cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Psikologi Perseptual
ISSN : 25281895     EISSN : 25809520     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Psikologi Perseptual adalah jurnal ilmiah yang mengkaji penelitian empiris dari berbagai bidang serta sebagai media publikasi ilmiah dalam disiplin ilmu psikologi. Diterbitkan dua kali dalam setahun, setiap bulan Juli dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 145 Documents
The Role of Meaningful Work as a Mediation of Political Organizations on Employee Engagement Daud, Muh; Siswanti, Dian Novita; Nugraha, Dwi Yan
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v9i1.11389

Abstract

Employee engagement can generate benefits for the organization and lead to positive work outcomes. However, sometimes the application of organizational politics can affect performance. Thus, meaningful work is needed for employees. The aim of this research is to examine the role of meaningful work mediation on the influence of political organizations on employee engagement. This study used a quantitative method with a cross-sectional survey design. The sample of this research is 317 employees obtained using convenience sampling technique. The scale in this study consists of employee engagement, meaningful work, and political organizations using a five-point Likert model. The results obtained in this study are significant meaningful work mediating the influence of political organizations on employee engagement. This study contributes as reference material in implementing interventions to increase employee engagement in order to gain benefits for the organization.Keterlibatan karyawan dapat menghasilkan manfaat bagi organisasi dan mengarah pada hasil kerja yang positif. Namun, terkadang penerapan politik organisasi dapat mempengaruhi kinerja. Sehingga, diperlukan kebermaknaan kerja bagi para karyawan. Adapun tujuan dalam penelitian yaitu menguji peran mediasi meaningful work pada pengaruh political organizations terhadap employee engagement. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 317 karyawan yang diperoleh menggunakan teknik convenience sampling. Skala dalam penelitian ini terdiri dari skala employee engagement, meaningful work, dan political organizations dengan menggunakan model likert lima point. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu meaningful work signifikan memediasi pengaruh political organizations terhadap employee engagement. Studi ini berkontribusi sebagai bahan referensi dalam menerapkan intervensi untuk meningkatkan employee engagement guna memperoleh keuntungan bagi organisasi.
Prasangka Terhadap Etnis Tionghoa: Peran Etnosentrisme dan Orientasi Dominasi Sosial Prasetya, Eva Natalia; Tondok, Marselius Sampe
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v8i2.10393

Abstract

This Ethnic diversity in Indonesia has led to social prejudice, especially towards ethnic minorities, one of which is the Chinese Indonesian. Various factors that influence social prejudice include ethnocentrism and social dominance orientation. This study aimed to determine the role of ethnocentrism and social dominance orientation among students of native ethnic groups toward prejudice against Chinese Indonesians. This study used a cross-sectional quantitative survey design. Participants in this research were undergraduate students from several universities in Indonesia who were selected using an accidental sampling technique. Multiple regression analysis was employed as a data analysis method for testing the hypothesis. The results of the research showed that ethnocentrism and social domination orientation simultaneously or partially played a significant role in explaining ethnic prejudice. Ethnocentrism and social domination orientation have a role of 17.2% in explaining the prejudice against Chinese Ethnicity. Furthermore, ethnocentrism (14.4%) has a greater influence than social dominance orientation (2.7%) in explaining prejudice against ethnic Chinese. The findings and the implications of this study are discussed in more detail. Keberagaman etnis di Indonesia telah menimbulkan prasangka sosial, khususnya terhadap etnis minoritas, salah satunya adalah Tionghoa. Berbagai faktor yang mempengaruhi prasangka sosial antara lain etnosentrisme dan orientasi dominasi sosial. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran antara etnosentrisme dan orientasi dominasi sosial di antara mahasiswa etnis masyarakat lokal dan prasangka terhadap Etnis Tionghoa. Penelitian ini menggunakan desain survei kuantitatif cross-sectional. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Teknik analisis data untuk menguji hipotesis menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etnosentrisme dan orientasi dominasi sosial secara bersama-sama maupun parsial berperan secara signifikan dalam menjelaskan prasangka etnis. Etnosentrisme dan orientasi dominasi sosial memiliki peran sebesar 17,2% dalam menjelaskan prasangka terhadap Etnis Tionghoa. Selanjutnya, etnosentrisme (14,5%) memiliki pengaruh yang lebih besar daripada orientasi dominasi sosial (2,7%) dalam menjelaskan prasangka terhadap etnis Tionghoa. Temuan dan implikasi dari penelitian ini dibahas lebih lanjut.
Faktor-faktor yang Memengaruhi Perilaku Judi Online pada Remaja: Narrative Literature Review Mayradevi, Ida Ayu Pringga; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v9i1.11940

