cover
Contact Name
Ni Luh Gde Sumardani
Contact Email
-
Phone
+6281338996609
Journal Mail Official
fapetmip@gmail.com
Editorial Address
Gd. Agrokompleks Lt.1 Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Jl. PB. Sudirman Denpasar, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Majalah Ilmiah Peternakan
Published by Universitas Udayana
ISSN : 08538999     EISSN : 26568373     DOI : https://doi.org/10.24843/MIP
Majalah Ilmiah Peternakan (MIP) diterbitkan oleh Fakultas Peternakan Universitas Udayana. MIP terbit secara berkala, tiga kali dalam setahun, pada bulan Februari, Juni dan Oktober. MIP merangkum berbagai manuskrip di bidang peternakan seperti nutrisi, produksi, reproduksi, pasca panen (pengolahan dan tekhnologi) serta sosial ekonomi bidang peternakan. Manuskrip terbuka untuk para dosen dan peneliti yang berkaitan dengan bidang peternakan, serta terbuka untuk mahasiswa S1, S2, dan S3, dengan mengikuti kaidah yang telah ditetapkan oleh MIP.
Articles 374 Documents
RESPONSE OF ADDITIONAL Moringa oleifera LEAF MEAL IN RATION CONTAINS RICE HULL SUPLEMENTED WITH STARPIG TO PRODUCTION AND EGG PHYSICAL QUALITY OF BALI DUCK Trisnadewi A. A. A. S.; I. B. G. Partama; T. G. B. Yadnya
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 23 No 1 (2020): Vol. 23 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.31 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2020.v23.i01.p02

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui respon pemberian tepung daun kelor (Moringa oleifera) dalamransum mengandung sekam padi disuplementasi Starpig terhadap produksi dan kualitas telur itik bali. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan yaitu ransum kontrol (tanpa sekam padi, tepung daun kelor, dan starpig = A), ransum mengandung 10% sekam padi (B), ransum mengandung 10% sekam padi dan tepung daun kelor (C), ransum mengandung 10% sekam padi, tepung daun kelor dan Starpig (D). Setiap perlakuan dengan empat ulangan dan setiap ulangan berisi tiga ekor itik bali betina. Variabel yang diamati adalah produksi dan kualitas telur terdiri atas konsumsi ransum, jumlah telur, hen day production, bobot telur rerata, bobot telur total, dan feed conversion rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan (B) nyata menurunkan jumlah telur dan produksi telur harian daripada pemberian perlakuan A, tetapi pemberian perlakuan C dan D nyata meningkatkan jumlah telur, produksi telur harian, bobot telur rerata, dan bobot telur total dibandingkan dengan pemberian perlakuan kontrol (A). Pemberian perlakuan B dapat meningkatkan konsumsi ransum tetapi pemberian perlakuan C dan D tidak berpengaruh terhadap konsumsi ransum. Pemberian perlakuan D nyata menurunkan FCR telur dibandingkan dengan pemberin perlakuan A. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberiantepung tepung daun kelor (Moringa oleifera) dalam ransum sekam padi disuplementasi dengan Starpig dapat memperbaiki produksi dan kualitas fisik telur itik bali.
THE PERFORMANCE OF BALI CALVES RESULTED FROMARTIFICIAL INSEMINATION USING SEMEN FROM DIFFERENT BALI BULLS Dewantari M.; A. A. Oka
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 23 No 1 (2020): Vol. 23 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.167 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2020.v23.i01.p07

Abstract

Inseminasi Buatan (IB) adalah salah satu teknologi reproduksi yang telah berhasil meningkatkan mutu genetik ternak, dan dalam waktu pendek dapat menghasilkan anak dengan kualitas baik dalam jumlah yang besar dengan memanfaatkan pejantan unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan pedet sapi bali hasil inseminasi buatan dari pejantan yang berbeda. Penelitian menggunakan data primer dan sekunder. Data sekunder berupa catatan berat lahir sapi hasil inseminasi buatan dan data primer merupakan pengukuran berat dan dimensi tubuh anak-anak sapi hasil inseminasi buatan dari pejantan berbeda. Statistik deskriptif digunakan untuk membantu memaparkan keadaan yang sebenarnya dari potensi produksi pejantan yang dipakai sebagai sumber semen sehingga diperoleh data dasar tentang potensi produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan bobot lahir pedet sapi dari pejantan berbeda, demikian juga terhadap bobot dan dimensi tubuh pedet sapi pra sapih hasil inseminasi buatan dari pejantan berbeda. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pejantan yang digunakan dalam penelitian ini mempunyai kualitas yang sama.
FINANCIAL ANALYSIS OF PIG LIVESTOCK BUSINESS WITH VARIOUS TYPES OF RANSUM (Case Study of Pig Farming in Jadi Village Tabanan Regency) Wiranata G. A.; B. R. T. Putri; D. A. Warmadewi
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 23 No 1 (2020): Vol. 23 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1068.457 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2020.v23.i01.p03

