENTASI BUDAYA DALAM NOVEL PUTROE NENG KARYA AYI JUFRIDAR Ichsan Mantovani; Wildan Wildan; Yusri Yusuf
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 3 (2018): JIM PBSI Vol. 3 No. 3 Juli 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan unsur-unsur budaya yaitu, (1) kepercayaan, (2) nilai, (3) norma dan sanksi, (4) teknologi, (5) simbol, (6) bahasa, dan (7) kesenian. Selain itu,peneliti juga mendeskripsikan teknik representasi melalui penyampaian langsung dan tidak langsung. Sumber data penelitian ini adalah novel Putroe Neng karya Ayi Jufridar. Selanjutnya, data penelitian ini yaitu unsur-unsur budaya dan teknik representasi yang terdapat dalam novel Putroe Neng karya Ayi Jufridar. Penelitian ini tergolong dalam penelitian jenis kualitatif dan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik analisis isi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Ayi Jufridar merepresentasikan budaya dalam novelnya yang berjudul Putroe Neng secara apik. Peneliti menemukan tujuh unsur kebudayaan pada novel tersebut, yaitu unsur kekepercayaan, nilai, norma dan sanksi, teknologi, simbol, bahasa dan kesenian. Dalam novel ini teknik representasi budaya disampaikan secara langsung dan tidak langsung. Representasi tidak disajikan secara gamblang/langsung tetapi disajikan melalui ikon, indeks, dan simbol melalui kata yang memiliki makna konotasi.Kata Kunci: Novel, Representasi, Unsur-unsur Budaya, Teknik Representasi ABSTRACT This study aims to describe the elements of culture that is, (1) belief, (2) values, (3) norms and sanctions, (4) technology, (5) symbol, (6) Language, and (7) art. In addition, researchers also describe representational techniques through direct and indirect delivery. The source of this research data is novel Putroe Neng by Ayi Jufridar. Furthermore, this research data is the elements of culture and representational techniques contained in novel Putroe Neng by Ayi Jufridar. This research belongs to qualitative type research and use descriptive method. The data retrieval technique used in this research is content analysis technique. The results of this study can be concluded that Ayi Jufridar represents culture in his novel Putroe Neng nicely. Researchers found the seven elements of culture in the novel, the element of trust, values, norms and sanctions, technology, symbols, language, and art. In this novel the technique of cultural representation is delivered directly and indirectly. Representations are not presented explicitly but presented via icons, indexes, and symbols through words that have connotation meaning.Keywords: Novel, Representation, Cultural Elements, Representation Technique
ANALISIS NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NARIT MAJA ACEH Misna Wardani; Mukhlis Mukhlis; Azwardi Azwardi
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2018): JIM PBSI 23 Maret 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.049 KB)

Abstract

ABSTRAK     Penelitian ini berjudul, “Analisis Nilai Pendidikan Karakter dalam Narit Maja Aceh”. Sesuai dengan masalah yang ditentukan, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dan nilai pendidikan karakter yang dominan digunakan dalam Narit Maja Aceh. Sumber data penelitian ini adalah buku Narit Maja Aceh karya Zaini Ali, dkk. yang diterbitkan oleh CV Boebon Jaya Banda Aceh tahun 2010 yang terdiri atas 81 halaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik penelitian yang digunakan adalah telaah dokumen atau studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam Narit Maja Aceh berjumlah lima belas dari delapan belas nilai karakter. Nilai karakter tersebut adalah nilai religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat atau komunikatif, cinta damai, peduli sosial, dan tanggung jawab. Namun, nilai pendidikan karakter yang dominan digunakan adalah nilai karakter religius.Kata kunci: Analisis, nilai pendidikan karakter, narit maja ABSTRACT This study entitled , "Character Education Value Analysis in Narit Maja Aceh". In accordance with the specified problem, the purpose of this study to describe the values of character education contained in Aceh's narrators. The source of this research data is the book of Narit Maja Aceh by Zaini Ali, et al. Published by CV. Boebon Jaya Banda Aceh in 2010 consisting of eighty one pages. The method used in this research is descriptive method with qualitative approach. The research technique used is document review or literature study. The value of character education contained in the Acehnese narrator amounted to fifteen of the eighteen character values. The value of the character is religious, honest, tolerant, disciplined, hard work, creative, independent, democratic, curiosity, love of the homeland, respect for achievement, friendship or communicative, peace loving, social caring, and responsibility. However, the dominant character education value used is religious character.Keywords: Analysis, character education value, narit maja
