cover
Contact Name
Seli Septiana Pratiwi
Contact Email
jsph.journal@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsph.journal@um.ac.id
Editorial Address
Semarang St. No 5, Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
ISSN : 25027875     EISSN : 25275879     DOI : https://doi.org/10.17977
Core Subject : Humanities,
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis (JSPH) issued by the Department of Sociology, Faculty of Social Sciences, State University of Malang in collaboration with the Perkumpulan Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI). JSPH committed to being a scientific journals, relevant to the development of science, as a reference, especially in the fields of sociology, education and culture. JSPH published twice a year continuously (July and December). JSPH contains the results of research and conceptual ideas that have not been published anywhere.
Arjuna Subject : -
Articles 116 Documents
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KETAHANAN KELUARGA TENAGA KERJA INDONESIA Lalu Saefullah; Sri Rum Giyasih; Diana Setiyawati
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.261 KB) | DOI: 10.17977/um021v3i2p119-132

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk menganalisis tingkat dukungan sosial dan ketahanan keluarga TKI dan pengaruh dukungan sosial terhadap ketahanan keluarga TKI. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif korelasional. Data diperoleh dengan menggunakan instrumen dukungan sosial yang diadaptasi dari House dan Khan. Instrumen ketahanan keluarga menggunakan Walsh Family Resilience Questionnaire (WRFQ). Penelitian ini dilakukan pada 156 responden keluarga inti TKI yang merupakan anak, atau istri, atau suami, atau Ortu dari TKI yang dipilih secara acak di Desa Darmaji Kecamatan Kopang Lombok Tengah NTB. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Tingkat dukungan sosial yang diterima keluarga TKI mayoritas cukup baik. (2) Tingkat ketahanan keluarga TKI mayoritas cukup baik kecuali pada suami TKW, mayoritas ketahanan keluarganya rendah. (3) Keluarga TKI yang resilien terdapat sistem keyakinan yang kuat (mean paling tinggi). (4) Dukungan sosial dan ketahanan keluarga memiliki korelasi yang sangat kuat (R= 0,816) serta terdapat hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial dan ketahanan keluarga TKI (Sig F hitung = 0,00 < 0,05). (5) Analisis tambahan pada hasil uji beda, yaitu ketahanan keluarga TKI dipengaruhi juga oleh struktur keluarga TKI yang ditinggalkan dan besarnya jumlah remitan. (6) Aspek dan sumber dukungan sosial yang paling berkontribusi dan signifikan terhadap ketahanan keluarga yaitu; (a) Perspektif anak : dukungan istrumental dari luar sumber dukungan sosial penelitian ini. (b) Perspektif istri : dukungan instrumental dari lingkungan masyarakat. (c) Perspektif suami dan orang tua : dukungan penghargaan dari lingkungan masyarakat. 
AKTUALISASI PEMUDA DALAM PROPAGANDA POLITIK DI DUNIA VIRTUAL Nur Idayati; Femiana Afkarina
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.332 KB) | DOI: 10.17977/um021v3i1p36-46

Abstract

Artikel ini memfokuskan pada isu pemuda, politik dan Reality of The Virtual. Secara konseptual argumentasi yang dibangun oleh peneliti merujuk pada kehidupan pemuda hari ini, tidak terlepas dari perkembangan teknologi terutama yang disebut dengan internet. Era tersebut sebagaimana disebut sebagai revolusi 4.0, merepresentasikan realitas yang tidak lagi didasarakan pada persoalan materialitas, tetapi menempatkan materialitas sebagai bentuk yang dapat direproduksi melalui teknologi. Silang sengkarut antara yang asli dan asali menjadi hal yang tak lagi layak diperdebatkan dalam konteks ini. Apa yang muncul dan direpresentasikan dalam ruang-ruang digital menjadi bentuk pemuda dalam menghadirkan dirinya atau strategi eksperimentasi. Disatu sisi politik eksperimentasi ini menjadi bagian dari artikulasi identitas, tetapi disisi lain persoalan non eksperimentasi patut pertanyakan secara sosiologis. Dalam konteks ini, narasi subjek digital yang hadir dalam Reality Of The Virtual menjadi krusial, khususnya dalam era politik pemuda yang menempatkan pemuda sebagai objek yang diasumsikan kosong dan direbut oleh jejaring politik. Asumsi kekosongan pemuda merujuk pada pengalaman empiris mereka, khsusnya pada posisi historis yang kemudian dikonstruksikan masuk pada era politik popular. Karena, persoalan bagaimana eksperimentasi politik pemuda? Menjadi isu utama yang dinarasikan dengan analisis Michel Foucault tentang relasi kuasa dan Slavoj Zizek tentang Reality Of The Virtual. Sebagai konsekuensi metodologis, analisis diskursif menjadi cara peneliti dalam menarasikan politik pemuda. Dalam penelitian ini, eksperimtasi politik pemuda hadir sebagai konsekuensi dari revolusi 4.0 dan khususnya menjadi cara pemuda untuk merepresentasikan identitasnya. Kata Kunci: Diskursus, Eksperimentasi, Kuasa, Politik Pemuda, Reality Of The Virtual 
MENGGUGAH SENSITIVITAS SOSIAL MAHASISWA MELALUI IMPLEMENTASI PRAKSIS SOSIAL Wahyu Djoko Sulistyo
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.322 KB) | DOI: 10.17977/um021v4i1p38-46

