cover
Contact Name
Bony Irawan
Contact Email
bony@umrah.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bony@umrah.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tanjung pinang,
Kepulauan riau
INDONESIA
Pedagogi Hayati
ISSN : 25030752     EISSN : 25794132     DOI : -
Core Subject : Education,
Pedagogi Hayati: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji. Pedagogi Hayati mempublikasikan artikel ilmiah dalam cakupan bidang ilmu pendidikan biologi: pembelajaran, evaluasi, media dan bahan ajar, kurikulum, pengembangan profesi dan kompetensi guru, etnopedagogi dan etnosains biologi, serta literasi terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 111 Documents
EFEKTIVITAS LKS IPA TERPADU BERORIENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KOGNITIF SISWA SMP KELAS VII Elfa Oprasmani
Pedagogi Hayati Vol 2 No 2 (2018): PEDAGOGI HAYATI : EDISI PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Education and teacher Training, Maritime University of Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/ph.v2i2.833

Abstract

ABSTRACT. One of the goals Curriculum 2013 is to form students are able to perform troubleshooting. In fact the problems found in the junior high school in Pekanbaru the problem solving and critical thinking of students have not been able to be trained optimally. Based on these problems need to be developed worksheets that trains student’s problem-solving ability. This research aims to know effectivity of Integrated Science student worksheet oriented Problem Based Learning model to cognitive of junior high school Class VII. This research was a quasi experimental research. The trial subject of the research were grade VII studens of SMP Negeri 23 Pekanbaru. The class used in the worksheet trial was chosen by looking at the normality dan homogenity of student test result. Hypothesis test was done using SPSS 16. The results of this research indicated that student’s cognitive learning outcome have value Sig 0,018. The conclusion of this research was Integrated Science student worksheet oriented Problem Based Learning model effective on student’s cognitive learning outcome. ABSTRAK. Salah satu tujuan Kurikulum 2013 yaitu untuk membentuk siswa yang mampu melakukan pemecahan masalah. Kenyataannya, permasalahan yang ditemukan pada SMP di Pekanbaru kemampuan pemecahan masalah dan berfikir kritis siswa belum mampu dilatih secara maksimal. Berdasarkan permasalahan tersebut perlu dikembangkan LKS yang melatih kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas LKS IPA Terpadu Berorientasi model Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap konitif siswa SMP kelas VII. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen. Subjek uji coba pada penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 23 Pekanbaru. Kelas yang digunakan dalam uji coba LKS dipilih dengan melihat normalitas dan homogenitas hasil ulangan siswa. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar kognitif siswa memiliki nilai Sig 0,018. Kesimpulan dalam penelitian ini LKS IPA Terpadu Berorientasi model Pembelajaran Berbasis Masalah berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa.
PENGEMBANGAN VIRTUAL LABORATORY BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI UNTUK SISWA SMA Dina Liana; Nova Adi Kurniawan
Pedagogi Hayati Vol 2 No 2 (2018): PEDAGOGI HAYATI : EDISI PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Education and teacher Training, Maritime University of Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/ph.v2i2.834

Abstract

ABSTRACT. This research is to describe the result of the development of scientific based virtual laboratory for Biology subject at Senior High Schools, Indragiri Hilir, Riau. The type of this research is research and development (R&D), which intentionally and systematically is to discover, formulate, fix, develop, produce, test product efectivity, model, method/ strategy, service, certain superior procedures, the latest, effective, efficience, productive, and meaningful. The results of the research prove the use of scientific based virtual laboratory is practically employed for teacher (3.5) and students (3,28), validity (3.20), and effectiveness (70.7). Accordingly, virtual laboratory plays a vital role to overcome limited laboratory as a learning resources. Besides, virtual laboratory is one of effective learning media – illusion laboratory – which helps students in practical work so they achieve a good competence. ABSTRAK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil pengembangan virtual laboratory berbasis pendekatan saintifik untuk mata pelajaran Biologi di SMA Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau. Jenis penelitian ini adalah research and development (R&D) yang secara sengaja, sistematis, bertujuan/diarahkan untuk mencari temuan, merumuskan, memperbaiki, mengembangkan, menghasilkan, menguji keefektifan produk, model, metode/strategi/cara, jasa, prosedur tertentu yang lebih unggul, baru, efektif, efisien, produktif, dan bermakna. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan virtual laboratory berbasis pendekatan saintifik dinilai sangat praktis oleh guru (3, 5) dan peserta didik (3, 28), Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan kehadiran Virtual laboratory sangat berperan baik untuk mengatasi keterbatasan labor sebagai sumber daya pembelajaran, selain itu Virtual Laboratory juga merupakan salah satu media pembelajaran yang efektif mengingat fungsinya sebagai laboratorium maya yang sangat membantu peserta didik dalam pelaksanaan praktikum sehingga mampu mencapai kompetensi yang baik.
PENGARUH MODEL ACTIVE LEARNING BERBANTU MEDIA ANIMASI TERHADAP KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Indah Nor Inayah; Nurul Septiana; Nanik Lestariningsih
Pedagogi Hayati Vol 2 No 2 (2018): PEDAGOGI HAYATI : EDISI PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Education and teacher Training, Maritime University of Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/ph.v2i2.836