ANALISIS STRUKTUR LAHIR DAN FUNGSI PUISI LISAN PADA TRADISI MANOE PUCÔK Nurul Indaty; Mohd. Harun; Subhayni Subhayni
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 3 (2018): JIM PBSI Vol. 3 No. 3 Juli 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan struktur lahir yang terdapat dalam puisi lisan pada tradisi Manoe Pucôk;(2) mendeskripsikan fungsi puisi lisan pada tradisi Manoe Pucôk. Rumusan masalah penelitian ini, yaitu (1) struktur lahir yang terdapat dalam puisi lisan pada tradisi Manoe Pucôk, dan (2) fungsi apa saja yang terdapat dalam puisi lisan pada tradisi Manoe Pucôk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah tiga orang céh grup peumanoe pucôk. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik rekam. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam puisi lisan pada tradisi Manoe Pucôk terdapat struktur lahir, yaitu (1) diksiyang digunakan adalah perbendaharaan kosakata kategori being, cosmos, energy, terrestrial, object, living, animate, dan human, (2) pengimajianyang digunakan adalah imaji penglihatan, imaji pendengaran, dan imaji perasaan, (3) kata konkret, (4) gaya bahasa yang digunakan adalah gaya bahasa paralelisme, simile, metafora, metonimia, personifikasi, dan hiperbola, (5) versifikasi, yaitu rima dan ritma, dan (6) tipografi yang digunakan adalah tipografi jenis konvensional; serta fungsi yang terdapat adalah (1) fungsi rekreatif dan (2) fungsi sejarah.Kata kunci: puisi lisan, struktur puisi lisan, fungsi puisi lisan, Manoe Pucôk. ABSTRACK This research aims to (1) describe external structure of spoken poetry inManoe Pucôk tradition; (2) describe the function of spoken poetry Manoe Pucôk tradition. The formulation of the problem in this research are (1) external structure of spoken poetry in Manoe Pucôk tradition and (2)any function contained in spoken poetry in the Manoe Pucôk tradition. The method used in this research is descriptive qualitative method with the approach of qualitative. The data source of this research is three cèh of peumanoe pucôk group.Data collection in this research using recording technique. Data analysis conducted in this research is descriptive qualitative. The results show that in spoken poetry in Manoe Pucôktradition there is an external structure, that are (1) The diction used is the vocabulary of the being, cosmos, energy, terrestrial, object, living, animate, and humancategories, (2) the research used are visual imagery, auditory imagery, and imagery of feelings, (3) concrete words, (4) style of language used is the style of language parallelism, simile, metaphorical, metonimia, personifikasi, and hiperbola, (5) versification, that are rhyme and rhythm, (6) typography used is typography of conventional type; and functions are (1) recreational functions and (2) historical functions.Keywords: spoken poetry, spoken poetry structure, spoken poetry function, Manoe Pucôk
ANALISIS KALIMAT IMPERATIF YANG DIGUNAKAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA INSHAFUDDIN BANDA ACEH Nurul Fahmi; Saifuddin Mahmud; Azwardi Azwardi
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 3 (2018): JIM PBSI Vol. 3 No. 3 Juli 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul“Analisis Kalimat Imperatif yang Digunakan Guru dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Inshafuddin Banda Aceh”. Sesuai dengan masalah yang ditentukan, tujuan penelitian ini mendeskripsikan jenis dan penanda kalimat imperatif yang digunakan guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Inshafuddin Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian ini bersumber dari ujaran yang berupa kalimat imperatif yang digunakan guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas. Sumber data penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia di SMA Inshafuddin Banda Aceh. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik rekam (perekaman), teknik simak, dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kalimat imperatif yang digunakan guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Inshafuddin Banda Aceh adalah sebagai berikut: (1) kalimat imperatif tak transitif, (2) kalimat imperatif transitif, (3) kalimat imperatif halus, (4) kalimat imperatif ajakan, dan (5) kalimat imperatif larangan. Selanjutnya, penanda kalimat imperatif yang digunakan guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Inshafuddin Banda Aceh adalah verba dasar, frasa adjektival, verba tak transitif (tidak memiliki objek), penanda nama diri atau kata ganti, bentuk pasif, verba transitif (memiliki objek), kata coba, kata tolong, kata silakan, kata ayo, dan kata jangan atau bentuk tidak boleh.Kata kunci: kalimat imperatif, guru, pembelajaran bahasa Abstract This research titled "Analysis Directive sentences that used the teachers in learning Bahasa Indonesia in SMA Inshafuddin Banda Aceh". In accordance with the specified problem, the purpose of this research describes the type and markers directive sentences that used the teachers in learning bahasa Indonesia in SMA Inshafuddin Banda Aceh. This research uses qualitative approach with descriptive method. This research data derived from a ujaran directive sentences that used the teachers in learning bahasa Indonesia in class. The data source of this research is an Indonesian language teacher at SMA Inshafuddin Banda Aceh. Data collection is done with the record technique (recording), bellow technique and the technique of record. The results of the study showed that the type of directive sentences that used the teachers in learning bahasa Indonesia in SMA Inshafuddin Banda Aceh is as follows: (1) directive sentences no transitif, (2) directive sentences transitif, (3) directive sentences smooth, (4) directive sentences invitation, and (5) directive sentences ban. Next, markers directive sentences that used the teachers in learning bahasa Indonesia in SMA Inshafuddin Banda Aceh is the basic verba verba adjektival phrase, no transitif (does not have the object), bookmark names themselves or a change, passive form, verba transitif (have the object), a try, the word help, said please, the words ho, and words do not or the form cannot be.Keywords: directive sentences, teachers learning language
KEMAMPUAN SISWA KELAS XI SMA NEGERI 3 BANDA ACEH MENYUNTING TEKS CERITA ULANG BIOGRAFI Putri Abelia; Ramli Ramli; Subhayni Subhayni
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 3 (2018): JIM PBSI Vol. 3 No. 3 Juli 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini untuk memperoleh gambaran kemampuan siswa kelas XI SMA Negeri 3 Banda Aceh menyunting teks cerita ulang biografi berdasarkan kepaduan paragraf dan ejaan. Metode kualitatif berjenis deskriptif merupakan metode penelitian ini dan teknik nontes merupakan teknik pengumpulan yang digunakan dalam penelitian ini. Teknik pengolahan data diolah secara deskriptif kuantitatif dengan teknik statistik sederhana. Aspek penilaiannya meliputi kemampuan menyunting teks cerita ulang biografi berdasarkan kepaduan paragraf dengan nilai 70 pada rentang 70-84 termasuk kategori baik. Kemampuan menyunting teks cerita ulang biografi berdasarkan ejaan dengan  nilai 73 pada rentang 70-84 termasuk kategori baik. Kemampuan menyunting teks cerita ulang biografi tergolong baik dengan rata-rata nilai 72. Berdasarkan penelitian ini, disarankan kepada guru bahasa Indonesia SMA Negeri 3 Banda Aceh untuk lebih meningkatkan pembelajaran menyunting, khususnya pada kaidah penyuntingan, baik tata bahasa maupun ejaan.Kata Kunci: kemampuan, menyunting, teks cerita ulang biografi ABSTRACT This study aims to obtain a description of the ability of students of class XI SMA Negeri 3 Banda Aceh to edit the text of the biography of the story based on the cohesiveness of paragraphs and spelling. The method used in this research is descriptive quantitative. Data collection techniques in this study using techniques nontes. Data processing techniques are processed descriptively quantitatively with simple statistical techniques. Aspects of the assessment include the ability to edit the text of the biography of the story based on the unity of the paragraph with a value of 70 in the range 70-84 including the good category. The ability to edit biographical replication texts based on spellings with a value of 73 in the 70-84 range belongs to either category. The results of this study indicate that the ability of class XI students of SMA Negeri 3 Banda Aceh edited the text of biographical repeat stories in good category with an average score of 72. Based on this research, it is suggested to Indonesian language teachers SMA Negeri 3 Banda Aceh to further improve the learning of editing, on editing rules, both grammar and spelling.Keywords: ability, editing, biography texts
KEMAMPUAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 13 BANDA ACEH MENYUSUN TEKS CERITA FABEL Safiatuddin Safiatuddin; Ramli Ramli; Subhayni Subhayni
