cover
Contact Name
Fuad Noorzeha
Contact Email
journalcivis@gmail.com
Phone
+6281234515396
Journal Mail Official
journalcivis@gmail.com
Editorial Address
Universitas PGRI Semarang Alamat Redaksi dan Tata Usaha : Laboratorium PPKn FPIPSKR Universitas PGRI Semarang Kampus 4 Jl. Gajah Raya No. 40, Sambirejo, Ke. Gayamsari, Kota Semarang - Jawa Tengah Telp. 0248316377 Fax. 024 8448217 Email : journalcivis@gmail.com
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Civis: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan
ISSN : 25974408     EISSN : 25974408     DOI : https://doi.org/10.26877/civis.v13i2
The focus of CIVIS is to provide scientific articles on social science dan Pancasila that developed in attendance through article publications, research reports, and book reviews. SCOPE: CIVIS journal welcomes papers from academicians on theories, philosophy, conceptual paradigms, academic research, as well as social practices. In particular, papers that consider the following general topics are invited. - Social Phenomenology - Political Law - Social and Culture - State Constitution - Philosophy of Pancasila - Political Issues in local/nation - Civic Education Problems
Articles 198 Documents
INOVASI MODEL PEMBELAJARAN CITISEN JOURNALISM MELALUI PORTAL MEDIA ONLINE UNTUK MENINGKATKAN KOMPENSI PEDAGOGIK GURU PKn DI SMK KOTA SURAKARTA Churrohman, Mifta; Winarno, Winarno
CIVIS Vol 5, No 2/JULI (2015): CIVIS
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan (1) Citizen Journalism model pembelajaran melalui media Portal online untuk guru Civic Education di SMK di Surakarta (2) Model warga belajar jurnalisme langkah-demi-langkah melalui media portal online (3) kelayakan inovatif model pembelajaran Citizen Journalism melalui Portal Media online untuk meningkatkan kompetensi pedagogis Civic Pendidikan Guru di Surakarta. Metode itu studi pembangunan atau Research and Development (R & D) yang dikembangkan oleh Borg dan Gall dan disederhanakan oleh Pusat Kebijakan Tim Penelitian dan Inovasi Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pendidikan. Jenis data yang digunakan adalah data yang data dan kuantitatif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah dari ahli tim informan dan media Model, guru SMK dan mahasiswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan kuesioner. Produk uji dibuat untuk Tim ahli (model dan media), guru Pendidikan Kewarganegaraan (uji salah-salah, pengujian kelompok dan lapangan percobaan kecil) dan siswa SMK. Validitas instrumen digunakan validitas data dan validitas isi data kualitatif data kuantitatif. Analisis data yang digunakan adalah analisis model interaktif, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Prosedur penelitian yang digunakan langkah-langkah dari tahap awal pengembangan produk, ahli validasi dan revisi, uji coba lapangan skala kecil, uji coba lapangan skala besar dan produk akhir. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Civic Education Guru di SMK perlu sipil model pembelajaran pendidikan yang membutuhkan teknologi informasi untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru dan membuat siswa menikmati belajar dan berlatih keterampilan siswa (2) langkah model pembelajaran citizen journalism melalui media portal online adalah sebagai berikut (a) Tahap Perencanaan (Tentukan kompetensi dasar dan indikator yang harus dicapai, merancang sebuah situasi masalah yang sesuai) (b) Tahap Pelaksanaan (mengorientasikan siswa tentang masalah dan pembelajaran tujuan, mengatur siswa untuk belajar, self-help dan penyelidikan kelompok, dikembangkan penelitian, menyajikan karya kelompok, mengambil kesimpulan awal, mempublikasikan ke media (c) Tahap Evaluasi. (3) Dari semua due diligence yang dilakukan oleh para peneliti menghasilkan model pembelajaran yang rata-rata dianggap sangat baik dan layak oleh tim ahli, guru dan siswa sehingga dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru pendidikan kewarganegaraan pada aspek menggunakan teknologi informasi untuk proses pembelajaran. Atas dasar kesimpulan ini, peneliti merekomendasikan untuk semua Civic guru SMK pendidikan dalam rangka untuk mencoba model di kelas.   Kata kunci: pendidikan kewarganegaraan, jurnalisme warga
