cover
Contact Name
Samsu Somadayo
Contact Email
samsu.somadayo@unkhair.ac.id
Phone
+6281333336033
Journal Mail Official
pedagogik@unkhair.ac.id
Editorial Address
Kampus I Universitas Khairun, Akehuda Jl Bandara Babullah Kota Ternate Utara
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Pedagogik
Published by Universitas Khairun
ISSN : 22528431     EISSN : 30253438     DOI : https://doi.org/10.33387/pedagogik.v11i2
Core Subject : Education,
Pedagogik adalah Jurnal Pendidikan yang Berorientasi pada Pendidikan & Pembelajaran di Sekolah Dasar
Articles 77 Documents
NILAI-NILAI PENDIDIKAN HUMANIS RELIGIUS: PERSPEKTIF ALIRAN FILSAFAT IDEALISME sadjim, umar m; Karim, Kodrat Hi; Pamuti, Pamuti
PEDAGOGIK Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pedagogik.v6i1.2678

Abstract

Filsafat idelaisme seabagi salah satu aliran filsafat kuno yang dikembangkan pertama kali oleh Plato merupakan aliran yang sangat sarat dengan nilai-nilai humanis religius. Dan nilai-nilai tersebut jika dikaji dan dianalisis secara mendalam, tentunya akan memberikan dampak sangat luar biasa pada setiap individu khususnya dalam aras pendidikan. Mengkaji dan menganalisis Nilai-nilai pendidikan fundamental yang humanis dan religius, dalam aliran filsafat idealisme kaitannya dengan praksis pendidikan masih sangat relevan untuk dikembangkan. Seperti halnya konsep tentang guru sebagai teladan yang digugu dan ditiru, atau mengungkap potensi anak yang terpendam agar muncul kepermukaan yang terimplementasikan untuk selanjutnya menjadi kompetensi pada diri anak. Nilai-nilai pendidikan humanis religius merupakan kesepadanan yang sangat seimbang. Karena jika nilai humanis saja yang dikembangkan tanpa religius, maka keseimbangan tidak akan terjadi dan membuat individu lebih mementingkan nilai humanis, sementara tidak memiliki nilai religi. Seperti halnya model sekolah yang dikembangkan di Muhammadiyah juga menekankan pada pengembangan nilai-nilai humanis dan religius. Selain itu dilingkungan Islam netral lainnya misalnya SMP Al-Islam, SMP Ulul-al baab di Surabaya yang tidak hanya dari sisi metafisis, tetapi juga epistemologi dan aksiologisnya. Dilingkungan Agama lain seperti Sekolah Dasar Tionghoa yang mengembangkan pendidikan nilai religius untuk agama Kong-fhu tzu, di kota Semarang, dan masih banyak lagi. Walaupun demikian ada sekolah Pemerintah yang mulai mengadopsi modelnya, seperti Madrasah Insan Cendekia, Ini menunjukkan bahwa aliran filsafat idealisme yang sarat dengan nilai-nilai humanis dan religius ini telah menjadi icon untuk model alternative yang menawarkan irisan kompilasi antara sekolah/Madrasah yang selain mengembangkan pembelajaran umum begitu pula dengan pembelajaran keagamaan serta etika dan estetika.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MENGGUNAKAN MODEL CARDSORT PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS I SD NEGERI I KOTA TERNATE Hamid, Safitri; Hadi, Darmawati; Hasanuddin, M. Irfan
PEDAGOGIK Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pedagogik.v13i1.10104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SD Negeri 1 Kota Ternate melalui penerapan model pembelajaran Card Sort. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah 30 siswa, terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Card Sort dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca permulaan. Pada siklus I, sebanyak 13 siswa (43%) mencapai ketuntasan belajar, sementara 17 siswa (56%) belum tuntas, dengan nilai rata-rata sebesar 56,2%. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, jumlah siswa yang mencapai ketuntasan meningkat menjadi 22 siswa (73%), dan hanya 8 siswa (26%) yang belum tuntas, dengan rata-rata nilai mencapai 71,16%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Card Sort efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I. Model ini mendorong keterlibatan aktif siswa dan membantu mereka dalam mengenali dan memahami huruf serta kata secara menyenangkan dan terstruktur.
MENGKONSTRUKSI PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK BERBANTUAN TEKONOLOGI AR UNTUK MENINGKATKAN KBKM SISWA KELAS IV SD NEGERI 32 KOTA TERNATE Hurulean, Fadila Annura; Umar, Wahid; Marasabesy, Anwar
