cover
Contact Name
widodo
Contact Email
widodoiain@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
eduma_iaincrb@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching
ISSN : 20863918     EISSN : 25025309     DOI : -
Core Subject : Education,
EDUMA scientific journal is a publication containing the results of research, development, studies and ideas in the field of Mathematics Education. Firstly published in 2009 and has been listed on PDII LIPI on May 10, 2012. Based on decree number 21/E/KPT/2018, EDUMA was has been accredited by Ministry of Research Technology and Higher Education since July 17th 2018 for 5 years. EDUMA Journal published by Program Studi Tadris Matematika Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon in collaboration with Asosiasi Dosen Matematika dan Pendidikan Matematika PTKIN (Ad-Mapeta) twice a year, in July and December. Journal EDUMA is open to the public, researchers, academics, practitioners and observers of mathematics education.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2012)" : 11 Documents clear
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN AKTIF TIPE QUIZ TEAM TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN BANGUN RUANG SISI DATAR (Di SMP Nurul Halim Widasari Kabupaten Indramayu) Reza Oktiana Akbar; sipendi supendi
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.655 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v1i2.295

Abstract

Di dalam proses pembelajaran matematika, siswa sangat dilibatkan sehingga perubahan tingkah laku siswadiarahkan pada peningkatan kemampuan dalam mempelajari matematika. Mempelajari matematika harusteratur dan memperhatikan hubungan keterkaitan dengan materi yang mendasari serta harus memperhatikankemampuan sebagai individu sehingga penyajian ide atau konsep matematika yang baru didasarkan padapengalaman sebelumnya.. Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian untukmengetahui seberapa besar pengaruh penerapan pembelajaran aktif tipe quiz team terhadap prestasi belajarmatematika. Selain itu untuk mengetahui respon siswa terhadap penerapan pembelajaran aktif tipe quiz teampada pelajaran matematika; dan untuk prestasi belajar matematika siswa pada pokok bahasan bangun ruangsisi datar. Penerapan teknik belajar aktif cenderung meminimalkan persoalan pengelolaan kelas yang acapkalimenyulitkan guru yang terlalu mengandalkan metode ceramah dan diskusi kelompok besar atau diskusi kelas.Dalam konteks penelitian ini, yang menjadi populasi adalah Siswa kelas VIII SMP Nurul Halim tahun pelajaran2010 / 2011, Sampel diambil dari populasi dengan purposive sampling. Dengan pertimbangan peneliti, makayang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII B. Sebelum menganalisis data, dilakukan terlebihdahulu uji prasyarat analisis yaitu dengan menguji normalitas, dilanjutkan dengan uji independent dankelinieran regresi, uji koefisien korelasi dan yang terakhir uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukan bahwapenerapan pembelajarn aktif tipe quiz team mendapat respon kategori sedang yaitu sebesar (53,33%) darisiswa. Dari hasil tes prestasi belajar matematika diperoleh nilai rata – rata yaitu 71,67 dan nilai tersebutdiatas KKM yaitu sebesar 65. Selain itu dari hasil pengujian statistik diperoleh persamaan regresi = 18.905 +0.792 x. Persamaan tersebut mengandung arti bahwa prestasi belajar matematika pada pokok bahasan bangunruang sisi datar bertambah atau meningkat dengan 0,792 kali penerapan pembelajaran aktif. Besar pengaruhditunjukan dengan koefisien determinasi yaitu sebesar = 61,8 %, Hal ini berarti 61,8 % prestasi belajar siswapada kelas eksperimen dipengaruhi oleh penerapan pembelajaran aktif tipe quiz team, sedangkan sisanya yaitusebesar 38,2 % dipengaruhi oleh faktor lain. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai lebih kecil dari σyang digunakan yaitu (0.01) atau 0.000 < 0.01, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya ada pengaruhantara penerapan pembelajaran aktif tipe quiz team terhadap prestasi belajar matematika pada pokok bahasanbangun ruang sisi datar. Kata Kunci : Quiz, Bangun Ruang
PENGARUH PENGUASAAN BILANGAN PECAHAN TERHADAP KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL PADA SUB POKOK BAHASAN PERBANDINGAN SEGMEN GARIS (STUDI KASUS TERHADAP SISWA KELAS VII SMP NEGERI 7 KOTA CIREBON) Hadi Kusmanto; siti komariyah
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.105 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v1i2.300

