cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi
ISSN : 2087085X     EISSN : 25495623     DOI : -
Core Subject : Social,
Komuniti : Jurnal Komuniti is a scientific journal that publishes scientific research papers/articles or reviews in the field of Communication and Media. The scope of this journal includes communication as social science, mass communication, technology communication, communication and networking, media and communication.
Arjuna Subject : -
Articles 234 Documents
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA PADA FATWA PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH: Studi Kasus di Universitas Muhammadiyah Surakarta Nieldya Nofrandilla
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume VI, No. 1, Maret 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v6i1.19756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat efektivitas komunikasi lintas budaya (multikultur) pada fatwa yang dikeluarkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah terkait penetapan 1 Syawal pada dosen dan karyawan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Penelitian ini termasuk case study tipe holistic dengan pengisian kuisioner oleh dosen dan karyawan UMS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fatwa yang ditetapkan Muhammadiyah terkait penetapan 1 Syawal terbukti cukup efektif diterapkan di lingkungan Muhammadiyah, meskipun dosen dan karyawan UMS tidak semuanya berafiliasi dengan organisasi Muhammadiyah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa fatwa tersebut berhasil meyakinkan dosen dan karyawan baik yang berafiliasi dengan Muhammadiyah dan non-Muhammadiyah.
PENGGUNAAN MEDIA DIGITAL SEBAGAI PANGGUNG KONSER MUSIK KOREA DI MASA PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS KONSER ONLINE BTS) Yasya Nuril Alima; Shafira Farah Ramadhanty
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 14, No. 2, September 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v14i2.18904

Abstract

Pandemi COVID-19 memberikan dampak yang mengakibatkan industri musik merosot. Akibat dari hal tersebut, beberapa konser dan live music terpaksa dibatalkan. Hal ini juga menyebabkan para musisi kehilangan pekerjaan dan penggemar yang kecewa. Namun, di sisi lain, industri musik Korea memanfaatkan media digital sebagai alternatif lain untuk menyelenggarakan konser musik. Hal ini dibuktikan dengan kesuksesan grup boyband BTS yang telah melakukan beberapa konser musik secara online. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana industri musik Korea memanfaatkan penggunaan media digital sebagai panggung konser musik Korea selama pandemi COVID-19 dalam studi kasus konser online BTS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretatif serta teknik analisis yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian yang didapat adalah konser musik online BTS diselenggarakan melalui aplikasi Weverse Shop sebagai bentuk media baru. Pemanfaatan media digital tersebut memudahkan penggemar BTS (ARMY) karena Weverse Shop menyediakan informasi secara detail mulai dari pembelian tiket konser online hingga kemudahan untuk mengakses live streaming.
MEMAHAMI PEMAKNAAN SELF DISCLOSURE MELAUI PENGALAMAN PARA PENGGUNA AKUN PSEUDONIM DI TWITTER Intan Putri Cahyani; Hanifah Syaikhah; Aniek Irawati
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 14, No. 2, September 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v14i2.18012

