cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
FKIP e-PROCEEDING
Published by Universitas Jember
ISSN : 25275917     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
PROBABILITAS POSISI ELEKTRON DALAM ATOM TRITIUM PADA BILANGAN KUANTUM n≤3 Febrianti Utami; Bambang Supriadi; Albertus Djoko Lesmono
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Atom Tritium merupakan salah satu atom yang memiliki sifat hidrogenik sehingga tergolong isotop atom hidrogen. Permasalahan terkait gejala atom hidrogenik dalam kuantum dapat diselesaikan dengan persamaan schrodinger. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya probabilitas posisi elektron dalam atom tritium pada bilangan kuantum n≤3 dengan metode kajian teoritis. Jenis penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dengan mengembangkan teori yang sudah ada sebelumnya. Hasil penelitian berupa nilai probabilitas yang dapat memberikan informasi mengenai kedudukan dan peluang keberadaan elektron dalam atom tritium. Simulasi grafik distribusi probabilitas radial pada atom tritium menunjukkan peluang ditemukannya elektron dalam atom tritium semakin kecil jika posisinya elektronnya jauh dari inti atom.Kata kunci: probabilitas, atom tritium, persamaan schrodinger
IDENTIFIKASI KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI (HOTS) PADA KONSEP FISIKA MATERI SUHU DAN KALOR DENGAN MENGGUNAKAN TAKSONOMI BLOOM Masnah Datoh; Sri Handono Budi Prastowo; Bambang Supriadi
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemamapuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa kelas XI di MA Nuris pada konsep fisika materi Suhu dan Kalor dengan menggunakan taksonomi bloom. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIPA A 21 siswa dan kelas MIPA B 20 siswa di MA Nuris. Metode pengumpulan data diperoleh melalui tes tertulis, dokumentasi, dan wawancara. Instrument menggunakan pertanyaan tes deskripsi yang terdiri dari 6 soal. Berdasarkan indikator taksonomi bloom berbasis HOTS yaitu menganalisis (C4), menganalisis (C5), dan mencipta (C6) pada materi suhu dan kalor yang telah dipelajari sebelum dites. Data yang dikumpulkan diperoleh dari nilai jawaban siswa dalam pertanyaan tes diagnostic yang telah dijawab. Berdasarkan hasil penelitian tingkat kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa MA Nuris pada kelas XI MIPA A cukup dengan persentase 45,61%, siswa kelas XI MIPA B terdapat persentase sebesar 29,31% dengan kategori rendah. Berdasarkan persentase masing-masing kelas, rata-rata kemampuan berpikir tingkat tinggi di MA Nuris adalah 37,46% dengan kategori rendah.Kata Kunci: kemampuan berpikir tingkat tinggi, suhu dan kalor, dan taksonomi bloom
MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING BERBASIS STEM PADA PEMBELAJARAN FISIKA Cendy Eka Erlinawati; Singgih Bektiarso; Maryani Maryani
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran fisika adalah salah satu pembelajaran sains yang mencakup proses, sikap ilmiah, dan produk. Dalam belajar fisika siswa tidak hanya dituntut untuk memahami teori, konsep, maupun hukum-hukum fisika, tetapi juga diharapkan dapat memahami bagaimana gejala fisis tersebut dapat terjadi. Model Project Based Learning adalah salah satu model pembelajaran yang mengorganisasi kelas kedalam sebuah proyek dimana proses pembelajarannya menekankan pada pembelajaran kontekstual melalui kegiatan yang kompleks seperti memberi kebebasan peserta didik untuk mengeksplorasi aktivitas belajar, mengerjakan proyek secara kolaboratif, dan akhirnya dapat menghasilkan suatu produk. Secara tidak langsung, model Project Based Learning dapat melatih siswa untuk bertindak dan berpikir kreatif. Pada abad 21 perkembangan teknologi di berbagai belahan dunia semakin pesat sehingga diperlukan suatu inovasi baru dalam pendidikan agar siswa dapat bersaing di ekonomi baru. STEM merupakan pendekatan interdisipliner yang menggabungkan antara science, technology, engineering, dan mathematics dimana konsep akademik digabungkan dengan permasalahan yang ada pada dunia nyata. STEM dalam pengaplikasiannya bertujuan untuk mengembangkan pemikiran, penalaran, kerja tim, investigasi, serta keterampilan kreatif yang dapat digunakan oleh siswa dalam semua bidang yang ada di kehidupan mereka. Project Based Learning berbasis STEM adalah suatu model pembelajaran dimana siswa diberikan suatu proyek untuk menyelesaikan permasalahan yang dilandasi aspek-aspek STEM yaitu science, technology, engineering, dan mathematics. Kajian ini menekankan bahwa model Project Based Learning berbasis STEM baik diaplikasikan dalam pembelajaran fisika karena dapat membuat siswa menjadi lebih aktif, kreatif, dapat mengeksplor kemampuan yang dimiliki, serta dapat mempersiapkan siswa agar dapat bersaing di era kemajuan teknologi.Kata Kunci: Project Based Learning, STEM, Pembelajaran Fisika
PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA MATERI KLASIFIKASI MAHLUK HIDUP Siska Apriliani; Tri Puji Santoso; Dwi Yoga Brillianto
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar pada materi klasifikasi mahkluk hidup Belajar dengan pendekatan lingkungan berarti peserta didik mendapatkan pengetahuan dan pemahaman dengan cara mengamati sendiri apa-apa yang ada di lingkungan sekitar, baik di lingkungan rumah maupun lingkungan sekolah. Hasil belajar adalah ukuran yang menyatakan seberapa jauh tujuan pembelajaran yang telah dicapai khususnya pada pelajaran Biologi dengan menggunakan lingkungan sekolah dalam pembelajaran. Hasil penelitian tentang penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar disimpulkan dapat peningkatan hasil belajar IPA pada materi klasifikasi makhluk hidup dan benda tak hidup pada siswa kelas VII di MTs Negeri 2 Jember. Populasi penelitian seluruh siswa kelasVII MTs N 2 Jember. Sampel penelitian yaitu kelas VII E dan VII G. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa secara klasikal berada pada kriteria sangat aktif. Indikator aktivitas kegiatan diskusi dan intensitas bertanya termasuk sangat aktif,sedangkan indikator menjawab pertanyaan dan mengemukakan pendapat pada kriteria cukup aktif. Hasil belajar kognitif menunjukkan nilai akhir siswa dari rata-rata nilai UKBM dan posttest menunjukkan 100% siswa tuntas KKM. Nilai UKBM lebih dominan menentukan nilai akhir daripada nilai posttest.Kata Kunci: Lingkungan, sumber belajar, hasil belajar
NOVEMBER 2019 77 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA POKOK BAHASAN VEKTOR SISWA SMA Alivea Pisca Dianty; Sri Handono Budi Prastowo; Siva Nur Ismaya
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terhadap beberapa siswa di SMA Negeri 4 Jember didapatkan bahwa kebanyakan siswa belum mampu memahami konsep fisika secara dasar dalam pengaplikasian di kehidupan nyata, dan sering kebingungan tentang kegunaan mempelajari fisika karena hanya terpaku pada rumus matematis dan latihan soal yang diberikan guru. Akibat dari seringnya siswa mendapatkan pembelajaran yang terpaku pada rumus, maka keaktifan dan kreativitas siswa cenderung terbatas dalam pengapilikasian fisika dalam kehidupan nyata terutama dalam perkembangan IPTEK. Maka dari itu perlu penerapan model pembelajaran yang melibatkan siswa agar aktif dan kreatif dalam pengaplikasian ilmu fisika dalam kehidupan nyata terutama dalam bidang IPTEK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap hasil belajar fisika. Jenis penelitian ini adalah eksperimental yang dilakukan di SMAN 4 Jember. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X IPS 1 dan X IPS 2 yang masing-masing terdiri dari 34 dan 36 siswa. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah two group posttest only design. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes akhir. Hasil belajar yang didapatkan siswa setelah diterapkan model pembelajaran discovery learning menunjukkan kategori N-gain 0,85. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa.Kata Kunci: discovery learning, hasil belajar
STUDI LITERATUR PEMBELAJARAN MODEL INKUIRI TERBIMBING DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMK NEGERI 1 SINGOSARI Dinda Taruna Nagara; Anggraining Widiningtyas; Edi Supriyana
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era modern ini, pembelajaran sains sesuai dengan kurikulum terbaru menuntut siswa membangun pengetahuannya sendiri dan belajar mandiri. Guru berperan sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran.. Hasil observasi menunjukkan bahwa pembelajaran sains belum terlaksana dengan baik ditandai dengan siswa belum aktif saat pembelajaran berlangsung di kelas, siswa belum membaca materi modul yang diberikan oleh guru sebelumnya dan guru mengajar dengan model direct instruction. Solusi dari permasalahan tersebut dapat diatasi dengan pendekatan penggunaan model pembelajaran inkuiri terbimbing agar guru tidak telibat secara langsung dalam pembelajaran dan pemahaman konsep siswa menjadi meningkat. Model tersebut juga memiliki kelebihan yaitu untuk menghindari pembelajaran yang bersifat ceramah, siswa mampu mengasimilasi dan mengakomodasi dari informasi dan siswa mampu mengembangkan prestasi belajar karena pembelajaran berpusat pada siswa.Kata Kunci: Inkuiri terbimbing, , pemahaman konsep
APLIKASI MODEL NHT (NUMBERED HEADS TOGETHER) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA MATERI FLUIDA STATIS Nur Kamila; Lailatul Nuraini; Agung Sedayu