PEDAGOGIK Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pedagogik.v12i2.9338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis (KBKM) siswa kelas IV SD Negeri 32 Kota Ternate yang memperoleh pembelajaran matematika realistik (PMR) berbantuan teknologi augmented reality (AR) lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran biasa atau konvensional. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan desain penelitian pretest posttest control group design dengan menggunakan dua model pembelajaran yang berbeda. Kelas eksperimen mendapatkan pembelajaran menggunakan PMR berbantuan teknologi AR dan kelas kontrol mendapatkan pembelajaran biasa atau konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SD Negeri 32 Kota Ternate, sedangkan jumlah sampel yang dilibatkan sebanyak 60 siswa yang tersebar pada dua kelas yang berbeda, yakni Kelas IV/A sebanyak 30 siswa dan kelas IV/B sebanyak 30 siswa. Kelas IV/A sebagai kelas eksperimen yang mendapatkan pembelajaran melalui PMR berbantuan teknologi AR dan kelas IV/B sebagai kelas kontrol yang mendapatkan pembelajaran biasa (PB). Instrumen yang digunakan adalah tes KBKM (5 butir soal uraian) dan pengisian angket skala sikap atau respon siswa terhadap pembelajaran. Analisis data menggunakan uji kolmogrov-smirnov, uji Levene’s test dan uji-t.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang mendapatkan pembelajaran melalui PMR berbantuan teknologi AR lebih baik secara signifikan terhadap peningkatan KBKM dibandingkan siswa yang mendapatkan model PB (pembelajaran biasa). Rata-rata nilai pretest pada kelas eksperimen 48,50 dan untuk kelas kontrol 32,50, sedangkan analisis data posttest dengan bantuan SPSS Statistic versi 26, uji kolmogrof-smirnov rerata hasil 0,059 dan 0,131. Hasil uji normalitas kelas eksperimen menunjukkan nilai probabilitas (sig. 2-tailed) lebih dari taraf signifikansi α = 0,05, yang berarti data berdistribusi normal. Hasil ini juga menemukan bahwa antara KBKM dengan sikap atau respon siswa terhadap PMR berbantuan AR adalah sebagian besar siswa merespon dengan baik. Walaupun banyak ditemui hambatan sat melaksanakan penelitian yaitu lamanya siswa dalam mengerjakan soal, termasuk perlakuan siswa kelas IV SD Negeri 32 Kota Ternate sangat beragam.
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGUNAKAN SCRAPBOOK PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS IV SDN KAUMAN 1 KOTA MALANG Susilawati, Lis; Muliyono, Nurwakhid
PEDAGOGIK Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pedagogik.v13i1.10081

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) siswa kelas IV SDN Kauman 1 melalui penggunaan media scrapbook sebagai intervensi utama. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SDN Kauman 1. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket motivasi belajar dan lembar observasi aktivitas belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar yang signifikan. Pada tahap pra-siklus, rata-rata skor motivasi siswa adalah 60, termasuk dalam kategori “Cukup Termotivasi.” Setelah penerapan media scrapbook pada Siklus I, rata-rata skor meningkat menjadi 75 dalam kategori “Termotivasi.” Peningkatan berlanjut pada Siklus II dengan skor mencapai 88, yang masuk kategori “Sangat Termotivasi.” Data observasi mendukung hasil ini, dengan peningkatan partisipasi aktif, antusiasme, dan inisiatif siswa selama proses pembelajaran. Peningkatan motivasi ini disebabkan oleh karakteristik media scrapbook yang menarik secara visual, mendorong pembelajaran aktif dan kreatif, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap karya sendiri. Selain itu, peran guru sebagai fasilitator yang memberikan bimbingan terstruktur turut berkontribusi terhadap keberhasilan ini. Dapat disimpulkan bahwa media scrapbook efektif meningkatkan motivasi belajar IPA siswa kelas IV SDN Kauman 1.
KEMAMPUAN GURU KELAS RENDAH SD NEGERI 43 KOTA TERNATE DALAM MERANCANG DAN MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN TEMATIK Sanape, Yulensi; Somadayo, Samsu; Srinawati, Risna
PEDAGOGIK Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pedagogik.v12i2.8030