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN EVERYONE IS A TEACHER HERE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU (GEOGRAFI) DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 BELITANG III OKU TIMUR Aryaningrum, Kiki
CIVIS Vol 5, No 2/JULI (2015): CIVIS
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi pembelajaran Everyone Is A Teacher Here merupakan strategi yang sangat baik untuk mendapat perhatian dan keikutsertaan siswa di kelas serta tanggung jawaban individu, Strategi ini memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertindak sebagai pengajar bagi siswa lain. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah adakah pengaruh strategi pembelajaran Everyone Is A Teacher Hereterhadap hasil belajarIPS Terpadu (Geografi) Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Belitang III OKU Timur?. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran Everyone Is A Teacher Hereterhadap hasil belajar IPS Terpadu (Geografi) Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Belitang III OKU Timur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Dengan populasi seluruh siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Belitang III OKU Timur dengan  jumlah 228 siswa dan sampel dalam penelitian ini kelas VIII.1 sebagai kelas eksperimen yang bejumlah 34 siswa dan kelas VIII.7 sebagai kelas kontrol berjumlah 34 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi dan teknik tes. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas data, uji homogenitas dan uji – t dengan taraf signifikan (α = 0,05). Berdasarkan hasil pembahasan, diperoleh kesimpulan bahwa hasil belajar siswa  setelah diterapan strategi pembelajaran Everyone Is A Teacher Herenilai rata-rata kelas eksperimen 81,76 lebih besar dari kelas kontrol 73,14. Dari analisis data nilai diperoleh data nilai berdistribusi normal kelas eksperimen 0,03 dan kelas kontrol sebesar 0,76 dan data homogen yaitu 0,782 ≤ 3,841 serta melalui perhitungan uji –t dapat dibuktikan H0 ditolak dan Haditerima dengan melihat thitung≥ ttabel atau Haditerima karena  thitung≥ ttabel yaitu 6,18 ≥ 1,98 yang berarti ada pengaruh yang signifikan strategi pembelajaran Everyone Is A Teacher Heredengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi. Dengan demikian dapat disimpulkan adaPengaruh Penerapan Strategi Pembelajaran Everyone Is A Teacher HereTerhadap Hasil Belajar IPS Terpadu (Geografi) Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Belitang III OKU Timur. Kata Kunci: Strategi Everyone Is A Teacher Here, Hasil Belajar, IPS Terpadu
PENGEMBANGAN MODEL PENGELOLAAN KURIKULUM PENDIDIKAN KARAKTER INTERGRATIF PROGDI PPKn FPIPSKR UNIVERSITAS PGRI SEMARANG Haryati, Titik; Widodo, Joko; Masrukhi, Masrukhi; Haryono, Haryono
CIVIS Vol 5, No 2/JULI (2015): CIVIS
