cover
Contact Name
Ni Luh Gde Sumardani
Contact Email
-
Phone
+6281338996609
Journal Mail Official
fapetmip@gmail.com
Editorial Address
Gd. Agrokompleks Lt.1 Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Jl. PB. Sudirman Denpasar, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Majalah Ilmiah Peternakan
Published by Universitas Udayana
ISSN : 08538999     EISSN : 26568373     DOI : https://doi.org/10.24843/MIP
Majalah Ilmiah Peternakan (MIP) diterbitkan oleh Fakultas Peternakan Universitas Udayana. MIP terbit secara berkala, tiga kali dalam setahun, pada bulan Februari, Juni dan Oktober. MIP merangkum berbagai manuskrip di bidang peternakan seperti nutrisi, produksi, reproduksi, pasca panen (pengolahan dan tekhnologi) serta sosial ekonomi bidang peternakan. Manuskrip terbuka untuk para dosen dan peneliti yang berkaitan dengan bidang peternakan, serta terbuka untuk mahasiswa S1, S2, dan S3, dengan mengikuti kaidah yang telah ditetapkan oleh MIP.
Articles 374 Documents
THE EFFECT OF ESSENTIAL AMINO ACIDS USE IN CORN-POLLARD BASE RATIONS ON BALI PIGS PERFORMANCE Wibawa A. A. P.; I K. Sumadi
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 22 No 3 (2019): Vol. 22 No.3 (2019)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.089 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2019.v22.i03.p02

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi campuran asam aminoesensial (lisin, metionin dan triptofan) dalam ransum tradisional berbasis jagung-polar pada babi bali selama16minggu . Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuandan setiap perlakuan terdapat 4 kali ulangan, sehingga dalam penelitian ini menggunakan 3×4 ekor = 12 ekor babibali jantan lepas sapih. Perlakuan yang dicobakan kepada babi bali lepas sapih adalah perlakuan P0: ransum dasarcampuran jagung dan pollard; P1: Ransum P0 + campuran asam-asam amino lisin, metionin dan triptofan; danP2: ransum standar. Variabel penelitian meliputi berat badan awal, berat badan akhir, petambahan berat badan,konsumsi ransum dan konversi ransum (FCR). Data dianalisis dengan sidik ragam bila terdapat perbedaan yangnyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi campuran asamasamamino lisin, metionin dan triptofan dapat meningkatkan secara nyata konsumsi ransum 13%, berat badan akhir18%, pertambahan berat badan 27% dan menurunkan FCR 11,61% dibandingkan dengan ransum tradisional Dapatdisimpulkan bahwa suplementasi campuran asam-asam amino lisin, metionin dan triptofan dapat meningkatkankonsumsi ransum, berat badan akhir, pertambahan berat badan dan menurunkan FCR.
OPTIMALIZATION OF THE UTILIZATION OF RICE STRAW AS THE BASIC FEED OF BALI FATTENING CATTLE THROUGH AMMONIATION AND BIOFERMENTATION TREATMENT WITH MICROBA Partama I. B. G.; I G. N. G. Bidura; D. P. M. A. Candrawati
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 22 No 3 (2019): Vol. 22 No.3 (2019)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.016 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2019.v22.i03.p07

