cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Energi Dan Manufaktur
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23025255     EISSN : 25415328     DOI : -
"Jurnal Energi dan Manufaktur" is a journal published by Department of Mechanical Engineering, University of Udayana, Bali since 2006. During 2006-2011 the journal's name was "Jurnal Ilmiah Teknik Mesin CAKRAM" (Scientific journal in mechanical engineering, CAKRAM). "Jurnal Energi dan Manufaktur" is released biannually on April and October, respectively. We invite authors to submit papers from experimental research, review work, analytical-theoretical study, applied study, and simulation, in related to mechanical engineering (energy, material, manufacturing, design) to be published through "Jurnal Energi dan Manufaktur".
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 1 (2016): April 2016" : 22 Documents clear
Studi eksperimental sistem pengering biji jagung dengan metode natural convection untuk peningkatan kualitas produksi pertanian di Gorontalo Evi Sunarti Antu
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.945 KB)

Abstract

Abstrak:Untuk mendapatkan standar SNI 01-03920-1995 kadar air untuk jagung adalah 13-14%, jagung harus melewati prosespengeringan. Masyarakat Gorontalo dalam pengeringan masih menggunakan cara konvensional yakni denganmenjemur dibawah terik matahari langsung sehingga berpengaruh pada laju pengeringan. Salah satu metodepengeringan buatan yang telah dikembangkan antara lain adalah alat pengering dengan metode surya kolektor.Kolektor surya yang dirancang dan digunakan dalam penelitian ini adalah kolektor surya hybrid dengan absorber senggelombang, divariasikan dengan dua sudut kolektor. Kedua sudut kolektor yakni 75o dan 45o. Kadar air jagung awalsebelum penelitian adalah 20,7% dengan penjemuran konvensional kadar air dalam sehari menurun hingga 18%,sedangkan dengan menggunakan alat kolektor surya pada variasi sudut 45o kadar airnya menurun hingga 15,01% Lajupenguapan (Qe) sebesar 2758,011 watt.Kata kunci: Kadar air, jagung, kolektor surya, sudut
Transkripsi Musik Gong Timor Menggunakan Continous Wavelet Transform (CWT) Yovinia C H Siki; Yoyon K Suprapto
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.476 KB)

Abstract

Abstrak:Transkripsi musik gong timor dibutuhkan untuk pengembangan aplikasi pengolahan sinyal musik seperti mengeditmusik, melacak tempo musik dan analisis sinyal musik lainnya yang dapat membantu para pemain pemula untukbelajar bagaimana memainkan alat musik gong. Rumitnya analisa suara musik gong dibandingkan analisa peralatanmusik barat karena dipengaruhi oleh cara pembuatan peralatan yang kurang sempurna, dan cara pemukulan peralatanyang berdasar kira-kira. Dengan menggunakan metode CWT, sinyal music gong dikonvolusi untuk menghasilkanscalogram music gong domain skala dan frekuensi. Estimasi nada gong diperoleh menggunakan sebuah proses notegenerating. Keberhasilan transkripsi ditentukan dengan menghitung error yaitu ketepatan menterjemah. Dimana adanada yang seharusnya tidak ada tetapi dikenali sebagai note (insertion), ada nada yang tidak dikenali sehinggaterhapus (deletion) dan ada nada yang dikenali salah (substitution).Kata kunci: Gong timor, transkripsi musik, CWT, scalogram, note generatingAbstract:Gong timor music transcription used to develop some other aplication in music signal processing such as music editing,beat detection, etc. With this transcription, new percussionist of gong can learn more easily to playing gong instrument.Analyzing music gong are more difficult than any other music instrument, it is because gong instrument created withvery simple tools and the percussionist playing this instrument by feelings of any other instrument in gamelan. Musicgong signal convoluted using CWT to create scalogram of music gong in scale and frequency domain. Tone estimationobtained using a note generating process. The success of transcription process determined by calculating errors intranscription results. Which are sometimes there is a tone that shouldn’t exist but marked as a tone (insertion), or thereis a tone but the transcription process doesn’t recognize it (deletion) and sometimes there is a tone but marked as adifferent tone (substitution).Keywords: Gong timor, music transcription, CWT, scalogram, note generating
Investigasi Eksperimental Pengaruh Laju Aliran Massa Air Pada Solar Termal Tipe CPC Edi Marzuki; Mokhamad Nur Khasan; Yogi Sirodz Gaos; Mulya Juarsa; Muhamad Yulianto
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.507 KB)

