cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 74 Documents
English and Lampungnese Relational Processes Afrianto Afrianto
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research is aimed at configuring the English and Lampungnese relational pro- cess and comparing one another. This qualitative research gathered the data from English and Lampungnese lesson books. This research reveals that English and Lampungnese relational clauses demonstrates a similar configuration. Both have relational process and participants in the forms of carrier-attribute and token-value. The English relational process is indicated with copular verbs (become, sound), possessive verbs (have, contain, and consist), auxiliary verb (is, are), and modal (will and should). Furthermore, it is found that the Lampung relational process is also realized by the copular verb ( jadi/dijadiko, iyulah, yakdo, and ngeghupako). Other than a copular word, it is also realized by other relational processes, such as possessive verb (ngedok, tekughuk), modal (dapok), and other forms (sebanding, gegoh, artini, and bumakna). Further, different from English, Lampung relational clause has a unique characteristic. It is found that sometimes the clause just has participants and no process. This phenomenon will not be found in English.Keywords: clause, carrier-attribute, Lampungnese, relational process, token-valueAbstrak: Penelitian ini diarahkan untuk menelisik konfigurasi proses relasional Bahasa Inggris dan Lampung kemudian membandingkannya satu sama lain. Data penelitian ini dikumpulkan dari buku pelajaran bahasa Inggris dan Lampung. Penelitian ini mengungkapkan bahwa klausa relasional bahasa Inggris dan Lampung memiliki konfigurasi yang serupa. Keduanya memiliki proses relasional dan partisipan dalam bentuk carrier-attribute dan token-value. Proses rela- sional dalam bahasa Inggris diindikasikan oleh kata kerja kopula (become, sound), kata kerja kepemilikan (have, contain, dan consist), kata kerja bantu (is, are), dan modal (will dan should). Lebih jauh, ditemukan juga bahwa proses relasional dalam bahasa Lampung direalisasikan oleh kata kerja kopula ( jadi/dijadiko, iyulah, yakdo, dan ngeghupako). Selain itu, proses rela- sional juga ditunjukkan oleh penggunaan kata kerja kepemilikan (ngedok dan tekughuk), modal (dapok), dan bentuk lain (sebanding, gegoh, artini, dan bumakna). Kemudian, berbeda dengan bahasa Inggris, klausa relasional dalam bahasa Lampung memiliki karateristik yang unik ka- rena ditemukan bahwa terkadang klausa relasional hanya memiliki partisipan tanpa ada proses. Fenomena ini tidak akan ditemukan dalam bahasa Inggris.Kata-kata kunci: klausa, carrier-attribute, Bahasa Lampung, proses relasional, token-value
Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Teks Berita Elvy Ratu Purbara; Subadiyono Subadiyono; Kasmansyah Kasmansyah
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) terhadap kemampuan membaca pemahaman teks berita pada siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Palembang. Metode yang digunakan adalah Eksperimen Semu. Sampel penelitian terdiri dari kelas VIII.2 sebagai kelas Eksperimen dan kelas VIII.4 sebagai kelas Kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes, teknik pengolahan data yang digunakan adalah perhitungan uji-t menggunakan program SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata tes awal kelas Eksperimen 39.76 meningkat menjadi 89.36 pada tes akhir. Hal ini menunjukkan terjadi peningkatan sebesar 49.06. Dari hasil uji-t nilai rata-rata tes akhir anatara kalompok eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p<0.05). Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa penerapan model CIRC berpengaruh terhadap kemampuan membaca pemahaman teks berita siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Palembang.Kata-kata Kunci: model pembelajaran CIRC, membaca pemahaman, teks beritaAbstract: This study aimed at finding out the influence of Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) model towards reading comprehension on news item text of the eighth graders of SMP Negeri 13 Palembang. The method of this study was quasi-experimental. The students of Class VIII.2, as the experimental group, and of Class V.III, as the control group, were chosen as the samples of the data. To collect the data, a test was done, and to analyze the data, t-test by using SPSS 20 was conducted. The results showed that the average of the initial test from experimental group was 39.76 which then increased to 89.36 on the final test – indi- cating that there was an increase of 49.06. From the t-test, the average of final test between the experimental and control group showed a significant difference (p<0.05). Therefore, it can be concluded that the application of CIRC model affected the students’ reading comprehension on news item text of the eighth graders of SMP Negeri 13 Palembang.Keywords: CIRC learning model, reading comprehension, news item text