Abstract

Berbeda dengan media sosial lainnya, konsep “look at this” pada twitter berimplikasi pada peningkatan pengguna secara signifikan. Munculnya akun pseudonim menjadi bukti bahwa twitter menjadi tempat yang nyaman untuk berinteraksi dan membangun hubungan melalui pengungkapan diri. Menggunakan identitas samaran, pemilik akun pseudonim ini bebas berselancar di dunia Twitter sekaligus mengekspresikan diri mereka.  Melibatkan tujuh orang informan yang merupakan pengguna akun pseudonim jenis roleplay account, fangirling account dan cyber account, penelitian ini bertujuan untuk memahami pemaknaan self disclosure melalui pengalaman para pengguna akun pseudonim di Twitter. Studi deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi ini menggunakan wawancara mendalam sebagai teknik pengumpulan data utama. Beradasarkan hasil penelitian, akun pseudonim dimaknai oleh penggunanya sebagai akun setengah anonim yang tidak menggunakan nama asli dan foto profil asli juga tidak membeberkan identitas pribadinya seara terang-terangan namun mereka tetap membagikan cerita kehidupannya melalui akun samaran tersebut. Makna dari fenomena self disclosure melalui akun pseudonim Twitter diartikan sebagai suatu kegiatan menyalurkan perasaan, emosi yang sedang dirasakan dan segala hal tentang dirinya yang tidak diketahui oleh orang sekitar di kehidupan nyata melalui sebuah media yang dianggap sebagai tempat  atas keterbukaan diri atau pelarian dari kehidupan nyata. Pengguna akun pseudonim Twitter menambahkan bahwa menggunakan akun pseudonim saat ini berubah dari kebiasaan menjadi seperti kewajiban.  Salah satu aktivitas para pengguna akun pseudonim ialah pengungkapan diri   yang dilakukan secara tulisan ataupun visual melalui cuitan yang diunggah dalam bentuk kata-kata foto, ataupun meme. Pengungkapan diri juga terjadi melalui pesan pribadi menggunakan fitur direct message.
PENGARUH BERITA LONJAKAN KASUS COVID-19 PADA AKUN INSTGRAM KEMENKES_RI TERHADAP MINAT VAKSIN FOLLOWERS AKUN KEMENKES_RI Ayu Sari Nur Lestiyanti; Dian Purworini
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 14, No. 2, September 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v14i2.19193

Abstract

AbstrakFenomena penggunaan Instagram yang semakin merebak dimanfaatkan berbagai pihak untuk  berbagai tujuan. Dalam situasi pandemi seperti saat ini Instagram dimanfaatkan sebagai media untuk mengedukasi dan menginformasi masyarakat terkait Covid-19 dan vaksin Covid-19 . Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh terpaan berita lonjakan kasus Covid-19 pada akun Instagram kemenkes_ri terhadap minat vaksin followers akun Instagram kemenkes_ri. Teori dalam penelitian ini menggunakan teori SOR. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksplanatif. Menggunakan teknik pengambilan sampel nonprobabilitas dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan studi lapangan kegiatan survey melalui kuesioner. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisis data regresi linier sederhana. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa terpaan berita lonjakan kasus Covid-19 pada akun Intagram kemenkes_ri berpengaruh positif terhadap minat vaksin followers akun Instagram kemenkes_ri  yang diperoleh dari variabel terpaan berita lonjakan Covid-19 pada akun Instagram kemenkes_ri terhadap minat vaksin followers akun Instagram kemenkes_ri adalah sebesar 56,2% sedangkan 43,8% dari sisanya dipengaruhi oleh variabel lain.Kata kunci       : Terpaan berita, Covid-19, Instagram, Vaksin Covid-19AbstractThe phenomenon of using Instagram which is increasingly widespread is used by various parties for various purposes. In a pandemic situation like today, Instagram is used as a medium to educate and inform the public regarding Covid-19 and the Covid-19 vaccine. The purpose of this study was to find out how the influence of news of the spike in Covid-19 cases on the Ministry of Health's Instagram account on the interest in vaccines for followers of the Ministry of Health's Instagram account. The theory in this study uses the SOR theory. This study uses an explanative quantitative method. Using non-probability sampling technique with purposive sampling technique. Data collection techniques with field studies survey activities through questionnaires. The data analysis technique used is simple linear regression data analysis. The results of the study concluded that exposure to news of the spike in Covid-19 cases on the Ministry of Health's Instagram account had a positive effect on vaccine interest for followers of the Ministry of Health's Instagram account which was obtained from the variable of exposure to news of the Covid-19 spike on the Ministry of Health's Instagram account on interest in vaccines for followers of the Ministry of Health's Instagram account, which was 56, 2% while 43.8% of the rest is influenced by other variables.Keywords: News exposure, Covid-19, Instagram, Covid-19 vaccine
APLIKASI PESAN INSTAN ACCESSIBLE DI ERA KOMUNIKASI KONTEMPORER TAHUN 2022 BAGI DIGITAL NATIVES INDONESIA Al Zuhri; Heri Rahmatsyah Putra; Anhar Fazri; Miftahurrahmah Miftahurrahmah
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 14, No. 2, September 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v14i2.17729

