cover
Contact Name
DWI PRASETIYAWATI DIYAH HARIYANTI
Contact Email
duik_pdh@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
paudiapgpaud@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PAUDIA: JURNAL PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
ISSN : 20891431     EISSN : 25984047     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
PAUDIA is scientific journal about early childhood education; it hereby states that the publication of the articles is true research outcomes and it is scientifically. PAUDIA is a scientific journal about early childhood education. It belongs to PG PAUD Program of Science Education Faculty in Semarang PGRI University. It publishes twice a year; it is on July and October. This journal is research outcomes which are talking about early childhood educatio
Arjuna Subject : -
Articles 300 Documents
PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN KEMAMPUAN BERHITUNG MELALUI MEDIA PUZZLE PADA ANAK Fajar Cahyadi; Mega Insyani Hernita
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v5i1.1177

Abstract

Masih rendahnya keaktifan dan kemampuan berhitung merupakan permasalahan dalam pembelajaran yang harus dipecahkan. Siswa kelas II pada dasarnya aktif tetapi bukan aktif dalam pembelajaran. Siswa cenderung bermain, karena memang karakteristik siswa kelas II masih sama dengan karakteristik anak PAUD. Ditambah lagi dengan anggapan bahwa berhitung atau matematika itu sulit menyebabkan kurang termotivasinya siswa dalam belajar matematika sehingga hasil belajar siswa menjadi rendah. Masalah dalam penelitian ini adalah masih rendahnya keaktifan dan kemampuan berhitung siswa dalam mata pelajaran matematika. Maka perlu alternatif media yang mengajak siswa untuk bermain sambil belajar. Media yang digunakan dalam penelitian ini adalah media puzzle dan model NHT Penelitian ini dilaksanakan pada semester II selama 1 bulan pada bulan April 2016 bertempat di SDN 02 Ngampelkulon Kendal. Subyek penelitian adalah siswa kelas II yang berjumlah 23 orang yang terdiri atas 14 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Prosedur penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu 1) membuat perencanaan, 2) melakukan tindakan, 3) mengadakan pengamatan terhadap tindakan, 4) merefleksi hasil pengamatan tindakan, setiap siklus dilaksanakan 3 kali pertemuan. Data yang telah dikumpulkan dalam penelitian tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian pada siklus I keaktifan belajar siswa 67,50% dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 83, 48%. Hasil belajar siswa pada siklus I adalah 75, 65 dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 88,04. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media puzzle dengan model NHT dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa kelas II SDN 02 Ngampelkulon Kendal.
UPAYA MENINGKATKAN PERCAYA DIRI ANAK MELALUI PENERAPAN METODE BERCERITA PADA KELOMPOK B TK PERTIWI 27 GAJAHMUNGKUR KOTA SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Tri Sunarsih; Kristanto Kristanto
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 2 (2013): PAUDIA Vol 2 No 2 Oktober 2013
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v2i2.1637