Abstract

Abstrak:Optimasi penggunaan energi matahari masih perlu ditingkatkan, salah satunya dengan menggunakan kolektor surya.Panas yang diterima digunakan sebagai sumber kalor untuk sistem pembangkit Organic Rankine Cycle (ORC).Kegiatan penelitian diawali dengan desain, konstruksi, dan pengujian kolektor termal solar, tipe concentrated paraboliccollector (CPC). Banyak paramater yang mempengaruhi capaian temperatur pada CPC, salah satunya laju aliran.Tujuan penulisan makalah adalah untuk menentukan temperatur optimal CPC berdasarkan perubahan laju aliransecara eksperimen. Investigasi secara eksperimental dilakukan untuk dapat memanfaatkan potensi radiasi matahariyang bisa mencapai 5,2 kWh/m2 sebagai media evaporasi pada sistem pembangkit ORC yang merupakan langkahawal penelitian. Kolektor surya tipe CPC yang digunakan memiliki geometri panjang 1 m, tinggi 0,9 m, lebar alas 0,028m, lebar tutup 1,16 m. Solar collector dilapisi dua bahan yang berbeda yaitu polistirena foam dengan tebal 0,02 m danarmaflex dengan tebal 0,02 m. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan pengukuran besaran radiasi dantemperatur pada dinding kolektor, temperatur masuk air, dan temperatur keluar air. Pengambilan data radiasi mataharimenggunakan lux meter dan temperatur menggunakan thermocouple tipe K. Hasil dari penelitian ini adalah temperaturcapaian maksimum terjadi ketika laju aliran massa air paling rendah.Kata kunci: Kolektor surya, CPC, temperatur, laju aliran, ORCAbstract:Optimization of solar energy utilization is still needs to be improved, either by using solar collectors. Absorbed heat willuse as a heat source for an Organic Rankine Cycle (ORC) plant system. Research activities begins with the design,construction, and testing of solar thermal collectors, the type of concentrated parabolic collector (CPC). Manyparameters that affect the achievement of the temperature on the CPC, one of which flow rate. The purpose in thispaper is to determine the optimal temperature CPC based on changes in flow rate experimentally. Experimentalinvestigation has been done to exploit the potential of solar radiation that could reach 5.2 kWh/m2 as evaporation mediain ORC plant system as the first step of the study. The CPC solar collectors type has geometries with length 1 m, height0.9 m, width of pedestal 0,028 m, and width 1.16 m cap. Solar collector coated with two different materials, namelypolystyrene foam with a thickness of 0.02 m and armaflex with a thickness 0.02 m. The data collection was performedby measuring the amount of radiation and temperature on the collector wall, the water inlet temperature, and wateroutlet temperature. Measurement for solar radiation was conducted using a lux meter, and temperature using athermocouple type K. The results of this study shows that the highest of temperature achievement is occurs for thelowest mass flow rate.Keywords: Solar collector, CPC, temperature, flow rate, ORC
Pengaruh variasi jarak antar ring berbentuk segi empat pada permukaan silinder terhadap koefisien drag Si Putu Gede Gunawan Tista; I Made Astika; Ainul Ghurri
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.467 KB)