Abstract

Artikel ini memuat penelitian tentang komparasi aplikasi pesan instan dalam menunjang aktivitas komunikasi kontemporer dengan mengambil WeChat dan WhatsApp sebagai sampel. Tujuan yang dikehendaki adalah: (1). Membandingkan dan menemukan aplikasi yang paling accessible untuk saat ini dalam memenuhi kebutuhan komunikasi dan transaksi digital natives. Tidak saja dalam transaksi pesan, tetapi juga kebutuhan lainnya seperti hiburan, belanja, transportasi, dan sebagainya; (2). Memberikan pengetahuan tentang kelebihan dan kekurangan dari WeChat dan ; (3). Membuka pikiran pembaca untuk sama-sama mendukung produk dalam negeri; (4). Memperkaya kajian media komunikasi kontemporer. Pendekatan yang dipilih di sini adalah kualitatif dengan descriptive design, sedang analisis data dilakukan melalui comparative analysis. Sementara teknik pengumpulan data ditempuh dengan participant observation, document elicitation, dan experience. Kemudian untuk keabsahan data, maka peneliti menggunakan triangulasi waktu, peneliti, dan sumber. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa WeChat lebih accessible dan dapat dihandalkan untuk menunjang keberhasilan komunikasi kontemporer umat manusia hari ini ketimbang WhatsApp. Adapun alasannya adalah WeChat terus melakukan penambahan dan pengembangan pada fitur-fiturnya yang tidak didapati pada WhatsApp diantaranya dalam hal: (1). Pemesanan online seperti hotel, taksi, tiket pesawat, kereta api, bioskop, makanan, dan lainnya; (2). Pembayaran online seperti isi pulsa, isi ulang air minum, listrik, gas, Wireless Fidelity (WiFi), telepon rumah, televisi berlangganan, belanja online, dan lainnya; (3). Transfer uang atau berkirim angpau; (4). Layanan online seperti kesehatan, publik, dan lainnya; (5). Fitur momen. WeChat telah menghadirkan beragam fungsi aplikasi lain hanya dalam satu aplikasinya yang sering dikenal dengan istilah “all in one” sehingga user tidak perlu membanjiri ponsel dengan beragam aplikasi.
MEMAHAMI BINGKAI MEDIA ONLINE DALAM NARASI HUKUMAN MATI KASUS KORUPSI BANSOS Varian Caezar Himawan Mulya; Vinisa Nurul Aisyah
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 14, No. 2, September 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v14i2.17830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana narasi hukuman mati disajikan di media massa online. Narasi hukuman mati dalam penelitian ini merujuk pada isu yang berkembang saat kasus korupsi bantuan sosial terungkap KPK tahun 2020. Narasi hukuman mati yang dibingkai media online dianalisis dengan menggunakan analisis framing konsep milik Robert N Entman. Penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian diambil dari pemberitaan media Kompas.com dan Tempo.co antara bulan Desember 2020 hingga Maret 2021. Hasil dan pembahasan penelitian melalui analisis empat unsur framing menunjukkan bahwa, pertama, Kompas.com dan Tempo.co menunjukan dukungannya dengan adanya keselarasan narasi hukuman mati untuk para koruptor bansos. Kedua, media tersebut tidak memberikan ruang untuk pihak Juliari Batubara untuk membela haknya. Walaupun terdapat kesamaan yaitu mendukung narasi hukuman mati tersebut, terdapat perbedaan dalam pengambilan data yang dilakukan oleh Kompas.com dan Tempo.co yaitu dari elemen dan latar belakang narasumber.
KEBOHONGAN ANTARPRIBADI DI ERA SELF-MEDIA Alfaro Mohammad Recoba; Nur Maghfirah Aesthetika
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 14, No. 2, September 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v14i2.18340

