cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sari Pediatri
ISSN : 08547823     EISSN : 23385030     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 1,519 Documents
Rapid Manual Test sebagai Alat Diagnostik Malaria falciparum Desrinawati Desrinawati
Sari Pediatri Vol 4, No 3 (2002)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp4.3.2002.147-51

Abstract

Malaria adalah penyakit infeksi akut maupun kronis yang disebabkan oleh Plasmodiummalariae dengan gejala klinis demam rekuren, anemia, dan hepatosplenomegali. DiIndonesia sampai saat ini penyakit malaria masih merupakan masalah kesehatanmasyarakat. Diagnosis pada malaria dapat dilakukan dengan uji mikroskopis dan nonmikroskopis. Rapid manual test termasuk uji non mikroskopis. Uji ini merupakan ujicepat, mudah dan tidak memerlukan laboratorium khusus. Rapid manual test dapat dibagi berdasarkan, Histidine Rich Protein-II (HRP-II) contoh kitnya ParaSight®,Paracheck,® ICT®. Juga berdasarkan parasite lactate dehydrogenese (pLDH) contoh kitnyaoptiMAL®. Kit-kit ini sudah diteliti di beberapa negara dengan hasil sensitivitas darispesifisitas rata-rata di atas 90%.
Rekomendasi Satgas Imunisasi Sri Rezeki S Hadinegoro; Soedjatmiko Soedjatmiko
Sari Pediatri Vol 8, No 1 (2006)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.154 KB) | DOI: 10.14238/sp8.1.2006.84-92

Abstract

Menghadapi masalah kesehatan anak dunia, Indonesia tidak dapat berdiam diri namunharus turut berpartisipasi aktif. Pakar WHO menegaskan bahwa dalam upaya pencegahanpenyakit infeksi, dua hal yang harus menjadi perhatian utama ialah penyediaan air bersihdan imunisasi. Munculnya resistensi antibiotik pada beberapa mikroorganisme, keadaanimunokompromais, peningkatan kesehatan anak dengan risiko tinggi, telah memicupara ahli memalingkan arah untuk mencapai upaya pencegahan yang paripurna. Dalamsatu dasa warsa terakhir, imunisasi telah mengalami perkembangan yang sangat pesatseiring dengan kemajuan teknik rekayasa genetika dan biomolekuler. Masuknya vaksinbaru sebagai hasil teknologi modern yaitu vaksin influenza trivalen (TIV) dan vaksinpneumokokus (PCV7) memerlukan panduan penggunaannya yang dituangkan dalamRekomendasi Satgas Imunisasi IDAI.
Skleroderma pada Anak Melissa Gandi; Qatrah D. Seprida; Tina W. Wisesa; Zakiudin Munasir
Sari Pediatri Vol 9, No 6 (2008)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1778.144 KB) | DOI: 10.14238/sp9.6.2008.398-405

Abstract

Dilaporkan seorang anak perempuan, N, usia 4 tahun 5 bulan, dengan diagnosis skleroderma lokal tipemorfea generalisata. Etiologi dan patogenesis penyakit ini belum jelas. Pada pemeriksaan fisis didapatkanmakula hipopigmentasi multipel, plakat hiperpigmentasi difus yang sklerotik, fleksi kontraktur jari tangandan kaki serta atrofi kulit punggung tangan dan kaki. Tidak ada keterlibatan organ dalam. Pemeriksaanhistopatologis menunjukkan penebalan kolagen di dermis dan tidak tampak adneksa kulit. Pengobatanterdiri dari krim pelembab, obat antifibrotik dan fisioterapi. Pasien membaik dengan pemberian krim urea10% dan D-penisilamin. Prognosis baik karena morfea generalisata akan mengalami resolusi spontandalam 3-5 tahun, meskipun dapat menyebabkan kecacatan permanen berupa fleksi kontraktur residual,hiperpigmentasi dan atrofi kulit
Pengaruh Suplementasi Seng dan Vitamin A Terhadap Kejadian ISPA dan Diare pada Anak Fita Asfianti; H.M. Nazir; Syarif Husin; Theodorus Theodorus
Sari Pediatri Vol 15, No 2 (2013)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp15.2.2013.93-8

