cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 843 Documents
Implikasi Pengetahuan Ayat Tentang Pemotongan Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan Terhadap Sapi Bali Fansidar, Ahmat; Rudyanto, Mas Djoko; Suada, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (2) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.541 KB)

Abstract

Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini dapat diketahui tingkat implikasi pengetahuan masyarakat tentang undang-undang pemotogan sapi bali dan seberapa banyak sapi bali betina yang produktif dan tidak produktif yang dipotong di RPH mergantaka Mandala Temesi, pada bulan April 2012. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan metode porpusive sampling  atau pengambilan sampel dilakukan secara disengaja. Jumlah per hari sapi yang akan dipotong, berdasarkan jumlah sapi bali betina yang dipotong di RPH Mergantaka Mandala Temesi. Data yang diperoleh kemudian disajikan secara diskriptif. Sapi bali betina yang di potong di RPH Mergantaka Mandala Temesi, Gianyar selama delapan hari sebanyak 127 ekor. Jumlah ini terdiri atas 108 ekor sapi betina produktif dan 22 ekor sapi betina non produktif dengan rata-rata sapi betina produktif yang dipotong sebanyak 13 ekor perhari dan sapi betina non produktif sebanyak dua ekor perhari. Hasil ini menunjukkan bahwa jumlah sapi betina produktif yang dipotong di RPH Mergantaka Mandala Temesi, Gianyar lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah sapi betina non produktif. Dapat disimpulkan tingginya implikasi pengetahuan jagal, karyawan dan petani tentang undang-undang peternakan dan kesehatan hewan tidak berpengaruh terhadap tingginya angka pemotongan sapi bali betina produktif. Disarankan kepada berbagai pihak yang berkecimpung dalam bidang peternakan untuk tidak memotong sapi bali betina usia produktif serta perlu dilakukan tindakan nyata untuk melestarikan plasma nutfah asli Bali ini agar tidak terjadi kepunahan di kemudian hari.
Motilitas dan Daya Hidup Spermatozoa Ayam Kampung dengan Penambahan Astaxanthin pada Suhu 3– 5o C INDRAWATI, DEVI; BEBAS, WAYAN; TRILAKSANA, I G N B
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (4) 2013
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.593 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan astaxanthin pada pengenceran kuning telur fosfat terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa ayam kampung yang disimpan pada suhu 3-50C. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima kelompok perlakuan yaitu : kontrol pengencer (T1), pengencer + etanol 0.05% (T2), pengencer + astaxanthin 0,001 w/v % (T3), pengencer + astaxanthin 0,002 w/v % ( T4 ), pengencer + astaxanthin 0,004 w/v % ( T5 ). Sumber semen berasal dari 8 ekor pejantan sehat lalu dihomogenkan dan dilakukan pemeriksaan secara makroskopis dan mikroskopis. Pengenceran dilakukan dengan pengencer fosfat kuning telur dengan konsentrasi kuning telur 10%. Pengenceran dilakukan dengan konsentrasi spermatozoa 150 x 106/ml pengencer. Semen yang telah diencerkan disimpan pada refrigerator dengan suhu 3-5oC. Pengamatan dilakukan setiap 12 jam terhadap motilitas progresif dan daya hidup spermatozoa sampai motilitas dibawah 40% dan daya hidup dibawah 45%, Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varians, selanjutnya dilakukan pengujian statistik dengan menggunakan General Linear Model (Multivariate). Apabila terdapat perbedaan yang nyata dilakukan uji lanjutan menggunakan uji Duncan, penghitungan statistic menggunakan SPSS 17.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan penambahan antioksidan astaxanthin menunjukkan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa ayam kampung. Penambahan konsentrasi 0,004 w/v% memberikan hasil terbaik dan lama penyimpanan juga berpengaruh terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa, semakin lama penyimpanan semakin rendah motilitas dan daya hidup spermatozoa.
Efektifitas Perasan Daun Srikaya Terhadap Daya Hambat Pertumbuhan Escherichia coli YUNIKAWATI, MARIA PRISTI ANRIS; BESUNG, I NENGAH KERTA; MAHATMI, HAPSARI
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (2) 2013
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.869 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian “Efektivitas Perasan Daun Srikaya (Annona squamosa L.) terhadap Daya Hambat Pertumbuhan Escherichia coli”. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan : 0% yaitu kontrol negatif (tanpa perlakuan), 25%, 50%, 75% dan 100% yaitu dari masing-masing konsentrasi perasan daun srikaya dan 1 kontrol positif yaitu antibiotik oksitetrasiklin, seluruh perlakuan diulang 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perasan daun srikaya (Annona squamosa L.) secara signifikan mampu menghambat pertumbuhan bakteri E.coli (P < 0,01). Serta ada kencenderungan peningkatan konsentrasi perasan daun srikaya (Annona squamosa L.) meningkatkan pula daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli.
Daya Simpan dan Variasi Bumbu Daging Se’i Babi Produksi Kota Denpasar pada Suhu Ruang Loe Mau, Gracemon; Suada, I Ketut; Swacita, I.B.N.
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (1) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.314 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya simpan daging se’i babi produksi Kota Denpasar yang diambil dari dua tempat produksi se’i babi yaitu di Jalan Teuku Umar (bumbu A) dan Jalan Imam Bonjol (bumbu B). Sebagai kontrol digunakan daging se’i babi tanpa bumbu. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah pH dan waktu reduktase. Untuk mengukur pH digunakan pH meter dan untuk pengujian waktu reduktase menggunakan waterbath/penangas air. Analisis data menggunakan sidik ragam dan apabila terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil yang didapatkan menunjukkan pH daging se’i babi tanpa bumbu (5,94) berbeda sangat nyata (P
Aktivitas Alanine Aminotransferase dan Aspartate Aminotransferase pada Anjing Penderita Transmissible Venereal Tumor yang Diobati dengan Vincristine Madania, Reydanisa Noor; Jayawardhita, Anak Agung Gde Jaya; Kendran, Anak Agung Sagung
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (3) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.349 KB)