Prototipe Buku Perencanaan Pembelajaran Bahasa Berbasis Pendidikan Karakter dan Pendekatan Saintifik Zahra Alwi; Ernalida Ernalida; Yenni Lidyawati
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The purpose of the research was to obtain an initial design of the Language Learning Planning Book Based on Character Education and Scientific Approach. Based on the results of the needs analysis that have been reported in the 3rd SULE-IC  2018 and after a material and pedagogical study, in line with the Borg and Gall development research theory; Richy; as well as Jolly and Bollitho's theories, a prototype of Language Learning Planning Book Based on Character Education and Scientific Approach was produced. The initial design of the resulting book consisted of introduction, contents/body, and cover, prepared in accordance with the guidelines for the preparation of textbooks, in line with the contents of the 2013 curriculum, according to the competencies to be achieved, containing positive character values that are expected to answer the challenges of the industrial revolution 4.0 The resulting prototype can already be used for lectures and teacher needs in the field. However, to know the validity, practicality, and effectiveness, it is recommended that expert validation, one to one evaluation, small group evaluation, and field test be conducted. Keywords: learning planning book, character education, scientific approach Abstrak: Tujuan penelitian adalah mendapatkan desain awal buku Perencanaan Pembelajaran Bahasa Berbasis Pendidikan Karakter dan Pendekatan Saintifik, sekaligus untuk menjawab tantangan revolusi industri 4.0.  Berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang sudah dilaporkan pada SULE-IC ke-3(Alwi, dkk. 2018) dan setelah dilakukan kajian materi dan pedagogik, sejalan dengan teori penelitian pengembangan Jolly dan Bollitho (dalam Thomlinson, 2011), maka dihasilkan prototipe Buku Perencanaan Pembelajaran Bahasa Berbasis Pendidikan Karakter dan Pendekatan Saintifik. Desain awal buku Perencanaan Pembelajaran Bahasa Berbasis Pendidikan Karakter dan Pendekatan Saintifik terdiri atas pendahuluan, isi, dan penutup, disusun sesuai dengan panduan penyusunan buku ajar, sejalan dengan isi Kurikulum 2013, memuat nilai-nilai karakter positif yang diharapkan dapat menjawab tantangan revolusi insdustri 4.0. Prototipe yang dihasilkan sudah dapat digunakan untuk perkuliahan dan keperluan guru di lapangan. Namun, untuk mengetahui validitas, kepraktisan, dan keefektifannya, disarankan agar dilakukan validasi ahli, uji one to one, uji small grup, dan uji lapangan. Kata-kata kunci: buku perencanaan pembelajaran, pendidikan karakter, pendekatan saintifik.
Providing Instructional Media for Teaching Language to Young Learners Dian Reftyawati
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Teaching a language for children is not an easy thing, but it is important. One important factor in learning English for children is teachers who care about the needs of their students. This study discussed the types of media prepared by teachers in language learning, especially in English. It aimed to answer the following questions: 1) How do teachers select language learning media for children? What problems do teachers face in the preparation of language learning media for children? To collect the data, the researcher employed observation and interview techniques. The results of the study showed lack of instructional media in schools and a lack of teachers’ knowledge in using various instructional media. Keywords:  instructional media, media selection, young learners Abstrak: Mengajar bahasa untuk anak-anak bukanlah hal yang mudah, tetapi merupakan hal yang penting. Salah satu faktor penting dalam belajar bahasa Inggris untuk anak-anak adalah guru yang peduli dengan kebutuhan siswa mereka. Penelitian ini membahas jenis media yang disiapkan oleh guru dalam pembelajaran bahasa, terutama dalam bahasa Inggris yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: 1) Bagaimana para guru memilih media pembelajaran bahasa untuk anak-anak? Masalah apa yang dihadapi guru dalam persiapan media pembelajaran bahasa untuk anak-anak? Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan kurangnya media pembelajaran di sekolah dan kurangnya pengetahuan guru dalam menggunakan berbagai media pembelajaran.           Kata-kata kunci: media pembelajaran, pemilihan media, pembelajar muda
