cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
FKIP e-PROCEEDING
Published by Universitas Jember
ISSN : 25275917     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
Derailed Discourse in Instructional Milieu: Discourse Mode Obscurity in the Development of English Instruction Materials and Tasks for ESP David Imamyartha
FKIP e-PROCEEDING 2017: Proceeding of the Workshop on Intercultural Communication
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstract: The use of English these days has been ubiquitous as the language is used in omnifarious contexts. That has resulted in the emergence of specific natures of English bound to context in which it is used. This specificity comprises of various aspects of communicative language ability, one of which is discourse typicality. When coupled with instructional concerns, discourse typicality has to be made obvious in every part of classroom orchestra and materials. This study took issues with scrutinizing the discourse appropriateness of tasks and materials included in ESP textbook devoted to university students. The research operationalized the framework of communicative language ability to address the research question. The research found that the textbook, in large part, had yet to involve genre, rhetorical task, interlocutor variable, and pattern of exposition specific to students’ future communicative language ability. Keywords: communicative language ability, discourse typicality, ESP.
PENERAPAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DI KELAS IV SDN SUMBERPAKEM 01 BONDOWOSO TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Arif Wicaksono; Nuriman Nuriman; Agustiningsih Agustiningsih
FKIP e-PROCEEDING 2016: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 2016 “Pengembangan Pendidikan Karakter Bangsa Berbasis Kearifan Lo
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil observasi yang dilakukan diperoleh data bahwa aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Sumberpakem 01 masih rendah. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan menerapkan metode eksperimen untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV mata pelajaran IPA materi energi panas dan bunyi di SDN Sumberpakem 01 Bondowoso. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan model skema Hopkins yang terdiri dari 2 siklus dengan 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Sumberpakem 01 Bondowoso dengan jumlah 31 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh data bahwa persentase aktivitas belajar siswa siklus I sebesar 74,19 % (kategori baik), pada siklus II sebesar 80,22 % (kategori tinggi). Aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II meningkat sebesar 6,02 %. Skor rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 71,13 , pada siklus II skor rata-rata hasil belajar siswa sebesar 74,81 . Hasilbelajar siswa mengalami peningkatan sebesar 3,68 dari siklus I ke siklus II. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penerapan metode eksperimen dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA materi energi panas dan bunyi pada siswa kelas IV SDN Sumberpakem 01 Bondowoso. Kata Kunci: Aktivitas Belajar, Hasil Belajar, Penelitian Tindakan Kelas, Metode Eksperimen
POTENSI DAN PENGEMBANGAN WAYANG SUKET SEBAGAI OBJEK WISATA EDUKATIF DI KECAMATAN REMBANG, KABUPATEN PURBALINGGA, JAWA TENGAH Ifa Darna Nilasari
FKIP e-PROCEEDING 2016: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 2016 “Pengembangan Pendidikan Karakter Bangsa Berbasis Kearifan Lo
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebudayaan merupakan sebuah ciri khas dari suatu kelompok yang mampu memberikan kesan berbeda dengan kelompok lain. Salah satu contoh dari banyaknya hasil kebudayaan yang ada di Indonesia adalah “wayang suket”, yaitu sebuah hasil kebudayaan asli dari Kabupaten Purbalingga berupa anyaman dari rumput kasuron. Namun ironisnya, wayang suket termasuk dalam daftar salah satu di antara 75 wayang yang telah atau hampir punah. Hal ini dikarenakan oleh berbagai macam faktor, antara lain kurangnya perhatian pemerintah dan perkembangan zaman yang telah membawa perubahan peradaban serta kebudayaan, sehingga mempengaruhi minat masyarakat terhadap seni pertunjukkan wayang dan upaya pelestarian ataupun penelitian yang berkaitan dengan wayang. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potensi wayang suket sebagai sumber belajar guna meningkatkan fungsinya kembali di kehidupan sehari-hari masyarakat melalui pengembangan objek wisata edukatif. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan teknik pengumpulan data dan informasi sekunder sebagai referensi yang mendukung dan memperkuat ketepatan dan kredibilitas dari jurnal ini lalu diadakan analisis data sehingga melahirkan sebuah solusi yang tepat dari masalah terkait. Kesimpulan dari jurnal ini adalah perlu adanya sebuah tindakan nyata dan kerjasama dari berbagai pihak, antara lain: pemerintah, pemerhati budaya, seniman, pihak sekolah, dan masyarakat untuk melestarikan wayang suket. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan mengembangkan sebuah wisata edukatif sebagai wahana bermain sekaligus belajar mengenai wayang suket. Hal tersebut dimaksudkan agar masyarakat Purbalingga khususnya para generasi penerus bangsa mengenal wayang suket sebagai hasil budaya asli dari daerah tersebut yang akan menimbulkan rasa kepemilikan terhadap wayang suket sehingga timbul aksi nyata untuk melestarikannya. Kata kunci: upaya pelestarian, wayang suket, wisata edukatif.