Abstract

The purpose of this study was to analyze the income of pig farm by replacing pollard treatment with rice bransupplemented with multiple mineral vitamins. The design used was a randomized block design (RBD) consisting of 4 treatments and 4 groups as replications, grouping based on body weight of pigs. The treatments used were rations using commercial concentrate and pollard (A) as controls, TBN-01 concentrate rations and pollard (B), TBN-01 concentrate rations and rice bran (C), TBN-01 concentrate rations and rice bran with mutli mineral vitamin supplementation pignox (D). The research variables are (1) management of pig husbandry management including selection of seeds, housing, feeding, labor, animal health and marketing. (2) financial analysis of pig fattening business includes total cost, revenue, profit, R/C ratio (revenue and cost ratio), BEP (Break Event Point). The results showed that based on the total cost, the business of pig farming with pollard replacement treatment with rice bran supplemented with multi mineral vitamins amounted to 0,20% (D) resulting in the largest R/C ratio of 1,51 or a percentage of profit of 51%. The conclusion of this study is that with good maintance management seen from body weight gain in treatment D of 23,75 g/head with an R/C ratio of 1,51 and lowering production cost by 1,51%.
GENE TRANSFORMATION OF ALBUMINE SUNFLOWER (Helianthus annuuss L.) WITH Agrobacterium tumefaciens VECTOR BY IN PLANTA AT SOYBEAN PLANTS Suberata I. W.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 23 No 1 (2020): Vol. 23 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.083 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2020.v23.i01.p08

Abstract

Penggunaan A. tumefaciens untuk maksud mengintroduksi DNA albumin bunga matahari ke dalam sel tanaman kedelai didasari atas kemampuan alami dari A.tumefaciens untuk mentransfer suatu fragmen yang spesifik dari DNA plasmid (T-DNA ) ke dalam sel tanaman lalu berintegrasi pada genom sel tanaman inang. Hasil kloning gen albumin yang ditumbuhkan pada bakteri E.coli selanjutnya ditransfer ke A. tumefaciens LBA4404, melalui metode triparental mating. A. tumefaciens LBA4404 (pAL4404, pSW600 ) yang dihasilkan kemudian ditransformasikan pada tanaman kedelai secara in planta. Hasil analisis transformasi pada tanaman kedelai transgenic secara in planta dapat dibuktikan dengan analisis PCR.
CHARACTERIZATION OF MORPHOMETRIC AND BODY WEIGHT BALI CATTLE AND SIMBAL IN BANGKO MERANGIN DISTRICT Zafitra A.; Gushairiyanto .; H. Ediyanto; Depison .
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 23 No 2 (2020): Vol. 23 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIP.2020.v23.i02.p04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karateristik morfometrik dan bobot badan sapi bali dan sapi simbal baik jantan maupun betina. Metode yang digunakan adalah survey. Teknik pengambilan sampel secara purpossive sampling, umur ternak yang digunakan adalah ternak umur I1 dan betina tidak dalam keadaan bunting. Jumlah sampel 60 ekor ternak sapi bali dan 60 ekor ternak sapi simbal. Data yang dihimpun: bobot badan, panjang badan, tinggi pundak, lingkar dada, dalam dada, lebar dada, tinggi pinggul, dan lingkar kanon. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t, Analisis Komponen Utama, serta analisis regresi dan korelasi. Hasil penelitian bobot badan dan ukuran-ukuran tubuh sapi bali dan sapi simbal berbeda nyata (P<0,05). Rataan bobot badan sapi bali jantan dan betina adalah 203,58 ± 18,68 kg, 190,43 ± 11,16 kg lebih rendah dari sapi simbal jantan dan betina adalah 379,883 ± 49,14 kg, 350,033 ± 31,41 kg. Faktor penentu ukuran tubuh sapi bali dan sapi simbal jantan dan betina adalah lingkar dada. Korelasi tertinggi antara ukuran-ukuran tubuh dengan bobot badan pada sapi bali dan sapi simbal jantan dan betina adalah lingkar dada. Kesimpulan, karakteristik morfometrik dan bobot badan sapi bali lebih rendah dibandingkan dengan sapi simbal.
THE EFFECT OF ADDITION CARROT ON THE LEVEL OF PREFERENCE CHICKEN NUGGETS SUSANTI A. A. R.; I. A. HENDRAWATI; S. LIKAH
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 23 No 3 (2020): Vol. 23 No. 3 (2020)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIP.2020.v23.i03.p05

