cover
Contact Name
-
Contact Email
untagtekniksipil@gmail.com
Phone
+62541743390
Journal Mail Official
untagtekniksipil@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 80 P 75124 Samarinda, East Kalimantan 75124
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil
ISSN : 23392665     EISSN : 25028448     DOI : 10.31293/teknikd
Core Subject : Engineering,
Kurva S: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil (p-ISSN 2339-2665) and (e-ISSN 2502-8448) published three time in a year, in April, August and December. The article can be product of researches, scientific thoughts or case study, in civil engineering and isn’t formed by politics, commercialism, and subjectivity unsure. This scientific journal contains articles of thought and research results in Civil Engineering that have never been published in scientific journals or other media. Any matters relating to the use of the software, citation and copyright permissions made by the author of the article, and the legal consequences it causes, are the sole responsibility of the author of the article. The format of writing scientific articles for publication in scientific journals should follow the guidelines of scientific article writing, which is located on the back of this scientific journal.
Articles 186 Documents
Analisa Tebal Perkerasan Lentur Dengan Metode MDP 2017 dan Austroads 2017 Pada Simpang 4 Outer Ringroads-Bandara Samarinda Baru Samarinda, Kalimantan Timur Trimardiah Rante Samban; M. Jazir Alkas; Budi Haryanto
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v10i3.6846

Abstract

Pembangunan Bandara Samarinda Baru (BSB) sebagai Bandara bertaraf internasional di Kota Samarinda memerlukan akses jalan yang baik, menuju ke bandara maupun dari bandara. Namun jalan yang tersedia tidak mencukupi kebutuhan dan pada jalan ini sering terjadi banjir oleh luapan Sungai Karang Mumus, sehingga dilakukan pembangunan jalan baru pada jalan simp 4 outer Ringroad- Bandara Samarinda Baru.  Perkerasan yang tepat menjadi kunci baiknya masa layan jalan selama umur rencana. Metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 dan Austroads 2017 adalah dua dari beberapa metode perencanaan tebal yang ada. Studi ini menggunakan kedua metode perencanaan tersebut. Didapatkan bahwa perkerasan yang direncanakan dengan metode manual desain perkerasan jalan 2017 lebih tebal dibandingkan dengan yang dihasilkan oleh metode Austroads 2017 kemudian dilakukan pengujian untuk mengetahui ketahanan terhadap tebal yang dihasilkan dengan program KENPAVE versi 2003. Berdasarkan perbandingan nilai repetisi didapatkan bahwa perencanaan dengan Metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 hanya dapat menahan kerusakan rutting tetapi tidak dapat menahan fatique cracking dan  permanent deformation. Hal ini juga terjadi pada perkerasan yang direncanakan dengan Austroads 2017 perkerasan rencana hanya dapat mehanan rutting tetapi tidak dapat menahan fatique cracking  dan permanent deformation.
Analisis Gerusan Lokal Menggunakan Metode Empiris Pada Pilar Jembatan Kuala Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara Ahmad Arsy Pradana; Daru Purbaningtyas; M. Ridwan
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v10i2.6841

Abstract

Penelitian mengenai Analisis Gerusan Lokal Menggunakan Metode Empiris Pada Pilar Jembatan Kuala Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara dilakukan untuk mengetahui besarnya kedalaman gerusan lokal yang terjadi pada pilar Jembatan Kuala Samboja yang telah dibangun sejak tahun 1992 menggunakan beberapa metode perhitungan yang telah ditentukan. Kedalaman gerusan diketahui melalui dua tahapan yaitu, pengukuran langsung dan perhitungan menggunakan metode empiris, dalam tahapan pengukuran langsung digunakan alat Sonar. Metode penelitian meliputi, analisa hujan rencana dan hidrograf banjir, pengukuran batimetri, kecepatan aliran dan pembuatan rating curve, pengambilan sampel sedimen serta analisa butiran sedimen di laboratorium. Perhitungan kedalaman gerusan menggunakan metode empiris menggunakan metode HEC-18, Froehlich, Laursen & Toch dan Salim & Jone. Bentuk pilar yang dianalisis adalah pilar kumpulan silinder dengan jarak antar pilar 1,2 m dengan diameter 0,5 m. Debit yang digunakan adalah debit dominan (Qdominan) sebesar 377.944 m3/detik. Berdasarkan hasil pengukuran langsung dan perhitungan menggunakan metode empiris dapat disimpulkan bahwa hasil perhitungan kedalaman gerusan lokal menggunakan beberapa metode empiris memiliki hasil yang berbeda antara satu sama lain. Perbedaan hasil perhitungan antar metode terjadi karena tiap metode memiliki parameter yang berbeda dalam menentukan kedalaman gerusan sehingga memberikan hasil kedalaman yang berbeda.
Analisa Perbandingan Tebal Lapis Perkerasan Jalan Lentur Antara Metode Analisa Komponen SKBI 1987 dan Metode Manual Desain Jalan Lentur Bina Marga 2017 Siti Aminah; Muhammad Jazir Alkas; Ery Budiman
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v10i3.6847