Abstract

Matematika merupakan komponen dasar pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Latar belakang masalah didapat dari pengalaman guru bidang studi Matematika kelas VII SMPN 7 Kota Cirebon yaitu Bapak Surnadi, S.Pd dan Ibu Tuti Sri Mukarti, S.Pd, sering dijumpai siswa kelas VII yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal materi pada sub pokok bahasan perbandingan segmen garis, dikarenakan kurangnya penguasaan siswa terhadap materi mengenai bilangan pecahan khususnya pada menyederhanakan pecahan dan pecahan senilai. Selain itu juga ditemukan masalah lain, siswa yang menguasai materi mengenai bilangan pecahan, tetapi kurang mampu menyelesaikan soal-soal pada sub pokok bahasan perbandingan segmen garis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan materi bilangan pecahan, untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal pada sub pokok bahasan perbandingan segmen garis dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penguasaan materi bilangan pecahan terhadap kemampuan menyelesaikan soal-soal pada sub pokok perbandingan segmen garis siswa kelas VII SMPN 7 Cirebon. Pemikiran ini bertitik tolak dengan pemikiran bahwa belajar matematika akan berhasil jika proses pengajaran diarahkan pada konsep-konsep dan struktur-struktur yang terbuat dalam pokok bahasan yang diajarkan, disamping hubungan yang terkait antara konsep-konsep dan struktur-struktur tersebut. Dalam mempelajari materi perbandingan segmen garis, siswa membutuhkan materi dasar yang dapat menopang dan memudahkan siswa untuk memahami materi tersebut. Bilangan pecahan merupakan salah satu materi dasar yang sangat erat kaitannya dengan materi perbandingan segmen garis. Sehingga kemampuan menyelesaikan soal-soal perbandingan segmen garis siswa akan sangat dipengaruhi oleh penguasaan siswa tentang materi bilangan pecahan. Penelitian yang dilakukan di SMPN 7 Cirebon menggunakan teknik pengumpulan data yaitu tes dan populasi seluruh kelas VII yang berjumlah 384 siswa dan terdiri dari 9 kelas.Adapun pengambilan sampel 1 kelas yaitu kelas VII C yang berjumlah 43 siswa yang diambilmenggunakan teknik cluster random sampling. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel, yaitupenguasaan bilangan pecahan sebagai variabel bebas dan kemapuan menyelesaikan perbandingan segmen garis sebagai variabel terikat. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara penguasaan bilangan pecahan terhadap kemampuan dalam menyelesaikan soal-soal perbandingan segmen garis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan bilangan pecahan kategori cukup. Sedangkan kemampuan menyelesaikan soal-soal perbandingan segmen garis kategori kurang. Hipotesis nilai Sig. (0,000) < α (0,05). Rsquare = 0,574, maka penguasaan bilangan pecahan merupakan materi prasyarat dari materi perbandingan segmen garis dengan kontribusisebesar 57,4%.Kata Kunci: Bilangan pecahan, Segmen garis
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA ANTARA YANG MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAM GAME TURNAMEN) DENGAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL (Studi Eksperimen Pada Siswa Kelas VII Di SMP Negeri I Waled) etty ratnawati; yenie marvina
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.016 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v1i2.296