Abstract

Vincristine merupakan bahan yang digunakan sebagai kemoterapi untuk menanganai kasus transmissible venereal tumor (TVT). Obat ini dimetabolisme di hati dan memiliki potensi yang tinggi untuk menyebabkan kerusakan pada sel hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas alanine aminotransferase (ALT) dan aspartate aminotransferase (AST) pada anjing penderita TVT yang diobati dengan vincristine. Objek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah anjing betina yang menderita TVT berpemilik yang datang ke Rumah Sakit Hewan Universitas Udayana untuk diobati dengan vincristine. Perlakuan dalam penelitian ini adalah pemberian vincristine terhadap anjing penderita TVT hingga sembuh dengan interval pemberian tujuh hari sekali. Pengamatan dilakukan pada nilai aktivitas ALT dan AST sebelum pemberian vincristine dan setelah kesembuhan. Data dianalisis dengan uji paired sample t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian vincristine pada anjing penderita TVT berpengaruh nyata terhadap peningkatan aktivitas ALT dan AST.
Studi Kasus : Penanganan Hernia Umbilikalis Pada Babi Duroc Dada, I Ketut Anom; Ananta, Mohammad Gufron
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (2) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.993 KB)

Abstract

Kasus hernia pada Babi sering terjadi pada peternak tradisional sehingga kurang mendapat perhatian karena kurang pengetahuan dan informasi tentang cara penanganan dan perawatannya. Babi yang menderita hernia tidak mempunyai nilai ekonomis kerena pertumbuhannya sangat terganggu. Dengan Laparotomy yaitu operasi membuka rongga abdomen untuk mereposisi organ visceral yang keluar melalui cincin hernia dan selanjutnya menutup kembali luka yang dibuat saat membuka rongga abdomen dengan tiga lapis jahitan yaitu peritoneum dengan sederhana menerus, subcutan dengan putus sederhana dan kulit dengan putus sederhana pula. Setelah duapuluh satu hari jahitan dilepas Babi dinyatan sembuh lalu dipelihara seperti Babi yang lain yang sekelahiran. Lima bulan kemudian semua Babi di jual sesuai berat badannya masing masing. Ternyata berat babi yang mengalami hernia tidak berbeda jauh dengan yang normal. Pada kasus sebelum dilakukan operasi reposisi berat Babi yang mengalami hernia hanya sengah dari berat Babi yang normal setelah dipelihara selama lima bulan. Dapat disimpulkan bahwa operasi laparotomy untuk reposisi hernia pada Babi secara ekonomis sangat menguntungkan.
Total Eritrosit, Kadar Hemoglobin, Nilai Hematokrit Sapi Bali Lepas Sapih Diberi Pakan Kandungan Protein dan Energi Berbeda Dewi, Ade Kiki Sintya; Mahardika, I Gede; Dharmawan, Nyoman Sadra
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (4) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.669 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.4.413