Abstract

ABSTRACT. This study aims to determine the effect of Active Learning model on the liveliness and learning outcomes of syudents in class XII MIPA MAN Kota Palangka Raya material cell division. Active Learning is a learning that can encourage avtive learners to ask and argue. Activeness is needed in learning activities because of the participation of the deeper undedrstanding. Observations and interviews with teacher of MAN Kota Palangka Raya obtained information that learners tend to be passive and replication value of cell division material under KKM. The situation is deemed necessary to be by applying the Active Learning model to determine its influence on the liveliness and learning outcomes. The sample was taken using puposive sampling technique. Based on the results of this study note that the Active Learning model can increase the liveliness of learners with the percentage of 84,90%in the experimental class and 58,85% in the control class. This model also affect the increase of students’ learning outcomes with average N-gain in the experimental class of 0,70 which is high while the control class is 0,44 whichis claaified as N-gain is. The conclusion of this research is the influence of Active Learning on the activity and learning outcomes of students of class XII MIPA MAN Kota Palangka Raya material of cell divisoin. ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Active Learning terhadap keaktifan dan hasil belajar peserta didik kelas XII MIPA MAN Kota Palangka Raya materi pembelahan sel. Active Learning merupakan pembelajaran yang dapat memacu peserta didik aktif bertanya dan berpendapat. Keaktifan sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran karena dengan adanya partisipasi maka pemahaman lebih mendalam. Hasil observasi dan wawancara dengan guru MAN Kota Palangka Raya diperoleh informasi bahwa peserta didik cenderung pasif dan nilai ulangan materi pembelahan sel dibawah KKM. Keadaan tersebut dirasa perlu diselesaikan dengan menerapkan model Active Learning untuk mengetahui pengaruhnya terhadap keaktifan dan hasil belajar. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diketahui bahwa model Active Learning dapat meningkatkan keaktifan peserta didik dengan persentase 84,90% dikelas eksperimen dan 58,85% dikelas kontrol. Model ini pun berpengaruh terhadap meningkatnya hasil belajar peserta didik dengan rata-rata N-gain dikelas eksperimen sebesar 0,70 yang tergolong tinggi sedangkan dikelas kontrol sebesar 0,44 yang tergolong N-gain sedang. Kesimpulan penelitian ini adalah adanya pengaruh model Active Learning terhadap keaktifan dan hasil belajar peserta didik kelas XII MIPA MAN Kota Palangka Raya materi pembelahan sel.
KETERAMPILAN PROSES SAINS AWAL MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI PADA MATAKULIAH BIOLOGI UMUM Azza Nuzullah Putri; Erda Muhartati
Pedagogi Hayati Vol 2 No 2 (2018): PEDAGOGI HAYATI : EDISI PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Education and teacher Training, Maritime University of Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/ph.v2i2.844

