cover
Contact Name
I G. Made Krisna Erawan
Contact Email
krisnaerawan@unud.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Animal Hospital, Faculty of Veterinary Medecine Building, Udayana University, 2nd Floor, Jalan Raya Sesetan, Gang Markisa No 6, Banjar Gaduh, Sesetan, Denpasar, Bali, Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Veteriner
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14118327     EISSN : 24775665     DOI : https://doi.org/10.19087/jveteriner
Core Subject : Health,
Jurnal Veteriner memuat naskah ilmiah dalam bidang kedokteran hewan. Naskah dapat berupa: hasil penelitian, artikel ulas balik (review), dan laporan kasus. Naskah harus asli (belum pernah dipublikasikan) dan ditulis menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Naskah ilmiah yang telah diseminarkan dalam pertemuan ilmiah nasional dan internasional, hendaknya disertai dengan catatan kaki
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 22 No 3 (2021)" : 20 Documents clear
Kualitas Semen Beku Kambing Peranakan Boer yang Dikriopreservasi dengan Pengencer Tris Kuning Telur dan Berbagai Konsentrasi Ekstrak Daun Kelor Muhammad Rizal; Chatimatun Nisa; Ririn Norliani
Jurnal Veteriner Vol 22 No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.589 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.3.309

Abstract

Daun kelor mengandung berbagai zat nutrien yang dapat melindungi spermatozoa selama kriopreservasi semen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh ekstrak daun kelor di dalam pengencer tris kuning telur terhadap kualitas semen beku kambing peranakan Boer. Semen segar dibagi ke dalam empat buah tabung reaksi dengan volume yang sama, kemudian disentrifugasi dengan kecepatan 3.000 RPM selama 20 menit. Plasma semen dibuang, dan sedimen (spermatozoa) diencerkan dengan empat pengencer berbeda sebagai perlakuan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan, yakni: 73% pengencer dasar tris + 20% kuning telur + 7% gliserol tanpa ekstrak daun kelor (kontrol), 71% pengencer dasar tris + 20% kuning telur + 7% gliserol + 2% ekstrak daun kelor (EDK-2), 69% pengencer dasar tris + 20% kuning telur + 7% gliserol + 4% ekstrak daun kelor (EDK-4), dan 67%pengencer dasar tris + 20% kuning telur + 7% gliserol + 6% ekstrak daun kelor (EDK-6). Semen dikemas di dalam straw mini, diekuilibrasi di dalam lemari es pada suhu 5oC selama empat jam dan dibekukan dengan cara meletakkan straw 10 cm di atas permukaan nitrogen cair selama 15 menit. Peubah yang diamati adalah persentase motilitas, persentase hidup, dan persentase membran plasma utuh (MPU) spermatozoa dievaluasi setelah pengenceran dan thawing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun kelor ke dalam pengencer tris kuning telur dapat mempertahankan kualitas spermatozoa semen beku kambing peranakan boer. Penambahan sebanyak 4% ekstrak daun kelor merupakan konsentrasi terbaik dalam menghasilkan semen beku kambing peranakan boer. Persentase motilitas spermatozoa setelah thawing pada perlakuan kontrol, EDK-2, EDK-4, dan EDK-6 masing-masing adalah 41,25%, 45%, 50%, dan 47,5%. Dapat disimpulkan bahwa penambahan 4% ekstrak daun kelor ke dalam pengencer tris kuning telur merupakan konsentrasi terbaik dalam menghasilkan semen beku kambing peranakan boer.
Studi Histologi Tubulus Ginjal Tikus Model Hipertensi yang Diterapi Menggunakan Bone Marrow Mesenchymal Stem Cell Tiara Widyaputri; Erni Sulistiawati; Dondin Sajuthi; Anita Esfandiari; Setyo Widi Nugroho
Jurnal Veteriner Vol 22 No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.442 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.3.422

Abstract

Akhir-akhir ini banyak peneliti yang mempelajari terapi berbasis sel sebagai terapi regeneratif untuk melindungi atau memperbaiki jaringan yang rusak. Bone marrow mesenchymal stem cell (BMMSC) memiliki kemampuan yang menjanjikan dalam memperbaiki ginjal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah induksi yang dilakukan dapat menyebabkan kerusakan tubulus ginjal dan BMMSC mampu melindungi atau memperbaiki kerusakan yang terjadi. Penelitian ini menggunakan dua belas tikus jantan umur 10-12 minggu dengan rata-rata tekanan darah sistolik minimum mencapai 140-150 mmHg yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok terapi. Tekanan darah yang tinggi diinduksi dengan mengangkat ginjal kanan, mengikat arteri karotis komunis kiri, serta memberikan NaCl 1%, DOCA 2,5 mg/100gBB, dan BAPN 0,12%. Bone marrow mesenchymal stem cell disuntikkan setelah 16 minggu induksi. Evaluasi histopatologi ginjal yang didukung dengan evaluasi darah dilakukan dua minggu setelah injeksi BMMSC. Berdasarkan evaluasi histopatologi, kerusakan tubulus ginjal pada dua kelompok tidak menunjukkan hasil yang berbeda. Demikian juga regenerasi pada kedua kelompok menunjukkan hasil sama. Kadar blood urea nitrogen (BUN) dan kreatinin pada kedua kelompok berada dalam kisaran kadar normal. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa kerusakan yang terjadi tidak parah dan BMMSC memperbaiki tubulus ginjal akan tetapi belum dapat melindungi tubulus ginjal dari kerusakan.
Pemberian Gonadotropin Releasing Hormone Meningkatkan Konsentrasi Hormon Testosteron pada Domba Waringin Teuku Armansyah; Sara Febria Putri; Oppi Oktaviany; Tongku Nizwan Siregar; Syafruddin Syafruddin; Budianto Panjaitan; Arman Sayuti
Jurnal Veteriner Vol 22 No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.2 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.22.3.342

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan konsentrasi testosteron adalah dengan pemberian gonadotropin releasing hormone (GnRH). Peningkatan testosteron menyebabkan peningkatan kualitas spermatozoa. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian gonadotropin releasing hormone (GnRH) terhadap peningkatan kualitas semen dan level testosteron domba waringin. Dalam penelitian ini digunakan tiga ekor domba waringin dengan rancangan pola bujur sangkar latin 3 x 3 sehingga hewan percobaan menerima suntikan NaCl fisiologis sebagai kontrol (K0), 50 ìg GnRH (K1), dan 100 ìg GnRH (K2). Penampungan semen dilakukan satu kali ejakulasi/minggu, selama tiga minggu. Sampel semen dikoleksi menggunakan elektroejakulator 24 jam setelah perlakuan dan diamati warna, konsistensi, volume, motilitas, konsentrasi, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa. Koleksi darah untuk pemeriksaan konsentrasi hormon testosteron dilakukan 60 menit setelah penyuntikan GnRH. Analisis konsentrasi testosteron dilakukan menggunakan metode enzyme linked immunosorbent assay (ELISA). Data mengenai warna dan konsistensi semen dilaporkan secara deskriptif, sedangkan level testosteron, volume semen, motilitas, konsentrasi, viabilitas dan abnormalitas spermatozoa dianalisis dengan analisis varian. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa warna dan konsistensi semen yang dikoleksi pada semua kelompok perlakuan adalah krem dengan konsistensi kental. Hasil analisis statistika menunjukkan bahwa volume semen, konsentrasi spermatozoa, motilitas spermatozoa, viabilitas spermatozoa dan abnormalitas spermatozoa setelah pemberian GnRH menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan (P>0,05). Rata-rata (±SD) konsentrasi testosteron pada kelompok K0, K1, dan K2 masing-masing adalah 1,82±1,08; 8,05+2,24; dan 8,81±1,09 ng/mL (P<0,05). Disimpulkan bahwa pemberian GnRH tidak memengaruhi kualitas semen namun dapat meningkatkan konsentrasi hormon testosteron pada domba waringin.
Hubungan antara Konsentrasi Testosteron, Lingkar Skrotum, Libido dan Kuantitas Sperma Pejantan Sapi Pasundan Santoso Santoso; Herdis Herdis; Raden Iis Arifiantini; Asep Gunawan; Cece Sumantri
Jurnal Veteriner Vol 22 No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.864 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.3.389

Abstract

Sapi pasundan merupakan salah satu sumber daya genetik sapi potong lokal Indonesia yang perlu dikembangkan dan dilestarikan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan konsentrasi testosteron, lingkar skrotum, libido, dan kuantitas sperma pada sapi pejantan pasundan. Sepuluh ekor sapi pasundan berumur 3-6 tahun dengan bobot badan (BB) 380-430 kg digunakan pada penelitian. Konsentrasi hormon testosteron dianalisa dengan metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Libido diamati dari waktu pejantan didekatkan ke kandang atau tempat koleksi semen hingga kontak pertama dengan betina (courtship), waktu pejantan melakukan percumbuan (dating) sampai menaiki betina (mounting), waktu pejantan dating dan pertama kali menaiki betina sampai terjadi ejakulasi. Pengukuran lingkar skrotum menggunakan pita ukur. Semen dikoleksi menggunakan vagina buatan dan dievaluasi karakteristik volume semen dan konsentrasi sperma. Data dianalisa dengan korelasi regresi linear. Rataan konsentrasi testosteron adalah 13,38±0,21 ng/mL. Konsentrasi testosteron (r = -0,661) dan umur (r = 0,681) menunjukkan korelasi negatif dengan waktu courtship (P<0,05), waktu mounting berkorelasi positif dangan waktu ejakulasi (r = 0,756, P <0,05). Korelasi tidak ditemukan antara konsentrasi testosteron dengan umur (r = 0.116), lingkar skrotum (r = 0.328), peningkatan (r = 0.249), ejakulasi (r = -0.179), volume semen (r = 0.243), dan konsentrasi sperma (r = -0.116). Penelitian menyimpulkan konsentrasi testosteron dan umur berkorelasi negatif dengan courtship dan waktu mounting berkorelasi positif dangan waktu ejakulasi.
Kualitas Organoleptik dan Total Plate Count Daging Babi yang Dibungkus Plastik dan Daun Jati Ni Luh Putu Sriyani; Ni Luh Gede Sumardani; I Wayan Subrata
Jurnal Veteriner Vol 22 No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.643 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.3.367

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kualitas organoleptik dan kandungan TPC (Total Plate Count) daging babi yang dibungkus dengan plastik dan daun jati pada masa simpan yang berbeda. Materi penelitian menggunakan daging babi landrace yang diperoleh di pasar tradisional Pasar Sanglah. Sampel yang digunakan adalah pada bagian otot longisimus dorsi (LD). Data organoleptik dianalisis statistik nonparametrik dengan uji Hedonik menurut Mann-Whitney antara pembungkus plastik dengan daun jati dan Kruskal Wallis antara lama waktu simpan. Sementara kandungan TPC dianalis dengan menggunaka T-Test pada setiap lama simpan yang berbeda. Hasil analisis non parametrik daging babi Landrace yang dibungkus plastik pada variabel warna, aroma, tekstur, keempukan, dan penerimaan keseluruhan, nyata lebih rendah (P<0,05) daripada daging yang dibungkus daun jati pada lama simpan 4 jam, 8 jam maupun 12 jam. Daging yang dibungkus plastik kualitas organoleptik menurun secara nyata (P< 0,05) dari penyimpanan 4 jam sampai 12 jam. Sementara daging yang dibungkus daun jati menghasilkan kualitas organoletik yang tidak berbeda nyata dari 4 jam sampai 12 jam penyimpanan. Kandungan TPC daging babi landrace yang dibungkus daun jati nyata lebih rendah daripada daging yang dibungkus plastik selama masa penyimpanan 4,8 maupun 12 jam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembungkusan daging dengan daun jati mampu mempertahankan kualitas organoleptik daging babi landrace selama penyimpanan sampai 12 jam. Pembungkus daging dengan daun jati juga mampu menekan pertumbuhan kandungan TPC daging babi landrace selama penyimpanan sampai 12 jam.
Macro and Micro-anatomy of Tokay Gecko’s Reproduction Organs and Growth of External Body in Support on Reproduction Activities (Squamata: Gekkonidae: Gekko gecko) Hellen Kurniati; Ni Luh Putu Rischa Phadmacanty
Jurnal Veteriner Vol 22 No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.48 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.3.429

