cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
KARAKTERISTIK KANKER PAYUDARA WANITA DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR TAHUN 2014-2015 Janaari Pramana Putri Gelgel; INW Steven Christian
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.787 KB) | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i3.P10

Abstract

Kanker payudara adalah salah satu penyebab tingginya mortalitas wanita di seluruh dunia. Kanker payudara wanita memiliki karakteristik yang berbeda sesuai pola demografi dan klinisnya. Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui karakteristik kanker payudara wanita yang akan bermanfaat dalam pencegahan kanker payudara wanita. Metode penelitian menggunakan studi deskriptif retrospektif dengan cross-sectional design, dan menggunakan data sekunder yaitu rekam medis di RSUP Sanglah tahun 2014 sampai 2015. Pengumpulan data dilakukan tanggal 2 Mei 2016 sampai 30 Juni 2016. Dari total 170 sampel, hanya 86 sampel yang memiliki catatan medis lengkap. Variabel yang diteliti adalah umur, tingkat pendidikan, paritas, Indeks Massa Tubuh, jenis histopatologi, grade dan stadium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 86 pasien kanker payudara wanita, 44,2% berumur 40-49 tahun; 41,9% berpendidikan Sekolah Menengah Atas; 75,6% multiparitas; 52,3% memiliki Indeks Massa Tubuh normal; 68,6% memiliki jenis histopatologi Invasive Ductal Carcinoma; 50% grade 2; dan 46,5% stadium IIIB. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah karakteristik kanker payudara wanita di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2014-2015 adalah berumur 40-49 tahun, tingkat pendidikan SMA, multiparitas, memiliki Indeks Massa Tubuh normal, jenis histopatologi Invasive Ductal Carcinoma, grade 2 dan stadium IIIB. Kata Kunci : Karakteristik, Kanker Payudara Wanita, Umur, Tingkat Pendidikan, Paritas, Indeks Massa Tubuh, Jenis Histopatologi, Grade, Stadium
EFEKTIFITAS EKSTRAK ETANOL BIJI BESERTA ARIL BUAH DELIMA (Punica granatum l.) MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus epidermidis SECARA IN VITRO Ida Bagus Budha Dharma Kusuma; Ida Bagus Ngurah; , Bagus Komang Satriyasa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.818 KB) | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i6.P09

Abstract

ABSTRAKInfeksi nosokomial telah mengalami peningkatan seiring waktu dan bakteri Staphylococcus epidermidis merupakan salah satu bakteri yang sering menyebabkan infeksi nosokomial tersebut.Tanaman delima dipercaya memiliki aktivitas antimikroba dan di Bali tanaman ini merupakantanaman hias di pekarangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol bijibeserta aril buah delima (Punica granatum L.) menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcusepidermidis secara in vitro. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni denganrancangan post test only control group design. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yakni kontrol danperlakuan yang dibagi atas empat kelompok berdasarkan konsentrasi. Sampel bakteri Staphylococcusepidermidis didapat dari Lab. Mikrobiologi FK UNUD. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstraketanol biji beserta aril buah delima memiliki potensi sebagai penghambat pertumbuhan bakteri S.epidermidis dengan konsentrasi hambat minimum adalah konsentrasi 25% dan zona hambat terbesardihasilkan pada konsentrasi ekstrak 100%. Kata Kunci: Antimikroba, Zona Hambat, Staphylococcus epidermidis, buah delima
PREVALENSI CANDICA ALBICANS PADA SPUTUM PASIEN TB DAN TB-HIV DI INSTALASI MIKROBIOLOGI KLINIK RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR Gede Wirya Diptanala Putra Duarsa; Ida Bagus Nyoman Putra Dwija
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.942 KB) | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i3.P02