Abstract

ABSTRACT. The study aims to describe the prior science process skills of biology education students in general biology courses. The data in this study were obtained through a science process skill test instrument. Science process skills have several indicators, namely: observing, experiments planning, communicating, classifying, predicting, applying concepts, asking questions, formulating hypotheses, and interpreting data. The results of the analysis show that the average score of student’s prior science process skills is 43. The results indicate that the prior science process skills of biology education students belongs to the very less category. The highest indicator is the interpreting data skill (score 75) with sufficient category. While the lowest indicator is the ability to predict (score 11.67). this includes very poor categories. It is necessary to design a learning process that is completed with learning tools, assessments and activities that can facilitate to develop science process skill of biology education student. ABSTRACT. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan proses sains awal mahasiswa pendidikan biologi pada matakuliah biologi umum. Data pada penelitian ini diperoleh melalui instrumen tes keterampilan proses sains. Indikator keterampilan proses sains yang diukur meliputi beberapa indikator yaitu: keterampilan mengamati, merencanakan percobaan, berkomunikasi, mengklasifikasi, memprediksi, menerapkan konsep, mengajukan pertanyaan, merumuskan hipotesis, dan menginterpretasi data. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan KPS awal mahasiswa pendidikan biologi adalah 43. Hasil ini menunjukkan bahwa KPS awal mahasiswa pendidikan biologi termasuk pada kategori sangat kurang. Keterampilan menginterpretasi data merupakan indikator KPS dengan skor tertinggi yaitu 75 yang termasuk kategori cukup. Sedangkan indikator terendah adalah kemampuan memprediksi dengan skor 11,67 termasuk kategori sangat kurang. Berdasarkan hasil ini maka perlu didesain sebuah proses pembelajaran yang dilengkapi dengan perangkat pembelajaran, asesmen serta kegiatan yang dapat membantu mengembangkan KPS mahasiswa pendidikan biologi.
Pengembangan Media Booklet Berbasis Potensi Lokal Kalimantan Barat Pada Materi Keanekaragaman Hayati Pada Siswa Kelas X di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak eti setyaningsih; Ari Sunandar; Anandita Eka Setiadi
Pedagogi Hayati Vol 3 No 1 (2019): Pedagogi Hayati Volume 3 Nomor 1 Tahun 2019: Tinjauan Kearifan Lokal dan Keadaan
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Education and teacher Training, Maritime University of Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/ph.v3i1.1068

Abstract

ABSTRACT. Based on the results of interviews with biology teachers of SMA Muhammadiyah 1 Pontianak, that not implemented yet local potential based learning is because of limited information. This research aims to develop local potential of West Kalimantan based booklet media on biodiversity material in Grade X of SMA Muhammadiyah 1 Pontianak.. Media development of this booklet used the Brog&Gall model development method, with stages:(1) Research and data collection,(2) planning,(3) Initial product development,(4) Initial field trials,(5) initial product repairs, and (6) field trials. The results research phase (1) that the book and worksheets teacher have not shown local potential, stage (2) the designed booklet contains core competencies, basic competencies, indicators, objectives, contents, evaluations, and bibliography, stage (3) shows the validity booklets on language aspects 85.3% (very valid), material aspects 95.3% (very valid) and media aspects 90.6% (very valid), stage (4) student responses was 85,7% (very positive) and the teacher's response was 88.7% (very positive). Then stage (5) and stage (6), student responses 90.0% (very positive) and teachers 90.4% (very positive), it concluded that developed booklet media valid and received very positive response from students and teachers. ABSTRAK. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru biologi SMA Muhammadiyah 1 Pontianak, belum dilaksanakannya pembelajaran berbasis potensi lokal karena keterbatasan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media booklet berbasis potensi lokal Kalimantan Barat pada materi Keanekaragaman Hayati pada siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Pontianak. Pengembangan media booklet ini menggunakan metode penelitian pengembangan model Brog & Gall, dengan tahapan:(1) Penelitian dan pengumpulan data,(2) Perencanaan, (3) Pengembangan produk awal, (4) uji coba lapangan awal, (5) perbaikan produk awal, dan (6) Uji coba lapangan. Hasil penelitian tahap (1) buku dan LKS yang digunakan guru belum menampilkan potensi lokal, tahap (2) booklet yang dirancang memuat kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, tujuan, isi, evaluasi, dan daftar pustaka, tahap (3) menunjukkan kevalidan booklet pada aspek bahasa sebesar 85,3% (sangat valid), aspek materi 95,3% (sangat valid) dan aspek media 90,6% (sangat valid), tahap (4) didapatkan respon siswa sebesar 85,7% (sangat positif) dan respon guru sebesar 88,7% (sangat positif), kemudian tahap (5) dan tahap (6), respon siswa 90,0% (sangat positif) dan guru 90,4% (sangat positif), disimpulkan media booklet yang di kembangkan valid dan mendapatkan respon sangat positif dari siswa dan guru.
Profil Media Pembelajaran di SMP Negeri Se-Kecamatan Tanjungpinang Timur Tree Evriyanti; Erda Muhartati; Bony Irawan
Pedagogi Hayati Vol 3 No 1 (2019): Pedagogi Hayati Volume 3 Nomor 1 Tahun 2019: Tinjauan Kearifan Lokal dan Keadaan
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Education and teacher Training, Maritime University of Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/ph.v3i1.1125