Abstract

Jalan yang baik ditentukan dari bagaimana jalan tersebut dirancang. Dalam merancang perkerasan, terdapat pedoman yang perlu diikuti yang didasarkan dari kondisi lingkungan dimana perkerasan akan dibangun. Indonesia telah memiliki pedoman perancangan perkerasan sendiri yang didasarkan dari pedoman negara maju, seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Australia. Diantaranya pedoman yang dikembangkan di Indonesia adalah Analisa Komponen SKBI 1987 dan Manual Desain Perkerasan jalan Bina Marga 2017. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan kedua manual tersebut dalam mendesain perkerasan lentur. Data yang digunakan pada penelitian ini berupa data sekunder. Data-data ini adalah lintas harian rata-rata, dan CBR tanah dasar. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah Metode Analisa Komponen SKBI 1987 lebih efektif dalam merancang perkerasan lentur karena kriteria perencanaan dan tahapan perhitungan yang berbeda pada masing-masing metode tersebut.
Analisis Kinerja Simpang Bersinyal Mal Lembuswana Kota Samarinda Menggunakan MKJI 1997 dan Pemodelan Simpang Pada Program PTV Vissim Ade Yuli Guntara; M. Jazir Alkas; Budi Haryanto
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v10i2.6842

Abstract

Masalah transportasi saat ini merupakan permasalah yang muncul seiring dengan bertambahnya kepadatan jumlah penduduk. Karena setiap individu memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga terjadi permasalahan seperti kemacetan khususnya pada jam puncak. Untuk mengatasi permasalahan pada simpang tersebut diambil penanganan yaitu dengan pelebaran semua pendekat 0.5 meter, 1 meter, dan 1,5 meter. Kinerja simpang dianalisis dengan menggunakan MKJI 1997 dan dimodelkan dengan program PTV Vissim student version. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kinerja simpang bersinyal di lokasi studi dan memberikan alternatif solusi pengembangan untuk meningkatkan kinerja simpang. Proses pendekatan antara MKJI 1997 dengan PTV Vissim dilakukan dengan jalan kalibrasi antara kedua metode tersebut. Hal ini dilakukan dengan menyesuaikan model PTV Vissim dengan MKJI 1997 yang dalah dilihat dari uji statistik GEH. Kinerja simpang kondisi eksisting menggunakan MKJI 1997 menghasilkan nilai tundaan simpang 135.90 detik/smp. Sedangkan menggunakan PTV Vissim diperoleh nilai tundaan simpang 110.89 detik/smp. Dilakukan penanganan yaitu pelebaran semua pendekat simpang sebesar 0.5 meter, 1 meter dan 1.5 meter dengan menggunakan MKJI menghasilkan nilai tundaan simpang berturut-turut adalah 92.28 detik/smp, 79.01 detik/smp dan 74.01 detik/smp. Sedangkan hasil analisis menggunakan PTV Vissim diperoleh nilai tundaan simpang berturut-turut adalah 72.70 detik/smp, 66.01 detik/smp dan 59.67 detik/smp. Dari hasil analisis penanganan yang dilakukan dapat direkomendasikan bahwa pelebaran semua pendekat sebesar 0.5 meter adalah yang dapat diterapkan melihat kondisi yang ada di lapangan. Tetapi tidak menutup kemungkinan untuk pelebaran 1 meter dan 1.5 meter untuk diterapkan dengan menghilangkan fungsi trotoar serta merubah desain drainase yang akan digunakan sebagai lajur.
Pemanfaatan Batu Laterit Sebagai Bahan Substitusi Agregat Kasar pada campuran Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC) Ashadi Putrawirawan; Ibayasid Ibayasid; Rafian Tristo
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v10i3.6848