Abstract

Tuberkulosis (TB) dan HIV adalah penyakit infeksi dengan spektrum yang luas, penyakit ini dapat menyerang hampir semua sistem organ tubuh serta sering didapatkan bersamaan dengan penyakit infeksi lainnya termasuk jamur. Salah satu jenis jamur yang sering didapatkan adalah jenis jamur Candida albicans yang merupakan flora normal yang sering didapatkan di saluran gastrointestinal. Penurunan sistem imun pada pasien dengan penyakit TB/HIV menyebabkan jamur ini menjadi virulen dan menjadi agen oportunistik tersering pada pasien TB/HIV. Sputum diambil pada pasien yang sudah terdiagnosa TB/HIV, kemudian dilakukan pengecatan Ziehl Neelsen (Zn) untuk mengetahui status BTA dan jamur di Instalasi Mikrobiologi RSUP Sanglah. Sampel dengan status jamur positif selanjutnya ditanam pada media Sabouraud Dextrose Agar (SDA) dan diinkubasi selama 7 hari. Selanjutnya sampel yang didapatkan koloni jamur pada media SDA dilakukan pengecatan gram untuk membedakan jenis jamur Candida atau non-Candida. Proses identifikasi terakhir menggunakan serum germ tube untuk membedakan jenis Candida albicans atau non-albicans, dengan mengambil koloni jamur, lalu dihomogenkan dan diinkubasikan pada suhu 37oC selama 2 jam untuk identifikasi di bawah mikroskop. Sampel dinyatakan positif Candida albicans bila didapatkan pseudohypae. Dari hasil penelitian didapatkan 64,5% sampel yang digunakan positif Candida albicans, 19,35% sampel dinyatakan Candida non-albicans dan 16,12% sampel dinyatakan non-Candida. Candida albicans merupakan jenis jamur yang paling dominan baik menurut umur, jenis kelamin, status BTA dan status TB/HIV. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa jamur jenis Candida albicans merupakan jamur dengan prevalensi tertinggi sebagai ko-infeksi pada pasien TB/HIV. Kata Kunci: Candida albicans, TB/HIV, prevalensi, ko-infeksi
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB INFERTILITAS TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN IVF-ICSI DI RSIA PURI BUNDA DENPASAR PADA TAHUN 2017 Ida Ayu Dewi Dhyani; Yukhi Kurniawan; Made Oka Negara
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.549 KB) | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i5.P05

Abstract

Saat ini angka kejadian infertilitas di seluruh dunia terhitung cukup besar. IVF-ICSI merupakan salah satu teknologi yang digunakan untuk mengatasi infertilitas bagi pasangan yang menginginkan keturunan. Namun, tingkat keberhasilan IVF-ICSI di Indonesia terbilang rendah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor penyebab infertilitas terhadap tingkat keberhasilan IVF-ICSI di RSIA Puri Bunda Denpasar pada tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan metode total sampling. Sampel total adalah 39 pasangan yang mengikuti siklus IVF-ICSI di RSIA Puri Bunda, Denpasar. Data penelitian adalah data sekunder yang diperoleh dari catatan Rumah Sakit serta Rekam Medis pasien. Dilakukan analisis univariat dan bivariat terhadap data yang diperoleh. Tingkat keberhasilan prosedur IVF-ICSI di RSIA Puri Bunda pada tahun 2017 yaitu sebesar 30,8%. Usia wanita didominasi oleh wanita ? 35 tahun (69,2%), sedangkan usia pria didominasi oleh pria ? 40 tahun (82,1%). Jenis infertilitas primer lebih banyak dibanding infertilitas sekunder yaitu sebesar 64,1%. Faktor penyebab infertilitas pada pasangan terbanyak yaitu multifaktorial yang berasal dari wanita dan pria (30,8%). Hasil analisis bivariat menunjukkan baik usia wanita, usia pria, jenis infertilitas, maupun faktor penyebab infertilitas tidak memiliki hubungan signifikan dengan tingkat keberhasilan IVF-ICSI (p > 0,05). Kata Kunci: faktor-faktor penyebab infertilitas, IVF-ICSI, RSIA Puri Bunda
KARAKTERISTIK PASIEN KANKER SERVIKS DI RSUP SANGLAH DENPASAR PERIODE 1 JANUARI – 31 DESEMBER 2017 Ni Putu Pramana Saras Utami; I Nyoman Bayu Mahendra; Endang Sri Widiyanti; Jaqueline Sudiman
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.536 KB) | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i4.P06