Abstract

Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persentase penambahan wortel terhadap tingkat kesukaan (warna, bau, rasa, tekstur) nugget ayam. Penelitian ini dilaksanakan di KWT Sejahtera (30 orang), Desa Jeruk Sok Sok, Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso.pada bulan Juni 2020. Metode penelitian menggunakan metode rancangan acak lengkap dengan 3 kali perlakuan: penambahan wortel P1 (15%), P2 (25%), P3 (35%) dan 6 kali ulangan. Analisis data menggunakan Uji Friedman dan Uji Lanjut Indeks Efektivitas de Garmo. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan nyata (P<0,05) pengaruh persentase penambahan wortel terhadap tingkat kesukaan warna, bau dan tekstur nugget ayam dan tidak terdapat perbedaan nyata (P>0,05) pengaruh presentase penambahan wortel terhadap tingkat kesukaan rasa nugget ayam. Pada uji lanjut didapatkan bahwa perlakuan terbaik adalah perlakuan ketiga (35%) dengan skor NP 0,93. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penambahan wortel sampai 35% pada aspek rasa, bau, tekstur nugget ayam masih bisa diterima dan disukai konsumen.
IDENTIFICATION OF FACTORS AFFECTING THE INSEMINATOR PERFORMANCE IN SUPPORTING THE SUCCESS OF ARTIFICIAL INSEMINATION AT THE UPSUS SIWAB PROGRAM IN BALI Suranjaya I G.; N. P. Sarini; M. Dewantari
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 23 No 2 (2020): Vol. 23 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIP.2020.v23.i02.p05

Abstract

Penelitian dilaksanakan dengan metoda survei dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja inseminator dan keberhasilan inseminasi buatan (IB) dalam upaya menunjang program Upsus Siwab di Bali. Penetapan responden dilakukan secara purposive sampling terhadap inseminator IB di seluruh Bali. Data diperoleh dari hasil wawancara, catatan dari para inseminator dan informasi dari instansi terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan multiple regression dilanjutkan dengan step-wise untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang paling berperan. Hasil penelitian menunjukkan kinerja inseminator secara bersama-sama dipengaruhi secara nyata (P<0,05) oleh faktor umur (X1), jenjang pendidikan (X2), jumlah keluarga (X3), waktu yang tersedia (X4), lama pelatihan (X5), lama menjadi inseminator (X6), jarak lokasi (X7) dan status kepegawaian (X8). Melalui analisa step-wise, maka diperoleh jumlah ternak yang dapat di IB per periode (Y1) secara nyata dipengaruhi oleh X4, X6 dan X7 dengan persamaann Y1 = 15,35 X4+16,65 X6+28,57 X7 – 142,36 (P<0,05) dengan R2 = 0,575. Untuk servis per conception (Y2) dan conception rate (Y3) secara nyata dipengaruhi oleh X6 dengan persamaan masing-masing Y2 = 1,273 + 0,088 X6 dengan R2 = 0,375 dan Y3 = 44,49 +0,843 X6 dengan R2 = 0,364, sementara calving rate (Y4) dipengaruhi oleh X6 dan X7 dengan persamaan Y4 = 45,28+0,95X6 – 0,368X7 dengan R2 = 0,408. Dari beberapa faktor yang teridentifikasi, ternyata peubah lama menjadi inseminator atau pengalaman sebagai inseminator (X6) adalah paling berperanan terhadap kinerja inseminator untuk menunjang keberhasilan IB pada pelaksanaan program Upsus Siwab di Bali.
PRODUCTIVITY OF SEVERAL TYPES FORAGE WITH DIFFERENT PATTERNS OF PLANTING AND BIOSLURRY DOSAGE WITARIADI N. M.; N. N. C. KUSUMAWATI
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 23 No 3 (2020): Vol. 23 No. 3 (2020)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIP.2020.v23.i03.p01

