cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
FKIP e-PROCEEDING
Published by Universitas Jember
ISSN : 25275917     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
PENERAPAN VIDEO BASED LEARNING DALAM MATA KULIAH FISIKA TERAPAN Aldyansyah Pramudya Kurniawan; Muhammad Budi Wibowo; Denny Oktavina Radianto
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menjelaskan solusi mengenai pembelajaran pada masa kini. Seiring berkembangya teknologi pada dunia pendidikan tinggi, mahasiswa dan dosen dituntut untuk dapat menguasai dan menerapkan pada proses belajar mengajar di kampus.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon mahasiswa D-3 teknik permesinan kapal terhadap penggunaan video based learning Pada mata kuliah fisika terapan. Untuk mendapatkan hasil penelitian mengenai penerapan video based learning, data diambil menggunakan metode kuisioner, wawancara, dan observasi terhadap mahasiswa D-3 teknik permesinan kapal. Metode penelitian deskriptif kualitatif dilakukan untuk memotret data yang ada. Dari hasil kuisioner dan wawancara yang telah dilakukan menunjukkan bahwa 80% mahasiswa D-3 teknik permesinan kapal menunjukkan ketertarikan terhadap penggunaan video based learning dan didukung oleh hasil observasi yang telah dilakukan menunjukkan mahasiswa antusias memperhatikan video yang diputarkan oleh dosen. Karena menurut mereka dengan menerapkan video based learning maka mereka dapat lebih mudah untuk memahami mata kuliah fisika. Mereka dapat mengakses video tersebut dimana saja dan kapan saja. Maka dari data hasil pengamatan tersebut dapat dijadikan acuan dalam pengembangan teknologi pembelajaran pada pendidikan tingkat tinggi.Kata Kunci: Video based learning, pendidikan tingkat tinggi, fisika terapan
PENGGUNAAN VIDEO FENOMENA PADA MATERI PESAWAT SEDERHANA SISTEM KATROL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMP Asiyah Handayanti; Sri Handayani; Indrawati Indrawati
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan video fenomena pada materi sistem katrol untuk meningkatkan hasil belajar di SMP. Belajar dan pembelajaran adalah dua hal yang saling berhubungan erat dan tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan edukatif. Video fenomena termasuk video pembelajaran yang digunakan sebagai media yang cenderung mudah mengingat dan memahami pelajaran karena tidak menggunakan satu jenis indera. Penelitian ini di lakukan dengan menggunakan design penelitian one group pretest – posttest penelitian ini menggunakan satu kelas yang diberikan perlakuan media pembelajaran berupa video fenomena pada materi Pesawat sederhana bagian katrol. Teknik analisis data perhitungan hasil belajar dengan menggunakan formulasi N- Gain. Hasil penelitian tentang penggunaan video fenomena tentang katrol padabab Pesawat Sederhana di peroleh hasil belajarnya tinggi di uji menggunakan N- Gain dengan mengurangi nilai posttest dan preetest serta di bagi dengan nilai maksimal dan rata-rata nilai pretest mendapatkan hasil 0,7 yang masuk ke kategori tinggi. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah pembelajaran tentang pengetahuan yang rasional dan objektif tentang alam semesta beserta isinya IPA membahas tentang segala sesuatu yang terjadi di alam ini yang disusun secara sistematis berdasarkan hasil percobaan dan pengamatan yang dilakukan manusia. Katrol adalah salah satu jenis pesawat sederhana yang mempunyai fungsi untuk bisa memudahkan pekerjaan manusia.Kata Kunci: Video Fenomena, IPA, Katrol
KETIDAKPASTIAN MOMENTUM ATOM DEUTERIUM MENGGUNAKAN PENDEKATAN KETIDAKPASTIAN HEISENBERG PADA BILANGAN KUANTUM n ≤ 3 Bagus Hadi Saputra; Bambang Supriadi; Sri Handono Budi Prastowo