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 3 (2018): JIM PBSI Vol. 3 No. 3 Juli 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji kemampuan siswa Kelas VIII SMP Negeri 13 Banda Aceh menyusun teks cerita fabel berdasarkan strukturnya. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasinya berjumlah 144 orang dan sampel yang diambil sebanyak 35 orang siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Banda Aceh. Pengumpulan datanya menggunakan teknik tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor yang diperoleh siswa dari keseluruhan aspek adalah 100. Skor ini berada pada rentang nilai 85-100 yang merupakan rentang nilai kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penilaian setiap aspek menunjukkan bahwasanya aspek struktur bagian orientasi  memperoleh nilai rata-rata 94. Skor ini berada pada rentang nilai 85-100 kategori sangat baik. Struktur bagian komplikasi memperoleh nilai rata-rata 84. Skor ini berada pada rentang nilai 70-84  kategori baik. Struktur bagian resolusi memperoleh nilai rata-rata 87. Skor ini berada pada rentang nilai 85-100 kategori sangat baik. Struktur bagian koda memperoleh nilai rata-rata 85. Skor ini berada pada rentang nilai 85-100 kategori sangat baik.Kata kunci: menyusun, teks cerita fabel ABSTRACT This study examines the ability grade students VIII SMP of 13 Banda Aceh prepare a text story fable based on the structure. Approach is undertaken is quantitative approach with descriptive method. Population of this study totaling 144 people and samples taken as much as 35 grade students VIII SMP of 13 Banda Aceh. The data was collected by the technique of the best. The results showed that the score obtained students of the overall aspect is 100. This score is located on the value range 85-100 which is value range category very good. Seen from every aspect assessed showed that aspect of the structure of the orientation of obtaining the average value 94. This score is located on the value range 85-100 category very good. Structure of the complication obtain the average value 84. This score is located on the value range 70-84 both categories. Structure of the resolution of obtaining the average value 87. This score is locted on the value range 85-100 category vary good. Structure of the coda obtain the average value 85. This score is located on the value range 85-100 category very good.Keywords: prepare, text story fable
PENGGUNAAN METODE ONE TO ONE DALAM MATERI MENGIDENTIFIKASI INFORMASI DALAM PANTUN OLEH SISWA KELAS VII DI SMP ISLAMIC SOLIDARITY SCHOOL Nanda Muliana; Saifuddin Mahmud; Armia Armia
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 4 (2018): JIM PBSI Oktober 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Penggunaan Metode One to One dalam Materi Mengidentifikasi Informasi dalam Pantun oleh Siswa Kelas VII SMP Islamic Solidarity School”. Rumusan masalahnya adalah (1) Bagaimanakah rencana pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode One to Onedalam materi mengidentifikasi informasi dalam pantun oleh siswa kelas VII SMPIslamic Solidarity School, (2) Bagaimanakah proses pembelajaran dengan menggunakan metode One to Onedalam materi mengidentifikasi informasi dalam pantun oleh siswa kelas VII SMPIslamic Solidarity School, dan (3) Bagaimanakah hasil pembelajaran dengan menggunakan metode One to Onedalam materi mengidentifikasi informasi dalam pantun oleh siswa kelas VII SMPIslamic Solidarity School. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik analisis data penelitian ini adalah analisis kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menyusun RPP sesuai langkah-langkah metode One to One. Pelaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan metode One to One berjalan dengan terorganisasi dan sesuai dengan RPP yang dirancang guru serta membuat siswa menjadi aktif dan antusias. Hasil pembelajaran yang dilakukan guru dalam proses pembelajaran materi mengidentifikasi informasi dalam pantun dengan menggunakan metode One to One sudah memenuhi nilai KKM, yaitu 70. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa SMPIslamic Solidarity School kelas VII-1 adalah 90,6 dan kelas VII-2 adalah 89,8.Kata kunci: metode One to One, mengidentifikasi informasi, pantun           ABSTRACT This research entitled "The Use of One to One Method in the Topic of Identifying Information in Pantun by Grade VII Student of Islamic Solidarity School". Using qualitative  approach and descriptive method, the study aims to answer 3 (three) research questions, 1) How is the learning process by using One to One Method plan to be executed by Grade VII Student of Islamic Solidarity School  in the Learning Topic of Identifying Information in Pantun, 2)  How does the learning process work by using the method, and  3) how are the results of the implementation of the method in learning process. The study shows the teacher set the lesson plan in line with One to One method. The learning process goes well and organized. The teacher succeeded to encourage students to be more active and enthusiastic. Learning outcomes in the topic of Identifying Information in Pantun by Grade VII Student of Islamic Solidarity School reached the minimum criteria of mastery learnig (KKM) score, 70. Average scores obtained by students are 90,6 for grade VII-1 and 89,8 for grade VII-2.Keywords: One to One Method, Identifying Information, Pantun
KEMAMPUAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 18 BANDA ACEH MENGIDENTIFIKASI AFIKS DALAM TEKS EKPOSISI Diajeng Damayanti; Yusri Yusuf; Saadiah Saadiah
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 4 (2018): JIM PBSI Oktober 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Kemampuan Siswa Kelas VIII SMP Negeri 18 Banda Aceh Mengidentifikasi Afiks dalam Teks Ekposisi”. Masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah (1) bagaimanakah kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Banda Aceh mengidentifikasi prefiks dalam teks eksposisi, (2) bagaimana kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeru 18 Banda Aceh mengidentifikasi sufiks, dan (3) bagaimana kemapuan siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Banda Aceh Mengidentifikasi konfiks dalam teks eksposisi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 18 Banda Aceh tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 130 siswa dengan sampel 32 siswa. Sampel diambil secara interval. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Proses pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik tes. Setelah itu, data diolah dengan menggunakan teknik kuantitatif dalam bentuk perhitungan rata-rata (mean). Nilai rata-rata yang diperoleh dari analisis data menunjukkan kemampuan  siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Banda Aceh  mengidentifikasi tiap-tiap aspek, nilai rata-rata yang diperoleh siswa dari aspek mengidentifikasi prefiks adalah 69,8 nilai tersebut digolongkan kedalam kategori cukup, nilai rata-rata yang diperoleh dari aspek mengidentifikasi sufiks adalah 52,8nilai tersebut digolongkan kedalam kategori cukup, dan nilai rata-rata yang diperoleh dari aspek mengidentifkasi konfiks adalah 65,7 nilai tersebut digolongkan kedalam kategori cukup. Nilai rata-rata dari keseluruhan aspek yangdiperoleh siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Banda Aceh adalah 69, termasuk dalam kategori cukup yaitu pada rentang nilai 56-69.Kata Kunci: Kemampuan siswa, mengidentifikasi, afiks, teks ekposisi. ABSTRACT This study is entitled "The Ability of Eighth Grade Students of SMP Negeri 18 Banda Aceh to Identify Affixes in the Exposition Text". The problems raised in this study are (1) how is the ability of the eighth grade students of SMP Negeri 18 Banda Aceh to identify the prefixes in the exposition text, (2) how the ability of eighth grade students of State Junior High School 18 Banda Aceh to identify suffixes, and (3) how class students are capable VIII SMP Negeri 18 Banda Aceh Identifies confixes in exposition text. The population in this study were all students of SMP Negeri 18 Banda Aceh in the 2018/2019 academic year, totaling 130 students with a sample of 32 students. Samples are taken at intervals. In this study researchers used quantitative descriptive methods. The research data collection process was carried out using test techniques. After that, the data is processed using quantitative techniques in the form of an average (mean) calculation. The average value obtained from the data analysis shows the ability of class VIII students of SMP Negeri 18 Banda Aceh to identify each aspect, the average value obtained by students from the aspect of identifying prefixes is 69.8 these values are classified into sufficient categories, average values The average obtained from the aspect of identifying the suffix is 52.8. This value is classified as sufficient, and the average value obtained from the identifying aspect of the confix is 65.7. The value is classified into sufficient categories. The average value of all aspects obtained by eighth grade students of SMP Negeri 18 Banda Aceh is 69, including in the sufficient category, namely in the range of 56-69.Keywords: Student ability, identify, affix, exposition text.
