cover
Contact Name
Saiful Latif
Contact Email
-
Phone
+6281340314232
Journal Mail Official
edukasifkip2019@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bandara Baabullah Kampus I FKIP Universitas Khairunm Kelurahan Akehuda, Kecamatan Kota Ternate Utara, 97728
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
EDUKASI
Published by Universitas Khairun
ISSN : 16934164     EISSN : 27158551     DOI : http://doi.org/10.33387/Edu
Core Subject : Education,
Edukasi adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Khairun, dengan ruang lingkup kajian tulisan berorientasi pada bidang Pendidikan Matematika, Pengetahun Alam, Ilmu Pengajaran Bahasa, dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Terbit sebanyak dua kali dalam setahun, yakni pada Januari dan Juni.
Articles 255 Documents
TEACHING VOCABULARY THROUGH GRAMMAR- TRANSLATION METHOD Abdurrahman Hi.Usman
EDUKASI Vol 13, No 2 (2015): Edisi Juni 2015
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.864 KB) | DOI: 10.33387/j.edu.v13i2.50

Abstract

As a traditional teaching method, Grammar-Translation Mehtod is still currently used nowadays. Although it is very suitable to teach grammar, but it is suitable for certain materials in certain places as well. One of the suitable materials is vocabulary. Vocabulary is very important all languages because there is no language without vocabulary. Every language is bulit up by the smallest meaningful unit that is called morpheme. Morphemes bulid up words, and the words listed in certain groups are called vocabulary. However, vocabulary has a very close relationship with grammar. Vocabulary is derived from morphology, and morphology is categorized grammar. Therefore, teaching vocabulary through Grammar-Translation Mehtod is possibly effective.  Key words: teaching, vocabulary, words, language Grammar-Translation Mehtod
PERTANGGUNGJAWABAN KERUGIAN NEGARA DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH Karianga, Hendra
EDUKASI Vol 16, No 1 (2018): Edisi Januari 2018
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.87 KB) | DOI: 10.33387/j.edu.v16i1.618

Abstract

Sources of revenue and expenditure of APBD (regional budget) can be allocated to finance the compulsory affairs and optional affairs in the form of programs and activities related to the improvement of public services, job creation, poverty alleviation, improvement of environmental quality, and regional economic growth. The implications of these policies is the need for funds to finance the implementation of the functions, that have become regional authority, is also increasing. In practice, regional financial management still poses a complicated issue because the regional head are reluctant to release pro-people regional budget policy, even implication of regional autonomy is likely to give birth to little kings in region causing losses to state finance and most end up in legal proceedings. This paper discusses the loss of state finance and forms of liability for losses to the state finance. The result of the study can be concluded firstly,  there are still many differences in giving meaning and definition of the loss of state finace and no standard definition of state losses, can cause difficulties. The difficulty there is in an effort to determine the amount of the state finance losses. The calculation of state/regions losses that occur today is simply assessing the suitability of the size of the budget and expenditure without considering profits earned by the community and the impact of the use of budget to the community. Secondly, the liability for losses to the state finance is the fulfillment of the consequences for a person to give or to do something in the regional financial management by giving birth to three forms of liability, namely the Criminal liability, Civil liability, and Administrative liability.Keywords: state finance losses, liability, regional finance.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR BIOLOGI DENGAN MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN MELALUI PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS TUGAS PROYEK BAGI SISWA KELAS X SEMESTER II SMA NEGERI 5 KOTA TERNATE TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Bessy, Emmi
EDUKASI Vol 14, No 2 (2016): Edisi Juni 2016
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.924 KB) | DOI: 10.33387/j.edu.v14i2.193

Abstract

Penelitian ini adalah jenis Penelitian Tindak Kelas dengan tujuan untuk mengetahui  Peningkatan Hasil Belajar Biologi Dengan Materi Pencemaran Lingkungan Berbasis Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Besbasis Tugas Proyek Bagi Siswa Kelas X Semester  II SMA Negeri 5 Kota Ternate Maluku Utara. Sampel penelitian adalah kelas X dengan jumlah 30 siswa  yang terambil dengan teknik Cluster Random sampling. Instrumen Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  Tes Uji Kompetensi,  Angket siswa, Lembar observasi, Wawancara dan Refleksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yaitu studi yang digunakan untuk mengumpulkan data, mendeskripsikan, mengolah, menganalisa, menafsirkan dan menyimpulkan data sehingga diperoleh gambaran yang sistematis. Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus, tiap siklus dalam penelitian meliputi empat langkah yaitu (1) perencanaan (planning), (2) pelaksanaan (acting), (3) observasi (observing), (4) refleksi (reflecting). Indikator keberhasilan penelitian ini adalah selama proses pembelajaran  dan dilakukannya refleksi ternyata adanya Peningkatan Hasil Belajar Biologi Dengan Materi Pencemaran Lingkungan Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Berbasis Tugas Proyek Bagi Siswa Kelas X Semester  II SMA Negeri 5 Kota Ternate Maluku Utara. Hasil belajar mata pelajaran biologi dengan materi Peningkatan Hasil Belajar Biologi Dengan Materi Pencemaran Lingkungan Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Berbasis Tugas Proyek Bagi Siswa Kelas X Semester  II SMA Negeri 5 Kota Ternate Maluku Utara   dapat disajikan sebagai berikut: (1) Hasil belajar pada siklus I nilai rata–rata menunjukkan. 76,8; (2) Hasil belajar pada siklus II nilai rata-rata menunjukkan.79,33; (3) Hasil pada siklus III, nilai rata-rata menunjukkan.79,6. Berdasarkan data penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa dengan menerapkan metode berbasis tugas proyek pada mata pelajaran biologi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Semester II SMA Negeri 5  Kota Ternate, tahun pelajaran 2015/2016 terbukti kebenarannya.Kata kunci: hasil belajar biologi, pencemaran lingkungan, metoda berbasis tugas  proyek 
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN MUTU SEKOLAH DASAR ISLAM INSAN KAMIL BACAN KABUPATEN HALMAHERA SELATAN Sahril Muhammad; Mardia Rahman
EDUKASI Vol 15, No 1 (2017): Edisi Januari 2017
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.521 KB) | DOI: 10.33387/j.edu.v15i1.279

