cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
EMPATI
ISSN : 24068691     EISSN : 25810677     DOI : -
Core Subject : Social,
EMPATI - Jurnal Bimbingan dan Konseling merupakan jurnal ilmiah hasil penelitian di bidang Bimbingan dan Konseling, yang diterbitkan oleh Program Studi Bimbingan dan Konseling FIP Universitas PGRI Semarang. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun, dibulan April dan Oktober, untuk memasukkan artikel dapat dikirim melalui email empatibkupgris@gmail.com.
Arjuna Subject : -
Articles 212 Documents
Menghindari Keterlambatan Masuk Sekolah Melalui Bimbingan Kelompok Kepada Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 3 Pati Tahun pelajaran 2013/2014 Su biyanto
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 1 (2016): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v3i1 April.993

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana efektifitas Bimbingan Kelompok sebagai salah satu upaya mengatasi keterlambatan bagi siswa kelas XI IPA SMA Negeri 3 Pati Tahun Pelajaran 2013/2014.Untuk menjabarkan tujuan penelitian tersebut dibahas melalui kajian teori dan kajian lapangan, yaitu dengan mengadakan layanan bimbingan kelompok.Hasil yang diharapkan dengan diadakannya bimbingan kelompok yaitu agar keterlambatan masuk sekolah secara bertahap semakin berkurang dan akhirnya tidak ada yang terlambat. Penelitian dilakukan selama 3 (tiga) bulan yaitu dari bulan Januari 2014 sampai Maret 2014.Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling (PTBK) ini hanya memeriksa dan melaporkan masalah yang terkait dengan keterlambatan siswa, yaitu pada kelas XI.IPA Tahun Pelajaran 2013/2014.Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling (PTBK).Metode penelitian komperatif menggunakan analisis deskriptif. Hasil analisis deskriptif komparatif?é?á menunjukkan bahwa keterlambatan dari kondisi awal, siklus I, dan siklus II meningkat. Hal ini ditampilkan?é?á pada siwa yang terlambat pada kondisi awal yang rata-rata 3 kali terlambat sebelum bulan Januari 2014 sebanyak sepuluh (10) siswa. Setelah siklus I keterlambatan menurun menjadi siswa (5) siswa dan setelah siklus II keterlambatan menjadi 2 siswa.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwasannya bimbingan kelompok dapat meningkatkan kesadaran siswa mengatur waktu sebaik-baiknya sehingga keterlambatan menjadi sangat kecil. Saran yang peneliti berikan bagi guru-guru, menghadapi siswa terlambat perlu penangan khusus, bukan sekedar diberi sanksi. Karena kenyataannya sanksi tidak membuat siswa jera, akan tetapi diajak ikut mencari solusi pemecahan. Karena keterlambatan dilakukan oleh banyak siswa maka layanan bimbingan kelompok merupakan bentuk pelayanan yang paling tepat. ?é?á Kata Kunci: Terlambat masuk sekolah, Bimbingan kelompok
PENGEMBANGAN MODEL BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK PEMECAHAN MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMATANGAN KARIR SISWA PADA SMK NEGERI 11 SEMARANG alber tigor tigor
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 2 (2017): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v4i2.1576

Abstract

Hasil studi pendahuluan pada SMK Negeri 11 Semarang ditemukan sebanyak 7,61% siswa dengan tingkat kematangan karir rendah. Guru BK telah melakukan upaya meningkatkan kematangan karir salah satunya melalui layanan bimbingan kelompok, namun masih belum optimal. Sehingga perlu dikembangkan model bimbingan kelompok yang dapat membantu meningkatkan kematangan karir siswa, salah satu alternatif tersebut adalah melalui bimbingan kelompok dengan teknik pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk:      (1) memperoleh gambaran pelaksanaan bimbingan kelompok pada SMKN 11 Semarang, (2) mengetahui tingkat kematangan karir siswa kelas XI-PS,   (3) menemukan model yang efektif untuk membantu meningkatkan kematangan karir siswa, dan (4)  mengetahui keefektifan model bimbingan kelompok dengan teknik pemecahan masalah dalam meningkatkan kematangan karir siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development. Hasil uji lapangan diketahui bahwa model bimbingan kelompok dengan teknik pemecahan masalah terbukti efektif dalam meningkatkan kematangan karir siswa yaitu terjadi peningkatan  sebesar 14,97%. Kata kunci : Kematangan karir, model bimbingan kelompok, teknik pemecahan masalah
PENGARUH KONSELING KELOMPOK RASIONAL EMOTIVE TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI SISWA KELAS VIII MTs NEGERI SUBAH KABUPATEN BATANG TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Tri Meiningsih; Suhendri .
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2014): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v1i1/oktober.664