Abstract

ABSTRACT. The aim of this study is to determine the availability, use and difficulties faced by teachers in the use of learning media. This study uses a quantitative approach with a type of descriptive research. The research data was obtained through questionnaire instruments, observation sheets and interview guidelines. Questionnaires and observation sheets to see the use of learning media and interview guidelines are used to determine the availability and difficulties faced by teachers in the use of learning media. Interview data on the availability of instructional media at SMP A and SMP B are adequate and at C SMP is inadequate. Based on the results of the study that in East Tanjungpinang Junior High School, the use of learning media as a whole was 71% on average fair. The use of learning media in SMP A has an average of 82% in the good category. The use of instructional media in SMP B has an average of 58% in the poor category and the use of instructional media in SMPN C has an average of 72% fair categories. Interview data on difficulties faced by teachers in the use of learning media from all schools in the East Tanjungpinang sub-district have difficulties in making media, lack of time efficiency in making learning media, creativity in making media still low, inadequate media availability ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan, penggunaan dan kesulitan yang dihadapi guru dalam pemanfaatan media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui instrumen angket, lembar observasi dan pedoman wawancara. Angket dan lembar observasi untuk melihat penggunaan media pembelajaran dan pedoman wawancara digunakan untuk mengetahui ketersediaan dan kesulitan yang dihadapi guru dalam pemanfaatan media pembelajaran. Data hasil wawancara ketersediaan media pembelajaran di SMPN A dan SMPN B sudah memadai dan di SMPN C kurang memadai. Berdasarkan hasil penelitian bahwa di SMPN Se-Kecamatan Tanjungpinang Timur penggunaan media pembelajaran keseluruhan rata-rata 71% kategori cukup. Penggunaan media pembelajaran di SMPN A memiliki rata-rata 82% kategori baik. Penggunaan media pembelajaran di SMPN B memiliki rata-rata 58% kategori kurang dan penggunaan media pembelajaran di SMPN C memiliki rata-rata 72% kategori cukup. Data hasil wawancara kesulitan yang dihadapi guru dalam pemanfaatan media pembelajaran dari keseluruhan sekolah di kecamatan Tanjungpinang Timur memiliki kesulitan dalam membuat media, kurangnya efisiensi waktu dalam membuat media pembelajaran, kreatifitas dalam membuat media yang masih rendah, ketersediaan media yang kurang memadai.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Aspek Advanced Clarification dan Inference pada Konsep Sistem Pencernaan Di Kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Tanjungpinang Oktaviani Dwi Putri; Nevrita; Nur Eka Kusuma Hindrasti
Pedagogi Hayati Vol 3 No 2 (2019): Pedagogi Hayati Volume 3 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Education and teacher Training, Maritime University of Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/ph.v3i2.1141

