cover
Contact Name
Fuad Noorzeha
Contact Email
journalcivis@gmail.com
Phone
+6281234515396
Journal Mail Official
journalcivis@gmail.com
Editorial Address
Universitas PGRI Semarang Alamat Redaksi dan Tata Usaha : Laboratorium PPKn FPIPSKR Universitas PGRI Semarang Kampus 4 Jl. Gajah Raya No. 40, Sambirejo, Ke. Gayamsari, Kota Semarang - Jawa Tengah Telp. 0248316377 Fax. 024 8448217 Email : journalcivis@gmail.com
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Civis: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan
ISSN : 25974408     EISSN : 25974408     DOI : https://doi.org/10.26877/civis.v13i2
The focus of CIVIS is to provide scientific articles on social science dan Pancasila that developed in attendance through article publications, research reports, and book reviews. SCOPE: CIVIS journal welcomes papers from academicians on theories, philosophy, conceptual paradigms, academic research, as well as social practices. In particular, papers that consider the following general topics are invited. - Social Phenomenology - Political Law - Social and Culture - State Constitution - Philosophy of Pancasila - Political Issues in local/nation - Civic Education Problems
Articles 198 Documents
DEMOKRASI PANCASILA SEAGAI MODEL DEMOKRASI YANG RASIONAL DAN SPESIFIK Prabowo, Roch. Eddy
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2011): JANUARI 2011
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v1i1.574

Abstract

Demokrasi Pancasila lebih memiliki landasan berpikir yang rasional dan spesifik dibandingkan dengan Demokrasi Liberal maupun Demokrasi Rakyat (Komunis). Demokrasi Liberal meletakan kebebasan individu sebagai dasar pelaksanaan demokrasi. Falsafah yang digunakan adalah manusia sebagai individu yang bebas. Demokrasi Rakyat meletakan dasar kemasyarakatan sebagai pola pelaksanaan demokrasi. Falsafah yang digunakan adalah manusia hidup dalam pola struktur persekutuan (commune structure). Demokrasi Pancasila meletakan hikmat kebijaksaan (akal sehat) sebagai dasar pelaksanaan demokrasi. Falsafah yang digunakan adalah manusia sebagai mahluk berpikir. Mengingat dalam demokrasi membuka ruang gerak untuk berbeda pendapat, maka perbedaan itu harus dipandang sebagai modal dasar bagi perkembangan hidup manusia. Oleh karena itu, dalam mengelola perbedaan membutuhkan akal sehat, bukan individu yang bebas maupun individu yang terbelenggu oleh kemasyarakatan. Dengan akal sehat, maka perbedaan akan menjadi berkah bagi kehidupan manusia dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan hidup dan kehidupan manusia beserta alam lingkungannya. Kata Kunci: Demokrasi Pancasila, Demokrasi Liberal, Demokrasi Komunis, akal sehat, rasional, individualis, sosiali
ALIRAN PENDIDIKAN PROGRESIVISME DAN KONTRIBUSINYA DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN PANCASILA DI INDONESIA Wikandaru, Reno
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2012): JANUARI 2012
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v2i1.594

Abstract

Penetapan Pancasila sebagai dasar negara membawa implikasi besar, yakni bahwa Pancasila perlu dijabarkan baik sebagai sumber dari segala sumber hukum, sebagai pandangan hidup, maupun sebagai filsafat negara (philosofisch grondslag). Namun demikian, permasalahan besar justru muncul di era reformasi inikarena kenyataannya Pancasila justru semakin jauh ditinggalkan. Faktor pendidikan menjadi faktor yang memiliki peran besar dalam persoalan ini. Berdasarkan kajian fenomenologis yang penulis lakukan terhadap pelaksanaan pendidikan Pancasila di Indonesia, khususnya di tingkat pendidikan dasar dan menengah, satu persoalan besar yang menyebabkan ?óÔé¼?ôgagalnya?óÔé¼?Ø pendidikan Pancasila adalah karena pemilihan metode pembelajaran yang kurang tepat. Metode ini oleh karenanya perlu disempurnakan dengan ?óÔé¼?ôbelajar?óÔé¼?Ø pada aliran progresivisme pendidikan yang menekankan pentingnya pengalaman dalam proses belajar. Proses belajar perlu mengakomodasi peran pengalaman tersebut dengan menghadirkan contoh kasus yang konkret dan empiris, sehingga dengan mengalami, peserta didik akan lebih mengerti dan memahami. Kata kunci: pendidikan Pancasila, metode pembelajaran, pengalaman, progresivisme,
MENGENAL SEKILAS TENTANG KEBIJAKAN PEDAERAHAN PAJAK PUSAT Lazarusli, Budi
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 4, No 2 (2014): JULI 2014
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v4i2.611