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran, utamanya begi peserta didik di tingkat Taman Kanak-kanak. Kurangnya rasa percaya diri dalam pembelajaran akan menimbulkan perasaan minder dan apatis yang berimplikasi pada penerimaan materi pembelajaran yang tidak efektif dan efisien.Permasalahan yang diungkap dalam penelitian ini adalah bagaimana menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik. Tujuan yang hendak dicapai adalah untuk meningkatkan rasa percaya diri peserta didik kelompok B TK Pertiwi 27 Gajahmungkur Semarang tahun pelajaran 2013/2014.Jenis penelitian ini adalah Classroom Action Research (Penelitian Tindakan Kelas), yang mengambil populasi pada kelas B TK Pertiwi 27 Gajahmungkur Semarang tahun pelajaran 2013/2014.Berdasar hasil analisis data, peserta didik kelas B TK Pertiwi 27 Gajahmungkur Semarang semester satu tahun pelajaran 2013/2014 mengalami kesulitan untuk menemukan rasa percaya diri secara utuh. Hal ini terjadi karena peserta didik mengalami hambatan dalam proses bersosialisasi, baik secara internal maupun secara eksternal. Salah satu faktor penyebabnya adalah metode pembelajaran yang diberikan oleh guru kurang bisa menarik perhatian dan menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik.Atas kenyataan tersebut, guru pada siklus I memberikan perlakuan melalui metode bercerita dengan media gambar, yang memberikan motivasi percaya diri pada peserta didik. Hasil penelitian siklus I didapatkan kondisi 90% peserta didik mengalami perubahan signifikan. Hal ini kemudian ditindaklanjuti dengan pelaksanaan siklus II, dimana perlakuan guru dengan metode bercerita ditingkatkan dengan melakukan bercerita mempergunakan alat bantu berupa boneka tangan. Hasil akhir menunjukkan bahwa seluruh peserta didik bisa mendapatkan percaya diri dengan baik. Hal ini ditandai dengan adanya keberanian peserta didik untuk berkomunikasi dengan guru, mampu bertanya dan mereview cerita yang disampaikan oleh guru dengan bercerita menurut bahasa peserta didik. Oleh karena itu disimpulkan bahwa dengan pendekatan metode bercerita dapat meningkatkan rasa percaya diri peserta didik kelas B TK Pertiwi 27 Gajahmungkur Semarang tahun pelajaran 2013/2014.Saran yang dapat peneliti sampaikan, hendaknya guru pembimbing mampu memberikan materi layanan yang bermuara pada peningkatan rasa percaya diri peserta didik, sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai dengan optimal sesuai target pembelajaran. Kata Kunci : Percaya Diri dan Metode Bercerita 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK PADA KELOMPOK B TK KUNCUP HARAPAN KABUPATEN DEMAK TAHUN AJARAN 2013/ 2014 Linda Aryani; Purwadi .
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v3i1.1680

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi adanya suatu permasalahan yang berhubungan dengan perkembangan sosial peserta didik yaitu kurang adanya rasa kebersamaan, saling memiliki, saling menyayangi antar teman, bersikap acuh tak acuh serta memudarnya rasa gotong royong diantara siswa satu dengan lainnya dikarenakan proses perubahan zaman yaitu era globalisasi yang mengkibatkan anak lebih mementingkan diri sendiri dan cenderung tidak peduli dengan lingkungan sekitar. Permasalahan yang diungkap dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan model pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan perkembangan sosial anak pada kelompok B TK Kuncup Harapan Kabupaten Demak? Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan yang terjadi pada perkembangan sosial melalui penerapan model pembelajaran kooperatif pada kelompok B TK Kuncup Harapan Kabupaten Demak Tahun ajaran 2013/ 2014.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelompok B TK Kuncup Harapan Kabupaten Demak, semester I Tahun ajaran 2013/ 2014 yang berjumlah 20 anak dengan komposisi laki-laki sejumlah 13 anak dan perempuan sejumlah 7 anak. Berdasarkan hasil analisis data penelitian setelah mendapatkan perlakuan menggunakan model pembelajaran kooperatif, menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan dari perkembangan sosial anak pada kelompok B TK Kuncup Harapan Kabupaten Demak Tahun ajaran 2013/ 2014. Skor peningkatan   perkembangan sosial anak pada kelompok B TK Kuncup Harapan Kabupaten Demak Tahun ajaran 2013/ 2014, kondisi awal diperoleh jumlah skor sebesar 242 poin (50,42%) kemudian pada siklus I jumlah skor meningkat sebesar 89 poin (18,26%) menjadi 331 poin (68,68%), dan akhirnya pada siklus II jumlah skor meningkat sebesar 96 poin (20,15%) menjadi 427 poin (88,83%). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif terbukti dapat meningkatkan perkembangan sosial anak pada kelompok B TK Kuncup Harapan Kabupaten Demak Tahun ajaran 2013/ 2014. Kata kunci: Perkembangan Sosial, Pembelajaran Kooperatif
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KERJASAMA MELALUI PERMAINAN PIPA BOCOR PADA KELOMPOK B RA DARUS SA’ADAH KUDUS TAHUN AJARAN 2016/2017 Putri Maryana Devi; Ratna Wahyu Pusari
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v6i1.1867

