cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 74 Documents
Coping with 21st Century Opportunities and Challenges: English Teacher Professional Competence Development Nur Azizah
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The development of information and communication technology in the 21st century requires teachers of English as a foreign language (EFL) to be more professional to scaffold students to reach the global requirements. To be professional, teachers can participate in several modes based on certain demands as required by experts, world organization, and the Indonesian Ministery of Education. However, there are problematic aspects which should be considered, such as conflicts in the workplace, lacks of motivation, personal matters, costs spent, limited chances, and specifications of needs. Due to the problems which may be faced by individual teachers, informal modes can be the ways out fortheir professional development. Teachers can do independent self-development by using ICT as one of the educational devices in this era. This paper highlights teacher professional competence development in relation to the use of ICT as either opportunities or challenges in enhancing the quality of EFL teachers.Keywords: EFL teachers, ICT in 21st century, professional developmentAbstrak: Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di abad ke-21 ini menun- tut guru bahasa Inggris sebagai bahasa asing (BIBA) menjadi lebih profesional dalam rangka membantu siswa mereka memenuhi berbagai tuntutan dunia global. Untuk menjadi profesional, guru dapat melakukan berbagai cara sesuai kebutuhan tertentu, seperti yang telah disyaratkan oleh para ahli, organisasi dunia, dan Kementerian Pendidikan Republik Indonesia secara for- mal. Meskipun demikian, ada beberapa aspek permasalahan yang seharusnya dipertimbangkan, seperti konflik ditempat kerja, kurangnya motivasi, permasalahan pribadi, biaya yang dikel- uarkan, keterbatasan kesempatan, dan spesifikasi kebutuhan. Untuk menghadapi permasala- han yang mungkin terjadi secara individu, guru dapat menggunakan cara-cara informal se- bagai jalan keluar dalam melaksanakan pengembangan kompetensi profesionalnya. Guru dapat mengembangkan diri sendiri secara mandiri dengan memanfaatkan ICT sebagai salah satu alat pendidikan di era ini. Makalah ini menyoroti pengembangan kompetensi profesional guru ter- kait penggunaan ICT baik sebagai suatu kesempatan maupun tantangan dalam meningkatkan kualitas guru bahasa Inggris.Kata-kata kunci: Guru EFL, TIK di abad 21, pengembangan keprofessionalan 
How Nias Sees English Personal Pronouns Used as Preposition Objects Ingatan Gulö
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This paper was a part of study contrasting functions of Nias personal pronouns with those of English. While English have only two types of personal pronouns, the subjective and the objective cases, Nias has four, all of which are possible to be made subjects or objects. Thus, describing how both languages realise these functions is complex. To see how they work, personal pronouns in both languages were collected from short stories and analysedfrom the perspective of contrastive analysis. One of the main findings was that Nias renders English personal pronouns being objects of prepositions in more complex constructions; not using its personal pronouns. This paper, focusing on discussing those constructions and, by doing so, aimed to reveal an aspect of Nias linguistics in relation to that of English.  Keywords: Nias, personal pronoun, Li Niha, preposition object Abstrak: Artikel ini adalah bagian dari riset yang mengontraskan fungsi kata ganti bahasa Nias dengan fungsi kata ganti bahasa Inggris. Sementara kata ganti dalam bahasa Inggris hanya terdiri dari dua kelompok, satu untuk subjek dan satu untuk objek, kata ganti bahasa Nias terdiri dari empat kelompok yang hampir semuanya dapat berfungsi sebagai subjek atau objek. Karena itu, mendeskripsikan bagaimana kedua bahasa merealisasikan fungsi-fungsi ini adalah kompleks. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, dikumpulkan data penggunaan kata ganti dalam kedua bahasa dari beberapa cerita pendek. Fungsi kata-kata ganti tersebut dianalisa dari perspektif linguistik kontrastif. Salah satu dari temuan utama adalah bahwa bahasa Nias merealisasikan kata ganti bahasa Inggris yang berfungsi sebagai objek preposisi dengan frasa-frasa yang kompleks, bukan dengan kata ganti. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur frasa-frasa tersebut agar aspek bahasa Nias ini dapat dipahami dalam kaitannya dengan bahasa Inggris. Kata-kata kunci: bahasa Nias, kata ganti, Li Niha, objek preposisi