Abstract

Pada tanggal 15 September 2009 diundangkan undang-undang baru yakni UU No. 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2010. Undang-Undang ini menetapkan kebijakan yang baru berupa perluasan basis pajak Daerah yang dilakukan dengan memperluas basis pajak yang sudah ada, mendaerahkan pajak pusat dan menambah jenis Pajak baru. Berdasarkan UU tersebut di atas, ada dua jenis pajak pusat yang didaerahkan, yaitu : Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan; dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Subjek dan Wajib PBB Perdeskot adalah orang pribadi atau Badan yang secara nyata mempunyai suatu hak atas Bumi dan/atau memperoleh manfaat atas Bumi, dan/atau memiliki, menguasai, dan/atau memperoleh manfaat atas Bangunan. Subjek dan Wajib Pajak BPHTB adalah orang pribadi atau Badan yang memperoleh Hak atas Tanah dan/atau Bangunan. Dasar pengenaan BPHTB adalah Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP). Dari penelitian yang penulis lakukan ternyata sampai sekarang masih banyak daerah kabupaten/kota yang belum memiliki Peraturan Daerah untuk mengimplementasikan kebijakan pendaerahan pajak ini. Kata Kunci: Pajak, Pajak Pusat
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPS 1 PADA PEMBELAJARAN PPKn MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING DI SMA SEMEN PADANG Pebriyenni, Pebriyenni
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 5, No 2 (2015): JULI 2015
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v5i2.897

Abstract

Artikel ini didasarkan pada penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan hasil belajar siswa kelas XI IPS1 pada PPKn belajar melalui model Discovery Learning di SMA Semen Padang. SMA Semen Padang adalah salah satu SMA di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat yang belajar didasarkan pada kurikulum 2013. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas, studi yang dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan dan di setiap akhir tes siklus hasil belajar. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi kegiatan guru dan siswa, lembar observasi penilaian domain afektif hasil belajar, tingkat tes prestasi kognitif dan analisis tugas (penilaian kinerja) ke Domai psikomotor (keterampilan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar afektif dapat meningkatkan?é?ádari 66,7 dalam satu siklus, menjadi 84,9 pada siklus dua. Hasil belajar psikomotor (keterampilan / kemampuan) meningkat 75,4-78,3 dalam siklus per satu untuk dua siklus, dan kognitif hasil belajar tingkat analisis adalah 76,9 pada siklus meningkat menjadi 84,2 pada siklus dua. Hasil rata-rata dua siklus pembelajaran klasik adalah 82,0 dengan tingkat 100% dari kelengkapan. Ini membuktikan hasil belajar siswa kelas XI IPS 1 PPKn belajar menggunakan model pembelajaran penemuan dapat ditingkatkan. Para peneliti menunjukkan bahwa model pembelajaran penemuan dapat dipilih .?é?áKata kunci: pembelajaran, PKn, discovery learning
PENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MELALUI PRAKTIK BELAJAR KEWARGANEGARAAN (PROJECT CITIZEN) Haryati, Titik; Rochman, Noor
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2, No 2 (2012): JULI 2012
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v2i2.459

