cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Farmasi Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23017716     EISSN : 26224607     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Udayana merupakan jurnal elektronik yang dikelola oleh jurusan Farmasi FMIPA Udayana. Jurnal ini yang merupakan media publikasi penelitian dan review article pada semua aspek ilmu farmasi yang bersifat inovatif , kreatif, original dan didasarkan pada scientific. Artikel yang dimuat dalam jurnal ini meliputi penemuan obat, sistem penghantaran obat serta pengembangan obat. Jurnal ini memuat bidang khusus di farmasi seperti kimia medisinal, farmakologi, farmakokinetika, farmakodinamika, analisis farmasi, sistem penghantaran obat, teknologi farmasi, bioteknolofi farmasi, obat herbal dan komponen aktif tanaman serta evaluasi klinik obat
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 5, No. 1, Tahun 2016" : 9 Documents clear
TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PENGGUNAAN OBAT GENERIK DAN OBAT GENERIK BERMEREK (BRANDED GENERIC) PADA PASIEN RAWAT JALAN DI BADAN RUMAH SAKIT UMUM TABANAN L.P.F. Larasanty,; I.N.K. Widjaja; N.K.W Prasminda; N.L.P.U Antari; N.L.P.D. Wulandari; R.A.D. Puspitasari; N.M.F Irmayanti; P.P. Andiani
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 5, No. 1, Tahun 2016
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.192 KB)

Abstract

Perbedaan jumlah penggunaan obat generik dan obat generik bermerek salah satunya dapat disebabkan oleh adanya perbedaan kepuasan pasien. Kaptopril merupakan jenis obat antihipertensi lini pertama yang ada dipasaran dalam bentuk produk generik dan produk generik bermerek. Kaptopril digunakan secara luas dan digunakan dalam jangka waktu panjang oleh pasien hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien hipertensi di Badan Rumah Sakit Umum Tabanan terhadap penggunaan obat kaptopril generik dan obat kaptopril generik bermerek. Kepuasan pasien diukur dengan menggunakan skor gap. Skor gap diperoleh dengan membandingkan antara harapan dan persepsi pasien terhadap penggunaan obat kaptopril generik dan kaptopri generik bermerek. Harapan dan persepsi pasien diukur menggunakan skala likert dalam kuisioner yang berisi pernyataan tentang core product, actual product dan augmented product. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji statistik parametrik menggunakan uji t berpasangan dengan taraf kepercayaan 95%. Empat puluh sembilan orang responden ikut serta dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan harapan pasien yang tinggi baik pada penggunaan kaptopril generik maupun kaptopril generik bermerek. Tingkat kepuasan pasien hipertensi di Badan Rumah Sakit Umum Tabanan terhadap penggunaan obat kaptopril generik dan kaptopril generik bermerek termasuk dalam kategori sedang dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kepuasan pasien terhadap penggunaan kedua jenis obat tersebut (p > 0,05).
UJI KEPEKAAN ANTIFUNGI FLUCONAZOLE DAN NISTATIN TERHADAP Candida albicans ATCC 10231 DENGAN METODE DIFUSI DISK N. L. P.V. Paramita,; I G.A.A. Trisnadewi; N.P.C. Pratiwi; N.M.P. Dwijayanti; N.L.P.P. Ardiyanti; P. S. Yustiantara; A.A.G.R.Y. Putra; I M.A.G Wirasuta
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 5, No. 1, Tahun 2016
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.884 KB)