Process Types of Transitivity System in Engineering Lecture Introduction: A Pedagogic Discourse Heri Kuswoyo; Akhyar Rido
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study is aimed at investigating the transitivity process types constructed in a pedagogical discourse of engineering lecture introduction in a university in the Netherlands, where English is used as the medium of instruction. The pedagogic discourse theory and tran- sitivity analysis were employed to analyze the data. A qualitative approach was applied in this study while the data were collected from Cosmolearning Corpus’s 7 engineering lectures. The findings showed that all transitivity processes appeared in engineering lecture introduction. Material process, relational process, mental process, verbal process, behavioral process, and existential process were identified. It was also revealed that the most dominant process used by the lecturers in engineering lecture was material process. This indicated that the engineering lecturers in lecture introduction have succeeded at reaching the level of material process. In oth- er words, they were aware of realization aspect of the students’ behavior because all of them di- rected toward the goals of the teaching-learning activity. To sum up, at the engineering lectures introduction, the regulative register which was related to the goals, purposes, and directions of the teaching-learning activity became very important. Keywords: process types of transitivity system, engineering lecture, pedagogic discourse, sys- temic functional linguistics Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki jenis proses transitivitas yang dibangun dalam wacana pedagogis perkuliahan pembuka kelas teknik di satu universitas di Belanda yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Teori wacana pedagogis dan analisisis transitivitas digunakan untuk menganalisis data. Pendekatan kualitatif diterapkan pada pene- litian ini sedangkan data diambil dari 7 sesi perkuliahan teknik di TU Delft, Belanda pada Korpus Cosmolearning. Temuan menunjukkan bahwa semua proses transitivitas muncul dalam perkuliahan pembuka kelas teknik. Proses material, proses relasional, proses mental, proses verbal, proses perilaku, dan proses eksistensial teridentifikasi. Temuan juga mengungkapkan bahwa proses yang paling dominan digunakan oleh dosen dalam perkuliahan pembuka kelas teknik adalah proses material. Ini menunjukkan bahwa perkuliahan pembuka kelas teknik telah berhasil mencapai tingkat proses material. Dengan kata lain, dosen menyadari aspek realisa-  si dari perilaku mahasiswa karena itu semuanya menunjukan tujuan langsung dari kegiatan belajar-mengajar. Sebagai kesimpulan, dalam perkuliahan pembuka kelas teknik, regulative register yang berkaitan dengan target, tujuan dan arah dari kegiatan pengajaran-pembelajaran menjadi hal yang sangat penting. Kata- kata Kunci: jenis proses sistem transitivitas, perkuliahan teknik, wacana pedagogis, linguistik sistemik fungsional
Rethinking National Identities in Indonesian Education Curriculum Ella Masita
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This article explores the conceptualization of Indonesian national identity from the point of view of the Indonesian government. The data is taken from the three most recent In- donesian national curricula and its prescription in mandated English textbooks for senior high school. It interrogates the dimensions in an Indonesian context of the 2004 Curriculum as the first national curriculum in Indonesia after the fall of Soeharto’s regime, in 2006 Curriculum as Indonesia reconsidered its position within a global competitive world context, and in 2013 to respond to perceptions of unsatisfactory education results and a looming ‘identity crisis’. Vis- iting the key issues within those documents and the corresponding English textbooks through the lens of Representation theory as suggested by Hall (1997), the article explores the complex interconnections that frame the curriculum discussion. Three main findings are emerged in relation how the national identity concepts are shifting over time in those three consecutive curricula namely: from the interpretive to prescriptive curriculum, from operational to notional curriculum, and from other-ness to us-ness imagined communities.Keywords: Curriculum, English language teaching, national identityAbstrak: Artikel ini mengeksplorasi konsep identititas nasional ditinjau dari sudut pandang pemerintah Indonesia. Data diambil dari tiga kurikulum pendidikan nasional terakhir bersama dengan buku pelajaran Bahasa Inggris untuk SMA. Ketiga kurikulum tersebut adalah Kuriku- lum 2004, Kurikulum 2006,dan Kurikulum 2013. Kurikulum 2004 diambil sebagai kurikulum pendidikan nasional pertama di