Abstract

Online gambling is the act of wagering money or valuable items to gain profits in which the amount is uncertain. Recently, online gambling has become prevalent among young people, and in this context, adolescents are prone to engaging in activities which can be detrimental to themselves and other people by committing acts of indecency like thievery and selling valuable items that can belong to others. Online gambling also has several negative impacts on the lives of adolescents, including a decline in academic performance, emotional instability, poor relationships with others, and gambling disorders. This research aims to examine the factors influencing online gambling behavior in adolescents. The study utilizes a literature review method with a narrative review type. The articles were accessed through sources such as Google Scholar, PubMed, Springer, and Science Direct, with publication years ranging from 2013 - 2023. Based on the literature review findings, five major categories were identified, including factors originating from the individual, family, social environment, socio-economic, and internet features. This literature review is expected to provide readers with comprehensive information on the factors that lead adolescents to engage in online gambling behavior. Additionally, it aims to serve as a foundation for developing interventions to address this issue. Judi online adalah tindakan mempertaruhkan uang atau barang berharga untuk mendapatkan keuntungan yang tidak pasti. Saat ini, judi online semakin marak terjadi di kalangan remaja, dan dalam hal ini, remaja rentan terlibat dalam aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain, seperti mencuri dan menjual barang-barang berharga. Judi online juga memberikan dampak negatif terhadap kehidupan remaja, beberapa diantaranya adalah penurunan prestasi akademik, ketidakstabilan emosi, hubungan yang buruk dengan orang lain, dan gangguan perjudian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi perilaku judi online pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan tipe narrative review. Sumber pencarian artikel diakses melalui sumber pustaka Google Scholar, PubMed, Springer, dan Science Direct dengan tahun publikasi rentang 2013 – 2023. Berdasarkan hasil pengkajian literatur, diperoleh lima kategori utama, yaitu faktor yang berasal dari individu, keluarga, lingkungan sosial, sosial ekonomi, dan fitur internet. Literature review ini diharapkan dapat memberikan informasi yang komprehensif kepada pembaca mengenai faktor-faktor yang menyebabkan remaja melakukan dan mempertahankan perilaku judi online, serta dapat menjadi landasan dalam pengembangan intervensi untuk mengatasi situasi tersebut.
Hubungan Flow dengan Kesejahteraan Psikologis pada Atlet Mahasiswa Universitas Diponegoro Nurhayati, Niken Fatimah; Abidin, Zaenal; Karim, Chamilul Hikam Al
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v9i1.11916