Abstract

Latar belakang. Salah satu faktor yang memengaruhi tingginya angka kejadian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare adalah defisiensi vitamin A. Walaupun di Indonesia telah didapat program pembe- dapat program pembe- program pemberian vitamin A, tetapi masih banyak anak dengan defisiensi vitamin A karena defisiensi seng.Suplementasi seng dan vitamin A diharapkan dapat meningkatkan kadar seng dan vitamin A pada anak sehingga dapat menurunkan angka kejadian ISPA dan diare.Tujuan.Mengetahui pengaruh suplementasi seng dan vitamin A terhadap kejadian ISPA dan diare.Metode. Penelitian kohort dilakukan selama bulan Agustus 2009-Februari 2010. Sampel anak usia 12-60 bulan diambil dari 5 Posyandu di Puskesmas Talang Ratu, Palembang. Pemeriksaan kadar seng dan vitamin A dilakukan dua kali, yaitu sebelum dan sesudah suplementasi seng (200 mg per hari selama dua minggu) dan vitamin A (200 000 IU). Pemeriksaan kadar seng menggunakan Atomic Absorbtion Spectroscope(AAS), dan kadar vitamin A dengan spektrofotometer. Uji bivariat dan multivariat dianalisis dengan SPSS 15, dengan p<0,05.Hasil. Didapatkan 88 subjek penelitian, terdiri dari 45 (51,1%) laki-laki dan 43 (48,9%) perempuan.. Rerata umur 28,44 ±12,34 bulan. Terdapat perbedaan rerata kadar seng dan vitamin A pada anak sebelum dan setelah diberikan suplementasi seng dan vitamin A 60,61±31,36 µg/dL vs 84,76±22,87 µg/dL (p<0,05), dan 19,73±5,96 µg/dL vs 23,54±5,88 µg/dL (p<0,05). Angka kejadian ISPA setelah suplementasi menurun dari 61,4% menjadi 22,7%, dan diare dari 28,4% menjadi 26,1%. Kadar seng dan vitamin A berpengaruh terhadap kejadian ISPA dan diare (p<0,05).Kesimpulan. Terdapat pengaruh suplementasi seng dan vitamin A terhadap penurunan angka kejadian ISPA dan diare.
Gambaran Klinis dan Laboratoris Diabetes Mellitus tipe-1 pada Anak Saat Pertama Kali Datang ke Bagian IKA-RSCM Jakarta Aman B Pulungan; Riza Mansyoer; Jose RL Batubara; Bambang Tridjaja AAP
Sari Pediatri Vol 4, No 1 (2002)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp4.1.2002.26-30

Abstract

Diabetes Mellitus tipe-1 merupakan salah satu penyakit kronis yang sampai saat inibelum dapat disembuhkan. Walaupun demikian, berkat kemajuan teknologi kedokterankualitas hidup pasien DM tipe-1 dapat terpelihara. Sebagian besar kasus DM pada anaktermasuk di dalam DM tipe-1, namun sedikit sekali tulisan di Indonesia mengenaikarakteristik klinis dan laboratorium DM tipe-1. Hal ini mengakibatkan banyak tenagamedis yang tidak mengetahuinya sehingga sering sekali salah dalam mendiagnosis pasienDM tipe-1. Pasien DM tipe-1 sebagian besar mempunyai riwayat perjalanan klinis,dengan poliuria, polidipsia, polifagia, dan berat badan yang cepat menurun. Untukmengurangi keterlambatan diagnosis maka kewaspadaan terhadap DM tipe-1 merupakankata kunci. Telah dilakukan penelitian deskriptif retrospektif pada semua pasien DMtipe-1 yang berobat ke Bagian IKA-RSCM antara tahun 1989-1999. Seluruh subyekpenelitian diambil dari catatan medis dan didapat 41 kasus dengan DM tipe-1 dengansebagian besar anak perempuan. Usia terbanyak saat datang pertama kali ke BagianIKA-RSCM pada usia 5-10 tahun (56%). Dari 41 kasus DM tipe-1, hanya 31% yangmempunyai keturunan keluarga DM. Saat datang ke Bagian IKA-RSCM 66% dengankatoasidasis diabetik, 71% menderita gizi kurang dan seluruh pasien datang dengankeluhan poliuria, polidipsia, polifagia dan adanya penurunan berat badan yang progresif.Gangguan kesadaran juga menyertai pasien dengan KAD. Kadar gula darah pasien DMtipe-1 terbanyak antara 300-500 mg/dl (51%). Semua pasien pada saat awal diagnosiskadar HbA1c di atas normal dan C-peptida di bawah normal.
Pemberian Nutrisi Enteral kasus Bedah Anak: Pengaruh pada Status Nutrisi Supriyadi Bektiwibowo; Zakiudin Munasir; Sri Sudaryati Nasar
Sari Pediatri Vol 7, No 3 (2005)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp7.3.2005.136-42