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan dengan tingkat energi protein bertingkat terhadap total eritrosit, kadar haemoglobin, dan nilai hematokrit sapi bali lepas sapih. Perlakuan yang diberikan adalah A = sapi lepas sapih yang diberi pakan dengan PK 12% dan ME 2000 kkal; B = sapi lepas sapih yang diberi pakan PK 13% dan ME 2100 kkal; C = sapi lepas sapih yang diberi pakan PK 14% dan ME 2200 kkal; dan D = sapi lepas sapih yang diberi pakan PK 15%, dan ME 2300 kkal. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Pengambilan darah dilakukan melalui vena jugularis menggunakan venoject. Total eritrosit, kadar haemoglobin dan nilai hematokrit dihitung menggunakan metode pemeriksaan hematologi rutin dengan mesin Hematologi Analyzer. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan pemberian pakan dengan energi dan protein yang berbeda tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap total eritrosit, kadar haemoglobin, dan nilai hematokrit sapi bali lepas sapih.
Struktur Histologi dan Histmorfometri Kulit Babi Landrace Apriani, Ni Made Nina; Setiasih, Ni Luh Eka; Heryani, Luh Gde Sri Surya
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (5) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1077.228 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur histologi dan histomorfometri kulit babi landrace. Penelitian ini menggunakan tiga sampel kulit babi landrace dengan umur enam sampai tujuh bulan yang diambil pada regio lumbo dorsalis dan abdominal ventralis masing – masing babi. Sampel diambil dari tempat pemotongan babi daerah Petang, Badung. Pembuatan preparat menggunakan pewarnaan Hematoxylin Eosin (HE) dilakukan di Balai Besar Veteriner Denpasar. Hasil yang diperoleh adalah kulit tersusun atas tiga lapisan yaitu epidermis, dermis dan hipodermis. Lapisan epidermis tersusun atas empat lapisan yaitu stratum basale, spinosum, granulosum, dan corneum. Lapisan dermis babi landrace tersusun atas stratum papilare dan retikulare. Dermis tersusun dari jaringan ikat padat, serabut kolagen, folikel rambut, kelenjar sebasea, kelenjar sudorifera (sweat gland), musculus arector pili dan pembuluh darah. Hipodermis tersusun atas jaringan ikat longgar dan jaringan adiposa serta ditemukan folikel rambut dan kelenjar sudorifera (sweat gland). Ketebalan lapisan epidermis babi landrace regio lumbo dorsalis 108,650 µm dan pada regio abdominal ventralis yaitu 91,136 µm. Rata – rata ketebalan dermis babi landrace regio lumbo dorsalis 3352,885 µm dan pada regio abdominal ventralis 2269,999 µm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan histomorfometri epidermis regio lumbo dorsalis lebih tebal dari regio abdominal ventralis.
Ketahanan Susu Segar pada Penyimpanan Suhu Ruang Ditinjau dari Uji Tingkat Keasaman, Didih, dan Waktu Reduktase Nababan, Lely Anggriani; Suada, I Ketut; Swacita, Ida Bagus Ngurah
