cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
FKIP e-PROCEEDING
Published by Universitas Jember
ISSN : 25275917     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA PADA POKOK BAHASAN RANGKAIAN ARUS SEARAH DI KELAS XII MAN 1 JEMBER Albertus Djoko Lesmono; Risalatun Nur Rohmah; Alex Harijanto
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang dialami oleh siswa kelas XII MA Negeri 1 Jember pada pokok bahasan rangkaian arus searah. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah three tier test (tes tiga tingkat) yaitu soal yang berbentuk pilihan ganda beralasan yang mengandung CRI (Certainty Response Index) yang memiliki rentang nilai 0-5 yang besarnya sesuai dengan tingkat kepercayaan siswa menjawab soal. Jumlah soal yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 12 soal yang mengandung konsep arus listrik, Hukum Ohm, rangkaian ser, rangkaian paralel, dan Hukum Kirchoff 1. Cara untuk melihat siswa yang paham konsep, tidak paham konsep, miskonsepsi dan eror dilihat dari salah atau benar siswa menjawab tingkat pertama, kedua dan juga melihat CRI nya. Berdasarkan penelitian didapatkan hasil bahwa masih banyak siswa yang mengalami miskonsepsi. Pada soal mengenai konsep arus listrik prosentase siswa yang mengalami miskonsepsi sebesar 63,65%, hukum ohm sebesar 35,2%, rangkaian hambatan seri sebesar 10,8%, rangkaian hambatan paralel sebesar 39,6%, Hukum Kirchoff sebesar 43,9%. Miskonsepsi tertinggi ada pada soal nomor 10 mengenai arus listrik, mencapai 72,2% yaitu sebanyak 114 siswa.
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI MATERI USAHA DAN ENERGI MENGGUNAKAN CRI PADA SISWA SMA DI BONDOWOSO Wahyu Achmad Saheb; Bambang Supriadi; Trapsilo Prihandono
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep-konsep fisika yang tertanam pada siswa harus benar secara ilmiah dan sesuai dengan konsepkonsep fisika yang ada sehingga tidak mengalami miskonsepsi. Identifikasi yang dilakukan padapenelitian ini terpacu pada miskonsepsi materi usaha dan energi pada siswa SMA di Bondowosodengan menggunakan tes. Teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi miskonsepsi yakni teknikCertainty of Response Index (CRI). Responden dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA diSMAN 1 Tenggarang, SMAN 3 Bondowoso, dan SMAN 1 Pujer. Instrumen tes yang digunakan yaituberbentuk tes pilihan ganda disertai CRI dan alasan. Hasil dari tes tersebut adalah berupa data tingkatCRI dan pengklasifikasian kategori siswa dalam tiga kelompok yakni paham konsep, tidak tahukonsep dan miskonsepsi. Dari data yang didapat, untuk nilai CRIS tidak ada yang melebihi angka 2,5pada tiap indikator dan fraksi jawaban benar dibawah angka 0,5 yang berarti jumlah soal yang dijawabbenar kurang dari jumlah soal yang dijawab salah, maka untuk semua nomor kecenderungan siswatidak tahu konsep. Secara keseluruhan siswa SMA di Bondowoso untuk materi usaha dan energimengalami miskonsepsi sebesar 21,59% dan dapat digolongkan ke dalam miskonsepsi kategori rendahkarena berada di bawah 30%
ANALISIS KETERAMPILAN SOSIAL DAN KOGNITIF SISWA SMA DALAM PEMECAHAN MASALAH SECARA KOLABORATIF Arina Wardha; Sri Handono Budi Prastowo; Bambang Supriadi