Abstract

Abstrak:Dalam aplikasi engineering banyak ditemukan peralatan yang menggunakan silinder seperti tiang penyangga jembatan,cerobong asap, tiang pancang pengeboran minyak lepas pantai dan sebagainya. Peralatan-peralatan tersebutmengalami hembusan udara setiap saat, yang menyebabkan kekuatan konstruksinya berkurang, akibat adanya drag.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi jarak antar ring berbentuk segi empat padapermukaan silinder terhadap koefisien drag. Penelitian ini dilakukan pada wind tunnel (lorong udara) yang terdiri dariblower (untuk menghembuskan udara), pipa pitot, U tube manometer, inclined manometer, neraca digital, silinderdengan ring segi empat. Pada penelitian ini, dilakukan dengan memvariasikan Jarak antar ring yaitu 30 mm, 40 mm, 50mm, 60 mm dan 70 mm. Silinder diletakkan vertikal dalam wind tunnel dengan diameter D = 60 mm. Gaya dragdiperoleh dengan menggunakan neraca digital yang mencatat besarnya massa, kemudian dikalikan dengan percepatangravitasi. Distribusi tekanan diperoleh dengan mengukur tekanan pada permukaan silinder menggunakan inclinedmanometer pada 36 titik dengan interval 10o. Hasil penelitian menunjukkan semakin besar jarak antar ring koefisiendrag semakin besar. Koefisien Drag terendah terjadi pada jarak antar ring L = 30 mm atau L/D = 0.50, besarnya CD =0,606352. Besarnya penurunan drag dibandingkan tanpa ring adalah 29,3 %.Kata kunci: Silinder, ring segi empat, jarak antar ring, koefisien dragAbstract:In many engineering applications there are many types of equipment that use cylinders, such as smoke chimney, bridgesupport column, etc. The equipment is undergoing drag due to the airflow that flows through it. The existence of the dragwill reduce its lifetime. One of the efforts to reduce drag is to create a rectangular ring on the surface of the cylinder. Thepurpose of this study was to determine the effect of variations in the distance between the ring of a rectangular ring onthe cylinder surface on the drag coefficient.This research was conducted in wind tunnel which consists of a blower (forblowing air), pitot pipe, U-tube manometer, inclined manometer, digital balance, cylinder with a rectangular ring. Theresearch was carried out by varying the distance between the ring i.e. 30 mm, 40 mm, 50 mm, 60 mm and 70 mm,respectively. The cylinder is placed in a vertical wind tunnel with a diameter D = 60 mm. The drag force is obtained byusing a digital balance that records the amount of mass, and then multiplied by the acceleration due to gravity. Thepressure distribution is obtained by measuring the pressure in the cylinder surface using inclined manometer on 36points with 10o intervals. The results showed that the greater the distance between the rings increased the dragcoefficient. The lowest drag coefficient was achieved at rhe distance between ring L = 30 mm or L/D = 0.50, with the CDvalue = 0.606352; that is equivalent to 29.3% drag reduction.Keywords: Cylinder, rectangular ring, space between ring, drag coefficient 
Analisis Koefisien Absorpsi Bunyi Pada Komposit Penguat Serat Alam Dengan Menggunakan Alat Uji Tabung Impedansi 2 Microphone Cok Istri Putri Kusuma Kencanawati; I Ketut Gede Sugita; I Gusti Ngurah Priambadi
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.226 KB)

