cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI
ISSN : 24425133     EISSN : 25277227     DOI : -
Core Subject : Education,
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is a peer-reviewed journal that focuses on critical studies of basic education. Investigated the dynamics of learning of children at the primary level / Madrasah Ibtidaiyah (Islamic elementary school). Besides focusing on the development of studies issues of basic education.
Arjuna Subject : -
Articles 282 Documents
Development of a Supplementary Geometry Book Integrating Realistic Mathematics Education and Reog Ponorogo Ethnomathematics to Improve Elementary Students’ Numeracy Literacy Fatmahanik, Ulum; Afifah, Anis; Fauziah, Hanin Niswatul; David, Martinez
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 12, No 1 (2025): June 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i1.20103

Abstract

AbstractThis study presents the development of a supplementary geometry book for elementary students by integrating Reog Ponorogo ethnomathematics into the Realistic Mathematics Education (RME) approach to enhance numeracy literacy. The research employed a Research and Development (R&D) methodology using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Validation instruments involved expert evaluations in content, pedagogy, media, and language, alongside practicality questionnaires and numeracy literacy assessments. The developed book achieved high validity across expert domains: 89.8% (content), 91% (media), 94% (learning), and 90% (language). Student response also indicated high practicality (82.3%). A one-sample t-test and N-gain analysis showed a significant improvement in numeracy literacy, with an N-gain score of 0.6461 (categorized as moderate), reflecting a “quite effective” level. These findings suggest that incorporating ethnomathematical elements from local culture within an RME framework can provide meaningful, contextual learning experiences and foster mathematical understanding in early-grade students.Keywords: supplementary books, realistic mathematics education, ethnomathematics, numeracy literacy.AbstrakPenelitian ini menyajikan pengembangan buku suplemen geometri untuk siswa sekolah dasar dengan mengintegrasikan etnomatematika Reog Ponorogo ke dalam pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (RME) untuk meningkatkan literasi numerasi. Penelitian ini menggunakan metodologi Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan menggunakan model ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi). Instrumen validasi melibatkan evaluasi ahli dalam konten, pedagogi, media, dan bahasa, di samping kuesioner praktikalitas dan penilaian literasi numerasi. Buku yang dikembangkan mencapai validitas tinggi di seluruh domain ahli: 89,8% (konten), 91% (media), 94% (pembelajaran), dan 90% (bahasa). Respon siswa juga menunjukkan kepraktisan tinggi (82,3%). Uji-t satu sampel dan analisis N-gain menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam literasi numerasi, dengan skor N-gain sebesar 0,6461 (dikategorikan sebagai sedang), yang mencerminkan tingkat "cukup efektif". Temuan ini menunjukkan bahwa menggabungkan unsur-unsur etnomatematika dari budaya lokal dalam kerangka RME dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan kontekstual serta menumbuhkan pemahaman matematika pada siswa kelas awal.Kata kunci: buku suplemen, realistic mathematics education, etnomatematika, literasi numerasi.
It’s Not a Miscalculation - It’s a Misconception! Uncovering Epistemological Obstacles in Preservice Teachers’ Mathematical Literacy Tasks Murni, Sukma; Widianto, Febri Restu; Sutinah, Cucun
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 12, No 1 (2025): June 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i1.20410