Abstract

Sejumlah agen antifungi banyak digunakan dalam pengobatan infeksi candida. Obat antifungi fluconazole dan nistatin banyak digunakan dalam pengujian terhadap strain Candida albicans menggunakan metode difusi disk. Penggunaan fluconazole dan nistatin memberikan nilai diameter zona hambat yang berbeda ketika diujikan secara in vitro dengan metode difusi disk pada 3 strain Candida albicans. Tujuan penelitian ini adalah uji kepekaan untuk mendapatkan antibiotik yang positif dalam menghambat Candida albicans ATCC 10231 beserta dosis efektifnya. Metode uji antifungi menggunakan Metode Difusi Disk. Sampel uji adalah Fluconazole dengan 6 variasi konsentrasi ( 64, 128, 256, 512, 1024, 2048 µg/mL) dan Nistatin dengan 6 variasi konsentrasi (200, 250, 300, 350, 400, 450 µg/mL). Aktivitas antifungi ditandai dengan munculnya daerah zona hambatan disekitar disk uji (ukuran 6 mm). Nilai diameter zona hambatan dianalisa secara deskriptif berdasarkan kategori respon hambat dari CSLI yaitu resistent (? 14 mm), intermediate (15 – 19 mm), susceptible (? 20 mm). Hasil penelitian menunjukkan Fluconazole mulai memberikan respon hambatan kategori resistent terhadap pertumbuhan Candida albicans ATCC 10231 pada konsentrasi 512 µg/mL (8,7 mm), kategori intermediate pada konsentrasi 1024 µg/mL (16,9 mm), dan kategori susceptible pada konsentrasi 2048 µg/mL (23,5 mm). Sedangkan nistatin mampu menghambat Candida albicans ATCC 10231 juga dengan kategori resisten mulai konsentrasi 350 µg/mL (6,1 mm), 400 µg/mL (6,7 mm), 450 µg/mL (8,1 mm). fluconazole memiliki kepekaan dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans ATCC 10231 dengan kategori susceptible sehingga dapat direkomendasikan dalam uji antifungi metode difusi disk.
PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN E, ISOLAT ANDROGRAFOLID SERTA KOMBINASI ISOLAT ANDROGRAFOLID DAN VITAMIN E DALAM PENCEGAHAN TERBENTUKNYA PLAK LEMAK PADA AORTA TIKUS N.P. Widiastuti; N.K. Warditiani; L.P.F Larasanty; I N.K. Widjaja; I M.A.G Wirasuta; N.P.R.D. Putri; G.D. Pranawa; I.M.S. Sapanca
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 5, No. 1, Tahun 2016
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.264 KB)

Abstract

Terbentuknya plak lemak pada dinding pembuluh darah akibat peningkatan kadar lipid dalam darah dapat memicu terjadinya oksidasi pada salah satu lipoprotein yakni LDL. Sehingga diperlukan upaya pencegahan terjadinya oksidasi LDL agar plak lemak pada dinding pembuluh darahtersebut tidak terbentuk.Andrografolid yang merupakan salah satu golongan senyawa diterpen lakton diketahui mempunyai aktivitas dalam penurunan LDL dalam darah. Disisi lain, vitamin E diketahui mempunyai aktivitas antioksidan yang dominan dalam partikel LDL. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pemberian vitamin E, isolat andrografolid serta kombinasi isolat andrografolid dan kombinasi vitamin E dalam pencegahan pembentukan plak lemak pada dinding aorta tikus. Tahapan penelitian ini meliputi penyiapan hewan uji, pemberian induksi pakan lemak serta pengujian pengaruh pemberian kombinasi isolat andrografolid dan vitamin E pada hewan uji selama 2 bulan. Hewan uji dibagi atas 5 kelompok yakni kelompok normal (pakan standar), kelompok negatif (CMC Na 0,1%), kelompok perlakuan 1 (Isolat andrografolid 18 mg/kgBB p.o.), kelompok perlakuan 2 (Vitamin E 10 IU/kgBB p.o.), dan kelompok perlakuan 3 (isolat andrografolid 9 mg/kgBB dan vitamin E 5 IU/kgBB p.o.). Pengambilan aorta hewan uji setelah 2 bulan perlakuan dan dilakukan analisis skoring terhadap histopatologi aorta tersebut. Hasil skoring diolah secara statistik non parametrik dengan taraf kepercayaan 95%. Pemberian kombinasi isolat andrografolid dan vitamin E menunjukkan perbedaan yang bermakna signifikan (p<0,05) dibandingkan dengan kelompok negatif dan kelompok normal sehingga dapat dikatakan pemberian kombinasi isolat andrografolid dan vitamin E mampu mencegah terbentuknya plak lemak namun belum dapat mengembalikan kondisi anatomi aorta seperti kondisi normal.
EKSTRAKSI LIKOPEN DARI LIMBAH BUAH TOMAT (Solanum lycopersicum L.) N. M. P. Susanti; L. P. M. K. Dewi; I N.K. Widjaja; I.M.A.G. Wirasuta; K. G. Gityarani
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 5, No. 1, Tahun 2016
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.399 KB)