Abstract

Abstrak:Dalam perambatannya gelombang bunyi dapat di halangi dengan menggunakan suatu medium yang memiliki sifat-sifatkedap suara, sehingga energi yang ditransmisikan akan mampu dikurangi/dihambat oleh medium tersebut. Salah satumetode yang dapat dipergunakan untuk mengetahui kemampuan peredaman (koefisien absorpsi) suatu mediumterhadap gelombang bunyi yang datang dapat diketahui dengan menggunakan Tabung Impedansi 2 Microphone.Sedangkan sebagai mediumnya adalah panel komposit. Mengingat dalam perkembangan ilmu bahan saat ini banyak digunakan komposit dengan penguat serat alam, dan salah satu sifat yang dikaji adalah sifat akustiknya. Kajian ini lebihmenitik beratkan sifat akustik komposit berpenguat serat alam, mengingat selama ini banyak serat alam yang terbuangpercuma menjadi limbahsehingga mencemari lingkungan. Jenis-jenis serat alam yang digunakan sebagai penguatantara lain : serat serabut kelapa, serat jerami, serat batang pisang, serat nenas, serat kapuk dan serat batang kelapasawit, sedangkan frekuensi pengukuran koefisien absorpsi terhadap medium ini berkisar anatra 200 hz sampai dengan1400 hz, dengan ketebalan spesiemn uji antara 2 mm sampai dengan 4 mmdengan menggunakan metode pengujianTabung impedansi 2 mikrophone, sesuai dengan standart ISO 10534-2:1998 and American Standart forTestingMaterials (ASTM) E1050-98. Dalam kajian ini diperoleh kesimpulan bahwa pada frekuensi rendah koefisienabsorpsi bahan cukup tinggi antara 0,4 sampai dengan 0,6 dan kemampuan serap bunyi ini akan menurun denganmeningkatnya frekuensi, sedangkan pengaruh ketebalan bahan juga mempengaruhi sifat akustiknya.Kata kunci: komposit, serat alam, koefisien absorpsi, tabung impedansiAbstract:In the propagation of sound waves can be prevented by using a medium that has properties soundproofed, so that thetransmitted energy to be able to be reduced / inhibited by the medium. One method that can be used to determine theability of damping (absorption coefficient) of a medium to a sound wave that comes can be determined by using theImpedance Tube 2 Microphone. Meanwhile, as the medium is a composite panel. Given the development of materialsscience is currently widely used composites with natural fiber amplifier, and one trait studied is its acoustic properties.This study focuses Composite acoustic properties of natural fibers, considering that many natural fiber is wasted intolimbahsehingga pollute the environment. The types of natural fibers used as reinforcement include: fiber coconut fiber,fiber straw, fiber trunks of banana, pineapple fiber, cotton fiber and fiber rod palm oil, while the frequency ofmeasurement of the absorption coefficient of the medium range anatra 200 hz to 1400 hz, with test spesiemn thicknessbetween 2 mm to 4 mmdengan impedance tube testing using two microphones, according to standard ISO 10534-2:1998 and American standard for TestingMaterials (ASTM) E1050-98. In this study we concluded that low-frequencyhigh enough absorption coefficient of materials between 0.4 up to 0.6 and the sound absorption capability will decreasewith increasing frequency, while the influence of the thickness of the material also affects its acoustic properties.Keywords: composites, natural fibers, the absorption coefficient, impedance tube
Katalisator Cangkang Keong Mas Terhadap Sifat Mekanik Baja ST42 Melalui Proses Kaburasi Abdul Hay; Arief Darmawa
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.444 KB)

