cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
BIOMA
ISSN : 20865481     EISSN : 25499890     DOI : 10.26877
Arjuna Subject : -
Articles 246 Documents
DISTRIBUSI SERTA KANDUNGAN NITRAT DAN FOSFAT DI PERAIRAN DANAU RAWA PENING Ary Susatyo Nugroho; Shalihuddin Djalal Tanjung; Boedhi Hendrarto .
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 3, No 1, April (2014): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v3i1, April.648

Abstract

DISTRIBUTION AND CONTENT OF NITRATE AND PHOSPHATE IN THE RAWA PENING LAKE ?é?áABSTRACT A research on the distribution and content of nitrate and phosphorus in water area of the Rawa Pening lake was conducted on June 5th to August 28th, 2012. The study aimed to assess the distribution area and the amount of nitrate and phosphorus in The Rawa Pening lake so that it can be seen tropics status of water area. The study is designed in the form of descriptive explorative. The study was conducted at eight stations that are determined based on the diversity of existing aquatic environmental conditions. Data collecting is done once every two months for three times. The data that was taken in the form of nitrate and phosphate content of the water. The results of the analysis showed that the distribution of nitrate and phosphate in The Rawa Pening lake is uneven. Nitrate and phosphate content vary among the research stations. Nitrate content in the water of the lake lowest average is in the Kesongo village that is 0.004 mg/L and the highest average in the Tuntang village is 0.081 mg/L. The phosphate content of the average lowest is in the Kesongo village that is 0.717 mg/L and the highest average in the village Tambakboyo is 1.350 mg/L. From the results of this study can be concluded that based on the content of nitrate, the water area of The Rawa Pening lake is oliogotrophic water area, but based phosphate content including hypertrophic water area. Keywords : distribution, content, nitrate, phosphate, The Rawa Pening lake. ?é?áAbstrak Penelitian tentang distribusi dan kandungan nitrat dan fosfat di perairan Danau Rawa Pening telah dilakukan pada tanggal 5 Juni hingga 28 Agustus 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji daerah persebaran serta kandungan nitrat dan fosfat di perairan Danau Rawa Pening sehingga dapat diketahui status trofik perairan tersebut. Penelitian dirancang dalam bentuk deskriptif eksploratif. Penelitian dilakukan pada delapan stasiun yang ditetapkan berdasarkan keragaman kondisi lingkungan perairan yang ada. Pengambilan data dilakukan setiap dua bulan sekali selama tiga kali. Data yang diambil meliputi kandungan nitrat dan fosfat perairan. Hasil analisis menunjukkan bahwa distribusi nitrat dan fosfat dalam perairan Danau Rawa Pening tidak merata. Kandungan nitrat dan fosfat ini sangat bervariasi antar stasiun penelitian. Kandungan nitrat dalam air danau rata-rata terendah terdapat pada desa Kesongo yaitu 0,004 mg/l dan rata-rata tertinggi pada desa Tuntang yaitu 0,081 mg/l. Adapun kandungan fosfat rata-rata terendah terdapat pada desa Kesongo yaitu 0,717 mg/l, dan rata-rata tertinggi pada desa Tambakboyo yaitu 1,350 mg/l. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa berdasarkan kandungan nitrat, perairan Danau Rawa Pening termasuk perairan oligotrofik, akan tetapi berdasarkan kandungan fosfat termasuk perairan hipertrofik. Kata kunci : distribusi, kandungan, nitrat, fosfat, Danau Rawa Pening.
PEMAKNAAN MASYARAKAT PROMASAN TENTANG FUNGSI EKOLOGIS HUTAN DI WILAYAH GUNUNG UNGARAN Maria Ulfah; Irma Rohmawati; Diah Aprilia
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 6, No 1 (2017): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v6i1.1471

Abstract

Masyarakat yang tinggal disekitar hutan memiliki potensi yang besar dalam memanfaatkan hutan, memaknai hutan beserta fungsinya untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya. Dusun Promasan merupakan Dusun terakhir di Lereng Gunung Ungaran yang terletak di Desa Ngesrepbalong, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Dusun Promasan dikelilingi oleh kebun teh dengan latar belakang Gunung Ungaran dan hamparan hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan masyarakat Dusun Promasan tentang fungsi ekologis hutan dan untuk mengetahui cara masyarakat Dusun Promasan memaknai hutan menurut sudut pandang masyarakatnya. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara dan pengumpulan data sekunder. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Dusun Promasan memaknai hutan berdasarkan fungsi ekologis namun tanpa adanya pengelolaan hutan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masyarakat Dusun Promasan memiliki pengetahuan tentang sains yang masih rendah sehingga masyarakat dalam memaknai hutan hanya berlandaskan pada pengalaman masyarakat dalam memanfaatkan hutan untuk kebutuhan hidup sehari-sehari.
PEMANFAATAN BATU ZEOLIT SEBAGAI MEDIA AKLIMATISASI UNTUK MENGOPTIMALKAN PERTUMBUHAN ANGGREK BULAN (Phalaenopsis) HIBRIDA Wiwin Kurniasih; Alyaa Nabiila; Silviyani Nurul Karimah; Muhammad Farhan Fauzan; Aji Riyanto; Rinaldi Rizal Putra
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 6, No 2 (2017): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v6i2.1713