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deuterium merupakan salah satu isotop atom hidrogen yang memiliki sifat kuantum mirip denganatom hidrogen dengan susunan sederhana, sehingga dalam penyelesaiannya dapat diselesaikan denganpersamaan Schrodinger dalam koordinat bola. Kedudukan elektron dalam atom tidak dapat ditentukandengan pasti, yang dapat ditentukan adalah probabilitas menemukan elektron sebagai fungsi jarak dariinti atom. Probabilitas menemukan elektron didalam atom dapat diketahui berdasarkan fungsigelombang radialnya. Penelitian ini bertujuan menentukan ketidakpastian momentum denganpendekatan ketidakpastian Heisenberg atom deuterium pada bilangan kuantum (n ≤ 3). Jenispenelitian ini adalah penelitian non eksperimen berupa pengembangan teori yang sudah ada. Hasilpenelitian berupa (1) simulasi distribusi probabilitas radial yang memberikan informasi keberadaanelektron dalam atom deuterium, serta menunjukkan bahwa semakin jauh keberadaan elektron dari inti,maka semakin kecil peluang ditemukannya elektron dalam atom deuterium (2) data distribusiketidakpastian momentum bergantung pada bilangan kuantum utama (n) dan bilangan kuantumazimuth, serta jarak elektron dari inti atom. Semakin meningkat jarak elektron dari inti atompada bilangan kuantum utama dan azimuth yang sama, maka akan menghasilkan kenaikan simultandalam ketidakpastian posisi radial serta menghasilkan penurunan simultan dalam ketidakpastianmomentum radial, sehingga semakin kecil ketidakpastian (semakin besar kepastian) dalam mengukurposisi yang tepat, semakin tidak akurat momentum partikelnya.Kata kunci: Pendekatan Ketidakpastian Heisenberg, Ketidakpastian Momentun Atom Deuterium,Bilangan Kuantum n ≤ 3.
KOEFISIEN TRANSMISI InN (Indium Nitrit) PENGHALANG TUNGGAL HINGGA PENGHALANG TIGA DENGAN METODE SCHRODINGER Nelly Candra Agustin; Caecarico Imas Wasisto Nugroho; Maulana Andi Pratama
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan nilai koefisien transmisi yang dimiliki oleh bahan semikonduktor Indium Nitride InN pada potensial penghalang tunggal hingga rangkap tiga. Tunneling effect merupakan keadaan ketika partikel berenergi memasuki daerah potensial energi sebesar dengan syarat. Resonance Tunneling merupakan fenomena ketika memiliki nilai koefisien transmisi mendekati atau bernilai 1. Koefisien transmisi merupakan probabilitas yang dimiliki oleh partikel untuk dapat menerobos penghalang potensial. Bahan semikonduktor InN memiliki energi gap sebesar 1.9 – 2.05 eV dengan Lattice Constants sebesar 3.533. Metode Schrodinger merupakan metode sederhana yang membandingkan konstanta normalisasi fungsi gelombang transmisi dengan fungsi gelombang datang untuk mendapatkan nilai koefisien transmisi. Pada potensial penghalang tunggal, koefisien transmisi tebesar 94.04 % didapatkan ketika energi partikel 3 eV. Pada potensial penghalang ganda, koefisien transmisi terbesar 100% didapat ketika energi partikel 1.176 eV. Pada potensial penghalang rangkap tiga, koefisien transmisi terbesar 100% didapat ketika energi partikel 0.783 eV dan 1.734 eV.Kata kunci: Koefisien transmisi, tunneling effect, resonance tunneling, metode Schrodinger.
IDENTIFIKASI PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS XI PADA MATERI ELASTISITAS DAN HUKUM HOOKE MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION DI SMAN 4 JEMBER Dya Ayu Safitri; Sri Handono Budi Prastowo; Eny Sulistyowati
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran fisika sangat erat kaitannya dengan konsep, sehingga pemahaman konsep pada materi fisika harus dipahami dengan baik terlebih dahulu untuk dapat menyelesaikan permasalahan soal dan pemahaman konsep juga menjadi acuan dalam tingkat keberhasilan siswa selama pembelajaran fisika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap konsep materi elastisitas dengan menggunakan model pembelajaran direct istruction. Penelitian ini dilakukan pada 36 siswa kelas XI MIPA 2 di SMAN 4 Jember. Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan model direct instruction. Pengkartegorian jawaban siswa diadaptasi berdasarkan kartegori n-gain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa dalam hal menafsirkan memiliki kartegori tinggi dengan presentase 70 %, menginferensi 65%, membandingkan 50%, menjelaskan 40%. Hasil dari penggunaan model pembelajaran langsung (Direct Instruction) terhadap pemahaman konsep siswa pada materi elastisitas dan Hukum Hooke memiliki presentase yang cukup baik.Kata Kunci: Pemahaman Konsep Siswa Kelas Xi Pada Materi Elastisitas Dan Hukum Hooke, Model Pembelajaran Direct Instruction
INOVASI PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI PENERAPAN MODEL PBL (PROBLEM BASED LEARNING) DENGAN PENDEKATAN STEM EDUCATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI ELASTISITAS DAN HUKUM HOOKE DI SMA Alvi Maulidia; Albertus Djoko Lesmono; Bambang Supriadi
