cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 843 Documents
Kadar Kadmium, Histopatologi Jantung, dan Ginjal Sapi Bali yang Disembelih di Tempat Pemotongan Hewan Tradisional Astini, Ni Putu Sri Ayu; Berata, I Ketut; Setiasih, Ni Luh Eka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (3) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.3.325

Abstract

Keamanan daging dapat dicapai apabila telah bebas dari cemaran bahan berbahaya, termasuk diantaranya logam berat seperti kadmium (Cd). Beberapa penelitian melaporkan adanya logam berat Cd dalam organ jantung dan ginjal sapi potong. Belum banyak laporan penelitian mengenai kadar Cd dan gambaran histopatologi organ jantung dan ginjal sapi bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar Cd serta gambaran histopatologi organ jantung dan ginjal sapi bali yang dipotong di tempat pemotongan hewan tradisional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah organ jantung dan ginjal dari 10 ekor sapi bali. Sampel masing-masing jaringan dibagi atas dua bagian yaitu sebagian untuk dibuat preparat histopatologi dengan teknik embedded block paraffin dan pewarnaan Hematoxylin-Eosin (HE), sebagian lagi untuk pemeriksaan kadar Cd dengan teknik atomic absorption spectrofotometric (AAS). Hasil pemeriksaan dari 10 sampel menunjukkan terdapat tiga sampel jantung dan enam sampel ginjal yang mengandung logam berat Cd dengan kadar yang bervariasi. Pada jantung ditemukan satu sampel melebihi batas SNI (0,5 ppm), dengan kadar 0,62 ppm. Pada ginjal ditemukan enam sampel melebihi batas SNI yaitu dengan kadar rata-rata 15,24 ppm. Kadar Cd rata-rata dari 10 sampel ginjal (9,14 ppm) lebih tinggi dari pada jantung (0,14 ppm). Perubahan histopatologi yang ditemukan pada jantung yaitu nekrosis dan infiltrasi sel radang yang bersifat fokal, sedangkan pada ginjal ditemukan degenerasi melemak, nekrosis, dan infiltrasi sel radang yang bersifat fokal-multifokal. Simpulannya adalah pada organ jantung dan ginjal ditemukan logam berat kadmium dengan kadar yang membahayakan, di samping organ tersebut mengalami kerusakan.
Prevalensi dan Faktor Risiko Infeksi Koksidia pada Babi di Wilayah Dataran Tinggi di Provinsi Bali Pratiwi, Dede Ayu; Suratma, I Nyoman Adi; Dwinata, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (6) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.6.900

Abstract

Koksidia merupakan protozoa gastrointestinal yang umum menginfeksi babi. Infeksi dari koksidia disebut koksidiosis. Dampak yang ditimbulkan dari penyakit ini bagi ternak babi muda di antaranya diare dengan feses encer berwarna kuning, kekurusan, pertumbuhan lambat bahkan pada kasus berat dapat mengakibatkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prevalensi infeksi dan faktor risiko infeksi koksidia pada babi di wilayah dataran tinggi Provinsi Bali. Sampel penelitian yang digunakan adalah 200 sampel feses babi dan diperiksa dengan metode apung menggunakan larutan NaCl jenuh. Identifikasi ookista koksidia berdasarkan morfologi. Data yang diperoleh disajikan secara deskriptif dan faktor risiko berupa jenis kelamin, umur, manajemen pemeliharaan dan wilayah dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil penelitian didapatkan bahwa prevalensi infeksi koksidia pada babi di wilayah dataran tinggi di Bali sebesar 46,5% yang terdiri dari wilayah dataran tinggi basah di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan adalah (49,0%) dan wilayah dataran tinggi kering di Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem (44,0%). Faktor risiko jenis kelamin, umur, manajemen pemeliharaan dan wilayah tidak berhubungan dengan prevalensi infeksi koksidia.
Hasil Pemantauan Pascavaksinasi Flu Burung pada Peternakan Itik di Desa Takmung, Kabupaten Klungkung, Bali Suriana, Ni Komang Valerie; Suardana, Ida Bagus Kade; Nindhia, Tjokorda Sari
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (4) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.4.584