Abstract

One problem that is a common challenge for students today is the low level of social sensitivity they have. Though this is one of the character values that they should have as agents of changing times. Being indifferent and busy with his own activities is one of the characteristics of this millennial generation. In this paper describes the implementation of social praxis activities that become compulsory subjects for UM FIS students. Through various activities that they have planned and carried out in the field with a direct target to the community, they are able to have a significant influence in developing social sensitivity. The implementation is able to provide direct experience for students to engage directly and intersect with the community. 
IMPLEMENTASI PERDA SYARIAH SEBAGAI UPAYA MEMPERJUANGKAN KESETARAAN GENDER Mustika Saraini; Siti Kholifah
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.291 KB) | DOI: 10.17977/um021v3i2p73-87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat realitas kesetaraan gender di Provinsi Aceh tepatnya didaerah dataran tinggi Gayo Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Tengah, dengan pemberlakuan perda syariah. Kesetaraan gender dalam sektor publik dilihat melalui fenomena berdasarkan keadaan pada saat terjadinya konflik RI-GAM di Provinsi Aceh dan pasca pemberlakuan perda syariah dilingkungan kehidupan masyarakat Aceh. Penelitian ini menggunakan kajian teori feminisme liberal, untuk membahas perjuangan dan kesetaraan gender dalam konteks kebijakan politik. Selain itu juga menggunakan konsep kesetaraan gender dengan ideologi pembebasan perempuan mendapatkan kekuatan hukum yang sama dengan laki-laki dalam perspektif Islam. Penelitian ini memakai metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dan informasi melalui wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik penentuan informan menggunakan Purposive Sampling dan Snowball. Pembahasan terkait perda mengalami perguliran proses hingga lahirnya qanun Aceh yang mengatur pemberdayaan dan perlindungan terhadap perempuan yang diatur dalam qanun nomor 6 tahun 2009. Aturan dalam qanun tersebut didasari oleh ketidaksetaraan gender yang dipengaruhi oleh konflik dan kuatnya budaya patriarki. Namun, berdasarkan pada temuan dilapangan saat ini peran qanun memiliki pengaruh yang signifikan dalam kesetaraan peran dan hak antara laki-laki dan perempuan seperti dalam isu perceraian dan pemberlakuan hukum syariat bagi pelanggar aturan. 
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT KAMPUNG NAGA SEBAGAI WUJUD MENJAGA ALAM DAN KONSERVASI BUDAYA SUNDA Agung Wiradimadja
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1123.486 KB) | DOI: 10.17977/um021v3i1p1-8