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mencapai tujuan yang dikehendaki, kurikulum harus dikelola secara kooperatif, komprehensif, sistemik dan sistematik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model pengelolaan kurikulum pendidikan karakter integratif Progdi PPKn FPIPSKR UPGRIS. Penelitian ini merupakan penelitian awal, yakni untuk mendapatkan gambaran tentang pengelolaan kurikulum pendidikan karakter integratif Progdi PPKn FPIPSKR UPGRIS, sehingga menggunakan metode kualitatif. Alat pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumen. Teknik analisa menggunakan tahapan menurut Spreadley dan teknik validitas data menggunakan teknik triagulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum Progdi PPKn FPIPSKR UPGRIS sudah mengintegrasikan nilai-nilai karakter, tetapi hal tersebut belum nampak pada silabus, RPP, kontrak perkuliahan maupun pelaksanaan KBM di kelas. Untuk itu diperlukan cara mengintegrasikan nilai-nilai karakter pada kurikulum  progdi PPKn FPIPSKR Universitas PGRI Semarang. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan cara mengembangkan model pengelolaan kurikulum pendidikan karakter intergratif. Kata kunci: Model, Pengelolaan Kurikulum, Pendidikan Karakter Integratif
REKONSTRUKSIONISME-FUTURISTIK DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA Purnamasari, Iin
CIVIS Vol 5, No 2/JULI (2015): CIVIS
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aliran rekonstruksionisme berkeyakinan bahwa tugas penyelamatan dunia merupakan tugas semua manusia. Karenanya, pembinaan kembali daya intelektual dan spiritual yang sehat melalui pendidikan yang tepat akan membina kembali manusia dengan nilai dan norma yang benar pula demi generasi sekarang dan generasi yang akan datang, sehingga terbentuk dunia baru dalam pengawasan umat manusia. Sebagai upaya pencapaian tujuan pokok, rekonstruksionisme berupaya mencari kesepakatan antar sesama manusia agar dapat mengatur tata kehidupan manusia dalam suatu tatanan dan seluruh lingkungannya. Maka proses dan lembaga pendidikan dalam pandangan rekonstruksionisme perlu merombak tata susunan lama dan membangun tata susunan hidup kebudayaan yang baru. Maka diperlukanlah kerja sama antar umat manusia. Ilmu-ilmu sosial, seperti antropologi, ekonomi, sosiologi, sains politik, dan psikologi merupakan landasan kurikuler yang amat membantu kalangan rekonstruksionis untuk mengidentifikasi lingkup persoalan utama kontroversi, konflik, dan inkonsistensi. Peran pendidikan adalah mengungkapkan lingkup persoalan budaya manusia dan membangun kesepakatan seluas mungkin tentang tujuan-tujuan pokok yang akan menata umat manusia dalam tatanan budaya dunia. Teori belajar rekontstruksi merupakan teori-teori yang menyatakan bahwa peserta didik itu sendiri yang harus secara pribadi menemukan dan menerapkan informasi kompleks, mengecek informasi baru dibandingkan dengan aturan lama dan memperbaiki aturan itu apabila tidak sesuai lagi. Kemudian mengenai dimensi-dimensi pembelajaran, rekonstruksionisme yang integratif dengan pandangan  futurisme diartikan dengan memadukan antara pembelajaran rekonstruksionisme dengan pandangan futurisme yang bertujuan membantu menyiapkan warga dalam hal ini generasi muda untuk merespon perubahan dan membuat pilihan-pilihan cerdas mengingat umat manusia bergerak ke masa depan yang memiliki lebih dari satu konfigurasi. Sehingga filsafat rekonstruksionisme-futuristik bertujuan mengembangkan masa depan yang lebih menyenangkan melalui pendidikan. Kata Kunci: rekonstruksionisme, futurisme, pendidikan
PENDEKATAN PARADE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK TENTANG MATERI SISTEM PEMERINTAHAN MELALUI PEMANFAATAN MEDIA VOUCHER PADA KELAS XII IPS 2 SMA NEGERI 1 LASEM Suwito, Anton
CIVIS Vol 5, No 2/JULI (2015): CIVIS
