cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 843 Documents
Gambaran Histopatologi Ovarium Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Akibat Pemberian Vitamin E dan Etinil Estradiol Raharjo, Yudha Yaksa Crada Yoga Arum; Samsuri, Samsuri; Berata, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (2) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.661 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.2.132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa pemberian etinil estradiol mempengaruhi histopatoligi ovarium tikus putih dan mengetahui efek pemberian suplementasi vitamin E terhadap efek samping etinil estradiol pada ovarium tikus putih. Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus putih betina, dibagi dalam 5 kelompok perlakuan, yaitu kontrol(-) yang hanya diberi pakan dan minum saja, kontrol(+) diberikan etinil estradiol dengan dosis 150 mg/kg, P1 diberikan etinil estradiol 150 mg/kgbb dan vitamin E dengan dosis 100 mg/kgbb, P2 diberikan etinil estradiol 150 mg/kgbb dan vitamin E dengan dosis 150 mg/kgbb, P3 diberikan etinil estradiol 150 mg/kgbb dan vitamin E dengan dosis 200 mg/kgbb. Pemberian perlakuan selama 30 hari, kemudian hewan coba dinekropsi. Jaringan ovarium diambil dan diproses untuk pembuatan preparat histopatologi. Variabel yang diperiksa meliputi adanya proliferasi sel epitel dan nekrosis. Hasil penelitian diperoleh adanya perbedaan yang sangat nyata antara kontrol negatif (-) dan kontrol positif (+). Rerata skor perbaikan dari kerusakan ovarium berbeda nyata antara perlakuan P1, P2, dan P3. Kelompok perlakuan P2 dan P3 yang palning menunjukkan perubahan mendekati rerata skor kelompok kontrol negatif (-). Simpulan dari penelitian ini adalah pemberian etinil estradiol mempengaruhi perubahan histopatologi ovarium tikus putih. Pemberian suplementasi vitamin E mampu mengurangi efek samping etinil estradiol. Sehingga vitamin E dapat digunakan sebagai terapi pada pasien yang sedang menggunakan preparat hormonal seperti etinil estradiol.
Studi Kasus: Cystolithiasis Akibat Infeksi pada Anjing Purbantoro, Steven Dwi; Warditha, Anak Agung Gde Jaya; Wirata, I Wayan; Gunawan, I Wayan Nico Fajar
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (2) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.684 KB)

Abstract

Cystolithiasis adalah kondisi adanya urolith pada vesica urinaria yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri. Adanya kasus seperti tersebut, maka diperlukan penanganan yang tepat. Seekor anjing jantan campuran berumur 8 bulan dengan bobot 5,8 kg diperiksa dengan keluhan hematuria. Pemeriksaan ultrasonografi menunjukkan adanya urolith yang terlihat sand-like dengan penebalan dinding pada vesica urinaria. Selain itu, sedimen menunjukkan adanya jamur, kristal urat, struvit, dan bilirubin. Hasil kultur bakteri urin didapatkan bakteri E. coli. Hewan didiagnosa cystolithiasis akibat infeksi bakteri. Hewan kemudian ditangani dengan cara cystotomy. Penanganan pascaoperasi, hewan kasus diberikan antibiotik Ciprofloxacin dan analgesik Meloxicam. Hari ke-7 pascaoperasi, luka dan urinasi mengalami kesembuhan secara fisik.
ANALISIS SEKUENS D-LOOP DNA MITOKONDRIA SAPI BALI DAN BANTENG DIBANDINGKAN DENGAN BANGSA SAPI LAIN DI DUNIA DWINA WISESA, ANAK AGUNG NGURAH GEDE; KADE MAHARDIKA, I GUSTI NGURAH; OKA PEMAYUN, TJOK GEDE
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (2) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.809 KB)

Abstract

The result of this study indicates the D-loop of mtDNA of bali cattle is homologous with banteng. Two haplotypes can be identified. The sequence is different from that of Bos taurus, Bos indicus, Bos javanicus, and Bos gaurus. Further research needs to be done with a representative sample for the entire population in Bali by targeting more than one locus. In addition, the effective population size of bali cattle needs to be known to improve the genetic quality of bali cattle.
Gambaran Darah Ular Sanca Batik (Python reticulatus) di Pulau Bali Sunusi, Sulham; Ardana, Ida Bagus Komang; Suastika, Putu
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (3) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.14 KB)

Abstract

Penelitian telah dilakukan dengan menggunakan sampel darah 15 ekor ular sanca batik (Python reticulatus). Terdiri dari 7 ekor jantan dan 8 ekor betina dengan umur 1-3 tahun. Darah diambil dari vena ventral coccygea dan organ jantung. Penentuan total eritrosit, total leukosit, nilai PCV dan kadar hemoglobin pada ular sanca batik yang terdapat di Pulau Bali menggunakan metode manual. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji T. Hasil analisis menunjukkan bahwa rataan jumlah total eritrosit ular sanca batik jantan yang terdapat di Bali yaitu sebesar 0.80 x 106/µL tidak berbeda nyata dengan rataan jumlah total eritrosit ular sanca batik betina sebesar 0.67 x 106/µL. Rataan jumlah nilai PCV ular sanca batik jantan yaitu sebesar 31,14% juga tidak berbeda nyata dengan rataan nilai PCV ular sanca batik betina sebesar 33,62%. Demikian halnya dengan hasil penghitungan rataan kadar hemoglobin ular sanca batik jantan yaitu sebesar 13,27 g/dL juga tidak berbeda nyata dengan rataan kadar hemoglobin ular sanca batik betina sebesar 12,12 g/dL. Berbeda halnya dengan rataan jumlah total leukosit ular sanca batik jantan yaitu sebesar 14.26 x 103/µL, nyata lebih tinggi dengan rataan jumlah total leukosit ular sanca batik betina sebesar 11.80 x 103/µL.
Respons Imun Itik Bali Pascavaksinasi Flu Burung Azizah, Hidayatul; Suardana, Ida Bagus Kade; Sampurna, I Putu
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (4) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.434 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons imun itik bali terhadap vaksinasi Avian Infuenza (AI) dan waktu yang diperlukan untuk terbentuknya titer antibodi yang protektif. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan waktu sebagai perlakuan. Objek penelitian menggunakan 24 serum itik bali. Pengambilan darah pravaksinasi dilakukan pada umur 3 minggu dan vaksinasi dilakukan pada umur 4 minggu secara injeksi subkutan. Pengambilan darah pascavaksinasi dilakukan empat kali dengan interval waktu satu minggu dari vena tibialis cranial dengan spuit 1 cc. Serum dipisahkan dan ditampung dalam tabung eppendorf. Titer antibodi diuji dengan uji Hemaglutination inhibition (HI) dan hasil pemeriksaan titer antibodi dinyatakan dengan satuan log 2. Hasil pemeriksaan rataan titer antibodi pravaksinasi 0 ± 0,000 log 2, minggu ke-1 pascavaksinasi 2,83 ± 0,753 log 2, minggu ke-2 4,83 ± 0,753 log 2, minggu ke-3 6,00 ± 0,632 log 2, dan minggu ke-4 4,67 ± 0,516 log 2 sehingga didapatkan titer antibodi protektif (?24) pada minggu ke-2 sampai minggu ke-4 pascavaksinasi.
Laporan Kasus: Rickets pada Anak Anjing Hasil Persilangan Hutagaol, Wanda Della Oktarin; Soma, I Gede; Batan, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (6) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.037 KB)

Abstract

Anjing kasus adalah anjing persilangan berjenis kelamin jantan dan berumur empat bulan. Anjing susah berjalan dan pada pemeriksaan klinis teramati bahwa kedua kaki depan anjing mengalami kebengkokan asimetris. Setelah dilakukan pemeriksaan radiologi/sinar x teramati ada kelainan bentuk pada os radius ulna sebelah kanan yang tidak bersendi dengan baik pada os carpal dan juga terdapat fraktur pada os ulnadistal kanan. Selain itu ditemukan juga cacing gilik pada feses anjing. Anjing kasus didiagnosis mengalami rickets. Berdasarkan pertimbangan umur dan kondisi anjing, diberikan obat cacing pyrantelpamoat (Caniverm® 20 mg/kg (diberikan0,5 tab atau 72 mg) tiga bulan dan terapi suportif berupa preparat kalsium(Kalvidog®) 100mg/ekordengan dosis 1 tab setiap hariserta minyak ikan (Tunghai® Fish Oil Capsules) dengan dosis 1 kapsul perhari selama sebulan. Terapi fisik juga diaplikasikan dengan cara anjing diajak berjalan pada pagi hari guna mendapat sinar ultraviolet dan diberi latihan seperti berenang minimal dua kali seminggu. Edukasi kepada pemilik untuk mengganti pakan diet rumahan dengan pakan komersil guna mencukupi kebutuhan nutrisi anjing. Setelah seminggu pengobatan anjing sudah dapat berjalan walaupun formasitas kedua kaki tidak akan kembali normal.
Hemogram Anjing Penderita Dermatitis yang Diobati dengan Minyak Mimba Sawitajaya, I Made; Suartha, I Nyoman; Kendran, Anak Agung Sagung; Sudimartini, Luh Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (4) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.615 KB)

