cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
PENGARUH SUHU TERHADAP ANGKA PENETASAN TELUR AEDES AEGYPTI Nurulhuda Binti Embong; I Made sudarmaja
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.478 KB)

Abstract

Demam berdarah dengue merupakan salah satu penyakit yang berpotensi fatal yang harus diberikan perhatian khusus untuk mencegah penyebaran dan meningkatkan angka kematian. Pada manusia, hal itu disebabkan oleh infeksi virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh variasi suhu pada angka penetasan telur Aedes aegypti sebagai upaya untuk mencegah penyakit. Penelitian ini merupakan eksperimental murni dengan kelompok uji kontrol acak, yang dilakukan dengan meletakkan telur Aedes aegypti dalam wadah air yang berbeda yang diinkubasi pada suhu 25°C, 30°C, 35°C, 40°C dan 45°C. Telur dibiarkan untuk jangka waktu 24 jam sampai mereka menetas, dan jumlah telur menetas untuk suhu yang berbeda dibandingkan dengan kontrol (25°C). Persentase telur menetas adalah sebagai berikut: 76% pada 25°C, 68% pada 30°C, 20% pada 35°C, dan 0% untuk kedua suhu 40°C dan 45°C. Angka penetasan menurun dengan meningkatnya suhu. Kisaran optimal suhu untuk penetasan adalah 25°C yang menjelaskan angka tertinggi penetasan adalah pada kelompok kontrol. Perbedaan dalam tingkat penetasan disebabkan oleh perubahan kondisi ekstrim dan fisiologi pada telur yang menyebabkan telur tidak menetas. Hal ini disimpulkan bahwa ada perbedaan pada angka penetasan telur dengan naiknya suhu, dengan angka tertinggi penetasan telur ada pada kelompok kontrol. Studi ini perlu untuk dievaluasi lebih lanjut untuk mengetahui dan memahami perilaku Aedes aegypti untuk mencegah demam berdarah dengue.
PREVALENSI STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDEMEN KARANGASEM Muhammad Syairozi Hidayat; Gusti Ngurah Indraguna Pinatih
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.613 KB)

Abstract

Stunting is identified through the indicator of Height for Age (H/A) < -2 SD based on the standard of WHO. According to Riskesdas 2007, Karangasem Regency had the highest prevalence of stunting amongst all regencies in Bali, accounted for 39,0%. Until now district of Sidemen Karangasem not conduct an evaluation of the problerm of stunting in children under five years of age. This study was conducted to find out the prevalence of stunting in children under five years of age at Sidemen Primary Health Care. A descriptive cross-sectional study conducted on 100 children in 8 Posyandu selected with consecutive sampling method. The data of stunting obtained through the measurement of height and adapted through the indicator of Height for Age according to the WHO, while the other data colected through interviews. The data were then analyzed descriptively. The prevalence of stunting in children under five years of age at Sidemen Primary Health Care was 35%. Children with stunting tends to be more prevalent in female (38.3%), lower mother education level (35.1%), history of non-exclusive breastfeeding (44.9%), and had a history of low birth weight (66.7). The prevalence of stunting in children under five in Sidemen primary helth care was high enough, so the prevention is required through public health nutrition program and maternal and child health program. Keywords: stunting, prevalence, children under five years of age, public health program, cross-sectional
Karakteristik pasien dry eye syndrome di Desa Tianyar Timur, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem Rengga Septivianti; Anak Agung Mas Putrawati Triningrat
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.113 KB)

Abstract

Dry eye syndrome is a multifactorial disease of tear film, which causes discomfort and visual disturbance which potentially damaged the ocular surface. Dry eye syndrome could reduce visual function, physical and social functions, which constantly and severely affect daily activities, work productivities, and quality of life. This study aims to determine the characteristics of dry eye syndrome patients in the Tianyar Village Karangasem. This is a descriptive study with cross-sectional, which applied total sampling technic, conducted in the Tianyar Village Karangasem on 24 March 2015. The number of respondents that suitable with the inclusion criteria was 42 responents. Distribution dry eye syndrome based on its characteristics, the highest number of patients was male (59.5%), in the age group 50-59 years (28.6%), and working outdoors (85.7%). Patients with history of diabetes mellitus (7.1%), history of conjunctivitis allergy (83.3%), history of smoking (28.6%), without history of coffee consumption (38.1%), with history of oral medications (23.8%), topical medication history (4.8%), and a history of eye surgery (4.8%). It can be concluded that the distribution dry eye syndrome based on its characteristic can be used to support the intervention to prevent this disease occured. Keywords: dry eye syndrome, characteristics, distribution, frequency
PERSENTASE KESALAHAN IDENTIFIKASI BAKTERI Burkholderia pseudomallei DIANTARA BAKTERI GRAM NEGATIF, OKSIDASE POSITIF YANG TERIDENTIFIKASI MENGGUNAKAN METODE VITEK 2 DI LABORATORIUM MIKROBIOLOGI KLINIK RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2014 I Wayan Rivandi Pradiyadnya Mardana; Ni Nyoman Sri Budayanti
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.061 KB)