Abstract

Latar belakang. Malnutrisi terjadi akibat pemenuhan zat gizi yang tidak optimal.Dilaporkan keadaan malnutrisi pada sekitar 40-50% kasus bedah dan nonbedah yangdirawat di rumah sakit. Hal yang sama dijumpai di Departemen Ilmu Kesehatan AnakRS Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM).Tujuan. Mengetahui efektifitas pemberian nutrisi enteral serta respons jangka pendeknyapada anak pasca tindakan operasi yang dirawat di RSCM.Metoda. Penelitian eksperimental dengan desain the one group pretest-posttest,pemberian nutrisi enteral selama 5 hari pasca operasi pada anak derajat sedang denganklasifikasi ASA (The American Society of Anesthesiologists) I dan II usia 1-10 tahun diruang rawat Bedah Anak FKUI-RSCM. Dilakukan pemeriksaan antropometri sederhana,albumin dan prealbumin serum.Hasil. Subyek penelitian 20 orang, usia rerata 3,9 + 2,2 tahun. Nutrisi enteral yangdiberikan diterima dengan baik oleh 18 dari 20 subyek dan dapat ditoleransi denganbaik oleh semua subyek. Tidak ada subyek yang mengalami penurunan berat badan.Terjadi kenaikan rerata berat badan sebesar 130 + 100 g, peningkatan nilai rerata albuminsebesar 0,16 + 0,35 g/dl, dan peningkatan nilai rerata prealbumin sebesar 2,37 + 3,88mg/dl.Kesimpulan. Nutrisi enteral diterima, ditoleransi, serta memberikan respons yang baikterhadap status nutrisi. Nilai prealbumin dan albumin serum meningkat pada sebagianbesar subyek dan tidak terjadi penurunan berat badan.
Pengantar Evidence-Based Case Reports Partini Pudjiastuti
Sari Pediatri Vol 11, No 6 (2010)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.106 KB) | DOI: 10.14238/sp11.6.2010.385-6

Abstract

Evidence-based case report (EBCR) merupakan suatu metode penulisan atau pelaporan sebuah kasus atau masalah klinis dengan pendekatan berbasis bukti. Metode atau desain pelaporan kasus EBCR merupakan bentuk aplikasi evidence-based medicine (EBM) yang telah banyak dipublikasikan di jurnal internasional, seperti Journal of Evidence-Based Medicine, Evidence-Based Mental Health, British Medical Journal and British Journal of Psychiatry. Naskah EBCR umumnya ditulis secara ringkas dengan jumlah kata maksimum 2500, mengandung 4 ilustrasi (grafik, tabel, foto pasien) dan 24 rujukan atau referens. Sebagai layaknya sebuah laporan kasus, maka EBCR terdiri atas beberapa bagian.a. Pendahuluanb. Kasus atau skenario klinisc. Rumusan masalahd. Metode /strategi penelusuran buktie. Hasil penelusuran buktif. Diskusig. Kesimpulanh. Daftar pustaka
Evidence-based Medicine (EBM) Alan R Tumbelaka
Sari Pediatri Vol 3, No 4 (2002)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp3.4.2002.247-8