ANALISIS METAFORA DALAM SYAIR LAGU GAYO ALBUM NUMEJUDU KARYA SANIMAN RIOTANOGA Relawati Relawati; Rajab Bahry; Herman R Herman R
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 4 (2018): JIM PBSI Oktober 2018
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.443 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Analisis Metafora dalam Syair Lagu Gayo Album Nume Judu”. Penelitian ini mengkaji masalah bentuk dan jenis metafora yang terdapat dalam syair lagu album Nume Judu. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Sumber data penelitian iniadalah syair lagu gayo dalam album Nume Juduyang terdiri atas 10 lagu. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data ialah teknik analisis dokumenter dan studi pustaka, yakni (1) membaca dan memahami terlebih dahulu lirik lagu Gayo Album Nume Judu dengan teliti dan seksama, (2) mengubah syair  lagu Gayo ke dalam bahasa Indonesia, (3) mencatat dan menandai bagian-bagian syair lagu Gayo album Nume Judu yang berkaitan dengan jenis dan bentuk metafora, (4) memilih data, dan (5) mengklasifikasikan data yang telah diseleksi tersebut ke dalam bentuk korpus data sesuai dengan jenis dan bentuk metafora. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data yaitu dengan melakukan beberapa langkah, antara lain (1) memilih teks syair lagu berbahasa Gayo, (2) menyajikan seluruh hasil penelitian yang diperoleh ke dalam korpus data, (3) menganalisis jenis dan bentuk metafora dalam teks syair lagu berbahasa Gayo, (3) mendekripsikan jenis dan bentuk bahasa yang merupakan wujud metafora dalam teks syair lagu berbahasa Gayo, (4) menyimpulkan hasil analisis jenis dan bentuk metafora dalam teks syair lagu berbahasa Gayo. Hasil penelitian menunjukkan bahawa bentuk metafora yang terdapat pada syair lagu Gayo album Nume Judu adalah 8 poin bentuk metafora dan 7 poin jenis metafora. Bentuk metafora yang terdapat pada syair lagu Gayo album Nume Judu adalah bentuk metafora metafora nominatif subjektif, metafora nominatif objektif, metafora predikatif, dan metafora kalimat. Jenis metafora tersebut antara lain metafora bercitra antropomorfik, metafora bercitra abstrak ke konkret. Selain itu, syair lagu Gayo album Nume Judu memiliki metafora yang indah, sopan, estetika yang tercermin pada diksi, penekanan, kosakatanya juga rata-rata masih menggunakan kotakata bahasa Gayo yang asli digunakan setiap kata-katanya.Kata kunci:  metafora dalam syair lagu Gayo, albumnume judu. ABSTRACT The research is titled "Metaphor Analysis on GayoNumeJudu Song Album". This study examines the form and type of metaphor contained in the poem NumeJudu album. This study aims to describe the types and forms of metaphor contained in the poem NumeJudu album. The method used is descriptive analysis method. The source of this research data is lyric gayo song on NumeJudu album consisting of 10 songs. The techniques used in data collection are the techniques of documentary analysis and literature study, namely (1) reading and understanding the first Gayo Album NumeJudu lyrics carefully and (2) changing the poem of Gayo song into Indonesian, (3) and marking the section of Gayo's verses of NumeJudu's album relating to the type and form of metaphor, (4) data selection, and (5) classifying selected data into corpus data according to the type and form of metaphor. The technique used to analyze the data is by performing several steps, among others (1) selecting the lyrics of the Gayo song, (2) presenting all the research results obtained into the corpus data, (3) analyzing the types and forms of metaphors in the text of the song lyrics (3) decrypt the type and form of language which is a metaphorical form in the Gayo song text, (4) summarizes the results of the type and form of metaphorical analysis in Gayo song texts. The results show that the metaphorical forms found in GayoNumeJudu's lyric album are 8 point form metaphors and 7 point type metaphors. The metaphorical forms found in the GayoNumeJudu poetry album are a metaphor of subjective nominative metaphors, objective nominative metaphors, predicative metaphors, and sentence metaphors. These metaphorical types include metaphorical anthropomorphic metaphors, anthropomorphic with abstract images to concrete. In addition, GayoNumeJudu's lyrics have a beautiful and polite aesthetic metaphor reflected in diction, emphasis, the average vocabulary still using the original Gayo word box used every word.Keywords: metaphorical analysis in poetry Gayo song, album numejudu.

Page 11 of 16 | Total Record : 153