Abstract

Pembelajaran matematika masih dianggap sulit oleh sebagian siswa, sehingga masih banyak siswa yang masihkurang memahami konsep dengan benar. Di samping itu, dalam proses mengajar strategi yang digunakan gurudalam pembelajaran matematika mayoritas masih menggunakan metode konvensional sehingga membuat siswamerasa jenuh dan kurang semangat. Hal ini dapat mengakibatkan hasil belajar matematika siswa kurangmaksimal. Oleh karena itu, perlu digunakan strategi yang dapat memotivasi siswa, dan membangkitkansemangat siswa, serta membuat siswa menjadi aktif dan kreatif yaitu dengan pembelajaran kooperatif tipe TGT(Team Game Turnamen). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana hasil belajar matematika siswa denganmenggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Game Turnamen) dan memperbaharui sertameningkatkan hasil belajar matematika siswa. Pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Game Turnamen)adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok belajaryang beranggotakan 4 sampai 6 orang siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin, dan suku atau ras yangberbeda. Kelompok yang mencapai skor atau kriteria tertinggi yang telah ditentukan bersama-sama akanmendapatkan suatu penghargaan (reward). Pembelajaran konvensional dalam hal ini pembelajaran ekspositoriadalah pembelajaran yang berpusat pada guru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalahseluruh siswa kelas VII SMP Negeri I Waled tahun ajaran 2011-2012 yang berjumlah 316 siswa. Pengambilansampel dilakukan berdasarkan pertimbangan perorangan atau peneliti. Di samping itu, penulis mengikutibeberapa saran dan pertimbangan yang diberikan oleh guru mata pelajaran matematika di SMP Negeri IWaled. Selain itu pengambilan sampel juga dilakukan berdasarkan bahwa kelas tersebut mempunyaikemampuan dan prestasi yang berbeda. Uji yang digunakan adalah uji normalitas, homogenitas, uji dua sampelsaling bebas (Independen Samples Test). Hasil belajar matematika siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar matematikasiswa kelas kontrol. Nilai rata-rata posttest yang diperoleh kelas eksperimen yaitu 80, 45 sedangkan kelaskontrol yaitu 74,53. Berdasarkan perhitungan uji t dengan menggunakan program SPSS 18 didapat thitung =2,579; df = 78 dengan ttabel = 1,665. Oleh karena itu, t hitung > ttabel (2,579 > 1,665) dan nilai sig. 0,012 < 0,05, maka H0 ditolak, sehingga Ha diterima artinya terdapat perbedaan antara hasil belajar matematika siswakelas eksperimen dengan kelas kontrol.Kata Kunci : TGT, Pembelajaran Konvensional 
PENGARUH EMOTIONAL QUOTIENT (EQ) TERHADAP KREATIVITAS BERPIKIR MATEMATIKA SISWA (STUDI KASUS DI KELAS VIII SMPN 4 KOTA CIREBON) budi manfaat; icih kurniasih
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.316 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v1i2.301

Abstract

Berpikir adalah proses mental seseorang yang lebih dari sekedar mengingat dan memahami. Dengan berpikir, maka kita akan menemukan pemahaman yang kita kehendaki. Prosespembelajaran yang terjadi saat ini di sekolah cenderung monoton dan hanya mengandalkankecerdasan intelektual saja. Kecenderungan orang berpendapat bahwa Matematika ituhanya dapat diselesaikan dengan menggunakan IQ saja, padahal dalam memecahkan permasalahan matematika juga diperlukan kesabaran, ketelitian dan kestabilan emosi. Ini berarti, semakin siswa dapat mengelola emosinya dengan baik maka semakin dapatmemunculkan ide-ide kreatif dalam memecahkan suatu permasalahan. Berdasarkan studipendahuluan penulis di SMP Negeri 4 Kota Cirebon, ada beberapa siswa yang tergolongcerdas secara emosi, ia mampu memecahkan suatu permasalahan belajar dengan sesuatuyang baru. Padahal mayoritas mereka tinggal di daerah perkotaan yang rentan akanlabilnya emosi. Sehingga ini adalah hal yang menjadi permasalahan dalam penelitianpenulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa tinggi Emotional Quotient (EQ)siswa dalam pembelajaran matematika, seberapa tinggi kreativitas berpikir matematikasiswa dalam menyelesaikan soal dan untuk mengetahui besarnya pengaruh EmotionalQuotient (EQ) terhadap kreativitas berpikir matematika siswa kelas VIII. Semakin tinggi IQseseorang, semakin penting Emotional Quotient (EQ) berperan bagi orang tersebut karenaIQ tidaklah berarti tanpa disertai dengan EQ. Sehingga keduanya pun akan berfungsi secaraseimbang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif,sedangkan metode penelitiannya menggunakan metode expostfacto. Populasi dalampenelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 4 Kota Cirebon yang berjumlah 398siswa, sedangkan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling denganmengambil satu kelas dari sembilan kelas yaitu kelas VIII D yang berjumlah 44 siswa.Variabel dalam penelitian ini adalah Emotional Quotient dan kreativitas berpikir matematikasiswa. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan angket dan tes. Setelah data diperoleh, kemudian data dianalisis secara deskriptif dan dilakukan pengujian statistikberupa uji regresi. Setelah diadakan penelitian dan pengolahan data berdasarkan SPSS 15for windows dan minitab, maka hasil penelitian yang diperoleh dari Emotional Quotient(EQ) siswa menunjukkan kriteria baik (64,5%), dengan rata-rata skor angket 90,43 dansimpangan baku 15,284. Kreativitas berpikir matematika siswa memiliki persentase sebesar72%, dengan rata-rata nilai tes sebesar 71,55 dan simpangan baku 16,353. Persamaan regresi yang dihasilkan yaitu ^dengan nilai koefisien determinasiyaitu sebesar 80,9%. Hal ini dapat diartikan bahwa pengaruh Emotional Quotient (EQ) Y962,0491,15+-=Xterhadap kreativitas berpikir matematika siswa sebesar 80,9%, sedangkan sisanya19,1%dipengaruhi oleh faktor lain selain Emotional Quotient (EQ). Kata kunci: Emotional Quotient (EQ), Kreativitas berpikir matematika.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA BELAJAR AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN MATEMATIKA PADA PEMBAHASAN DIMENSI TIGA Toheri Toheri; abdul azis
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.509 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v1i2.297

