cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ramdanidani146@gmail.com
Editorial Address
Jln. Batuaji Baru No.99 Batu Aji Batam - Kepulauan Riau
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Kopasta: Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling
ISSN : 24424323     EISSN : 25990071     DOI : http://dx.doi.org/10.33373
Jurnal KOPASTA publishes articles on practice, theory, and research in all areas of Guidance and Counseling also education related to Guidance and Counseling which includes, but is not limited to : Personal Guidance and Counseling Social Guidance and Counseling Career Guidance and Counseling Academic Guidance and Counseling School Guidance and Counseling Guidance and Counseling in Higher Education Assessment in Guidance and Counseling Group Guidance Group Counseling Individual Counseling Multicultural Counseling Behavior Analysis and Modification Guidance and Counseling for Disabled Evaluation and Supervision in Guidance and Counseling Guidance and Counseling Management Career Planning Psychological Assessment Media of Guidance and Counseling Information Technology in Guidance and Counseling Family Counseling
Articles 82 Documents
FENOMENA DUGEM DI KOTA BATAM Nurfadhilah, Nurfadhilah; Marpaung, Junierissa
KOPASTA : Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling Vol 4, No 2 (2017): JURNAL KOPASTA (NOVEMBER 2017)
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.289 KB) | DOI: 10.33373/kop.v4i2.1437

Abstract

Batam merupakan salah satu pulau yang berada diantara perairan Selat Malaka dan Selat Singapura. Batam merupakan salah satu pulau di Indonesia yang dibangun menjadi kota industri. Batam berada dekat dengan jalur pelayaran besar di dunia. Posisi strategis Batam mengakibatkan banyak orang memiliki kepentingan tersendiri terhadap Batam. Batam menjadi sebuah kota dengan berbagai etnis tinggal didalamnya. Globalisasi memungkinkan masuknya nilai-nilai budaya dan trend gaya hidup dari berbagai pelosok dunia, yang kemudian diadopsi oleh masyarakat lewat perantara media massa. Gaya hidup merupakan pola hidup seseorang bagaimana orang menggunakan uang, waktu, dan minat serta pendapatnya terhadap hal-hal yang ada dilingkungannya. Tempat hiburan malam adalah tempat atau suatu kegiatan yang ditujukan untuk memberikan kesenangan bagi orang-orang agar dapat menghilangkan kejenuhan dari berbagai aktivitasnya dan dari berbagai perasaan tidak enak atau susah yang sedang dirasakan orang-orang tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana fenomena dugem yang ada di kota Batam. Hasil penelitian ini adalah pengunjung yang mengunjungi pub dan diskotik merasa happy dengan suasana yang ramai dan tidak pernah sepi pengunjung, setiap pengunjung yang mengunjungi pub dan diskotik ada tingkatan pengunjung seperti golongan VIP, Ketua dan Sok Cool karena golongan itu biasanya yang membedakan style pengunjung; ada batasan usia pengunjung yang ingin masuk ke dalam pub dan diskotik; dan setiap clubbers yang mengunjungi pub dan diskotik selalu berpenampilan rapi dan wangi.
Dukungan Sosial Keluarga Pada Anak Penderita Leukimia Berdasarkan Film "My Sister's Keeper" Marpaung, Junierissa; Sinaga, Juwita Boneka
KOPASTA : Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling Vol 6, No 1 (2019): JURNAL KOPASTA (JUNI 2019)
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.708 KB) | DOI: 10.33373/kop.v6i1.1944

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyakit yang mematikan yang dapat menyerang siapa saja dari berbagai kalangan usia dan jenis kelamin. Salah satu yang dapat menjadi penderita kanker terbesar adalah anak-anak. Kanker yang menyerang pada anak adalah kanker dengan berbagai jenis dan stadium. Pemberian dukungan membantu individu untuk melihat segi-segi positif yang ada dalam kepercayaan diri dan kemampuan serta merasa dihargai dan berguna saat individu mengalami tekanana atau masalah. Maka dari itu, penulis bertujuan ingin mengetahui gambaran mengenai dukungan sosial pada anak penderita leukemia.
MODUL LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN DISKUSI AKTIF DAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELING UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN Yanizon, A; Adiningtyas, Sri Wahyuni
KOPASTA : Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling Vol 5, No 2 (2018): JURNAL KOPASTA (NOVEMBER 2018)
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.439 KB) | DOI: 10.33373/kop.v5i2.1523