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan di Gianyar-Bali, untuk mengoptimalkan pemanfaatan jerami padi sebagai pakandasar sapi bali penggemukan melalui perlakuan amoniasi dan biofermentasi dengan Starbio dan Trichodermavirideae. Rancangan acak kelompok digunakan dalam percobaan ini yang terdiri atas empat perlakuan dan tigablok sebagai ulangan dengan 1 unit percobaan adalah 1 ekor sapi bali jantan. Perlakuan pertama adalah ransumkontrol yang terdiri atas jerami padi tanpa perlakuan diberikan secara ad libitum + complete feed sebanyak 1.5%dari bobot hidup sapi. Perlakuan kedua, ketiga, dan keempat adalah sama dengan ransum kontrol tetapi jerami padidiberi perlakuan berturut-turut amoniasi urea, biofermentasi dengan starbio, dan Trichoderma virideae. Peubahyang diamati meliputi konsumsi ransum, deposisi nutrien, retensi energi, pertambahan bobot hidup sapi danfeed conversion ratio (FCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi bahan kering ransum kontrol nyatalebih tinggi daripada ransum dengan jerami padi yang diberi perlakuan biofermentasi mikroba. Namun demikian,deposisi nutrien (lemak dan protein), retensi energi dan pertambahan bobot hidup sapi lebih tinggi pada ransumberbasis jerami padi yang diberi perlakuan amoniasi urea dan biofermentasi dengan starbio maupun denganTrichoderma virideae. Dari keempat perlakuan tersebut, ternyata jerami padi yang diberi perlakuan amoniasiurea memberikan hasil paling baik dengan pertambahan bobot hidup sapi paling tinggi (0,53 vs 0,47, 0,46, dan0,41 kg/ekor/hari). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jerami padi dengan amoniasi ureamemberikan pemanfaatan secara optimal sebagai pakan dasar sapi bali penggemukan.
STUDY OF OFFERING DIETS CONTAINING RICE HULL, MONOSODIUM GLUTAMAT SUPPLEMENTED WITH EFFECTIVE MICROORGANISMS-4 (EM-4) OF THE CARCASS AND MEAT QUALITY OF THE CAMPBELL DUCKS yadnya T. G. B; I M. Nuriyasa; N. M. S. Sukamawati; A. A. A. S. Trisnadewi
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 22 No 3 (2019): Vol. 22 No.3 (2019)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.421 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2019.v22.i03.p03

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengatahui pemberian ransum dengan sumber serat yang berbeda denganMonosodium Glutamat disuplementasi Effective Microorganisms-4 (EM-4) terhadap karkas dan kualitas dagingitik Campbell. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), dengan empat perlakuan yaitu pemberianransum kontrol (A), ransum dengan 4,54% sekam padi, 3,36% MSG, dan EM-4 (B), Ransum dengan 5,97% sekampadi, 5,94% MSG, dan EM-4 (C), dan ransum dengan 6,94% sekam padi, 6,36% MSG dan EM-4 (D). Setiapperlakuan dengan empat ulangan, dan setiap ulangan berisi empat ekor itik Campbell. Variabel yang diamati adalahbobot karkas, persentase karkas dan kualitas daging termasuk kadar air, daya ikat air, dan pH. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pemberian perlakuan B dan C bobot potong masing-masing adalah 18,18% dan 10,38%berpengaruh nyata, sedangkan dengan perlakuan D tidak berpengaruh terhadap bobot karkas dibandingkandengan perlakuan A. Pemberian perlakuan B, C, dan D tidak berpengaruh terhadap persentase karkas. Pemberianperlakuan B, C, dan D dapat meningkatkan persentase daging dan tulang, sedangkan pada persentase lemak karkasterjadi penurunan secara nyata daripada perlakuan A. Penilaian kualitas daging secara obyektif, pada pemberianperlakuan B, C, dan D tidak berpengaruh terhadap pH dan kadar air daging, sedangkan pada daya ikat air terjadipeningkatan berbeda nyata dibandingkan dengan pemberian perlakuan A. Penilaian kualitas daging secaraorganoleptik, pada pemberian perlakuan B, C dan D dapat meningkatkan secara nyata aroma, cita rasa dan tekstur,kecuali pada perlakuan C dan D tidak berpengaruh terhadap cita rasa daripada pemberian perlakuan A. Dari hasilpenelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ransum dengan 4,94% sekam padi dan 3,36% MSG dan EM-4(perlakuan B) menghasilkan karkas dan kualitas daging yang terbaik diantara perlakuan.
SUPPLEMENTATION OF PROBIOTICS Saccharomyces spp.KB-13 IN DIETS ON EGG PRODUCTIONS, EGG CHARACTERISTICS, AND YOLK CHOLESTEROL IN EGG OF LOHMANN BROWN LAYING HENS I G. N. G. Bidura
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 22 No 3 (2019): Vol. 22 No.3 (2019)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.665 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2019.v22.i03.p08