Abstract

Populatitas pengguna media sosial sangat berkembang pesat di Indonesia. Salah satu platform media sosial yang memiliki karakteristik sebagai era self-media ialah Tik Tok. Aplikasi tersebut menyediakan banyak fitur-fitur yang canggih serta memudahkan penggunanya untuk dapat cepat terkenal, sehingga hal tersebut dapat menimbulkan adanya kebohongan antarpribadi, di mana informasi berupa konten yang dibuat oleh pengguna tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan memahami bentuk kebohongan yang terjadi dalam Tik Tok, meliputi aktivitas informasi, perilaku, serta bagaimana pengguna mengelola citranya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah Interpersonal Deception the Theory (IDT) yang merupakan hasil kreasi dari David Buller dan Judee Burgoon. Pada penelitian ini Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mengetahui gambaran, keadaan, serta fenomena yang terjadi dilapangan kemudian mendeskripsikannya sedetail mungkin berdasarkan fakta yang ada. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam (In-depth Interview). Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa Kebohongan antarpribadi yang terjadi dalam akun Tik Tok sangat mudah dilakukan dan sangat marak terjadi karena dalam Tik Tok tidak batasan-batasan yang ketat terkait konten informatif yang diproduksi. Karena pada dasaranya Tik Tok bukan merupakan platform media sosial yang khusus untuk melakukan penyebaran informasi yang real atau sebuah berita, apalagi pada akun pribadi seseorang. Akan tetapi Tik Tok telah menyediakan fitur verifikasi berupa tanda lencana biru pada akun-akun tertentu yang bisa didapatkan oleh pengguna ketika kontennya tidak melanggar panduan Tik Tok, serta kontennya dapat dipertanggung jawabkan. Sedangkan pada akun-akun yang identitasnya kurang jelas, konten-konten yang ada di dalamnya kurang bisa dipercaya sehingga pengguna harus benar-benar memperhatikan secara cermat terkait identitas akun serta konten yang diproduksi di dalamnya.
Efektivitas Instagram Sebagai Media Informasi Pondok Modern Darul Hijrah Putra Martapura Luthfi, Mohammad; Mubarak, Muhammad Taufiq
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 15, No. 2, September 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v15i2.22765

Abstract

Berdasarkan analisis phlanx.com, Instagram @pondokdarulhijrah memiliki engagement rate sebesar 4.59% dengan jumlah  9.715 followers yang berada pada rentang 5k-20k followers dengan nilai Average 2.43% dinyatakan sangat efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji seberapa efektif penggunaan Instagram sebagai media informasi pondok modern Darul Hijrah Putra mengacu pada Teori 4C Chris Heuer dengan empat indikator yaitu context, communication, collaboration, dan connection. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan populasi followers Instagram @pondokdarulhijrah sebanyak 9.715 followers. Penentuan sampel menggunakan rumus slovin dengan taraf signifikan 5% menghasilkan sampel sebesar 384 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Instagram sebagai media informasi pondok modern Darul Hijrah Putra dinyatakan sangat efektif yang ditunjukkan dengan skor 19.292 yang berada pada rentang interval 18.720 – 23.040 ( Q3-A). Indikator tertinggi dalam efektivitas media sosial ialah indikator context dengan skor grand mean 3.28.  Indikator context berada pada kategori sangat efektif dengan total skor 1.327 atau sebesar 82.52%. Indikator terendah dalam efektivitas media sosial ialah indikator connection dengan skor grand mean 3.13. Indikator connection merupakan efektivitas paling rendah dengan total skor 1.219 atau sebesar 75.81% dikategori sangat efektif. Indikator connection perlu dilakukan evaluasi dikarenakan deskriptor ini memperoleh hasil yang sangat rendah diantara tiga indikator. Agar followers dapat mencari kembali konten informasi-informasi terkait informasi perkembangan pondok harus dilakukan kedekatan yang baik antara public relations pondok modern Darul Hijrah Putra dengan followers di media sosial Instagram. Pada penelitian ini memberikan kontribusi secara teoritis terhadap pengembangan keilmuan dalam kajian media sosial juga memberikan manfaat secara praktis dalam penggunanan instagram sebagai media informasi pesantren khususunya pondok modern Darul Hijrah Putra Martapura.
Political Communication and Personal Imaging (Study of Giring Ganesha’s Political Speech at Indonesian Solidarity Party Anniversary) Markus Utomo Sukendar
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 15, No. 2, September 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v15i2.21661

