cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 843 Documents
Efek Viroterapi Virus Newcastle Disease Terhadap Histopatologi Paru-Paru Tikus Penderita Fibrosarkoma Komang, Nadia Eprillia Sary Darma Ni; Adi, Anak Agung Ayu Mirah; Winaya, Ida Bagus Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (3) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.3.355

Abstract

Viroterapi adalah pemanfaatan virus onkolitik untuk pengobatan kanker. Virus Newcastle Disease (ND) merupakan salah satu virus onkolitik, yakni virus yang mampu bereplikasi dan membunuh sel tumor tanpa menimbulkan kerusakan pada sel sehat. Virus ini dikatakan mampu bereplikasi hingga 10.000 kali lebih cepat pada sel kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histopatologi (HP) paru-paru tikus penderita fibrosarkoma yang tidak diviroterapi dan tikus penderita fibrosarkoma yang diviroterapi dengan virus ND isolat Tabanan-1/ARP/2017. Penelitian ini menggunakan tiga perlakuan dengan tiga ulangan disetiap perlakuan. Perlakuan P0 (kontrol negatif) adalah tikus yang tidak menderita fibrosarkoma, P1 (non-viroterapi) adalah tikus penderita fibrosarkoma yang tidak diviroterapi, dan P2 (viroterapi) adalah virus penderita fibrosarkoma yang diviroterapi menggunakan virus ND dengan dosis 0,5 mL/29 HA Unit. Variabel gambaran HP paru-paru yang diamati untuk membandingkan antara ketiga perlakuan adalah hemoragi, kongesti dan edema. Data hasil pengamatan terhadap masing-masing variabel dilakukan skoring sesuai dengan tingkat keparahan lesinya, lalu dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa tidak ada lesi ditemukan pada paru-paru tikus P0. Gambaran histopatologi paru-paru pada P1 menunjukkan adanya lesi hemoragi, kongesti dan edema yang dominan, sedangkan pada P2 hanya lesi kongesti yang dominan tanpa adanya hemoragi. Hasil pengamatan menunjukkan, viroterapi menggunakan virus ND efektif untuk mengurangi lesi hemoragi namun kurang efektif untuk lesi kongesti. Secara keseluruhan, lesi pada kelompok viroterapi menggunakan virus ND lebih ringan jika dibandingkan dengan tikus yang tidak di viroterapi.
Daging Sapi Bali yang Diistirahatkan Berdasarkan Tingkat Keasamannya Berkualitas Lebih Baik Dari pada yang Tidak Diistirahatkan Sebelum Disembelih Sukardika, Ketut Elok; Agustina, Kadek Karang; Suada, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (4) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.4.599

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan menggunakan 38 sampel daging sapi bali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas daging sapi bali yang diistirahatkan dengan yang tidak diistirahatkan sebelum dipotong. Sampel daging diambil pada bagian gandik (M. biceps femoris), masing-masing sebanyak 100 g. Sampel daging diuji kualitasnya dengan uji subjektif (warna, bau, konsistensi, dan tekstur) dan objektif (pH, daya ikat air, dan kadar air). Hasil uji warna daging sapi bali yang diistirahatkan dan yang tidak diistirahatkan berturut-turut 8,2 dan 8,1, uji bau sama-sama memiliki skor 1, uji konsistensi memeliki skor 1,9 dan 2,0, uji tekstur memiliki skor 1,3 dan 1,2, uji pH masing-masing sebesar 5,8 dan 6,1, uji daya ikat air berturut-turut sebesar 77,29% dan 76,97%, dan uji kadar air sebesar 76,02% dan 76,63%. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Chi-Square, T test, dan Mann-Whitney. Dapat disimpulkan bahwa pengistirahatan ternak sebelum dipotong meningkatkan kualitas daging yang dihasilkan.
Laporan Kasus: Keberhasilan Memulihkan Demodekosis General pada Anjing Pomeranian Betina dalam Tempo Satu Bulan Hasanah, Putri Nur; Soma, I Gede; Erawan, I Gusti Made Krisna
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (3) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.3.504