Abstract

Melioidosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri gram negatif yaitu Burkholderia pseudomallei. Gejala yang ditunjukkan melioidosis dapat bervariasi mulai dari pneumonia hingga sepsis. Banyak kasus yang disebabkan oleh Burkholderia pseudomallei memiliki gejalanya yang tidak spesifik. Dari pemeriksaan laboratorium sering terdapat kesalahan identifikasi pada Burkholderia pseudomallei. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan identifikasi bakteri Burkholderia pseudomallei diantara bakteri gram negatif, oksidase positif yang teridentifikasi menggunakan metode Vitek 2 di laboratorium Mikrobiologi klinik RSUP Sanglah Denpasar tahun 2014. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional cross-sectional. Sampel merupakan Seluruh isolat bakteri batang gram negatif oksidase positif yang terisolasi dari sample klinik di Laboratorium Mikrobiologi Rumah Sakit Umum Sanglah Denpasar pada Tahun 2014 yang teridentifikasi menggunakan Vitek 2 yang telah disimpan pada suhu -80?C. Dari tahun 2014 didapatkan 54 isolat bakteri gram negatif, oksidase positif yang akan dilakukan identifikasi ulang dengan menggunakan metode PCR. Hasilnya terdapat 3 isolat positif dari total 54 sampel, terlihat pada hasil elektroforesis terdapat 3 sampel yang ukurannya 550 base-pair. Dari penelitian ini didapatkan persentase kesalahan identifikasi bakteri Burkholderia pseudomallei diantara bakteri gram negatif, oksidase positif yang teridentifikasi menggunakan metode Vitek 2 di Instalasi Mikrobiologi klinik RSUP Sanglah pada tahun 2014 sebesar 5,5%. Kata kunci: Melioidosis, Burkholderia pseudomallei, Vitek 2
TINGKAT KEBERHASILAN NIFEDIPIN SEBAGAI TOKOLITIK PADA PASIEN PARTUS PREMATURUS IMMINENS DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR I Putu Eka Kusuma Yasa; I Gusti Made Aman; Bagus Komang Satriyasa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.895 KB)

Abstract

Tenaga medis melakukan usaha preventif Preterm Labor selama pasien masih didiagnosis Ancaman Persalinan Prematur (Partus Prematurus Imminens), salah satunyayaitu pemberian nifedipin sebagai agen tokolitik. Penelitian ini dilakukan untukmengetahui tingkat keberhasilan terapi nifedipin sebagai tokolitik pada pasien PartusPrematurus Imminens di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar tahun 2014-2016.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif cross-sectional. Penelitiandilakukan di Intalasi Rawat Inap Cempaka Obstetri RSUP Sanglah Denpasar.Keseluruhan proses penelitian membutuhkan waktu selama 5 bulan. Populasi terjangkaudalam penelitian ini adalah pasien terdiagnosis Partus Prematurus Imminens yangmenjalani rawat inap dan memperoleh terapi nifedipin di Intalasi Rawat Inap RSUPSanglah Denpasar selama periode Januari 2014 – Desember 2016. Dapat disimpulkanbahwa tingkat keberhasilan nifedipin dalam mencegah terjadinya Preterm Labor selama 2x 24 jam yaitu sebesar 47,05%. Hasil penelitian ini diharapkan mampu dimanfaatkansebagai data suplemen dalam membuat kebijakan.Kata kunci: Nifedipin, tokolitik, Partus Prematurus Imminens
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KUNYIT (Curcuma longa) DAN BAWANG PUTIH (Allium sativum) TERHADAP Escherichia coli ATCC 8739 I Gusti Ayu Eka Arirahmayanti; I Gusti Ayu Artini; Desak Ketut Ernawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.979 KB)

