cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 843 Documents
Kadar Logam Berat Timbal dan Zat Besi Serta Hubungannya Dalam Darah Kambing yang Dipotong di Kota Denpasar Pangesti, Thiara A.; Berata, I Ketut; Arjana, Anak Agung Gde
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (6) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.6.879

Abstract

Daging kambing merupakan sumber protein hewani yang penting untuk diperhatikan guna menjamin keamanan konsumen. Peternakan kambing yang tercemar logam berat Pb dapat menurunkan kadar Fe dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya cemaran logam berat timbal (plumbum/Pb) dan unsur zat besi (Ferrum/Fe) dalam darah kambing yang dipotong di Kota Denpasar. Dalam penelitian ini digunakan 20 sampel darah kambing yang diambil di rumah pemotongan kambing di Kota Denpasar. Darah kambing yang diambil pada proses penyembelihan dimasukkan ke dalam vacuum tube dengan Ethylenediaminetetraacetic acid (EDTA) yang kemudian diperiksa kadar logam berat Pb dan unsur Fe di Laboratorium Analitik Universitas Udayana. Pemeriksaan kadar logam berat Pb dan unsur Fe digunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometric (AAS). Hasil uji menunjukkan bahwa 12 dari 20 sampel positif mengandung logam berat Pb dengan rerata 0,098 dan rerata kadar Fe 34,389±8,447 ppm . Kadar Fe pada sampel yang negatif Pb adalah 37.622 ± 3.697 ppm. Uji sidik ragam menunjukkan bahwa kadar Fe tidak ada perbedaan signifikan antara sampel positif dan negatif mengandung logam berat Pb. Hasil analisis korelasi juga menunjukkan tidak ada korelasi antara kadar logam berat Pb terhadap kadar Fe. Simpulannya adalah masih terdapat darah kambing yang tercemar logam berat Pb yaitu 12 dari 20 kambing yang diperiksa. Tidak terdapat perbedaan signifikan antara kadar Fe darah sampel yang negatif dan positif mengandung logam berat Pb.
Profil Lipid Serum Anak Babi Jantan Lepas Sapih yang diberi Tambahan Susu Afkir dalam Pakan Najib, Muhammad Ainun; Ardana, Ida Bagus Komang; Kendran, Anak Agung Sagung
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (4) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.4.575

Abstract

Pemanfaatan susu afkir sebagai makanan tambahan dalam pakan dipercaya dapat menambah bobot badan dibandingkan dengan tanpa tambahan susu afkir. Susu afkir merupakan susu sapi dalam kemasan yang direjek oleh pabrik dengan kondisi fisik dan nutrisi yang masih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian susu afkir dalam pakan standar CP-550 selama 30 hari terhadap kadar Kolesterol total, High Density Lipoprotein (HDL), Low Density Lipoprotein (LDL) dan Trigeliserida (TG) anak babi persilangan (Duroc-Pietrain) jantan lepas sapih umur 30 hari. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari tiga perlakuan dan sembilan ulangan, dengan total 27 sampel babi. Kelompok babi sebagai kontrol diberi pakan standar (P0), kelompok babi yang diberi pakan standar dengan penambahan susu afkir 5% (P1), dan kelompok babi yang diberi pakan standar dengan penambahan susu afkir 10% (P2). Data hasil pemeriksaan dianalisis menggunakan uji Two Way ANOVA, untuk melihat pengaruh antar perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil analisis baik pada hari ke-15 dan ke-30 perlakuan menunjukan bahwa pemberian susu afkir 5% tidak berpengaruh nyata terhadap kadar kolesterol total, HDL, dan LDL, sedangkan pada trigeliserida terjadi penurunan secara nyata. Pemberian 10% tidak berpengaruh nyata terhadap kadar kolesterol total, HDL, dan LDL, sedangkan pada trigliserida terjadi peningkatan secara nyata. Waktu atau lama pemberian susu afkir berpengaruh sangat nyata terhadap kadar kolesterol, HDL, dan Trigliserida, sedangkan terhadap LDL tidak berpengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan susu afkir dalam pakan 5% dapat digunakan tanpa meningkatkan profil lipid babi secara nyata, namun bila konsentrasi diberikan 10% dapat meningkatkan trigeliserida secara nyata.
Laporan Kasus: Penanganan Bedah pada Kista Multiple Kelenjar Sebaseus pada Anjing Persilangan Pomeranian Marzuki, Mildawati; Wirata, I Wayan; Pemayun, I Gusti Agung Gde Putra
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (2) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.2.326