Abstract

Anjing berumur ±3 tahun, ras Pomeranian berjenis kelamin betina dengan gejala klinis eritema pada bagian wajah, ekor, dan bagian kaki, multifokal alopesia, crusta, hiperkeratosis pada bagian wajah dan ekor, dan hiperpigmentasi pada seluruh bagian kulit sehingga kulit terlihat menghitam. Anjing tidak terlalu sering menggaruk dan tercium bau tengik. Pada pemeriksaan deep skin scraping, trichogram dan skin tape ditemukan tungau Demodex sp. Isolasi dan identifikasi jamur dilakukan dengan hasil negatif. Hasil pemeriksaan hematologi rutin menunjukkan anjing kasus mengalami anemia mikrositik hiperkromik dan neutrofilia. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan penunjang, anjing kasus didiagnosis menderita demodekosis general. Pengobatan dilakukan dengan pemberian amitraz, ivermectin, dipenhydramin HCl, fish oil, dan Vi-sorbits selama empat minggu. Pada minggu keempat setelah pengobatan menunjukkan adanya perbaikan dengan sudah tidak ditemukannya lesi pada kulit dan rambut tumbuh dengan baik sehingga rambut tampak sehat dan bertambah lebat.
Klasterisasi Berdasarkan Panjang dan Lingkar Karkas di Rumah Pemotongan Hewan Pesanggaran, Denpasar, Bali Mu'ayyanah, Siti; Sampurna, I Putu; Sukada, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (3) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.3.399

Abstract

Babi merupakan ternak yang banyak dikembangkan di Bali karena memiliki kemampuan konversi pakan yang baik sehingga bermanfaat dalam kehidupan sosial dan ekonomi peternak. Hasil pemotongan babi menghasilkan karkas yang dapat diukur panjang dan lingkarnya. Panjang dan lingkar karkas bervariasi karena dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengelompokkan babi berdasarkan panjang dan lingkar karkasnya, serta mengetahui pengaruh jenis kelamin dan asal babi. Penelitian diawali dengan pendataan babi yang dipotong, kemudian pengukuran panjang dan lingkar karkas secara langsung. Data yang dikumpulkan diolah dengan aplikasi SPSS versi 25 melalui analisis deskriptif distribusi frekuensi kuantitatif, dilanjutkan dengan analisis klaster hierarki, dan disajikan dalam bentuk tabel keanggotaan klaster serta grafik dendrogram. Jumlah karkas babi yang digunakan yaitu 220 ekor yang berasal dari Badung, Bangli, Denpasar, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung Denpasar, dan Tabanan. Hasil penelitian ini diperoleh rata-rata panjang karkasnya 92,736 ± 8,129 cm dan lingkar karkasnya 100,677 ± 7,275 cm. Sebaran babi dipotong terbanyak pada panjang karkas 90-100 cm sebanyak 97 ekor babi (44,09%) dan lingkar karkas 100-110 cm sebanyak 95 ekor babi (43,18%). Dapat disimpulkan bahwa hasil analisis klaster hierarki, variabel panjang dan lingkar karkas babi di PRH Pesanggaran mendapatkan lima klaster. Keangotaan klaster tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin dan asal babi.
Jarak Beranak Sapi Bali yang Dipelihara di Desa Galungan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali Kristyari, Ni Putu Gita; Trilaksana, I Gusti Ngurah Bagus; Laksmi, Desak Nyoman Dewi Indira
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (4) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.4.553

Abstract

Calving interval atau jarak beranak merupakan jarak antara kelahiran satu anak sapi dengan kelahiran anak sapi berikutnya. Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui lama calving interval sapi bali yang dipelihara di Desa Galungan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2020 sampai Februari 2021. Penelitian menggunakan sampel sebanyak 75 ekor sapi bali betina yang sudah melahirkan lebih dari satu kali. Penelitian ini merupakan penelitian observasional, dan data diperoleh dari hasil wawancara secara langsung berdasarkan pertanyaan terstruktur (kuisioner) kepada para peternak di Desa Galungan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan nilai yang cukup baik, dengan rata-rata calving interval pada sapi bali yang dipelihara di Desa Galungan, yaitu 12,64±1,48 bulan. Sistem kandang yang digunakan, yaitu kandang tunggal dengan tipe terbuka dan tertutup, serta menggunakan kawin alam. Jenis pakan yang diberikan berupa rumput gajah, rumput benggala, rumput setaria, daun gamal, dan batang pohon pisang. Rata-rata calving interval pada sapi bali yang dipelihara di Desa Galungan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, yaitu 12,64±1,48 bulan yang tergolong baik.
Laporan Kasus: Gestational Diabetes Mellitus pada Anjing Pug Betina Pascamelahirkan yang Ketiga Swandewi, Ni Kadek Meita; Soma, I Gede; Suartha, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (3) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.3.452