Abstract

ABSTRAKBakteri Escherichia coli merupakan salah satu bakteri patogen yang sering ditemukan pada kasus infeksi terutama pada pasien rawat jalan maupun rawat inap. Kasus resistensi Escherichia coli terhadap beberapaantibiotik dilaporkan telah banyak terjadi oleh karena itu banyak peneliti yang meneliti tanaman herbalagar dapat digunakan untuk menghambat bakteri salah satunya adalah bawang putih dan kunyit.Penelitian ini menggunakan metode True Experimental Post Test Only Control Group Design. Tujuanpenelitian ini yaitu mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak kunyit dan bawang putih sertamembandingkan kedua ekstrak tersebut terhadap Escherichia coli menggunakan metode disc diffusion.Zona hambat tidak terbentuk pada ekstrak etanol bawang putih 25% dan 50% menunjukkan bahwaekstrak etanol kunyit konsentrasi 25% dan 50% tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichiacoli. Diameter zona hambat hanya terbentuk pada ekstrak etanol kunyit konsentrasi 100% dalam 3 kalipengulangan berturut-turut yaitu 7,0 mm, 7,6 mm dan 8,0 mm. Ekstrak etanol bawang putih konsentrasi25%, 50% dan 100% tidak memiliki zona hambat sehingga ekstrak etanol bawang putih tidak memilikiaktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa1) ekstrak etanol bawang putih tidak memiliki efek antibakteri terhadap Escherichia coli, 2) ekstraketanol kunyit konsentrasi 100% memiliki efek antibakteri terhadap Escherichia coli, 3) aktivitasantibakteri ekstrak etanol bawang putih tidak sama dengan aktivitas antibakteri ekstrak etanol kunyitterhadap Escherichia coli. Kata kunci : Bawang putih, kunyit, Escherichia coli
GAMBARAN ANALISA SPERMA DI KLINIK BAYI TABUNG RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH TAHUN 2013 Cokorda Bagus Nurparma Putra; I.B.G. Fajar Manuaba
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.738 KB)

Abstract

Mitos yang mengatakan infertil hanya dialami wanita masih berkembang dimasyarakat indonesia. Ini harus dibenahi karena telah dapat dibuktikan bahwa baik pria maupun wanita dapat mengalami infertiltas. Untuk mengetahui kontribusi pria pada kasus infertilitas dapat menggunakan pemeriksaan analisa sperma karena dapat mengetahui gangguan pada sperma. Dengan mengetahui gambaran analisa sperma akan dapat menyangkal mitos yang berkembang.  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana gambaran hasil analisa sperma pada pria. Penelitian ini dilakukan dengan 2 tahap; 1) Pengambilan sampel yaitu hasil analisa sperma di Klinik Bayi Tabung RSUP Sanglah tahun 2013, 2) Perhitungan statistik dengan menggunakan aplikasi SPSS. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik total sampling. Sampel pada penelitian ini adalah semua pria yang melakukan analisa sperma di Klinik Bayi Tabung RSUP Sanglah Tahun 2013. Diperoleh jumlah laki-laki yang melakukan pemeriksaan analisa sperma sebanyak 2456 orang dan yang masuk dalam kriteria inklusi adalah sebanyak 1932 orang. Hasil dari penelitian ini didapatkan banyak pria yang mengalami gangguan sperma sebanyak 1904 (98,7%) dan yang normal/normospermia sebanyak 28 (1,3%) orang. Kejadian infertil primer (69,9%) lebih banyak dibandingakan infertil sekunder (30,1%) dan kelainan terbanyak yang dialami adalah oligoasthenoteratozoospermia (49,8%). Usia terbanyak melakukan analisa sperma berada pada rentang 32-38 tahun (41,4%). Pada penelitian ini juga melihat kelainan yang terjadi pada pemeriksaan makroskopis dan mikroskopis. 
Karakteristik penderita glaukoma primer sudut terbuka dan sudut tertutup di divisi glaukoma di Poliklinik Mata Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar periode 1 januari 2014 hingga 31 desember 2014 Putu Giani Anabella Bestari Putri; I Wayan Eka Sutyawan; AA Mas Putrawati Triningrat
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.385 KB)

Abstract

Glaucoma is an eye disorder characterized by increased eye pressure, optic nerve atrophy of the optic disc, and the shrinking of the field of vision with risk factors for the increase in intraocular pressure (IOP). This study was conducted to determine the characteristics of patients with primary glaucoma in Division Glaucoma, Eye Clinic in Sanglah Hospital Denpasar in 2014 by age, sex, diagnosis, intraocular pressure, and the region distribution. The study used cross sectional descriptive study, with secondary data drawn indirectly through the register book division Glaucoma Eye Clinic Hospital Sanglah Period January 1, 2014 - 31 December, 2014. In this study, a sample of 42 people, and with 64 eyes diagnosed with primary glaucoma. The results showed:(1) patients with primary glaucoma is most often found in the age group 51-80 years by 78.5%;(2) the most frequent cases of primary glaucoma angle closure glaucoma or PACG (60.93%) compared with primary open-angle glaucoma or POAG (39.06%);(3) the average intraocular pressure in the eye larger right that is 32.38 mmHg mmHg while the average pressure of the left eye 31.3 mmHg;(4) males have a greater proportion (61.90%) compared to women (38.09 %) based on the variable gender;(5) the majority of patients with primary glaucoma cases are found to originate from Denpasar (19:04%). It can be concluded among 42 cases of glaucoma is primary with 64 eyes are involved, most characteristics of patients are men, with the most age group are 51 to 80 years, the most type of glaucoma is the angle covered, and the complaints occurred in the second eye or bilateral, intraocular pressure average on oculi dextra amounted to 32.38 mmHg and IOP oculi average on the left is equal to 31.3 mmHg and most of patient are from Denpasar. Keywords: Characteristic of Primary Glaucoma, PACG, POAG
PREVALENSI ANEMIA PADA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT SANGLAH DENPASAR TAHUN 2014 I Gusti Agung Ngurah Radhitya Wijaya Radhitya Wijaya; Ni Kadek Mulyantari; I Wayan Putu Sutirta Yasa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.156 KB)