Abstract

Evidence-based Medicine (EBM) adalahpengintegrasian antara (1) bukti ilmiahberupa hasil penelitan yang terbaik dengan(2) kemampuan klinis dokter serta (3) preferensipasien dalam proses pengambilan keputusanpelayanan kedokteran , sedang Geddes (2000)menyatakan bahwa EBM adalah strategi yang dibuatberdasarkan pengembangan teknologi informasi danepidemiologi klinik dan ditujukan untuk dapatmenjaga dan mempertahankan ketrampilan pelayananmedik dokter dengan basis bukti medis yangterbaik
Kecerdasan Majemuk pada Anak Kadek Suarca; Soetjiningsih Soetjiningsih; IGA. Endah Ardjana
Sari Pediatri Vol 7, No 2 (2005)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp7.2.2005.85-92

Abstract

Kecerdasan majemuk pertama kali diperkenalkan tahun 1983 oleh Howard Gardner diHarvard School of Education and Harvard Project Zero. Teori ini membantah tes seperticontoh Stanford Binet Test yang dikatakan sebagai hitungan tradisional yang tidakadekuat menilai kecerdasan. Menurut Gardner, kecerdasan melebihi dari hanya sekedarIQ (Intelligence Quotient) karena IQ yang tinggi tanpa ada produktifitas bukanmerupakan kecerdasan yang baik. Anak harus dinilai berdasarkan apa yang merekadapat kerjakan bukan apa yang tidak dapat mereka kerjakan. Kecerdasan didefinisikansebagai kemampuan untuk memecahkan masalah dan memiliki nilai lebih dalam sebuahkultur masyarakat. Kecerdasan adalah potensi biopsikologikal untuk mengolah informasisehingga dapat memecahkan masalah, menciptakan hasil baru yang menambah nilainilaibudaya setempat. Pandangan baru ini sangat berbeda dengan pandangan lamayang selalu mengandalkan dua penilaian yaitu verbal dan komputasional. Delapan macamkecerdasan itu antara lain, (1) Kecerdasan linguistik, (2) Kecerdasan logika-matematika,(3) Kecerdasan gerak tubuh, (4) Kecerdasan musikal, (5) Kecerdasan visual-spasial, (6)Kecerdasan interpersonal, (7) Kecerdasan intrapersonal, dan (8) Kecerdasan naturalis.
Ketebalan Tunika Intima-Media Arteri Karotis dan Fungsi Ventrikel serta Profil Lipid pada Anak dengan Sindrom Nefrotik Relaps Frekuen dan Dependen Steroid Sri Lilijanti Widjaja; Najib Advani; Taralan Tambunan
Sari Pediatri Vol 9, No 4 (2007)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.746 KB) | DOI: 10.14238/sp9.4.2007.285-92

Abstract

Latar belakang. Sindrom nefrotik adalah penyakit ginjal kronik yang dapat mengakibatkanhiperkolesterolemia dan trombositosis. Keduanya merupakan faktor risiko terjadinya aterosklerosis. Belumjelas apakah sudah terjadi penebalan pada tunika intima-media arteri karotis dan perubahan fungsi ventrikel.Tujuan. Untuk menilai ketebalan tunika intima-media dinding arteri karotis dan fungsi ventrikel sertahubungan antara gambaran profil lemak (kolesterol total, kolesterol HDL, kolesterol LDL, kolesterol VLDL,Lipoprotein (a)), jumlah trombosit, tekanan darah, dan lama sakit dengan ketebalan tunika intima-mediaarteri karotis pada anak sindrom nefrotik relaps frekuen dan dependen steroid.Metode. Dilakukan penelitian observasional cross sectional. Pemeriksaan ketebalan tunika intima-mediadinding arteri karotis dan fungsi ventrikel dilakukan dengan ultrasonografi Sonos 4500, profil lemak,kadar Hb, jumlah trombosit, dan tekanan darah. Data diolah dengan SPSS versi 13. Dilakukan uji T,analisis regresi linier dan analisis multivariat dengan regresi multipel.Hasil. Subjek 52 anak (26 kasus dan 26 kontrol) ikut serta dalam penelitian. Rerata ketebalan tunika intimamediaarteri karotis 0,54 (0,09) vs 0,37 (0,04); p<0,0001. Rerata E/A 1,43 (SB 0,5) vs 1,75 (SB 0,3); p < 0,012.Rerata IMP RV 0,39 (SB 0,06) vs 0,34 (SB 0,03) ; p < 0,001. IMP LV 0,47(SB 0,07) vs 0,36 (SB 0,05); p < 0,001.Analisis regresi linier multivariat menunjukkan hanya kadar Lp(a) yang mempunyai hubungan cukup kuat denganketebalan tunika intima-media arteri karotis (r = 0,724 dan p= 0,037) dengan koefisien determinasi (R2=0,716 ).Kesimpulan. Terdapat penebalan tunika intima-media dinding arteri karotis dan terjadi disfungsi ventrikel.Lipoprotein-a merupakan faktor determinan dan mempunyai korelasi cukup kuat dengan ketebalan tunikaintima-media arteri karotis pada anak sindrom nefrotik relaps frekuen dan dependen steroid.

Page 51 of 152 | Total Record : 1519


Filter by Year

2000 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 4 (2025) Vol 27, No 3 (2025) Vol 27, No 2 (2025) Vol 27, No 1 (2025) Vol 26, No 6 (2025) Vol 26, No 5 (2025) Vol 26, No 4 (2024) Vol 26, No 3 (2024) Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 6 (2024) Vol 25, No 5 (2024) Vol 25, No 4 (2023) Vol 25, No 3 (2023) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 6 (2023) Vol 24, No 5 (2023) Vol 24, No 4 (2022) Vol 24, No 3 (2022) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 6 (2022) Vol 23, No 5 (2022) Vol 23, No 4 (2021) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 6 (2021) Vol 22, No 5 (2021) Vol 22, No 4 (2020) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 6 (2020) Vol 21, No 5 (2020) Vol 21, No 4 (2019) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 6 (2019) Vol 20, No 5 (2019) Vol 20, No 4 (2018) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 6 (2018) Vol 19, No 5 (2018) Vol 19, No 4 (2017) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 6 (2017) Vol 18, No 5 (2017) Vol 18, No 4 (2016) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 6 (2016) Vol 17, No 5 (2016) Vol 17, No 4 (2015) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 6 (2015) Vol 16, No 5 (2015) Vol 16, No 4 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 6 (2014) Vol 15, No 5 (2014) Vol 15, No 4 (2013) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 6 (2013) Vol 14, No 5 (2013) Vol 14, No 4 (2012) Vol 14, No 3 (2012) Vol 14, No 2 (2012) Vol 14, No 1 (2012) Vol 13, No 6 (2012) Vol 13, No 5 (2012) Vol 13, No 4 (2011) Vol 13, No 3 (2011) Vol 13, No 2 (2011) Vol 13, No 1 (2011) Vol 12, No 6 (2011) Vol 12, No 5 (2011) Vol 12, No 4 (2010) Vol 12, No 3 (2010) Vol 12, No 2 (2010) Vol 12, No 1 (2010) Vol 11, No 6 (2010) Vol 11, No 5 (2010) Vol 11, No 4 (2009) Vol 11, No 3 (2009) Vol 11, No 2 (2009) Vol 11, No 1 (2009) Vol 10, No 6 (2009) Vol 10, No 5 (2009) Vol 10, No 4 (2008) Vol 10, No 3 (2008) Vol 10, No 2 (2008) Vol 10, No 1 (2008) Vol 9, No 6 (2008) Vol 9, No 5 (2008) Vol 9, No 4 (2007) Vol 9, No 3 (2007) Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 1 (2007) Vol 8, No 4 (2007) Vol 8, No 3 (2006) Vol 8, No 2 (2006) Vol 8, No 1 (2006) Vol 7, No 4 (2006) Vol 7, No 3 (2005) Vol 7, No 2 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol 6, No 4 (2005) Vol 6, No 3 (2004) Vol 6, No 2 (2004) Vol 6, No 1 (2004) Vol 5, No 4 (2004) Vol 5, No 3 (2003) Vol 5, No 2 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol 4, No 4 (2003) Vol 4, No 3 (2002) Vol 4, No 2 (2002) Vol 4, No 1 (2002) Vol 3, No 4 (2002) Vol 3, No 3 (2001) Vol 3, No 2 (2001) Vol 3, No 1 (2001) Vol 2, No 4 (2001) Vol 2, No 3 (2000) Vol 2, No 2 (2000) Vol 2, No 1 (2000) More Issue