Investing in Teacher Learning: In-service Teacher Professional Training in Indonesia Umar Abdullah
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aimed to find out what happen in a 10-day in-service teacher professional training in Indonesia, commonly known as PLPG. A qualitative study using observations and document analysis was used as the research procedure. It was found that PLPG offered teachers substantial learning experiences covering professional and pedagogical competencies, necessary for teachers to achieve a professional level of quality in their duties. In addition, the activities featured in PLPG were in line with constructivist theory in that they seek to foster teacher-to-teacher interaction through active, contextualized, and collaborative modes of learning. The study suggests the need of a system of peer support and feedback integrated into long-term trainings, and extensively well-designed content-related continuing teacher professional development to improve and sustain teachers’ teaching practices. Key words: teacher learning; teacher certification; teacher professional development, teacher education Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat secara seksama pelaksanaan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) di Indonesia. Data penelitian kualitatif ini diperoleh melalui observasi dan analisis dokumen. Riset ini menemukan bahwa PLPG menawarkan pengalaman belajar yang subsbtansial kepada guru yang mencakup kompetensi profesional dan pedagogis, dimana kedua kompetensi ini sangat diperlukan guru sebagai syarat menjadi guru yang profesional. Selain itu, kegiatan yang dilaksanakan dalam PLPG sejalan dengan teori konstruktivis yang mendorong terjadinya interaksi diantara peserta pelatihan melalui metode pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan kolaboratif. Riset ini memberikan beberapa rekomendasi, yaitu perlunya dukungan dan umpan balik teman sebaya yang terintegrasi dalam pelatihan jangka panjang, dan perlunya pengembangan profesi guru berkelanjutan yang dirancang secara ekstensif untuk meningkatkan dan mempertahankan praktik pengajaran guru yang berkualitas.Kata-kata kunci: pembelajaran gur, sertifikasi guru, pengembangan profesi guru, Pendidikan guru.
Pengaruh Pendekatan Saintifik dan Kemampuan Bernalar terhadap Keterampilan Menulis Karangan Argumentasi Rahma Peprina; Sri Indrawati; Latifah Ratnawati
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan saintifik dan ke- mampuan bernalar terhadap keterampilan menulis karangan argumentasi. Sampel penelitian ini adalah kelas X.B sebagai kelas eksperimen dan kelas X.E sebagai kelas kontrol. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t dan ANOVA menggunakan SPSS 21. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan menulis karangan argumentasi antara kelas yang diajar dengan pendekatan saintifik dan kelas yang diajar dengan pendekatan konven- sional (p<.05). Selanjutnya, terdapat perbedaan kemampuan bernalar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Di samping itu, penerapan pendekatan saintifik dan kemampuan bernalar secara bersama-sama berpengaruh terhadap kemampuan menulis karangan argumentatif.Kata-kata Kunci: pendekatan saintifik, kemampuan bernalar, menulis karangan argumentasiAbstract: This study aims to determine the effect of the scientific approach and the ability to reason against the argumentation essay writing skills. The sample used in this study is X.B class, the experimental class and X.E, control class. The analysis technique used in this study using SPSS 21 and analyzed by t- test and ANOVA. Based on the results from these tests, there is difference argumentative writing competences between students who are taught by the sci- entific approach and those who are taught by the conventional approach (p<.05). Furthermore, there is difference reasoning ability between the experimental and control classes. In addition, the application of scientific approach and reasoning ability of students together to have a posi- tive influence on the student’s argumentative writing skills. Keywords: scientific approach, reasoning ability, and argumentation writing