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi keterampilan siswa dalam memecahkan masalah secarakolaboratif. Untuk itu perlu dilakukan tes dan penilaian evaluasi terhadap keterampilan siswa dalammemecahkan masalah menggunakan uji dua tahap, serta alat penilaian keterampilan sosial.Keterampilan diukur tidak hanya dilihat dari kognitif saja, melainkan dilihat dari bagaimana siswamemanajemen berbagai ide solusi dari anggota kelompok untuk dipadu-padankan sehingga dapatdigunakan dalam pemecahan masalah. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakanteknik purposive sampling pada siswa kelas X IPA salah satu SMA Negeri di Kabupaten JemberTahun Ajaran 2017/2018. Instrumen yang digunakan adalah soal tes yang berisi permasalahan fisikadan instrumen penilaian keterampilan sosial siswa. Pengumpulan data diperoleh dengan melakukantes dan observasi kepada siswa kelas X IPA dengan tes pemecahan masalah secara kolaboratif,observasi dilakukan selama siswa berkolaborasi.Kata kunci: Keterampilan kognitif, keterampilan sosial, pemecahan masalah secara kolaboratif
KEMAMPUAN MENYELESAIKAN ILL STRUCTURED PROBLEM SISWA SMA PADA PEMBELAJARAN FISIKA MATERI HUKUM NEWTON Marlina Puji Rahayu; Supeno Supeno; Sri Handono Budi Prastowo
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pembelajaran fisika adalah mengintensifkan pengembangankemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah. Kemampuan menyelesaikan masalah adalah aktivitaskognitif kompleks dalam rangka menggunakan proses berpikirnya untuk memecahkan masalah. Denganmengetahui kemampuan menyelesaikan masalah maka peserta didik bisa intropeksi diri dan memilikimotivasi untuk berubah menjadi lebih baik. Bagi guru, dengan mengetahui kemampuan menyelesaikanmasalah dapat dijadikan referensi untuk mengetahui strategi, model, metode, pendekatan, teknik, danevaluasi yang cocok untuk meningkatkan kemampuan menyelesaikan masalah sehingga perlu adanyaidentifikasi kemampuan menyelesaikan masalah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitiandeskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IPA SMA. Metode pengumpulan data dalam penelitianini adalah tes dan wawancara. Instrument tes yang digunakan adalah tes berbentuk soal ill structured.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menyelesaikan ill structured problem padaindikator mengenali masalah hanya 22.56% mampu mengenali masalah dengan baik, pada indikatorrenencanakan startegi hanya 29.88% pada kategori sangat baik, pada indikator menerapkan strategi hanya6.1% siswa pada kategori sangat baik dan lebih dari 75% siswa pada kategori cukup, kurang bahkansangat kurang, serta pada indikator evaluasi hanya 31% siswa yang mampu melakukan evaluasi dengansangat baik.Kata kunci: Fisika, hukum Newton, kemampuan problem solving
KEMAMPUAN MEMBERIKAN PENJELASAN ILMIAH SISWA SMA TENTANG OPTIK DALAM PEMBELAJARAN FISIKA Annisa Maya Kurnianingrum; Supeno Supeno; Trapsilo Prihandono
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan untuk memberikan penjelasan ilmiah terhadap fenomena alam berbeda pada setiaporang. Menjelaskan secara ilmiah merupakan cara menjawab pertanyaan mengenai sebab ataumemberikan alasan terjadinya suatu fenomena secara ilmiah. Permasalahan dalam penelitian iniadalah bagaimana kemampuan memberikan penjelasan ilmiah tentang peristiwa pemantulan danpembiasan cahaya pada siswa SMA?. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptifdengan responden penelitian sebanyak 35 siswa pada kelas XI MIPA di SMA. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa memberikan penjelasan ilmiah termasuk dalam kriteria cukup dengan rata-ratanilai 69,02.Kata kunci: penjelasan ilmiah, optik, pemantulan, pembiasan
ANALISIS MEDAN MAGNET ELF (EXTREMELY LOW FREQUENCY) DAN MEDAN LISTRIK GAME CENTER DI JEMBER Heru Sefrian Subandi; Sudarti Sudarti; Sri Handono Budi Prastowo