Abstract

Kista sebaseus adalah istilah yang menunjukkan kista subkutan yang terjadi karena obstruksi pembukaan duktus pilosebaceous. Sebasea diproduksi oleh kelenjar sebasea yang pada umumnya berhubungan dengan folikel rambut. Seekor anjing persilangan pomeranian berumur enam tahun, bobot badan 5,8 kg dan berjenis kelamin jantan diperiksa di Rumah Sakit Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana dengan keluhan terdapat penonjolan pada bagian inter digitalis kaki kiri depan. Menurut hasil pemeriksaan histopatologi terhadap biopsi tumor tersebut yang dilakukan di Balai Besar Veteriner Denpasar, didiagnosis mengalami kista kelenjar sebasea. Kista ditangani dengan melakukan pembedahan (eksisi). Premedikasi yang diberikan berupa atropin sulfat 0,5 mL dan anestesi yang digunakan berupa ketamin 0,6 mL dan xylazin 0,3 mL. Insisi dilakukan pada bagian pangkal kista kemudian dilakukan preparasi untuk membuka bagian kulit dan eksisi jaringan kista secara menyeluruh, kemudian jaringan dipindahkan dan dilakukan penjahitan pada daerah sayatan. Anjing diberi antibiotik amoksisilin trihidrat 250 mg dua kali sehari 0,5 tablet secara per oral, selama tujuh hari dan asam mefenamat 500 mg dua kali sehari 0,5 tablet secara per oral, selama lima hari. Penanganan pascaoperasi pada kasus ini disarankan untuk membatasi gerak pasien, menjaga kebersihan luka, dan rutin melakukan pengecekan terhadap luka dengan mengganti perbannya.
Gambaran Sedimen Urin Gajah Sumatera (Elephas maximus sumateranus) Bali Elephant Camp di Desa Carangsari, Petang, Badung, Bali Maharani, Nisa; Wandia, I Nengah; Dharmawan, Nyoman Sadra
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (3) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.3.417

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sedimen urin gajah sumatera di Bali Elephant Camp. Urin delapan ekor gajah betina dewasa diambil pada pukul 7.00 - 9.00 WITA dengan metode midstream. Metode midstream dapat mencegah bakteri mengontaminasi sampel urin. Pengambilan urin dilakukan lima kali dengan jarak pengambilan sampel selama dua hari. Sedimen diperiksa di bawah mikroskop dan dilaporkan berdasarkan pengamatan Lapang Pandang Kuat (LPK) dan Lapang Pandang Lemah (LPL). Hasil yang diperoleh dari delapan ekor gajah adalah positif eritrosit pada satu gajah (0-1/LPK), leukosit pada tiga gajah (0-2/LPK), sel epitel squamous pada semua gajah, sel transisional pada dua gajah (0-1/LPK), dan mukus pada dua gajah (0-1/LPK). Sedimen urin gajah mengandung kristal dari berbagai jenis. Kristal kalsium karbonat pada tujuh gajah, magnesium ammonium fosfat atau struvit pada satu gajah, kalsium oksalat dihidrat pada enam gajah, kalsium oksalat monohidrat pada empat gajah, dan fosfat amorf pada tiga gajah. Berdasarkan hasil studi dapat disimpulkan bahwa kandungan sedimen urin gajah sumatera bervariasi. Variabilitas sedimen urin, nilai dasar sedimen urin dan pemeriksaan urinalisis rutin dari berbagai tempat konservasi gajah sumatera diperlukan untuk mendapatkan database nilai-nilai sedimen urin normal yang dapat membantu dalam mengidentifikasi status kesehatan ginjal gajah.
Peningkatan Kadar Kolesterol Darah Tikus Putih yang Diberikan Pakan Imbuhan Ragi Tape Permatasari, Serly Nur Indah; Samsuri, Samsuri; Kendran, Anak Agung Sagung
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (1) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.1.21