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Peserta Didik Kelas XII IPS 2 SMA Negeri 1 Lasem  dengan pendekatan PARADE (Pembelajaran aktif, responsif, antusias, demokratis dan efektif) pada materi Sistem Pemerintahan melalui pemanfaatan media voucher. Masalah yang dihadapi guru saat ini adalah Guru kesulitan menerapkan berbagai  model dan Pendekatan, ,selain guru belum memahami dan mengetahui berbagai jensi model dan pendekatan, dan juga dalam praktiknya Guru menguasai pengelolaan kelas. Dalam  Penerapan berbagai jenis model dan pendekatan dalam pembelajaran perlu diperhatikan kondisi kelas. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di Kelas XII IPS 2 SMA Negeri 1 Lasem Rembang dengan jumlah 31 peserta didik. Dalam Penelitian Tindakan Kelas ini peneliti melaksanakan  2 siklus tindakan, dengan menggunakan Prosedur pada siklus tindakan dengan urut-urutan sebagai berikut :1).Perencanaan tindakan ( menyusun RPP, membuat dan mempersiapkan bahan ajar sebagai media pembelajaran, alat bantu mengajar dan lembar observasi/pengamatan); 2). Pelaksanaan Tindakan ( Melaksanakan  skenario pembelajaran dengan tahapan Pendahuluan, kegiatan inti dan Penutup); 3). Observasi Tindakan ( perkembangan serta partisipasi aktif peserta didik dalam proses pembelajaran); 4). Refleksi ( Hasil observasi ditelaah dicari kendala dan selanjutnya dicari solusi atau jalan keluar sebagai perencanaan perbaikan di siklus berikutnya);5). Perencanaan Tindakan selanjutnya.Hasil Penelitian Tindakan kelas  dengan menggunakan Pendekakatan PARADE melalui pemanfaatan media voucher ini  ada peningkatan aktivitas dan hasil belajar pada kondisi awal pembelajaran menuju siklus 1 sebesar  10 % hingga 18 % dan pada siklus 2 mengalami sedikit penurunan.  2). Timbul kerjasama antara peserta didik yang berprestasi rendah dengan peserta didik yang berprestasi tinggi, 3). Muncul keberanian mengeluarkan pendapat, kritik dan saran dari peserta didik pada saat pelaksanaan Diskusi  4). Meningkatkan kerjasama antara Guru dengan Peserta didik di kelas ketika dalam interaksi belajar mengajar. 5). Terdapat Peningkatan aktivitas dan hasil belajar peserta didik menggunakan pendekatan PARADE  dengan menggunakan media voucher pada siklus 1.   Kata kunci : PTK, aktivitas belajar, hasil belajar, PARADE .
KEPEMIMPINAN DALAM OLAH RAGA MEMBANGUN KARAKTER BANGSA (Sebuah Perspektif Pembangunan Kewarganegaraan) Maliki, Osa
CIVIS Vol 5, No 2/JULI (2015): CIVIS
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama bertahun-tahun telah mendengar bahwa olahraga dan aktivitas fisik membangun karakter dan mengembangkan nilai-nilai moral. Bung Karno pernah mencanangkan olahraga menjadi salah satu pendorong dalam rangka pembangunan rasa nasionalisme atau kebangsaan (nation building) dan membentuk karakter bangsa (character building). Karena itu, kegiatan keolahragaan lantas menjadi aktivitas yang dinamis dan menjadi alat perjuangan bangsa. Melalui  pendidikan  maka  mental  dan karakter dapat terbangun. Melalui  aktivitas  olahraga  kita  banyak mendapatkan  hal-hal  yang  positif.  Olahraga  bukan  sekedar  kegiatan  yang  berorientasi kepada faktor fisik belaka, olahraga juga dapat melatih sikap dan mental kita menjadi seorang pemimpin. Pembentukan  karakter  bangsa  dapat  dilakukan  salah  satunya  melalui  olahraga. Dengan olahraga kita bisa kembangkan karakter bangsa, sportivitas sekaligus merekatkan persatuan bangsa.  Atas  dasar tersebut, semua komponen bangsa harus memberikan andil dalam memajukan olahraga nasional.  Menurut Irwan Prayitno (2008), secara normatif dan sebagaimana  telah  hampir  dapat  diterima  oleh  umumnya  kita  sekalian,  pembentukan karakter  bangsa  merupakan  hal  yang  amat  penting  bagi  generasi  muda  dan  bahkan menentukan nasib bangsa dimasa yang akan datang. Kata kunci : Olahraga, Kepemimpinan, Membangun Karakter Bangsa
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI OLAHRAGA DALAM PEMBANGUNAN NILAI KEWARGANEGARAAN DAN MEMPERKOKOH NKRI Zhannisa, Utvi Hinda
CIVIS Vol 5, No 2/JULI (2015): CIVIS