Improving Reading and Writing Achievements through Whole Language Approach Binti Koniaturrohmah
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The main purpose of this study was to find out whether or not whole language ap- proach could make a difference in improving both students’ reading and writing achievements. The research was conducted in terms of reading and writing intervention for about two months or 24 meetings including pre and post-tests. The tests were reading comprehension and writ- ing. The findings showed that (1) there was a significant progress within each group in both reading and writing. (2) there was also significant mean difference between the experimental and control groups with the contribution of the Whole Language Approach to students’ reading comprehension by 99.2% and to writing achievements by 87.2%.Keywords: whole language approach, reading achievement and writing achievement.Abstrak: Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pendekatan whole language dapat membuat suatu perbedaan dalam meningkatkan prestasi siswa dalam membaca dan menulis. Penelitian ini dilakukan dalam hal intervensi membaca dan menulis selama se- kitar dua bulan atau 24 pertemuan termasuk tes awal dan tes akhir. Tesnya adalah pemahaman membaca dan menulis. Hasilnya menunjukkan bahwa (1) ada kemajuan yang signifikan dalam masing-masing kelompok dalam membaca dan menulis. (2) ada juga perbedaan rata-rata yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol dengan kontribusi dari Pendekatan Whole Language untuk prestasi siswa dalam pemahaman membaca sebesar 99,2% dan menulis sebe- sar 87,2%.Kata-kata kunci: pendekatan whole language, prestasi membaca dan menulis
TPR: The Old but Gold Strategy in Enlarging Young Learners’ Vocabulary Ahmad Zainudin
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: English has a decisive role in the global era and is required by all students to master and acquire. This paper aimed at reviewing literature to help teachers enlarge young English learners’ vocabulary. The problem is that they are afraid to say words because they are in lack number of vocabularies related to what level they should use. EFL school students would need an active vocabulary at least 3000 high-frequency words of English. This would be great for students to develop the knowledge of vocabulary, or it can be encouraged for them to have an average of seven words per day. Therefore, this paper focused on discussing Total Physical Response (TPR) which concerns on speech and actions at the same time. It could be an old strategy but still the gold one which emphasizes meaningful and purposeful vocabulary for young learners. Keywords: vocabulary, young learners, TPR Abstrak: Bahasa Inggris mempunyai sebagai peran penting yang menentukan dalam era global dan semua pelajar dituntut untuk menguasainya. Artikel ini bertujuan meninjau literatur untuk memperluas kosakata pelajar, terutama pelajar muda. Masalahnya adalah mereka takut untuk mengucapkan kata dalam bahasa Inggris karena mereka kekurangan jumlah kosa kata yang berhubungan dengan tingkat apa yang harus mereka lakukan. Pelajar sekolah EFL (English as a Foreign Language) membutuhkan kosakata aktif setidaknya 3000 kata bahasa Inggris. Jumlah ini bagus bagi siswa untuk mengembangkan pengetahuan kosa kata, atau dapat disoroti untuk rata-rata tujuh kata per hari. Oleh karena itu, artikel ini berfokus pada membahasa tentang Total Physical Response (TPR) yang strategi pembelajaran kosa kata bahasa Inggris dimana berbicara dan melakukan tindakan pada saat yang sama. Ini dapat saja dianggap sebagai strategi lama tetapi tetap merupakan strategi emas yang menekankan penguasaan kosakata yang penuh makna dan tujuan bagi pembelajar muda. Kata-kata kunci: kosa kata, pembelajar muda, TP
A Textual Analysis of Verbal Texts in the Children’s Picture Books DEBBY YOLANDA; DIAN MARISHA PUTRI; TENGKU SILVANA