Abstract

Ragi tape dapat digunakan sebagai sumber probiotik asli karena di dalam ragi tape terdapat mikrob-mikrob baik berupa kapang, khamir, maupun bakteri yang mampu menghidrolisis amilum menjadi glukosa yang selanjutnya diubah lagi menjadi alkohol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar kolesterol darah tikus putih yang diberikan ragi tape selama 21 hari. Tikus-tikus putih (Rattus norvegicus) percobaan diberi empat perlakuan, yaitu P0: kontrol; P1: pemberian ragi tape dosis 100 mg/kg BB; P2: pemberian ragi tape dosis 200 mg/kg BB; dan P3: pemberian ragi tape dosis 300 mg/kg BB. Pemeriksaan kadar kolesterol darah dilakukan menggunakan alat Easy Touch GCU (Glucose, Cholesterol, and Uric Acid) dengan strip dan chip test berwarna biru. Sampel berupa darah diambil dengan cara memotong ujung ekor tikus putih, kemudian menempelkannya ke strip untuk melihat hasil pada alat pengukur. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji sidik ragam, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar kolesterol darah perlakuan P1: 211,00 mg/dL, P2: 282,00 mg/dL dan P3: 174,17 mg/dL lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol P0: 149,67 mg/dL. Berdasarkan uji sidik ragam menunjukkan hasil berbeda nyata terhadap perlakuan P1 (100 mg/kg BB), P2 (200 mg/kg BB), dan P3 (300 mg/kg BB). Maka dapat disimpulkan bahwa pemberian ragi tape dapat meningkatkan kadar kolesterol darah tikus putih.
Laporan Kasus: Histiocytoma pada Kulit Leher dan Perut Anjing Kacang di Kabupaten Badung, Provinsi Bali Astrin, Baiq Nia Rolyana; Wardhita, Anak Agung Gde Jaya; Gorda, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.807

Abstract

Histiocytoma merupakan tumor jinak yang berasal dari petumbuhan abnormal dari histiosit. Seekor anjing lokal betina, berumur empat tahun dengan berat badan 13,5 kg diperiksa dengan keluhan adanya benjolan pada kulit leher dan perut disertai tukak. Secara fisik anjing teramati sehat dengan nafsu makan dan minum baik, defekasi dan urinasi normal. Diagnosis ditentukan dengan pengambilan biopsi jaringan tumor untuk pemeriksaan histopatologi. Hasil pemeriksaan histopatologi menunjukkan adanya sel-sel limfosit kecil/histiosit, homogen diselingi oleh jaringan stroma. Premedikasi diberikan atropine sulfate 1,6 mL secara subkutan. Kemudian dilakukan pemasangan intravena kateter untuk infus lactat ringer. Setelah 10 menit, hewan diberikan anestesi dengan menggunakan xylazin 1,3 mL dan ketamine 1,7 mL yang dicampur terlebih dahulu dan disuntikan secara intravena melalui selang infus. Operasi pengangkatan tumor dilakukan secara menyeluruh dengan melebihkan 2 cm jaringan sehat dari batas tumor, pada luka yang sudah diinsisi diirigasi dengan antibiotik penicillin streptomycin 1 mL yang sudah dicampur dengan NaCl 9 mL. Setelah itu dilakukan penutupan pada luka operasi dengan benang chromic catgut ukuran 3.0 pada bagian subkutan dengan metode jahitan menerus, dan pada kulit di jahit menggunakan pola jahitan simple interrupted menggunakan benang silk ukuran 3.0. Kemudian luka operasi dibersihkan lagi dengan penicillin streptomycin yang sudah dicampur dengan NaCl setelah itu ditutup dengan kassa steril dan diperban. Penanganan pasca-operasi hewan kasus diberikan antibiotik amoxicilin sebanyak 0,5 tablet dua kali sehari dan analgesik meloxicam sebanyak 0,3 tablet satu kali sehari. Hari ke-7 pasca operasi luka sudah mengering dan menyatu secara sempurna.
Pemberian Ekstrak Kulit Manggis Meringankan Perubahan Histopatologi Jantung dan Ginjal Mencit yang Diberi Monosodium Glutamat Yogiana, Wayan; Adi, Anak Agung Ayu Mirah; Setiasih, Ni Luh Eka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (1) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.1.41