Abstract

Tanaman anggrek bulan (Phalaenopsis) hibrida merupakan salah satu dari sekian banyak tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi dari keindahan bunganya, dan permintaan pasar cenderung meningkat setiap tahunnya. Salah satu faktor yang memengaruhi akan ketersediaan anggrek bulan adalah pada saat fase aklimatisasi. Media tanam anggek pada fae aklimatisasi yang umum digunakan adalah akar pakis, namun permintaan akar pakis yang semakin banyak akan mengurangi ketersediaan pakis di alam. Salah satu alternatif yang dapat digunakan sebagai media aklimatisasi anggrek adalah batu zeolit alami yang memiliki sifat-sifat fisika dan kimia yang unik yaitu sebagai penyerap, penukar ion, penyaring molekul, dan mampu mempertahankan kelembaban. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh media batu zeolit yang tepat sebagai media aklimatisasi anggrek bulan (Phalaenopsis) hibrida. Metode penelitian ini menggunakan tanaman anggrek bulan (Phalaenopsis) hibrida umur 3 bulan. Media batu zeolit yang diperoleh dari pertambangan kemudian diaktivasi, baik secara kimia maupun fisika. Tanaman ditumbuhkan pada berbagai media perlakuan, antara lain: zeolit, kombinasi zeolit + akar pakis, kombinasi zeolit + arang kayu, kombinasi zeolit + batu bata, serta akar pakis. Pengamatan dilakukan selama 15 minggu dengan mengamati parameter pertumbuhan berupa jumah daun, jumlah akar, dan panjang daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan zeolit berpengaruh terhadap peningkatan jumlah akar tanaman anggrek yang di aklimatisasi, tetapi tidak berpengaruh terhadap jumlah daun dan ukuran panjang daun. Media kombinasi zeolit + akar pakis memberikan pengaruh lebih baik dalam peningkatan jumlah akar, walaupun tidak memberikan pengaruh pada peningkatan jumlah dan ukuran daun. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kombinasi media zeolit + akar pakis dapat meningkatkan jumlah akar tanaman anggrek Phalaenopsis hibrida pada tahap aklimatisasi.Kata kunci : Anggrek, Phalaenopsis, aklimatisasi, media tanam, batu zeolit
ACUTE TOXICITY TEST OF SOUR-SOP LEAF EXTRACT AS BIOPESTICIDE Harsoyo Purnomo; Afri Utami
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 1, No 1, April (2011): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v1i1, April.27

Abstract

ABSTRACT Sour-sop (Annona muricata L) leaf extract is predicted that it can be used as biopes- ticide which is safe to environmental condition. But, toxicity acut test still important to do. The objective of this research is to estimate of the is exposure dose causing 50% mortality (96-h LD50 95% CI) to test orgasnism during 96 h. Toxicity tests with 50 Goldfish (Carassius auratus) were conducted in 20 liters test solution. Five mouthed jar contain 4 liters of test solution with different dose. At least 10 Goldfish weighing 3?óÔé¼ÔÇØ5 g were tested at each dose (0 ppm, 12500 ppm, 13250 ppm, 14000 ppm, and 14750 ppm). Toxicity data were analyzed by statistical linear regression with IBM SPSS Statistics 19. The result prediction with regression estimation was obtained logarithmic (log) va-lue scale?é?á interpolation LD50 is 4.142. Transforming (antilog) of this value was obta-ined 96-h LD50 95% CI = 13868 ppm. Conclusion, Sirsak leaf extract can be used as biopesticide with safety limit 1387 ppm. Key words: toxicity, sour-sop leaf extract, LD50, Carassius auratus, biopesticide.
LIGHTING STIMULATION AS EFFORTS TO ENHANCE PERFORMANS KAMPUNG CHICKEN WITH THE IMPLEMENTATION OF DIFFERENT WAVELENGTHS OF THE LIGHT Mei Sulistyoningsih; Rivanna Citraning Rahayu; Eko Retno Mulyaningrum; Muhammad Anas Dzakiy
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 2, No 1, April (2013): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v2i1, April.402

