cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sejarah dan Budaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 232 Documents
MENULIS SEJARAH SEBAGAIMANA PEREMPUAN: PENDEKATAN FILSAFAT SEJARAH PEREMPUAN Ruth Indiah Rahayu
Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penulisan sejarah perempuan mengharuskan adanya pemaknaan baru mengenai konsep spatio-temporal yang khas perempuan. Waktu perempuan mengikuti siklus biologisnya (kosmis) yang terintegrasi dengan siklus kosmos. Tetapi waktu perempuan itu kontradiktif dengan waktu sejarah pada umumnya, sehingga menulis sejarah perempuan dengan mendasarkan pada waktu perempuan menghadapi kendala yang berasal dari pengujian kebenaran (truth). Pengujian kebenaran dalam tradisi ilmu-ilmu sosial beorientasi pada obyektivitas, maka penulisan sejarah perempuan yang subyektif dipandang seperti fiksi dari masa lalu ketimbang historiografi. Maka dari itu diperlukan strategi feminis untuk dapat mengguncang arus besar historigorafi IndonesiaKata-kata kunci: feminisme, sejarah, filsafatAbstrak. the writing of women history should have the new paradigm on the concept of women in space and time. The time of women follow the integrated cycle between cosmic and cosmos. However the time of women face the distinctive position with the time of history. Therefore, the writing of women history based on the time of women faces the restriction coming from the truth verification. The truth verification in the tradtion of social sciences is based on the objectivity. Therefore, the writing of women history which is subjective needs feminist strategy to deconstruct the wave of Indonesian historiography.Keywords: feminism, history, philosophyDOI: http://dx.doi.org/10.17977/um020v10i12016p095
“POLITIK HISTORIOGRAFI” SEJARAH LOKAL: KISAH KEMENYAN DAN KAPUR DARI BARUS, SUMATERA UTARA Ichwan Azhari
Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.959 KB)

Abstract

SEJARAH INDONESIA DALAM KONTEKS POLITIK GLOBAL DAN REGIONAL Linda Sunarti
Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.903 KB)

Abstract

KERAGAMAN KEBERAGAMAAN (SEBUAH KODRATI KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA BERDASARKAN PANCASILA) Dewa Agung Gede Agung
Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.418 KB)

Abstract

Abstrak: Kehadiran berbagai agama di Indonesia merefleksikan agar umat beragama tidak saling menganiaya orang lain. Akan tetapi, agama yang mengajarkan perdamaian tidak jarang dijadikan legitimasi untuk mengganggu, memusuhi, dan memusnahkan umat lain. Di Indonesia, konflik antar umat beragama telah menjadi rahasia umum, dalam kondisi seperti ini ajaran agama dapat dijadikan sebagai alat pembenar bagi pemeluknya untuk melakukan tindakan permusuhan dan pembunuhan terhadap pemeluk agama lain. Kenyataan ini sangat bertentangan dengan esensi ajaran agama itu sendiri yang selalu mengajarkan cinta kasih dan perdamaian.Masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk dengan pemeluk agama yang beragam. Belum lagi perbedaan suku dan ras, bisa jadi faktor ini juga berpotensi memperkeruh suasana konflik agama. Namun demikian, kemungkinan diatas bisa jadi tidak terbukti apabila masyarakat dan bangsa Indonesia mampu menumbuhkan sikap empati terhadap perbedaan tersebut.Kata-kata Kunci: bangsa dan negara, empati, empat konsensus dasarAbstract: The presence of religions in Indonesia reflects that the religious people do not violate each other. However, religion teaching peace is become a legitimation to disturb, to hate, and to genocide the other religious people. In Indonesia, a conflict between religions have been a public secret, in this condition the teaching of religion could be a tool to right and to legitimate the killing of other religions. This fact is contradicted with the essence of the religion’s teaching that is to teach love other people and peace. Indonesian society is a multicultural society with various religions. Nevertheless, the related explanation will not affect if society could grow the character of emphaty to any difference.   Keywords: nation and state, emphaty, four basic consencus
Pembelajaran Sejarah Lokal pada Kelas Sejarah (Model Pengembangan Bahan Ajar Sejarah Lokal Kota Kudus dalam Rangka Meningkatkan Minat Siswa pada Sejarah) R. Suharso
Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.273 KB)