Abstract

Percobaan untuk mengetahui produktivitas beberapa jenis tanaman pakan dengan pola tanam dan dosis bioslurry berbeda. Percobaan dilaksanakan di rumah kaca dan berlangsung selama 3 bulan. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola split plot dengan empat ulangan. Petak utama adalah pola tanam yaitu: Panicum maximum cv. Trichoglume (P), Clitoria ternatea (C) dan Panicum maximum cv. Trichoglume+Clitoria ternatea (PC), anak petak (subplot ) adalah dosis pupuk bioslury yaitu: 0 ton/ha (D0); 10 ton/ha (D1); 20 ton/ha (D2); dan 30 ton/ha (D3). Variabel yang diamati meliputi: tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah cabang, jumlah daun, berat kering daun, berat kering batang, berat kering akar, berat kering total hijauan, nisbah berat kering daun dengan berat kering batang, nisbah berat kering total hijauan dengan berat kering akar, dan luas daun per pot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara pola tanam dengan dosis bioslurry berbeda dalam meningkatkan produktivitas beberapa jenis tanaman pakan. Pola tanam campuran antara rumput Panicum maximum cv Trichoglume dan leguminosa Clitoria ternatea (PC) dapat meningkatkan produksi berat kering hijauan pakan. Pemberian pupuk bioslury dosis 10-30 ton/ha mampu meningkatkan produktivitas tanaman, dimana pertumbuhan dan hasil terbaik bila dipupuk dengan dosis 30 ton/ha. Dapat disimpulkan bahwa pola tanam campuran rumput dan leguminosa mampu meningkatkan produksi berat kering hijauan pakan, dimana hasil terbaik diperoleh dengan pemupukan bioslury 30 ton/ha.
RED JERINGAU (Acorus sp) AS ANTIBIOTIC SUBSTITUTE ON THE BROILER PERFORMANCES INFECTED WITH Salmonella typhimurium Tribudi Y. A.; A. Tohardi; Y. Rohayeti
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 23 No 2 (2020): Vol. 23 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIP.2020.v23.i02.p01

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak jeringau merah dalam air minum terhadap performa ayam broiler. Penelitian menggunakan 25 ekor ayam broiler strain Copp produksi PT. Japfa Comfeed Indonesia yang dipelihara sejak day old chicks sampai umur 30 hari. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini terdiri dari P1: Ayam tanpa diinfeksi Salmonella typhimurium dan tanpa pemberian ekstrak jeringau merah (kontrol positif); P2: yam diinfeksi Salmonella typhimurium, tanpa pemberian ekstrak jeringau merah (kontrol negatif); P3: Ayam diinfeksi Salmonella typhimurium + ekstrak jeringau merah 0,5 ml/kg BB; P4: Ayam diinfeksi Salmonella typhimurium + ekstrak jeringau merah 1 ml/kg BB dan P5: Ayam diinfeksi Salmonella typhimurium + antibiotik tetrasiklin 0,02% BB. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak jeringau merah pada air minum tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, pertambahan berat badan dan konversi ransum pada ayam broiler yang diinfeksi Salmonella typhimurium. Ekstrak jeringau merah taraf 1 ml/kg BB. Disimpulkan bahwa pemberian Ekstrak jeringau merah taraf 1 ml/kg BB dapat digunakan sebagai pengganti antibiotik karena tidak mempengaruhi pertambahan berat badan dan efisiensi pengunaan pakan.
THE EFFECT OF USING COCOS NUCIFERA L. AS AN INCUBATOR FOR MAKING YOGHURT ON ORGANOLEPTIC TEST MAKSUM M. M. H.; I N. S. MIWADA; S. A. LINDAWATI
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 23 No 3 (2020): Vol. 23 No. 3 (2020)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIP.2020.v23.i03.p06