Abstract

ABSTRACT: The purpose of this study is to describe students' critical thinking skills in the aspects of advanced clarification and inference of the XI MIPA class of SMA Negeri 2 Tanjungpinang. The population of this study were all students of class XI MIPA of SMA Negeri 2 Tanjungpinang consisting of 7 classes with a total of 259 students. The sample in this study amounted to 146 taken with cluster random sampling techniques. Data collection techniques through tests in the form of questions were developed using indicators of critical thinking skills. Test instruments are used to determine students' critical thinking skills in the aspects of advanced clarification and inference. Based on data analysis, it is known that the average percentage in the advanced clarification aspect is 63% with a category and 62% inference. So the conclusion in this study that the ability to think critically in the advanced clarification and inference aspects of class XI MIPA students of SMA Negeri 2 Tanjungpinang in the category is quite critical. ABSTRAK: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa pada aspek advanced clarification dan inference kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Tanjungpinang. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Tanjungpinang yang terdiri dari 7 kelas dengan total 259 siswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 146 yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data melalui tes berupa soal yang dikembangkan menggunakan indicator kemampuan berpikir kritis. Intrumen tes digunakan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa pada aspek advanced clarification dan inference. Berdasarkan analisis data maka diketahui rata-rata persentase pada aspek advanced clarification adalah 63% dengan kategori dan inference 62%. Maka kesimpulan dalam penelitian ini bahwa kemampuan berpikir kritis pada aspek advanced clarification dan inference siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Tanjungpinang pada kategori cukup kritis.
Praktikalitas Multimedia Interaktif Dilengkapi Educational Games pada Materi Archaebacteria dan Eubacteria untuk Siswa Kelas X Rahmadhani Fitri; Laila Kurnia Sari
Pedagogi Hayati Vol 3 No 1 (2019): Pedagogi Hayati Volume 3 Nomor 1 Tahun 2019: Tinjauan Kearifan Lokal dan Keadaan
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Education and teacher Training, Maritime University of Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/ph.v3i1.1258

Abstract

ABSTRACT. Based on the result of observation and interview, many students were not interested in following the learning because the learning media is less varied. The appropiate learning media could help students learn to master the lesson materials. The solution was by using interactive multimedia was completed by educational games which can be used whenever they want for involving their study. The Biology teacher and the students in SMA Negeri 8 was trained to use interactive multimedia was completed by educational games in biology learning. This training was evaluated through practicality instrument. Data analyzed using descriptive statistical analysis. Based on the results of data analysis obtained the value of practicality is 79,54% by teacher with practice category and by student equal to 89,60 % with very practice category. ABSTRAK. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, banyak siswa kurang berminat mengikuti pembelajaran karena media yang kurang bervariasi. Media pembelajaran yang tepat dapat membantu siswa belajar menguasai materi pelajaran. Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan multimedia interaktif yang dilengkapi dengan game edukasi yang dapat digunakan kapan saja mereka mau untuk mempelajari materi pelajaran. Multimedia interaktif yang dilengkapi dengan game edukasi dalam pembelajaran biologi diujicobakan pada guru Biologi dan siswa di SMA Negeri 8. Uji coba ini dievaluasi melalui instrumen kepraktisan. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai kepraktisan dengan kategori praktis yaitu dengan nilai 79,54% oleh guru dan 89,60% oleh siswa.
Respon Guru Terhadap Flip Book Pembelajaran Bioteknologi Berbasis Fermentasi Khas Kalimantan Barat Di SMA Kubu Raya Mutia ulyanti Mutia; Hanum Mukti Rahayu; Mahwar Qurbaniyah
Pedagogi Hayati Vol 3 No 1 (2019): Pedagogi Hayati Volume 3 Nomor 1 Tahun 2019: Tinjauan Kearifan Lokal dan Keadaan
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Education and teacher Training, Maritime University of Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/ph.v3i1.1302