Abstract

Kegiatan belajar tidak terlepas dari adanya interaksi antara komponen-komponen di dalamnya, misalnya interaksi antara guru dengan siswa atau siswa dengan lingkungan sekitarnya. Keberhasilan guru memberikan materi pelajaran dalam proses kegiatan belajar siswa sangat ditentukan oleh kelancaran interaksi komunikasi antara guru dengan siswa. Oleh karena itu diperlukan adanya perantara/media. Salah satu jenis media pembelajaran yang dapat digunakan adalah media audio visual, Penggunaan media ini diharapkan memperlancar proses pembelajaran, sehingga dapat menghasilkan hasil belajar siswa yang baik dan lebih optimal. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengkaji pengaruh penggunaan media audio visualterhadap hasil belajar siswa mata pelajaran matematika pada pembahasan dimensi tiga.(2) mengkaji hasil belajar siswa yang menggunakan media audio visual pada pembahasandimensi tiga. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi, observasi, angket dan tes. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MAAI Mertapada Kabupaten Cirebon yang berjumlah 118 siswa dengan sampel sebanyak satu kelas yaitu kelas XA yang diambil secara cluster sampling. Variabel penelitian adalah penggunaan media belajar audio visual dan hasil belajar siswa. Data hasil angket sebagai variabel X yaitu dan data hasil tes sebagai variabel Y. kemudian diujikan secara analisis regresi sederhana. Dari hasil penelitiandiperoleh kesimpulan bahwa nilai rata-rata hasil angket penggunaan media belajar audio visual siswa sebesar 69,00 sedangkan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika pada pembahasan dimensi tiga sebesar62,20. Setelah dilakukan uji hipotesis dengan = 0,05, diperoleh bahwa ada pengaruhpenggunaan media belajar audio visual terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran matematika pada pembahasan dimensi tiga dengan koefisien determinasi sebesar 72,25%. Ini berarti besarnya informasi hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika pada pembahasan dimensi tiga yang menggunakan media belajar audio visual sebesar 72,25%, sedangkan sisanya 27,75% disebabkan oleh faktor lain. Kata kunci: media audio visual, hasil belajar.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA YANG DIBERIKAN METODE TEAM TEACHING DENGAN YANG TIDAK DIBERIKAN METODE TEAM TEACHING (KONVENSIONAL) (Studi Eksperimen Siswa Kelas X MA Fatahillah Lohbener Kab. Indramayu) Alif Ringga Persada; nurlaili nurlaili
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.775 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v1i2.302