Abstract

Mahasiswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis akan selalu aktif dalam memahami dan menganalisis semua informasi. Realitanya mayoritas mahasiswa Bimbingan Konseling (BK) Unrika adalah pekerja di perusahaan, mereka mengikuti perkuliahan setelah pulang bekerja yaitun dari jam 17.00-21.30 WIB. Sehingga masih terdapat mahasiswa yang kurang dalam penguasaan materi, diskusi yang masih pasif, kurangnya persiapan mengikuti perkuliahan, rendahnya kemampuan berpikir kritis mahasiswa, pada umumnya mahasiswa mudah menyerah dan jika mengalami kesulitan dalam perkuliahan tidak berani bertanya kepada dosen maupun temannya. Tujuan penelitian ini adalah membahas tentang gambaran berpikir kritis mahasiwa sebelum dan setelah diberikan layanan bimbingan kelompok pada kelompok eksperimen dan kelompok control serta melihat perbedaan tingkat berpikir kritis mahasiswa melalui layanan bimbingan kelompok sebelum dengan setelah diberikan perlakuan pada kelompok eksperimen. Jenis penelitian adalah quasi eksperimen dengan teknik sampel, purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan angket, kemudian dianalisis dengan menggunakan uji-t. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat berpikir kritis mahasiswa kelompok eksperiment sebelum (pretest) dan sesudah (Posttest) diberikan perlakuan layanan Bimbingan Kelompok. Berdasarkan hasil tersebut, maka di sarankan kepada dosen pengampu mata kuliah agar senantiasa melatihkan proses berpikir kritis di setiap mata kuliah yang diampu agar mahasiswa mampu menerapkan proses dan tahapan berpikir kritis.
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MEROKOK DENGAN PRESTASI AKADEMIK Yanizon, Ahmad
KOPASTA : Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling Vol 4, No 2 (2017): JURNAL KOPASTA (NOVEMBER 2017)
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.653 KB) | DOI: 10.33373/kop.v4i2.1442

Abstract

Merokok merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia pada berbagai kelompok termasuk pada kalangan mahasiswa di UNRIKA. Dimana perilaku merokok kini sering dijumpai di sebagian besar fakultas yang ada di Universitas Riau Kepulauan Batam. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara perilaku merokok dengan prestasi akademik mahasiswa di Universitas Riau Kepulauan Batam. Model penelitian bersifat korelatif dan menggunakan teknik pengambilan sampel secara propotional random sampling terhadap 118 populasi dengan jumlah sampel 91 responden di Universitas Riau Kepulauan. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 09 sampai 17 Mei 2017dengan menggunakan angket yang terdiri dari 32 pernyataan. Penelitian ini menggunakan uji asumsi meliputi uji normalitas untuk menguji apakah pola sebaran variabel X dan variabel Y membentuk linear atau tidak. Untuk menguji hubungan antara kedua variabel digunakan analisis Product Moment Correlation yang diolah dengan bantuan SPSS. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, korelasinya ( ) 0,001 dan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku merokok dengan prestasi akademik mahasiswa  UNRIKA Batam.
PENDEKATAN COUNSELING REBT DALAM MENANGGULANGI CULTURE SHOCK MAHASISWA RANTAU Handayani, Puji Gusri
KOPASTA : Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling Vol 6, No 2 (2019): JURNAL KOPASTA (NOVEMBER 2019)
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.5 KB) | DOI: 10.33373/kop.v6i2.2134