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara Republik Indonesia merupakan Negara kesatuan. Negara kesatuan yang dipilih adalah Negara  dengan system desentralisasi, kepada daerah diberikan kesempatan untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Selanjutnya dikatakan bahwa pemerintah daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya, kecuali urusan pe merintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan pemerintahan  pusat. Terbentuknya negara yang pada dasarnya mensyaratkan adanya wilayah, pemerintahan, penduduk sebagai warga negara, dan pengakuan dari negara-negara lain sudah dipenuhi oleh NKRI. NKRI adalah negara berdaulat yang telah mendapatkan pengakuan dari dunia internasional. NKRI mempunyai kedudukan dan kewajiban yang sama dengan negara-negara lain di dunia, yaitu ikut serta memelihara dan menjaga perdamaian dunia karena kehidupan di NKRI tidak dapat terlepas dari pengaruh kehidupan dunia internasional (global). Dewasa ini, dalam kaitan kehidupan kebangsaan kita yang diliputi suasana kegalauan dan bayang-bayang akan ancaman keutuhan NKRI, maka diseminasi dan penanaman nilai-nilai tersebut kepada khalayak melalui medium olahraga menjadi sangat relevan dan perlu. Kiranya sukar untuk dibantah bahwa bidang olahraga menduduki posisi strategis sekaligus unik. Partisipasi dalam olahraga selalu menjadi bagian penting di lingkungan manusia.   Kata kunci: nilai-nilai olahraga, NKRI
PERAN GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DALAM UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER KEWARGANEGARAAN Rohmansyah, Nur Azis
CIVIS Vol 5, No 2/JULI (2015): CIVIS
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter pada intinya  bertujuan  membentuk  bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis,        berorientasi           ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa berdasarkan Pancasila. Pendidikan karakter berfungsi mengembangkan potensi dasar agar berhati baik, berpikiran baik, dan berperilaku baik, memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultur, meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia. Dalam hidup berbangsa dan bernegara dewasa ini Penjasorkes sangatlah penting  dalam mewujudkan pribadi bangsa yang berkualitas dan Penjasorkes haruslah mampu menumbuhkan kemandirian. Sehingga peserta didik dapat tumbuh sebagai manusia yang berkualitas dalam keidupan berbangsa dan bernegara. Akan tetapi di zaman yang sudah maju Penjasorkes seolah-olah terlupakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Karena dengan Penjasorkes diharapkan bisa membentuk karakter peserta didik yang memiliki kepribadian. Kepribadian adalah ciri atau karakteristik atau gaya atau sifat khas dari diri seseorang yang bersumber dari bentuk-bentuk yang diterima dari lingkungan misalnya keluarga pada masa kecil, dan juga bawaan seseorang sejak lahir. Sudah saatnya bagi tiap sekolah untuk melaksanakan kembali Pancasila sebagai acuan dasar dalam membentuk karakter peserta didik. Terbukti Pancasila sangat kaya akan nilai-nilai keutamaan hidup yang mampu mensejahterakan masyarakat Indonesia. Satu-satunya jalan mewujudkan kesejahteraan adalah melalui pendidikan karakter.   Kata kunci: Pendidikan Karakter, Penjaorkes, Kepribadian
MODEL PEMBERDAYAAN KELEMBAGAAN DALAM IMPLEMENTASI UU RI NO. 6 TAHUN 2014 DI DESA KAWENGEN, KECAMATAN UNGARAN TIMUR KABUPATEN SEMARANG Widodo, Wahyu; Widodo, Suwarno
CIVIS Vol 5, No 2/JULI (2015): CIVIS