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hasil uji organoleptik yoghurt yang diinkubasi menggunakan inkubator berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga Maret 2020 di Laboratorium Mikrobiologi dan Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Rancangan percobaan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan lima ulangan yaitu inkubator berupa wadah vakum biasa (toples) (P0), inkubator berupa kelapa hijau muda (Cocos nucifera L.) tanpa daging (P1), dan inkubator berupa kelapa hijau muda (Cocos nucifera L.) berisi daging (P2). Variabel yang diamati meliputi warna, aroma, citarasa, tekstur, dan penerimaan keseluruhan. Hasil uji organoleptik dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis dan apabila terdapat perbedaan nyata (P<0,05), maka dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian pada kesukaan panelis terhadap warna, aroma, citarasa dan penerimaan keseluruhan yoghurt pada perlakuan P0, P1, dan P2 menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (P>0,05). Nilai kesukaan panelis terhadap tekstur yoghurt pada perlakuan P1 tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan semua perlakuan, namun perlakuan P0 berbeda nyata (P<0,05) dengan perlakuan P2. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa panelis lebih menyukai tekstur yoghurt pada perlakuan P2. Penggunaan inkubator berupa kelapa hijau muda (Cocos nucifera L.) berisi daging memberikan nilai terbaik pada uji orgenoleptik yoghurt.

Filter by Year

2004 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 1 (2024): Vol. 27 No. 1 (2024) Vol 26 No 3 (2023): Vol. 26 No. 3 (2023) Vol 26 No 2 (2023): Vol. 26 No. 2 (2023) Vol 26 No 1 (2023): Vol. 26 No. 1 (2023) Vol 25 No 3 (2022): Vol. 25 No. 3 (2022) Vol 25 No 2 (2022): Vol. 25 No. 2 (2022) Vol 25 No 1 (2022): Vol 25, No 1 (2022) Vol 24 No 3 (2021): Vol. 24 No. 3 (2021) Vol 24 No 2 (2021): Vol. 24 No. 2 (2021) Vol 24 No 1 (2021): Vol. 24 No. 1 (2021) Vol 23 No 3 (2020): Vol. 23 No. 3 (2020) Vol 23 No 2 (2020): Vol. 23 No. 2 (2020) Vol 23 No 1 (2020): Vol. 23 No. 1 (2020) Vol 22 No 3 (2019): Vol. 22 No.3 (2019) Vol 22 No 2 (2019): Vol. 22 No.2 (2019) Vol 22 No 1 (2019): Vol. 22 No.1 (2019) Vol 21 No 3 (2018): Vol 21, No 3 (2018) Vol 21 No 2 (2018): Vol 21, No 2 (2018) Vol 21 No 1 (2018): Vol 21, No 1 (2018) Vol 20 No 1 (2017): Vol 20, N0 1 (2017) Vol 20 No 3 (2017): Vol 20, No 3 (2017) Vol 20 No 2 (2017): Vol 20, No 2 (2017) Vol 19 No 3 (2016): Vol 19, No 3 (2016) Vol 19 No 2 (2016): Vol 19, No 2 (2016) Vol 19 No 1 (2016): Vol 19, No 1 (2016) Vol 18 No 3 (2015): Vol 18, No 3 (2015) Vol 18 No 2 (2015): Vol 18, No 2 (2015) Vol 18 No 1 (2015): Vol 18, No 1 (2015) Vol 17 No 3 (2014): Vol 17, No 3 (2014) Vol 17 No 2 (2014): Vol 17, No 2 (2014) Vol 17 No 1 (2014): Vol 17, No 1 (2014) Vol 16, No 1 (2013) Vol 15, No 1 (2012) Vol 14, No 1 (2011) Vol 13, No 3 (2010) Vol 13 No 1 (2010) Vol 12 No 3 (2009) Vol 11 No 1 (2008) Vol 10 No 3 (2007) Vol 10 No 2 (2007) Vol 10 No 1 (2007) Vol 9 No 3 (2006) Vol 9 No 2 (2006) Vol 9 No 1 (2006) Vol 8 No 3 (2005) Vol 8 No 2 (2005) Vol 8 No 1 (2005) Vol 7 No 2 (2004) More Issue