Abstract

Diabetes Mellitus sampai saat ini masih menjadi ancaman global, dengan jumlah penderita yang selalu meningkat di setiap negara. Terdapat 2 jenis Diabetes, dari kedua tipe tersebut yang memiliki prevalensi lebih tinggi adalah diabetes Mellitus tipe 2 dan jumlah penderitanya terus meningkat setiap tahunnya. Diabetes Mellitus dapat menyebabkan banyak komplikasi, salah satunya adalah anemia. Penderita Diabetes lebih banyak mengalami kondisi anemia dibandingkan penderita penyakit lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi anemia pada penderita Diabetes tipe 2 di RSUP Sanglah pada tahun 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Sampel dalam penelitian ini dihitung dengan menggunakan total sampling, dengan sampel yaitu data rekam medik pasien diabetes mellitus tipe 2 di RSUP Sanglah pada tahun 2014. Hasil penelitian ini yaitu dari 192 sampel, terdapat 80 sampel (41,67 %) yang menderita anemia. Dari 80 sampel tersebut, didapatkan anemia pada DM Tipe 2 pada laki – laki berjumlah 49 orang (61,25 %), dan perempuan berjumlah 31 orang (38,75 %). Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa mayoritas penderita anemia pada Diabetes Mellitus tipe 2 berjenis kelamin laki – laki. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi sumber referensi bagi penelitian selanjutnya. Kata kunci: Anemia, Diabetes Mellitus
AKTIVITAS DAYA HAMBAT EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT PETAI (PARKIA SPECIOSA HASSK) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI KLEBSIELLA PNEUMONIAE Kadek Surya Atmaja; Made Agus Hendrayana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.787 KB)

Abstract

Peningkatan resistensi bakteri terhadap antibiotik golongan tertentu menyebabkan terbatasnya pilihan terapi yang tersedia. Salah satu bakteri yang menunjukan peningkatan resistensi terhadap antibiotik adalah Klebsiella pneumoniae. Kulit Petai (Parkia speciosa Hassk) dilaporkan memiliki kandungan senyawa antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas daya hambat ekstrak etil asetat kulit petai terhadap Klebsiella pneumoniae. Kulit petai yang telah terkumpul dikeringkan, kemudian diblender sehingga terbentuk serbuk halus. Serbuk halus di maserasi selama 2 hari menggunakan etil asetat, kemudian dievaporasi hingga terbentuk ekstrak kering. Ekstrak diencerkan dengan konsentrasi 100 mg/ml (P1), 250 mg/ml (P2), 500 mg/ml (P3), dan 1000 mg/ml (P4), selanjutnya diteteskan pada paper disc. Paper disc, kontrol positif berupa gentamicin (K2), kontrol negatif (K1) berupa etil asetat, diletakan diatas 7 cawan petri yang telah dinokulasikan Klebsiella pneumoniae dengan media agar Mueller Hinton. Sampel diinkubasi selama 18-24 jam dengan suhu 370 C. Ekstrak etil asetat kulit petai mampu menghambat pertumbuhan Klebsiella pneumonia dengan rerata zona hambat K1 = 0 mm, K2 = 20,47 mm, P1 = 6,14 mm, P2 = 9,71 mm, P3 = 12,28 mm, dan P4 = 18,00 mm. Rerata zona hambat ada yang berbeda secara signifikan (P < 0,05) pada uji Kruskal Wallis, pada uji Mann-whitney didapatkan hasil yang signifikan antara kelompok kontrol negatif dengan kelompok perlakuan pada keempat konsentrasi. Ekstrak etil asetat kulit petai konsentrasi 100 mg/ml, 250 mg/ml, 500 mg/ml, dan 1000 mg/ml mampu menghambat pertumbuhan Klebsiella pneumoniae dibandingkan kontrol negatif. Kata kunci : Klebsiella pneumoniae, Kulit Petai, Aktivitas Daya Hambat

Page 72 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue