cover
Contact Name
I G. Made Krisna Erawan
Contact Email
krisnaerawan@unud.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Animal Hospital, Faculty of Veterinary Medecine Building, Udayana University, 2nd Floor, Jalan Raya Sesetan, Gang Markisa No 6, Banjar Gaduh, Sesetan, Denpasar, Bali, Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Veteriner
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14118327     EISSN : 24775665     DOI : https://doi.org/10.19087/jveteriner
Core Subject : Health,
Jurnal Veteriner memuat naskah ilmiah dalam bidang kedokteran hewan. Naskah dapat berupa: hasil penelitian, artikel ulas balik (review), dan laporan kasus. Naskah harus asli (belum pernah dipublikasikan) dan ditulis menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Naskah ilmiah yang telah diseminarkan dalam pertemuan ilmiah nasional dan internasional, hendaknya disertai dengan catatan kaki
Arjuna Subject : -
Articles 1,116 Documents
Cover, Editorial Board, Daftar Isi I Wayan Batan
Jurnal Veteriner Vol 23 No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7563.079 KB)

Abstract

Cover, Editorial Board, Daftar Isi
Peningkatan Performa Reproduksi Induk Babi Melalui Pengaturan Penyapihan Anak Babi Ni Luh Gde Sumardani; Komang Budaarsa; Anthonius Wayan Puger
Jurnal Veteriner Vol 23 No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.6 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2022.23.1.64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu optimal penyapihan anak babi agar induk babi dapat berahi kembali, guna meningkatkan efisiensi produksi dan reproduksi induk babi tersebut. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok dengan tiga perlakuan yaitu penyapihan umur 25 hari (A), penyapihan umur 28 hari (B), dan penyapihan umur 30 hari (C) pada tiga usaha peternakan babi. Setiap perlakuan terdiri dari tiga ulangan, dan masing-masing ulangan terdiri dari dua ekor induk babi. Variabel yang diamati meliputi: litter size, bobot badan anak babi yang disapih, induk berahi kembali pascasapih, dan mortalitas anak babi pascasapih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan bobot badan anak babi saat disapih berbeda nyata (P<0,05) pada perlakuan B yaitu: 6,83 kg (A), 8,17 kg (B), dan 9,0 kg (C). Mortalitas pascasapih yakni: 1,33% (A), 1,17% (B), dan 1,17% (C) tidak berbeda nyata (P<0,05) antar perlakuan; Induk kembali berahi setelah sapih rata-rata 3,67 hari (A dan C) dan 3,33 hari (B) tidak berbeda nyata (P>0,05). Rataan litter size mencapai 10,17 ekor (A), 13,0 ekor (B) dan 11,5 ekor (C) tidak berbeda nyata (P>0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah waktu optimum pelaksanaan penyapihan anak babi adalah umur 28 hari.
Morfometri Organ Reproduksi Pademelon Kelam (Thylogale brunii) Jantan Amos Rumsayor; Irba Unggul Warsono; Freddy Pattiselanno
Jurnal Veteriner Vol 23 No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.932 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2022.23.2.228

Abstract

Pengetahuan tentang organ reproduksi pademelon kelam jantan sebagai sumber genetik lokal hampir tidak ada. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ukuran dari bagianbagian organ reproduksi, dan deskripsi fisik (letak, bentuk, warna dan tekstur) bagian-bagian dari organ reproduksi pademelon kelam (Thylogale brunii) jantan. Penelitian ini dilakukan di Kampung Horna, Distrik Manimeri, Kabupaten Teluk Bintuni, dan Laboratorium Fisiologi dan Reproduksi Hewan, Fakultas Peternakan Universitas Papua antara bulan September dan Oktober 2017. Tiga organ reproduksi jantan pademelon kelam (T. brunii) digunakan dalam penelitian ini, dan morfologi dari organ reproduksi ini telah dipelajari. Deskripsi fisik antara lain bentuk, letak, warna, dan tekstur organ reproduksi T. brunii jantan pada umumnya tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan organ jantan marsupial lainnya seperti kanguru dan beberapa walabi jenis lain. Organ reproduksi T. brunii jantan terdiri atas sepasang skrotum bersama epidedimis di dalamnya, sepasang vas deferens, bladder (kantung kemih), kelenjar prostat, sepasang crus penis, sepasang bulbus rethralis, tiga pasang kelenjar cowper, penis, dan kepala penis (glans penis).
Produksi Rekombinan Bovine Lactoferrin pada Sistem Ekspresi Eschericihia coli Ni Luh Wayan Yulia Mirayanti; I Gusti Ngurah Kade Mahardika; Made Pharmawati
Jurnal Veteriner Vol 23 No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.111 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2022.23.1.105