Abstract

Lighting is an important parameter of the poultry production because of strong exogenous factor in controlling a wide variety of physiological processes and behavior. The lighting allows the birds to establish harmony and sync or equate many essential functions, including body temperature and various steps that facilitate metabolic feeding and digestion. The lighting also stimulates the secretion of some hormones patterns that control most of the growth, maturity or adulthood and reproductionThis research aims to assess the influence of light color on the body weight and carcass kampung chicken. The main independent variable is the color red, blue and white. The main dependent variable consists of body weight and percentage of carcass. The variable control is the number of rations, health management, a type of chicken, and the age of the chicken.The results show that there is no real difference in the influence of different color variations of the lighting body weights (P>0,05), and the carcass of a chicken (P>0,05).Keywords : lighting stimulation, kampung chicken, body weights, carcass
KUALITAS ARGUMENTASI TERTULIS MAHASISWA PADA KONSEP FISIOLOGI MANUSIA BERDASARKAN AASSC (Argumentative Assessment by Standpoint Scaffolding and Coding) Fenny Roshayanti .
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 3, No 2, Oktober (2014): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v3i2, Oktober.642

Abstract

QUALITY OF STUDENT WRITTEN ARGUMENTATION ON THE CONCEPT OF HUMAN PHYSIOLOGY BASED ON AASSC (Argumentative Assessment by Standpoint Scaffolding and Coding) ABSTRACT This mix method research seeks to explore the written argumentative quality based on argumentative assessment model on the concept of human physiology. The model of assessment called Argumentative Assessment by Standpoint, Scaffolding and Coding (AASSC). This research involves 121 students of the sixth semester at the biology department attending the human anatomy and physiology course. The argumentative discourses are analyzed using TAP (Toulmin Argumentation Pattern), which involves claim, warrant, backing and rebuttal components. The group?óÔé¼Ôäós written argumentative quality (KuArTKp), and the individual written argumentative quality (KuArTInd) are measured qualitatively and quantitatively based on argumentative writing worksheet (LTKTA). The AASSC instrument model is implemented through scaffolding (initiating, developing, and reinforcing stages) using certain assessment strategy and standpoint and is analyzed using a coding system. The research results reveal that the students?óÔé¼Ôäó written argumentation quality assessed using the AASSC model still need to develop. ?é?á Keywords: Student Written Argumentation, The Concept Of The Human?é?á Physiology, AASSC ABSTRAK Penelitian dengan mix method ini berusaha untuk mengeksplorasi kualitas argumentatif yang ditulis berdasarkan model penilaian argumentatif pada konsep fisiologi manusia. Model asesmen yang digunakan disebut Argumentative Assessment by Standpoint, Scaffolding and Coding (AASSC). Penelitian ini melibatkan 121 siswa dari semester keenam di jurusan biologi yang mengambil matakuliah Anatomi dan fisiologi manusia. Wacana argumentatif dianalisis menggunakan TAP (Toulmin Argumentasi Pattern), yang terdiri komponen claim, warrant, backing dan rebutal. Kualitas argumentasi tertulis kelompok (KuArTKp), dan kualitas argumentatif individu tertulis (KuArTInd) diukur secara kualitatif dan kuantitatif berdasarkan lembar kerja argumentatif tertulis (LTKTA). Model instrumen AASSC diimplementasikan melalui scaffolding (inisiasi, pengembangan, penguatan) dengan menggunakan strategi penilaian pada standpoint tertentu dan dianalisis dengan menggunakan sistem coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas argumentasi tertulis mahasiswa yang dinilai dengan menggunakan model AASSC masih perlu mengembangkan. ?é?á Kata Kunci: Argumentasi tertulis mahasiswa, Konsep fisiologi manusia, AASSC.
OPTIMALISASI HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MELALUI PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATERI SISTEM DIGESTI MANUSIA BERVISI SETS Ipah Budi Minarti
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 4, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v4i1, April.949

Abstract

This study aimed to develop learning tools in the topic of humandigestion system vision SETS. SETS approach was an integratedlearning which is expected to exercise students to have the ability tolook at things in an integrated manner by taking into the fourelements, namely science, environment, technology, and society. Thisresearch was Research and Development with the subject was studentsof SMP 1 Kudus grade VIII that follows extracurricular YouthScientific Work consisting of 10 students for limited scale test and 3classes for wide scale test with purposive sampling. The resultsshowed that the learning tools were declared valid by expert. Learningtools was effectively used in learning, because > 80% of studentsreached minimal standard qualification and there was an increase inthe value of pretest-posttest. Learning activities of students of thethree experimental class >75% achieving an active and very activecategories.Keywords: learning activities, learning outcomes, learning tools,SETS.
PROFIL PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI Eny Hartadiyati Wasikin Haryanti
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 5, No 1 (2016): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v5i1.1496