Abstract

Penelitian dengan tema Peningkatan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan melalui PraktikBelajar Kewarganegaraan (Project Citizen) ini dilatarbelakangi adanya kenyataannya bahwa masalah yangdihadapi dunia pendidikan kita adalah masalah lemahnya proses pembelajaran, khususnya pada mata pelajaranPendidikan Kewarganegaraan (PKn). Rumusan masalah penelitian ini adalah ?óÔé¼?ôApakah dengan Praktik BelajarKewarganegaraan (Project Citizen), dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan??óÔé¼?Ø.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah dengan Project Citizen, dapat meningkatkan kualitaspembelajaran PKn. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SMP Negeri 3Semarang, dengan variabel input: kualitas pembelajaran sebelum menggunakan model Project Citizen; variabelproses: kegiatan penerapan model Project Citizen; dan variabel output: kualitas setelah menggunakan modelpembelajaran Project Citizen. Metode pengumpulan data : observasi, tes, dokumentasi. Teknik analisis datadengan pendekatan kualitatif dan teknik deskriptif prosentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Project Citizen dapat meningkatkan kualitaspembelajaran PKn di Kelas VIII D SMP Negeri 3 Semarang. Kualitas pembelajaran PKn sebelum penggunaanmodel pembelajaran Project Citizen yaitu 52 % (kurang baik), namun setelah penggunaan model pembelajaranProject Citizen meningkat menjadi 81 % (sangat baik). Kesimpulan dengan menggunakan model pembelajaranProject Citizen dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di SMP Negeri 3 Semarang dengan rata-ratapeningkatan kualitas pembelajaran sebesar 29 %, namun masih ada kendala dan hambatan antara lainketerbatasan waktu, minimnya biaya serta keterbatasan tenaga pengajar dan siswa. Saran untuk guru PKn SMPNegeri 3 Semarang hendaknya menerapkan model pembelajaran Project Citizen dengan memperhatikan danmenyesuaikan kondisi, sarana prasarana dan fasilitas yang ada, serta diharapkan mampu memberi solusi dalammengatasi kekurangan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.Kata Kunci: Kualitas Pembelajaran, Pendidikan Kewarganegaraan, Project Citizen
MUATAN PANCASILA DALAM MATA PELAJARAN PKn DI SEKOLAH Winarno, Winarno
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1, No 2 (2011): JULI 2011
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v1i2.589

Abstract

Pancasila berhubungan dengan pendidikan kewarganegaraan dalam hal tujuan dan isi. Tujuan dari pendidikan kewarganegaraan Indonesia adalah membentuk warga negara yang berkarakter Pancasila. Pancasila juga menjadi isi atau muatan dari pendidikan kewarganegaraan. Pancasila sebagai isi memunculkan masalah yakni muatan Pancasila yang manakah yang dapat menjadi isi pendidikan kewarganegaraan. Hal ini mengingat Pancasila sebagai konsep memiliki keragaman arti, status dan tafsir, padahal Pancasila sebagai isi seharusnya sama, satu perumusan dan bersifat mempersatukan dalam rangka menumbuhkan semangat kebangsaan. Muatan Pancasila dalam PKn selama ini menunjukkan dua hal yakni memuat status Pancasila dan makna yang terkandung dalam sila-sila Pancasila. Status Pancasila beragam sesuai dengan pemikiran akademik dan politik yang berkembang. Demikian juga tafsir atau makna dari tiap sila berbeda sesuai dengan statusnya. Disarankan agar konsepsi Pancasila sebagai dasar negara berikut tafsirnya dijadikan muatan PKn. Materi tentang Pancasila sebagai dasar negara telah mendapat pijakan kuat baik melalui pemikiran akademik maupun pemikiran di jalur politik kenegaraan. Kata kunci : Pancasila , Pendidikan Kewarganegaraan
PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN KELAS VII SMP NEGERI 39 SEMARANG Setiawan, Deka
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 4, No 2 (2014): JULI 2014
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v4i2.606