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menentukan efek dosis Saccharomyces spp.Kb-13 (isolasi dari cairan rumenkerbau) sebagai probiotik pada kinerja produksi, karakteristik kualitas telur, dan kadar kolesterol kuning telurayam Lohmann Brown. Seratus dua puluh ayam petelur Lohmann Brown umur 72 minggu digunakan dalampercobaan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 macam perlakuan, yaitu: S0: tanpa pemberian probiotik; S1:Dengan penggunaan 0,10% Saccharomyces spp.Kb-13; S2: dengan penggunaan 0,20% Saccharomyces spp.Kb-13;and S3: dengan penggunaan 0,30% Saccharomyces spp.Kb-13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberianSaccharomyces spp.Kb-13 secara nyata (P<0,05) dapat meningkatkan berat telur total, efisiensi penggunaanpakan, warna kuning telur, persentase kuning dan kulit telur, dan ketebalan cangkang. Suplementasi probiotik kedalam diets ternyata tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, indek telur, HU, dan BJ telur.Administrasi 0,20-0,30% Saccharomyces spp.Kb-13 menghasilkan kadar kolesterol kuning yang lebih rendah(P<0,05). Disimpulkan bahwa penerapan dalam diet 0,20-0,30% Saccharomyces spp.Kb-13 meningkatkan massatelur, efisiensi pakan, warna kuning telur, persentase kuning telur dan kulit telur, dan ketebalan cangkang telur,serta menurunkan kadar kolesterol dalam yolk pada ayam petelur Lohmann Brown
HAMBATAN DAN PELUANG PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PETERNAKAN KAMBING DI KABUPATEN TABANAN, PROVINSI BALI Doloksaribu L.; I. G. N. Kayana; M. Dewantari; G. A. M. K. Dewi
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 22 No 3 (2019): Vol. 22 No.3 (2019)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.6 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2019.v22.i03.p04

Abstract

This study was undertaken to establish a database as consideration for improving goat production in TabananRegency. A survey was conducted from April to September 2018 on 38 smallholder goat farmers integrated withcommodity plantations, owning 142 goats. Data were used to measure constraints to, challenges of, and opportunitiesfor improving goat production, through a hybrid method of Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats andAnalytic Hierarchy Process analyses. Problem priority faced was the competition between average numbers of 2.0± 0.1 family labourers aged 38.8 ± 2.1 years who cultivated average 0.9 ± 0.1 hectare of commodity plantationsintegrated with flock size of 2.5 ± 0.2 goats per household. Goats were housed in battery systems and fed forage.About 33% farmers had just sold all or portion of their goats due to the busy activity of clove and coffee harvestingin July-September and time consuming for cut and carry forage while commercial concentrates were not given totheir goats. Recommendation taken was to providing Pennisetum purpureum silage as sustainable feed resource forgoats thus improved the nutritious content of feed particularly during dry season where feed was limited or duringharvesting and Bali Hindu ceremonies where family labourer was limited.
NAKED NECK CHICKEN: HISTORY, CHARACTERISTIC, AND CONSERVATION Kostaman T.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 23 No 1 (2020): Vol. 23 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.613 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2020.v23.i01.p04

Abstract

Ayam leher gundul adalah ayam asli/lokal Indonesia yang belum banyak diketahui informasinya dalam halsejarah, potensi, dan karakteristik; sehingga belum dimanfaatkan secara optimal. Ciri yang paling menonjoldari ayam leher gundul adalah tidak mempunyai bulu dibagian lehernya. Untuk mempertahankannya, metode konservasi yang telah dilakukan oleh Balai Penelitian Ternak (Balitnak) adalah dengan memelihara ternak hidup, akan tetapi dengan keterbatasan sarana dan prasarana tidak dapat dilanjutkan. Data performan ayam leher gundul yang dipelihara di Balitnak sudah terkumpul dan ditabulasi. Alternatif konservasi yang dilakukan oleh Balitnak untuk mempertahankan plasma nutfah ayam leher gundul adalah berupa primordial germ cell (PGC) yang dibekukan pada suhu -196 oC yang sewaktu-waktu dibutuhkan dapat ditransfer ke embrio resipien. Sumber PGC yang di koleksi adalah dari darah dan gonad embrio. Berdasarkan potensi yang dimilikinya, ayam leher gundul memiliki performan yang baik, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai ayam lokal penghasil daging dan telur. Tulisan ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai data pendukung bagi upaya pelestarian dan pengembangan ayam-ayam lokal yang ada di Indonesia, khususnya ayam leher gundul dan umumnya ayam-ayam lokal Indonesia lainnya.
Cover and Table Content admin MIP
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 23 No 1 (2020): Vol. 23 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.71 KB)