Abstract

Flu burung atau Avian Influenza (AI) merupakan penyakit virus menular strategis yang bersifat endemis di Indonesia. Virus AI dapat menyerang berbagai jenis unggas peliharaan termasuk kalkun, ayam, burung puyuh, angsa dan itik. Unggas air seperti itik merupakan reservoir semua subtipe H dan N virus Avian Influenza. Penelitian bertujuan untuk memantau hasil titer antibodi pascavaksinasi pada itik petelur dengan vaksin AI-H5N1 inaktif. Peternak melakukan vaksinasi pada umur 12 hari dan pengambilan darah dilakukan pada minggu petama, minggu kedua dan minggu ketiga pascavaksinasi. Sampel serum diambil sebanyak 20 dan di uji dengan uji serologis hambatan hemaglutinasi (HI). Hasil penelitian menunjukkan persentase seropositif pada minggu pertama 0%, minggu kedua 5%, dan minggu ketiga 10%. Periode pengambilan serum tidak berbeda nyata terhadap peningkatan titer antibodi. Sehingga belum mampu menimbulkan kekebalan terhadap AI-H5N1.
Motilitas dan Daya Hidup Spermatozoa Ayam Cemani dalam Pengencer Ringer Laktat Kuning Telur yang Disimpan pada Suhu 4ºC Pandia, Yoga Mahendra; Bebas, Wayan; Pemayun, Tjok Gde Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (1) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.1.105

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan semen ayam cemani terhadap moltilitas dan daya hidup spermatozoa pada pengencer ringer laktat kuning telur yang disimpan pada suhu 4o C. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh kelompok perlakuan lama penyimpanan masing masing: T0 = penyimpanan selama 0 jam, T1= penyimpanan selama 12 jam, T2 = penyimpanan selama 24 jam, T3 = penyimpanan selama 36 jam, T4 = penyimpanan selama 48 jam, T5 = penyimpanan selama 60 jam, T6 = penyimpanan selama 72 jam. Variabel yang diamati berupa motilitas progresif (%) dan daya hidup spermatozoa (%). Motilitas diamati secara subyektif di bawah mikroskop dengan pembesaran 400x, sedangkan daya hidup diamati dengan pengecatan eosin-negrosin. Masing masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak empat kali. Data yang diperoleh dianalisis dan apabila terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap motilitas dan daya hidup sperma. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bawa lama penyimpanan semen ayam cemani menggunakan pengencer ringer laktat kuning telur pada suhu 4º C masih layak digunakan selama 60 jam penyimpanan dengan motilitas 46,00±0,81% dengan daya hidup 50.75±0,96%.
Kajian Pustaka: Pemanfaatan Tikus Sebagai Hewan Model Trauma Tumpul (Kontusio) Wuri, Rahmitiana; Rosdianto, Aziis Mardanarian; Goenawan, Hanna
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (2) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.2.338

Abstract

Seringkali kejadian memar pada manusia maupun hewan menjadi bahan kajian yang menarik untuk diteliti sehingga banyak peneliti yang mencari dan melakukan formulasi penanganan/pengobatan untuk kesembuhan memar. Ragam efek dari pengaplikasian suatu zat/obat baru pada manusia dapat diketahui dengan mempelajari efek kumulatif dari dosis pada tahap praklinik. Informasi tersebut diperoleh dari melakukan eksperimen laboratorium secara in vivo dengan menggunakan hewan coba sebagai model yang dirancang pada serangkaian uji praklinik, seperti menggunakan tikus (Rattus norvegicus). Sejauh ini pengembangan mengenai pemanfaatan tikus sebagai hewan model memar masih sangat potensial untuk dipelajari lebih lanjut. Kajian literatur ini membahas mengenai penggunaan hewan sebagai model memar, tren tikus sebagai hewan model memar, prinsip etik dan animal welfare hewan model, penjelasan dan klasifikasi memar, metode pembuatan memar, dan aspek pengembangan hewan model masa depan sebagai subjek penelitian.
Perbandingan Pemberian Anestesi Kombinasi Ketamin-Xilazin dengan Anestesi Propofol Terhadap Gambaran Elektrokardiogram pada Kucing Domestik Saputri, Aditya Dwi; Ikliptikawati, Dini Kurnia; Rell, Fedri
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (4) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.4.488