Abstract

Setiap orang cenderung menganggap kehidupan modern itu selalu baik. Orang-orang di perkotaan besar di Jawa Barat berlomba-lomba dalam modernisasi. Namun ternyata hal tersebut menimbulkan permasalahan, yakni permasalahan terganggunya lingkungan hidup dan terdegradasinya kebudayaan daerah. Atas permasalahan tersebut peneliti merasa prihatin dan mencoba mengangkat tema kearifan lokal masyarakat Kampung Naga sebagai wujud menjaga alam dan konservasi terhadap budaya Sunda. Penelitian ini menggunakan metode kualtitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian menyatakan: 1) Masyarakat menetapkan peraturan adat dalam hal tata kelola keruangan menjadi tiga peruntukkan yakni pemukiman serta perternakan, pertanian dan hutan larangan (hutan keramat). 2) Semua orang yang tinggal di wilayah Kampung Naga berprofesi sebagai petani yang menggunakan peralatan tradisional, ada beberapa warga yang memiliki pekerjaan tambahan dengan berjualan dan juga beternak ikan, 3) Semua bangunan rumah di Kampung Naga adalah rumah panggung yang mempertahankan arsitektur bangunan rumah adat Sunda. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa segala aktivitas masyarakat Kampung Naga selalu berupaya selaras dengan alam, tidak boleh merusak alam serta mempertahankan kebudayaan sunda berdasarkan pesan dari karuhun-nya (leluhur). 
PENGEMBANGAN KAPASITAS MASYARAKAT PARTISIPATIF: STUDI IMPLEMENTASI PROGRAM SAEMAUL UNDONG DI KABUPATEN GUNUNG KIDUL DIY Dewi Cahyani Puspitasari; Rina Satriani; Sri Bintang Pmungkas
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.765 KB) | DOI: 10.17977/um021v4i1p1-13

Abstract

Saemaul Undong program implementation in DI Yogyakarta province is the result of sister province cooperation between government of DI Yogyakarta which represented by the Agency of Women and Community Empowerment and Gyeongsangbuk-do province, South Korea which represented by Saemaul Global Foundation (SGF). The focus of program are farming and women empowerment where Bleberan village, Gunung Kidul regency as one of implementation area. The aim of research are, first, to learn the condition, potency, and the challenge of Saemaul Undong program implementation; second, to learn the participation process and the strategy chance of community empowerment. The method of research is qualitative evaluation by elaborating survey, literature review, interview, and focus group discussion. Qualitative analyse is done making deep description and survey analyse is matching the characteristic of result. The result showed that Saemaul Undong program implementation Bleberan village has good response and can bridging the relation between government and community in village farming development. Besides that, Saemaul Undong program also improved the spirit of self-quality development through sharing experience and knowledge. The consequents are persuasion process to make others people interest to this program quite hard. The strategy of capacity building of organization, access improvement, and infrastructure development, strengthening system capacity, improvement of skill and income is a form of collaboration and result of cooperation inter sector between village government and Saemaul Undong Global Foundation.  Keywords: Saemaul Undong, Capacity, Participation, Strategy, Collaboration 
KONSTRUKSI SOSIAL DALAM KELUARGA PENGEMIS DI KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG Risdawati Ahmad; Nila Irchamniah; Okta Pujiana; Joan Hesti Gita Purwasih
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.952 KB) | DOI: 10.17977/um021v3i1p47-54

Abstract

Dalam proses sosial, individu manusia dipandang sebagai pencipta realitas sosial yang relatif bebas dalam dunia sosialnya, oleh karena itu konstruksi yang dibangun oleh tiap-tiap individu berbeda-beda. Begitu pula dengan konstruksi sosial yang dibangun dalam keluarga hingga menciptakan sebuah fenomena pengemis yang terjadi secara turun-temurun. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui konstruksi yang dibangun hingga menyebabkan perilaku mengemis menjadi sebuah budaya dalam keluarga. Penelitian ini dilakukan terhadap dua keluarga di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Sukun, Kota Malang, dimana keluarga pertama terdiri dari 3 informan dan keluarga kedua terdiri dari 2 informan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dan pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan beberapa kriteria yang telah ditentukan yaitu anggota keluarga yang beprofesi sebagai pengemis. Dari hasil penelitian ditemui berbagai macam konstruksi sosial yang dilakukan informan. Proses dialektika ini terjadi melalui eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Dalam eksternalisasi diketahui informan melakukan adaptasi nilai  dan norma berupa penyesuaian sikap dan penampilan. Informan melakukan pembedaan realitas yang berfungsi sebagai pembeda dan pemantapan atas peranan yang dipilih dalam bentuk penampilan dan sikap sebagai seorang pengemis. Internalisasi informan atas nilai dan norma dalam sosialiasi primer dan sekunder tidak berlangsung sempurna. Hal inilah yang menyebabkan informan mengaktualisasikan dirinya sebagai seorang pengemis. 
ETIKA MASYARAKAT PANDHALUNGAN DALAM MERAJUT KEBHINEKAAN (AGAMA) Abdus - Sair
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.043 KB) | DOI: 10.17977/um021v4i1p47-58

