cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sejarah dan Budaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 232 Documents
Konsep Pendidikan Perempuan Taman Siswa Yuliati Yuliati
Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.641 KB)

Abstract

PENDIDIKAN BAGI PEREMPUAN JAWA PADA ABAD KE 19 Eka Sulis Yuniarti
Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.522 KB)

Abstract

Pada awal abad ke-19 M, lak-laki dan perempuan Jawa memiliki kesempatan yang berbeda dalam memperoleh pendidikan. Laki-laki memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan pendidikan formal dibandingkan perempuan. Dalam budaya Jawa peran perempuan adalah sebagai ibu yang mendidik anak-anak, serta mengurusi urusan rumahtangga, sehingga pendidikan dianggap kurang penting bagi perempuan. Padahal pendidikan bagi perempuan merupakan salah satu cara agar dapat menuangkan ide-ide serta gagasan para perempuan. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengkaji lebih mendalam terkait dengan karakteristik dan konsep pendidikan bagi perempuan di Jawa pada abad ke 19. Hasil dari penelitian ini adalah pendidikan bagi perempuan merupakan salah satu cara untuk memberantas buta huruf yang masih banyak dialami oleh para perempuan sekitar tahun 1900-an. Pada lingkungan sosial, pendidikan yang diperoleh perempuan mampu meningkatkan harkat dan martabat para perempuan di masyarakat.In the early 19th century AD, Javanese men and women had different opportunities for education. Men have a greater chance of getting formal education than women. In the Javanese culture the role of women is as the mother who educates the children, and takes care of the household affairs. Hence, javanese people acknowledges education as less subtantial for women. Though, for women, education is one of many ways to actualize their ideas. This article try to analize the characters and concept of education for Javanese women in the 19th century. The article illustrate that education is ultimate way to eradicate illiteracy problems experienced by Javanese women in 19th century. On the social aspects, education believed to elevate the dignity of women. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um020v12i12017p30
UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN SEJARAH INDONESIA KELAS XI IIS 1 MELALUI PENERAPAN OUTDOOR LEARNING BERBASIS INKUIRI DI SMAN KUNIR TAHUN AJARAN 2015-2016 Zainul Hasan
Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (885.326 KB)

Abstract

PENANAMAN NILAI-NILAI KEBHINEKAAN MELALUI PEMBELAJARAN SEJARAH SMA Pi'i Pi'i
Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.868 KB)

Abstract

MODEL PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS SEJARAH WANITA PADA MAHASISWA Yeni Wijayanti
Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.605 KB)

Abstract

Kuli Cina di Perkebunan Tembakau Sumatera Timur Abad XVIII Guntur Ari Wibowo
Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.703 KB) | DOI: 10.17977/um020v9i12015p27-38

Abstract

Abstrak: Perusahaan Deli atau Deli Maatschappij adalah perusahaan perkebunan yang bergerak di perkebunan tembakau. Kesuksesan tersebut tentu tidak terlepas dari peran tenaga kerja kuli tembakau yang didatangkan dari Pinang dan Singapura. Banyaknya pekerja kuli Cina ternyata membuat permasalahan karena ada yang terampil dan tidak terampil. Hal tersebut berimbas pada terjadinya banyak penganiayaan dan kekerasan dari para tuan tanah ataupun kepala kuli Cina (tandil) terhadap para pekerja kuli CIna.Kata-kata kunci : Eksploitasi, Kuli Cina, Perdagangan, Sumatra Timur, Tembakau.Abstract: The company of Deli or Deli Maatschappij was the plantation company moving in the plantation of tobacco. The succesful was related with the role of the Chinese workers who were imported from Pinang and Singapura. Many Chinese workers in fact made a problem because they were skiled workers and unskilled workers. This affected to many persecutions and violence from the landlord or the Tandil to the Chinese workers.Keywords: exploitation, the Chinese workers, trade, East Sumatra, tobacco
KAITAN LATAR BELAKANG PENDIDIKAN GURU TERHADAP PEMANFAATAN CANDI KOTES SEBAGAI SUMBER BELAJAR Mia Juwita Kaningtyas
Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.677 KB)

Abstract

Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Dongeng Gagak Rimang Joko Sayono; Ulfatun Nafi’ah; Daya Negri wijaya
Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (942.858 KB) | DOI: 10.17977/um020v9i22015p236-256

