Buletin Udayana Mengabdi
Jurnal Udayana Mengabdi (JUM) diterbitkan sebagai media komunikasi, informasi, edukasi dan pembahasan masalah-masalah pembangunan, utamanya hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dan hasil-hasil penelitian dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuannya adalah untuk menyebarluaskan hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dan penelitian, tidak saja kepada masyarakat ilmiah, tetapi juga masyarakat umum. serta meningkatkan kecerdasan penulis dan pembaca.
Articles
979 Documents
PENERAPAN TEKNOLOGI PAKAN DAN LIMBAH TERNAK DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS SAPI PEDAGING DI DESA BALANGTANAYA KEC. POLOMBANGKENG UTARA KAB. TAKALAR SULAWESI SELATAN
M.I. Said;
R.F. Utamy;
St. Rohani
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 2 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (551.398 KB)
|
DOI: 10.24843/BUM.2019.v18.i02.p24
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas ternak adalah dengan melakukan perbaikan nutrisi serta lingkungan ternak. Kondisi kekurangan pakan dan produksi limbah ternak yang besar merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi oleh mitra. Perguruan tinggi sebagai salah wadah yang bertanggungjawab dalam memberikan solusi merasa perlu melakukan upaya sosialisasi dan transfer teknologi khususnya terkait dengan permasalahan pakan dan limbah ternak. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pembelajaran bagi mitra kelompok tani-ternak terkait dengan terapan teknologi dalam memproduksi pakan fermentasi sebagai cadangan pakan pada musim paceklik serta pengolahan limbah ternak khususnya urin menjadi pupuk organik cair (POC). Kegiatan yang dilakukan merupakan wujud kepedulian perguruan tinggi terhadap kondisi dan produktivitas usaha peternakan rakyat yang semakin menurun. Kegiatan terapan teknologi telah dilaksanakan di Desa Balangtanaya, Kec. Polombangkeng Utara, Kab.Takalar. Kelompok mitra yang terlibat adalah kelompok tani-ternak “Sikatutui”. Beberapa paket teknologi yang telah didiseminasikan antara lain paket : 1) teknologi amoniasi jerami, 2) teknologi pakan silase komplit fermentasi, 3) teknologi pembuatan mikroorganisme lokal (MOL) serta 4) teknologi pembuatan Urea Molasses Block (UMB). Metode terapan teknologi dilakukan melalui kegiatan pelatihan dalam bentuk tatap muka dan praktek. Selanjutnya dilakukan upaya pendampingan dan monitoring. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan penerapan teknologi memberikan dampak yang sangat positif bagi mitra dalam meningkatkan kapasitas khususnya terkait dengan kemampuan dalam mengolah dan memproduksi pakan fermentasi serta mengolah limbah ternak menjadi produk komersial. Kata Kunci: teknologi, kelompok, pakan, limbah ternak, sapi pedaging
PENATARAN PENGEMBANGAN WAWASAN KEWIRAUSAHAAN ANGGOTA KOPERASI KRAMA BALI DI KABUPATEN KLUNGKUNG
I PUTU YADNYA
Buletin Udayana Mengabdi Vol 6 No 2 (2007): Volume 6 No.2 - September 2007
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (23.55 KB)
ABSTARCT In order to develop entrepreneurship view of the members and the board of Koperasi Krama Bali in Klungkung regency is held a workshop with the theme “The Workshop of Developing of Entrepreneurship View of Koperasi Krama Bali (KKB) Members in Klungkung Regency. This service is held on Friday, October 13th, 2006 at Aula Pertemuan Kantor Dinas Perkebunan Kabupaten Klungkung, the workshop is attended by the supervisor of KKB, the members and the board of KKB in Klungkung regency. Total participant was 27 people. This activity was ran smoothly and welcomed by related party. The participant was serious and enthusiastic in following the material of the workshop as well as taking a part in discussion. This is caused by the curiosity of the participant in broaden the material and then it is expected to be applied in the society.