Abstract

Proses pembelajaran pada pelajaran matematika biasanya didominasi oleh guru (teacher centered) dengan metode konvensional. Dari hasil observasi di MA Fatahillah Lohbener,dalam pembelajarannya siswa merasa jenuh/bosen, tidak termotivasi, malas berfikir dankesulitan memahami materi yang disampaikan oleh guru. Salah satu upaya untukmengatasinya yaitu dengan metode team teaching. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui hasil belajar siswa yang diberikan metode team teaching, untuk mengetahuihasil belajar siswa yang tidak diberikan metode team teaching, untuk mengetahui perbedaanhasil belajar siswa yang diberikan metode team teaching dengan yang tidak diberikanmetode team teaching (konvensional) dalam pembelajaran matematika di kelas X MAFatahillah Lohbener. Penentuan metode pengajaran secara tepat dan disesuaikan dengan materi memungkinkansiswa untuk belajar lebih baik. Metode team teaching sebagai alat bantu dalampembelajaran matematika yang membuat siswa menjadi aktif dan memotivasi siswa dalambelajar.Berdasarkan hasil penelitian sebagai berikut: hasil belajar matematika siswa yang diberikanmetode team teaching menunjukan kategori baik dengan skor rata-rata eksperimen yaitusebesar 77,33. Hasil belajar matematika yang tidak diberikan metode team teachingmenunjukan kategori cukup dengan skor rata-rata hasil kontrol yaitu 63,33. Sedangkananalisis uji hipotesis diperoleh dengan df = 58 ttabel (2,002), thitung (6,879) sehingga thitung > ttabel atau 6,879 > 2,002 dengan nilai sig.(2-tailed) 0,000 < 0,05 maka Ho ditolakdan Ha diterima artinya terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa yangdiberikan metode team teaching dengan yang tidak diberikan metode team teaching.Kata Kunci: Team Teaching, Konvensional
PENGARUH AKTIVITAS BELAJAR TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA di MTs.SALAFIYAH KOTA CIREBON mohamad hamzah; nur komariah mahmudah
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.763 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v1i2.293

Abstract

Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian aktivitas guru dan siswa.Keaktivan siswa dalam proses pembelajaran akan menyebabkan interaksi yang tinggi antara guru dengan siswaataupun dengan siswa itu sendiri. Hal ini akan mengakibatkan suasana kelas menjadi segar dan kondusif,dimana masing - masing siswa dapat melibatkan kemampuannya semaksimal mungkin. Penelitian ini dilakukankarena pentingnya aktivitas belajar itu sendiri dalam pembelajaran. Aktivitas belajar siswa selama mengikutipembelajaran, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman, penguasaan materi serta prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran matematika, tingkatpemahaman konsep matematika siswa dalam menyelesaikan soal dan untuk mengetahui seberapa besarpengaruh aktivitas belajar terhadap pemahaman konsep matematika siswa di kelas VII MTs Salafiyah KotaCirebon. Kerangka pemikiran dalam penelitian ini adalah aktivitas belajar merupakan segala aktivitas yang bersifat fisikmaupun mental. Ketika siswa dapat menyeimbangkan kedua aktivitas ini dalam pembelajarannya maka siswaitu akan mendapatkan hasil belajar yang optimal. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, sedangkan metodepenelitiannya menggunakan metode deskriptif. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan data populasi yakniseluruh kelas VII MTs Salafiyah kota Cirebon. Variabel penelitiannya berupa aktivitas belajar dan pemahamankonsep matematika siswa. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan tes. Setelahdata diperoleh, kemudian dilakukan analisis data.berupa uji validitas, reliabilitas, daya beda dan indekskesukaran dengan menggunakan software ANATES. Selanjutnya dilakukan uji prasyarat, uji korelasi, ujikelinieran regresi, koefesien determinan serta uji hipotesis dengan menggunakan PASW 18. Dari hasil penelitian yang diperoleh dari lembar observasi menunjukkan bahwa aktivitas belajar tergolongsedang dengan skor rata-rata 64.55 dan hasil tes pemahaman konsep matematika siswa juga tergolong sedangdengan skor rata-rata 65,925. Hasil penelitian jga menunjukkan bahwa aktivitas belajar berpengaruh positifterhadap pemahaman konsep matematika siswa. Hal ini ditunjukan dengan analisis regresi, sehingga diperolehpersamaan regresi =2.536+0.982 . Nilai koefisien korelasinya adalah 0,924 yang menunjukkan tingkatkorelasi yang tinggi. Dan untuk koeffisien determinasinya adalah 85.4% yang berarti bahwa pengaruh aktivitasbelajar terhadap pemahaman konsep matematika siswa sebesar 85.4%, sedangkan sisanya 14,6% dipengaruhioleh faktor lain selain aktivitas belajar. Kata Kunci : Keaktifan, Interaksi 
PENGARUH PENGUASAAN TEOREMA PYTHAGORAS TERHADAP KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL GARIS SINGGUNG LINGKARAN KELAS VIII SMPN 1 LEUWIMUNDING Arif Muchyidin; ahmad hildan fidian amin
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.391 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v1i2.298