Abstract

The psychological well-being of student athletes has not been a priority in studies in the fields of education and sports. The psychological well-being part of positive psychology tries to explore the potentials that contribute to the optimization of aspects of life. This study aims to empirically prove the role of flow in the psychological well-being of student athletes. This study uses a quantitative approach. The subjects in this study were 54 student athletes at Universitas Diponegoro. The instruments used were the Flow Scale (α = 0.917) and the Psychological Well-Being Scale (α = 0.899). The results of analysis showed that there is a strong relationship between flow and the psychological well-being of student athletes (R = 0, 684, p 0,001). The conclusion of this study is that there is a significant and positive relationship between flow and psychological well-being in student athletes at Universitas Diponegoro. Future research can reach students from various universities so that the results can be generalized broader. Universities can create a kind of training to strengthen students' intrinsic motivation considering the large correlation with psychological well-being.Kesejahteraan psikologis atlet mahasiswa belum menjadi prioritas dalam studi-studi di bidang pendidikan dan olahraga. Kesejahteraan psikologis menjadi bagian dari psikologi positif yang mencoba menggali potensi-potensi yang berkontribusi terhadap optimalisasi sisi-sisi kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empirik korelasi flow dalam kesejahteraan psikologis pada atlet mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sebanyak 54 atlet mahasiswa di Universitas Diponegoro menjadi subjek dalam penelitian. Instumen penelitian yang digunakan yaitu Skala Flow (α=0.917) dan alat ukur Kesejahteraan Psikologis (α= 0.899 ). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara flow dengan kesejahteraan psikologis pada atlet mahasiswa (R = 0, 684, p 0,001). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara flow dengan kesejahteraan psikologis pada atlet mahasiswa di Universitas Diponegoro. Penelitian kedepan dapat melibatkan mahasiswa dari berbagai kampus agar hasil penelitiannya dapat digeneralisasi pada mahasiswa secara umum. Universitas dapat membuat semacam pelatihan untuk dapat menguatkan motivasi instrinsik mahasiswa mengingat besarnya korelasi dengan kesejahteraan psikologis.
Peran Kebersyukuran terhadap Emosi Negatif pada Santriwati Hyoscyamina, Darosy Endah; Karim, Chamilul Hikam Al
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v8i2.10525

Abstract

Pesantren is a boarding school. Boarding school education has different challenges compared to non-boarding schools. Boarding schools are known to have stricter rules, and busier activities and students have to live far from their families. The various dynamics that occur in pesantren are prone to causing negative emotions, especially among female students or santriwati. Gratitude is one of the behaviors and attitudes of life taught in pesantren. This research aims to determine the relationship between gratitude and negative emotions (stress, anxiety, and depression) among santriwati. This study used a cross-sectional approach. Data collection was carried out using the Indonesian version of the gratitude scale (α: 0.838. n: 22) and DASS21 (α: 0.914. n: 21). The sampling technique used is simple random sampling. The total research subjects were n=143 female students. The results of data analysis using Spearman Rank show that gratitude has a significant negative relationship with stress (p=0.001; r=-0.286), anxiety (p=0.00; r=-0.332), and depression (p=0.00; r=-0.343). It can be concluded that gratitude is negatively correlated with negative emotions. Future researchers can conduct qualitative research to dig deeper into relationships with parents and anxiety because santriwati are still found to be at a severe level. Pesantren adalah salah satu bentuk pendidikan dengan konsep asrama atau boarding school. Pendidikan model asrama memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan sekolah non-asrama. Sekolah asrama diketahui memiliki aturan yang lebih ketat, kegiatan yang lebih padat hingga siswa harus tinggal jauh dari keluarga. Berbagai dinamika yang terjadi di pesantren rentan menimbulkan emosi negatif terlebih pada santri perempuan atau santriwati. Kebersyukuran menjadi salah satu perilaku dan sikap hidup yang diajarkan di pesantren. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebersyukuran dengan emosi negatif (stres, kecemasan dan depresi) pada santriwati. Metode kuantitatif dengan desain cross-sectional adalah pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini. Pengambilan data dilakukan dengan skala kebersyukuran (α: 0,838. n: 22) dan DASS21 (α: 0,914. n: 21) versi bahasa Indonesia. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Total subjek penelitian n=143 santri perempuan. Hasil analisis data dengan Spearman Rank menujukkan bahwa kebersyukuran memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan stres (p=0,001 ; r=-0.286), kecemasan (p=0,00 ; r=-0,332), dan Depresi (p=0,00 ; r=-0,343). Dapat disimpulkan kebersyukuran bekorelasi secara negatif dengan stres, kecemasan, dan depresi. Bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam berkaitan dengan relasi dengan orang tua dan kecemasan karena masih ditemukan santriwati yang berada pada level severe.
Mengarungi Gelombang Digital: Peran Self-compassion dan Gratitude Terhadap Online FoMO Pada Mahasiswa Hanifah, Raidah; Saikhoni, Saikhoni; Wigati, Meilia; Wilantika, Rima; Syaifussalam, Muhammad Lathief
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v9i1.12380