PELATIHAN MENGKEMAS PAKET AGROWISATA BAGI ANGGOTA KELOMPOK TANI DI DESA KERTA, KECAMATAN PAYANGAN, KABUPATEN GIANYAR
IP SUDANA;
NP EKA MAHADEWI
Buletin Udayana Mengabdi Vol 14 No 1 (2015): April 2015
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (628.862 KB)
The development of agro-tourism potential in the village of Kerta are appropriately done by introducing themto travelers. This was done in order that farming communities receive economic benefits, such as the availabilityof additional jobs and to increase sales of agricultural products, especially in the form of citrus and floral crops.Efforts that can be taken is a manufacture of innovative agro-tourism packages in order to attract the number oftourists visiting the village of Kerta and improving the quality of human resources. In order to develop furtherKerta village, devoteed Team has successfully trained farmer groups in making tour package entitled ”Bali OrganicFarming Activities” meaning that tourist activity to recognize various types of plants. Apart from this, the farmersobtained benefits and watch the activity of farmers and directly involved in managing land in plantation farmergroups Sekar Bumi and farmer groups Teak Bloom. The agro-tourism activities that take tourists to cultivate andreap immediate agricultural products to be processed into the local cuisine of Bali (Balinese Cooking Experience).The second package is already manifested in the form of brochures.Keywords: agro-tourism, tour package and Bali Organic Farming Activities
PEMBERDAYAAN ANAK SD DALAM UPAYA PENINGKATAN KONSUMSI GARAM BERYODIUM DI DESA APUAN KECAMATAN SUSUT KABUPATEN BANGLI
Tresna Adhi K;
N.P Widarini
Buletin Udayana Mengabdi Vol 10 No 2 (2011): Volume 10 No.2 – September 2011
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (195.295 KB)
Iodine deficiency disorder (IDD) is the most single common cause of preventable mental retardation and brain damage in the world. It decreases child survival, causes goiters, and impairs growth and development. Apuan Village, Bangli Regency is categorized as endemic areas (TGR=20,3%) according to the definition from Health Office reports of Bali Province in 2008. One of the approaches that might be worth considering in alleviating the problem is the empowerment of elementary school children in an effort to increase the consumption of iodized salt in household. This approach aimed at empowering children to provide information to their parents on iodized salt consumption. Community services activities were conducted from December 16 to 21 October 2010 in SD 1 and SD 3 Apuan involving 62 elementary school children. The main activities were the provision of knowledge and guidance to elementary school children about the benefits of iodized salt. The first phase of the activities consists of examining the level of iodine in salt. This phase was then followed by giving the students a pre-test prior to the guidance and a post-test after the guidance for measuring the level of improvement on knowledge of elementary school children about iodized salt. The second phase was conducted one week after the first phase by measuring the level of iodine in the household salt of the same respondents. Data were analyzed using descriptive and analytical by computer program. Results pre-test and post-tests showed an increase in the knowledge for good knowledge category (0% to 31%), and moderate knowledge category (3.2% to 40.3%) and while a decrease in the limited knowledge category (96.8% to 9.7%). Statistical analysis showed significant differences (p <0.05). Test results that contain iodine salt showed increased percentage of 72.6% in the first phase to 96.7% in the second phase. It can be concluded that elementary school children might become a good initiator to improve the consumption of iodized salt in household. It is recommended to use an interesting or entertaining media in order to conduct health education so that the information provided is more easily absorbed and understood.
INTEGRASI PERTANIAN DAN INDUSTRI KECIL DALAM PEMBERDAYAAN MASYRAKAT DI DESA BATUR TENGAH KECAMATAN KINTAMANI KABUPATEN BANGLI
I.P.A Astawa;
A.A.I.A.S Komaladewi;
I.K.A Atmika
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 2 (2016): Jurnal Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (516.631 KB)
Desa Batur Tengah termasuk dalam wilayah Kecamatan Kintaman dengan jumlah penduduk kurang lebih4250 jiwa atau 850 kepala keluarga (KK). Desa ini terdiri dari 8 banjar/dusun. Mata pencaharian sebagianbesar penduduk adalah dari sektor pertanian, dan beberapa bergerak di sektor agrobisnis. Lahan pertanian danperkebunan mereka banyak ditanami padi, jeruk dan kopi dimana tersebar sepanjang wilayah/daerah di DesaBatur Tengah. Potensi yang masih perlu digali yakni bidang perkebunan jeruk dan home industri. Selain itu,perkebunan jeruk yang tersebar hampir di seluruh wilayah desa Batur Tengah hanya difokuskan sebagaisumber produksi buah, nantinya diharapkan dapat dikembangkan menjadi objek wisata buah sepertikebanyakan tempat agrowisata lainnya. Kegiatan KKN PPM di Desa Batur Tengah bertujuanmemberdayakan masyarakat dalam menggali potensi alam dan SDM yang dimiliki: 1)Pemberdayaan danmeningkatkan pengetahuan industri kecil bagaimana meningkatkan produktifitas dan diversifikasi produk,2)Pemberdayaan dan meningkatkan pengetahuan anggota kelompok ternak tentang kemungkinanpemanfaatan jerami padi sebagai sumber pakan ternak sapi, 3)Pemberdayaan kelompok peternak melaluipeningkatan pengetahuan dan keterampilan mengenai cara pembuatan pupuk organik dari kotoran ternak sapidan proses pemanfaatannya sebagai biogas, 4)Memberikan pengetahuan dan ketrampilan pengelolaan lahandan pemasaran hasil produksi terutama produksi jeruk menuju kearah agrowisata. Pelaksanaan kegiatandibagi menjadi tiga tahapan. Tahapan pertama adalah persiapan dan pembekalan, tahap keduaimplementasi/pelaksanaan kegiatan di lapangan, dan tahap ketiga evaluasi dan monitoring untuk koreksi danpenyempurnaan keberlanjutan program. Tahap persiapan dimulai audensi dengan aparat desa dan tokohmasyarakat untuk menentukan skala prioritas kegiatan berdasarkan kondisi dan potensi yang ada dimasyarakat. Tahap pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan penyuluhan maupun praktek di lapangan, maupunpendampingan oleh mahasiswa peserta KKN selama di lapangan. Sedangkan tahap ketiga adalah evaluasidan monitoring dilakukan oleh tim pelaksana/dosen pembimbing lapangan dan koordinator KKN untukmelihat dampak dan keberlanjutan program yang sudah dilaksanakan.