Abstract

Anestesi merupakan kondisi yang dikendalikan dengan ketidaksadaran yang bersifat reversible. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan pemberian anestesi ketamin-xilazin dengan anestesi propofol terhadap gambaran elektrokardiogram (EKG) pada kucing domestik. Sebanyak 15 ekor kucing domestik berumur 1.5-3 tahun dan sehat. Kucing dibagi kedalam tiga kelompok yaitu kelompok kontrol (KK), kelompok perlakuan I (KP1), dan kelompok perlakuan 2 (KP2). Anestesi propofol diberikan pada KP1, kombinasi ketamin-xilazin diberikan pada KP2, dan tanpa pemberian anestesi pada KK. Pengambilan data EKG yang meliputi heart rate, durasi P, durasi QRS, durasi T, interval PR, interval QT, Amplitudo P dan Amplitudo R, serta MEA (mean electrical axis) pada kelompok perlakuan diambil pada stadium III. Kelompok KP1 memiliki nilai parameter yang lebih mendekati nilai normal daripada KP2. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa penggunaan anestesi propofol lebih aman daripada anestesi kombinasi ketamin-xilazin terhadap gambaran EKG jantung
Kajian Pustaka: Pemanfaatan Herbal Sebagai Alternatif dalam Peningkatan Fungsi Reproduksi Ikan Jatiswara, Ismaya; Rosdianto, Aziiz Mardanarian; Budinuryanto, Dwi Cipto
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.821

Abstract

Reproduksi merupakan bagian dari sistem fisiologis tubuh yang sangat penting dalam siklus hidup mahluk hidup termasuk ikan. Tujuan utama reproduksi adalah mempertahankan keberadaan dan kelanjutan suatu spesies. Review literatur ini merupakan sebuah ulasan pemanfaatan herbal berkhasiat pada pakan untuk meningkatkan performa reproduksi ikan. Metode penelusuran literatur dilakukan secara elektronik melalui garba digital ilmiah. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Data yang diperoleh kemudian dikumpulkan, dianalisis, dan disesuaikan berdasarkan kriteria dari manfaat ragam herbal yang memberikan pengaruh pada performa reproduksi ikan. Secara khusus, pada ulasan kali ini penulis mengulas mengenai temuan dari studi terdahulu terkait dengan pemafaatan herbal berkhasiat secara invitro dan invivo. Aspek reproduksi yang dibahas pada ulasan ini adalah peningkatan kualitas gonad, peningkatan kualitas telur, dan peningkatan perilaku reproduksi ikan.
Ekstrak Daun Kelor Dapat Mempertahankan Motilitas Progresif dan Viabilitas Spermatozoa Babi dalam Pengencer Air Kelapa Kuning Telur Priharyanthi, Luh Komang Ayu Puteri; Bebas, Wayan; Trilaksana, I Gusti Ngurah Bagus
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (3) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.3.389