Abstract

Memasuki budaya yang berbeda memungkinkan individu untuk menjadi orang asing dalam budaya tersebut, di mana individu dihadapkan pada situasi di mana kebiasaan mereka diragukan. Hal ini dapat menyebabkan kejutan (ketidakpastian) dan stres, yang dapat menyebabkan konsep diri dan identitas budaya individu dan mengakibatkan kecemasan. Kondisi ini menyebabkan sebagian besar individu mengalami gangguan mental dan fisik, setidaknya untuk periode waktu tertentu. Struktur baru ini akan menjadi lebih terlihat melalui pengalaman emosional dan efektif ketika berinteraksi dengan budaya baru. Banyaknya imigran dan pelajar luar negeri yang memiliki latar belakang budaya berbeda untuk belajar sains di lingkungan perguruan tinggi yang sama dapat menyebabkan tidak terbiasa dengan budaya lokal adalah masalah yang sering mempengaruhi seseorang di negara asing. Demikian pula apa yang terjadi pada siswa dalam persepsi orang dalam kesehatannya, sehingga terjadi kejutan budaya karena tidak memahami perbedaan karakteristik individu lain dari sudut pandang orang lain. Mengatasi culture shock adalah dengan menggunakan pendekatan REBT (Rasional Emotif Behaviour Therapy). REBT digunakan untuk mengatasi kecemasan, persoalan emosi, ketakutan, fobia, dan lain-lain. Culture shock merupakan penyakit akibat kecemasan sehingga bisa diatasi dengan menggunakan REBT.
PERBEDAAN KEPUASAN HIDUP ANTARA LANSIA HINTERLAND DENGAN LANSIA MAINLAND Ramdani Ramdani
KOPASTA : Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling Vol 4, No 1 (2017): JURNAL KOPASTA (JUNI 2017)
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.355 KB) | DOI: 10.33373/kop.v4i1.1119

Abstract

Dalam menjalani suatu tahapan perkembangan, individu memiliki tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi dan berbeda diantara satu tahap dengan tahapan lainnya. Individu yang berhasil dalam menyelesaiakan tugas perkembangan pada suatu tahapan perkembangan, maka akan mempengaruhi tahap perkembangan berikutnya. Manusia dapat dikatakan sukses dalam kehidupannya dikala telah mencapai kepuasan hidup, begitu pula pada usia lanjut. Individu yang telah lanjut usia dituntut untuk  dapat menyesuaikan diri terhadap berbagai perubahan-perubahan baik fisik maupun mental untuk dapat mencapai kepuasan hidup. Kepuasan hidup pada lansia dapat ditingkatkan dengan berbagai upaya salah satunya yaitu dengan  memberikan dukungan dukungan sosial dan lingkungan keluarga serta tempat tinggal. Kata Kunci: Kepuasan Hidup, Lansia
HUBUNGAN ANTARA PEER GROUP DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA MAHASISWA UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN BATAM Marpaung, Junierissa
KOPASTA : Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling Vol 5, No 1 (2018): JURNAL KOPASTA (JUNI 2018)
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.289 KB) | DOI: 10.33373/kop.v5i1.1444

Abstract

Mahasiswa dituntut untuk dapat aktif dan kreatif belajar di kampus. Tak jarang mahasiswa mendapatkan kesulitan dan permasalahan dalam menjalani proses belajar mengajar di kampus yang menyebabkan mahasiswa kurang memiliki prestasi yang dimiliki optimal maka diperlukan motivasi belajar. Pengaruh teman sebaya (peer group) diperlukan untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Pengambilan data dilakukan di Universitas Riau Kepulauan Batam. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Bimbingan Konseling Universitas Riau Kepulauan Batam sebanyak 37 orang mahasiswa. Teknik yang digunakan adalah cluster sampling dan menggunakan angket peer group dan motivasi belajar yang menggunakan model skala Likert. Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan hasil rxy =  0,556 dan p = 0,000 (p0,05). Kondisi tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang antara peer group dengan motivasi belajar mahasiswa Universitas Riau Kepulauan Batam. Artinya semakin tinggi peer group maka semakin tinggi motivasi belajar mahasiswa Bimbingan Konseling Universitas Riau Kepulauan Batam, dan sebaliknya semakin rendah peer group maka semakin rendah motivasi belajar mahasiswa Bimbingan Konseling Universitas Riau Kepulauan Batam. Efektivitas regresi dalam penelitian ini sebesar 0,354, artinya motivasi belajar mahasiswa Unrika sebesar 35,4% ditentukan oleh faktor peer group, sedangkan 64,6% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA PENYESUAIAN DIRI DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA MAHASISWA BARU FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN Yanizon, Ahmad; Syarwendah, Ryan
KOPASTA : Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling Vol 5, No 1 (2018): JURNAL KOPASTA (JUNI 2018)
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.861 KB) | DOI: 10.33373/kop.v5i1.1449