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang bagaimana model pembelajaran problem based learning dengan pendekatan STEM. Pendekatan STEM merupakan suatu pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran dengan menggunakan beberapa cabang ilmu. Pendekatan STEM ini sangat cocok diterapkan dalam kurikulum 2013 agar siswa dapat lebih aktif dan lebih memahami konsep pada suatu materi yang diajarkan karena suatu proyek yang dihasilkan siswa dalam materi pembelajaran berkaitan langsung dengan dalam kehidupan nyata yang dialami siswa sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran problem based learning dengan pendekatan STEM terhadap hasil belajar siswa SMA. Penelitian ini dilaksanakan pada kelas XI Mipa3 di SMA Muhammadiyah 3 Jember, dengan 28 siswa yakni 11 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Metode yang digunakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pre-eksperiment dengan desain One Group Pretest - Posttest Design. Data pada penelitian ini menggunakan tes awal dan tes akhir. Hasil belajar yang didapatkan siswa setelah diterapkan model pembelajaran problem based learning dengan pendekatan STEM menghasilkan N-gain yang sedang.Kata Kunci: STEM Education, model PBL, hasil belajar siswa
PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN LKPD BERBASIS DISCOVERY LEARNING DISERTAI DIAGRAM V UNTUK MEMBELAJARKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF Laily Ramadhanty; Sri Handono Budi Prastowo; Yushardi Yushardi
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berpikir kreatif (creative thinking) merupakan proses berpikir seseorang yang berorientasi untuk memunculkan suatu gagasan atau ide baru yang termasuk ke dalam kemampuan berpikir tingkat tinggi atau HOTS (Higher Order Thinking Skills). Kemampuan berpikir kreatif merupakan kemampuan berpikir yang berbeda, responsif (peka terhadap permasalahan), dan memberikan solusi yang tidak biasa dengan cara yang berbeda dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Ketercapaian tujuan pembelajaran yang sesuai merupakan salah satu indikator membelajarkan kemampuan berpikir kreatif. Indikator kemampuan berpikir kreatif meliputi fluency thinking (berpikir lancar), originality thinking (berpikir kebaruan), elaborate ability (keterampilan mengelaborasi), dan flexibility thinking (berpikir luwes). Namun, realita yang terjadi di sekolah menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran kurang menekankan pada kemampuan berpikir kreatif. Salah satu upaya untuk membelajarkan kemampuan berpikir kreatif dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning. Peneliti memberikan solusi dengan menyusun LKPD berbasis discovery learning berbantuan diagram V. Diagram V yakni suatu alat bantu yang membantu peserta didik untuk mengkonstruksi pemahaman terkait pengetahuan yang dimiliki. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti menggunakan metode deskriptif yang dilakukan di kelas XI MIPA SMA terkait tahapan-tahapan penyusunan LKPD dan diagram V dalam upaya membelajarkan kemampuan berpikir kreatif, kesimpulan yang diperoleh yakni LKPD berbasis discovery learning berbantuan diagram V dapat membelajarkan kemampuan berpikir kreatif dalam pembelajaran fisika.Kata Kunci: diagram V, kemampuan berpikir kreatif, LKPD Discovery Learning, pembelajaran
ANALISIS HUBUNGAN DAYA HANTAR LISTRIK DENGAN TOTAL DISSOLVED SOLID (TDS) PADA AIR MINUM ISI ULANG DI SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS JEMBER Dewi Ika Pratiwi; Alex Harijanto; Sri Handono Budi Prastowo