Indonesia setelah jatuhnya pemerintahan presiden Soeharto pada tahun 1998. Sementara itu, Kurikulum 2006 adalah kurikulum pendidikan nasional di In- donesia untuk memeprsiapkan generasi muda Indonesia dalam konteks persiangan global. Se- baliknya, Kurikulum 2013 disahkan pemerintah Indonesia sebagai kurikulum resmi di system pendidikan nasional Indonesia sebagai respons dari adanya persepsi tentang asil pendidikan yang kurang memuaskan dan adanya “kriris identitas” di kalangan generasi muda Indonesia. Melalui landasan teori Representation (Hall, 1997), artikel ini mengupas tentang bagaimana konsep identitas nasional bergeser dalam ketiga kurikulum tersebut. Terdapat tiga temuan uta- ma: perubahan dari interpretive menjadi prescriptive, dari operational menjadi notional, dan dari “other-ness’ menjadi “us-ness” imagined communities. Artikel ini berfokus pada temuan tentang perubahan kurikulum tersebut.Kata-kata kunci: Kurikulum, pengajaran Bahasa Inggris, identitas nasional
Examining the Issue of Native-Speakerism in English Language Teaching in Indonesian Context Rina Febrina Sarie
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Native-speakerism is defined as an ideology which brings the idea that so-called ‘native speakers’ are trusted as the best models and teachers of English. In the context of English as a Foreign Language (EFL) particularly in Indonesian setting, the practitioners of English Language Teaching (ELT) often show favouritism towards Native English Speaker Teachers (NESTs) and do marginalize the Non-Native English Speaker Teachers (NNESTs). This phenomenon affects their equality of opportunity and impacts on different right they will have. Realising this bigger impact, experts and scholars in ELT raise their voice to eliminate the native speaker fallacy. Therefore, this paper attempts to contribute to the discussion by examining critically the unfairness between NESTs and NNESTs in teaching English in EFL contexts particularly in Indonesia, and eventually proposing the pedagogy of English as an International Language (EIL) to encounter this native-speakerism issue. Keywords: native-speakerism, native and non-native English speaker teachers, English as an international language (EIL) Abstrak: “Native-speakerisme” didefinisikan sebagai ideologi yang membawa ide bahwa 'penutur asli' dipercaya sebagai model dan guru bahasa Inggris terbaik. Dalam konteks bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) khususnya di konteks Indonesia, para praktisi Pengajaran Bahasa Inggris (ELT) sering menunjukkan favoritisme terhadap Guru Penutur Asli Bahasa Inggris (NEST) dan memarginalkan Guru Penutur Non-Asli Bahasa Inggris (NNEST). Fenomena ini mempengaruhi kesetaraan kesempatan dan dampaknya pad hak yang berbeda yang akan mereka dapatkan. Menyadari dampak yang lebih besar ini, para ahli bidang ELT angkat suara untuk mengatasi kekeliruan penutur asli. Oleh karena itu, makalah ini berupaya merangkum pandangan-pandangan yang kritis terkait diskusi isu ketidak adila antara Guru Penutur Asli Bahasa Inggris (NEST) dan Guru Penutur Non-Asli Bahasa Inggris (NNEST) dalam mengajar bahasa Inggris di konteks Indonesia, dan akhirnya mengusulkan sebuah pedagogi yakni Bahasa Inggris sebagai Bahasa Internasional (EIL) untuk menghadapi masalah “native-speakerisme” ini Kata-kata kunci: native-speakerism, native and non-native english speaker teachers, English as an international language (EIL)
Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebagai Upaya Meningkatkan Profesionalisme Guru Hanifa Zulfitri; Nadya Putri Setiawati; Ismaini Ismaini
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana peran PPG dalam meningkatkan profesionalisme guru. PPG adalah program pendidikan yang diselenggarakan untuk memper- siapkan lulusan S-1 kependidikan dan non kependidikan untuk menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan standar pendidikan. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru pada era pendidikan 4.0 adalah kompetensi profesional. Seorang guru sebagai tenaga profesion- al dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Sertifikat pendidik dapat diperoleh melalui program pendidikan profesi atau Pendidikan Profesi Guru (PPG). Melalui PPG, guru dapat meningkat- kan kemampuan dalam memilih dan menguasai bahan ajar, merencanakan, mengembangkan, dan mengaktualisasi proses belajar mengajar yang produktif.Kata-kata kunci: Pengembangan guru profesional, Pendidikan Profesi Guru (PPG)Abstract: The aim of this article is a study literatur about how the role of PPG in improving the professionalism of teachers. PPG is an educational program that organized to prepare S-1 ed- ucational graduate and non-educational to fully master teacher competencies accordance with education standards. One of the competencies that  teachers mush have in the era of education4.0 is professional competence. A teacher as a professional is proven by an educator certificate. Educator certificates can be obtained through professional education programs or Professional Teacher Education (PPG). Through PPG, teachers can improve their ability to choose and mas- ter teaching materials, plan, develop, and actualize productive teaching and learning processes.Keywords : Professional teachers development, Teacher Professional Education