Abstract

This research aims to determine the role of self-compassion and gratitude on online FoMO in students. Testing the hypothesis in this research uses multiple linear regression analysis. The subjects in this research were 257 students in Lampung, Indonesia. Partially, in this research, the results showed that there was a very significant role between self-compassion and online FoMO, p = 0.007 and t value of -2.272. The partial test of the second hypothesis resulted in a very significant role between gratitude towards online FoMO p = 0.004 with a t value of -2.931. Based on the multiple linear regression test, the results showed that there was a very significant role between self-compassion and gratitude on online FoMO in students (F = 10.916, significance 0.000 p0.001). This means that the higher the compassion and gratitude, the lower the online FoMO and vice versa. The contribution of the effective variable self-compassion to online FoMO was 7.6% and the effective contribution of gratitude to online FoMO was 10.1%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran antara self-compassion dan gratitude terhadap online FoMO pada mahasiswa. Menguji hipotesis pada penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda. Subjek pada penelitian ini merupakan mahasiswa di Lampung, Indonesia sebanyak 257 mahasiswa. Secara partial pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa terdapat peran yang sangat signifikan antara self-compassion terhadap online FoMO p = 0.007 dan nilai t -2,272. Uji partial hipotesis kedua dengan hasil terdapat peran yang sangat signifikan antara gratitude terhadap online FoMO p = 0.004 dengan nilai t -2.931. Berdasarkan uji regresi linear berganda didapatkan hasil terdapat peran yang sangat signifikan antara self-compassion dan gratitude terhadap online FoMO pada mahasiswa (F = 10,916 signifikansi 0,000 p0,001). Artinya, semakin tinggi self-compassion dan gratitude maka akan semakin rendah online FoMO dan sebaliknya. Sumbangan efektif variable self-compassion terhadap online FoMO sebesar 7,6% dan sumbangan efektif gratitude terhadap online FoMO sebesar 10,1%.
Medium Effect Size Terapi Musik untuk Menurunkan Kecemasan melalui Musik Klasik, Tradisional dan Relaksasi/Instrumental Auliya', Eldiana Putri; Yudiarso, Ananta
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v8i2.7468

Abstract

This research was aimed to determine the effectiveness of music therapy to reduce anxiety by using a meta-analytic method through a literature review of 13 international research journals between 2010 until 2021. Some studies have shown that the types of music used to reduce anxiety are relaxing, classical and traditional music. That researchers are interested in take a research with three types of music. There were 1288 participants of 649 experimental groups and 639 control groups. Based on data management M, SD, and N the value of effect size hedge’s g=0,201 (CI-0,255-0,657) with I2 (inconsistency)=88,95% and Egger Bias P= 0,521. The result that classical music is also effective to reducing anxiety with d=1,85. Concluded, that music therapy with music using three types was significantly less effective in reducing anxiety. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi musik untuk menurunkan kecemasan dengan menggunakan metode meta-analisis melalui review literatur 13 jurnal dengan penelitian internasional antara tahun 2010 hingga 2021. Beberapa penelitian dapat diketahui jenis musik yang digunakan untuk menurunkan kecemasan adalah musik relaksasi, klasik dan tradisional. Sehingga, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan tigas jenis musik tersebut. Pastisipan sebanyak 1288 yang terdiri dari 649 kelompok eksperimen dan 639 kelompok kontrol. Berdasarkan pengelolaan data M, SD dan N dihasilkan nilai effect size hedge’s g = 0,201 (CI-0,255-0,657) dengan I2 (inconsistency) = 88,95% dan Egger Bias P= 0,521. Terapi musik yang efektif untuk menurunkan kecemasan adalah musik relaksasi dengan nilai d sebesar 2,79 dari penelitian Chirico et al. (2020). Hasil lainnya menunjukkan bahwa musik klasik juga efektif dalam menurunkan kecemasan dengan nilai d sebesar 1,85. Demikian hasil menunjukkan effect size medium dan tidak bias publikasi. Hal ini dapat dikatakan bahwa terapi musik dengan melalui tiga jenis musik secara signifikan kurang efektif untuk menurunkan kecemasan
Peran Gratitude Sebagai Mediator Antara Perceived Teacher’s Social Support dan Purpose in Life Pada Remaja Aisah, Nurul; Yuliawati, Livia
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v9i1.12174