Abstract

AbstractThis study identified and analyzed epistemological obstacles experienced by prospective elementary school teachers in solving mathematical literacy tasks on plane geometry material. This study employed a case study method, involving 24 students from a university, which was located in Cimahi City, West Java. The diagnostic test served as the research instrument and the data were analyzed using a thematic analysis approach to uncover various epistemological obstacles encountered by undergraduate students, including misconceptions regarding the properties of plane figures and difficulties in applying geometric concepts to mathematical literacy tasks. Epistemological obstacles arise due to the students' inability to connect abstract concepts with practical contexts, as well as their limited understanding of basic geometric concepts. These obstacles primarily stem from misconceptions about fundamental concepts of plane figures, difficulties in applying geometric concepts in contextual situations, and procedural learning approaches that lack conceptual depth. This research contributes to developing geometry learning strategies at the elementary school level, which can ultimately improve the overall quality of mathematics education.Keywords: epistemological obstacle, mathematical literacy, plane geometry. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hambatan epistemologis yang dialami oleh mahasiswa calon guru sekolah dasar dalam menyelesaikan tugas literasi matematis pada materi geometri bidang datar. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan melibatkan 24 mahasiswa dari sebuah universitas yang berlokasi di Kota Cimahi, Jawa Barat. Test diagnostik digunakan sebagai instrument penelitian, dan data dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik untuk mengungkap berbagai hambatan epistemologis yang dialami oleh mahasiswa, termasuk miskonsepsi terhadap sifat-sifat bangun datar dan kesulitan dalam menerapkan konsep geometri pada tugas literasi matematika. Hambatan epistemologis muncul karena ketidakmampuan mahasiswa dalam menghubungkan konsep-konsep abstrak dengan konteks praktis, serta keterbatasan pemahaman terhadap konsep dasar geometri. Hambatan-hambatan ini terutama berasal dari miskonsepsi mengenai konsep dasar bangun datar, kesulitan dalam menerapkan konsep geometri dalam situasi kontekstual, dan pendekatan pembelajaran prosedural yang kurang mendalam secara konseptual. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pembelajaran geometri di tingkat sekolah dasar, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas pendidikan matematika secara keseluruhan.Keywords: hambatan epistemis, literasi matematis, bangun datar.
The Development of Picture Books Based on Meaningful Learning to Increase Social Awareness of Elementary School Students Normalasarie, Normalasarie; Maftuh, Bunyamin; Sapriya, Sapriya
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 11, No 2 (2024): October 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v11i2.12233

Abstract

Abstract Instilling social care in children is essential to mitigate the negative impacts of globalization, which has contributed to declining empathy among students. This study aims to develop and evaluate the effectiveness of a picture book based on meaningful learning in enhancing elementary school students’ social care, particularly in the aspects of sharing and cooperation. The research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which includes the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The independent variable was the use of the meaningful learning-based picture book, while the dependent variable was the students’ social care. The study was conducted on June 28–29, 2022, at Public Elementary School (SDN) Mandikapau Barat 2 Martapura, involving 20 students selected through purposive sampling. The results showed that in terms of knowledge, only 25% of students achieved mastery before the intervention, which increased to 100% after using the picture book. For social care, 55% of students reached mastery in sharing, and 70% in cooperation. These findings indicate that the meaningful learning-based picture book is effective in enhancing students' social care. This study offers a reference for teachers to adopt innovative learning media and serves as inspiration for developing similar educational materials.Keywords: meaningful learning, picture books, social care. AbstrakPenanaman karakter peduli sosial pada anak menjadi penting untuk mengurangi dampak negatif globalisasi yang ditandai dengan menurunnya empati. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji efektivitas buku bergambar berbasis meaningful learning dalam meningkatkan kepedulian sosial siswa sekolah dasar, khususnya pada aspek berbagi dan bekerja sama. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahap Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan buku bergambar berbasis meaningful learning, sementara variabel terikatnya adalah kepedulian sosial siswa. Penelitian dilaksanakan pada 28–29 Juni 2022 di SDN Mandikapau Barat 2 Martapura dengan 20 siswa sebagai sampel yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil menunjukkan bahwa pada aspek pengetahuan, sebelum penggunaan buku bergambar hanya 25% siswa yang tuntas, meningkat menjadi 100% setelah intervensi. Pada aspek kepedulian sosial, indikator berbagi mencapai 55% tuntas dan bekerja sama mencapai 70% tuntas. Temuan ini menunjukkan bahwa buku bergambar berbasis meaningful learning efektif meningkatkan kepedulian sosial siswa. Penelitian ini memberikan referensi bagi guru dalam menggunakan media pembelajaran inovatif serta menjadi inspirasi bagi pengembangan bahan ajar serupa.Keywords: buku bergambar, pembelajaran bermakna, peduli sosial.
Digital Literacy Profile of Prospective Elementary School Teachers in Indonesian Language Learning: a Case Study at Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA Latifah, Nur; Meilin, Septi Fitri; Mil, Silvie; Sa'odah, Sa'odah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 12, No 1 (2025): June 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i1.19875