Abstract

Matematika merupakan cabang mata pelajaran yang luas cakupannya dan bukan hanya sekedar bisa berhitung atau memasukan rumus saja tetapi mencakup beberapa kompetensi yang menjadikan siswa tersebut dapat memahami dan mengerti tentang konsep dasar matematika. Materi-materi dalam pelajaran matematika ini saling menunjang satu samalainnya, sehingga siswa dapat denganmudah memahami suatu materi jika memahami materisebelumnya. Misalnya, secara teori adanya suatu yang berkaiatan antara materi teoremaPythagoras dan materi garis singgung lingkaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengkaji kemampuan siswa kelas VIII SMPN 1 Leuwimunding dalam penguasaan konsepteorema Pythagoras dan kemampuan menyelesaikan soal-soal garis singgung lingkaran serta untuk mengkaji seberapa besar pengaruh penguasaan teorema Pythagoras terhadap kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal garis singgung lingkaran. Dalammempelajari materi garis singgung lingkaran, siswa membutuhkan materi dasar yang dapatmenopang dan memudahkan siswa untuk memahami materi tersebut. Teorema Pythagorasmerupakan salah satu materi dasar yangsangat erat kaitannya dengan materi garis singgung lingkaran. Sehingga kemampuan menyelesaikan soal-soal garis singgunglingkaran siswa akan sangat dipengaruhi oleh penguasaan siswa tentang materi teoremaPythagoras.Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu tes. Populasi dalampenelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Leuwimunding.Adapunpengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling, yang kemudian diperoleh kelas VIII H sebagai sampel penelitian. Dalam penelitian ini terdapat duavariabel, yaitu penguasaan teorema Pythagoras sebagai variabel bebas dan kemampuanmenyelesaikan soal-soal garis singgung lingkaran sebagai variabel terikat. Hasil penelitianmenunjukan bahwa penguasaan teorema Pythagoras kelas sampel SMP Negeri 1Leuwimunding sedang dengan nilai rata-rata tes sebesar 50,71. Sedangkan kemampuanmenyelesaikan soal-soal garis singgung lingkaran sangat rendah dengan perolehan nilai ratarata48,45.Terdapatpengaruhyangsignifikanantara penguasaan teorema Pythagoras terhadap kemampuan menyelesaikan soal-soal garis singgung lingkaran dengan perolehan thitung > tatau 8,382 > 2,021. Atau dengan melihat tabel koefisien dari hasil perhitunganSPSS diperoleh nilai Sig. (0,000) <α (0,05). Besarnya pengaruh penguasaan teoremaPythagoras terhadap kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal garis singgunglingkaran sebesar 63,6%, yang ditunjukan oleh besarnya koefisien determinasi. Berdasarkanpenelitian tersebut diperoleh bahwa terdapat hubungan yang kuat antara penguasaanteorema Pythagoras dengan kemampuan menyelesaikan soal-soal garis singgung lingkaran.Atau dengan kata lain, penguasaan teoremaPythagoras mempunyai pengaruh yangsignifikan terhadap kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal garis singgunglingkaran.Kata Kunci: Teorema Pythagoras, Garis singgung lingkaran tabel 
HUBUNGAN SUPERVISI GURU DENGAN KOMPETENSI PENGAJARAN MATEMATIKA DI MGMP SMP MATEMATIKA RAYON 1 KOTA CIREBON suklani suklani; erry wahyudi
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1673.045 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v1i2.303