Abstract

Monosodium Glutamat (MSG) merupakan bahan kimiawi yang sering ditambahkan ke dalam makanan yang berfungsi sebagai penyedap makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran histopatologi jantung dan ginjal pasca pemberian pemberian MSG dan kombinasi MSG dengan ekstrak kulit manggis. Penelitian ini menggunakan 27 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi tiga yaitu kontrol (P0) tanpa perlakuan, perlakuan MSG 1% (P1) dan perlakuan kombinasi antara MSG 1% dan ekstrak etanol kulit manggis 4,5% (P2), yang diberikan selama 30 hari. Pada hari ke-30 mencit dikorbankan nyawanya dengan cara dislokasi capitis. Sampel jaringan jantung dan ginjal kemudian diambil untuk dijadikan preparat histologi dan diwarnai dengan pewarnaan rutin. Hasil pemeriksaan histopatologi organ jantung dan ginjal tersebut selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Variabel yang diamati adanya perubahan degenerasi, nekrosis, dan peradangan. Hasil skoring perubahan degenerasi, nekrosis dan peradangan pada jaringan jantung dan ginjal ditabulasi dan dilanjutkan dengan uji Kruskal Wallis dan jika hasilnya berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Uji sidik ragam menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap perlakuan dengan pemberian MSG yang dikombinasi ekstrak etanol kulit manggis, dalam hal ini degenerasi, nekrosis, dan peradangan ditemukan lebih ringan dibandingkan dengan perlakuan pemberian MSG. Simpulan yang didapat yaitu pemberian MSG selama 30 hari berpengaruh buruk, dan mengakibatkanlesi degenerasi, nekrosis, dan peradangan pada jantung dan ginjal mencit dan lesi tersebut menjadi lebih ringan pada mencit yang memperoleh imbuhan ak etanol kulit manggis.
Daya Simpan Semen Ayam Cemani dalam Pengencer Susu Skim Fosfat pada Suhu 4C Berdasarkan Motilitas dan Daya Hidup Spermatozoa Budi, Josephine Aurora; Bebas, Wayan; Laksmi, Desak Nyoman Dewi Indira
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.705