Abstract

AbstractDigital literacy is essential for Prospective Elementary School Teachers to foster the development of technology-based teaching skills. Therefore, understanding the digital literacy profile of prospective is essential as a foundation for developing informed learning policies. This study aims to describe the digital literacy profiles of prospective elementary school teachers by analyzing their digital literacy skills through a quantitative survey-based research approach. The study population consisted of 1,400 students, from which a sample of 210 was selected using stratified random sampling. The research instrument consisted of a Likert-scale questionnaire encompassing indicators such as functional and technical skills in operating digital devices, creativity in producing digital learning content, collaboration abilities using digital platforms, communication skills within digital spaces, information literacy in locating and selecting learning resources, critical thinking in evaluating digital content, socio-cultural awareness related to digital ethics, electronic security in safeguarding personal data, and technical problem-solving competencies. The study’s findings indicated that prospective of elementary school strong proficiency in information literacy, with an average score of 4.57, and digital communication, scoring 4.42. However, certain areas require further development, particularly electronic security (3.50) and digital socio-cultural understanding (3.65), which received comparatively lower scores. In light of these findings, measures should be taken to enhance the digital literacy of prospective primary school teachers, particularly through language skills courses aimed at strengthening their understanding and effective use of digital technology and information.Keywords: digital literacy, Indonesian language learning, prospective elementary school.AbstrakLiterasi digital sangat penting bagi Calon Guru Sekolah Dasar untuk mendorong pengembangan keterampilan mengajar berbasis teknologi. Oleh karena itu, memahami profil literasi digital calon guru sangat penting sebagai dasar untuk mengembangkan kebijakan pembelajaran yang terinformasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil literasi digital calon guru sekolah dasar dengan menganalisis keterampilan literasi digital mereka melalui pendekatan penelitian berbasis survei kuantitatif. Populasi penelitian terdiri dari 1.400 siswa, dengan sampel sebanyak 210 siswa dipilih secara acak. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner skala Likert yang mencakup indikator-indikator seperti keterampilan fungsional dan teknis dalam mengoperasikan perangkat digital, kreativitas dalam menghasilkan konten pembelajaran digital, kemampuan berkolaborasi menggunakan platform digital, keterampilan komunikasi dalam ruang digital, literasi informasi dalam menemukan dan memilih sumber belajar, berpikir kritis dalam mengevaluasi konten digital, kesadaran sosial budaya terkait etika digital, keamanan elektronik dalam menjaga data pribadi, dan kompetensi pemecahan masalah teknis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa calon guru sekolah dasar memiliki kecakapan yang kuat dalam literasi informasi, dengan skor rata-rata 4,57, dan komunikasi digital, dengan skor 4,42. Namun, beberapa area perlu dikembangkan lebih lanjut, terutama keamanan elektronik (3,50) dan pemahaman sosial budaya digital (3,65), yang mendapatkan skor relatif lebih rendah. Berdasarkan temuan ini, langkah-langkah perlu diambil untuk meningkatkan literasi digital calon guru sekolah dasar, terutama melalui kursus keterampilan berbahasa yang bertujuan memperkuat pemahaman dan penggunaan teknologi dan informasi digital secara efektif.Kata kunci: literasi digital, pembelajaran bahasa indonesia, calon guru sekolah dasar.
The Effectiveness of Problem Based Learning assisted by Educaplay on Pancasila Education Learning Outcomes of Elementary School Students Dayanti, Aulli Qzara Ainun Nisa Mufi; Aeni, Kurotul; Khan, Daniyal Manzoor
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 12, No 1 (2025): June 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i1.19723

Abstract

AbstractLearning models that do not actively involve students in the learning process are one of the factors causing low learning outcomes. This research aims to test and analyze how effective the problem-based learning model, which utilizes Educaplay media, is on student learning outcomes. The method used by researchers is a quasi-experimental design with a nonequivalent control group. The subjects of this study were 85 fifth-grade students of Jatisari state elementary School, Semarang City, Indonesia i.e. 28 students of class VB as the experimental class, and 28 students of class VC as the control class. Learning outcomes data were obtained from test techniques and non-test techniques. Data analysis used SPSS 25, consisting of normality, homogeneity, t-test, and N-Gain tests. The results indicated that the significant value in the independent t-test was 0.000 < 0.05, so Ha was accepted and H0 was rejected. This data indicates a significant difference in the learning outcomes between the students in the experimental and control classes. N-Gain percent was 66% (moderately effective) in the experimental class and 39% (ineffective) in the control class. This study indicates that the application of the PBL model based on Educaplay media is effective in improving student learning outcomes.Keywords: educaplay, effectiveness, learning outcomes, PBL, pancasila education. AbstrakModel pembelajaran yang kurang melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis seberapa efektif model pembelajaran berbasis masalah yang memanfaatkan media Educaplay terhadap hasil belajar siswa. Metode yang digunakan peneliti adalah quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Jatisari sebanyak 85 orang, yaitu kelas VB sebanyak 28 orang sebagai kelas eksperimen, dan kelas VC sebanyak 28 orang sebagai kelas kontrol. Data hasil belajar diperoleh dari teknik tes dan teknik non tes. Analisis data menggunakan SPSS 25 yang terdiri dari uji normalitas, homogenitas, uji t, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi pada uji t independen sebesar 0,000 < 0,05, sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Data ini menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Persentase N-Gain adalah 66% (cukup efektif) di kelas eksperimen dan 39% (tidak efektif) di kelas kontrol. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbasis media Educaplay efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.Kata kunci: educaplay, keefektivan, hasil belajar, PBL, pendidikan pancasila.
Promoting Religious Moderation through Multicultural Problem-Based Learning: A Study in Elementary Education Rudianto, Apip; Maftuh, Bunyamin; Agustin, Mubiar; Syaodih, Ernawulan; Salahudin, Anas
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 12, No 2 (2025): October 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i2.21890