Abstract

Lactoferrin is an 80 kDa glycoprotein which has advantages in biological activity as an antimicrobial, antibacterial, antiviral, antiparasitic, and immunomodulatory agent. Advances in recombinant technology have made it possible to produce lactoferrin proteins on a large scale, the production of recombinant lactoferrin can be carried out in various expression systems. Escherichia coli is one of the hosts in expression systems that are widely used in the production of recombinant proteins. The recombinant protein lactoferrin is produced by insertion of the bovine lactoferrin gene in the plasmid pET 11-a. The bovine lactoferrin gene that has been inserted into the plasmid pET, transformed and expressed in the cell host of E. coli BL21. The bovine lactoferrin protein expression was induced by the addition of a chaperone one of the coexpressions, which accompanied the E. coli synthesis system to achieve the desired protein expression. The expression of pET11a - Bovlacto plasmid in E. coli was supported by the inducer L-arabinose and IPTG. The bovine lactoferrin gene embedded in the recombinant plasmid pET-11a was able to be well expressed in E. coli BL21 with the hybridization signal in the dot blot method test and the target specific band, namely in the 80-85 kDa position range of SDS-PAGE electrophoresis results.
Kajian Pustaka: Pemanfaatan Simplisia dan Sediaan Galenik Sebagai Bahan Fitofarmaka dan Herbal Terstandar untuk Kesehatan Promotif dan Preventif Kuda Ziazan Bevina Athallah; Aziiz Mardanarian Rosdianto; Dwi Cipto Budinuryanto
Jurnal Veteriner Vol 23 No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.186 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2022.23.2.265

Abstract

Kuda telah lama dikenal sebagai hewan yang memiliki fungsi ekonomi dan nilai budaya. Saat ini, minat dan permintaan terhadap tanaman berkhasiat obat untuk pengobatan etnoveteriner pada kuda semakin meningkat. Penggunaan herbal berpotensi mengobati dan mengatasi masalah kesehatan pada kuda, namun khasiat dan keamanannya belum jelas karena tahapan penelitian yang panjang untuk dikenal sebagai obat standar yang spesifik. Dalam penelitian ini, kami mengumpulkan sejumlah informasi ilmiah dari tinjauan sistematis untuk mengeksplorasi potensi herbal untuk menunjang kesehatan kuda. Ditemukan sejumlah 16 jenis tanaman yang berasal dari beberapa lokasi di dunia yang memiliki khasiat obat pada kuda dengan peran preventif dan promotive. Berbagai bagian dari tanaman Ashwaganda, Kapuk Gurun, Devil’s claw, Ginseng, Jahe, Bawang Putih, Rami, Echinacea, Evening Primrose, Lavender, Rose Hip, Aloe Vera, Kranberi, Sea Buckthorn, Avocado-Soy, Bunga Matahari, dan Temulawak telah digunakan sebagai bahan komplementer dan alternative pengobatan untuk mengatasi beberapa masalah kesehatan pada kuda. Karena adanya keterbatasan dalam sumber informasi, penulis menduga bahwa upaya preventif dan promotif belum menjadi perhatian utama untuk kesehatan kuda. Maka dalam hal ini, penulis mencoba menyampaikan beberapa yang diperoleh terkait dengan pemanfaatan tanaman berkhasiat obat sebagai alternatif dan pelengkap kesehatan kuda secara promotif dan preventif.
Jumlah Ternak Sapi Potong yang Dijual dan Biaya Pakan Memengaruhi Pendapatan Tunai Peternak di Kawasan Amfuang Kabupaten Kupang Morin Mediviani Sol'uf; Maria Krova; Solvi Mariana Makandolu
Jurnal Veteriner Vol 23 No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.523 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2022.23.2.195