Abstract

Cervical cancer is one of the most serious malignancies because of its high incidence and transmission rate, which is around 270.000 female mortality cases occured in 2015 because of cervical cancer and 85% occured in developing countries such as Indonesia. The aim is to knowing the characteristics of cervical cancer patient at Sanglah Denpasar General Hospital during period 1st January – 31st December 2017. This research is descriptive and cross sectional. Sampling technique is total sampling where the research data comes from secondary data which is medical record of cervical cancer patient at Sanglah Denpasar General Hospital during period 1st January – 31st December 2017. The highest incidence of cervical cancer was found in group 41-50 years old as many as 23 people (32.9%), had the highest education level at elementary school as many as 34 people (48.6%), worked as housewife as many as 32 people (45.7%), majority did not have history of smoking as many as 68 people (97.1%) and did not have history of using oral contraceptive as many as 64 people (91.4%), had the age of first marriage in group 20-30 years old as many as 33 people (47.1%), have been married once as many as 67 people (95.7%), have three parity as many as 23 people (32.9%), had squamous cell carcinoma non keratinizing histopathology biopsy type as many as 47 people (67.1%), and first diagnosed with cervical cancer in stadium III B as many as 31 people (44.3%). Keywords : cervical cancer, characteristic, age, education, occupation, smoking history, oral contraceptive use history, age of first marriage, number of marriage, number of parity, histopathology biopsy result, clinical stadium
PROFIL RETINOPATI DIABETIK DI DIVISI VITREO–RETINA RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR 1 JANUARI–30 JUNI 2015 Inge Nandya Hertapanndika; I Wayan Eka Sutyawan; A.A. Mas Putrawati Triningrat
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.944 KB) | DOI: 10.24843/10.24843.MU.2020.V09.i3.P07

Abstract

Retinopati diabetik merupakan kelianan mata pada pasien DM yang disebabkan kerusakan kapiler retina. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prevalensi mengenai data karakteristik retinopati diabetik dan bagaimana jenis kelainan retinopati diabetik di divisi Vitreo–Retina RSUP Sanglah periode 1 Januari hingga 30 Juni 2015. Penelitian deskriptif cross–sectional ini dilakukan dengan total sampling terhadap 57 pasien retinopati diabetik dengan riwayat DM tipe 2. Pengambilan sampel menggunakan data sekunder berupa rekam medis. Sampel yang tidak memenuhi kriteria inklusi atau memenuhi kriteria eksklusi tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Kriteria inklusi pada sampel yaitu seluruh pasien yang memeriksakan diri di divisi Vitreo–Retina RSUP Sanglah Denpasar periode 1 Januari hingga 30 Juni 2015 dan didiagnosis mengalami kelainan retinopati diabetik. Pasien dengan rekam medis yang tidak lengkap dan pasien yang terdiagnosis memiliki penyakit lain dieksklusi dari sampel penelitian. Frekuensi umur <45 tahun sebesar 10,50%, 45-64 tahun sebesar 80,70%, dan ?65 tahun sebanyak 8,80%. Frekuensi jenis kelamin laki-laki pada kelompok NPDR didapatkan sebesar 47,80%, sedangkan perempuan sebanyak 52,20%. Kemudian frekuensi jenis kelamin laki-laki pada kelompok PDR yaitu sebesar 52.90%, sedangkan perempuan sebesar 47,10%. Frekuensi pada kelompok NPDR berdasarkan tingkat keparahan, yaitu ringan sebesar 40,00%, sedang sebesar 46,70%, dan berat sebesar 13,30%. Kelompok PDR memiliki rerata lama riwayat menderita DM yaitu 11,26 ± 6,35 tahun, sedangkan kelompok NPDR yaitu 9,22 ± 6,10 tahun. Penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi pasien retinopati diabetik sesuai karakteristik umum perlu untuk diteliti lebih lanjut. Hal itu diperlukan untuk mengurangi prevalensi yang tinggi, sehingga mampu menurunkan angka morbiditas maupun mortalitas pada retinopati diabetik. Kata kunci: Retinopati diabetik, DM tipe 2, karakteristik umum
PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA WANITA PEKERJA TENAGA KESEHATAN RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH Ni Komang Arni Tria Erlani; Luh Seriani; Luh Putu Ariastuti
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.867 KB) | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i6.P14