Abstract

Monetisasi dan Perubahan Sosial Ekonomi Masyarrakat Jawa Abad XIX Indah Wahyu Puji Utami
Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.762 KB) | DOI: 10.17977/um020v9i12015p51-63

Abstract

KETIDAKADILAN PERAN GENDER TERHADAP PEREMPUAN DALAM CERITA PENDEK SURAT KABAR MEDIA INDONESIA TAHUN 2017 Sidiq Aji Pamungkas; Sarwiji Suwandi; Muhammad Rohmadi
Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.178 KB)

Abstract

Perempuan secara kultural dipandang memainkan peran gender hanya di ranah domestik, bukan di ranah publik seperti laki-laki. Sementara, peran gender merupakan buah dari kesepakatan sosial berdasar kultur peradaban. Peran gender terbentuk berdasarkan perilaku-perilaku yang dilakukan/diperankan sehingga menciptakan suatu budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketidakadilan peran gender terhadap perempuan dalam cerita pendek surat kabar Media Indonesia 2017. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menerapkan teknik purposive sampling dimana mengambil teks cerpen yang memuat isu gender dalam surat kabar Media Indonesia tahun 2017. Validitas data memanfaat triangulasi, yaitu triangulasi teori dan triangulasi peneliti. Hasil penelitian sebagai berikut. Cerpen-cerpen yang tersiar di surat kabar Media Indonesia melukiskan ketidakadilan peran gender perempuan berupa stereotip (pelabelan negatif) dan beban kerja yang lebih dominan dibanding laki-laki. Pelabelan negatif (stereotip) tersebut antara lain perempuan mudah menaruh percaya sehingga mudah dirayu-dibodohi, perempuan terlalu emosional menonjolkan perasaan sehingga perempuan mudah terpengaruh suasana untuk membuka diri tanpa berpikir panjang, dan perempuan mudah depresi karena tidak sanggup tertekan. Sementara, beban kerja perempuan lebih dominan di ranah domestic, yaitu perempuan bertanggung jawab penuh dalam mengasuh anak.Women are culturally seen to play gender roles only in the domestic sphere, not in the public domain like men. Meanwhile, gender roles are social agreement based on the culture of civilization. Gender roles are formed based on behaviors that are performed so as to create a culture. This study aims to describe the unfairness of gender roles towards women in the short story of Media Indonesia newspaper on 2017. This research is a qualitative descriptive study with content analysis techniques. The sampling technique applied a purposive sampling technique in which the short story text contains gender issues in Media Indonesia newspapers. Data validity applied triangulation, namely theory triangulation and researcher triangulation. The results indicates two finding. Short stories published in Media Indonesia newspapers depict the injustice of women's gender roles in the form of stereotypes (negative labeling) and workloads that are more dominant than men. These stereotypes include women who are easy to believe so they are easily seduced, women are too emotional to highlight feelings so that women are easily influenced by the atmosphere to open themselves without thinking, and women are easily depressed because they cannot be depressed. Meanwhile, women's workload is more dominant in the domestic sphere, ie women are fully responsible for taking care of children.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um020v12i22017p109
PITUTUR SINANDI UNTUK PENDIDIKAN KARAKTER ANAK BERDASARKAN BUDAYA JAWA TIMUR INDONESIA Yatimmatul Islammia
Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.905 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencermati pendidikan karakter pada anak melalui budaya pitutur sinandi, adapun hal yang teramati: (1) proses pendidikan karakter oleh orang tua terhadap anak melalui pitutur sinandi, (2) proses terbentuknya karakter anak melalui pitutur sinandi, (3) nilai-nilai karakter yang terkandung dalam pitutur sinandi, dan (4) dampak dari pitutur sinandi terhadap karakter anak. penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Analisis data yang digunakan yaitu model Spradley. Data penelitian ini diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) salah satu media yang digunakan dalam pendidikan karakter di Desa Kendalrejo adalah pitutur sinandi ora ilok yang diucapkan kepada anak-anak sejak usia dini, (2) pitutur sinandi biasanya diawali dengan kata “ora ilok” yang berarti tidak baik, (3) Pitutur sinandi ora ilok terbagi menjadi dua, yaitu pitutur sinandi yang menyertakan akibat dan pitutur sinandi yang tidak menyertakan akibat. This study aims to examine the character education of children through pitutur sinandi culture, as for the things observed: (1) the process of character education by parents to the children through pitutur sinandi, (2) the process of forming the character of the child through pitutur sinandi, (3) the value of characters contained in pitutur sinandi, and (4) the impact of pitutur sinandi on the child's character. This research is a qualitative research with type of ethnography research. Data analysis used is Spradley model. This research data obtained from observation, interview, and documentation. The findings of this study indicate that: (1) one of the media used in character education in Kendalrejo Village is pitutur sinandi ora ilok which is spoken to children from an early age, (2) pitutur sinandi usually begins with "ora ilok" means not good, (3) Pitutur sinandi ora ilok is divided into two, namely pitutur sinandi which includes the result and pitutur sinandi that does not include the result. Pitutur sinandi make children understand what is right and wrong so that he or she won’t do anything wrong DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um020v12i22017p159
KETERLIBATAN BANDIT, PELACUR DAN SENIMAN DALAM PERJUANGAN KEMERDEKAAN DI JAWA TIMUR (1945-1950) Ari Sapto
Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.256 KB)