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai kekerasan pada material (baja st 42) yang dikarburasi denganmenggunakan katalisator cangkang keong mas (10%, 20%, 30%, 40%, 50%). Bahan yang digunakan dalam penelitianini adalah baja karbon rendah (baja st 42). Bahan berbentuk silinder pejal dengan diameter 20 mm dan panjang 10 mm.Proses carburizing menggunakan media arang kayu jati dan cangkang keong mas (kalsium karbonat) denganpresentase campuran yang berbeda-beda yang dipanaskan pada suhu 950 oC dengan waktu penahanan selama1 jamdengan media pendingin air. Kemudian dilakukan pengujian kekerasan Rockwell B dengan beban100 kg (981 N),pengujian laju keausan dengan metode menggesekkan benda uji terhadap permukaan amplas. Hasil penelitianmenunjukkan nilai kekerasan secara berurutan dari nilai kekerasan yang paling tinggi adalah: material denganpresentase 60% karbon kayu jati dengan 40% serbuk CaCO3, material dengan presentase 70% karbon kayu jati dengan30% CaCO3, material dengan presentase 80% karbon kayu jati dengan 20% CaCO3, material dengan presentase 90%karbon kayu jati dengan 10%.Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa proses pengerasan dengan presentase 60%karbon kayu jati dan 40% CaCO3 didapatkan nilai kekerasan yang paling tinggi.Kata kunci: Baja karbon rendah (st 42), carburizing, katalisator (cangkang keong mas), suhu, kekerasan, laju keausanAbstract:This study aims to determine the difference of steel ST 42 hardness which is carburized by using a catalyst shell snails(10%, 20%, 30%, 40%, 50%). Specimens are made in form of solid cylindrical shape with a diameter of 20 mm and alength of 10 mm. Carburizing process is undertaken by using teak wood charcoal media and snails shells (calciumcarbonate) with a different percentage of mixture heated at a temperature of 950 oC, socked at the temperature duringone hour and then quenched in the water. The hardness of specimens are tested by Rockwell hardness B with load of100 kg (981 N), meanwhile, the wear rate testing is carried out by moving of specimens against the surface ofsandpaper. The results showed a hardness value in a sequence of values hardness from the highest are: a materialwith a percentage of 60% carbon teak with 40% powder CaCO3, material with a percentage of 70% carbon teak with30% CaCO3, material with a percentage of 80% carbon teak with 20% CaCO3, material with a percentage of 90%carbon teak with 10%. It can be concluded that the hardening process with a percentage of 60% carbon teak and 40%CaCO3 obtained the highest hardness value.Keywords: Low carbon steels (st 42), carburizing, catalyst (shell snails), temperature, hardness, wear rate
Desain dan analisa pisau penghancur bonggol jagung sebagai bahan pakan ternak Liza Rusdiyana; Suhariyanto Suhariyanto; Gathot Dwi Winarto; Syamsul Hadi; Mahirul Mursid
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.868 KB)

Abstract

Abstrak:Pakan ternak memegang peranan yang sangat penting dalam usaha peternakan karena harus mempunyai nilai giziyang tinggi.Pada Usaha Kecil Menengah (UKM) pembuatan pakan ternak di Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokertoini dalam proses produksinya sudah menggunakan mesin, tetapi hasil bonggol jagung yang dihancurkan dari mesintersebut masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah ini adalah dengan merancang alatpenghancur bonggol jagung. Dengan menggunakan tujuh pisau penghancur dan desain peletakan pisau dibentukspiral. Material pisau penghancur yang digunakan yaitu Stainless Steeel Food Grade 304. Kemudian merencanakanporos, pasak, dan melakukan analisa dengan menggunakan software Ansys 12.1. Hasil dari perhitungan dan analisa,didapatkan daya yang dibutuhkan menghancurkanb onggol jagung untuk satu pisau yaitu 0,826 HP. Hasil analisa pisaumemiliki tegangan maksimum sebesar 5,408x105 N/m².Kata kunci: Bonggol jagung, baja tahan karat, AnsysAbstract:Animal feed plays a very important in the farm because it must have a high nutritional value. On Small and MediumEnterprises (SMEs) in the manufacture of animal feed Jatirejo District of Mojokerto regency is in the process ofproduction has been using the machine, but the results were crushed corncobs of these machines are still far fromperfect. Therefore, to overcome this problem is to design crusher corncobs. By using the seven-blade knife layingcrusher and formed spiral design. Materials used are knives crushers Food Grade Stainless steeel shaft 304. Thendesigning the shaft, pegs, and performs analysis using ANSYS 12.1 software. The results of calculation and analysisshowed the power needed to destroy corncob one knife is 0,826HP. The results of analysis of the knife has a maximumstress at 5,408 x 105 N/m².Keywords: Clevis corn, stainless steel, Ansys
Penentuan dimensi perpipaan sistem pompa paralel Anak Agung Adhi Suryawan; Made Suarda; I Gusti Ketut Sukadana
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1380.347 KB)