Abstract

Background of this study is the low confidence eighth grade students of MTs Negeri Subah. Goals to be achieved in this study was to determine the effect of group counseling on the self-confidence of rational emotive eighth grade students of MTs Negeri Subah 2013/2014 academic year.The problems revealed in this research is how rational emotive group counseling services affect the confidence of the students? Goals to be achieved in this research is to find out how enfluence rational emotive group counseling on self-confidence eighth grade students of MTs Negeri Subah 2013/2014 academic year. The study was conducted in MTs Subah. The study population of 200 students, which is experiencing problems because confidence is taken only 10 students in the low category pretest results, and then at the interview so that the samples are 10 students, while the sampling technique using purposive sampling. The research instrument is the confidence scale that has been tested for validity and reliability.The design of this study used a quasi-experimental type of experiment with one group pre-test post-test design. The collected data were analyzed using descriptive analysis, and statistical techniques Wilcoxon sign test with a significance level of 5% The results of the analysis obtained t (55)> t table (8) with a 5% significance level, the goal of these studies has been reached, namely that the results of this study have managed to find out how enfluence Rational Emotive Group Counseling Students Against confidence Class VIII MTs Subah 2013/2014 academic year ".Keywords: Rational Emotive Group Counseling, Self-Confiden
KETERBUKAAN DIRI SISWA (Self Disclosure) Eka Sari Setianingsih
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 2 (2015): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v2i2/ Oktober.2276

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  memperoleh  profil  tingkat  keterbukaan diri siswa SMA. Pengungkapan diri atau keterbukaan diri (self disclosure) adalah jenis komunikasi dimana individu mengungkapkan informasi tentang diri sendiri yang  biasanya  disembunyikan.  Pengungkapan  diri  mengacu  pada  pengungkapan informasi  secara  sadar,  pengungkapan  informasi  tentang  diri  sendiri,  tentang perasaan, pikiran dan perilaku seseorang yang sebelumnya tidak diketahui  orang lain.    Tidak    semua    orang    memiliki    kemampuan    untuk    mengungkapkan permasalahannya   atau   yang   sering   disebut   dengan   pengungkapan   diri   (self disclosure). Dampak yang muncul dari seseorang yang tertutup (introvert) adalah tidak  bisa  atau  sulit  untuk  memecahkan  permasalahan  yang  sedang  dihadapi karena tidak mampu untuk bercerita dan meminta pendapat dari orang lain yang berakibat  pada  pengambilan  jalan  keluar  yang  cenderung  negatif  nampak  pada perilaku siswa bertindak tidak sesuai dengan norma dalam mengambil keputusan seperti  mengakhiri  hidupnya  dengan  cara  bunuh  diri  dan  melakukan  hal-hal negatif  lain  seperti  mabuk,  memakai  obat-obatan  terlarang.  Hasil  penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterbukaan diri siswa berada pada kategori rendah dengan prosentase sebesar 74%. Rekomendasi  yang diberikan bagi penelitian di bidang   bimbingan   dan   konseling   adalah   memberikan   intervensi   un   tuk meningkatkan keterbukaan diri siswa. Kata kunci: keterbukaan diri (self disclosure)
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF MANAGEMENT TERHADAP KONTROL DIRI SISWA DALAM PENGGUNAAN HANDPHONE KELAS XI SMA MARDISISWA Sys Maf’qhul Umi; Siti Fitriana; Suhendri Suhendri
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 1 (2018): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v5i1.2932

Abstract

Penelitian dilatar belakangi oleh siswa yang ketergantungan dengan handphone. Handphone sebagai media untuk menukar jawaban dan mencari jawaban melalui internet pada saat ujian berlangsung.Permasalahan yang dikaji dalam penelitian adalah apakah bimbingan kelompok dengan teknik self management berpengaruh untuk meningkatkan kontrol diri dalam penggunaan handphone siswa kelas XI SMA Mardisiswa?.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dalam bentuk True Eksperimental Design dengan desain Pre-test Post-test Control Group Design. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMA Mardisiswa. Sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster random sampling. Teknik analisis data yang digunakan yakni analisis presentase dengan Uji t (t-test).Hasil analisis skala kontrol diri dalam penggunaan handphone pada kelompok eksperimen dengan menggunakan uji-t hasil post-test menunjukan rata-rata kelompok eksperimen sebesar 70,2 dan kelompok kontrol 49. Sehingga terjadi peningkatan rata-rata pada kelompok eksperimen sebesar 21,2. Pada penghitungan uji-t diperoleh hasil thitung  (7,46) > ttabel  (2,048), maka hipotesis kerja (Ha) diterima dan hipotesis nihil (Ho) ditolak. Disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik self management berpengaruh terhadap kontrol diri siswa dalam penggunaan handphone kelas XI SMA Mardisiswa.Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat peneliti sampaikan yaitu: hendaknya guru pembimbing memberikan layanan yang berkelanjutan terhadap kontrol diri siswa dalam penggunaan handphone. Kata kunci         : Bimbingan Kelompok, Teknik Self Management, Kontrol Diri Siswa dalam Penggunaan Handphone
UPAYA MENINGKATKAN SELF CONCEPT SISWA DALAM LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK MELALUI TEHNIK HOMEROOM PADA SISWA KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI 1 AMBARAWA, KABUPATEN SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Kartilah Kartilah
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 1 (2018): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v5i1.2927