Abstract

DIENG CULTURE FESTIVAL: MEDIA KOMUNIKASI BUDAYA MENDONGKRAK PARIWISATA DAERAH Retno Dyah Kusumastuti Anjang Prilia
Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya memiliki peran dominan dalam mendukung sektor pariwisata suatu daerah. Begitu juga dengan Kabupaten Banjarnegara yang mewujudkan visi dan misi terkait budaya melalui penyelenggaraan Dieng Culture Festival yang dinobatkan sebagai satu dari tiga festival budaya Indonesia paling populer di dunia. Upaya melestarikan budaya daerah menjadi penting supaya tidak tergerus arus globalisasi. Upaya melestarikan dilakukan dengan mengenal keanekaragaman budaya itu sendiri, sehingga dirasa penting mengkaji setiap unsur pada rangkaian Dieng Culture Festival yang sarat makna budaya sebagai esensi dari proses komunikasi budaya.Penelitian kualitatif ini menggunakan paradigma konstruktivisme untuk memberikan gambaran atas makna budaya pada rangkaian acara Dieng Culture Festival. Data untuk mendukung penelitian ini dihimpun dari wawancara dengan pegiat budaya Dieng dan kajian pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah seluruh rangkaian acara dalam Dieng Culture Festival mengkomunikasikan budaya Jawa pada umumnya dengan tambahan kearifan lokal masyarakat Dieng yang khas, yang dipengaruhi oleh kepercayaan yang berkembang di masyarakat sekitar.Culture has a dominant role in supporting the tourism sector of a region. Likewise with the District of Banjarnegara that embodies the vision and mission related culture through the implementation of Dieng Culture Festival is crowned as one of the three most popular Indonesian cultural festivals in the world. Efforts to preserve regional culture is important so as not to be eroded by the flow of globalization. Conservation efforts are done by recognizing the cultural diversity itself, so it is important to study each element in the series of Dieng Culture Festival which is full of cultural significance as the essence of the process of cultural communication. This qualitative research uses constructivism paradigm to provide an overview of cultural meaning in the series of events Dieng Culture Festival . Data to support this study were collected from interviews with Dieng cultural activists and literature review. The result of this research is the entire series of events in Dieng Culture Festival communicating Javanese culture in general with the local wisdom of typical Dieng community, which is influenced by the growing beliefs in the surrounding community. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um020v12i12017p80
DIGITAL DIVIDE PEREMPUAN INDONESIA Neni Wahyuningtyas; Khofifatu Rohmah Adi
Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.732 KB)

Abstract

Abstrak: Kehadiran teknologi informasi dan komunikasi selama ini telah membawa perubahan bagi masyarakat. Hal itu membawa konsekuensi berupa masalah digital divide bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia. Selama ini peran perempuan dalam perkembangan teknologi informasi masih belum banyak jika dibandingkan dengan laki-laki. Ada beberapa faktor yang menyebabkan digital divide kaum perempuan yaitu tingkat ketrampilan dan pendidi-kan, masalah bahasa, keterbatasan waktu, adanya stereotipe seksi yang disematkan pada per-empuan sehingga mudah dilecehkan, dan norma budaya serta sosial yang berkembang. Meng-ingat pentingnya masalah ini, sudah saatnya untuk melakukan tindakan guna memastikan bahwa perempuan di Indonesia dapat mengaktifkan dirinya di era informasi. Adapun upaya untuk mem-persempit digital divide pada perempuan diantaranya literasi informasi, menghilangkan diskrimi-nasi gender, membangun kebijakan dan budaya gender yang transformative, dan meningkatkan skill dan kompetensi dengan Bimtek TIK.Kata kunci: teknologi komunikasi dan informasi, digital divide, perempuan IndonesiaAbstract: Information dan communication technology has bought changes in our society. Along with its development, many concequences occur in developing countries as well as Indonesia. Women role in the development of information and communication technology is lesser than men. There are many factor causing the digital divide of Indonesian women i.e. skill and education level, language problem, lack of time, sexist stereotype, social and cultural norms. Considering to this issue, it is important to take action to ensure women in Indonesia to be more active and involve in the development of information and communication technology. There are many ways to decrease the digital divide of Indonesian women i.e. information literacy, eliminating gender discrimination, transformative and gender responsive policy, increasing women skill and com-petency trough education and training.Key words: Information dan communication technology, digital devide, Indonesian women.

Page 7 of 24 | Total Record : 232