Abstract

Abstrak:Sistem pompa paralel direncanakan untuk mendapatkan kapasitas pemompaan yang lebih besar, yaitu hasil perkaliandari kapasitas masing-masing pompa dengan jumlah pompa yang beroperasi. Namun pada kenyataannya di lapangan,kapasitas aliran air yang dialirkan oleh sistem paralel tiga unit pompa booster jauh lebih kecil dari tiga kali kapasitasspesifikasi pompanya. Padahal, jika pompa tersebut dioperasikan hanya satu unit menghasilkan kapasitas sesuaidengan spesifikasi pompanya. Hal tersebut disebabkan karena unjuk kerja sistem pompa sangat dipengaruhi olehsistem instalasi perpipaannya. Untuk itu perlu dilakukan pengujian sistem perpipaan pompa booster untukmendapatkan model instalasi perpipaan yang dapat menghasilkan unjuk kerja yang optimal. Penelitian ini dilakukandengan membuat sebuah model yang serupa dengan aslinya namun dimensinyag diperkecil. Pengujian dilakukan padavariasi diameter pipa header dengan sudut tee pada pipa hisap unit pompa 90o (tee-T) dan 45o (tee-Y), danmemvariasikan panjang serta diameter pipa hisap pompa. Hasil penelitian menghasilkan sebuah prosedur disain danformula dimensi perpipaan instalasi pompa paralel yang menghasilkan unjuk kerja pompa yang terbaik.Kata kunci: Sistem pompa pararel, header pipa, T-yee, pipa isap, unjuk kerja pompaAbstrac:tA parallel pump system is planned to get a greater pumping capacity. Total capacity of a parallel pump is the product ofthe capacity of each pump with the number of operating pumps. But in fact on the most applications, for instant, theflow capacity of water delivered by the three unit parallel pump system is much smaller than three times the capacity ofthe pump specifications. In the other hand, if the pump is operated only one unit it generated capacity in accordancewith the pump specifications. This is caused by that the pump system performance is strongly influenced by the pipinginstallation systems. Therefore, It is necessary for testing the piping system of parallel pump to get a parallel pumppiping model that can produce the best performance. The research was done by creating a parallel pump model that issimilar to the original but with smaller dimension. Tests performed on the header pipe diameter variation with angle ofthe tee on the suction and discharge pipe pump is 90? (tee-T) and 45? (tee-Y), and varying the length and diameter ofthe pump suction pipe. The results of the study find a design procedure and formulas in determining dimension ofpipeline parallel pump installations that generates the best pump performance.Keywords: parallel pump system, header pipe, tee-Y, suction pipe, pump performnace
Desain Dan Pengujian Kolektor Surya CPC Berselubung Kaca Sebagai Media Evaporasi Sistem ORC Dwi Yuliaji; Yogi Sirod Gaoz; Tachli Supriyadi; Roy Waluyo; Mulya Juarsa; Muhamad Yulianto
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.876 KB)