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama penyimpanan semen babi landrace yang disimpan dalam pengencer air kelapa kuning telur dengan ekstrak daun kelor. Penelitian ini menggunakan seekor babi landrace jantan. Penampungan semen dilakukan dengan metode massage. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari dua perlakuan yaitu kontrol: semen babi diencerkan dengan pengencer air kelapa kuning telur ayam dengan penambahan ekstrak daun kelor 5%. Semen yang telah diencerkan disimpan pada suhu 18-20oC dengan lama penyimpanan masing-masing 0 jam, 4 jam, 8 jam, 12 jam, 16 jam, 20 jam, 24 jam, 28 jam, dan 32 jam. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali, sehingga jumlah sampel yang digunakan adalah 27 sampel untuk setiap perlakuan. Selama penyimpanan dilakukan pengamatan terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan uji Sidik Ragam, apabila terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan maka uji dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan lama penyimpanan semen berpengaruh nyata terhadap motilitas progresif dengan persentase sebesar 55,10% dan viabilitas dengan persentase sebesar 56,58%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penyimpanan semen babi Landrace dalam pengencer air kelapa kuning telur dengan ekstrak daun kelor masih layak digunakan sampai 16 jam penyimpanan.
Umur Pubertas Sapi Bali Dara di Desa Galungan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali Mahasanti, I Gusti Ayu Puji; Trilaksana, I Gusti Ngurah Bagus; Laksmi, Desak Nyoman Dewi Indira
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (4) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.4.544

Abstract

Pubertas merupakan salah satu bagian penting dari penampilan reproduksi ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui umur pubertas pada sapi bali betina yang dipelihara di Desa Galungan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2020 sampai Februari 2021. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah sapi bali betina sebanyak 105 ekor. Penelitian ini merupakan penelitian observasional, data yang digunakan adalah data hasil wawancara secara langsung kepada peternak atau responden sebanyak 73 orang dengan menggunakan kuisioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan tujuan penelitian. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata umur pubertas pada sapi bali di Desa Galungan adalah 22,09±6,01 bulan. Pubertas diartikan sebagai umur atau waktu dimana organ-organ reproduksi mulai berfungsi. Pubertas dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor manajemen pemeliharaan yang meliputi kandang dan pakan, genetik dan faktor lingkungan. Nutrisi yang cukup baik dapat mempercepat munculnya pubertas pada sapi bali. Pakan sapi bali di Desa Galungan adalah pakan hijauan berupa rumput gajah, rumput benggala, daun gamal dan batang pisang. Rata-rata umur pubertas sapi bali 22,09±6,01 bulan menunjukkan bahwa manajemen pemeliharaan sapi bali di Desa Galungan tergolong baik.
Laporan Kasus: Gastritis Hemoragi pada Anjing Peranakan Pomeranian Lestari, Devi Latifah Puji; Batan, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (3) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.3.441

Abstract

Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui kejadian gastritis pada anjing peranakan pomeranian. Anjing berjenis kelamin jantan berumur tiga bulan dan memiliki bobot badan 2,5 kg. Berdasarkan anamnesis pemilik, anjing mengalami muntah selama tiga hari, anoreksia, dan kekurusan. Pemeriksaaan dilakukan mulai dari pemeriksaan klinis, laboratorium, dan radiografi. Hasil pemeriksaan saluran pencernaan menunjukkan adanya muntah darah dan kekurusan. Hasil hematologi menunjukkan anemia normositik hiperkromik. Gambaran radiografi menunjukkan adanya penebalan pada dinding lambung. Berdasarkan pemeriksaan, hewan didiagnosa mengalami gastritis. Terapi yang diberikan berupa terapi cairan NaCl secara intravena sebanyak 345 mL/hari, terapi dengan injeksi amoksisillin dengan dosis 15 mg/kg berat badan secara intramuskuler yang diberikan dua hari sekali selama tiga kali. Injeksi ranitidine HCl dengan dosis 1 mg/kg berat badan secara intravena yang diberikan dua kali sehari selama tiga hari, dan pemberian terapi supportif berupa pemberian multivitamin pada hari keempat. Anjing mengalami perbaikan kondisi pada hari ke empat pengobatan.