Role Play and Speaking Achievement of the Tenth Graders Based on Self Concept, Gender, and Grammar Mastery Rizqy Khairunnisa; Chuzaimah D. Diem; Soni Mirizon
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Role Play is an interesting strategy which gives a great benefit for many students.  It can be used to encourage general oral fluency or to train students’ speaking for specific situation. The objectives of this study were to find out whether or not there were significant interaction effects of Role Play and self-concept, gender, and grammar mastery on the tenth graders’ speaking achievement. Factorial design was used in this study which involved two groups (experimental and control groups). Forty students were selected as the sample of this study and equally divided into experimental and control groups. The result showed that the experimental group had better improvement in speaking achievement than the control group which did not get any treatment using Role Play. However, there were no interaction effects between Role Play Technique and Self Concept, Gender, Grammar Mastery on the students’ speaking achievement.Keywords: role play, speaking achievement, gender, self-concept, grammar masteryAbstrak: Role play adalah strategi yang menarik yang memberikan manfaat besar bagi banyak siswa. Role Play dapat digunakan untuk mendorong kefasihan secara umum atau untuk melatih siswa berkomunikasi dalam situasi yang lebih spesifik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh interaksi yang signifikan antara role play dan konsep diri, gender, dan penguasaan tata bahasa terhadap pencapaian berbicara siswa kelas sepuluh. Penelitian ini menggunakan desain faktorial yang melibatkan empat puluh siswa dan dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan yang lebih baik dalam hal berbicara dari pada kelompok kontrol. Na- mun tidak ada efek interaksi antara tekhnik role play dan konsep diri, gender, dan penguasaan tata bahasa terhadap pencapaian berbicara siswa. Kata-kata Kunci: bermain peran, pencapaian berbicara, jenis kelamin, konsep diri, pengua- saam tata bahasa
Continuing Professional Development (CPD) for Teachers of English Hotnasari Siregar
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The quality of teachers is essential in improving quality of education especially in coping with the needs of 21st century. Teachers need to be the role model for their students and for this reason, teachers need to develop their professionalism in teaching continuously. Continuing Professional Development (CPD) can be the answer of today’s rapidly and technologically changing world. This paper will highlight some issues about Continuing Professional Development (CPD) through some studies about it. Some findings reveal that CPD contribute positive improvement, especially in today’s rapidly and technologically changing world. There are also some findings show that CPD activities do not enable teachers to develop the skill of reflection and action on daily teaching. Keywords: continuing professional development (CPD), teachers of English  Abstrak: Kualitas guru sangatlah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan terutama pada abad ke-21 ini. Guru haruslah menjadi seorang model bagi para muridnya dikarenakan hal ini, guru harus mengembangkan profesionalisme mereka secara berkelanjutan. Pengembangan profesional yang berkelanjutan dapat menjadi jawaban dari perkembangan pesat dunia yang diikuti dengan perkembangan teknologi. Makalah ini akan membahas beberapa isu berkenaan dengan pengembangan profesional berkelanjutan melalui beberapa penelitian terkait dengan topic ini. Beberapa penemuan mengungkapkan bahwa pengembangan profesional berkelanjutan memberikan peningkatan yang positif, terutama terhadap perkembangan dunia yang disertai dengan perkembangan teknologi. Beberapa penemuan juga menunjukkan bahwa pengembangan professional berkelanjutan tidak memberikan pengaruh terhadap guru untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam merefleksi dan membuat tindakan dalam proses pembelajaran. Kata-kata kunci: pengembangan professional berkelanjutan, guru Bahasa Inggris