Abstract

Speech delivery is a form of communication skill that aims to convey certain messages to the public. In giving speeches or giving speeches, especially in political speeches, a political party figure carries out the duties and carries out the functions of his party. The purpose of the research is to dissect the communication message conveyed by Giring Ganesha as the general chairman of PSI in the Political Speech at PSI's 7th Anniversary, as well as to find out the purpose of Giring Ganesha as a representation of PSI and the impression that is built as part of political imagery.  This research is a qualitative exploratory research, which is used to explore data so that it can provide in-depth understanding and understanding of the object of research. This study is directed to clearly describe the image formed by Giring Ganesha who is also the General Chair of the Indonesian Solidarity Party in his political speech for the 7th Anniversary of the Indonesian Solidarity Party on December 22, 2021. The research method used in this study is discourse analysis by Roger Fowler et al. According to Focault, discourse is a field of all statements, sometimes as an individualization of a group of statements, and sometimes as a regulatory practice seen from a number of statements. (1) Giring Ganesha's speech as a party representative further strengthens PSI's support for President Joko Widodo's Government and it is recognized that President Jokowi's magnetism is still very strong in gaining constituent support, especially young people. (2) As a form of modern, adaptive, intoxicated Party image.
Perspektif Komunikasi Bermediasi Komputer dalam Aplikasi Hellotalk Nisrina Khairani Imanina; Palupi Palupi
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 15, No. 2, September 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v15i2.22624

Abstract

Di era yang serba digital ini, pembelajar bahasa asing membutuhkan akses yang cepat dan bisa menjangkau berbagai materi untuk menguasai suatu bahasa secara fleksibel. Salah satu aplikasi yang memfasilitasi pembelajar bahasa asing melalui gawai adalah HelloTalk. HelloTalk adalah aplikasi belajar bahasa yang memberikan akses pada penggunanya untuk berkomunikasi langsung dengan penutur asli dan ahli bahasa dari berbagai negara. Dengan fitur aplikasi yang dikemas seperti SNS (Social Networking Service) : chatting, voice call, video call, dll, pengguna dapat berlatih bahasa yang ingin dipelajari dengan partner belajar di HelloTalk. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memahami bagaimana perspektif CMC dalam komunikasi antarpengguna aplikasi HelloTalk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif menggunakan data yang diambil dari wawancara semi-terstuktur dengan 8 informan yang merupakan 4 pasangan partner belajar di HelloTalk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif CMC yang terjadi dalam komunikasi antarpengguna di HelloTalk adalah : (1) impersonal, diidentifikasi dari komunikasi asinkron, feedback yang tertunda dan terpecahnya fokus. (2) interpersonal, diidentifikasi dari lamanya durasi waktu interaksi, adanya kesempatan untuk berinteraksi di masa depan, motivasi untuk berteman, dan penggunaan emotikon. (3) hyperpersonal, diidentifikasi dari manajemen presentasi diri di HelloTalk.Kata kunci: perspektif komunikasi bermediasi komputer, aplikasi pembelajaran bahasa, impersonal, interpersonal, hyperpersonalIn this digital era, foreign language learners need fast access to various materials to master a language flexibly. One application that facilitates foreign language learners through devices is HelloTalk. HelloTalk is a language learning app that gives access to communicate directly with native speakers and linguists from different countries. With packaged application features such as SNS (Social Networking Service): chat, voice call, and video call, among others, users can practice the language they want to learn with learning partners on HelloTalk. This research aims to understand the CMC's perspective on communication between users of the HelloTalk application. The method used in this study was qualitative descriptive, using data taken from semi-structured interviews with eight informants who were four pairs of learning partners on HelloTalk. The results showed that the CMC perspective that develops in communication between users in HelloTalk is: (1) impersonal, identified from asynchronous communication, delayed feedback, and split focus. (2) interpersonal, identified by the length of interaction time, the opportunity to interact in the future, the motivation to make friends, and the use of emoticons. (3) hyperpersonal, identified from self-presentation management on HelloTalk.Keywords: perspectives on computer-mediated communication, language learning application, impersonal, interpersonal, hyperpersonal