Abstract

Bandit, pelacur dan seniman adalah kelompok sosial yang sering luput dari perhatian sejarawan. Mungkin karena posisi sosial mereka yang bukan elite. Dalam perkembangan Ilmu Sejarah yang mengarah pada demokratisasi, maka semua kelompok sosial dipandang memiliki peluang yang sama untuk ditulis sejarahnya. Dalam periode Revolusi Nasional Indonesia (1945-1950) untuk menghadapi keunggulan militer pihak Belanda, tentara Indonesia dipaksa untuk melakukan mobilisasi sumberdaya. Dalam konteks itu, bandit, pelacur dan seniman terlibat dalam perjuangan kemerdekaan. Kontribusi mereka tidak kecil, tetapi dalam suasana kajian sejarah yang berpihak pada elite, perannya seakan-akan terlupakan. Dalam perjuangan kemerdekaan di Jawa Timur bandit, pelacur dan seniman dimobilisasi dan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Melalui berbagai peran yang sesuai dengan ”ketrampilan”nya memberi dukungan terhadap perjuangan. Resikonya tidak kecil, nyawa taruhannya, tetapi mereka rela melakukan. Ironisnya, perjuanggannya hanya tercatat dalam dokumen dan setelah kemerdekaan tercapai jasa-jasanya dilupakan. Bandits, prostitutes, and artists are social groups that frequently ignored by the historians. Potentially their social position as non-elite class causes its marginalization. Hence, in the development of history as science that headed to democratization, all social groups are seen as having equal opportunities to write their history. Facing the superiority of Dutch military in the Indonesian National Revolution period (1945-1950), the Indonesian army was forced to mobilize all resources. In that context, bandits, prostitutes, and artists were involved in the struggle for independence. Their contribution is very important, but in an atmosphere of historical studies that highlight the elite, their role seems to be marginalized. The independence war in East Java records band of bandits, prostitutes and artists who were mobilized and utilized for various purposes. Through various roles in accordance with their "skills", it provides support for the independence. The duty were very risk to their lives, but they doing it voluntarily. Ironically, their heroism only recorded in the old archives and forgotten after independence. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um020v12i22017p128
KESINAMBUNGAN DAN PERUBAHAN: PEMANFAATANNYA SEBAGAI KERANGKA PEMBELAJARAN SEJARAH Susanto Yunus Alfian
Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.345 KB)

Abstract

Pemikiran historis menjadi perhatian kita sebagai guru sejarah. Pembelajaran sejarah sebenarnya merupakan pembelajaran disiplin ilmu sejarah. Disiplin ilmu sejarah menuntut kita untuk berpikir sejarah. Artinya pemikiran historis menjadi inti dari pembelajaran sejarah. Pemikiran historis memiliki beberapa unsur. Salah satu unsur adalah kesinambungan dan perubahan. Bagaimana pembelajaran kesinambungan dan perubahan dalam matapelajaran sejarah? Tulisan ini menawarkan suatu solusi. Historical thiking has been highlighted by history teachers. Historical instruction actually an instruction of history which demand students to think historically. Historical thinking has various elements. One of them is sense of continuity and change. This article tries to offer some examples of teaching about continuity and change in historical instruction, i.e. through direct learning and project based learning. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um020v12i22017p173

Page 8 of 24 | Total Record : 232