cover
Contact Name
Samsu Somadayo
Contact Email
samsu.somadayo@unkhair.ac.id
Phone
+6281333336033
Journal Mail Official
pedagogik@unkhair.ac.id
Editorial Address
Kampus I Universitas Khairun, Akehuda Jl Bandara Babullah Kota Ternate Utara
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Pedagogik
Published by Universitas Khairun
ISSN : 22528431     EISSN : 30253438     DOI : https://doi.org/10.33387/pedagogik.v11i2
Core Subject : Education,
Pedagogik adalah Jurnal Pendidikan yang Berorientasi pada Pendidikan & Pembelajaran di Sekolah Dasar
Articles 84 Documents
Fenomena Sharenting dan Implikasinya Terhadap Keamanan Digital Serta Konsep Diri (Self-Concept) Siswa Sekolah Dasar: Perspektif Orang Tua dan Guru di SDN Kedungrejo 2 Pakis Kabupaten Malang Tania Nalla; Iwan Abdy; Lis Susilawati
PEDAGOGIK Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena sharenting (kebiasaan orang tua membagikan informasi anak di media sosial) dan implikasinya terhadap keamanan digital serta konsep diri siswa sekolah dasar di SDN Kedungrejo 2 Pakis, Kabupaten Malang. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan desain konvergen paralel. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 45 orang tua dan 15 guru, sedangkan data kualitatif diperoleh dari wawancara mendalam terhadap 12 orang tua dan 8 guru, serta observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 82,2% orang tua melakukan sharenting dengan frekuensi rata-rata 3-5 kali per minggu. Jenis konten yang paling banyak dibagikan adalah prestasi akademik (68,9%), aktivitas sehari-hari (55,6%), dan momen liburan (42,2%). Sebanyak 71,1% orang tua tidak menggunakan pengaturan privasi yang ketat, dan 64,4% tidak pernah meminta persetujuan anak sebelum membagikan konten. Implikasi keamanan digital meliputi risiko doxing (33,3%), phishing (24,4%), dan identitas digital ganda (42,2%). Dampak pada konsep diri siswa menunjukkan korelasi negatif antara intensitas sharenting dengan harga diri (r = -0,56) dan konsistensi diri (r = -0,48). Simpulan penelitian mengindikasikan perlunya edukasi literasi digital yang komprehensif bagi orang tua dan integrasi pendidikan keamanan digital dalam kurikulum sekolah dasar.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi Anak Dengan Menggunakan Model Game Based Learning Kelas IV/A di SD Negeri 1 Kota Ternate Nola Limagap; Suhardi Abdullah; Eko Purnomo
PEDAGOGIK Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model Game Based Learning (GBL) dan peningkatan kemampuan menulis puisi siswa kelas IV/A SD Negeri 1 Kota Ternate. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 22 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan belajar siswa pada siklus I mencapai 18% dengan nilai rata-rata 65,34. Pada siklus II, ketuntasan belajar meningkat menjadi 81% dengan nilai rata-rata 79,17. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa penerapan model GBL efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas IV/A SD Negeri 1 Kota Ternate.
Pengembangan Media Mading Dalam Pembelajaran Literasi Membaca Dan Menulis Kreatif Siswa Kelas V SD Negeri 47 Kota Ternate Sitti Fadila; Samsu Somadayo; Kodrat Karim
PEDAGOGIK Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kevalidan dan kepraktisan media mading sebagai produk pengembangan dalam pembelajaran literasi membaca dan menulis kreatif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang meliputi lima tahapan, yaitu analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis validasi oleh ahli media dan ahli materi, serta analisis kepraktisan berdasarkan respon guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media mading yang dikembangkan memperoleh nilai kevalidan sebesar 85% dengan kategori valid. Selain itu, hasil analisis kepraktisan dari respon guru dan siswa menunjukkan nilai sebesar 91% dengan kategori sangat praktis. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa media mading dalam pembelajaran literasi membaca dan menulis kreatif siswa kelas V SD Negeri 47 Kota Ternate tergolong sangat layak digunakan sebagai media pendukung dalam proses pembelajaran.
Penerapan Model Teams Games Tournament untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPAS Kelas IV SD Negeri 15 Kota Ternate Asriyanti Tiab; Asri S. Tamalene
PEDAGOGIK Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran IPAS di sekolah dasar memerlukan strategi yang mampu melibatkan peserta didik secara aktif untuk mencapai pemahaman konseptual yang bermakna, khususnya pada materi transformasi energi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) serta menganalisis peningkatan hasil belajar IPAS peserta didik kelas IV SD Negeri 15 Kota Ternate. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model siklus Arikunto yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 18 peserta didik. Teknik pengumpulan data meliputi tes hasil belajar, observasi aktivitas guru dan peserta didik, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TGT meningkatkan aktivitas pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. Ketuntasan belajar meningkat dari 33,33% pada siklus I menjadi 77,77% pada siklus II. Aktivitas guru meningkat dari kategori baik menjadi sangat baik, sedangkan aktivitas peserta didik meningkat dari kategori cukup menjadi baik. Temuan ini menunjukkan bahwa model TGT efektif meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran IPAS melalui pengelolaan kelas dan refleksi pembelajaran yang berkelanjutan.