Abstract

ABSTRAK.ASI eksklusif adalah pemberian ASI selama 6 bulan pertama masa kehidupan bayi tanpa asupan makanan ataupun minuman lain kecuali vitamin, obat dan oralit. ASI berfungsi sebagai antibodipemenuhan asupan nutrisi bayi dan menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi. Ibu yang bekerjacenderung.menjadi penyebab kegagalan untuk.memberikan ASI eksklusif. Ibu terpaksa menghentikanpenyusuan bayi.dan menggantikan dengan susu formula karena.jarak tempat kerja yang jauh dari rumahdan tidak tersedia fasilitas bagi ibu untuk.menyusui bayinya seperti menyediakan pojok laktasi ataumemberikan waktu istirahat untuk memerah ASI. Salah satu pekerjaan yang memiliki beban kerja tinggiyaitu tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pemberian ASI eksklusif padawanita tenaga kesehatan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional dengan metodependekatan deskriptif cross sectional menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian danpengambilan sampel dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah pada 97 responden pada periodeJuni - November 2018. Penelitian ini menggunakan data primer, yaitu dengan kuisioner pengukurandilakukan secara simultan, satu kali..dalam satu waktu tanpa dilakukan .follow up. Hasil penelitianmenunjukkan sebanyak 61,9% pekerja tenaga kesehatan wanita memberikan ASI eksklusif untuk anaknyadimana hasil tertinggi ditunjukkan pada karakteristik usia 24-30 tahun (70,3%), tingkat pendidikansarjana (69%) dan bekerja sebagai tenaga kesehatan paramedis (62,7%) dengan lama jam kerja kurangdari delapan jam (62,3%). Kata Kunci : ASI Ekslusif, Tenaga Kesehatan, Perempuan.
PENGARUH BERSEPEDA STATIS TERHADAP VO2 MAX PADA SISWA KELAS VIII BERBERAT BADAN LEBIH (OVERWEIGHT) DI SMP NEGERI 4 TEMBUKU BANGLI Gede Githa Widya Pranatha; I Made Agus Kresna Sucandra; Cynthia Dewi Sinardja
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.5 KB) | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i6.P05

Abstract

ABSTRAKKondisi berat badan berlebih (overweight) terjadi pada seseorang dengan jumlah sel lemak bertambah pada tubuh sehingga ukuran tubuh akan bertambah lebih besar dan seiring waktu sel lemak iniakan bertambah banyak. Bersepeda statis dapat menjadi cara yang efektif untuk menurunkan lemakapabila dilakukan secara rutin. Kebugaran seseorang dapat dilihat dari kadar VO2 Maxnya. Bagiseseorang berberat badan lebih (overweight) yang mengikuti latihan bersepeda statis dapat meningkatkankadar VO2 Max, jika dilakukan secara rutin diharapkan berat badan ideal dapat tercapai dan responkardiovaskular terhadap aktivitas fisik meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruhbersepeda statis terhadap kadar VO2 max pada siswa berberat badan lebih (overweight) di SMP Negeri 4Tembuku Bangli dan mengetahui perbedaan rerata VO2 Max pada siswa laki-laki dan perempuanberberat badan lebih (overweight) di SMP Negeri 4 Tembuku Bangli. Jenis penelitian ini merupakanpenelitian eksperimen dengan penelitian pre dan post controlled group design. Pada penelitian inididapatkan perbedaan hasil rerata dari nilai VO2 Max pada perempuan dan laki-laki dengan nilaip=0,000. Pada perempuan didapatkan hasil VO2 max sebelum diberikan perlakuan adalah 31,82ml/kg/menit dan sesudah di berikan perlakuan adalah 36,10 ml/kg/menit, sedangkan hasil rerata nilaiVO2 Max laki-laki sebelum diberikan perlakuan adalah 41,79 ml/kg/menit dan sesudah diberikanperlakuan adalah 49,83 ml/kg/menit. Berdasarkan hasil penelitian di atas, disimpulkan bahwa terdapatperubahan secara signifikan pada kadar VO2 max pada siswa berberat badan lebih (overweight) di SMP Negeri 4 Tembuku Bangli. Kata kunci : berat badan lebih, sepeda statis, VO2 max
HUBUNGAN ANTARA UJI ANTIGEN NON STRUCTURAL 1 (NS1) DENGAN KEJADIAN TROMBOSITOPENIA PADA KASUS DEMAM DENGUE (DD)/DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DIRUMAH SAKIT ARI CANTI, GIANYAR, BALI TAHUN 2016 Ni Wayan Ari Anindita Sari; I Wayan Putu Sutirta Yasa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.093 KB) | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i6.P15