Abstract

Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan salah satu buah yang identik dengan warna merah menyala. Warna merah tersebut disebabkan oleh adanya pigmen merah karotenoid. Karotenoid yang paling berlimpah dalam buah tomat adalah likopen sebesar 60-64%. Likopen memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dibandingkan karotenoid lainnya. Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) periode 2010-2014 menunjukkan bahwa konsumsi rata-rata buah tomat di Indonesia lebih kecil bila dibandingkan dengan ketersediaan buah tomat dari Necara Bahan Makanan (NBM). Produksi buah tomat yang berlebih dan tidak dimanfaatkan secara efektif seringkali dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan karena buah tomat yang membusuk dan akhirnya menjadi limbah. Dalam penelitian ini dilakukan ekstraksi likopen dari limbah buah tomat dengan metode ekstraksi cair-cair untuk mengetahui jumlah kadar total likopen dari limbah buah tomat. Limbah buah tomat yang digunakan adalah buah tomat yang telah mengalami penyimpanan selama 6 sampai 10 hari. Metode ekstraksi cair-cair dilakukan dengan menggunakan pelarut n-heksan:aseton:etanol 96% (50:25:25 v/v/v) dengan perbandingan ekstrak:pelarut (1:1). Metode Spektrofotometri UV-Vis dilakukan dalam pengukuran kadar total likopen pada panjang gelombang maksimum 445, 472 dan 503nm menggunakan ?503 sebesar 1.585 x 105 M-1cm-1. Kadar total likopen yang diperoleh dari limbah buah tomat sebesar 0,00042% b/b atau sekitar 0,42 mg/100 gram dengan KV sebesar 6,88%.
GAMBARAN TERAPI LAYANAN JKN PADA PASIEN HIPERTENSI STAGE I DAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI UNIT RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UDAYANA D.A Swastini; S.A. Putri; N.M. Rudiarta; I.A.D. Wiryanthini
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 5, No. 1, Tahun 2016
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.543 KB)

Abstract

Diabetes melitus dan hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis dengan tingkat prevalensi tinggi di Indonesia. Pengobatan penyakit kronis membutuhkan pengobatan dalam jangka waktu panjang serta teratur sehingga biaya pengobatan yang diperlukan menjadi tinggi. JKN membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pengobatan sehingga masyarakat Indonesia dapat mencapai kualitas hidup yang lebih baik.Tujuan penelitian ini ialah untuk memberikan gambaran keberhasilan terapi pada pasien Hipertensi Stage I dan diabetes Melitus Tipe 2 pada layanan JKN di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Udayana Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan analitik dari bulan Oktober 2015-Maret 2016. Subjek penelitian adalah 36 pasien DM tipe 2 dan 10 Pasien Hipertensi pada Layanan JKN yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak memenuhi kriteria eksklusi. Subjek DM diberikan pengobatan metformin atau glikazid sedangkan subjek hipertensi diberikan amlodipin selama 6 bulan. Keberhasilan terapi diabetes melitusdinilai dari tercapainya target KGDP <126 mg/dL, KGDPP <200 mg/dL, tidak adanya efek samping (hipoglikemia, mual, muntah, diare dan alergi), keberhasilan terapi hipertensi dinilai dengan tekanan darah pasien <140/90. Data pada subjek DM memiliki sebaran normal dan dianalisis dengan uji t berpasangan. Data pada subjek hipertensi memiliki sebaran tidak normal dan dianalisis dengan uji non-parametrik Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan bermakna pada KGDP dan KGDPP pada subjek dengan DM, terdapat perbedaan bermakna TDD dan tidak terdapat perbedaan bermakna TDS pada subjek dengan hipertensi (p>0,05). Berdasarkan hasil penelitian, keberhasilan terapi tercapai pada subjek dengan diabetes melitus tipe 2 namun belum tercapai pada subjek dengan hipertensi stage 1.
UJI DAYA ANTHELMINTIK EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG LAMTORO (Leucaena leucocephala (LAM.) de wit) PADA CACING GELANG BABI (Ascaris suum Goeze) SECARA IN VITRO K. W Astuti; P. O Samirana; N. P. E Sari
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 5, No. 1, Tahun 2016
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.215 KB)