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA MATA PELAJARAN IPS DI SDN DUDUKLOR KECAMATAN GLAGAH KABUPATEN LAMONGAN Rista Apriliya Devi; Ririn Hidayati
FKIP e-PROCEEDING 2016: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 2016 “Pengembangan Pendidikan Karakter Bangsa Berbasis Kearifan Lo
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal menuntut peserta didik untuk belajar dari kebudayaan, nilai dan norma yang ada di masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan penerapan strategi pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal pada mata pelajaran IPS di SDN Duduklor Glagah Lamongan dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, objek penelitian yaitu kepala sekolah dan guru kelas I sampai dengan kelas VI di SDN Duduklor. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, display data dan verifikasi data. Pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian, yaitu: (1) strategi pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal cocok diterapkan dalam KTSP sebagaimana amanah kurikulum tersebut, (2) penerapan strategi pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal memerlukan beberapa perangkat pendukung seperti adanya sekolah yang memadai, guru yang berkompeten, siswa yang berkompeten, masyarakat yang mendukung, sumber daya alam yang dapat dikembangkan, dan sarana maupun prasarana yang baik, (3) penerapan pembelajaran menggunakan strategi kontekstual berbasis kearifan lokal di SDN Duduklor pada mata pelajaran IPS cukup baik. Kata Kunci: Strategi Kontekstual, Kearifan Lokal, IPS SD
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP SISWA TENTANG ELASTISITAS DI KELAS XI SMA Sri Handono Budi Prastowo; Diana Puspitasari; Trapsilo Prihandono
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fisika merupakan ilmu yang bersifat empiris, artinya setiap hal yang dipelajari dalam fisika didasarkan pada hasil pengamatan tentang alam dan gejala-gejalanya. Salah satu kesulitan siswa pada pelajaran fisika yaitu pada materi elastisitas. Pada materi elastisitas masih sering terjadi miskonsepsi. Salah satu penyebabnya adalah karena kurang pahamnya siswa dalam menangkap dan memahami suatu konsep. Oleh karena itu dilakukan sebuah upaya untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa yaitu dengan melakukan tes pemahaman konsep menggunakan indikator bloom. Tes pemahaman konsep bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman suatu konsep tentang elastisitas pada siswa. Indikator yang digunakan terdiri dari tiga tahapan yaitu translasi, interpretasi dan ekstrapolasi. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas XI MIPA 3 SMAN Jatiroto, XI MIPA 1 SMAN Tempeh dan XI MIPA 3 SMAN Candipuro. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep siswa paling baik terdapat pada konsep pegas yaitu pada indikator menghitung konstanta pegas yang disertai grafik hubungan antara gaya (F) dan pertambahan panjang (∆x) dengan nilai translasi 95,9%, interpretasi 95,9% dan ekstrapolasi 93,2%. Sedangkan pemahaman konsep paling rendah terdapat pada indikator menghitung konstanta masing-masing pegas dengan disajikan 3 buah pegas identik dengan nilai translasi 87,7%, interpretasi 88,5% dan ekstrapolasi sebesar 57,95%.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA BERBASIS DISCOVERY LEARNING PADA POKOK BAHASAN ENERGI KALOR UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DI SMP Sri Wahyuni; Iwan Prasetyo; Albertus Djoko Lesmono