Abstract

The aim of this research is to determine and describe teachers' abilities in planning learning and the abilities of lower grade teachers in implementing thematic learning at SD Negeri 43 Ternate City. The research method used in this research is qualitative description, data was obtained using observation, interview and documentation techniques with data analysis techniques, namely data collection, data reduction, presentation of conclusion data. The results of the research show that in preparing learning tools teachers are still confused about formulating indicators for achieving basic competencies in achieving learning goals. Meanwhile, in implementing thematic learning, teachers encounter obstacles because students do not yet understand the transition from one subject to another, so that the learning objectives have not been achieved optimally. Evaluation of the thematic learning implementation plan is carried out on students and teachers, so that students can find out individual abilities in the class, in this case assessing students in writing and giving assignments to determine student achievement in learning objectives and for teachers to know whether a teacher is successful or not in the learning process the teacher makes observations during the learning process.
ANALISIS KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI KAWALO Salamet, Rahmiwati; Sangaji, Edwar
PEDAGOGIK Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pedagogik.v12i2.9944

Abstract

Penelitian ini adalah adanya kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Kawalo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan membaca pemahaman, faktor- faktor apa saja yang mempengaruhi kemampuan membaca pemahaman pada siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Kawalo. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian yang dilakukan pada siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Kawalo dengan jumlah siswa 38 siswa dapat ditarik kesimpulan kemampuan membaca pemahaman siswa dengan kategori cukup dengan nilai (71-80) terdapat 6 siswa yang mencapai dengan angka persentasi (21,42%) sedangkan siswa yang kategori kurang dengan nilai (61-70) yaitu berjumlah 17 siswa angka persentasi (50%) dan siswa dengan kategori sangat kurang dengan nilai (60) terdapat 15 siswa yang mencapai dengan angka persentasi (28,57%). Kesimpulannya yaitu dapat dikatakan bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Kawalo tergolong kurang. Adapun faktor- faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca pemahaman antara lain: 1) faktor psikologis, faktor ini meliputi minat, motivasi, emosi dan percaya diri 2) faktor lingkungan, faktor ini meliputi latar belakang dan pengalaman siswa di rumah dan perhatian orang tua, 3) faktor fisiologis, faktor ini mencakup kondisi atau kesehatan fisik, gangguan pada alat bicara, alat pendengar, dan alat penglihatan.
PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI 25 KOTA TERNATE Pinang, Zulfirda Arifin; Pamuti, Pamuti; Srinawati, Risna
PEDAGOGIK Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pedagogik.v13i1.10021

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui adanya pengaruh lingkungan keluarga terhadap motivasi belajar siswa kelas V SD Negeri 25 Kota Ternate. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian survey. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V sebanyak 47 siswa, dan sampel sebanyak 22 siswa. Teknik pengumpulan data adalah kuesioner, wawancara, dokumentasi.dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik inferensial, uji prasyarat analisis serta pengujian hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa, variabel lingkungan keluarga (X) berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar (Y) siswa kelas V SD Negeri 25 Kota Ternate. Pengaruh yang ditimbulkan variabel lingkungan keluarga (X) terhadap motivasi belajar (Y) memiliki arah yang positif. Hal tersebut dapat diketahui pada hasil analisis korelasi product moment didapatkan nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,000 0,05 atau rhitung (15,813) rtabel (1,725). Derajat hubungan antara kedua variabel dapat dapat dilihat berdasarkan nilai pearson correlation yang dimana nilainya sebesar 15,813 yang berada pada kategori derajat korelasi yang sempurna. 
EVALUASI PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS CANVA TERHADAP GURU SEKOLAH DASAR Nurharyanto, Dwi Widyastuti; Abdy, Iwan
PEDAGOGIK Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pedagogik.v12i2.9022