Abstract

Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah rendahnya kemampuan kerjasama pada anak kelompok B. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya dalam kegiatan yang berkaitan pengoptimalan kemampuan kerjasama.Permasalah dalam penelitian ini adalah 1) Anak belum dapat melakukan kegiatan bersama dengan teman sebaya dalam kelompok bermain untuk mencapai tujuan bersama, 2) Kurangnya koordinasi yang baik dalam kelompok saat bermain untuk mencapai tujuan yang sama, sehingga kemampuan kerjasama kelompok masih kurang, 3) Kurangnya interaksi anak dalam kerjasama kelompok bermain, 4) Anak masih belum memperlihatkan ketertarikan melakukan permainan diluar kelas, 5) Kurang bervariasinya permainan yang dapat meningkatkan kemampuan kerjasama anak, 6) Kurangnya penggunaan permainan pada proses pembelajaran sehingga terkesan monoton.            Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Populasi penelitian  adalah seluruh siswa kelompok B RA Darus Sa’adah Kudus tahun pelajaran 2016/2017. Sampel penelitian yang diambil adalah 8 siswa yang terdiri 5 anak laki-laki dan 3 anak perempuan. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui dokumentasi dan observasi.Hasil analisis yang diperoleh dari awal penelitian ada 1 (12,5%) anak dengan kategori baik,kemudian peneliti memberikan siklus I kepada anak untuk meningkatkan kemampuan kerjasama. Siklus I mengalami peningkatan mencapai 37,5% (3 anak) dari 8 anak dengan kategori baik, karena belum berhasil maka diberikanlah siklus II. Siklus kedua ini memberikan kenaikan sebesar 87,5% (7 anak) dengan kategori baik dan dapat dikatakan penelitian ini berhasil sehingga tidak perlu melanjutkan siklus III.Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat disampaikan adalah supaya permainan pipa bocordapat digunakan sebagai salah satu alternatif guru untuk meningkatkan kemampuan kerjasama anak dalam mengajar.Kata kunci: kemampuan kerjasama, permainan pipa bocorBackground of study of this research is the students ability of cooperation of the children of grade B is low. That is caused of  less of the activity that increase the students ability of cooperation.The statements of the problem are: (1) the children can not do the activity with their friends in the group; (2) the children less of good coordination with their group when they play, so that ability of cooperation of the children is low; (3) the children less of interaction with their friends in their group; (4) the children can not still attract their like  do the game outside of the class; (5) less of variety of game which can improve the children ability; (6) the use of game in the learning process is low so that the lesson too monoton.This study belongs to a quasi research. The population of the research was B Group of RA Darus Sa’adah Kudus in the academic Year 2016/ 2017. Sample of the research was 8 students which 5 boys and 3 girls. The researcher collected  the data from documentation and observation.The result of analysis can be obtained from the first research, there was a students got a good category (12,55%), then researcher gave cyclus I to the student for improving ability cooperation. Cyclus I increased into 37,5% ( 3 students) from 8 students with a good category, because cyclus I can not run well, researcher gave the cyclus II.  Cyclus II increase 87,5% ( 7students) which got a good category and this research was succesfull so that the researcher can’t continue to cyclus III.Based on the result of the research, the writer also would like to offer the suggestion. For the students, the lecturers, the teachers, and the other researchers, the writer suggests that they should use “Pipa Bocor” Game as alternative game for the teacher to improve the students ability cooperation.Keywords: ability of cooperation, pipa bocor games
UPAYA MENINGKATKAN KECERDASAN INTERPERSONAL MELALUI METODE COOPERATIVE PLAY PADA KELOMPOK B DI DAQU SCHOOL INTERNATIONAL PRESCHOOL SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Yessanty Arie Ervani; Ellya Rakhmawati
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 2 Oktober (2014)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v3i2 Oktober.517

Abstract

Penelitian ini berupa Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan interpersonal pada kelompok B, Semester I Tahun Pelajaran 2014/2015 dengan jumlah 12 anak. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus terdapat empat pertemuan dimana masing-masing siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, hasil pengamatan dan refleksi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif pada tiap siklus. Pengumpulan data menggunakan teknik obeservasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tercapainya indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas dan adanya peningkatan kecerdasan interpersonal anak. Kondisi awal kecerdasan interpersonal anak berdasarkan penilaian dengan lembar penilaian diperoleh data hanya 31,7%, kemudian meningkat menjadi 51,67% pada siklus I dan akhirnya meningkat menjadi 81,67% pada siklus II, faktor penyebab terjadinya peningkatan ini adalah kerena kegiatan menggunakan metode cooperative play dapat menarik minat anak karena anak merasa menjadi lebih bersemangat untuk bekerja sama dalam bermain, anak sudah dapat mematuhi aturan permainan dan anak dapat melakukan hubungan sosial dengan baik kepada teman sebaya. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa melalui metode cooperative play dapat meningkatkan kecerdasan interpersonal pada kelompok B di DaQu School International Preschool Semarang Tahun Pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : Cooperative Play, Kecerdasan Interpersonal
Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar (Kaki) Anak Melalui Permainan Lari Pindah Ikan Pada Tk A Kb-Tk Madinatul Ilmi Al-Amien Tlogosari Semarang Tahun Ajaran 2015/2016 Shofwah Shofwah; Kristanto Kristanto
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v5i1.1172

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk menstimulasi gerak lokomotor dan kefokusan anak serta kemampuan motorik kasar (Kaki) anak melalui permainan lari pindah ikan pada peserta didik kelas TK A KB-TK Madinatul Ilmi Al-Amien Semarang Tahun Ajaran 2015/2016. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus masing-masing setiap siklus tiga kali pertemuan yang terdiri atas kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Disimpulkan bahwa “Kegiatan permainan lari pindah ikan dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar (Kaki) pada anak TK A KB-TK Madinatul Ilmi Al-Amien Semarang Tahun Pelajaran 2015/2016”. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan melalui permainan lari memindahkan ikan telah mencapai indikator keberhasilan ditandai dari peningkatan nilai pada kondisi awal hanya 1 anak dengan persentase 7 % mendapat nilai Baik. Pada siklus I dengan indikator berlari dengan cepat yaitu dari 3 anak dengan persentase 21% mendapat nilai baik. Pada siklus II, dengan indikator yang sama hasilnya mencapai indikator keberhasilan dan dalam kategori baik yaitu dari 9 anak dengan persentase 64% yang mendapat nilai baik. Dari hasil data tersebut maka indikator kinerja pada penelitian ini dapat dikatan berhasil pada siklus II sehingga tidak perlu dilaksanakan siklus III. Saran yang hendak peneliti sampaikan supaya pendidik dapat menggunakan sebagaian tunjangan profesinya untuk pengembangan diri, dengan membeli buku-buku serta mengikuti penataran, pelatihan, dan seminar seminar tentang kependidikan dan memberikan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif agar anak lebih bersemangat dalam mengikuti kegiatan belajar.
IMPLEMENTASI SUPERVISI KLINIS MENUJU PROFESIONALITAS GURU Maryadi Maryadi
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v5i2.1188

Abstract

Dalam pembelajaran seorang guru tidak hanya menggunakan satu metode saja, sebab secara kenyataan mesti menggunakan berbagai metode agar siswa mudah menerima materi yang disampaikannya yang akhirnya siswa dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Lebih-lebih seorang guru matematika, konon mata pelajaran matematika dipredikati mata pelajaran yang ditakuti sebagai momok bagi siswa. Oleh karena itu guru dituntut selalu meningkatkan keterampilan mengajar, dan meningkatkan kompetensinya baik melalui studi lanjut, work shop, seminar, maupun belajar dari pengalaman.
UPAYA MENINGKATKAN PENGENALAN BENTUK GEOMETRI DENGAN METODE DEMONSTRASI KELOMPOK A PAUD BINA CERIA SEMARANG Istiqomah .; Agung Prasetyo
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 1 (2015): volume.4 No. 1 Juli (2015)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v4i1.1660