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan ajar dapat didefinisikan sebagai uraian dari seperangkat materi yang disusun secara sistematik baik secara tertulis maupun tidak tertulis, sehingga tercipta lingkungan atau suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menghasilkan suatu produk bahan ajar cetak pembelajaran IPA berbasis discovery learning pada pokok bahasan energi kalor untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa di SMP. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan validasi, keefektifan, dan kepraktisan. Subjek penelitian ini ialah siswa kelas VII SMPN 2 Srono Kabupaten Banyuwangi. Model pengembangan yang digunakan adalah model Four-D (Define, Design, Develop, and Disseminate). Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa penilaian validator terhadap bahan ajar IPA berbasis discovery learning ialah valid dengan perolehan nilai sebesar 4,00. Pada uji pengembangan menunjukkan bahwa bahan ajar IPA berbasis discovery learning sangat efektif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa dengan perolehan uji N-gain sebesar 0,7082 termasuk kategori tinggi. Selain itu bahan ajar IPA berbasis discovery learning sangat praktis. Kepraktisan bahan ajar IPA berbasis discovery learning dilihat dari keterlaksanaan pembelajaran menggunakan bahan ajar IPA berbasis discovery learning dengan perolehan persentase sebesar 82,95% termasuk kategori sangat tinggi. Simpulan penelitian ini ialah bahan ajar yang dikembangakan sudah valid, efektif, dan praktis.
APLIKASI MULTISENSOR SLM DISERTAI SISTEM DATA LOGGER BERBASIS ARDUINO UNO SEBAGAI ALAT UKUR KEBISINGAN Azen Ramadan; Alex Harijanto; Sri Handono Budi Prastowo
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebisingan dapat terjadi diwilayah perkotaan padat penduduk. Sebagai contoh misalnya di SMP Negeri 2 Jember yang letaknya di wilayah perkotaan dimana kebisingan sering menggangu proses belajar mengajar di sekolah. Sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengkaji tingkat kebisingan rata-rata di SMP Negeri 2 Jember pada pagi, siang dan malam hari. Pemerintah menetapkan tingkat intensitas bunyi di tempat pendidikan non-kebisingan adalah 45-55 dB. Metode pengukuran tingkat intensitas suara di tempat pendidikan pagi, siang dan malam dibutuhkan alat untuk merekam data pada pagi, siang dan malam hari. Arduino adalah kombinasi antara perangkat keras dan perangkat lunak dengan persyaratan sumber daya rendah, yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan objek (jumlah fisik) di sekitarnya. Modul sensor suara mikrofon Keyes-037 adalah detektor suara dengan sensitivitas tinggi. SKU-316412 adalah sistem pencatatan data yang dilengkapi dengan kartu SD yang mampu menyimpan data 32 MB sampai 8 GB. Arduino dan kedua modul tersebut dapat dirakit menjadi alat ukur dan intensitas perekaman suara untuk ditempatkan di SMP Negeri 2 Jember.