Abstract

Penggunaan batu laterit sebagai bahan agregat kasar dalam campuran perkerasan aspal beton (laston) belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal dan hanya digunakan sebagai bahan timbunan jalan. Potensi dari batu laterit cukup besar karena Kalimantan Timur mempunyai sumber batu laterit yang melimpah, salah satunya dari desa Mulawarman Kecamatan Tenggarong Seberang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sifat-sifat Marshall dan mengetahui besarnya Kadar Aspal Optimum dari penggunaan batu laterit sebagai pengganti agregat kasar. Pada Penelitian ini dibuat benda uji Marshall dengan variasi batu laterit sebagai pengganti agregat kasar pada kadar 0%, 12,5%, 25%, 37,5% dan 50% serta kadar aspal yang direncanakan adalah 4%, 4,5%, 5%, 5,5%, dan 6% yang kemudian akan diketahui kadar aspal optimum, stabilitas, flow, VIM, VMA, VFA dan MQ pada campuran Laston Lapis Antara (AC-BC). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh penggunaan batu laterit sebagai pengganti agregat kasar pada AC-BC maksimum sebesar 50% dan nilai Kadar Aspal Optimum sebesar 5,48% dengan karakteristik Marshall meliputi nilai stabilitas 1980 kg, flow 3,95%, VIM 4,96%, VMA 16,42%, VFA 72,07% dan MQ 510,63 kg/mm. Hasil penelitian menunjukan bahwa campuran AC-BC dengan pengganti agregat kasar menggunakan batu laterit memenuhi persyaratan untuk lapisan aspal beton AC-BC)
Potensi Beton Busa Bahan Konstruksi Berkelanjutan Penopang Pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara di Kalimantan Timur Syahrul Syahrul
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v10i2.6838

Abstract

Beton ringan umumnya memiliki berat jenis di bawah 1800 kg/cm2, berdasarkan kekuatan tekan, penggunaan beton ringan pada non struktural dengan berat berkisar 250 kg/cm2, sedangkan berat jenis beton normal mencapai 2400 kg/cm2, selain itu masih terdapat tambahan material lainnya yang melekat pada konstruksi, jika terjadi gempa pergerakan akan terjadi atau perpindahan massa, karena itu penggunaan material yang memiliki bobot yang ringan serta ramah lingkungan untuk kesinambungan konstruksi menjadi paradigma di era sekarang. Untuk membentuk beton busa menggunakan foam agent berbahan dasar sodium laureth sulfate serta silinder beton berukuran 200 x 100 mm guna mendapatkan data karakteristik beton busa. Penelitian yang bersifat ekperimental untuk mengetahui karakteristik beton busa dengan potensi sebagai material berkelanjutan dan penopang pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara di Kalimantan Timur.
Optimasi Rute Angkutan Sampah Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda Dengan Metodepenyelesaian Vehicle Routing Problem (VRP) Deti Saskia Dela Ferdian; Triana Sharly P. Arifin; Masayu Widiastuti
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v10i3.6844

Abstract

Berbagai aktivitas memperlukan teknologi transportasi yang mampu menyeimbangkan kebutuhan transportasi, salah satunya transportasi terhadap jasa angkutan sampah. Kecamatan Sungai Kunjang dengan luas wilayah 69,03 km2 dalam sehari produksi sampah mencapai 110,171 ton. Proses pengambilan sampah saat ini dilakukan dengan pengambilan secara manual bak rute dan kontainer statis dan tempat pemrosesan akhir (TPA) yang hanya satu di kota Samarinda yaitu tempat pemrosesan akhir (TPA) Bukit Pinang, jumlah armada dan biaya operasional armada angkutan sampah yang terbatas mengakibatkan proses pengangkutan hanya dapat dilaksanakan satu kali putaran perkendaraan yaitu dari pangkalan menuju setiap pembuangan sementara yang ada selanjutnya, dibawa ke tempat pemrosesan akhir (TPA) dan berakhir kembali di pangkalan. Tujuan dari penelitian ini sama dengan tujuan dari vehicle routing problem (VRP) itu sendiri dimana untuk menentukan rute pengantaran yang paling optimal untuk setiap kendaraan, sehingga jarak tempuh total dari seluruh kendaraan dapat diminimalkan. Dinas Lingkungan Hidup kota Samarinda menepatkan dua (2) armada arm roll dengan dua (2) rute angkut atau rute perjalanan menempuh perjalanan sebesar 123,92 km dan waktu operasional selama 3,73 jam dengan kebutuhan bahan bakar sebanyak 24,784 Liter, untuk enam (6) armada dump truck total jarak tempuh dari 6 rute perjalanan adalah 248,12 km yang memerlukan waktu selama 11,69 jam dan 39,98 Liter bahan bakar namun, dengan vehicle routing problem (VRP) nilai penghematan 123,74 km/rit dari rute eksisting, dapat menghemat waktu tempuh selama 4,26 jam/rit dan menghemat kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) sebanyak 24,75 Liter/rit.
Studi Deskripsi Konsep Arsitektur Ramah Lingkungan Pada Sekolah SDN 020 Bhuana Jaya, Tenggarong Seberang Prasetyo Prasetyo
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v8i1.6853