Abstract

-
CONCENTRATION OF LACTIC ACID, AMMONIA AND PH OF CASSAVA WASTE SILAGE PROVIDING DIFFERENT LEVEL OF MOLLASES M. Ridwan; D. Saefulhadjar; I. Hernaman
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 23 No 1 (2020): Vol. 23 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.975 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2020.v23.i01.p05

Abstract

Penelitian bertujuan untuk melakukan pengawetan limbah perkebunan singkong dengan menggunakan aditif molases. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Data yang dihasilkan dianalisis sidik ragam pada taraf ? = 0,5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Perlakuan berupa tingkat penggunaan molases pada level 0% (P0), 2% (P1), 4% (P2), dan 6% (P3). Hasil menunjukkan konsentrasi asam laktat meningkat signifikan (P<0,05), sedangkan konsentrasi ammonia menurun seiring dengan meningkatnya penggunaan molases. Hubungan antara asam laktat dengan pH menunjukkan korelasi negatif dengan persamaan regresi adalah y = -0,3634X+6,0886 dan nilai korelasi (r) sebesar 0,65, sedangkan hubungan antara pH dengan kadar ammonia menghasilkan persamaan regresi y = 1,9835X–0,2064 dengan nilai korelasi r yaitu 0,64. Hasil penelitian disimpulkan bahwa molases dapat meningkatkan kadar asam laktat, namun menurunkan nilai pH dan ammonia serta penggunaan sebanyak 2% memberikan proses ensilase yang optimal.
GENETIC PARAMETERS ESTIMATES OF PREWEANING GARUT SHEEP IN UPTD-BPPTDK MARGAWATI GARUT Haya A. K.; Asep Anang; Denie Heriyadi
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 23 No 1 (2020): Vol. 23 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.974 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2020.v23.i01.p01

Abstract

Pengembangan sumber daya genetik ternak lokal penting dilakukan untuk memenuhi permintaan dagingdomba yang tinggi di Indonesia khususnya Jawa Barat melalui kegiatan seleksi bibit unggul Domba garut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai parameter genetik sifat-sifat prasapih Domba garut. Sifat-sifat yang dianalisis pada penelitian ini yaitu bobot lahir (B0), bobot 30, 60, 90 hari (B30, B60, B90), dan bobot sapih pada 100 hari (B100) Domba garut di UPTD-BPPTDK Margawati Garut yang berasal dari 104 ekor pejantan, 1.809 ekor induk, 2.921 ekor anak domba jantan, dan 2.632 ekor anak domba betina. Total catatan yang dianalisis yaitu 27.019 catatan bobot badan yang terdiri atas 6.559 catatan B0, 5.702 catatan B30, 5.248 catatan B60, 4.843 catatan B90 hari, dan 4.667 catatan B100 Tahun 2012-2019. Analisis data menggunakan Restricted Maximum Likelihood (REML) untuk menduga heritabilitas dengan software Variance Components Estimation (VCE) 6.0, menggunakan model maternal genetic effect (m2) dan lingkungan bersama (c2). Efek tetap yang dimasukkan ke dalam analisis yaitu jenis kelamin dan tipe kelahiran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai heritabilitas B0, B30, B60, B90, dan B100 menggunakan model maternal genetic effect dan lingkungan bersama yaitu sebesar 0,133±0,04, 0,108±0,03, 0,099±0,03, 0,122±0,03, 0,123±0,03, artinya nilai-nilai heritabilitas tersebut masuk dalam kategori rendah. Nilai maternal genetic effect dan lingkungan bersama B0, B30, B60, B90, dan B100 Domba garut 0,095±0,03, 0,163±0,03, 0,137±0,03, 0,113± 0,02, 0,115±0,02 dan 0,455±0,16, 0,268±0,13, 0,274±0,13 0,269±0,13 0,278±0,12. Hal ini menunjukkan bahwa pendugaan parameter genetik lebih akurat jika melibatkan maternal genetic effect dan lingkungan bersama.
THE COMPARISON BETWEEN ARTIFICIAL INSEMINATION TECHNOLOGY AND NATURAL MATING IN INCREASING PIG PRODUCTION Sumardani N. L. G.; K. Budaarsa; T. I. Putri; A. W. Puger
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 23 No 1 (2020): Vol. 23 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.044 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2020.v23.i01.p06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara teknologi inseminasi buatan dengan kawinalam dalam peningkatan produksi ternak babi di Provinsi Bali. Data yang digunakan berupa sampel, diambilberdasarkan lokasi, waktu, biaya, dan sumber daya manusia. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive random sampling. Variabel yang diamati meliputi: sistem perkawinan, litter size (LZ), calving rate (CR), dan service per conception (S/C). Hasil yang diperoleh adalah teknologi inseminasi buatan (51,56±9,43) lebih sering diaplikasikan (P>0,05) dibandingkan dengan kawin alam (42,33±8,88). Namun demikian hasil pengawinan dari kedua metode tersebut tidak berbeda nyata (P<0,05). Berturut-turut hasil dari teknologi IB dan kawin alam pada litter size adalah 8,76±0,57 dan 8,83±0,63 ekor; calving rate sebesar 99,40±1,40% dan 100±0%; dan service per conception 1,00±0,02 dan 1,00±0 . Disimpulkan bahwa hasil pengawinan secara inseminasi buatan yang meliputi litter size, calving rate dan service per conception, tidak berbeda nyata dengan pengawinan secara alami. Efisiensi pejantan, pengawinan dengan inseminasi buatan lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan kawin alam.