Abstract

Indonesia is a unitary country whose people evolve and live in different tribes, races, religions, cultures and languages. This condition occurs as there is one principle known as Bhinneka Tunggal Ika. This principle, hoever, seems to confront or experience “turbulance” along with teh encreases of regional sentiments and majority and minority disparities. Fot instance, the emergance of intolerant groups has threatened the unity of nation. This problem that should be solved sice the proclamation of Indonesian independence in 1945 emerged due to the fact that the goverment has not touched the local wisdom of the community on how to maintain unity. Therefore, this papes aims at presenting the results or research (a case) with qualitiative methods. The data collection is carried out through field observation and indepth interview (unstructure interview). The results of this study indicate that the “pandhalungan community” in Sumberpakem Village Jember District has a strong social integrity about how to maintain unity. They have a cultural grip called a sangkolan, which is a concept of the ancetral heritage of the community on how to respect and appreciate people of difference religions. Morover, there is also the concept of “ taretan dhibik”, which is a glue or tie among residens. Although they have different religions, they consider others as “taretan dhibik” or they brothers. They also say “ataretan saterrosah” (forever brothers) 
PEMUDA, ELIT AGAMA ISLAM DAN POLITIK: Preferensi Gus dan Lora Dalam Kontestasi Politik Titis Thoriquttyas
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.576 KB) | DOI: 10.17977/um021v3i2p88-97

Abstract

Penelitian ini berfokus pada deskripsi tokoh elit muda Islam (Gus dan Lora) dan keterlibatannya dalam kontestasi politik. Keterlibatan tersebut tidak serta merta dianggap bahwa mereka aktif dalam dunia politik, namun hal yang harus diingat bahwa karisma yang dimiliki Gus dan Lora mampu berperan dalam memberikan pilihan alternatif politik bagi santri-santrinya.Penelitian ini akan membidik asparagus (aspirasi para Lora dan Gus), komunitas non-formal Gus dan Lora yang terdapat di Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan pada beberapa kota di Jawa Timur dengan melibatkan beberapa Gus dan Lora. Realitas Sosial yang dialami oleh responden dapat dikaji dimensinya menggunakan metode penelitian yang bersifat kualitatif. Adapun hasil penelitian ini adalah adanya tiga tipologi umum mengenai preferensi Gus dan Lora dalam hal politik. Sederhananya, dimensi karisma yang bersumber dari legitimasi secara sosial dan teologi mampu memberikan peluang besar bagi Gus dan Lora untuk berpartisipasi dalam dunia politik. Lebih lagi posisi Gus dan Lora sebagai tokoh elit muda Islam mampu mempengaruhi pilihan politik bagi santri-santri khusunya yang berasal dari generasi milenial.   
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS SISWA KELAS 4 SD NEGERI 03 SAMBIGEDE Ifan Andriado; Hamida Zama Rahmatillah; Dinda Ayu Pebriana
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.875 KB) | DOI: 10.17977/um021v3i1p9-15

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan dan hasil siklus dari model pembelajaran kooperatif tipe make a match untuk meningkatkan hasil belajar dalam mata pelajaran bahasa Inggris siswa kelas 4 SD Negeri 03 Sambigede. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian yaitu siswa kelas 4 SD Negeri 03 Sambigede tahun pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 29 anak. Dalam penelitian tindakan kelas ini, dilakukan dalam dua siklus tindakan. Setiap siklus tindakan terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi tindakan. Proses pengumpulan data diperoleh dari observasi, dan tes untuk mengukur hasil belajar siswa. Berdasarkan data yang didapatkan setelah pelaksanaan tindakan pada siklus I dan II membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 4 SDN Sambigede 3 dalam mata pelajaran bahasa Inggris. Pernyataan tersebut dapat dibuktikan dari peningkatan hasil belajar siswa pada keseluruhan proses pembelajaran. Presentase ketuntasan pada siklus I adalah sebesar 65,5%, dan presentase ketuntasan pada siklus ke II adalah sebesar 72,4%. Dari presentase tersebut terjadi peningkatan presentase ketuntasan dri siklus I ke siklus II sebesar 7,9%. Kata Kunci: Make a Match, Penelitian Tindakan Kelas, Hasil Belajar. 

Page 4 of 12 | Total Record : 116