KAJIAN KINEMATIKA DAN DINAMIKA GERAK PADA JALUR GUNUNG GUMITIR SEBAGAI RANCANGAN BAHAN AJAR FISIKA DI SMA Fahmi Nur Addinni; Rayendra Wahyu Bachtiar; Sri Handono Budi Prastowo
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa kajian materi kinematika dan dinamika di SMA masih kurang dipahami oleh siswa. Hal ini menjadi landasan kuat bahwa tindakan untuk mengatasi hambatan-hambatan dalam pembelajaran diperlukan sebagai langkah perbaikan. Salah satu langkah perbaikan yaitu dengan cara mengkaji secara langsung materi yang ada di lingkungan sekitar siswa sebagai contoh langsung yang nantinya akan dimasukkan ke bahan ajar fisika di SMA. Salah satu lingkungan yang ada disekitar siswa yaitu Gunung Gumitir, dimana Gunung Gumitir merupakan jalur penghubung antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Jember. Gunung Gumitir memiliki berbagai macam lintasan yaitu jalur turunan, tanjakan, dan tikungan. Dari jalur Gunung Gumitir tersebut dapat dijadikan sebagai kajian dari materi kinematika dan dinamika di SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kinematika dan dinamika gerak pada jalur gunung gumitir sebagai rancangan bahan ajar fisika di SMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskritif analitis. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui data sekunder yaitu data dari dinas terkait (Dinas Marga Nasional) dan data primer yang diambil dari observasi langsung dilapangan. Kedua data tersebut kemudian dikaji secara kinematika dan dinamika gerak yang kemudian dijadikan sebagai rancangan bahan ajar fisika di SMA.
PEMBELAJARAN HUKUM NEWTON DENGAN MODEL QUANTUM TEACHING DISERTAI LKS BERBASIS DISCOVERY DI SMA Kamila .; Trapsilo Prihandono; Rayendra Wahyu Bachtiar
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya siswa dalam mempelajari fisika sering menemui hambatan-hambatan. Fisika biasanya dianggap sebagai pelajaran yang sulit dipahami. Hal ini di karenakan fisika tidak cukup dengan hanya memahami rumus-rumusnya tapi juga harus memahami konsep yang dikandungnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji keterampiilan proses sains siswa dalam proses pembelajaran dan mengkaji peningkatan hasil belajar siswa pada ranah kognitif dalam pembelajaran hukum newton dengan menggunakan model quantum teaching disertai dengan LKS berbasis discovery. jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan desain one grup pre-test post test desain. Langkah pembelajaran pada quantum teaching terdiri dari tumbuhkan, alamai, namai demontrasikan, ulangi dan rayakan.teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara tes dan dokumentasi. Kemudian dianalisis dengan uji statistik uji paired-Samples T Test dan perhitungan presentasi kemunculan dari setiap indikator (KPS). Hasil rat-rata analisis data yang diperoleh dari observasi adalah 74,70%, dan hasil rata-rata nilai pre-test siswa adalah 34,16% sedangkan rata-rata nilai post test adalah 70,04% .Hasil analisis data menunjukkan bahwa pembelajaran hukum newton disertai LKS berbasis discovery kemampuan keterampilan proses sains termasuk kategori baik sehingga dapat meningkatkan hasil be)lajar siswa
PEMBELAJARAN MOMENTUM DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA KARTU SOAL DAN KARTU PINTAR Ninik Handayani; Trapsilo Prihandono; Maryani .
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hasil belajar ranah kognitif dan mendeskripsikan aktivitas belajar Siswa pada materi pembelajaran momentum dan Impuls di SMA dengan Model Problem Based Learning Berbantuan media Kartu soal dan Kartu pintar. Penentuan Sampel menggunakan teknik purposive sampling area. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas X-3 di SMA Negeri 4 Jember. Jenis penelitian ini adalah eksperimen.. Waktu Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2016/2017. Desain penelitian yang digunakan adalah One groups Pretest-Postest Design. Untuk mengkaji Hasil belajar ranah kognitif dilakukan uji spss 24 dengan teknik analisis uji regresi dan diperoleh nilai signifikansi 0,04 yang berarti terdapat pengaruh model Problem Based Learning berbantuan media kartu soal dan kartu pintar terhadap ranah kognitif siswa pada pembelajaran momentum dan Impuls. Penilaian Aktivitas Belajar siswa diperoleh dari observasi yang dilakukan observer ketika pembelajaran berlangsung sesuai dengan indikator aktivitas belajar yang telah ditentukan dan diperoleh rata-rata sebesar 86,39 % termasuk dalam kategori sangat aktif.