Abstract

Penerapan Pembelajaran Kontekstual dalam Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas VII SMP Negeri 39 Semarang.Latar belakang dipilihnya judul tersebut bahwa sistem pembelajaran yang ada hanya menekankan pada aspek kognitif sedangkan aspek psikomotor dan afektif masih belum menonjol untuk itu perlu diterapkan pembelajaran kontekstual yang menekankan ketiga aspek tersebut.Permasalahan : Bagaimana penerapan pembelajaran kontekstual dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas VII SMP N 39 Semarang, Tujuan penelitian : untuk mengetahui penerapan pembelajaran kontekstual oleh guru PKn Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan lokasi penelitian di SMP N 39 Semarang. Fokus penelitian adalah 1) penerapan pembelajaran kontekstual yang didalamnya meliputi tujuh komponen utama yaitu kontruktivisme, menemukan ,bertanya, masyarakat belajar ,pemodelan ,refleksi ,penilaian sebenarnya.Metode pengumpulan data dengan wawancara, dokumentasi dan observasi.Teknik analisis data dengan pengumpulan data,reduksi data,penyajian data kemudian menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan pembelajaran kontekstual mata pelajaran PKn kelas VII SMP N 39 Semarang sesuai dengan tujuh komponen pembelajaran kontekstual..Kesimpulan : Penerapan pembelajaran kontekstual mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas VII SMP N 39 Semarang telah dilakukan sesuai dengan tujuh komponen pokok pembelajaran kontekstual namun dalam penerapanya masih terdapat hambatan yaitu kurangnya alokasi waktu,keterlambatan peserta didik dalam mengumpulkan tugas,kurangnya sarana dan prasarana,biaya yang mahal dalam penerapan pembelajaran kontekstual. Kata kunci: pembelajaran kontekstual
STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PADA USAHA KECIL DAN MENENGAH BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL DALAM RANGKA MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS 2015 ( STUDI KASUS DI PNPM-MP KABUPATEN KENDAL ) Hadi, Dwi Prasetyo
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 5, No 1 (2015): JANUARI 2015
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v5i1.633

Abstract

Strategi Pemberdayaan Usaha Kecil Dan Menengah Berbasis Sumber Daya Lokal Dalam Rangka Millenium Development Goals 2015 Studi Kasus Di PNPM-MP Kabupaten Kendal. Latar belakang di pilihnya judul tersebut adalah untuk mengetahui bagaimana strategi pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM) berbasis sumberdaya lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah Jenis penelitian ini dilakukan kajian dengan metode casestudy dengan sampel daerah kota Kendal tahun 2012 ditemukan permasalahan kualitas sumberdaya manusia; terbatasnya akses UKM terhadap sumberdaya produktif; masuknya produk negara lain; masalah pembangunan infrastruktur; dan masalah pembangunan birokrasi pemerintah daerah sehingga perlu di adakan strategi pemberdayaan Usaha Kecil Dan Menengah berbasis sumber daya lokal . Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Strategi Pemberdayaan Usaha Kecil Dan Menengah Berbasis Sumber Daya Lokal Dalam Rangka Millenium Development Goals 2015 Studi Kasus Di PNPM-MP Kabupaten Kendal sesuai dengan komponen tujuan pemberdayaan UKM yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pemerintah daerah terkait perlu melakukan upaya strategi pemberdayaan UKM melalui siklus pemberdayaan UKM; pengembangan sumberdaya manusia UKM; peningkatan akses UKM terhadap perluasan penyaluran kredit; peningkatan produktivitas, kemitraan dan investasi internal .Kata Kunci: Strategi Pemberdayaan UKM.
INTEGRASI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER KE DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI SEKOLAH MELALUI RPP Suwito, Anton
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2, No 2 (2012): JULI 2012
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v2i2.454