Abstract

Agar dapat melaksanakan pembelajaran dengan baik maka mahasiswa calonguru perlu mempunyai pengetahuan tentang pengajaran untuk konten yangspesifik yang dinamakan PCK (Pedagogical Content Knowledge). Dengandemikian sangat penting mengetahui profil PCK mahasiswa calon gurubiologi. Partisipan adalah mahasiswa biologi Program Studi PendidikanBiologi semester VI sejumlah 32 orang. Diketahui profil PCK mahasiswacalon guru biologi di level Growing PCK yaitu sudah dapat memperlihatkanintegrasi antara konten dan pedagogi sesuai dengan kurikulum dan dapatmelakukan assesmen namun kesemuanya belum fleksibel dan rasional. LevelGrowing PCK sebesar 65,13% , Pra PCK masih sebesar 28,13%, dan hanya6,25% sudah mencapai level Maturing PCK.Kata Kunci : calon guru biologi, PCK (Pedagogical Content Knowledge)
OPTIMIZING THE USE OF ULOLANANG KECUBUNG NATURAL RESERVE AS LEARNING SOURCES OF BIODIVERSITY Ary Susatyo Nugroho
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 2, No 1, April (2013): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v2i1, April.392

Abstract

The learning processof biodiversity insome schoolsit is lessoptimal, especially in theuse of learning sources. The natural reserveis anatural environments potential as a sources oflearning. The natural reserveUlolanangKecubunghasa highbiodiversity, including diversity of ecosystems, species andgenetic. Ecosystemdiversity includesnatural ecosystems, semi-naturalecosystemsandartificial ecosystems. Species diversity includes various types of vegetation such as trees, shrubs, epiphytes, lianas, ferns, and various types of animals such as long-tailed monkeys, butterflies, birds, and so forth. In addition to high biodiversity, nature reservation Ulolanang Kecubung very easy reach so it is ideal for use as a learning sources.Keywords:natural reserve, biodiversity, learning sources
PERTUMBUHAN KULTUR PROBIOTIK HASIL ISOLAT BAKTERI NON PATOGEN DALAM BERBAGAI JENIS MEDIA Endah Rita Sulistya Dewi
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 3, No 1, April (2014): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v3i1, April.655

Abstract

PROBIOTICS CULTURE GROWTH OF ISOLAT NON PATHOGENS BACTERIA IN VARIOUS TYPES OF MEDIA ?é?áABSTRACT Application of probiotics as biosecurity is the safest way to tackle disease in fish and shrimp farming because of bacteria used are organisms that can degrade toxic organic material in the water .Bacillus sp is a type of bacteria that can be used as a probiotic agent because of its ability to degrade organic compounds for the sake of growth . This study aims to determine type appropriate media types for the growth of probiotic bacteria Bacillus sp. The method used in this research that completely randomized design (CRD) with 4 treatments and repeated 4 times. The treatments were the addition of soy extract, sprouts, and potatoes. The results showed that there were significant differences on each treatment with the addition of soy extract, sprouts, and potatoes in the probiotic culture medium. The conclusion of this study indicate that the type of media that is most optimal to extract the green bean sprouts reach a value of OD (Optical Density) 0.68. Keyword: Probiotics, Bacillus sp. ?é?áABSTRAK Aplikasi probiotik sebagai biosecurity merupakan cara yang paling aman untuk mengatasi serangan penyakit pada ikan maupun udang budidaya karena bakteri yang digunakan merupakan organisme yang mampu mendegradasi bahan organik yang bersifat racun dalam air. Bacillus sp merupakan jenis bakteri yang dapat digunakan sebagai agen probiotik karena kemampuannya dalam mendegradasi senyawa organik untuk kepentingan pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis media yang sesuai untuk pertumbuhan bakteri probiotik jenis Bacillus sp. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan diulang 4 kali. Perlakuan yang diberikan adalah dengan penambahan ekstrak kedelai, kecambah kacang hijau, dan kentang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada masing - masing perlakuan dengan penambahan ekstrak kedelai, kecambah, dan kentang pada media kultur probiotik. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa jenis media yang paling optimal yaitu dengan pemberian ekstrak kecambah kacang hijau dengan mencapai nilai OD (Optical Density/Kerapatan Optik) 0,68. Kata Kunci : Probiotik, Bacillus sp.

Page 9 of 25 | Total Record : 246