PEMANFAATAN KOTORAN TERNAK SEBAGAI BAHAN BAKU BIOGAS PADA SIMANTRI 543 DI KECAMATAN RENDANG
I K. G. Wirawan;
I K.G. Sugita;
M. Suarda;
I K. A. Atmika
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (211.417 KB)
Rendang merupakan salah satu dari delapan kecamatan yang ada di Kabupaten Karangasem. Di kecamatan inilah terdapat kelompok peternakan sapi “Tunas Mekar Simantri 543”, atau secara spesifik terletak di Desa Pempatan. Keberadaan kelompok tani ini berfokus pada produktivitas ternak sapi, dimana pemanfaatan kotoran sapi masih belum optimal sebagai bahan baku biogas. Pengelolaan biogas perlu dikaji untuk mengetahui seberapa besar gas metan yang dihasilkan pada reaktor. Penelitian ini menggunakan 2 (dua) metode yaitu: (i) wawancara langsung dengan kelompok tani dan (ii) pengukuran kandungan gas methan pada reaktor. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa peternak belum paham mengenai pentingnya air sebagai pencampur kotoran sapi, disamping juga dapat digunakan dalam produksi gas metan, dimana diperoleh gas sebesar sebesar 41%.
Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang PAP SMEAR sebagai Upaya Deteksi Dini Kanker Serviks di Desa Tihingan
A.B.S. Satyarsa;
L.H. Wirahartato;
L.P.D. Virayanti;
K.W.M. Kenwa;
P.A.T. Adiputra;
I.N.G. Budiana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 3 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (235.234 KB)
|
DOI: 10.24843/BUM.2019.v18.i03.p29
Tujuan: Untuk mengevaluasi hubungan tingkat pengetahuan dan sikap wanita usia produktif terhadap pap smear. Metode: Penelitian yakni pre-eksperimental crossectional study berbasis masyarakat yang telah dilaksanakan pada tanggal 13 Mei - 14 Mei 2017 di Desa Tihingan, Kabupaten Klungkung, Bali. Variabel yang diperiksa menggunakan kuesioner yang tervalidasi sebelumnya. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan SPSS. Hasil: Terdapat 60 responden yang terlibat dalam penelitian ini dengan rerata usia 40,65 (SB 13,32) tahun. Lebih dari setengah respoden memiliki pendidikan tinggi dan 65% mengetahui kanker serviks. Namun, terdapat 76,7% tahu tentang pap smear. Tingkat pendidikan memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat pengetahuan tentang pap smear dan sikap dalam pelaksanaan pap smear oleh responden (p < 0,00). Kata kunci: Kanker Serviks, Pengetahuan dan Sikap, Pap smear, Bali
PEMBERDAYAAN SUBAK DALAM APLIKASI TEKNOLOGI PEMUPUKAN SPESIFIK LOKASI DI DESA MEGATI KECAMATAN SELEMADEG TIMUR KABUPATEN TABANAN
I.N. Sunarta;
I.N. Dibia;
N.M. Trigunasih;
I.D.M. Arthagama;
T. Kusmawati
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (890.095 KB)
Increased development in all fields must be supported with food security is primarily rice. Production of rice in Bali is synonymous with productivity wetland managed by Subak. The purpose of this service is to introduce a site-specific nutrient fertilization program; transformation of knowledge in the management of wetland (Subak); Increased harmonious relationship among members and administrators Subak; Increasing farmers' understanding and skills in the application of site-specific nutrient fertilizer (SSNF) for rice research in Subak Blong Yang Kelod Megati Kaja village. Desirable specific targets in this devotion is to increase the ability and skills of farmers Subak members Blong Yang Kelod in implementing site-specific nutrient fertilization either time, types and doses of fertilizers applied to rice crops in accordance IRRI program. It is expected to impact on improving the livelihoods of farmers and the growing understanding and commitment to care for the preservation of Subak. Implementation of community service activities begins with Dissemination of paddy fertilizer technology specific location based IRRI program with http://webapps.irri.org/nm/id. devices. Implementation of dissemination held on October 28, 2016 in Subak Blong Yang Kelod, Megati village. Subak members are very enthusiastic about the explanation given SSNF through several questions, including requests for training members of Subak, about organic fertilizer production with raw materials from cow manure and others. Based on the result of recommendations by the IRRI fertilizer 200kg / ha of NPK Kujang given at 0- 10 days after planting (DAP) and 100kg / ha of urea at the age of 23-27 DAP, 100kg / ha of urea in the 40-44 age DAP, then the rice production be increased from 6 t / ha into 6.4 t / ha of grain moisture content of 14%.