Abstract

A study was conducted in the Amfoang Region, Kupang Regency with the aim of knowing the amount of cash income and the factors that influence the cash income of beef cattle farmers with different maintenance systems in the Amfoang Region, Kupang Regency. Sampling is done in stages. The first and second stages, namely the determination of two sub-districts and four sample villages, were carried out purposively with the consideration that the two sub-districts and four villages had the largest and smallest beef cattle populations and represented the highlands and lowlands in the Amfoang area. The third stage is the determination of 40 non-proportional random sample farmers in each rearing system. The analytical method used is multiple linear regression. The results showed that cash income in the tie system is 61,93% higher than in the loose grazing system. In the tie system, the cash income obtained by farmers is Rp11.646.824,95 or Rp8.088.072,88 per unit of livestock. In the loose grazing system,cash income is Rp7.157.250 or Rp5.818.902,44 per unit of livestock. Factors which has a real relationship to cash income of beef cattle business both in the tie system and in the loose grazing system, namely the number of cattle sold and the cost of feed. The factor that has the most significant effect on cash income in both the tie system and the loose system is the number of cattle sold. Therefore, to increase the cash income of farmers, the number of livestock sold must be increased.
Cover, Editorial Board, Daftar Isi I Wayan Batan
Jurnal Veteriner Vol 23 No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24513.151 KB)

Abstract

Cover, Editorial Board, Daftar Isi
Perbandingan Susunan Jantan dan Betina Memengaruhi Performa Ayam Pedaging Galur Lohman Broder Mb202 Nadiya Listyasari; Soeharsono Soeharsono; Muhammad Thohawi Elziyad Purnama
Jurnal Veteriner Vol 23 No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.238 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2022.23.2.239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbandingan komposisi jantan dan betina ayam broiler strain Lohman Broder MB202 dalam satu kandang terhadap konsumsi pakan, bobot badan, dan konversi pakan. Sebanyak 40 ekor ayam broiler masing-masing 20 jantan dan 20 betina digunakan dalam penelitian kali ini selanjutnya dibagi menjadi lima kelompok (P1, P2, P3, P4, P5). Semua kelompok perlakuan dipelihara secara intensif, diberi pakan, minum ad libitum dan vaksin terjadwal selama 35 hari. Data dianalisis dengan univariate ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc Tukey dengan nilai signifikansi 95%. Konsumsi dan konversi pakan menunjukkan perbedaan nyata pada kelompok P1 dan P4 dibandingkan kelompok P2, P3 dan P5. Pertambahan bobot badan juga tampak signifikan pada kelompok P1 dan P4 hari ke 5–6 atau hari ke 25–30 dan hari ke 1–35. Dapat disimpulkan bahwa perbandingan jumlah pengaturan broiler jantan dan betina dalam satu kandang berpengaruh terhadap performa ayam broiler. Perbandingan terbaik ditunjukkan pada rasio jantan dan betina P1 (8:0) atau P4 (6:2).
Polimorfisme Gen Aquaporin-3 dan Pengaruhnya Terhadap Ikatan dengan Ligand Uji Secara In Silico Hamny Sofyan; Noni Zakiah; Hasriati Hasriati; Frengki Frengki; Taufan Hidayat; Siti Aisyah
Jurnal Veteriner Vol 23 No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.8 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2022.23.2.157

Abstract

Changes in the genetic code can trigger changes in the function of the proteins it produces. Genetic changes that commonly occur in the form of single nucleotide polymorphism such as in the aquaporin group gene (AQPs) which play an important role in maintaining moisture and elasticity of the skin epidermis. This study aims to analyze the effect of mutations in one of the aquaporin protein groups (AQPs), namely aquaporin 3 (AQP3) by in silico. Research material in the form of data sequences and 3D structures of AQP3 wild-type dan AQP3 mutant downloaded from the protein databank (pdb id 1FX8 and 1LDF). These two sequences were aligned using the “ClustalW” method to observe the position of the mutation, while the 3D structures were also aligned using the “Alignment” method to observe changes in the native ligand’s “site binding” region. The impact of the conformational changes of mutant AQP3 was also observed on several compounds as test ligands which are known to work to support the function of AQP3 protein such as asiatic acid, madecassic acid, asiaticoside, and alpha-retinoic acid through molecular docking method. Sequence alignment results showed that mutations occurred in the 48th (tryptophan-phenylalanine) and 200th (phenylalanine-threonine) residue sequences. The mutation of the two residues caused a change in the interaction model of all test ligands compared to the normal type of AQP3. The mutation also causes a decrease in the stability of AQP3, but on the contrary does not change the function of AQP3 but only decreases the binding ability of the native ligand molecule which has implications for the decrease in the binding ability of water molecules, glycerol and the test ligand.
Kajian Pustaka: Penanggulangan Kandidiasis Menggunakan Pendekatan Probiotik Ni Made Teriyani; Fainmarinat Selviani Inabuy; Yan Ramona
Jurnal Veteriner Vol 23 No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.854 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2022.23.2.281

Abstract

Kandidiasis merupakan infeksi yang disebabkan oleh kamir kelompok Candida, terutama C. albicans. Kamir ini bersifat oportunis, karena C. albicans dapat menunjukkan karakateristik patogenitasnya atau berubah menjadi pathogen bila terjadi perubahan-perubahan kondisi lingkungan di tempat-tempat dimana species kamir ini berasosiasi dengan mikrob lain pada inangnya. Perubahan-perubahan kondisi lingkungan ini umumnya menyebabkan terjadinya perubahan komposisi mikrobiota pada bagian-bagian tersebut, dan perubahan ini dapat bersifat lokal atau sistemik pada inangnya. Dalam kondisi normal, pertumbuhan C. albicans dikendalikan/dikontrol oleh kehadiran mikrob lain dengan komposisi seimbang yang ada disekitarnya. Bila terjadi ketidakseimbangan mikrobiota normal pada tempat-tempat tersebut, maka kondisi ini akan dimanfaatkan oleh C. albicans untuk tumbuh dan berkembang melampaui mikroba lain. Pertumbuhan berlebih C. albicans ini sering menimbulkan masalah atau menyebabkan infeksi/lesi. Pada inangnya, kamir ini sering berasosiasi pada mukosa rongga mulut, permukaan kulit, saluran pencernaan, serta alat reproduksi wanita (vagina), dan menyebabkan infeksi yang disebut dengan kandidiasis. Kasus kandidiasis terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, yang disebabkan oleh munculnya kasus resistansi Candida spp., terhadap antifungi yang dipakai dalam pengobatan kandidiasis. Pemahaman menyeluruh terkait kandidiasis menjadi sangat penting dan diperlukan untuk membangun strategi potensial dalam penanggulangan kandidiasis. Oleh karena itu, dalam telaah pustaka ini dielaborasi berbagai topik penting terkait kandidiasis dan alternatif penanganannya. Semua informasi yang diperlukan diekstrak dari berbagai artikel terkait yang dipublikasikan di jurnal-junal ilmiah bereputasi. Beberapa aspek seperti mekanisme Candida spp., dalam menyebabkan infeksi, faktor-faktor predisposisi, permasalahan dalam terapi kandidiasis menggunakan agen antifungi, maupun terapi alternative (termasuk pendekatan biokontrol menggunakan probiotik potensial) dijabarkan secara komprehensif dalam telaah pustaka ini

Page 99 of 112 | Total Record : 1116


Filter by Year

2000 2024