Abstract

Tujuan  penelitian ini adalah untuk meningkatkan Self Concept dalam  Layanan Bimbingan Kelompok Melalui Tehnik Homeroom pada Siswa Kelas XI IPS 1  SMA Negeri 1 Ambarawa Tahun Pelajaran 2017/2018.Waktu penelitian dilaksanakan pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2017/2018 selama 5 (lima) bulan antara bulan Agustus sampai Desember 2017 dengan mengambil tempat  di SMA  Negeri 1 Ambarawa, Kabupaten Semarang. Subyek  penelitiannya  adalah siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Ambarawa, Kabupaten Semarang  Sejumlah 29 siswa, Sebagai sample ada 10 siswa.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK). Tindakan diambil sebanyak 3 kali dalam 3 siklus. Tindakan pada Siklus I, II dan Siklus III menerapkan Layanan Bimbingan Kelompok melalui Tehnik Homeroom, masing-masing Siklus terdiri dari atas 4 tahapan, yaitu: perencanaan tindakan (planning), pelaksanaan tindakan (action), pengamatan tindakan (observation) dan refleksi tindakan (evaluation).Data awal tentang Self Concept didapat dari hasil pengamatan  selama  kegiatan  layanan Bimbingan kelompok ,  dan  dari hasil analisa Psikologis berupa Skala  Self Concept siswa, juga diberikan kepada siswa  setelah dilakukan  tindakan berupa layanan Bimbingan Kelompok melalui Tehnik Honeroom untuk mengetahui tingkat perkembangan peningkatan  Self Concept  pada diri siswa.Analisa data terhadap penelitian ini adalah Diskriptif Komparatif, membandingkan Self Concept   siswa  antara kondisi awal dengan siklus I, membandingkan  Self Concept Siswa antara siklus I dengan siklus II. Dan Self Concept Siswa dan III,  Self Concept   kondisi awal didapat dari pengamatan  perilaku saat kegiatan layanan Bimbingan Kelompok  berlangsung ,  Pada siklus I diadakan Layanan Bimbingan Kelompok  melalui Tehnik Homeroom untuk mengungkap permasalahan yang dialami siswa dan membahas solusi secara bersama-sama. Pada siklus II data proses diperoleh dari perubahan hasil refleksi siklus I . Pada siklus III  data diperoleh dari perubahan hasil refleksi siklus II.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan Self Concept  Siswa   sangat berarti dengan melaksanakan layanan Bimbingan Kelompok  Melalui Tehnik Homeroom  kepada siswa kelas XI IPS 1    SMA Negeri 1 Ambarawa, Kabupaten Semarang Tahun Pelajaran 2017/2018 Kata Kunci : Self Concept,  layanan Bimbingan Kelompok,  Homeroom
FAKTOR PENDUKUNG KESUKSESAN AKADEMIK MAHASISWA UNIT KEGIATAN KORPS SUKARELAWAN PALANG MERAH INDONESIA UNIT UNIVERSITAS PGRI SEMARANG Ayda Tatsa Asyari; Heri Saptadi Ismanto; Desi Maulia
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 1 (2018): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v5i1.2933

Abstract

Berbicara mengenai mahasiswa tidak terlepas tentang sebuah organisasi mahasiswa atau yang sering disebut dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang dimana dalam tiap perguruan tinggi atau universitas terdapat sebuah unit kegiatan mahasiswa. Terutama pada mahasiswa Korps Sukarelawan (KSR) Palang Merah Indonesia yang memiliki berbagai aktivitas serta agenda dalam kesehariannya. Walaupun demikian mahasiswa yang sekaligus menjadi relawan atau KSR mempu mengahsilkan sebuah kesuksesan dalam prestasi akademik. Hal tersebut tentunya di latarbelakangi oleh berbagai faktor pendukukng dalam kesuksesan akademiknyaSecara umum kesuksesan akademik dapat diartikan bahwa adanya sebuah keberhasilan atau ketercapaian tujuan dalam proses pendidikan. Kesuksesan akademik ini tak terlepas dari adanya sebuah dukungan dari orangtua, dan faktor lainnya, baik itu faktor internal dan faktor ekstrenal.Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap faktor pendukung kesuksesan akademik mahasiswa korps sukarelawan disimpulkan bahwa ada beberapa faktor yang menjadi pendukung bagi mahasiswa korp sukarelawan diantaranya yaitu adanya faktor internal dan eksternal. Faktor internal diantaranya yaitu sikap, intelegensi tinggi, kemampuan manajeman waktu dan cara belajar. Sedangkan faktor eksternal yaitu dukungan orangtua, lingkungan sosial dan teknologi atau budaya. Kata kunci         : Korps Sukarela, Kesuksesan Akademik, Faktor Sukses   Akademik
STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN KEPEDULIAN PESERTA DIDIK TERHADAP KORBAN BULLYING SISWA Ujang Khiyarusoleh; Nur Indriawati
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 1 (2018): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v5i1.2928

