cover
Contact Name
Slamet Santosa
Contact Email
slametsantosa@unhas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
slametsantosa@unhas.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
BIOMA : Jurnal Biologi Makassar
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 25287168     EISSN : 25486659     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bioma mempublikasikan hasil penelitian dan kajian biologi: ekologi, botani, genetika, mikrobiologi, zoologi maupun biologi terapan dibidang agrokomplek dan medikal komplek. Bioma diterbitkan Departemen Biologi, FMIPA UNHAS, dan mempublikasikan artikel dua kali setahun , setiap bulan juni dan desember
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
ANALISIS PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT FAMILI SOLANACEAE DI KECAMATAN TUGUMULYO Yuli Febrianti; Yuni Krisnawati
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 6 No. 2 (2021): Bioma : Juli - Desember 2021
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v6i2.13464

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan dan persepsi masyarakat di Kecamatan Tugumulyo tentang pemanfatan tumbuhan obat familI Solanaceae untuk pengembangan program tumbuhan obat. Penelitian dilaksanakan empat tahap yaitu tahap pertama mengumpulkan data sekunder berupa studi pustaka. Tahap kedua melakukan observasi lapangan dan wawancara dengan responden, dilanjutkan tahap ketiga mengambil data tumbuhan obat yang ada di sekitar pekarangan rumah warga, tegalan, sawah, kebun/ladang, pinggiran jalan di Kecamatan Tugumulyo. Selanjutnya, tahap keempat mengolah dan menganalisis seluruh data yang diperoleh pada tahap sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pengetahuan masyarakat terhadap jenis dan manfaat tumbuhan obat cukup tinggi. Teridentifikasi 11 jenis tumbuhan dari 5 genus yang telah dikenali oleh masyarakat sebagai tumbuhan obat. Persepsi responden terhadap tumbuhan obat positif yaitu menganggap tumbuhan obat aman, tidak memiliki efek samping, murah, praktis karena ditemukan lingkungan sekitar dan manfaatnya bagi tubuh sangat terasa. Namun persepsi ini belum sejalan dengan kecenderungan masyarakat dalam mengobati penyakit. Umumnya responden lebih cenderung menggunakan obat kimia baik dari dokter maupun obat warung. Pengetahuan masyarakat tentang tumbuhan obat dapat ditingkatkan guna memperluas pemanfaatan tumbuhan obat ditengah masyarakat. Diantaranya pengetahuan tentang kandungan senyawa metabolit sekunder untuk setiap bagian tumbuhan obat, pengolahan pascapanen, dosis penggunaan yang tepat. Kata kunci: Pengetahuan, Pemanfaatan, Persepsi, Tumbuhan Obat, Observasi  
ANALISIS FILOGENETIK IKAN TUNA (THUNNUS SPP) DI PERAIRAN MALUKU UTARA MENGGUNAKAN COI (CYTOCROME OXYDASE I) Winda Ayu Fietri; Abdul Rasak; Yuni Ahda
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 6 No. 2 (2021): Bioma : Juli - Desember 2021
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v6i2.14053

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan kekerabatan atau filogeni ikan tuna(Thunnus spp) menggunakan COI (Chytocrome Oxydase I). Metode dalam penelitian ini menggunakan data sekunder dari situs web NCBI ((Pusat Informasi Bioteknologi Nasional). Data yang diambil yaitu urutan nukleotida dari Sitokrom Oksidasegen I (COI) dalam DNA mitokondria. Spesies thunnus yang dianalisis adalah thunuss dari hasil identifikasi di Perairan Maluku Utara, terdiri dari Thunnus obesus, Thunnus albacar, Thunnus alalunga,dan Katsuwonus pelamis. Dari hasil analisis dengan menggunakan software MEGA X didapatkan tingkat kekerabatan antar spesies yang diuji sangat dekat, antara lain spesiesthunnus obesus, T. albacar, T. alalunga dan Katsuwons pelamis. Jarak rata-rata genetik dari semua spesies adalah 0,010. Secara umum keterkaitan spesies yang ditemukan adalah beberapa spesies yang ditemukan di lokasi yang sama dengan morfologi dan makanan yang hampir sama. Untuk peneliti selanjutnya, diharapkan ada tambahan famili dari spesies ikan akan dianalisis untuk analisis filogenetik di Perairan Maluku Utara, sehingga mereka dapat mengetahui hubungan beberapa jenis lainnya. Kata kunci :  Analisis filogenetik, Thunuss, Ikan tuna, Penanda COI  
PEMANFAATAN TUMBUHAN SEBAGAI SESAJEN CANANG SARI OLEH MASYARAKAT SUKU BALI DI DESA SEDAHAN JAYA KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA I Wayan Bayu Anggara Wayan; Risa Linda; Siti Ifadatin
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 6 No. 2 (2021): Bioma : Juli - Desember 2021
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v6i2.14150