Abstract

During adolescence, students begin to develop purpose in life and strategies to achieve them. The perceived social support of teachers is an initial stimulus for students to discover life goals. However, gratitude can also be a positive predictor for students to reflect on support, experiences, and challenges to find purpose in life that have an impact on the environment. The present study focused on examining the effect of perceived teachers' social support on purpose in life with gratitude as the mediator variable. This study used quantitative methods with a mediation design. The participants in this study were 204 SMA/MA/SMK students in grades 10-12, aged 15-18 years, and domiciled in Indonesia. Data collection used accidental sampling and snowball sampling where questionnaires were distributed online through social media. Data analysis was conducted using JASP 0.14.1 and hypothesis testing through mediation analysis with a causal steps model. The results of the mediation analysis showed that perceived teachers' social support has a significant influence on purpose in life through gratitude as a mediator variable, but the resulting mediation effect is partial. The implications of this research can help the school environment, especially teachers, in helping students find a meaningful purpose in life.Pada usia remaja, pelajar mulai merancang purpose in life dan strategi untuk mencapainya. Adanya perceived teacher’s social support menjadi stimulus awal bagi pelajar untuk menemukan purpose in life. Akan tetapi gratitude juga dapat menjadi prediktor positif bagi pelajar untuk merefleksikan dukungan, pengalaman, dan tantangan untuk menemukan purpose in life yang berdampak bagi lingkungan. Melalui penelitian ini, peneliti berfokus untuk menguji pengaruh perceived teacher’s social support terhadap purpose in life dengan gratitude sebagai variabel mediator. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain mediasi. Partisipan dalam penelitian ini adalah pelajar SMA/MA/SMK kelas 10-12, berusia 15-18 tahun, dan berdomisili di Indonesia. Pengambilan data menggunakan accidental sampling dimana kuesioner disebarkan secara online melalui media sosial. Analisis data dilakukan menggunakan JASP 0.14.1 dan uji hipotesis melalui analisis mediasi dengan model causal steps. Hasil analisis mediasi menunjukkan perceived teacher’s social support memiliki pengaruh yang signifikan terhadap purpose in life melalui gratitude sebagai variabel mediator, tetapi efek mediasi yang dihasilkan bersifat parsial. Implikasi hasil penelitian ini dapat membantu lingkungan sekolah terutama guru dalam mendampingi siswa menemukan purpose in life yang bermakna.
Lansia Aktif dan Berdaya: Studi Perilaku Prososial pada Kader Surabaya Hebat Royani, Widya Annisa; Rembulan, Cicilia Larasati
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v9i2.13400