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Game center sudah menjadi tempat bermain anak anak modern karna sudah jarang sekali tersedia lahan yang cukup untuk anak anak bermain. Dari anak anak hingga orang dewasa senang bermain di sana. Tampa disadari mereka terpapar radiasi medan magnet dan medan listrik disana. Dari hasil yang di dapat dari pengukuran terhadap mesin mesin game center yang ada di sana memancarkan medan magnet ELF dan medan listrik yang berbeda bedan. Untuk medan magnet ELF yang terpancar memiliki rentang antara 0.09 sampai 20 µT pada jarak pengukuran 30 cm dari mesin, kemudian pada jarak 50 cm dari mesin memiliki rentang 0.02 sampai 17.02 µT dan pada jarak 100 cm dari mesin memiliki rentang 0.00 sampai 7.25 µT. Untuk pada titik tengah ruangan memiliki nilai di bawah 2.00 µT. Hal tersebut menunjukkan bahwa masih di bawah batas ambang paparan yang ditetapkan oleh WHO. Untuk medan listrik pada jarak pengukuran 30 sudah tidak terdeteksi nilai medan listrik yang terpancar. Kata kunci : medan magnet Elf, medan listrik, dan game center
PRAKONSEPSI SISWA SMK TENTANG RANGKAIAN LISTRIK SEDERHANA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA Yuni Nurrahmawati; Supeno Supeno; Trapsilo Prihandono
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan prakonsepsi yang dimiliki siswa kelas X salah satu SMK Negeri di Jember tentang rangkaian listrik sederhana. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang dilakukan pada siswa kelas X salah satu SMK Negeri di Jember. Sampel penelitian sejumlah 59 siswa jurusan kelistrikan. Teknik pengumpulan data dengan teknik tes, dimana tes yang digunakan dalam penelitian adalah tes diagnostik dua tahap. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil analisis dan pembahasan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa prakonsepsi siswa SMK Negeri di Jember sebagai berikut: Siswa yang memiliki rata-rata presentase prakonsepsi benar tertinggi sebanyak 33,90 % yaitu pada konsep arus listrik pada rangkaian paralel. Siswa yang memiliki memiliki rata-rata presentase prakonsepsi bersifat miskonsepsi tertinggi sebanyak 73,73% yaitu pada konsep komponen untuk membentuk koneksi. Siswa yang memiliki rata-rata persentase prakonsepsi tertinggi adalah yang tertinggi diantara 81,36% yaitu pada konsep kawat penghantar pada rangkaian listrik. Siswa yang memiliki rata-rata presentase kesalahan prakonsepsi lebih dari 50% adalah sebagai berikut berada pada konsep komponen untuk membentuk koneksi, konsep arus listrik pada rangkaian seri, konsep arus listrik pada rangkaian seri dan rangkaian paralel, dan konsep rangkaian listrik. Kata Kunci: Diagnostik, Prekonsepsi, Sirkuit Listrik Sederhana
ANALISIS MINAT BELAJAR SISWA DAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA SMA NEGERI 2 PONOROGO DAN SISWA SMA NEGERI 3 PONOROGO PADA MATERI LISTRIK STATIS Arganata Adji Kusuma; Sudarti Sudarti; Subiki Subiki
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Listrik statis merupakan konsep yang sangat penting dipelajari karena salah satu penerapan dalam kehidupan sehari-hari yaitu kapasitor. Dalam mempelajari konsep fisika, siswa tidak hanya dituntut memahami konsep fisika, siswa harus mampu berpikir tingkat tinggi dalam menyelesaikan masalah fenomena fisika dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan berpikir tingkat tinggi adalah minat belajar siswa . Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis minat belajar siswa, kemampuan berpikir tingkat tinggi, dan hubungan antar keduanya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2018 di kelas XII MIPA SMAN 2 Ponorogo dan SMAN 3 Ponorogo. Penelitian ini berupa penelitian desktiptif yang dilakukan dengan pencarian data menggunakan metode tes dan metode angket. Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa : (1) Skor rata-rata minat belajar siswa tertinggi diperoleh siswa SMAN 2 Ponorogo. Berdasarkan indikator minat belajar siswa SMAN 3 Ponorogo lebih senang dalam pembelajaran fisika ; (2) Skor rata-rata kemampuan berpikir tingkat tinggi tertinggi diperoleh siswa SMAN 2 Ponorogo. Jika ditinjau berdasarkan indikator materi listrik statis , siswa SMAN 3 Ponorogo memperoleh persentase tertinggi pada materi energi potensial listrik. Berdasarkan indikator kemampuan berpikir tingkat tinggi, persentase tertinggi diperoleh oleh siswa SMAN 2 Ponorogo ; (3) Adanya hubungan yang positif antara minat belajar siswa dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kata kunci: Minat belajar siswa, Kemampuan berpikir tingkat tinggi, Listrik statis
PEMBELAJARAN GETARAN HARMONIS MENGGUNAKAN MODEL PBL DISERTAI LKS BERBASIS REPRESENTASI GAMBAR DAN MATEMATIK DI SMA LUMAJANG Yunita Indah Sari; I Ketut Mahardika; Alex x Alex Harijanto
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model PBL disertai LKS berbasis representasi gambar dan matematik terhadap hasil belajar ranah kognitif dan aktivitas belajar siswa pada materi Getaran Harmonis di SMA. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas XI IPA.2 dan XI IPA.3. Jenis Penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling area. Waktu penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2017/2018. Desain penelitian yang digunakan adalah post-test control group design. Untuk mengkaji hasil belajar ranah kognitif dilakukan uji spss 25 dengan teknik Independent Samples T-test diperoleh signifikasi 1-tailed sebesar 0,0035 yang berarti terdapat pengaruh model PBL disertai LKS berbasis representasi gambar dan matematik terhadap hasil belajar siswa ranah kognitif. Aktivitas belajar siswa di kaji dengan melakukan uji spss 25 dengan teknik Independent Samples T-test atau Mann Whitney U Test diperoleh signifikasi rata-rata 0,002 yang berarti terdapat pengaruh model PBL disertai LKS berbasis representasi gambar dan matematik terhadap aktivitas belajar siswa. Kata Kunci: Model PBL, hasil belajar kognitif, aktivitas belajar siswa
ANALISIS KEBUTUHAN MATERI UNTUK PEMBELAJARAN BIPA DI UNIVERSITAS JEMBER Dewi Herlina; Himmatul Ulya Alfitriyani; Rusdhianti Wuryaningrum
FKIP e-PROCEEDING 2020: SEMINAR NASIONAL #5: BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA UNTUK MEMPERSIAPKAN GENERASI EMAS 204
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan materi pembelajaran BIPA yang diajarkan di lingkungan Universitas Jember. Subjek penelitian ini ialah mahasiswa Universitas Jember yang berasal dari Thailand dan pernah mengikuti pelatihan BIPA di UPT Bahasa Universitas Jember. Penelitian ini menggunakan model penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan dua teknik pengambilan data yakni wawancara dan dokumentasi. Hasil wawancara digunakan sebagai dasar analisis kebutuhan materi pembelajaran BIPA di Universitas Jember. Sementara hasil domentasi digunakan untuk analisis kesalahan berbahasa ragam tulis pebelajar BIPA. Berdasarkan hasil wawancara, materi pembelajaran BIPA di UPT Bahasa Universitas Jember hanya sampai pada ragam lisan. Kebutuhan pebelajar adalah materi ragam bahasa tulis khususnya penulisan karya ilmiah untuk keperluan akademik dalam perkuliahan. Hal tersebut dibuktikan dengan masih banyak temukan kesalahan berbahasa dalam penulisan karya ilmiah mahasiswa BIPA di Universitas Jember. Kata kunci: Pembelajaran BIPA, Analisis Kebutuhan, Materi BIPA