Abstract

Abstrak:Bagian dari kegiatan penelitian pembangkit Organic Rankine Cycle (ORC) dengan sumber kalor dari radiasi matahariadalah kolektor surya. Tujuan penulisan ini adalah menjelaskan disain kolektor surya dengan menggabungkan dua tipe,yaitu reflektor plat datar dengan concentrated parabolic collector (CPC).Bagian terpenting dari kolektor surya adalahselubung kaca pada receiver yang bertujuan sebagai media evaporasi pada system Organic Rankine Cycle(ORC).Geometri kolektor termal solar memiliki dimensi dengan panjang 1 m, tinggi 0,9 m, lebar alas 0,028 m, lebartutup 1,16 m. Concentrator merupakan bagian penangkap radiasi matahari dengan model semi silinder tipe CPCdengan bahan AISI 1015 yang dilapisi alumunium foil. Receiver menggunakan pipa tembaga 12,7mm, tebal 20mm,panjang total 3,46 m. Pipa tembaga dibungkus oleh pipa kaca diameter 51,4 mm, tebal 20mm. Dinding reflectormenggunakan AISI 201. Isolator terdiri dua lapisan, lapisan dalam menggunakan bahan polistirena foam tebal 20mmdan lapisan luar menggunakan Harmaflek tebal 20mm. Temperatur tertinggi pipa reciever sebelum dialiri fluida 104,4oCpada intensitas cahaya matahari 57,8 flux.Kata kunci: Kolektor surya, reflektor plat datar, concentrated parabolic collector (CPC), Organic Rankine Cycle (ORC)Abstract:A Part of the research activity for development of Organic Rankine Cycle (ORC) plant with a heat source from solarradiation aresolar collector. The purpose in this paper is to describe design of solar collector with combining two type ofreflector, flat type reflector and concentrated parabolic collector (CPC). Most important part of the solar collector is theglass layer on the receiver which intended as media evaporation in the ORC system. The geometries of solar collectorhave dimensions of length 1 m, height 0.9 m, width of pedestal 0,028 m, width 1.16 m for cap. Then, concentrator is thepart solar radiation catcher using semi-cylinder models type CPC with material AISI 1015 was coated by aluminum foil.Receiver uses a 12,7 mm copper pipe, 20mm thick, total length of 3.46 m. Copper pipe wrapped by a glass pipe withdiameter of 51,4mmand thickness 20mm. Wall reflector using AISI 201. Insulation consists of two layers with innerlayers using polystyrene foam material with a size of 20 mm thick and the outer layer usingHarmaflek with the size of20mm thick. Highest temperature on reciever pipe without fluid is 104,4oC at solar flux 57,8 flux.Keywords : solar collector, flat plate reflector, concentrated parabolic collector(CPC), Organic Rankine Cycle (ORC)
Atmospheric Corrosion of Galvanized Low-Carbon Steel at Rural, City, and Industrial area in Bandar Lampung Khairul Ummah; Abdul Azis Muslim; Irza Sukmana
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.487 KB)

Abstract

Abstract:This research conducted to continue the previous study about atmospheric corrosion phenomenon on uncoated lowcarbon steel at Lampung Province, where it using coated low carbon steel. The atmospheric corrosion rate at LampungProvince are 152.910 g/m2/y at rural area, 267.593 g/m2/y at city, and 420,503 g/m2/y for industrial are. Based on ISOcategory, the atmospheric corrosion rate is C2 at rural, C3 at city and C4 at industrial area. Coating processes of lowcarbon steel can decreased the atmospheric corrosion rate about 172.023 g/m2/year or 39% at rural, and 91.746g/m2/year or 18% at industrial area.Keywords: Galvanized, low carbon steel, atmospheric corrosion, corrosion ratAbstrak:Penelitian ini untuk melengkapi studi terhadulu dimana dilakukan penelitian fenomena korosi atmosfer pada baja karbonrendah yang tidak dilapisi di Propinsi Lampung. Dalam penelitian ini digunakan baja karbon rendah yang telah dilapisi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa laju korosi atmosfer di Propinsi Lampung untuk daeerah pedesaan adalah152,910 g/m2/y, perkotaan 267,593 g/m2/y, dan daerah industri 420,503 g/m2/y. Berdasarkan standar katagori ISO,maka laju korosi atmosfir untuk baja karbon rendah yang dilapisi di propinsi Lampung adalah pada kategori C2 dipedesaan, C3 di Kota, dan C4 di daerah industri. Pelapisan menurunkan angka laju korosi sebesar 172.023 g/m2/yearatau 39% untuk daerah perkotaan dan 91.746 g/m2/year atau 18% di daerah industri.Kata Kunci: Pelapisan galvanik, baja karbon rendah, korosi atmosfir, laju korosi.

Page 2 of 3 | Total Record : 22