Abstract

ABSTRAK Demam dengue (DD)/demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkanvirus dengue dan disebarkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Pada DD/DBD terjadi kelainanhematologi seperti penurunan kadar trombosit di bawah normal (trombositopenia) yaitu <150.000terkait infeksi virus dengue. Pada kondisi ini, apabila pasien tidak segera tertangani dapat jatuh kekondisi dengue shock syndrome. Adanya suatu uji NS1 antigen sebagai rapid diagnostic test kasusDD/DBD, maka penurunan trombosit yang terjadi dapat diperkirakan dan ditangani lebih dini.Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan hasil uji NS1 antigen terhadap kejadiantrombositopenia pada DD/DBD. Rancangan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional.Subjek dikelompokkan menjadi 2 yaitu kelompok pasien dengan hasil uji NS1 antigen positif 599subjek dan hasil uji NS1 antigen negatif 176 subjek. Kemudian dilakukan penghitungan jumlah pasienyang sudah maupun tidak mengalami trombositopenia dari masing-masing kelompok subjek yangdidapatkan dari hasil rekam medis pasien. Hasil menunjukkan jumlah pasien dengan hasil uji NS1antigen positif dan trombositopenia sebanyak 564(94,2%) pasien, tidak trombositopenia sejumlah35(5,8%) pasien. Pasien hasil uji NS1 antigen negatif dan trombositopenia sebanyak 78(44,3%) pasien,tidak trombositopenia 98(55,7%) pasien. Berdasarkan hasil analisis uji chi-square dengan tingkatkemaknaan 5% diperoleh p=0,001, tingkat nilai keeratan hubungan 0,554. Disimpulkan, adanyahubungan signifikan (p<0,05) antara hasil uji NS1 antigen terhadap kejadian trombositopenia padasubjek yang diteliti dengan tingkat keeratan hubungan sedang (0,40-0,599). Arah hubungan keduavariabel positif artinya apabila terdapat hasil uji NS1 antigen positif maka risiko trombositopeniasemakin tinggi. Kata Kunci : demam dengue, demam berdarah dengue, trombositopenia, dengue shock syndrome,rapid diagnostic test, NS1 antigen.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN KAMBOJA (Plumeria rubra var. acutifolia) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI METHICILLIN RESISTANT Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO Ni Luh Made Rasmawati; Ni Nengah Dwi Fatmawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.802 KB) | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i4.P09

Abstract

ABSTRAKPenggunaan antibiotik yang kurang bijaksana dapat memicu terjadinya resistensi bakteri terhadapantibiotik. Salah satu bakteri yang kini mengalami resistensi terhadap berbagai macam antibiotikadalah Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Kandungan flavonoid dan alkaloidyang dilaporakan pada daun tanaman kamboja (Plumeria rubra var. acutifolia) memiliki aktivitasanti bakteri sehingga penelitian lebih mendalam terkait efikasi senyawa tersebut akan menarik untukdikaji. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak etil asetat daun kamboja(Plumeria rubra var. acutifolia) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Methicillin-ResistantStaphylococcus aureus (MRSA) secara in vitro. Metode yang digunakan adalah metode difusi agar.Rerata diameter zona hambat kontrol negatif dengan etil asetat (K1)= 0 mm, konsentrasi 10% (P1)= 0 mm, 20% (P2) = 0 mm, 40% (P3)= 7,25 mm, dan 60% (P4) = 7,75 mm. Secara statistik ekstraketil asetat daun kampoja (Plumeria rubra var. acutifolia) konsentrasi 40% dan 60% mampumenghambat pertumbuhan bakteri MRSA jika dibandingkan dengan kontrol negatif. Perlunyadilakukan penelitian lebih lanjut untuk fraksinasi ekstrak sehingga dapat diketahui senyawa manakahyang paling berperan sebagai antibakteri. Kata Kunci: MRSA, daun kamboja, fitokimia

Page 97 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue