cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jendela Olahraga
ISSN : 25279580     EISSN : 25797662     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Jendela Olahraga merupakan terbitan ilmiah berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) dalam bidang pendidikan jasmani dan olahraga. Juurnal Jendela Olahraga diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovasi ilmiah dalam bidang pendidikan jasmani dan olahraga kepada para praktisi pendidikan, praktisi olahraga dan masyarakat. Journal Jendela Olahraga Upgris dipublikasikan oleh Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Universitas PGRI Semarang yang diterbitkan 2 kali dalam satu tahun (bulan Januari dan Juli).
Arjuna Subject : -
Articles 170 Documents
Pengembangan Program Daily Physical Activity (DPA) Melalui Permainan Tradisional Pada Pembelajaran PJOK di Kelas V SDN Kebraon Surabaya Agus Setiawan; Muhammad Muhyi; Yoso Wiyarno
Jendela Olahraga Vol 6, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v6i1.6764

Abstract

This study aims to find out through the Daily Physical Activity (DPA) program to answer problems related to the fitness level of students. Developing the DPA program combined with traditional games makes it easier for teachers to implement the teaching and learning process, especially student fitness issues. The instruments in this study were using observation sheets, questionnaires, and TKJI. The results of the study were to determine the student's interest given by the researcher by providing DPA program through traditional games to students which aimed to determine student responses about the importance of maintaining physical fitness. The results of this study were 73%, so the student's response to the application DPA program through traditional games on student fitness was categorized as Good. From the results carried out in the field, the researchers did not only examine students' interest in learning PJOK through traditional games, they also found out about the fitness of students, namely through the TKJI test with the results that there was a significant model of the development of the Daily Physical Activity (DPA) program in learning PJOK through traditional games in class students V Kebraon I Elementary School Surabaya.Keywords: Daily Physical Activity, Traditional GamesAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui melalui program Daily Physical Activity (DPA) untuk menjawab permasalahan yang berkenan dengan tingkat kebugaran pada siswa. Pengembangan program DPA gabungan dengan permainan tradisional memudahkan pengajar dalam menerapkan proses belajar mengajar terutama masalah kebugaran siswa. Instrumen dalam penelitian ini yaitu menggunakan lembar observasi, angket, dan TKJI. Hasil dari penelitian untuk mengetahui minat siswa yang diberikan oleh peneliti dengan pemberian program DPA melalui permainan tradisional pada siswa yang bertujuan untuk mengetahui respon siswa tentang pentingnya menjaga kebugaran jasmani. Hasil dari penelitian ini yaitu 73%, maka respon siswa dengan penerapan program DPA melalui permainan tradisional terhadap kebugaran siswa dikategorikan Baik. Dari hasil yang dilakukan dilapangan peneliti tidak hanya meneliti tentang minat siswa pada pembelajaran PJOK melalui permainan tradisional juga mengetahui kebugaran siswa yaitu melalui tes TKJI dengan hasil terdapat yang signifikan model pengembangan program Daily Physical Activity (DPA) dalam pembelajaran PJOK melalui permainan tradisional pada siswa kelas V SDN Kebraon I Surabaya.Kata kunci: Daily Physical Activity, Permainan tradisional
Pengaruh Kekuatan Otot Tungkai, Kelentukan Togok dan Keseimbangan Terhadap Servis Sepak Takraw Darrle Leonda Arya Wisnu Murti; Ika Novitaria Marani; Taufik Rihatno
Jendela Olahraga Vol 6, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v6i1.6358

Abstract

This research was conducted in order to have a goal in knowing the effect of leg muscle strength, flexibility togok and balance on the Takraw service. The research subjects were 44 Sepak Takraw athletes of the Asia Pacific Tigers Club using a total sampling technique. The data collected consisted of leg muscle strength, flexibility togok and balance in the Sepak Takraw Seve. This research uses survey method with Path Analysis technique. Analysis testing is performed by calculating the data requirements, namely, linearity regression test, normality test and significance test. The results of the study found that there is an influence of leg muscle strength on the sepak takraw serve with a significance value of 0.303. There is the influence of togok flexibility on the sepak takraw serve with a significance value of 0.308. There is an effect of balance on the sepak takraw service with a significance value of 0.333. There is an influence of leg muscle strength on balance with a significance value of 0.459. There is the effect of togok flexibility on balance with a significance value of 0.445. The conclusion of this study is that there is an influence of leg muscle strength, togok flexibility, and balance on the sepak takraw serve. Keywords: leg muscle strength, togok flexibility, balance, sepak takraw serve.AbstrakPenelitian ini dilakukan guna menguji pengaruh kekuatan otot tungkai, kelentukan togok dan keseimbangan pada servis sepak takraw. Subjek penelitian adalah 44 atlet sepak takraw Klub Macan Asia Pasific dengan menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini menggunakan metode  survei dengan teknik analisis jalur atau Path Analysis.  Data yang dikumpulkan terdiri dari pengukuran kekuatan otot tungkai menggunakan Leg Dynamometer, kelentukan togok menggunakan Sit and Reach, keseimbangan stork stand dan tes servis sepak takraw. Pengujian analisis dilakukan dengan perhitungan persyaratan data yaitu, uji linieritas regresi, uji normalitas dan uji signifikansi. Hasil yang telah dilakukan penelitian didapati bahwa ada pengaruh kekuatan otot tungkai terhadap servis sepak takraw dengan nilai signifikansi 0,303. Ada pengaruh kelentukan togok terhadap servis sepak takraw dengan nilai signifikansi 0,308. Ada pengaruh keseimbangan terhadap servis sepak takraw dengan nilai signifikansi 0,333. Ada pengaruh kekuatan otot tungkai terhadap keseimbangan dengan nilai signifikansi 0,459. Ada pengaruh kelentukan togok terhadap keseimbangan dengan nilai signifikansi 0,445. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh kekuatan otot tungkai, kelentukan togok, dan keseimbangan terhadap servis sepak takraw Kata kunci: kekuatan otot tungkai, fleksibilitas togok, keseimbangan, servis sepak takraw
Metode Part Method dan Whole Method dengan Aplikasi Kinovea dalam Meningkatkan Pembelajaran Atletik Dasar Juli Candra; Asrori Yuda Prawira; Eskar Tri Denatara
Jendela Olahraga Vol 6, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v6i1.6883

Abstract

This study aims to improve the abilities of PKO UBJ students by using the part method and the whole method with the kinovia application on the ability of running techniques. This study uses an exclusive research method with 2 cycles in the implementation of the research. Based on the results of the cycle I test conducted by the researcher, it can be concluded that the average score obtained by students during the initial phase of the test was 78,35. The average for the main phase ability results was 69.83 and the average results for the final phase of students' ability was 67,59. The results obtained by researchers on student abilities have increased but are still in the poor category. Then the researchers continued in cycle II by providing additional training so that the results of the assessment carried out by the researcher were an increase in the second cycle of students' running technique abilities with the results for the initial phase ability an average of 88.24. For the main phase ability results in cycle II with an average of 89.03. The results of the phase ability in the second cycle, the average value obtained by students was 87.8.Keywords: Partmethod, Wholemethod, Kinovea, Atletik DasarAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa PKO UBJ  dengan mengunakan metode  part method dan whole method dengan aplikasi kinovia pada kemampuan teknik lari jarak pendek. Penelitian ini mengunakan metode eksain riset dengan 2 siklus dalam pelaksanaan penelitian. Berdasarkan dari hasil tes siklus I yang dilakukan oleh peneliti dapat disimpulkan bahawa nilai rata – rata yang diperoleh mahasiswa pada saat tes fase awal  adalah 78,35. rata – rata pada hasil kemampuan fase utama 69,83 dan rata- rata hasil kemapuan fase akhir masiswa adalah 67,59. Hasil yang diperoleh oleh peneliti terhadap kemampuan mahasiswa sudah ada peningkatan tetapi masi dalam kategori kurang. Maka peneliti melanjukan pada siklus II dengan memberikan tambahan latihan sehingga diperoleh hasil Penilaian yang dilakukan oleh peneliti terdapat peningkatan pada siklus II terhadap kemampuan teknik lari mahasiswa dengan hasil untuk kemampuan fase awal rata – rata 88,24. Untuk hasil kemampuan fase utama pada siklus II dengan rata- rata 89,03. Hasil kemampuan fase akhir pada siklus II nilai rata – rata yang diperoleh siswa 87,8. Berdasarkan hasil peneliti pada siklus II dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan mahasiswa dalam melakukan keterampilan teknik lari dan hasil yang diperoleh suda dalam kategori baik.Kata kunci: Partmethod, Wholemethod, Kinovea, Atletik Dasar
Survei Motivasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Via Sistem Pembelajaran Daring Kelas X SMK Muhammadiyah 1 Sukabumi Tahun Pelajaran 2019/2020 Firman Maulana; Gartika Sabri Ningtyas; Wening Nugraheni
Jendela Olahraga Vol 6, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v6i1.6252

Abstract

This research is to find out students’ motivation in physical education and sport physical education through online learning in class X Muhammadiyah 1 Vocational High School Sukabumi 2019/2020 Academic Year. This study uses a descriptive survey method with a questionnaire for data collection techniques. The subjects in this study were five majors of class X in Muhammadiyah 1 Vocational High School Sukabumi in the 2019/2020 Academic Year with a total of 112 students so they were conducted in class X SMK Negeri 3 Sukabumi with a validity coefficient of 0.890 and reliability of 0.891. This research analysis technique uses quantitative descriptive through the form of a percentage. The results of this study indicate that students’ motivation in physical education sports and health via the online learning system class X in Muhammadiyah 1 Vocational High School Sukabumi 2019/2020 Academic Year is in the “high” category with a percentage of 11.61% 13 students, “moderate” 76.78% 86 students, and “low” 11.61% 13 students. It can be concluded that the students’ motivation in physical and sports physical education subjects via the online learning system class X in Muhammadiyah 1 Vocational High School Sukabumi 2019/2020 Academic Year is in the category of “medium”.Keywords: Learning Motivation, PJOK, Online Learning System, Class X Students. AbstrakPenelitian ini untuk mengetahui motivasi belajar siswa mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan melalui pembelajaran daring kelas X SMK Muhammadiyah 1 Sukabumi Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif metode survei dengan instrumen angket kuesioner untuk teknik mengambilan data. Subjek dalam penelitian ini adalah lima jurusan kelas X di SMK Muhammadiyah 1 Sukabumi Tahun Pelajaran 2019/2020 dengan jumlah 112 siswa sehingga disebut penelitian populasi, dan uji coba dilaksanakan di kelas X SMK Negeri 3 Sukabumi dengan koefisien validitas sebesar 0.890 dan reliabilitas sebesar 0.891. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan via sistem pembelajaran daring kelas X SMK Muhammadiyah 1 Sukabumi Tahun Pelajaran 2019/2020 ada pada kategori “tinggi” dengan jumlah presentase 11.61% 13 siswa, “sedang” 76.78% 86 siswa, dan “rendah” 11.61% 13 siswa. Dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar siswa mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan via sistem pembelajaran daring kelas X SMK Muhammadiyah 1 Sukabumi Tahun Pelajaran 2019/2020 berada pada kategori “sedang”.Kata kunci: motivasi belajar;PJOK, sistem pembelajaran daring, siswa kelas X
Perbandingan Pengaruh Latihan Fartlek Dengan Latihan Sirkuit Training Terhadap Kapasitas Kerja Maksimal VO2 Max Pada Siswa MAN 1 Makassar. Herman Herman; Muhammad Akbar Syafruddin
Jendela Olahraga Vol 6, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v6i1.6933

Abstract

This research is a descriptive study to determine (1) the effect of fartlek training on maximal working capacity of VO2 Max in MAN 1 Makassar (2) to determine the circuit training exercise on maximal working capacity of VO2 Max in MAN 1 Makassar (3) to determine differences in the effect of fartlek training with circuit training exercise on maximal working capacity of VO2 Max in MAN 2 Makassar. Population in this study were all students of MAN 1 Makassar while the sample in this study 40 students of class XI were taken by random sampling.  The results of this study were (1) the data maximal work capacity (VO2max) through the end of the exercise test farlek obtained an average value of 40,872, a standard deviation of 5.6633, 29.8 minimum value, maximum value of 50.8, and 1634.9 total value of 35 samples (2) Data maximal work capacity (VO2max) obtained an average value of 44.562, a standard deviation of 21.575, 35.4 minimum value, maximum value of 52.2, and 1782.5 total value of 35 samples. Keywords: Effect of exercise training; Fartlek Training; circuit training; VO2Max.Abstrak            Jenis penelitian ini adalah penelitian diskriptif untuk mengetahui (1) pengaruh latihan fartlek terhadap kapasitas kerja maksimal VO2 Max pada siswa MAN 1 Makassar (2) untuk mengetahui latihan circuit training terhadap kapasitas kerja maksimal VO2 Max pada siswa MAN 1 Makassar (3) untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan fartlek dengan latihan circuit training terhadap kapasitas kerja maksimal VO2 Max pada siswa MAN 1 Makassar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Siswa MAN 1 Makassar sedangkan sampel dalam penelitian ini 40 siswa kelas XI diambil dengan secara random sampling. Hasil penelitian ini adalah 1. Ada pengaruh yang signifikan latihan parlek terhadap kemampuan kerja maksimal (V O2 Max) (P < 0,05), 2. Ada pengaruh yang siknifikan latihan sirkuit terhadap kemampuan kerja maksimal (V O2 Max) (P < 0,05), 3. Ada perbedaan signifikan latihan parlek dan latihan sirkuit, dan 4. Latihan sirkuit lebih baik meningkatkan kemampuan kerja maksimal daripada latihan parlek (P < 0,05). Kata kunci: Pengaruh latihan; latihan fartlek; latihan circuit; VO 2Max
Penerapan Teori Belajar Konstruktivisme melalui Model PAKEM dalam Permainan Bolavoli pada Sekolah Menengah Pertama Pinton Setya Mustafa; Roesdiyanto Roesdiyanto
Jendela Olahraga Vol 6, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v6i1.6255

Abstract

The purpose of this article is to provide information about learning that adheres to the theory of constructivism through the active, creative, effective, and fun learning model (PAKEM) in volleyball game material in grade VII Junior High School. Constructivism learning theory provides opportunities for students to build their own conceptual knowledge through teacher facilitation. Physical education, sports, and health (PESH) learning activities involve moving activities to achieve competence. The volleyball game is one of the materials used in learning PESH movements. The principle of learning PESH is to involve students to be active and enjoy when doing physical activities. The PAKEM model is an alternative that can be used in volleyball learning for seventh grade students of junior high school. The PAKEM model helps students build their own knowledge through the variety of lessons the teacher provides. In conclusion with the PAKEM model students can be active, creative, effective, and happy while learning volleyball in PESH is presented. Teachers need to innovate continuously to design learning models that are appropriate to the characteristics of students.Keywords:constructivism learning theory, PAKEM, physical education, volleyball  AbstrakTujuan dari artikel ini adalah memberikan informasi tentang pembelajaran yang menganut teori konstruktivisme melalui model pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM) dalam materi permainan bolavoli pada kelas VII Sekolah Menengah Pertama. Teori belajar konstruktivisme memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membangun sendiri pengetahuan konseptual melalui fasilitasi guru. Aktivitas pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) pelaksanaan melibatkan kegiatan bergerak untuk mencapai kompetensi. Permainan bolavoli merupakan salah satu materi yang menjadi dalam pembelajaran gerak PJOK. Prinsip pembelajaran PJOK adalah melibatkan siswa untuk aktif dan senang ketika aktivitas melakukan fisik. Model PAKEM merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran bolavoli pada siswa kelas VII SMP. Model PAKEM membantu siswa membangun pengetahuannya sendiri melalui variasi pembelajaran yang disajikan oleh guru. Kesimpulannya dengan model PAKEM siswa dapat aktif, kreatif, efektif, dan senang selama pembelajaran bolavoli dalam PJOK disajikan. Guru perlu melakukan inovasi secara berlanjut untuk merancang model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.Kata kunci:teoribelajar konstruktivisme, PAKEM, pendidikan jasmani, permainan bolavoli
Motivasi Orang Tua dan Anak Berlatih Karate Adi Sumarsono; Pulung Riyanto
Jendela Olahraga Vol 6, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v6i1.6759

Abstract

This research is based on the rise of positive activities carried out by school-age children in the afternoon and the support provided by direct parents. The purpose of this study is to identify the motivations of parents and children in participating in Karate martial arts in Merauke Regency, Papua. This research method is quantitative descriptive using a questionnaire as an instrument in data collection. The research subjects included three Karate colleges, all of which involved 125 parents who were active in providing support to their children by actively delivering, waiting and picking up during training. The results obtained from this study are the motivation of parents in both boys and girls, all of which are more dominant for educational activities, the second is achievement motivation and the third is motivation for recreation. As for the motivation of children in their personal participation in Karate martial arts training is more because of the desire to learn, get to know friends, and increase relationships. Based on the data it can be concluded that the motivation of parents and children is due to educational factors.Keyword: Motivation, KarateAbstrakPenelitian ini didasari oleh maraknya kegiatan positif yang dilakukan oleh anak usia sekolah di sore hari serta dukungan yang diberikan oleh orang tua langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi tentang hal motivasi orang tua dan anak dalam mengikuti olahraga beladiri Karate di Kabupaten Merauke Papua. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan angket sebagai instrumen dalam pengumpulan data. Subyek penelitian ini meliputi tiga perguruan Karate yang kesemuanya melibatkan 125 orang tua dan anak yang aktif dalam memberikan dukungan kepada putra-putrinya dengan cara aktif mengantar, menunggu dan menjemput saat latihan. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah motivasi orang tua baik pada anak laki-laki maupun anak perempuan kesemuanya lebih dominan untuk kegiatan pendidikan yang kedua adalah dorongan berprestasi dan yang ketiga adalah motivasi untuk hal rekreasi. Adapun motivasi anak secara pribadi dalam mengikuti latihan beladiri Karate lebih karena keinginan belajar, mengenal teman, serta menambah pergaulan. Berdasarkan data dapat disimpulkan bahwa motivasi orang tua dan anak adalah karena faktor pendidikan.Kata kunci:motivasi, berlatih karate 
Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD terhadap Kecerdasan Emosi Siswa SMK N 2 Somba OPU Kabupaten Gowa Muhammad Akbar Syafruddin; Herman Herman
Jendela Olahraga Vol 6, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v6i1.6889

Abstract

The research aimed to discover the influence of cooperativelearning method type STAD (Student Teams Achievement Division) toward emotional intelligencestudent’s of SMK Negeri 2 Somba Opu Kabupaten Gowa. The population of the research were all students at the school. There were 35 students as sample chosen randomly which treated by using cooperative learning method. Questionnaires were employed to collect the data and analyzed by using T-Test with SPSS 20 which were taken after Normality and HomogenityTest. The result showed that, 1) There was a significant effect from the cooperative learning methid toward stuedent’s intelligence, 2)Cooperative learning method was more effective than conventional method in developing student’s quation.Thus it can be infer that cooperative learning gives a positive impact toward student’s development in learning. Keywords: Cooperative learning, Student Teams Achivement Division, Emotional Intelligence, Conventional teching, Teaching method, AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) terhadap kecerdasan emosisiswa SMK Negeri 2 Somba Opu Kabupaten Gowa.  Populasi pada penelitian ini adalah jumlah keseluruhan dari siswa SMK Negeri 2 Somba Opu Kabupaten Gowa dengan sampel berjumlah 35 (1 kelas) orang yang dipilih secara acak,dengan perlakuan menggunakan model pembelajaran kooperatiftipe STAD (Student Teams Achievement Division). Sedangkan untuk memperoleh data kecerdasan emosi siswa dilakukan dengan menggunakan angket kuisioner. Data dalam penelitian ini kemudian dianalisis dengan menggunakan uji T dengan bantuana plikasi SPSS 20 yang sebelumnya melewati uji prasyarat tes normal dan homogenitas. Berdasarkan hasil penelitian maka dihasilkan kesimpulan sebagai berikut : (1) Terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif   tipe STAD (Student Teams Achievement Division) terhadap kecerdasan emosi siswa. (2) Model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) lebih efektif dibandingkan model pembelajaran konvensional dalam meningkatkan kecerdasan emosi siswa. Kata Kunci: Model Pembelajaran, Pembelajaran Kooperatif KooperatifTipe STAD, Pembelajaran Konvensional, PendidikanJasmani, Kecerdasan Emosi. 
Persepsi Peserta Didik Terhadap Efektivitas Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Rizal Anselmus Karen; Fitriana Puspa Hidasari; Ahmad Atiq
Jendela Olahraga Vol 6, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v6i1.6566

Abstract

Partition at fullday school ha a difference in the execution process of morning and on during the day it makes a difference to the effectiveness of partition learning. As for the purpose this study is to know the perceptions of learners toward the effectiveness of educational learning physical exercise and health. The study uses observation and dispersal methods as research tools. The scale used in this study is the guttman scale. The earnerd results are presented in the two categories of effective and ineffective. Effective categories earn a percentage of 46% and are not effective at getting a percentage of 54%. Each variable aspect has a percentage of  its individuals target. Calculations form the sensory fields of sight, touch, and hearing are categorized as effective by 95% and as ineffective by 5%, the cognitive aspect is effective by 46% and ineffective by 54%, the resource aspect is categorized as effective by 80% and as ineffective by 20%, the student council, the time appropriations, and the school administrators are categorized as 6% and ineffective by 94%. The conclusion that can be drawn from the study is that 68,57% of learners consider part-time learning to be ineffectual because of the difference in study time that results in a difference in pleasure levels following the partitions. Keywords: Perception, learner, the effectiveness of comparative learning.AbstrakPembelajaran penjasorkes disekolah fullday memiliki perbedaan proses pelaksanaan yakni pagi hari dan pada siang hari, hal ini menimbulkan perbedaan pula pada keefektifan pembelajaran penjasorkes. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi peserta didik terhadap efektivitas pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode survey dan penyebaran angket dilakukan sebagai instrumen penelitian. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Guttman. Hasil yang diperoleh disajikan dalam dua kategori yakni efektif dan tidak efektif. Kategori efektif memperoleh persentase sebanyak 46% dan kategori tidak efektif memperoleh persentase sebanyak 54%. Masing-masing aspek variabel mempunyai persentase mengenai tiap butir soalnya. Hasil perhitungan dari aspek indera penglihatan, peraba, dan pendengaran dikategorikan efektif yakni sebesar 95% dan kategori tidak efektif sebesar 5%, aspek kognitif tergolong efektif sebesar 46% dan tidak efektif sebesar 54%, aspek tenaga pendidik dikategorikan efektif yakni sebesar 80% dan kategori tidak efektif sebesar 20%, aspek peserta didik, alokasi waktu dan lembaga pengelola/sekolah dikategorikan efektif yakni sebesar 6% dan kategori tidak efektif sebesar 94%. Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian adalah 68,57 % peserta didik menganggap pembelajaran penjasorkes tidak efektif dilakukan dikarenakan perbedaan jam pelajaran yang mengakibatkan perbedaan tingkat kesenangan dalam mengikuti proses pembelajaran penjasorkes.Kata kunci: Persepsi, peserta didik, efektivitas pembelajaran penjasorkes
Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Team Games Tournament) Dalam Menigkatkan Hasil Belajar Pasing Bawah Permainan Bola Voli Siswa SMA Negeri 2 Bone Yahya, Andi Amry; Arham, Sarifuddin
Jendela Olahraga Vol 6, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v6i1.6948

Abstract

This study was conducted to determine the effect of the learning method (TGT) and conventional learning methods on the learning outcomes of passing under volleyball in SMA Negeri 2 Bone students. This research method is a type of experimental research selected by random sampling then given a pretest and posttest with a population of all students of SMA Negeri 2 Bone. Furthermore, 2 (two) classes that have been randomly selected are then given treatment in the form of physical education learning in the form of the TGT cooperative learning model and the other one is not given treatment or carries out conventional learning. The data analysis technique used t test with a significant level of 0.05. The result of the unpaired t-test calculation shows that the t value is 5.069 and the probability value is 0.000 which is smaller than the α 0.05, which means that there is a significant difference in the effect between cooperative learning type TGT and conventional learning on improving the ability to pass under volleyball (p <0.05). The difference seen from the mean value of the final passing under test in the cooperative learning class TGT is 10.14 greater than the average value of the conventional class final test of 7.94. Thus it can be said that the TGT type of cooperative learning is better than conventional learning in improving the ability to pass under volleyball in SMA Negeri 2 Bone students.Keywords: TGT, under-passing, volleyball, student learning outcomes.AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara metode pembelajaran (TGT) dan metode pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar passing bawah permainan bola voli siswa SMA Negeri 2 Bone. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen yang dipilih secara random sampling kemudian diberi pretest dan posttest dengan populasi seluruh siswa SMA Negeri 2 Bone. Selanjutnya 2 (dua) kelas yang telah dipilih secara acak kemudian diberikan perlakuan berupa pembelajaran pendidikan jasmani dalam bentuk model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan yang satunya tidak diberi perlakuan atau melakukan pembelajaran secara konvensional. teknik analisis data yang digunakan uji t dengan taraf signifikan 0.05. Hasil perhitungan uji-t tidak berpasangan menunjukkan nilai t yaitu 5,069 dan nilai probabilitas yaitu 0,000 lebih kecil dari nilai α 0.05 berarti ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara pembelajaran kooperatif tipe TGT dan pembelajaran konvensional terhadap peningkatan kemampuan passing bawah bolavoli (p < 0.05). Perbedaan dilihat dari nilai rata-rata tes akhir passing bawah kelas pembelajaran kooperatif tipe TGT sebesar 10,14 lebih besar dari nilai rata-rata tes akhir kelas konvensional sebesar 7,94. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih baik dibandingkan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan kemampuan passing bawah bola voli pada siswa SMA Negeri 2 Bone.Kata kunci: TGT, passing bawah, bolavoli, hasil belajar siswa.