Abstract

Seekor anjing betina ras Pug berumur empat tahun dengan bobot badan 4,5 kg menunjukkan tanda klinis berupa poliuria, polidipsia, polipagia, dan penurunan bobot badan yang sangat signifikan dalam waktu tiga bulan setelah melahirkan. Pemeriksaan biokimia darah menunjukkan adanya peningkatan kadar glukosa dalam darah hingga 669 mg/dL dan pengujian dipstick urin menunjukkan adanya glukosa di dalam urin dengan hasil ? 2000 mg/dL. Anjing didiagnosis mengalami diabetes mellitus. Hewan kasus diberikan terapi berupa penggantian pakan menggunakan pakan khusus diabetik (Royal Canin Diabetic food ®) dan injeksi insulin glargine dengan dosis 0, 44 IU/kg BB dua kali sehari sebelum makan. Setelah dua minggu terapi, anjing kasus menunjukkan perkembangan yang baik yang ditunjukkan dengan menurunnya kadar glukosa darah menjadi 163 mg/dL dan menurunnya gejala klinis berupa poliuria, polidipsia, dan polipagia, walaupun bobot badan belum berhasil dipulihkan sepenuhnya.
Laporan Kasus: Menangani Penyakit Ginjal Kronis pada Anjing Peranakan Pomeranian Pradnyani, Gusti Ayu Putu Indira; Widiastuti, Sri Kayati; Erawan, I Gusti Made Krisna
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (3) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.3.517

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) is a progressive and irreversible disorder of kidney function. A Pomeranian Mix dog named Kitty, 10 years old, has a female sex examined at the Sunset Vet Bali Animal Clinic.The case dog has a history of heart problems and liver disorders. The case dog returns to the clinic suspected of having kidney problems. The case dog had polyuria, vomiting, anorexia, diarrhea and lethargy. The case dog also lost weight every month. On physical examination, the Body Condition Score (BCS) was 5/9, breath rate 60x / minute, heart rate 150x / minute (tachycardia), auscultation of a heart sound murmurs. Routine haematological examination showed the case dog had polycythemia and had erythrocyte morphological abnormalities, namely a low MCV value (microcytic). On serum biochemical examination, there was an increase in BUN, creatinine, phosphate, globulin levels and decreased levels of calcium and sodium. In the urine specific gravity examination, the results obtained were 1,015 and the SDMA test obtained result 15 ?g / dL. Therapy with diet, fluid therapy, maropitant, furosemide, ipakitine powder, enalapril and calcium gluconate. Evaluation on the 5th day of inpatient and treatment of case dogs showed a better condition, based on several clinical signs observed, namely the absence of vomiting, stable breathing patterns, the case dog began to be responsive and there was no diarrhea. On the 10th day, several parameters of blood biochemical serum including examination of BUN levels which decreased from the initial examination, while the levels of creatinine, phosphate and calcium were in the normal range.
Mempertahankan Motilitas dan Viabilitas Spermatozoa Babi dalam Pengencer Air Kelapa Kuning Telur Bebek dengan Pengimbuhan Sari Wortel Apriliana, Kadek Soma; Bebas, Wayan; Trilaksana, I Gusti Ngurah Bagus
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (3) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.3.409

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan pengencer semen babi yang murah, berkualitas, dan mudah dibuat dengan menggunakan air kelapa dan kuning telur yang ditambahkan sari wortel. Penelitian ini menggunakan satu ekor babi Landrace jantan dan penampungan semen dilakukan dengan metode massage. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap, terdiri dari dua perlakuan, yaitu perlakuan satu: semen babi diencerkan dengan pengencer air kelapa kuning telur bebek; dan perlakuan dua: semen babi diencerkan dengan air kelapa kuning telur bebek dengan penambahan sari wortel 1%. Semen yang telah diencerkan disimpan pada suhu 18-20ºC dengan lama penyimpanan masing-masing: 0 jam, 4 jam, 8 jam, 12 jam, 16 jam, 20 jam, 24 jam, 28 jam dan 32 jam. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali, sehingga jumlah sampel yang digunakan adalah 27 sampel untuk setiap perlakuan. Selama penyimpanan dilakukan pengamatan terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji sidik ragam, dan bila terdapat perbedaan yang bermakna maka dilanjutkan menggunakan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan lama simpan semen dalam pengencer air kelapa kuning telur bebek dengan penambahan sari wortel berpengaruh nyata terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa babi Landrace. Penambahan sari wortel mampu mempertahankan motilitas progresif selama 20 jam dengan persentase 41,39%, sedangkan viabilitas dipertahankan selama 28 jam dengan persentase 45,45%.
Histopatologi Hepar Ayam Broiler yang Diberikan Infusa Daun Dadap (Erythrina subumbrans) dan Mengalami Stres Pengangkutan Firdaus, Ihsanul; Suastika, Putu; Merdana, I Made; Sudimartini, Luh Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (4) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.4.564