Abstract

Latar belakang yang mendorong penelitin ini adalah pentingnya mengoptimalkan pengenalan geometri anak sejak usia dini. ditemukan bahwa dalam kemampuan anak mengenal bentuk geometri masih di kategorikan sangat rendah ,hal ini terlihat masih banyak anak yang belum bisa menyebutkan bentuk –bentuk geometri.Permasalahan yang diungkap dalam penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan pengenalan geometri anak dengan Metode Demonstrasi ?. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengenalan geometri dengan  metode demonstrasi Kelompok A di PAUD Bina Ceria  Banyumanik Semarang Tahun Ajaran 2015/2016.  Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah anak didik PAUD  Bina Ceria Banyumanik Semarang Tahun Ajaran 2015/2016 pada usia 3-4. Penelitian dilakukan melalui dua siklus, dengan setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.  Berdasarkan data kondisi awal Peningkatan tersebut diatas dapat dilihat melalui peningkatan skor pengenalan bentuk geometri dari kondisi awal,akhir siklus I dan Akhir siklus II. Kondisi awal sebelum tindakkan menunjukkan pengenalan geometri anak usia 3-4 tahun PAUD Bina Ceria Banyumanik Semarang pengamatan kondisi awal sebesar 20%  kemudian pada siklus I Meningkat  menjadi 50% dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 80% yang mengalami hasil indikator kinerja  indikator. Maka, dilakukan penelitian di PAUD Bina Ceria  Banyumanik Semarang Tahun Ajaran 2015/2016. Saran yang dapat peneliti sampaikan hendaknya dalam proses pengenalan geometri, guru harus menciptakan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Salah satunya dengan metode demonstrasi, sehingga tujuan untuk meningkatkan pengenalan geometri dapat tercapai. 
PENGARUH PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI DALAM PERMAINAN BOWLING TERHADAP KEMAMPUAN KONSEP BILANGAN ANAK KELOMPOK A DI TK PGRI 63 SEMARANG Heni Irmawati; Dwi Prasetiyawati
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v6i1.1862

Abstract

Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak TK PGRI 63 Semarang. Sampel dalam penelitian ini adalah anak kelas A1 jumlah 20 anak sebagai kelas eksperimen dan kelas A2  jumlah 20 anak sebagai kelas kontrol dengan menggunakan teknik non-probability sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang sama bagi setiap unsur/ anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel ,dengan jenis sampling purposive yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-exprerimental design dengan jenis one group pretest-posttest design. Hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan metode demonstrasi dalam permainan bowling terhadap kemampuan konsep bilangan anak kelompok A di TK PGRI 63 Semarang. Hal tersebut dapat diketahui dari perolehan t hitung > t tabel yakni 11,37> 1,729 dan meningkatnya rata- rata konsep bilangan  anak, sebelum treatment 42,6 menjadi 77,8 sesudah treatment. Kata Kunci : Kemampuan Konsep Bilangan Anak, Metode Demonstrasi dan Permainan Bowling.Abstract This type of research is quantitative. The  population of this study is all children TK PGRI 63 Semarang. The sample in this research is the children of class A1 total of 20 children as experimental class and class A2 amount 20 children as control class by using technique of non-probability sampling that is sampling technique which do not give equal opportunity for every element / member of population to be chosen to be sample, With purposive sampling type that is sample determination technique with certain consideration. The research design used is pre-exprerimental design with one group pretest-posttest design. The results of data analysis can be concluded that there is influence of the use of demonstration method in bowling game to the ability of group A group of concept in TK  PGRI 63 Semarang. It can be known from the acquisition of t arithmetic> t table ie 11.37> 1.729 and increasing the average concept of the number of children, before treatment 42.6 to 77.8 after treatment.Keywords: Ability of Child Numbers Concept, Demonstration Method and Bowling Game.
INTERAKSI SOSIAL ANAK DALAM PERMAINAN CUBLAK-CUBLA SUWENG PADA USIA 2-4 TAHUN DI TPA PENA PRIMA TAHUN 2017 Umi Saroh; M. Kristanto; Ismatul Khasanah
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v6i2.2107