Abstract

Konsep Arsitektur Ramah Lingkungan secara umum diartikan sebagaikonsepsi memineralisasi efek rumah kaca, menata ruang denganpertimbangan penghawaan alami dan material ramah lingkungan sepertibaja ringan, batu sikat dan semen instan. Penelitian ini bertujuanmendeskripsikan Konsep Arsitektur Ramah Lingkungan pada bangunansekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif jenis deskriptif.Teknik pengumpulan data dengan triangulasi melalui wawancara,observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1) Pengaturan penggunaan lahan sangat menentukan bagaimanamemberikan antisipasi terhadap respons negatif untuk bangunan danlingkungannya. (2) Peningkatan kesehatan untuk warga sekolah dengansituasi lingkungan yang ada sekarang, juga bagaimana memprosessampah sekitar supaya tetap bersih dan sehat.
Konsep Perencanaan Infrastruktur Transportasi Smart, Integrated Sustainable & Environment Friendly di Kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara Tukimun Tukimun; Viva Soeri; Suharto Suharto
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v10i2.6839

Abstract

Pemerintah Indonesia melalui Presiden Joko Widodo pada tanggal 26 Agustus 2019 secara resmi mengumumkan kepindahan ibu kota negara baru, dari Jakarta menuju Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Luas wilayah Ibu Kota Negara (IKN) direncanakan sebesar 256.142,74 ha, dengan kawasan inti kota sebesar 56.180,87 ha dan pusat pemerintahan sebesar 5.644 ha. Konektivitas ibu kota negara (IKN) baru, diwujudkan dalam sistem transportasi yang dibangun secara terintegrasi dan berkelanjutan untuk menciptakan kota menjadi baik. Pengembangan infrastruktur transportasi di wilayah IKN Harus menjaga Kelestarian fungsi ekosistem DAS, kualitas lingkungan yang baik dan konsep perencanaan infrastruktur transportasi smart, integrated sustainable & environment friendly yang penerapan forest city untuk mengurangi environmental footprint dengan 50 persen tetap menjadi ruang terbuka hijau.
KAJIAN STUDI PONDASI TIANG PANCANG DI SMPN 18 BALIKPAPAN MENGGUNAKAN SOFTWARE PLAXIS 2D Dody Bimantara Daksa Achmad Munajir Maraden Panjaitan
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v11i1.7159

Abstract

Pembangunan suatu konstruksi pertama-tama sekali yang dilaksanakan dan dikerjakan di lapangan adalah pekerjaan pondasi (struktur bawah) baru kemudian melaksanakan struktur atas. Secara umum pondasi didefinisikan sebagai bangunan bawah tanah yang meneruskan beban yang berasal dari berat bangunan itu sendiri dan beban luar yang bekerja pada bangunan ke kedalaman tanah yang mencukupi daya dukungnya dan penurunannya memenuhi persyaratan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perilaku tiang pancang dengan metode elemen hingga menggunakan software plaxis. Hasil analisa tegangan efektif menggunakan software plaxis pada analisa transfer beban terlihat perilaku tiang pancang pada kedudukan tersebut sebagian besar beban tiang akan didukung oleh gesekan tiang hingga tahanan dinding menjadi maksimum dan sebagian beban tiang akan didukung oleh tahanan ujung bawah tiang. Semakin bertambah beban diatasnya besar deformasi vertikal mengalami kenaikan dan beban sebesar 140% faktor keamanan berada di atas SF 3, sedangkan beban sebesar 160% sampai 200% mengalami bearing failure atau colaps. Berdasarkan hasil uji SPT, tanah pada titik Borehole (BH) 01 merupakan klasifikasi lempung plastisitas rendah, lempung berlanau dan lempung berpasir “CL” yang mempunyai sudut gesek dalam () yang tinggi mengakibatkan perilaku pondasi ditahan oleh daya selimut ultimit, apabila bebannya semakin besar maka akan di transfer ke bawah yang lebih dalam