Abstract

Stres pengangkutan pada ayam broiler yang akan mengakibatkan penurunan bobot badan dan mortalitas yang tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian infusa daun dadap (Erythrina subumbrans) dengan sediaan 10% sebagai antioksidan pada ayam broiler yang diberi stress pengangkutan pada suhu 33o-35oC selama 4 jam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 3x2x5 dengan tiga ulangan. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 30 ekor ayam broiler fase grower-finisher yang dibagi kedalam lima kelompok perlakuan. P0: kontrol negatif; P1: sebagai kontrol positif diberikan vitamin C 2 gram/L; P2 diberikan: infusa daun dadap 1000 ppm; P3 diberikan: infusa daun dadap 2000 ppm; dan P4 diberikan: infusa daun dadap 3000 ppm. Pada hari kedelapan setelah perlakuan stress pengangkutan dilakukan pengambilan organ hepar dibuat preparat dengan pewarnaan Hematoksilin Eosin. Data skoring histopatologi dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis, dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan rerata degenerasi melemak dan nekrosis hepar memiliki perbedaan nyata (P<0,05) pada masing-masing perlakuan. Perubahan histopatologi dengan kerusakan paling parah terjadi pada kelompok P0, sementara pada kelompok P1 dan P2 menunjukkan hasil yang sama, sedangkan kerusakan yang ringan terjadi pada kelompok P4. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pemberian infusa daun dadap 10% dapat mengurangi kerusakan hepar ayam broiler akibat stress pengangkutan.
Laporan Kasus: Penanganan Katarak pada Anjing Pomeranian dengan Pemberian Antioksidan Berkualitas Tinggi Areningrat, Putu Ayutia; Widyastuti, Sri Kayati; Anthara, Made Suma
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (3) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.3.465

Abstract

Katarak merupakan penyebab umum kebutaan pada anjing ras Pomeranian. Katarak adalah suatu kondisi pada mata yaitu cahaya tidak dapat menembus lensa mata atau hilangnya transparansi lensa mata (opacity). Hewan kasus adalah seekor anjing ras Pomeranian dengan jenis kelamin jantan, umur delapan tahun, berat badan 5,6 kg, warna rambut coklat kehitaman. Bola mata bagian kiri terutama bagian lensa anjing kasus berwarna putih terang. Adanya abnormalitas pada mata sebelah kiri pada anjing Pomeranian ini mulai terlihat pada empat bulan lalu. Hewan kasus belum pernah diberikan pengobatan apapun. Pengujian refleks palpaebrae di kedua mata anjing terlihat mata kiri masih menunjukkan refleks palpaebrae. Pada pengujian refleks pupil di kedua mata anjing, mata sebelah kiri tidak menunjukkan adanya refleks pupil terhadap cahaya. Pada pemeriksaan fluorescein terlihat tidak adanya warna yang terserap dikedua mata anjing yang menunjukkan bahwa tidak terdapat ulcer di kedua mata anjing kasus. Berdasarkan tanda klinis, hasil pemeriksaan menggunakan ophtalmoskop serta hasil pemeriksaan menggunakan tes fluorescein, anjing kasus didiagnosa katarak. Prognosa hewan kasus adalah dubius. Anjing kasus diberikan suplemen herbal yaitu eyevit® sebanyak dua tablet sehari yang setara dengan 160 mg ekstrak bilberry kering, ?-carotene 10 mg, Vitamin E 80 mg, lutein 500 mg, zeaxanthin 120 mcg, selenium 30 mcg dan zinc 10 mg. Suplemen dengan kandungan antioksidan tersebut dapat memperlambat perkembangan katarak.