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui motilitas dan daya hidup spermatozoa yang disimpan dalam pengencer susu skim fosfat pada suhu 4oC. Semen ayam cemani diencerkan dengan perbandingan 1:25 dan disimpan dalam suhu 4oC, kemudian diamati dengan menggunakan mikroskop cahaya dengan pembesaran 400 kali pada jam ke-0, 12, 24, 36, 48, 60, dan 72 jam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), data yang diperoleh diuji dengan sidik ragam dan uji Duncan. Motilitas spermatozoa diamati dengan melihat pergerakan progresifnya dan dihitung dalam satuan persen, sedangkan daya hidup spermatozoa diamati dengan pengecatan eosin negrosin citrate. Spermatozoa yang hidup akan terlihat bening dan yang mati berwarna merah. Hasil dari uji tersebut menunjukan motilitas dan daya hidup spermatozoa mengalami penurunan selama penyimpanan. Motilitas semen spermatozoa disimpan selama 48 jam pada suhu 4oC adalah 44%. Daya hidup spermatozoa selama penyimpanan semen 48 jam pada suhu 4 oC adalah 45,75%, hal itu sesuai dengan standar minimal untuk inseminasi buatan. Semen ayam cemani dapat disimpan sampai dua hari pada suhu 4oC dengan pengencer susu skim fosfat.
Identifikasi dan Prevalensi Cacing Strongyle pada Sistem Pemeliharaan Sapi Bali Terintergrasi di Mengwi, Badung, Bali Madani, Inggrid; Apsari, Ida Ayu Pasti; Oka, Ida Bagus Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (2) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.2.223

Abstract

Cacing nematoda gastrointestinal merupakan parasit yang sering menginfeksi hewan ternak, khususnya pada ternak sapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sekaligus mengetahui prevalensi cacing nematoda gastrointestinal pada sapi bali yang dipelihara secara sistem pemeliharaan sapi terintergrasi (simantri) dan sistem pemeliharaan semi insentif (bukan simantri) di Kecamatan Mengwi, Badung, Bali. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Objek pengamatan yaitu sampel feses sapi bali betina dewasa berjumlah dari 167 sampel sapi bali yang terdiri dari 105 ekor sapi dari peternakan simantri dan 62 ekor sapi bukan simantri. Data yang dikumpulkan, dianalisis dengan metode deskriptif dan untuk mengetahui hubungan antara cara pemeliharaan dengan prevalensi infeksi dianalisis menggunakan Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 167 sampel sapi bali 27 positif (16,1%) terinfeksi cacing nematoda gastrointestinal. Prevalensi nematoda gastrointestinal pada sapi bali dengan sistem pemeliharaan bukan simantri (24,2%) lebih tinggi dari pemeliharaan secara simantri (11,4%). Jenis telur cacing yang didapatkan adalah tipe Stongyle. Hasil analisis didapatkan adanya hubungan antara sistem pemeliharaan secara simantri dan bukan simantri di Kecamatan Mengwi, dengan prevalensi infeksi cacing nematoda gastrointestinal pada sapi bali.
Korelasi Prestasi Akademik dengan Nilai Keterikatan Interaksi Manusia-Hewan Menggunakan Pet Attachment and Life Impact Scale Rosaef, Jemimma Pamelasari; Rahmiati, Dwi Utari; Sujatmiko, Budi
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (3) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.3.401

Abstract

Interaksi antara manusia dengan hewan telah terjadi selama puluhan ribu tahun yang lalu. Interaksi manusia dengan hewan memiliki berbagai efek yang positif terhadap manusia, terutama dalam aspek kognitif dan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran interaksi manusia dan hewan, hubungan, serta kuatnya hubungan prestasi akademik mahasiswa kedokteran hewan dengan nilai keterikatan interaksi manusia dan hewan menggunakan instrument Pet Attachment and Life Impact Scale (PALS). Subjek dalam penelitian merupakan mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan (PSKH) Universitas Padjadjaran yang memiliki hewan peliharaan dan tinggal bersama atau pernah tinggal bersama hewan peliharaan. Metode penelitian menggunakan teknik survei dengan instrument kuesioner PALS. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Berdasarkan penelitian didapatkan hasil bahwa terdapat Korelasi positif antara prestasi akademik mahasiswa PSKH Unpad dengan nilai keterikatan interaksi manusia dan hewan dengan kekuatan hubungan sebesar r = 0,26 dan p-value = < 0,001. Kuatnya hubungan tersebut menunjukkan bahwa adanya interaksi manusia dan hewan dapat berpengaruh terhadap peningkatan prestasi akademik mahasiswa PSKH Unpad.