Abstract

AbstractIndonesia is a country with immense diversity in religion, culture, and ethnicity. This diversity serves as both a wealth and a challenge in building a harmonious and tolerant society. In social reality, unmanaged differences could lead to prejudice, discrimination, and even intergroup conflict. The objectives of this study were to examine the effectiveness of multicultural problem-based learning, to identify teachers' perceptions, and to assess the contribution of this approach in fostering a tolerant, inclusive, and diversity-appreciating character in line with religious moderation values in primary education. The research employed a mixed-methods approach, presenting qualitative data gathered from interviews and quantitative data collected through a Google Form questionnaire distributed to elementary school (SD) and Islamic elementary school (MI) teachers in Kuningan Regency, West Java, Indonesia. The findings demonstrated that multicultural problem-based learning was viewed very positively by SD and MI teachers, as it effectively familiarised students with the values of diversity, tolerance, and inclusiveness while strengthening their character and 21st-century skills. This approach was deliberately strategic in promoting religious moderation, attitudes, and building a peaceful and inclusive educational ecosystem.Keywords: multicultural education, problem-based learning, religious moderation attitude.AbstrakIndonesia adalah negara dengan keragaman agama, budaya, dan suku yang sangat besar. Keragaman ini berfungsi sebagai kekayaan sekaligus tantangan dalam membangun masyarakat yang harmonis dan toleran. Dalam realitas sosial, perbedaan yang tidak terkelola dapat menyebabkan prasangka, diskriminasi, dan bahkan konflik antarkelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji efektivitas pembelajaran berbasis masalah multikultural, mengidentifikasi persepsi guru, dan mengkaji kontribusi pendekatan ini dalam menumbuhkan karakter yang toleran, inklusif, dan menghargai keragaman yang sejalan dengan nilai-nilai moderasi beragama di pendidikan dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, menyajikan data kualitatif yang dikumpulkan dari wawancara dan data kuantitatif yang dikumpulkan melalui kuesioner Google Form yang disebarkan kepada guru sekolah dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Indonesia. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis masalah multikultural dipandang sangat positif oleh guru SD dan MI, karena secara efektif membiasakan siswa dengan nilai-nilai keragaman, toleransi, dan inklusivitas sekaligus memperkuat karakter dan keterampilan abad ke-21 siswa. Pendekatan ini sengaja dibuat strategis dalam mempromosikan moderasi beragama, sikap, dan membangun ekosistem pendidikan yang damai dan inklusif.Kata kunci: pendidikan multikultural, pembelajaran berbasis masalah, sikap moderasi beragama.
The Role of Instructional Leadership in Enhancing Teacher Performance in Primary Schools Adeoye, Moses Adeleke; Mohammed, Abdulrazak; Onikoyi, Olawale Abayomi
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 12, No 1 (2025): June 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i1.21775