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Undang Undang No 6 Tahun 2014 Tentang Desa memberi amanah kepada Pemerintah, Pemerintah Propinsi, dan Pemerintah Kabupaten / Kota untuk memberdayakan masyarakat Desa, yang dilaksanakan dengan pendampingan dalam perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan (Pasal 122), pemberdayaan masyarakat Desa dan pendampingan masyarakat Desa diatur lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah  (PP) No. 43/2014 khususnya Pasal 126 s.d 131). Kesiapan kelembagaan Desa dan perangkat Desa merupakan syarat mutlak berhasilnya implementasi UU Desa karena merekalah ujung tombak pelaksanaan UU Desa tersebut sesaui dengan aturan pelaksanaan yang ada. Kemampuan (kapasitas) dari Lembaga Desa dan Perangkat Desa dalam menyikapi dan menyiapkan terkait implementasi UU Desa sangat menentukan tingkat keberhasilannya. Kesiapan dari Kelembagaan Desa yaitu antara lain Pemerintah Desa dan Perangkat Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), LPMD/LKMD, PKK, Karangtaruna, BKM/UPK PNPM, RW, RT dan kelompok masyarakat lainnya mempunyai persepsi yang sama dalam mendukung implementasi UU Desa sesuai tugas pokok fungsinya masing-masing. Pendekatan  penelitian yang digunakan, adalah  Realitas Konseptual dan Realita Penomena. Bertolak dari pandangan tersebut maka Desa  Kawengen  sebagai realitas sosial,. Sedangkan Pendekatan penelitian Yurisdis Normative-sosiologis, yaitu analisis yang disandarkan kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan fakta empiris. Hasil penelitian menyimpulkan, 1. Kelembagaan Desa yang ada di Desa Kawengen yaitu Pemerintah Desa, BPD, LPMD, Karang Taruna, PKK, BKM, LEPED, Lembaga Daurit Tauhid, Jamaah Ahli Sunnah, BAZIS, PUSTU dan Posyandu, dapat dikatakan bahwa sudah memliki hampir semua ada kelembagaan Desa yang diamanatkan oleh UU Desa, yang belum ada adalah BUMDesa, Yang masih menjadi tantangan adalah  kinerja kelembagaan atau keberadaan lembaga Desa tersebut berkontribusi pada pembangunan kesejahteraan masyarakat Desa.  2.Model pemberdayaan kelembagaan Desa Kawengen tersebut, pada dasarnya  secara keseseluruhan pemberdayaan kelembagaan maupun masyarakat akan menuju suatu tujuan akhir kesejahteraan masyarakat Desa yang berdaya dan mandiri, yaitu dengan metode pelatihan penguatan kelembagaan Desa, pilot kelembagaan, studi banding dan pendampingan intensif di Desa.   3. Media yang digunakan dalam mendukung peningkatan kapasitas kelembagaan     adalah memperbanyak buku atau pedoman berupa petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan panduan untuk mempermudah para pelaksana kelembagaan Desa dalam mengemban tugas pokok dan fungsinya (tupoksi). Serta media monitoring dan evaluasi kelembagaan Desa yang melibatkan masyarakat Desa Kawengen yang berupa monitoring ataupun pertemuan rutin berkala dan teragendakan secara baik.   Kata Kunci : Model Pemberdayaan , Kelembagaan Desa
PENGAKUAN DAN PERLINDUNGAN HAK CIPTA TINJAUAN SECARA FILOSOFIS DAN TEORITIS Haryono, Haryono; Sutono, Agus
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 6, No 2 (2017): JULI 2017
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v6i2.1904

Abstract

Ada dua Filosofi dan teori pengakuan hak cipta (copy right), yaitu filosofi berdasarkan teori hukum alam (natural law) Joh Locke dan teori Utilitarian Jeremy Bentham dan JS Mill. Berdasarkan teori hukum alam Hak Cipta lahir secara alamiah (natural right) setelah karya cipta selesai dibuat, sehingga perlindungannya secara otomatis (Automatically protection), tidak perlu ada registrasi atau pendaftaran. Pengakuan hak cipta kepada Pencipta sebagai hak moral (moral right), dianut oleh Indonesia dan Perancis. Sedangkan berdasarkan teori Utilitarian, pengakuan hak cipta kepada ciptaan (copy right), sebagai hak ekonomi (economy right), yang memerlukan registrasi (registration), sehingga pengakuan dan perlindungannya diberikan oleh negara melalui undang-undang, teori tersebut diikuti Amerika, Inggris dan Australia.Kata Kunci : Teori Hukum Alam, Teori Utilitas, Hak Cipta.

Page 7 of 20 | Total Record : 198