Abstract

The late adult population is increasing, but they are seen as a burden by society. However more than half of the elderly population is still working, such as volunteers. This study aims to identify the forms of prosocial behaviour, motivations of prosocial behaviour, and benefits of prosocial behaviour among late adults of Kader Surabaya Hebat. The research method used was qualitative with an instrumental case study design. Participants were selected using purposive sampling technique, with characteristics of Surabaya Hebat cadres who have been active for at least 2 years in Lontar Village Surabaya, aged 60 years and above. Data collection was conducted by pre-survey, interview, and documentation. Data was analysed using thematic analysis technique. The results showed that the form of prosocial behavior in late adult cadres was helping residents, assisting cadres in task execution and guiding young The motivation of elderly cadres to do prosocial behaviour comes from 3 sources, such as intrinsic, extrinsic and situational. The benefits of prosocial behavior for late adults are getting positive feelings, increasing knowledge and experience, adding relationships, improving health and getting incentives. This research also found that religiosity and cultural factors influence prosocial behaviour, as well as the importance of relationships in prosocial behaviour. The implication of this research is to increase awareness of the elderly, also for the Kader Surabaya Hebat coordinator and the government to provide support for the late adult to be productive.Populasi lanjut usia kian meningkat, tetapi lansia dipandang sebagai beban oleh masyarakat. Padahal lebih dari setengah populasi lansia masih bekerja, salah satunya sebagai sukarelawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk perilaku prososial, motivasi perilaku prososial, dan manfaat perilaku prososial pada Kader Surabaya Hebat yang lanjut usia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus instrumental. Partisipan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Karakteristik partisipan adalah Kader Surabaya Hebat yang aktif selama minimal 2 tahun di Kelurahan Lontar Surabaya dengan usia 60 tahun keatas. Pengumpulan data dilakukan dengan pra-survei, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk perilaku prososial pada kader lansia berupa menolong warga, membantu kader dalam pelaksanaan tugas dan membina kader muda. Motivasi kader lansia untuk berperilaku prososial berasal dari 3 sumber, yaitu intrinsik, ekstrinsik dan situasional. Manfaat dari perilaku prososial bagi kader lansia adalah mendapatkan perasaan positif, menambah pengetahuan pengalaman, menambah relasi, meningkatkan kesehatan, dan mendapatkan insentif. Riset ini juga menemukan adanya faktor religiusitas dan budaya yang memengaruhi perilaku prososial, serta pentingnya hubungan relasi dalam berperilaku prososial. Implikasi penelitian ini adalah meningkatkan kesadaran lanjut usia, serta bagi koordinator Kader Surabaya Hebat dan pemerintah untuk memberikan dukungan bagi lansia untuk produktif.
Perbedaan Psikologis Mahasiswa yang Mengikuti dan tidak Mengikuti Organisasi Kerohanian Islam Azzahra, Fatimah Aprillia; Meinarno, Eko Aditiya
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v9i2.12395

Abstract

Religious organizations can significantly influence students' psychological and social attitudes, potentially motivating them toward extremism, which in turn can impact their multicultural perspectives. This study investigates the differences in multicultural attitudes and religious orientations among undergraduate Muslim students who are affiliated and unaffiliated with Islamic religious organizations. Using a comparative between-subject research design, data were collected through two self-report measures: the Multicultural Attitude Scale Questionnaire (MASQUE) and the Allport-Ross Orientation Scale (AROS). The study involved 185 participants, consisting of 34 affiliated students (18.4%) and 151 unaffiliated students (81.6%). The results reveal significant differences in intrinsic and extrinsic religious orientations between the groups. Affiliated students exhibited stronger intrinsic orientations, reflecting a deeper internalization of religious values, while unaffiliated students displayed higher extrinsic orientations, indicating external motivations for religious engagement. However, no significant differences in multicultural attitudes were found between the two groups, highlighting the complexity of religious influences on multicultural perspectives.Organisasi kerohanian dapat memengaruhi sikap psikologis dan sosial mahasiswa, termasuk mendorong kecenderungan terhadap ekstremisme yang dapat berdampak pada perspektif multikultural mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan sikap multikultural dan orientasi religiusitas antara mahasiswa muslim yang tergabung dan tidak tergabung dalam organisasi kerohanian Islam. Penelitian ini menggunakan desain komparatif between-subject dengan dua alat ukur, yaitu Multicultural Attitude Scale Questionnaire (MASQUE) dan Allport-Ross Orientation Scale (AROS). Partisipan terdiri dari 185 mahasiswa, termasuk 34 mahasiswa yang mengikuti organisasi kerohanian (18,4%) dan 151 mahasiswa yang tidak mengikuti (81,6%). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam orientasi religiusitas intrinsik dan ekstrinsik antara kedua kelompok. Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kerohanian menunjukkan orientasi intrinsik yang lebih kuat, mencerminkan internalisasi nilai-nilai religius yang mendalam, sedangkan mahasiswa yang tidak tergabung memiliki orientasi ekstrinsik yang lebih tinggi, yang mengindikasikan motivasi eksternal dalam keterlibatan keagamaan. Namun, tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam sikap multikultural antara kedua kelompok, yang menunjukkan kompleksitas pengaruh agama terhadap perspektif multikultural.