Abstract

AbstractThe pursuit of quality education, as highlighted in Sustainable Development Goal 4, underscores the importance of instructional leadership in enhancing teacher performance in primary schools. Despite the literature's affirmation of its significance, context-specific practices in socioeconomically diverse settings have received limited attention. This research explores how instructional leadership influences teacher effectiveness and student outcomes in primary education. A quantitative approach was adopted, using secondary data from peer-reviewed journals, government reports, and educational databases. Correlational analysis supported by descriptive statistics revealed that key practices—vision setting, instructional support, professional development, collaborative culture, data-driven decision-making, and fostering a positive school climate—significantly improve teacher performance. These practices enhance classroom management, teaching methodologies, and student achievement. Findings suggest that instructional leadership tailored to local contexts is essential for teacher growth and equitable learning outcomes. By identifying actionable strategies and aligning them with measurable performance indicators, the research contributes to a deeper appreciation for leadership in resource-constrained environments. The research offers insights for policymakers, school leaders, and practitioners seeking evidence-based approaches to strengthen teacher effectiveness and promote excellence in primary education.Keywords: instructional leadership, teacher performance, student outcomes, primary education, collaborative practices. AbstrakUpaya mencapai pendidikan berkualitas, sebagaimana disoroti dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 4, menggarisbawahi pentingnya kepemimpinan instruksional dalam meningkatkan kinerja guru di sekolah dasar. Meskipun literatur menegaskan signifikansinya, praktik-praktik spesifik konteks dalam lingkungan sosial ekonomi yang beragam masih kurang mendapat perhatian. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana kepemimpinan instruksional memengaruhi efektivitas guru dan hasil belajar siswa di pendidikan dasar. Pendekatan kuantitatif diadopsi, menggunakan data sekunder dari jurnal peer-review, laporan pemerintah, dan basis data pendidikan. Analisis korelasional yang didukung oleh statistik deskriptif mengungkapkan bahwa praktik-praktik utama—penetapan visi, dukungan instruksional, pengembangan profesional, budaya kolaboratif, pengambilan keputusan berbasis data, dan pembinaan iklim sekolah yang positif—secara signifikan meningkatkan kinerja guru. Praktik-praktik ini meningkatkan manajemen kelas, metodologi pengajaran, dan prestasi siswa. Temuan menunjukkan bahwa kepemimpinan instruksional yang disesuaikan dengan konteks lokal sangat penting bagi pertumbuhan guru dan hasil belajar yang merata. Dengan mengidentifikasi strategi yang dapat ditindaklanjuti dan menyelaraskannya dengan indikator kinerja yang terukur, penelitian ini berkontribusi pada apresiasi yang lebih mendalam terhadap kepemimpinan di lingkungan dengan keterbatasan sumber daya. Penelitian ini menawarkan wawasan bagi para pembuat kebijakan, pemimpin sekolah, dan praktisi yang mencari pendekatan berbasis bukti untuk memperkuat efektivitas guru dan meningkatkan keunggulan dalam pendidikan dasar.Kata kunci: kepemimpinan pembelajaran, kinerja guru, hasil belajar siswa, pendidikan dasar, praktik kolaboratif.
Need Analysis for Developing a Semiotic-Based Augmented Reality Media to Enhance Numeracy Literacy Among Deaf Children Suryaningrum, Christine Wulandari; Nafiah, Nafiah; Adwitiya, Asti Bhawika; Mubaroq, Syahrul
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 12, No 2 (2025): October 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i2.14943