Abstract

ABSTRAKLatar belakang yang mendukung perkembangan sosial meliputi dua aspek penting yaitu kompetensi sosial dan tanggung jawab sosial. Kompetensi sosial menggambarkan kemampuan anak untuk beradaptasi dengan lingkungan sosialnya secara efektif. Interaksi sosial anak dapat dilihat dalam semua kegiatan bermain cublak-cublak Suweng yang dilakukan oleh anak-anak dan pendidik. Maka dari itu, dalam penelitian ini peneliti ingin menggali dan mendiskripsikan interaksi sosial anak saat anak bermain Cublak-cublak Suweng. Fokus dalam penelitian ini adalah bagaimana interaksi sosial anak ketika bermain cublak-cublak suweng,dengan tujuan mendiskripsikan cara anak membangun Interaksi sosial dengan temannya ketika bermaian cublak-cublak suweng dengan temannya saat bermain. Peneliti ini menggunakan penelitian kualitatif, metode penelitian kualitatif ini sering disebut  metode penelitian naturalistic karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting) disebut juga sebagai metode etnografi karena pada awalnya, metode ini lebih banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya, dan disebut sebagai metode kualitatif karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan interaksi sosial pada masing-masing anak dalam melakukan kegiatan permainan cubak-cublak Suweng Perubahan tersebut terlihat ketika anak berinteraksi dengan teman dan pendidik, anak menjadi tertarik dan antusias mengikuti kegiatan permainan. Bagi sekolah menyediakan fasilitas yang mendukung untuk melakukakn permainan tradisional.                                                                     ABSTRACT                                Backgrounds that support social development include two important aspects of social competence and social responsibility. Social competence describes a child's ability to adapt to his social environment effectively. Child's social interactions can be seen in all the activities of Suweng's children's playgrounds and educators. Therefore, in this study researchers want to explore and describe the social interaction of children when children play Cublak-cublak Suweng. The focus of this research is how the social interaction of children when playing cublak suweng, with the aim of describing the way children build social interaction with friends when bermaian cublak suweng with his friends while playing. This research uses qualitative research, this qualitative research method is often called naturalistic research method because the research is done on natural condition (natural setting) is also called as ethnography method because at first, this method is more widely used for research field of cultural anthropology, and called as method qualitative because the data collected and the analysis is more qualitative. The result of the research shows that there is a difference of social interaction on each child in doing the cubak-cublak Suweng game activity. The change is seen when the child interacts with the friend and the educator, the child becomes interested and enthusiastic following the game activity. For schools it provides a supportive facility for performing traditional games. 

Filter by Year

2011 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2024): Juli 2024 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini) Vol 12, No 2 (2023): Desember 2023 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Din Vol 12, No 1 (2023): Juli 2023 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini) Vol 11, No 2 (2022): Desember 2022 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Din Vol 11, No 1 (2022): Juli 2022 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini) Vol 10, No 2 (2021): Desember 2021: PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 10, No 1 (2021): Juli 2021 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini) Vol 9, No 2 (2020): Desember 2020 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 9, No 1 (2020): Juli 2020 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini) Vol 8, No 2 (2019): Desember 2019 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 1 (2019): Juli 2019 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 1 (2015): volume.4 No. 1 Juli (2015) Vol 4, No 2 Oktober (2015): PAUDIA Vol 4, No 1 Oktober (2015): PAUDIA Vol 3, No 2 Oktober (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 3, No 1 Oktober (2014) Vol 2, No 2 (2013): PAUDIA Vol 2 No 2 Oktober 2013 Vol 2, No 1 mei (2013): PAUDIA Vol 2, No 1 mei (2013): PAUDIA Vol 1, No 1 (2011) Vol 1, No 1 (2011) More Issue