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (4) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.797 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan susu segar yang dijual di Kota Denpasar pada penyimpanan suhu ruang ditinjau dari uji tingkat keasaman (pH), uji didih, dan waktu reduktase. Sampel yang digunakan adalah susu segar yang diambil dari penyalur susu segar di Kota Denpasar sebanyak 500 mL setiap ulangan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan delapan kali ulangan lima kali pengamatan sehingga jumlah sampel yang diamati adalah 40. Data uji tingkat keasaman (pH) dan waktu reduktase (menit) dianalisis dengan menggunakan sidik ragam dan bila terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Data uji didih dianalisis dengan uji Cochran dan bila terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji Mc Nemar. Hasil penelitian untuk uji tingkat keasaman (pH) menunjukkan bahwa lama penyimpanan sangat nyata (P<0,01) menurun pH susu segar mulai jam ke-6 sampai jam ke-8. Pada uji didih hasil positif terjadi pada jam ke-6 sampai jam ke-8 ditandai dengan adanya gumpalan yang menempel di tabung reaksi. Dengan uji Mc Nemar penyimpanan pada jam ke-0, 2, 4 dengan jam ke-8 terjadi hasil perbedaan sangat nyata (P<0,01). Waktu reduktase menunjukkan penurunan yang sangat nyata (P<0,01) mulai penyimpanan jam ke-6 sampai jam ke-8. Disimpulkan bahwa susu segar memiliki ketahanan pada suhu ruang selama empat jam.
Glukosa-Astaxanthin Meningkatkan Motilitas dan Daya Hidup Spermatozoa Ayam Kampung yang Disimpan pada Suhu 3-5°C Dolly Octa, I Gusti Ngurah Agung; Trilaksana, I Gusti Ngurah Bagus; Bebas, Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (1) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.509 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini ingin diketahui penambahan glukosa, astaxanthin dan kombinasi glukosa dengan astaxanthin pada pengencer kuning telur fosfat dalam mempertahankan motilitas dan daya hidup spermatozoa ayam kampung yang disimpan pada suhu 3-5°C .  Pada penelitian ini dilakukan penambahan glukosa 0,6 w/v %, astaxanthin 0,004 w/v % dan kombinasi glukosa 0,6w/v %,  dengan astaxanthin 0,004 w/v % serta kontrol tanpa glukosa dan astaxanthin pada pengencer kuning telur fosfat. Pengujian statistik dengan menggunakan General Linear Model (Multivariate) menunjukkan bahwa penambahan glukosa, astaxanthin, dan kombinasi glukosa dengan astaxanthin secara nyata (p<0,05) dapat mempertahankan motilitas dan daya hidup spermatozoa ayam kampung pada pengencer kuning telur fosfat yang disimpan pada suhu 3-5°C. Uji lanjutan dengan menggunakan uji Duncan menunjukkan bahwa penambahan kombinasi glukosa 0,6 w/v %  dengan astaxanthin 0,004 w/v % memberikan hasil yang paling terbaik dalam mempertahankan motilitas dan daya hidup spermatozoa ayam kampung pada pengencer kuning telur fosfat yang disimpan pada suhu 3-5°C. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan kombinasi 0,6 w/v % glukosa dengan 0,004 w/v % astaxanthin dapat bekerja secara sinergis pada kunig telur fosfat dalam mempertahankan kualitas semen cair ayam  kampung  yang  disimpan  pada  suhu 3-5°C. Kesimpulan dari penelitian ini adalah glukosa- astaxanthin dapat meningkatkan motilitas dan daya hidup spermatozoa ayam kampung.