Abstract

Supervisi guru adalah pembinaan terprogram yang dilakukan oleh suatu lembaga atau organisasi. MGMP selaku pelaksana pembinaan terhadap guru, bertugas memberikanmasukan, arahan, pencerahan, dan motivasi pada guru. Guru selaku objek supervisi dituntutuntuk mengembangkan kompetensi pengajaran yang dimiliki guna diterapkan di sekolah.Supervisi guru dan kompetensi pengajaran berhubungan satu sama lain. Oleh karena itupeneliti tertarik terhadap supervisi guru di MGMP SMP Matematika Rayon 1 Kota Cirebondan hubungannya dengan kompetensi pengajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui respon guru terhadap supervisi guru, kompetensi pengajaran matematika, dankorelasi antara supervisi guru dengan kompetensi pengajaran matematika. Pengumpulandata penelitian menggunakan pendekatan empirik dengan teknik observasi dan angket yangtelah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwasupervisi yang dilakukan guru dikategorikan baik. Hal ini diperkuat dengan nilai rata-rataangket mencapai 87,995 serta rata-rata kompetensi pengajaran matematika mencapai86,596. Perhitungan nonparametrik korelasi Spearman hubungan antara supervisi gurudengan kompetensi pengajaran matematika menunjukkan korelasi yang sedang dengan nilairxy = 0,571.Berdasarkan hasil uji hipotesis, diperoleh nilai thitung = 3,703 dan t = 2,086.Dengan kata lain -2,086 < 3,703 < 2,086. Hal ini menunjukkan bahwa t berada di luarttabel yang berarti H0 ditolak dan Hahitung diterima. Hasil perhitungan juga menunjukkan r =0,571 dengan r = 0,444. Dengan kata lain -0,444 < 0,571 < 0,444. Dapat disimpulkanbahwa terdapat korelasi yang signifikan antara supervisi guru dengan kompetensipengajaran matematika di MGMP SMP Matematika Rayon 1 Kota Cirebon. tabelKata kunci : supervisi, kompetensi tabelhitung
HUBUNGAN POLA BERPIKIR LOGIS DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA (Studi Kasus di SMA N 1 Rajagaluh Majalengka) indah nursuprianah; Fitriyah fitriyah
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.66 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v1i2.294

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan hasil wawancara dengan guru matematika di SMA Negeri 1 Rajagaluh, bahwa dalampembelajaran dikelas lebih menekankan pada kecerdasan logis-matematis, yaitu dengan membiasakan anakmenggunakan pola berpikir logis dalam setiap melakukan kegiatan belajarnya. Dengan berpikir logisdiharapkan siswa mampu memahami konsep-konsep, melakukan refleksi, abstraksi, formalisasi, dan aplikasi.Namun tidak demikian yang terjadi di SMA Negeri 1 Rajagaluh, siswa kurang mampu memahami konsepkonsep,dayanalarsiswarendah,dansiswakurangmampumenyelesaikansuatupermasalahanyangkompleks.Halinilahyangmenjadi permasalahan dalam penelitian penulis, adakah hubungan pola berpikir logis denganhasil belajar matematika siswa. Penelitian ini dilakukan di SMA N 1 Rajagaluh, dengan tujuan untukmengetahui kemampuan pola berpikir logis siswa kelas XII SMA Negeri 1 Rajagaluh, mengetahui hasil belajarmatematika siswa kelas XII di SMA Negeri 1 Rajagaluh, dan mengetahui hubungan keduanya pada siswa kelasXII di SMA Negeri 1 Rajagaluh.Metode penelitian skripsi ini yaitu dengan pendekatan kuantitatif berjenis korelasional. Populasi target dalampenelitian ini adalah siswa kelas XII SMA Negeri 1 Rajagaluh Kab. Majalengka yang berjumlah 305 siswa.Sampel dalam penelitian ini adalah satu kelas yaitu kelas XII IPA 2 yang berjumlah 36 siswa. Adapun teknikyang digunakan yaitu dengan menggunakan teknik purposive sampling, peneliti hanya mengambil 30 siswa dari36 siswa untuk dijadikan sampel karena sudah representatif. Variabel dalam penelitian ini adalah pola berpikirlogis dengan Hasil belajar matematika siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes dandokumentasi. Setelah data diperoleh, analisis data menggunakan uji korelasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pola berpikir logis yang dimiliki siswa tinggi dengan memperolehnilai rata-rata 76,13. Hasil belajar matematika siswa menunjukkan kategori sangat baik berdasarkan skor rataratahasil belajar matematika siswa yaitu sebesar 81,73. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,876 menunjukkanhubungan yang sangat kuat. kemudian nilai koefisien korelasi dengan menggunakan analisis uji hipotesisdiperoleh thitung = 9,610 sedangkan ttabel = 1,701. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa thitung> ttabel, maka berdasarkan kriteria uji H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya ada hubungan yang signifikanantara pola berpikir logis dengan hasil belajar matematika siswa SMA Negeri 1 Rajagaluh.Kata Kunci : logis matematis, kompleks

Page 1 of 2 | Total Record : 11