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:The purpose of our study was to discover textual metafunction elements of the verbal text in one of the children‘s picture books entitled On the Move, part of the Wonderful World of English series. The data used in this research were lingual data of words, phrases taken from the particular picture book. The descriptive qualitative method was used in analyzing the data. The results of the study showed that the dominant element of the textual metafunction was topical themes and there were relations between textual elements and visual elements in making meaning from these children‘s picture books.  Keywords: metafunction, theme, rheme, children’s picture books Abstrak: Tujuan dari penelitian kami adalah untuk menemukan elemen metafungsi tekstual dari teks verbal di salah satu serial buku anak-anak bergambar, Wonderful World of English bernama On the Move. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kata dan frasa lingual yang diambil dari buku bergambar tersebut. Dalam menganalisis data digunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa elemen dominan dari meta fungsi tekstual adalah tema topical dan adanya hubungan antara elemen tekstual dan elemen visual dalam pembuatan makna pada buku anak-anak bergambar ini. Kata-kata kunci: metafungsi, tema, rema, buku anak-anak bergambar
Linguistically Intercultural Problems in Learning English as a Global Lingua Franca (EGLF) Diemroh Ihsan
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: In learning English as a Lingua Franca (ELF) of the globe, Indonesian learners of English as a Foreign Language (EFL) need great effort and seriousness to cope with certain linguistic and incultural problems. If beginning EFL learners make errors in making sentences using certain words, it is not surprising but it is when they are made by quite advanced learn- ers. However, errors should be respected and accepted as signs of learning as no learners create errors on purpose. Teachers should realize that errors are committed due to some factors that are beyond learners’ awareness linguistically as well as culturally. This paper is intended to describe some linguistic and incultural errors made by advanced EFL learners and discuss some possible causes and offer ways to help them improve their competence and performance in the English language. The data used in this study are in forms of (a) sentences made by 30 Mag- ister program students using certain words given, and (b) answers they provide based on Yes/ No questions and Tag-questions asked. The study reveals that to make correct sentences using certain words and correct answers to certain questions in English EFL learners are required to build some linguistic, pragmatic, and intercultural comptence both in Indonesian and English.Keywords: linguistic, pragmatic, and intercultural errors and competence,Abstrak: Dalam belajar bahasa Inggris sebagai bahasa perantara antar bangsa di dunia para siswa Indonesia yang belajar bahasa Inggris sbagai bahasa asng memerlukan usaha yang sung- guh-sungguh untuk memahami dan menguasai unsur-unsur kebahasaan dan kebudayaan tert- entu. Jika pembelajar pemula bahasa Inggris Indonesia membuat kesalahan dalam membuat kalimat dengan menggunakan kata-kata tertentu, itu mungkin dianggap wajar tetapi hal tersebut dianggap kurang wajar bila kesalahan seperti itu dibuat oleh pembelajar yang sudah dikategori- kan kelas advanced. Namun demikian, kesalahan apapun yang dibuat pembelajar hendaknya dihargai dan diterima sebagai tanda bahwa mereka sedang belajar karena tidak ada pembelajar yang sengaja membuat kesalahan apabila mereka sudah mengetahui mana yang benar. Para guru harus menyadari bahwa kesalahan terjadi karena beberapa faktor di luar pemahaman pem- belajar baik secara kebahasaan maupun budaya. Tulisan ini mencoba mendeskripsikan beber- apa unsur kebahasaan dan budaya yang dibuat oleh pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing, membahas beberapa penyebabnya, dan menawarkan beberapa usaha untuk membantu mereka memperbaiki pengetahuan dan kemampuan berbahasa Inggris mereka. Data penelitian ini berupa (a) sejumlah kalimat yang dibuat oleh 30 orang pembelajar S2 bahasa Inggris, dan(b) kalimat jawaban yang mereka buat berdasarkan pertanyaan Yes/No Question dan Tag-Ques- tion. Hasil studi ini menyatakan bahwa untuk dapat membuat kalimat yang benar dan jawaban dari pertanyaan Yes/No Question dan Tag-Question para pembelajar bahasa Inggris Indonesia dituntut untuk memiliki latarbelakang pengetahuan tentang ilmu bahasa, pragmatik, dan bu- daya sendiri maupun budaya bangsa yang berbahasa Inggris.Kata-kata Kunci: kesalahan dan kemampuan linguistik, pragmatik, interkultural 
Influence of Literature Circles Strategy and Cultural Literacy on Students’ English Achievement Bibie Nariswari; Chuzaimah D. Diem; Machdalena Vianty