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the needs for developing a semiotic-based Augmented Reality (AR) learning medium to enhance numeracy literacy among deaf students. A qualitative descriptive method was employed through open-ended questionnaires and interviews involving teachers at Sekolah Luar Biasa Negeri Branjangan, Jember Regency, Indonesia. The findings indicate that although 50% of teachers are familiar with AR technology, all participants expressed a strong need and enthusiasm for its implementation in numeracy instruction. Teachers perceived that the visual, interactive, and semiotic features of AR can transform abstract mathematical concepts into concrete and meaningful learning experiences that align with the visual learning strengths of deaf students. The study also revealed that color, animation, and three-dimensional visualization significantly enhance students’ attention and conceptual understanding. The integration of semiotic principles—icons, indices, and symbols—into AR design enables the representation of mathematical meaning through visual signs that are easily accessible and interpretable. This approach bridges the gap between symbolic understanding and experiential learning in mathematics. The findings highlight the significant potential of AR not only as a technological innovation but also as a semiotic learning environment that supports inclusive education for students with hearing impairments. Moreover, these results provide a theoretical and practical foundation for teacher training programs on the use of AR-based technology in special education contexts.Keywords: augmented reality, deaf learners, inclusive education, numeracy literacy semiotics.AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan pengembangan media pembelajaran Augmented Reality (AR) berbasis semiotik untuk meningkatkan literasi numerasi di kalangan siswa tuna rungu. Metode deskriptif kualitatif digunakan melalui kuesioner terbuka dan wawancara yang melibatkan guru di Sekolah Luar Biasa Negeri Branjangan, Kabupaten Jember, Indonesia. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun 50% guru familiar dengan teknologi AR, semua peserta menyatakan kebutuhan dan antusiasme yang kuat untuk menggunakan AR dalam pembelajaran numerasi. Guru merasa bahwa fitur visual, interaktif, dan semiotik AR dapat mengubah konsep matematika abstrak menjadi pengalaman konkret dan bermakna yang selaras dengan kekuatan pembelajaran visual siswa tuna rungu. Penelitian ini juga menemukan bahwa warna, animasi, dan visualisasi tiga dimensi secara signifikan meningkatkan perhatian dan pemahaman konseptual. Mengintegrasikan prinsip-prinsip semiotik ikon, indeks, dan simbol ke dalam desain AR memungkinkan representasi makna matematika melalui tanda-tanda visual yang mudah diakses dan diinterpretasikan. Pendekatan ini menjembatani kesenjangan antara pemahaman simbolik dan pengalaman dalam matematika. Temuan ini mengindikasikan adanya potensi besar untuk mengembangkan dan mengimplementasikan media AR sebagai inovasi teknologi tetapi sebagai lingkungan belajar semiotik yang mendukung pendidikan inklusif bagi siswa dengan gangguan pendengaran sekaligus menjadi dasar bagi pelatihan guru dalam pemanfaatan teknologi berbasis AR di sekolah luar biasa. Kata kunci: augmented reality, siswa tuna rungu, pendidikan inklusif, literasi numerasi, semiotik.
Epistemic Agency in Multimodal Reading: How Primary Learners Construct Knowledge Across Modes Labibah, Hasna Fitri; Mujiyanto, Januarius; Rukmini, Dwi; Widhiyanto, Widhiyanto
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 12, No 2 (2025): October 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i2.22155

Abstract

AbstractReading literacy remains a persistent challenge in many English as a Foreign Language (EFL) contexts. However, primary EFL learners frequently encounter difficulties in integrating linguistic, visual, spatial, and gestural modalities. This study investigates how primary learners exercise epistemic agency in multimodal reading and construct knowledge across different modes. Utilizing multimodality theory and epistemic agency, the study implemented an explanatory sequential mixed-methods design involving thirty fifth-grade students from Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Tulang Bawang Barat, Lampung. In Phase 1, a one-group pretest–posttest design measured changes in multimodal comprehension using a validated twenty-item instrument. Results showed significant improvement, with mean scores rising from 61.40 (SD = 8.25) to 74.30 (SD = 7.80), t(29) = 8.52, p < 0.001, and Cohen’s d = 1.56, indicating a large effect. In Phase 2, six students representing varied improvement levels were interviewed and engaged in task-based reflections. Thematic analysis identified five dimensions of epistemic agency: taking initiative, decision-making across modes, justification of understanding, reflection and self-regulation, and collaboration and dialogue. The integration of both phases demonstrated that learners' agentive engagement with multimodal resources underpinned comprehension gains, transforming affordances into strategies for meaning-making. These findings affirm that multimodal pedagogy fosters not only measurable comprehension outcomes but also autonomy, critical thinking, and collaborative engagement. The study recommends embedding multimodal literacy into EFL curricula and providing scaffolds that balance cognitive support with opportunities for agency.Keywords: epistemic agency, knowledge construction, literacy pedagogy, multimodal reading, primary school.  AbstrakLiterasi membaca tetap menjadi tantangan yang terus-menerus dalam banyak konteks Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL). Namun, pembelajar EFL tingkat dasar sering menghadapi kesulitan dalam mengintegrasikan modalitas linguistik, visual, spasial, dan gestural. Studi ini menyelidiki bagaimana pembelajar primer menjalankan agensi epistemik dalam membaca multimodal dan membangun pengetahuan di berbagai moda. Dengan memanfaatkan teori multimodalitas dan agensi epistemik, penelitian ini menerapkan desain metode campuran sekuensial eksplanatif yang melibatkan tiga puluh siswa kelas lima dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Tulang Bawang Barat, Lampung. Pada Fase 1, desain pretes-postes satu kelompok mengukur perubahan dalam pemahaman multimodal menggunakan instrumen dua puluh item yang tervalidasi. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan skor rata-rata meningkat dari 61,40 (SD = 8,25) menjadi 74,30 (SD = 7,80), t(29) = 8,52, p < 0,001, dan Cohen's d = 1,56, yang menunjukkan efek yang besar. Pada Fase 2, enam siswa yang mewakili berbagai tingkat peningkatan diwawancarai dan dilibatkan dalam refleksi berbasis tugas. Analisis tematik mengidentifikasi lima dimensi agensi epistemik: mengambil inisiatif, pengambilan keputusan lintas moda, pembenaran pemahaman, refleksi dan pengaturan diri, serta kolaborasi dan dialog. Integrasi kedua fase menunjukkan bahwa keterlibatan agen pembelajar dengan sumber daya multimoda mendukung perolehan pemahaman, mengubah affordance menjadi strategi untuk pembuatan makna. Temuan ini menegaskan bahwa pedagogi multimoda tidak hanya mendorong hasil pemahaman yang terukur tetapi juga otonomi, pemikiran kritis, dan keterlibatan kolaboratif. Studi ini merekomendasikan penanaman literasi multimodal ke dalam kurikulum EFL dan menyediakan perancah yang menyeimbangkan dukungan kognitif dengan peluang untuk agensi.Kata kunci: agensi epistemik, konstruksi pengetahuan, pedagogi literasi, membaca multimodal, sekolah dasar.
Developing Self-Assessment with Mobile Learning-Based to Improve Learning Achievement of Indonesian Madrasah Competency Assessment at Madrasah Ibtidaiyah Ningrum, Dian Eka Aprilia Fitria; Hanifah, Nur Hidayah; Octaberlina, Like Raskova; Ellyana, Silvia
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 12, No 2 (2025): October 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i2.18860