Abstract

ABSTRACT. The learning process of biotechnology material in SMA and MA Kubu Raya still has problems such as the lack of learning media that only textbooks and LKS. The textbooks and LKS have drawbacks, including only showing a few images, too much writing and material that does not yet contain the potential of local West Kalimantan biotechnology. So that development is carried out, namely the flip book that has gone through a validation process. However, the untrue response to the flip book is unknown, so the purpose of this study was to determine the teacher's response to the West Kalimantan-based biotechnology flip book learning typical of the Kubu Raya High School. The method used is descriptive with quantitative and qualitative approaches. The data collection tool in this study was using a closed questionnaire. Determination of the sample using purposive sampling technique with consideration of the area and school accreditation. The results showed that the average response of teachers of SMA and MA Kubu Raya to flip books in aspects of attraction was 84.99%, material aspects 82.34%, language aspects 84.73%, and media aspects 74.73%. Based on the results of the research conducted, it can be concluded that the teacher's response to the West Kalimantan-based biotechnology flip book learning typical of SMA Kubu Raya has positive criteria based on aspects of interest, material aspects, language aspects and media aspects. ABSTRAK. Proses pembelajaran materi bioteknologi di SMA dan MA Kubu Raya masih memiliki permasalahan seperti kekurangan media ajar yang hanya menggunakan media berupa buku paket dan lembar kerja siswa (LKS). Buku paket dan LKS tersebut memiliki kekurangan antara lain hanya menampilkan sedikit gambar, terlalu banyak tulisan dan materi belum memuat potensi bioteknologi konvensional lokal Kalbar. Sehingga dilakukan pengembangan yaitu flip book yang telah melalui proses validasi. Namun respon giru terhadap flip book tersebut belum diketahui sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon guru terhadap flip book pembelajaran bioteknologi berbasis fermentasi khas Kalimantan Barat di SMA Kubu Raya. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Alat pengumpulan data pada penelitian ini ialah dengan menggunakan angket tertutup. Penentuan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan pertimbangan wilayah dan akreditasi sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata respon guru SMA dan MA Kubu Raya terhadap flip book pada aspek ketertarikan sebesar 84,99%, aspek materi 82,34%, aspek bahasa 84,73%, dan aspek media 74,73%. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa respon guru terhadap flip book pembelajaran bioteknologi berbasis fermentasi khas Kalimantan Barat di SMA Kubu Raya memiliki kriteria positif berdasarkan aspek ketertarikan, aspek materi, aspek bahasa dan aspek media.
Analisis Keterlaksanaan Standar Proses Kurikulum 2013 Di SMA Se-Kabupaten Kepulauan Anambas Ardian; Nevrita; Nurul Asikin
Pedagogi Hayati Vol 3 No 1 (2019): Pedagogi Hayati Volume 3 Nomor 1 Tahun 2019: Tinjauan Kearifan Lokal dan Keadaan
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Education and teacher Training, Maritime University of Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/ph.v3i1.1337

Abstract

ABSTRACT: The purpose of this study is to describe the implementation of the 2013 curriculum process standards in high schools throughout the Anambas Islands District. This study uses a quantitative approach with descriptive type of research. The population of this study were all 7 biology teachers in the Anambas Islands High School in the total of 7 people, with a study sample of 4 biology teachers taken with Purposive Sampling techniques taking into account the desired data needs. Techniques and instruments for collecting data through questionnaires, observation and documentation. Questionnaire instruments are used to determine the implementation of process standards. Observation is used for knowing the level of implementation of classroom learning and documentation used to determine learning preparation. Based on the analysis of the data that has been obtained, the implementation of the standard process in learning planning obtained an average percentage of 81.83%. In the implementation of learning, the percentage of the average percentage was 75.18% while the results of the learning observations in the class obtained an average percentage of 75.68%. Then the assessment of learning obtained an average percentage of 72.32%. The conclusion in this study is that the implementation of the 2013 curriculum process standards conducted by biology teachers has been classified as good in its implementation. ABSTRAK: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan keterlaksanaan standar proses kurikulum 2013 di SMA se-Kabupaten Kepulauan Anambas. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriftif. Populasi penelitian ini adalah seluruh guru biologi di SMA Negeri se-Kabupaten Kepulauan Anambas yang berjumlah 7 orang, dengan sampel penelitian 4 orang guru biologi yang diambil dengan teknik Purposive Sampling.dengan pertimbangan kebutuhan data yang diinginkan. Teknik dan instrumen pengumpulan data melalui kuesioner, observasi dan dokumentasi. Intrumen kuesioner digunakan untuk mengetahui keterlaksanaan standar proses. Observasi digunakan untuk mengetahui tingkat pelaksanaan pembelajaran di kelas dan dokumentasi digunakan untuk mengetahui persiapan pembelajaran. Berdasarkan analisis data yang telah didapatkan, keterlaksanaan standar proses pada perencanaan pembelajaran didapatkan rata-rata persentase 81,83%. Pada pelaksanaan pembelajaran didapatkan persentase rata-rata persentase 75,18% sedangkan pada hasil observasi pembelajaran di kelas didapatkan persentase rata-rata 75,68%. Kemudian pada penilaian pembelajaran didapatkan persentase rata-rata 72,32%. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa keterlasanaan standar proses kurikulum 2013 yang dilakukan oleh guru biolgi sudah tergolong baik dalam pelaksanaannya.

Page 4 of 12 | Total Record : 111