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar aktivitas yang dilakukan oleh manusia membutuhkan air, dimulai penggunaan sebagai air minum, memasak, mencuci dan kegiatan lainnya. Manfaat air sebagai air minum adalah yang paling utama bagi kehidupan manusia. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan (PERMENKES) No. 492 Tahun 2010, air minum merupakan air yang telah melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Tujuan dan manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan daya hantar listrik dengan Total Dissolved Solid (TDS) pada beberapa jenis air minum isi ulang di sekitar kampus Universitas Jember dan dapat digunakan sebagai informasi mengenai kualitas air minum isi ulang. Pada penelitian ini menggunakan dua metode yaitu metode jembatan wheatstone untuk mencari nilai daya hantar listrik dan metode langsung melalui TDS meter untuk mencari nilai TDS. Hasil dari penelitian ini adalah hubungan daya hantar listrik berbanding lurus dengan Total Dissolved Solid (TDS). Semakin besar nilai daya hantar listrik maka semakin besar nilai TDS dan juga sebaliknya. Air minum isi ulang yang memiliki daya hantar listrik terbesar adalah sampel AMIU kedua yang juga memiliki nilai TDS paling besar juga.Kata Kunci: Daya Hantar Listrik, TDS, AMIU
RESPON MAHASISWA CALON GURU DENGAN JADWAL FLEKSIBEL DAN TERSTRUKTUR TERHADAP PEMBELAJARAN BERBASIS (E-LEARNING) Ari Krismandana; Julius Ferino do Carmo; Hari Anggit Cahyo Wibowo
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak perguruan tinggi khususnya di daerah Surabaya ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang akan diarahkan pada penguasaan IPTEK dan informasi, serta membuat lulusan pendidikan yang lebih berkualitas, agar dapat berdaya saing di kancah ASEAN. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Respon Mahasiswa Calon Guru Dengan Jadwal Fleksibel Dan Terstruktur Terhadap Pembelajaran Berbasis (E-Learning), respon tersebut akan digunakan sebagai acuan untuk menerapkan pembelajaran berbasis E-Learning yang lebih berkualitas dan tepat guna serta mampu memberi inovasi pendidikan di Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan data angket mahasiswa. Data penelitian ini dianalisis menggunakan distribusi persentase (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 93% mahasiswa calon guru dengan jadwal fleksibel setuju jika pembelajaran berbasis E-Learning diterapkan dalam perkuliahan, terdapat perbedaan hasil yaitu 90% mahasiswa dengan jadwal terstruktur setuju jika pembelajaran berbasis E-Learning diterapkan. Dalam segi kebermanfaatan mahasiswa calon guru dengan jadwal fleksibel merasakan manfaat pembelajaran E-Learning dengan presentase 75%, hasil berbeda diperoleh yaitu 90% mahasiswa calon guru dengan jadwal terstruktur merasakan manfaat pembelajaran E-Learning.Kata Kunci: Inovasi Pendidikan, Pembelajaran E-Learning
MODEL DISCOVERY LEARNING DENGAN SETTING OPERANT CONDITIONING PADA PEMBELAJARAN FISIKA Walidatudz Dzikro; Singgih Bektiarso; Subiki Subiki
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu model pembelajaran yang memenuhi student centered learning dan sesuai dengan karakteristik fisika adalah Discovery Learning. Dalam pembelajaran fisika menggunakan model discovery learning siswa aktif menyelidiki kemudian menemukan sendiri suatu konsep dari ilmu pengetahuan, sehingga hasil yang akan diperoleh melekat dalam ingatan siswa dalam jangka panjang karena setiap proses penemuannya siswa terlibat di dalamnya. Tahap-tahap dari Discovery Learning yaitu; pemberian rangsangan (stimulation), pernyataan atau identifikasi masalah (problem statement), pengumpulan data (Data Collection), pengolahan data (data processing), pembuktian (verification), dan menarik kesimpulan (generalization). Penguatan operant atau operant conditioning merupakan suatu kondisi yang di dalamnya berisikan penguatan perilaku operan, baik penguatan positif maupun penguatan negatif yang efeknya dapat mengakibatkan perilaku tersebut dapat berulang atau menghilang sesuai keinginan. Operant Conditioning terbagi menjadi tiga macam yakni penguatan positif (positive reinforcement), penguatan negatif (negative reinforcement), dan hukuman (punishment). Dengan menambahkan operant conditioning pada pembelajaran fisika, siswa akan merespon dengan rangsangan berupa penguat yang dapat mengarahkan perilaku siswa dari yang semula negatif menjadi positif. Oleh karena itu pembelajaran menggunakan model Discovery Learning dengan setting operant conditioning merupakan upaya pembelajaran yang aktif dan efektif guna meningkatkan kemampuan kognitif dan membentuk sikap disiplin dan positif bagi siswa.Kata kunci: Discovery Learning, Operant Conditioning, Pembelajaran Fisika