Abstract

AbstractThe Minimum Competition Assessment (AKM) is a replacement for the existence of the National Examination. AKM is designed to achieve student learning outcomes through cognition, especially related to literacy and numeracy. However, there is still a problem that students experience difficulties in doing AKM or AKMI (Indonesian Madrasah Competency Assessment) questions at school. Therefore, this research provides a solution by developing learning media in the form of a mobile learning-based application using the ADDIE method. The subjects in this study are grade IV students of Madrasah Ibtidaiyah Nurul Jadid Blitar, East java, Indonesia. According to the study's findings, learning experts' validation results are 93%, media experts' validation results are 96%, and material experts' validation results are 98%. According to student learning outcomes, the SIASAT application can improve student learning outcomes; the average pretest score in the control class is 56, and the posttest average score is 79.2. Meanwhile, in the experimental class, the average pretest score was 56, and the posttest average score was 87.8. Meanwhile, based on the calculation of the T-test, a significant value of 0.042 > 0.05 was obtained. This indicates that students can enhance their learning outcomes by using mobile learning-based self-assessment media to deal with AKMI.Keywords: AKMI, madrasah ibtidaiyah students, mobile learning, self-assessment. AbstrakAsesmen Kompetensi Minimal (AKM) merupakan pengganti keberadaan Ujian Nasional. AKM dirancang untuk mencapai capaian pembelajaran siswa melalui kognisi, terutama terkait literasi dan numerasi. Namun, masih terdapat permasalahan yaitu siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal-soal AKM atau AKMI (Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia) di sekolah. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan solusi dengan mengembangkan media pembelajaran berupa aplikasi berbasis mobile learning dengan metode ADDIE. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Nurul Jadid Blitar, Jawa Timur, Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian, hasil validasi ahli pembelajaran sebesar 93%, hasil validasi ahli media sebesar 96%, dan hasil validasi ahli materi sebesar 98%. Berdasarkan capaian pembelajaran siswa, aplikasi SIASAT dapat meningkatkan capaian pembelajaran siswa; rata-rata skor pretes pada kelas kontrol sebesar 56, dan rata-rata skor postes sebesar 79,2. Sementara itu, pada kelas eksperimen, rata-rata skor pretes adalah 56, dan rata-rata skor postes adalah 87,8. Berdasarkan perhitungan uji-T, diperoleh nilai signifikansi 0,042 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa dapat meningkatkan hasil belajarnya dengan menggunakan media asesmen mandiri berbasis pembelajaran seluler untuk menghadapi AKMI.Kata kunci: AKMI, siswa madrasah ibtidaiyah, pembelajaran mobile, penilaian mandiri.