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk melihat respons guru terhadap kegiatan pelatihan media pembelajaran menggunakan aplikasi canva. Terdapat 19 guru pada SDN 48 Kota Ternate yang mengikuti kegiatan pelatihan. Pelatihan penggunaan canva dilakukan atas dasar kebutuhan pembelajaran saat ini yang harus terintegrasi dengan teknologi. Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama tiga hari dan pada hari terakhir dilakukan evaluasi. Evaluasi kegiatan menggunakan instrumen angket yang diberikan pada guru melalui google form. Google form terdiri dari sepuluh pertanyaan yang dibagi menjadi tiga bagian yaitu isi materi, penyampaian materi, dan kegiatan praktik. Kuesioner yang diberikan memiliki tiga kategori pengisian jawaban yaitu setuju, kurang setuju dan tidak setuju. Hasil evaluasi menunjukkan alokasi waktu untuk menyampaikan materi mendapatkan persentase 57,9% dan alokasi waktu untuk praktik pembuatan media pembelajaran sebesar 52,6%. Hal ini menunjukkan bahwa guru membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk menguasai Canva.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS IV MELALUI MODEL TALKING STICK Bugis, Mardiana; Bobikrit, Susanti
PEDAGOGIK Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pedagogik.v12i2.10001

Abstract

Tujuan pelaksanaan penelitian ini yaitu: 1) Untuk mengetahui Bagaimana proses penerapan model talking stick pada pemelajaran keterampilan beribicara siswa kelas IV di SD Negeri 1 Kota Ternate 2) Untuk mengetahui hasil penerapan model pembelajaran talking stick untuk meningkatkan keterampilan berbicara pada mata Pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas IV di SD Negeri 1 Kota Ternate. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus yaitu siklus I dan siklus II, setiap siklus terdiri dari empat tahapan rangkaian yaitu: Tahap Perencanaan Tindakan, Pelaksanaan Tindakan, Pengamatan/Observasi, dan Refleksi. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: tes, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Kota Ternate. Sujek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 30 siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh adalah keterampilan berbicara siswa pada siklus I menunjukan bahwa dari jumlah 30 siswa yang hadir terdapat 14 siswa atau 46% siswa yang mencapai ketuntasan KKM sedangkan siswa yang belum tuntas sebanyak 16 siswa atau 54% dengan nilai rata-rata 58% pada siklus I.  Dilanjutkan dengan siklus II yang mengalami peningkatan ketuntasan sebanyak 23 siswa atau 76% dan 24% atau 7 siswa yang belum tuntas dengan nilai rata-rata 73% pada siklus II, sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model talking stick dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas IV SD Negeri 1 Kota Ternate
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING DI KELAS V SD NEGERI 16 KOTA TERNATE Abdullah, Suhardi; Adam, Wiwin; Wulandari, Selvi
PEDAGOGIK Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pedagogik.v13i1.10035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penerapan model Role Playing dalam pembelajaran keterampilan berbicara siswa kelas V SD Negeri 16 Kota Ternate, serta untuk mengukur efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa pada materi cerpen. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Role Playing secara signifikan meningkatkan aktivitas guru dan siswa. Pada siklus I, persentase aktivitas guru mencapai 64,21% dan aktivitas siswa 62,10%. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, aktivitas guru meningkat menjadi 94,73% dan aktivitas siswa menjadi 86,31%. Selain itu, kemampuan berbicara siswa juga mengalami peningkatan. Pada siklus I, hanya 2 dari 24 siswa (8,34%) yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Namun pada siklus II, 22 siswa (91,66%) berhasil mencapai KKM. Dengan demikian, penerapan model Role Playing terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa pada pembelajaran cerpen di kelas V. Model ini dapat direkomendasikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang aktif dan menyenangkan.