Filter by Year

2004 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 1 (2024): Vol. 27 No. 1 (2024) Vol 26 No 3 (2023): Vol. 26 No. 3 (2023) Vol 26 No 2 (2023): Vol. 26 No. 2 (2023) Vol 26 No 1 (2023): Vol. 26 No. 1 (2023) Vol 25 No 3 (2022): Vol. 25 No. 3 (2022) Vol 25 No 2 (2022): Vol. 25 No. 2 (2022) Vol 25 No 1 (2022): Vol 25, No 1 (2022) Vol 24 No 3 (2021): Vol. 24 No. 3 (2021) Vol 24 No 2 (2021): Vol. 24 No. 2 (2021) Vol 24 No 1 (2021): Vol. 24 No. 1 (2021) Vol 23 No 3 (2020): Vol. 23 No. 3 (2020) Vol 23 No 2 (2020): Vol. 23 No. 2 (2020) Vol 23 No 1 (2020): Vol. 23 No. 1 (2020) Vol 22 No 3 (2019): Vol. 22 No.3 (2019) Vol 22 No 2 (2019): Vol. 22 No.2 (2019) Vol 22 No 1 (2019): Vol. 22 No.1 (2019) Vol 21 No 3 (2018): Vol 21, No 3 (2018) Vol 21 No 2 (2018): Vol 21, No 2 (2018) Vol 21 No 1 (2018): Vol 21, No 1 (2018) Vol 20 No 1 (2017): Vol 20, N0 1 (2017) Vol 20 No 3 (2017): Vol 20, No 3 (2017) Vol 20 No 2 (2017): Vol 20, No 2 (2017) Vol 19 No 3 (2016): Vol 19, No 3 (2016) Vol 19 No 2 (2016): Vol 19, No 2 (2016) Vol 19 No 1 (2016): Vol 19, No 1 (2016) Vol 18 No 3 (2015): Vol 18, No 3 (2015) Vol 18 No 2 (2015): Vol 18, No 2 (2015) Vol 18 No 1 (2015): Vol 18, No 1 (2015) Vol 17 No 3 (2014): Vol 17, No 3 (2014) Vol 17 No 2 (2014): Vol 17, No 2 (2014) Vol 17 No 1 (2014): Vol 17, No 1 (2014) Vol 16, No 1 (2013) Vol 15, No 1 (2012) Vol 14, No 1 (2011) Vol 13, No 3 (2010) Vol 13 No 1 (2010) Vol 12 No 3 (2009) Vol 11 No 1 (2008) Vol 10 No 3 (2007) Vol 10 No 2 (2007) Vol 10 No 1 (2007) Vol 9 No 3 (2006) Vol 9 No 2 (2006) Vol 9 No 1 (2006) Vol 8 No 3 (2005) Vol 8 No 2 (2005) Vol 8 No 1 (2005) Vol 7 No 2 (2004) More Issue