Abstract

Minyak mimba diketahui memiliki efek yang dapat membantu kesembuhan dermatitis kompleks. Darah merupakan indikator penting untuk mengetahui status tubuh sehingga perlu dilakukan pengujian terhadap darah melalui hemogram. Penelitian ini bertujuan mengetahui hemogram anjing penderita dermatitis kompleks yang diobati dengan minyak mimba, dengan menggunakan tiga sampel anjing penderita dermatitis kompleks yang diolesi dengan minyak mimba selama 15 hari. Pengambilan darah dilakukan pada hari ke-0 hari, ke-7, dan ke-15. Pemeriksaan darah dilakukan dengan mesin Animal Blood Counter iCell-800Vet. Nilai hemogram yang didapatkan yaitu terjadinya leukositosis, limfositosis, dan anemia mikrositik normokromik.
Aktivitas Alanin Aminotransferase dan Aspartat Aminotransferase Pada Mencit yang Diberikan Jamu Temulawak Tampubolon, Sri Rezeki; Ardana, Ida Bagus Komang; Sudira, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (3) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.954 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas Alanin Aminotransferase (ALT) dan Aspartat Aminotransferase (AST) pada mencit (Mus musculus) yang diberikan jamu temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) secara oral dalam kurun waktu 14 hari. Penelitian ini menggunakan 25 ekor mencit yang dibagi atas lima perlakuan yaitu mencit yang diberikan aquades sebanyak 0,5 ml (P0), mencit yang diberikan jamu temulawak dengan dosis 100 mg/kg BB (P1), 200 mg/kg BB (P2), 300 mg/kg BB (P3), 400 mg/kg BB (P4). Hasil penelitian menunjukkan nilai (85 u/l dan 174,6 u/l) pada P0, (88,8 u/l dan 176,00 u/l) pada P1, (90,2 u/l dan 183,80 u/l) pada P2, (92,2 u/l dan 190,40 u/l) pada P3, (93,80 u/l dan 191,0 u/l) pada P4. Simpulan penelitian ini adalah bahwa pemberian jamu temulawak pada mencit tidak mempengaruhi aktivitas ALT dan AST.
Beban Cemaran Bakteri Escherichia Coli pada Daging Asap Se’i Babi yang Dipasarkan di Kota Kupang UMBU RAZA, EMILIUS MELIANO; SUADA, KETUT; MAHATMI, HAPSARI
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (4) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.132 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui beban cemaran bakteri Escherichia coli pada daging se’i babi yang dipasarkan di kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diambil dari enam tempat pembuatan daging se’i babi secara tradisional yang tersebar di kelurahan Oebufu, Oebobo dan Baun. Se’i merupakan daging asap khas kota Kupang yang diasapi menggunakan kayu Kosambi (Schleichera oleosa, Merr). Hasil penelitian untuk setiap lokasi diperoleh sebagai berikut (1) Bambu Kuning–Oebobo sebesar 210 MPN/gr (2) Green Garden–Oebufu sebesar 150 MPN/gr (3) Baun sebesar 210 MPN/gr (4) Petra-Oebufu sebesar 7,2 MPN/gr (5) Pondok Sawah-Oebufu sebesar 3,6 MPN/gr dan (6) Aroma-Oebobo sebesar 14 MPN/gr. Jumlah kandungan bakteri Escherichia coli dari keenam sampel, sudah melebihi batas maksimum cemaran bakteri Escherichia coli pada daging asap.
Pemberian Ivermectin Sebelum Vaksinasi Hog Cholera Menekan Pembentukan Antibodi Galingging, Tri Suci; Suartha, I Nyoman; Budiasa, Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (5) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.564 KB)

Abstract

Penelitian ini dirancang untuk membandingkan antara titer antibodi anak babi yang diinjeksikan ivermectin, dengan titer anak babi yang tidak diberikan ivermectin. Anak babi dibagi menjadi tiga kelompok yaitu anak babi kontrol, anak babi yang diberikan ivermectin dan anak  babi yang tidak diberikan ivermectin.  Babi yang digunakan adalah babi berumur tiga minggu dengan 10 ekor ulangan untuk setiap perlakuan. Pemeriksaan titer antibodi hog cholera yang dilakukan dengan menggunakan uji ELISA menunjukkan bahwa penggunaan ivermectin memberikan pengaruh terhadap penurunan titer antibodi Hog Cholera dengan nilai protektivitas antibodi masing-masing 100% untuk anak babi kontrol, 80% untuk anak babi yang diberi ivermectin, dan 100% untuk anak babi yang tidak diberi ivermectin. Secara statistik persentase hambatan (PI) antibodi anak babi yang divaksinasi hog cholera tanpa ivermectin berbeda nyata (P<0.05) dibandingkan anak babi yang divaksinasi hog cholera dengan ivermectin. Namun tidak berbeda nyata dengan anak babi kontrol. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, pemberian ivermectin tidak berpengaruh terhadap protektivitas antibodi hog cholera pada anak babi.