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study investigated the influence of Literature Circles Stratey (LCS) and cultural literacy (CL) on 7th and 8th grade students’ English as a foreign language (EFL) achievement of one private junior high school in Palembang, South Sumatera, Indonesia. The students’ EFL achievement was measured by using English tests before and after the three-month intervention using LCS. The results of descriptive statistics showed that although based on paired sample t-test, the students’ EFL achievement increased significantly (mean difference =19.46; p<.000), it was still on below average level. Then, regression analysis also indicated that students’ EFL achievement was inluenced by their CL for 98.00% with reading has the highest percentage. The implication of these results should encourage the eagerness of the in-service teachers of English to apply the strategy appropriately and proportionally to enhance students’ all English skills and researchers to do similar study by involving students of all grade levels of both private and state public schools.  Keywords: EFL learning, literature circles strategy, cultural literacy, junior high school students Abstrak: Penelitian ini meneliti pengaruh Strategi Lingkar Sastra (Literature Circles Strategy – LCS) dan Literasi Budaya (Cultural Literacy – CL) (LCS) pada kemampuan Bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) pada siswa kelas 7 dan 8 di sebuah sekolah menengah pertama (SMP) swasta di kota Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia. Hasil kemampuan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) diukur dengan menggunakan test Bahasa Inggris sebelum dan sesudah intervensi selama 3 bulan menggunakan LCS.  Hasil dari gambaran statistika menunjukkan bahwa meskipun berdasarkan uji paired sample t-test, hasil kemampuan siswa meningkat secara signifikan (perbedaan nilai rata-rata =19.46; p<.000) masih di bawah angka rata-rata. Kemudian analisis regresi juga menunjukkan bahwa hasil kemampuan Bahasa Inggris sebagai bahwa asing masih dipengaruhi oleh Literasi Budaya 98% dengan presentase tertinggi dalam membaca. Implikasi dari hasil ini seharusnya mendorong kemauan para guru untuk mengaplikasikan strategi ini secara benar dan proporsional untuk meningkatkan semua keterampilan Bahasa Inggris, dan bagi peneliti agar dapat melakukan penelitian serupa dengan melibatkan siswa dari semua tingkat baik sekolah negeri maupun sekolah swasta. Kata-kata kunci: pembelajaran EFL, strategi lingkar sastra, keaksaraan budaya, siswa SMP
Error Analysis and Interlanguage: Reflections for Indonesian Teachers and Learners Rindu Handayani
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This paper aimed to describe the role of error analysis and interlanguage as a natural process in teaching and learning. Extensive history of English learning in Indonesia is described in the paper as it gives a view of how English has been used for decades. The terms of error and interlanguage by Corder and Selinker are also elaborated briefly. Errors occur due to two interferences:  interlingual and intralingual. Clear intruments of students’ performance towards English competence, feedbacks of teachers and students in language learning engagement, and a fruitful advantage for teachers and learners for their further reseource of learning are some points that have been proposed for Indonesian teachers and learners. Keywords: Error analysis, interlanguage, language teaching in Indonesia Abstrak: Makalah ini bertujuan untuk menggambarkan peran analisis kesalahan dan interlanguag sebagai proses alami dalam proses belajar dan mengajar. Sejarah yang panjang pembelajaran di Indonesia juga dijelaskan dalam makalah ini karena memberikan pandangan tentang bagaimana bahasa Inggris digunakan selama beberapa waktu. Ketentuan kesalahan dan antar bahasa oleh Corder dan Selinker juga diuraikan secara singkat. Kesalahan terjadi karena dua gangguan: interlingual dan intralingual. Instrumen yang jelas dari kinerja siswa terhadap kompetensi bahasa Inggris, feedback dari guru dan siswa dalam keterlibatan pembelajaran bahasa, dan beberapa keuntungan yang bermanfaat bagi guru dan peserta didik sebagai sumber belajar mereka berikutnya adalah beberapa poin yang telah ditulis untuk guru dan pelajar bahasa Inggris di Indonesia. Kata-kata kunci : analisis kesalahan berbahasa, interlanguage, pembelajaran Bahasa Inggris di Indonesia