Abstract

Tokay gecko, Gekko gecko is an oviparous lizard that is distributed very widely in tropical Asia. The sexual maturity stage of tokay gecko does not have seasonal reproductive activity; they reproduce along the year. The study on the reproduction organ and growth of external morphology of tokay gecko is the first contribution to further scientific information. Gonadal micro-anatomy that were shown by histology and macro-anatomy to include the sex accessories could be demonstrated in this lizard as a criteria for the reproductive activity of urogenital organs. Males and females tokay gecko have simple urogenital track systems and also the males have simple hemipenis morphology. Testes position inside the male body is not symmetric, in the right testis is always in a higher position than left testis. Based on analysis of the measurement of the posterior part of the body, the width of cloaca, width of base tail and length of hind limb increase asymptotic growth on snout to vent length (SVL) SVL?130 mm for females, and SVL?150 mm for males. Asymptotic growth in the posterior part of the male and female body is a form of co-evolution, besides the male urogenital organs and the female reproductive system which also support co-evolution in the reproductive organs.
Parameter Hematologi dan Biokimia Darah Babi Bali Sebelum Sapih yang Dipelihara Secara Tradisional dan Konvensional Ni Nyoman Ayu Widyasari; I Gede Mahardika; Nyoman Sadra Dharmawan
Jurnal Veteriner Vol 22 No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.525 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.22.3.352

Abstract

Telah dilakukan penelitian eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui parameter hematologi dan biokimia darah babi bali (tanpa membedakan jenis kelamin) sebelum sapih yang dipelihara secara tradisional dan konvensional di Desa Seraya, Karangasem, Bali. Parameter yang diamati adalah pertambahan bobot badan, eritrosit, hematokrit, hemoglobin, leukosit, dan deferinsial leukosit, serta kolesterol, trigliserida, dan total protein. Bobot badan diukur dengan cara menimbang anak babi sejak lahir hingga umur sapih. Profil hematologi diperiksa dengan menggunakan hematology analyzer. Kolesterol, trigliserida dan total protein diperiksa dengan menggunakan photometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kenaikan bobot badan anak babi bali yang dipelihara secara tradisional dan konvensional selama 8 minggu (umur sapih) adalah 3,52 kg dan 4,48 kg. Kisaran eritosit babi bali sebelum sapih pada penelitian ini adalah: 4,01-7,76 x 106/?L; hematokrit: 19,88-37,7 %; dan hemoglobin: 5,4-12,21 g/dL; leukosit: 14,85-28,18 x 103/?L; neutrofil 2,24-10,02 %; eosinofil 0,25-2,7 %; basofil 1,32-8,13 %; limfosit 74-85,11 %; dan monosit 3,9-7 %. Kolesterol: 57,57-114,55 mg/dL; trigliserida: 25,57-42,45 mg/dL; dan total protein: 4,93-6,73 gr/dL. Hasil analisis secara statistik menunjukkan ada perbedaan nyata (P<0,05) antara rerata eritrosit, hematokrit, dan hemoglobin anak babi yang dipelihara secara tradisional dibandingkan dengan yang konvensional. Namun, bobot badan, leukosit dan deferensial leukosit, serta kolesterol, trigliserida, dan total protein tidak berbeda nyata (P>0,05).
Deteksi Virus Avian Influenza Subtipe H5N1 pada Itik di Pasar Hewan Beringkit dan Pasar Galiran, Bali Ni Wayan Intan Martinez; Gusti Ayu Yuniati Kencana; I Nyoman Dibia
Jurnal Veteriner Vol 22 No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.968 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.3.442

Abstract

Avian Influenza merupakan penyakit zoonosis disebabkan oleh virus Avian Influenza (AI) subtipe H5N1, penyakit ini ditemukan hampir di seluruh belahan dunia. Itik adalah unggas air yang merupakan inang alami virus AI. Virus AI subtipe H5N1 yang menyerang unggas dapat ditemukan pada unggas hidup yang dijual di pasar. Pasar hewan berperan penting dalam penyebaran virus AI dari unggas ke unggas, serta dari unggas ke manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sirkulasi virus AI pada itik di Pasar Hewan Beringkit dan Pasar Galiran, Bali. Total sampel 120 swab kloaka dan trakea itik diambil di pasar hewan Beringkit dan Galiran masing-masing 60 sampel. Sampel swab digabung (pooling) berdasarkan pedagang itik dan waktu pengambilan. Isolasi virus dilakukan pada telur ayam bertunas (TAB) berumur sembilan hari. Carian allantois yang dipanen selanjutnya diuji serologis hemaglutinasi (HA/HI) dan uji Reverese Transkriptase Polymerase Chain Reaction. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan masing-masing satu sampel positif virus AI subtipe H5N1 dari setiap pasar dengan proporsi positif di kedua pasar sebesar 1,7% (2/120). Data ini mengindikasikan bahwa virus AI subtipe H5N1 masih bersirkulasi di Pasar Hewan Beringkit dan Galiran.
Cover, Editorial Board, Daftar Isi I Wayan Batan
Jurnal Veteriner Vol 22 No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5770.425 KB)

Abstract

Cover, Editorial Board, Daftar Isi
Pengaruh Pemberian Laktoferin Sapi Terhadap Berat Badan Dan Leukosit Anak Babi Ghina Monita Pramudhita; I Gusti Ngurah Kade Mahardika; I Gusti Ayu Agung Suartini
Jurnal Veteriner Vol 22 No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.186 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.3.449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan yang ditambahkan laktoferin sapi terhadap berat badan dan leukosit anak babi Landrace. Penelitian dilakukan pada peternakan komersial di Desa Yeh Gangga, Kecamatan Sudimara, Kabupaten Tabanan. Sebanyak 12 anak babi Landrace dari tiga induk yang berbeda digunakan sebagai sampel, dengan pembagian dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan perlakuan. Kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan. Kelompok perlakuan diberikan laktoferin sapi selama 7 hari dengan pemberian satu kali dalam satu hari. Penimbangan berat badan anak babi Landrace dilakukan setiap lima hari, kemudian data dianalisis dengan Student’s T-test. Hasil analisis data periode penimbagan berat badan anak babi umur 10 – 35 hari berpengaruh nyata (P<0,05). Pengabilan darah dilakukan pada post perlakuan kemudian diuji dengan uji hematologi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Student’s T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata diferensial leukosit tidak berbeda nyata (P>0,05) antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Masing-masing komponen leukosit pada kelompok kontrol maupun kelompok perlakuan berada pada rentang nilai normal. Rerata total leukosit anak babi pasca pemberian laktoferin tidak berbeda nyata (P>0,05) antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan.

Page 2 of 2 | Total Record : 20


Filter by Year

2021 2021