Abstract

Salah satu infeksi parasit usus yang sering terjadi di seluruh dunia adalah askariasis. Babi yang terinfeksi cacing akan mengalami gastritis, diare, peritonitis akibat infeksi, anoreksia, penurunan berat badan, kekurusan bahkan kematian. Penanggulangan askariasis yang menyerang babi dilakukan dengan cara memberikan anthelmintik. Upaya pengembangan potensi obat herbal sebagai anthelmintik digunakan kulit batang lamtoro Percobaan pertama dimulai dengan mendeterminasi tanaman, ekstraksi, menetapkan kadar air tumbuhan yang digunakan, menetapkan kadar air ekstraknya, selanjutkan skrining fitokimia. Uji daya anthelmintik menggunakan sampel 105 cacing gelang babi (Ascaris suum Goeze) yang dibagi menjadi 7 kelompok dan dilakukan replikasi 3 kali.. Kelompok pertama sebagai kontrol negatif diberikan suspensi CMC-Na 0,5% b/v , perlakuan kedua control positif diberikan suspense albendazol 0,25% b/v, kelompok perlakuan ketiga, keempat, kelima, keenam dan ketujuh diberi ektrak etanol kulit batang lamtoro dikonsentrasi 0,25% b/v; 0,5% b/v; 1% b/v; 2% b/v; dan 4% b/v. Setiap konsentrasi diberikan 20 ml disemua cawan petri yang berisikan 5  cacing, masing-masing cawan berisi cacing diinkubasi dengan suhu 37°C. Data didapatkan melalui pengamatan durasi mortalitas seluruh cacing Ascaris suum Goeze tiap 2 jam sampai 40 jam. uji Kruskal-Wallis diteruskan dengan uji Mann-Whitney digunakan untuk menganalisis data persentase kematian. LC100 dan LT100 ekstrak etanol kulit batang lamtoro dihitung dengan menggunakan analisis probit. Kandungan kimia ekstrak etanol kulit batang lamtoro berdasarkan hasil skrining fitokimia yaitu mengandung saponin, tannin, triterpenoid, dan glikosida. Ekstrak etanol kulit batang lamtoro konsentrasi 0,5% b/v, 1% b/v; 2% b/v; dan 4% b/v mempunyai daya anthelmintik pada cacing Ascaris suum karena tidak sama memiliki arti pada kontrol negatif (p<0,05). Nilai LC100 dan LT100 ekstrak etanol kulit batang lamtoro menurut perhitungan analisis probit menunjukkan 4,02% dan 35,4 jam.
UJI KOMPATIBILITAS KARAGINAN DARI Eucheuma cottonii DAN Eucheuma spinosum DENGAN AGAR KOMERSIAL SEBAGAI PEMADAT (SOLIDIFIER) MEDIA PENUMBUH MIKROBA N. P. L. Laksmiani; K.R Suciptha; I N.K. Widjaja; Yan Ramona
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 5, No. 1, Tahun 2016
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.992 KB)

Abstract

Penelitian mengenai uji kompatibilitas karaginan diekstrak dari Eucheuma cottonii dan Eucheuma spinosum dengan agar-agar komersial telah dilakukan di Laboratorium Terpadu Biosains dan Bioteknologi, Universitas Udayana. Karaginan dari dua rumput laut diekstraksi dengan alkali berair (pH 8,5) di 80o-85oC selama 4 jam. Beberapa parameter, seperti tes kekakuan, elastisitas dan kemampuan media tumbuh mikroba (E. coli, Staphylococcus aureus, Vibrio Colera Dan Rhizopus sp.) dari karaginan rumput laut diuji dan dibandingkan dengan agar-agar komersial. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua parameter yang diuji untuk karaginan yang diekstrak dari Eucheuma cottonii kompatibel dengan agar komersial (P <0,05), meskipun biaya untuk memproduksi 1 L media adalah dua kali lebih mahal daripada agar komersial. Sementara itu,karaginan yang diekstraksi dari Eucheuma spinosum tidak dapat digunakan sebagai solidifier karena gel yang terbentuk lemah.
KARAKTERISTIK MCC JERAMI PADI BERAS MERAH DENGAN METODE DELIGNIFIKASI NaOH 5% I.G.N.A Dewantara Putra; I.G.N. Jemmy A. Prasetia; G.A. Aparigraha
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 5, No. 1, Tahun 2016
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.307 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisitik sifat fisik meliputi organoleptis, pH, viskositas, kompaktibilitas, dan sifat alir selulosa mikrokristal jerami padi beras merah yang kemudian dibandingkan dengan karakteristik sifat fisik dari selulosa mikrokristal produk komersil yaitu Avicel PH 101. Selulosa mikrokristal jerami padi beras merah diperoleh melalui proses delignifikasi dengan NaOH konsentrasi 5% dilanjutkan dengan proses hidrolisis dengan larutan HCl 2,5N. Selulosa mikrokristal kemudian dilakukan uji karakteristik meliputi organoleptis, pH, viskositas, kompaktibilitas, sifat alir. Hasil dari penelitian diperoleh organoleptis (putih kekuningan, tidak berbau, jarum kristal), pH (5,31), viskositas (5,9), kompaktibilitas (30,06%), dan sifat alir sangat buruk. Karakteristik selulosa mikrokristal jerami padi beras merah yang diperoleh melalui proses delignifikasi konsentrasi NaOH 5% memiliki karakteristik yang sama dengan Avicel PH 101.
EFEKTIVITAS PERLINDUNGAN MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK ETANOL 96% KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) DALAM MEMPERTAHANKAN PH KULIT TIKUS WISTAR JANTAN YANG DIBERI PAPARAN SINAR UV-B N.P.A.D. Wijayanti; IG.A.D. Ratnayanti; M.A. Wardhana; Z. Aini,; C.M.A. Putri,
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 5, No. 1, Tahun 2016
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.21 KB)

Abstract

Radiasi sinar UV-B memiliki kapasitas untuk menghasilkan  reactive oxygen species (ROS) yang menyebabkan terjadinya photoaging yang dapat diamati dari nilai pH kulit. Ekstrak kulit buah manggis diketahui memiliki kandungan antioksidan yang tinggi dan telah diformulasi menjadi sediaan masker gel peel off . Sediaan ini diketahui mampu meningkatkan toleransi kulit tikus terhadap paparan sinar UV-B. Pada penelitian ini dilakukan pengujian untuk mengetahui efektivitas masker gel peel off ekstrak kulit buah manggis dalam menjaga pH kulit tikus wistar jantan yang diberi paparan sinar UV-B. Penelitian dilakukan dengan menggunakan 30 hewan uji yang dibagi dalam 3 kelompok, yaitu perlakuan I (basis masker gel peel off), perlakuan II (masker gel peel off ekstrak etanol 96% kulit buah manggis) dan kontrol (tanpa perlakuan). Kelompok perlakuan I dan perlakuan II dipapar dengan UV-B dengan dosis total 840 mJ/cm² selama 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok perlakuan II berbeda bermakna dengan kelompok perlakuan I dan kelompok kontrol dengan nilai signifikansi P<0,05. Sehingga diketahui masker gel peel off ekstrak kulit buah manggis mampu mempertahankan pH kulit tikus wistar jantan yang dipapar sinar UV-B.

Page 1 of 1 | Total Record : 9