Abstract

Belajar di perguruan tinggi membutuhkan penyesuaian yang lebih, terutama bagi mahasiswa tahun pertama. Kesulitan dalam menyesuaikan diri di perguruan tinggi, yaitu terkait dengan tugas-tugas perkuliahan, pengaturan waktu untuk belajar dan melakukan aktivitas lain. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara penyesuaian diri dengan prestasi belajar mahasiswa baru FKIP UNRIKA kota Batam. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Pengumpulan data menggunakan  angket, kemudian dianalisis dengan menggunakan korelasi Product Moment dari Pearson. Temuan penelitian yang diperoleh adalah adanya korelasi yang signifikan antara penyesuaian diri dengan prestasi belajar pada mahasiswa baru Fakultas Keguruan Ilmu pendidikan Universitas Riau Kepulauan
PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU DISIPLIN SISWA Adiningtiyas, Sri Wahyuni
KOPASTA : Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling Vol 4, No 2 (2017): JURNAL KOPASTA (NOVEMBER 2017)
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.892 KB) | DOI: 10.33373/kop.v4i2.1438

Abstract

Program  merupakan  bahan  pertimbangan  atau  rujukan  bagi  konselor dalam  mengatasi  problematika  siswa  khususnya  tentang disiplin.  Bimbingan  yang  dirasakan  tepat  untuk  membantu  siswa memiliki  disiplin  yang  baik  ialah  dengan  bimbingan  pribadi.  Bimbingan  pribadi  merupakan  usaha  bimbingan  dalam  menghadapi  dan memecahkan  masalah  pribadi,  seperti  penyesuaian  diri,  menghadapi  konflik  dan membuat keputusan. Seorang  konselor  untuk mengambil  peran  dalam  menangani  perilaku  indisipliner  siswa  yang  terjadi  di sekolah. Untuk keperluan  tersebut  perlu adanya  suatu  program  khusus  yang direncanakan  secara  sistematis,  terarah,  dan  terpadu  sebagai  upaya mengembangkan kedisiplinan siswa SMA.
REGRESI WANITA DEWASA AWAL PASCA PERCERAIAN BR HASIBUAN, WILDA FASIM
KOPASTA : Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling Vol 6, No 1 (2019): JURNAL KOPASTA (JUNI 2019)
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.673 KB) | DOI: 10.33373/kop.v6i1.1941

Abstract

Hubungan yang sehat antar pasangan menjadi peran penting dalam suatu ikatan, terlebih ikatan pernikahan. Pernikahan mampu bertahan dan melahirkan keturunan yang baik jika suami istri mampu menjaga hubungan dan keharmonisan mereka. Pernikahan tidak akan bertahan lama jika keduanya tidak saling menerima kekurangan masing-masing. Ketidak penerimaan antar pasangan akan menyebabkan perceraian. Perceraian yang terjadi akan berdampak negative bagi pasangan yang belum siap menerima kenyataan. Regresi termasuk salah satu dampak negative yang dialami pasangan setelah bercerai, terlebih wanita. Penelitian ini menggunakan pendekatan naratif. Tujuan dari pendekatan naratif adalah untuk menyatukan beberapa pendapat dari beberapa informan untuk dijadikan suatu kebenaran dalam sebuah cerita.Berdasarkan analisis data ditemukan bahwa regresi wanita pasca perceraian tersebut disebabkan oleh beberapa hal. Beberapa hal tersebut adalah adanya perceraian, sehingga subjek kurang menerima kenyataan yang harus dihadapi saat ini, selain itu juga,  karena subjek tidak dapat melanjutkan fase perkembangan yang telah dilalui setelah perceraian, sehingga subjek berlaku seperti masa sebelumnya, yang dalam istilah psikologi disebut regresi atau kemunduran.