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan belajar siswa kelas XI IPA 4 di SMA Muhammadiyah 3 Jember pada materi fluida statis melalui penerapan model pembelajaran NHT (Numbered Head Together). Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA 4 di SMA Muhammadiyah 3 Jember yang berjumlah 24 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Model NHT untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa berpengaruh baik dan terjadi peningkatan pada setiap tindakan yang dilakukan. Hasil peningkatan keaktifan belajar siswa dilihat dari nilai presentase setiap indikator: 1) mengemukakan ide, dari sebelum tindakan 4,17% menjadi 29,17% pada akhir tindakan, 2) mengajukan dan menjawab pertanyaan, dari sebelum tindakan 8,33% menjadi 41,67% pada akhir tindakan, 3) mengerjakan soal di depan kelas 12,5% menjadi 41,67% pada akhir tindakan. Model NHT dapat dijadikan salah satu model pembelajaran fisika untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa khususnya pada materi fluida statis.Kata Kunci: Model NHT, Keaktifan Belajar, Fluida Statis
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI USAHA DI SMP NEGERI 3 JEMBER Nafilah Husnaul Azizah; I Ketut Mahardika; Anis Prasetyaningsih
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa pada siswa kelas VIII dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning pada materi usaha. Jenis penelitian adalah Quasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 3 Jember. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII E sebanyak 32 anak. Dalam penelitian ini, diawali dengan pre-test kemudian diberikan perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning dan memberikan post-test setelah melakukan kegiatan belajar mengajar untuk mengetahui skor post-test. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar pre-test – post-test. Hasil analisis data diperoleh bahwa ada perbedaan nilai pre-test dengan nilai post-test akibat pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap hasil belajar siswa pada materi usaha kelas VIII di SMP Negeri 3 Jember. Rata-rata hasil belajar nilai pada pre-test yaitu 56.00 sedangkan pada rata-rata nilai post-test yaitu 83.00, lalu diuji menggunakan Uji N-Gain dan memperoleh nilai 0,6 yang berada pada peningkatan hasil belajar kriteria sedang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran fisika.Kata Kunci: Pembelajaran, Discovery Learning, dan Hasil Belajar
BUKU AJAR BERBASIS GAMBAR PROSES DALAM PEMBELAJARAN FISIKA USAHA DAN ENERGI DI SMA Amirah Onne Oktavia; Sutarto Sutarto; Subiki Subiki
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gambar proses adalah gambar yang tersusun dari proses dan tahapan, dimana proses dan tahapan ini mengubah fenomena yang terjadi. Gambar proses akan sangat membantu siswa dalam menganalisis suatu fenomena dalam memahami konsep tanpa menghadirkan kejadian yang sesungguhnya. Gambar proses adalah salah satu media visual yang dapat dituangkan pada bahan ajar disekolah seperti pada buku ajar, modul, dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh buku ajar usaha dan energi berbasis gambar proses yang digunakan sebagai media dalam pembelajaran fisika terhadap peningkatan hasil belajar dan retensi hasil belajar fisika siswa SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperiment dengan desain One Group Pretest-Posttest Design yang dilaksanakan di kelas X MIPA 2 di SMAN 1 Banyuwangi dengan 30 siswa yang terdiri siswa laki-laki (13 orang) dan siswa perempuan (17 orang). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes awal, tes akhir, dan tes tunda. Setelah menggunakan buku ajar usaha dan energi berbasis gambar proses, terjadi peningkatan hasil belajar dalam keriteria tinggi pada pertemuan pertama, dalam kriteria sedang pada pertemuan kedua, dan dalam kriteria sedang pada pertemuan ketiga. Selain itu, hasil dari retensi belajar fisika siswa setelah setelah menggunakan buku ajar usaha dan energi berbasis gambar proses adalah 97,27% yang tergolong kriteria tinggi.Kata Kunci: Buku ajar, gambar proses, pembelajaran fisika, usaha dan energi, retensi hasil belajar
ANALISIS KEMAMPUAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 JEMBER DALAM MENYELESAIKAN SOAL UN IPA POKOK BAHASAN SUHU MENGGUNAKAN TAHAPAN POLYA Beni Aris Prasetyo; I Ketut Mahardika; Nur Sujayanto
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian diskriptif yang bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang kemampuan menyelesaikan soal fisika pokok bahasan suhu menggunakan model polya pada siswa kelas VII SMPN 3 Jember Populasi penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 3 Jember. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VII C sebanyak 32 anak. Dalam penelitian ini, diawali dengan memberikan soal soal fisika pokok bahasan suhu kepada siswa dengan menggunakan langkah langkah penyelesian masalah polya yang telah valid dan realibel untuk digunakan. Hasil analisis data diperoleh bahwa ada perbedaan presentase antara tahapan memahami masalah, tahapan membuat rencana permasalahan, tahapan pelaksanakan rencana penyelesaian dan tahapan menelaah kembali pada materi Suhu kelas VII di SMP Negeri 3 Jember.Kata kunci : Tahapan polya, Kemampuan siswa