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana Strategi Guru Meningkatkan Kepedulian Peserta Didik Terhadap Korban Bullying siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber penelitian ini adalah guru kelas di SD Kalierang Kecamatan Bumiayu. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi guru meningkatkan kepedulian peserta didik terhadap korban bullying adalah sebagai berikut: memotivasi, menasehati, bimbingan secara kelompok dan individu, melakukan tindakan pengawasan, memberi peringatan dan hukuman , menjadi tokoh teladan atau panutan, kerjasama dengan orangtua, kerja kelompok, memberikan penghargaan, memasang slogan dan tata tertib dikelas. Kata Kunci       :  Strategi Guru, Kepedulian, Peserta didik
ANALISIS DISKRIPTIF KEMAMPUAN REGULASI DIRI PADA ATLET PENCAK SILAT SMP IT INSAN CENDEKIA KOTA SEMARANG M.Imam Subhan; Siti Fitriana; M.A Primaningrum Dian M
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 1 (2018): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v5i1.2934

Abstract

Penelitian ini Bertujuan untuk menganalisis kemampuan regulasi diri atlet pencak silat  SMP IT Insan Cendekia Kota Semarang.Penelitian ini dilakukan dengan cara memaparkan fakta-fakta atau data-data yang diperoleh dari sumber data. Data-data tersebut bersifat kualitatif karena tidak berupa angka, tetapi berupa kalimat-kalimat atau pernyataan-pernyataan yang berasal dari hasil observasi dan wawancara. Data-data tersebut selanjutnya dianalisis atau diuraikan untuk menemukan permasalahan yang menghambat atlet untuk berkembang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya beberapa aspek yang melatarbelakangi kemampuan regulasi diri atlet yaitu standar dan tujuan yang ditentukan sendiri, pengaturan emosi, intruksi diri, pengaturan diri, evaluasi diri, kontingensi yang ditetapkan sendiri. yang mempengaruhi keberhasilan konseling  pada regulasi diri atlet pencak silat. Hasil itu terbukti dari analisis observasi dan wawancara yang dilakukan pada dua atlet pencak silat SMP IT Insan Cendekia semarang dengan jawaban yang meliputi bahwa ada beberapa aspek yang mempengaruhi regulasi diri atlet. Semua itu menunjukan adanya aspek-aspekyang mempengaruhinya. Kata kunci         : Analisis, Deskriptif, Regulasi diri Atlet
PENERIMAAN DAN SIKAP GURU TERHADAP KEBERADAAN ABK DI SEKOLAH Eka Sari Setianingsih
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 1 (2018): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v5i1.2929

Abstract

Guru sebagai tenaga pengajar yang memberikan informasi kepada peserta didik. Berbicara mengenai profesi sudah barangtentu memiliki permasalahan yang cukup kompleks. Masalah demi masalah bermunculan menyangkut profesi guru. Disaat peserta didik melakukan kesalahan atau pelanggaran disiplin atau biasa disebut dengan kenakalan peserta didik di sekolah menuntut seorang guru memiliki profesionalitas dalam mengajar. Seorang guru semestinya mampu memberikan pelayanan terbaik bagi peserta didik dengan segala permasalahan yang dimiliki seyogyanya mampu memberikan rasa aman, nyaman dan membimbing peserta didik dengan penuh kasih sayang tanpa ada diskriminasi dalam bentuk apapun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi pendidikan inklusi. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat guru yang memperlakukan anak berkebutuhan khusus secara diskriminasi yaitu guru masih membeda-bedakan latar belakang peserta didik ketika pembelajaran. Saran yang dapat diberikan adalah guru perlu memupuk dan membangun kemampuan umum di sekolah meskipun bukan berlatarbelakang bimbingan dan konseling, yaitu guru pendidikan khusus yang akan mengarah kepada guru yang inklusi. Kata Kunci       :  Guru, Pendidikan Inklusi, ABK

Page 7 of 22 | Total Record : 212