PEMBUATAN KOMPOS MENGGUNAKAN STARTER MIKROBA UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN BIBIT DURIAN KANI DI DESA SUDAJI KECAMATAN SAWAN KABUPATEN BULELENG BALI
N.L. Arpiwi
Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 2 (2018): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1224.121 KB)
|
DOI: 10.24843/BUM.2018.v17.i02.p26
Tujuan kegiatan pengabdian Ipteks bagi Masyarakat ini adalah untuk memanfaatkan kotoran sapi dan limbah pertanian seperti hijauan menjadi pupuk organik Starkompos dengan penambahan starter mikroba. Penggunaan kompos yang ramah lingkungan diharapkan meningkatkan pertumbuhan bibit durian Kani, mengurangi pemakaian pupuk kimia yang harganya mahal, mengurangi polusi tanah dan lingkungan dari residu kimia. Kegiatan melibatkan dua kelompok tani, yaitu kelompok tani Kembang Dwi Suaji di Dusun Rarangan dan kelompok tani Sari Murni di Dusun Kubukili Desa Sudaji Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali. Starkompos dibuat dengan cara mencampur kotoran sapi dengan hijauan yang telah dicacah dengan perbandingan 8:2. Starter mikroba bubuk yang disebut StarTmik@OK ditaburkan, pada campuran bahan lapis demi lapis, disiram dengan air, kemudian ditutup rapat dengan terpal. Setelah 14 hari terpal dibuka, kompos dibolak balik dengan cangkul kemudian ditutup lagi. Setelah 30 hari Starkompos matang yang ditandai dengan nilai rasio C : N sebanyak 14,92. Starkompos diberikan kepada bibit durian Kani dengan dosis 2 ton per hektar. Pemberian Starkompos pada bibit durian Kani meningkatkan pertumbuhan secara nyata (P<0,05). Kesimpulan kegiatan pengabdian ini adalah pembuatan kompos dari kotoran sapi dicampur hijaun dengan penambahan starter mikroba bubuk meningkatkan kandungan nitrogen, fosfat dan kalium yang tersedia bagi tumbuhan. Pemberian Starkompos pada bibit durian Kani meningkatkan keliling batang, tinggi tanaman dan jumlah cabang.
PENGEMBANGAN BUDIDAYA LEBAH MADU TRIGONA SPP RAMAH LINGKUNGAN DI DESA ANTAPAN KECAMATAN BATURITI KABUPATEN TABANAN
M. Dewantari;
I.G. Suranjaya
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 1 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (449.692 KB)
|
DOI: 10.24843/BUM.2019.v18.i01.p23
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat yang dilakukan di Desa Antapan, Kecamatan Baturiti , Kabupaten Tabanan bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat sasaran melalui peningkatan produktivitas dan pemasaran madunya hasil dari pengembangan lebah madu lokalnya yang ramah lingkungan. Metode kegiatan yang diterapkan dalam pemberdayaan masyarakat pada program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat adalah sebagai berikut: (1)..Koordinasi dan komunikasi dengan mitra sasaran untuk merumuskan program mulai dari perencanaan, operasional dan evaluasi, (2).Penyuluhan teknik tata cara budidaya lebah madu lokal serta penyuluhan produksi madu yang higienis. Disamping itu juga dilaksanakan studi banding ke kelompok lebah madu yang sudah maju di Jembrana, . (3)Pengenalan rancang bangun stup (kotak lebah) sistim kotakyang modern serta penyerahan bantuan 40 stup ke kelompok lebah madu yang sudah ada lebahnya, bersamaan itu juga dilakukan demo cara memperbanyak koloni. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa semua kegiatan yang dilakukan berjalan dengan lancar serta mendapat respon yang positip dari Kepala Desa beserta jajaran aparat desanya serta kelompok lebah madu. Kata kunci : lebah trigona, pengembangan, desa antapan.