Abstract

Integrasi Nilai Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada wargasekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilainilaitersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaansehingga menjadi manusia insan kamil.Beberapa nilai yang perlu dikembangkan di dalam Pendidikan karakter adalah nilai ketaqwaan, nilaikeimanan, nilai kejujuran, nilai kepedulian, nilai, nilai, dan nilai etika atau sopan santunAdapun cara yang dilakukan adalah penulis menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran MataPelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang kemudian di kembangkan dengan pengintegrasian nilai-nilaipendidikan karakter di setiap tenik pembelajaran mulai dari pendahuluan ( apersepsi, motivasi), kegiatan inti(meliputi tahap elaborasi, eksplorasi dan konfirmasi) , dan pada tahap penutup (kesimpulan, pemberian tugastersetruktur dan tugas mandiri), melalui simulasi dan sistem pemodelan yang ditampilkan lewat media slidesehingga peserta didik mengetahui dan memahami nilai-nilai Pendidikan Karakter yang diintegrasikan di dalamsetiap teknik pembelajaran.Implementasi Pendidikan karakter di sekolah dapat dilakukan melalui langkah-langkah pengembanganpembentukan karakter dengan cara memasukkan konsep karakter dalam proses pembelajaran, pembuatan sloganyang mampu menumbuhkan kebiasaan baik dan pemantauan secara kontinyu serta melalui pelaksanaan programprogrampembinaan kejiwaan, pembinaan kerohanian, pembinaan kepribadian, pembianaan kejuangan, pembinaanjasmani, pembinaan ilmu pengetahuan teknologi dan seni.Kata Kunci : Integrasi Nilai, Pendidikan Karakter (Education Character), RPP,Implementasi
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn Mulyani, Sri
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2012): JANUARI 2012
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v2i1.600

Abstract

Salah satu permasalahan yang dihadapi SMP Negeri 21 Semarang saat ini adalah rendahnya kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa, khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Sebanyak 45,5% siswa kelas VIII H belum mencapai hasil belajar yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal. Proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan belum baik kualitasnya yang ditandai dengan kurang terlibatnya siswa secara aktif, rendahnya gairah belajar dan tanggung jawab siswa secara individu maupun kelompok. Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah (1) Berapa besar penggunaan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan pada standar kompetensi memahami pelaksanaan demokrasi bagi siswa kelas VIII H Semester 2 SMP Negeri 21 Semarang Tahun Pelajaran 2010/2011?, dan (2) Bagaimana penerapan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada standar kompetensi memahami pelaksanaan demokrasi bagi siswa kelas VIII H Semester 2 SMP Negeri 21 Semarang Tahun Pelajaran 2010/2011?Pendekatan yang digunakan untuk memecahkan masalah tersebut adalah melakukan penelitian tindakan kelas yang meliputi 2 siklus. Pada setiap siklus dalam penelitian tindakan ini ditempuh langkah-langkah sebagai berikut. (1) Langkah awal tindakan, (2) Langkah pelaksanaan tindakan, dan (3) Langkah pertanggungjawaban. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar dan kualitas pembelajaran. Nilai rata-rata pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 6,82 % dibandingkan nilai rata-rata pada siklus I, yaitu dari 73,86 menjadi 80,68 dan meningkat 8,63 % dibandingkan nilai rata-rata pada pra siklus, yaitu 72,05 menjadi 80.68. Jumlah siswa yang tuntas dan melampaui KKM 75 pada siklus II sebanyak 20 siswa atau 90,09%, meningkat sebanyak 7 siswa atau 31,82% dibandingkan pada siklus I dan jika dibandingkan dengan kondisi pra siklus maka meningkat sebanyak 12 siswa atau 54,54%. Nilai rata-rata sebesar 80,68 pada siklus II termasuk dalam kategori paham, artinya sebagian besar siswa, yaitu 20 siswa atau 90,09% siswa telah memahami kompetensi dasar menjelaskan pentingnya demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Penggunaan Kualitas pembelajaran yang terlihat dari meningkatnya aktivitas siswa, meningkatnya sikap menghargai, keberanian berpendapat, kemauan bekerjasama, meningkatnya rasa tanggungjawab dan kemampuan mempresentasikan.Penulis menyarankan agar para guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) maupun mata pelajaran lainnya perlu melaksanakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Karena penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar dan kualitas pembelajaran. Hasil penelitian ini hendaknya perlu dilanjutkan untuk maksud verifikasi, penguatan, atau melawan temuan penelitian ini. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif , Jigsaw, Diskusi Kelompok

Page 9 of 20 | Total Record : 198