Abstract

Penelitian ini berangkat dari fakta di lapangan bahwa mutu pendidikan dari tahun ke tahun lambat mengalami peningkatan.Hal ini tidak terjadi begitusaja melainkanada berbagai faktor penyebabmenurun mutunya pendidikan. Salah satunya adalah masih lemahnya pengelolaan manajemen  satuan  pendidkan  di  daerah.  Agar  hal  tersebuttidak  berlanjut  terus-menerus,  makadiperlukan adanya solusi alternatif untuk memperbaiki model pengelolaan pendidikan dasar sehingga dapat tercipta peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini diharapkan dapat tertatanya sistem pengelolaan manajemen sekolah sesuai dengan sasaran manajemen berbasis sekolah.Penelitian ini bertujuan  untuk  mengkaji  implementatasi  MBS  pada  Sekolah  Dasar  Islam  Insan  Kamil  BacanKabupaten Halmahera Selatan, mengkaji dampak dari implementasi MBS terhadap kinerja guru dan mengkaji kendala-kendala implementasi MBS pada Sekolah Dasar Islam Insan Kamil Bacan Kabupaten  Halmahera  Selatan.Penelitian  ini  mengunakan  pendekatan  kualitatif  untuk menggambarkan implementasi manajemen berbasis sekolah pada sekolah dasar Islam Insan KamilBacan Kabupaten Halmaher Selatan. Penggunaan pendekatan kualitatif untuk memperoleh informasi dan penafsiran mendalam tentang implementasi manajemen berbasis sekolah pada sekolah dasar Islam Insan Kamil Bacan. Sumber data meliputi: Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan, kepalasekolah,guru dan Komite Sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan,wawancara dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) implementasi manajemen berbasis sekolah pada sekolah dasar Islam Insan Kamil Bacan terealisasi secara efektif dan efisien sesuai tujuan dan sasaran MBS khusus pada aspek   pengembangan kurikulum dan pembelajaran, peserta  didik,  sarana  dan  prasarana,  pembiayaan  dan  manajemen  hubungan  sekolah  denganmasyarakat, (2) dampak impelementasi manajemen berbasis sekolah terhadap peningkatan kinerja guru dan sekolah melalui tata kelola sarana dan prasana serta pembiayaan sekolah secara transparansi, dan akuntabilitas dan (3) kendala implementasi manajemen berbasis sekolah pada sekolah dasar Islam Insan Kamil Bacan Kabupaten Halmahera Selatan adalah terbatasnya sumber pembiayaan sekolahdan sebagian besar masyarakat dan pelaku pendidikan lainnya belum sepenuhnya memahami pentingnya program manajemen berbasis sekolah. Kata Kunci : Implementasi  Manajemen berbasis sekolah, Mutu Pendidikan
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS II SD COKROMINOTO 01 MANADO Nurhamsa Mahmud; Ikmal Muhammad
EDUKASI Vol 15, No 2 (2017): Edisi Juni 2017
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.374 KB) | DOI: 10.33387/j.edu.v15i2.528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar matematika pada siswa kelas II SD Cokrominoto 01Manado dengan jumlah 21siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus setiap siklus terdiri dari empat tahapan yakni 1, tahap perencanaan,2 tahap pelaksanaan, 3 tahap pengamatan, 4. Tahap refleksi,  untuk data aktivitas dan hasilbelajar melalui tes kemudian dianalisis menggunakan deskriptif dan presentase hasil penelitian dan pembehasan menunjukan penerapan model pembelajaran tematik dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika yang signifikan dilihat dari siklus I aktivitas  memperhatikan penjelasan guru sebanyak 25% hal ini belum menunjukan peningkatan  karena masih banyak siswa yang ngobrol dengan teman-teman dalam kelasnya, selanjutnya pada aktivitas bertanya dan menjawab pertanyaan guru adalah 30%, dan pada aktivitas menjawab pertanyaan guru 25% pada aktivitas ini juga belam ada peningkatan, karena siswa masih merasa takut dankaku dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru, selanjutnya pada aktivitas mengikuti games 40% dan aktivitas mengerjakan tugas 40%,dan padahasil tes belajar 45,50%.  Selanjutnya  pada siklus II sudah mengalami peningkatan yang signifikan hal tersebut dapat dilihat pada aktivitas penjalasan guru pada siklus II sudah mencapai 60% dan pada aktivitas bertanyapada guru sudah mencapai 65%, selanjutnya pada aktivitas menjawab pertanyaan guru 80,23% dan pada aktivitas mengikuti games 87,25%, dan pada mengerjakan tugas 87,35%  dan pada hasil tes belajar 90,75%.Kata kunci: model pembelajaran, tematik, aktivitas belajar matematika
KAJIAN BUDAYA SASTRA LISAN PANDARA DAN SISINDIRAN Muamar Abd Halil
EDUKASI Vol 14, No 1 (2016): Edisi Januari 2016
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.34 KB) | DOI: 10.33387/j.edu.v14i1.186

Abstract

Penelitian ini diberi judul Kajian Budaya Sastra Lisan Pandara dan Sisindiran. Rumusan masalahnya adalah bagaimana perbedaan sastra lisan Pandara dan Sinsidiran. Tujuannya untuk mendeskripsikan perbedaan sastra lisan Pandara dan Sindidiran. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan dan persamaan antara Pandara dan Sisindiran. perbedaannya antara lain adanya perbedaan budaya yang terdapat dalam pandara dan sisindiran yang bertemakan cinta, dalam pandara mencerminkan bahwa budaya keras dan kasar masyarakat ternate labih dominan ketimbang masyarakat sunda.Dari teks yang tersaji dalam pandara, maka dapat dikatakan bahwa sebagian besar masyarakat ternate hidup dan tinggal di daratan rendah (tepi pantai). Sedangkan suku Sunda sebagian besar hidup dan tinggal di dataran tinggi (pegunungan). Pandara Tidak terpengaruh dengan kesusastra hindu. Tentu ini berbeda dengan sisindiran yang masih ada unsur hindu di dalamnya. Sedangkan persamaannya antara lain, Pandara maupun Sinsidan keduanya sama-sama memiliki pesan moral mengenai kehidupan yang baik. Sama-sama memiliki kepercayaan Islam yang dominan Sama-sama bertemakan nasehat, cinta, maupun jenaka, sehingga melahirkan satu kebudayaan yang saling mengasihi, menasehati dan mencintai antar sesama. Kata Kunci : Kajian Budaya, Sastra Lisan, Pandara, Sinsidiran.
MANAJEMEN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN PADA SMP NEGERI 13 KOTA TERNATE Irsan Habsyi
EDUKASI Vol 14, No 2 (2016): Edisi Juni 2016
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.967 KB) | DOI: 10.33387/j.edu.v14i2.199

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan  mendeskripsikan tentang: 1) Proses perencanaan pembiayaan pendidikan pada SMP Negeri 13 Kota Ternate; 2) Pelaksanaan  pembiayaan pendidikan pada SMP Negeri 13 Kota Ternate;  3) Pengawasan  pemanfaatan  pembiayaan pendidikan pada SMP Negeri 13 Kota Ternate; 4) Pertanggungjawaban pembiayaan pendidikan pada SMP Negeri 13 Kota Ternate. Metode penelitian ini adalah naturalistic inquiry  dengan pendekatan kualitatif. Prosedur pengumpulan dan perekaman data dilakukan melalui tahap  berikut ini, yaitu: (1) orientasi, (2) eksplorasi, (3) member check. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen utama yang digunakan dalam pengumpulan data adalah peneliti sendiri yang dilengkapi oleh dokumen wawancara, tape recorder, dan catatan lapangan. Dari hasil temuan  dan pembahasan, dapat diambil kesimpulan  sebagai hasil penelitian yaitu: (1) Kegiatan perencanaan pembiayaan pendidikan tidak lepas dari  program-program yang akan dikembangkan di sekolah dengan melakukan tahapan-tahapan sebagai berikut: (a) pengumpulan data yang bertujuan untuk mengindentifikasi dan mengakomodasi daya dukung penyelenggaraan pendidikan melalui penyediaan data yang akurat dari berbagai sumber antara lain kepala sekolah, wakil kepala sekolah, komite sekolah  guru, tenaga administrasi; (b) Penyusunan rencana program didasarkan pada visi, misi, tujuan dan sasaran  yang ditetapkan; (2) Pembiayaan pendidikan di sekolah ini dilaksanakan untuk membiayai berbagai  program yang menjadi prioritas, akan tetapi dalam pelaksanaannya tidak semua program dan sub program bisa didanai karena alasan kekurangan dana namun  menurut para guru dana yang ada sebenarnya cukup tapi kepala sekolah kurang transparan dalam pengelolaan keuangan sekolah; (3) Pengawasan Pembiayaan Pendidikan dilaksanakan oleh kepala sekolah secara berkala setiap bulan bagi bendahara dan panitia yang ditunjuk untuk mengelola dana, tim monitoring dari sumber dana yang masuk; 4) Pertanggungjawaban Pembiayaan Pendidikan di laksanakan secara berjenjang yaitu bendahara, atau panitia program ke kepala sekolah dan kepala sekolah ke instansi vertikal di atasnya. Kata Kunci: Pendidikan, Manajemen, Pembiayaan
BAHASA SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN DAN KOMUNIKASI ILMIAH H.Udin Saubas
EDUKASI Vol 15, No 2 (2017): Edisi Juni 2017
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.103 KB) | DOI: 10.33387/j.edu.v15i2.518

Abstract

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangannya potensi “peserta didik” agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mendiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab.Komunikasi ilmiah memang bukan tujukan kepada penjiwaan, tetapi kepada penalaran. Oleh sebab itu harus dihindarkan setiap bentuk pernyataan yang tidak jelas dan makna jamak. Proposisi ilmiah misalnya, harus merupakan pernyataan yang mengandung penilaian, apakah materi yang dikandung pernyataan itu benar atau salah, namun tidak bisa kedua-duanya sekaligus.Komunikasi ilmiah harus bersifat jelas dan tepat yang memungkinkan proses penyampaian pesan bersifat reproduktif dan impersonal. Reproduksi artinya sipenerima pesan harus menerima pesan yang benar-benar sama dengan yang dimaksud oleh pembicara. Dalam komunikasi ilmiah tidak boleh terjadi penafsiran lain, selain isi yang dikandung pesan tersebut. Dalam komunikasi estetik sering timbul penafsiran yang berbeda terhadap objek komunikasi yang sama. Kata Kunci: Bahasa Sarana Komunikasi Pendidikan, Komunikasi  Ilmiah.
PENERAPAN METODA PEMBELAJARAN DISKUSI DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BIOLOGI DENGAN MATERI POKOK EKOSISTEM DAN KOMPONEN PENDUKUNGNYA BAGI SISWA KELAS X SEMESTER II SMA NEGERI 5 KOTA TERNATE TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Emmi Bessy
EDUKASI Vol 14, No 1 (2016): Edisi Januari 2016
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.431 KB) | DOI: 10.33387/j.edu.v14i1.181

Abstract

Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan tujuan untuk mengetahui apakah ada Peningkatkan Prestasi Belajar Siswa Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Diskusi  Dalam Belajar  Biologi  Kelas X Semester II SMA Negeri 5 Kota Ternate.    Sampel penelitian adalah kelas X dengan jumlah 30 siswa yang terambil dengan teknik Cluster Random sampling. Instrumen Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  Tes Uji Kompetensi,  Angket siswa, Lembar observasi, Wawancara dan Refleksi.          Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yaitu studi yang digunakan untuk mengumpulkan data, mendeskripsikan, mengolah, menganalisa, menafsirkan dan menyimpulkan data sehingga diperoleh gambaran yang sistematis.Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus, tiap siklus dalam penelitian meliputi empat langkah yaitu (1) perencanaan (planning), (2) pelaksanaan (acting), (3) observasi (observing), (4) refleksi (reflecting). Indikator keberhasilan penelitian ini adalah selama proses pembelajaran  dan dilakukannya refleksi ternyata adanya peningkatan  prestasi mata pelajaran biologi di kelas X Semester II  SMA Negeri 5 Kota TernateHasil belajar  mata pelajaran biologi dengan materi Ekosistem dan Komponen Pendukungnya   melalui  penerapan metode pembelajaran Diskusi  dapat disajikan sebagai berikut:1.        Hasil belajar pada siklus I nilai rata –rata menunjukkan.75,132.        Hasil belajar pada siklus II nilai rata-rata menunjukkan.77,263.        Hasil pada siklus III, nilai rata-rata menunjukkan.83,16        Dengan hasil tesebut menunjukan bahwa ada upaya peningkatan secra positif  terhadap Prestasi Belajar Biologi Dengan Materi Pokok Ekosistem dan Komponen Pendukungnya  Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Diskusi Bagi siswa kelas X Semester II SMA Negeri 5 Kota Ternate Maluku Utara. Kata Kunci: Prestasi Belajar Biologi, Ekosistem dan Komponen Pendukung, Metoda Diskusi.
PROFIL BERPIKIR REFLEKTIF SISWA SD DALAM PEMECAHAN MASALAH PECAHAN BERDASARKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA Hery Suharna; Agung Lukito Nusantara; I Ketut Budayasa
EDUKASI Vol 14, No 2 (2016): Edisi Juni 2016
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.84 KB) | DOI: 10.33387/j.edu.v14i2.194

Abstract

The research reveals a profile of reflective thinking of elementary school students in problem solving fractions based on his mathematical abilities. The instruments used in data collection is Test Problem Solving (TPM), interview. Selection of research subjects in a way given test is based on the ability of mathematics, namely mathematical skills of high, medium and low and further categorized and taken at least 2 people to serve as subjects. The research objective is: describe the profile of reflective thinking that math skills of elementary school students High, medium, and low. Based on the results of the study found reflective thinking profile and high ability students were as follows: (a) the step to understand the problems students have information/knowledge or data that is used to respond, comes from inside (internal) and can explain what has been done; (B) the planned step problem solving students have information/knowledge or data that is used to respond, comes from inside (internal) and can explain what has been done; (C) on measures to implement the plan in terms of information/knowledge or data used by students to respond, comes from inside (internal), could explain what has been done, realized the error and fix it, and communicate ideas with a symbol or image, and (d) the checking step back, namely information/knowledge or data that is used by students to respond, comes from inside (internal) and can explain what has been done. Profile of reflective thinking ability students lowly mathematics, namely: (a) at the stage of understanding the problem, students can determine known and asked in the problem, but the students' difficulties to explain the identification of the facts that have been done, the students explained the understanding vocabulary, and feel of existing data the matter is enough; (B) at the stage of implementing the plan, the students explained, organize and represent data on the issue, describes how to select the operation in solving a problem though students are not sure, and students' difficulty in explaining what he had done; (C) at the stage of implementing the plan, the student has information on calculation skills although the answer is not correct. Students difficulty in explaining about the skills calculations have been done, trying to communicate their ideas in the form of symbols or images, even if students rather difficult to describe, and realized there was an error when using a calculation skills and improve it; (D) at the stage of check, students' difficulties in explaining whether obtained estimates it approached, it makes senseKeywords: reflective thinking, problem solving, fractions, and math skills.

Page 3 of 26 | Total Record : 255