Abstract

Tumbuhan dapat dimanfaatkan sebagai perlengkapan ritual keagamaan salah satunya sebagai sesajen canang sari yang digunakan oleh Suku Bali sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang digunakan sebagai sesajen canang sari oleh masyarakat Suku Bali di Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan yaitu Agustus 2020 sampai Januari 2021. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode snowball sampling dengan jumlah responden 12 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada 20 jenis tumbuhan dari 15 famili tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai sesajen canang sari. Famili yang banyak digunakan adalah Apocynaceae dan Rubiaceae masing-masing terdiri dari 3 spesies. Pemanfaatan tumbuhan yang digunakan meliputi komponen penyusun canang sari yaitu sampian urasari (alas bawah canang sari), alas porosan, porosan, beras, kembang (bunga) dan rampe (pandan). Organ tumbuhan yang banyak digunakan adalah bunga (60%), yang diikuti daun (30%) dan buah (10%). Lokasi pengambilan tumbuhan yaitu pekarangan (73%), tepi jalan (19%), sawah (4%) dan area persawahan (4%).
KEANEKARAGAMAN DAN PERSENTASE SERANGAN HAMA YANG MENYERANG TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) PADA FASE VEGETATIF DI SUBAK KENDERAN dicky marsadi; I Wayan Dirgayana; Kadek Ayu Charisma Julia Dewi
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 6 No. 2 (2021): Bioma : Juli - Desember 2021
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v6i2.14173

Abstract

Keanekaragaman dan persentase serangan hama pada tanaman padi berpotensi menyebabkan penurunan hasil yang secara langsung karena menimbulkan kerusakan fisik, gangguan fisiologi dan biokimia, atau kompetisi hara terhadap tanaman budidaya. Informasi rinci mengenai keanekaragaman dan persentase serangan hama yang menyerang tanaman padi pada fase vegetatif di Subak Kenderan belum pernah dilaporkan. Penelitian ini berutujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan persentase serangan hama yang menyerang tanaman padi pada fase vegetatif di Subak Kenderan. Penelitian ini dilaksanakan di Subak Kenderan, Desa Kendran dimulai dari bulan Februari sampai April 2021. Metode penelitian menggunakan metode  mutlak dan metode nisbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 jenis hama yang menyerang tanaman padi pada fase vegetatif di Subak Kenderan dengan kelimpahan relatif yaitu N. lugens sebesar 51% diikut N. viriescens (17%), Atherigona spp (15%), S. incertulas (10%), Oxya spp (4%) dan C. medinalis (3%). Indeks keragaman (H’) berkisar atara  0,46 – 1,51yang tergolong dalam kriteria rendah sampai sedang. Persentase serangan hama berkisar antara 2% sampai 28%. Kata kunci : Keanekaragaman, Kelimpahan relatif, Persentase Serangan, Tanaman Padi
KEANEKARAGAMAN DAN STRUKTUR KOMUNITAS ECHINODERMATA DI EKOSISTEM LAMUN PERAIRAN PULAU PANNIKIANG SULAWESI SELATAN Safriani Sukma Amirudin Raden; Magdalena Litaay; Willem Moka
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 6 No. 2 (2021): Bioma : Juli - Desember 2021
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v6i2.14243

Abstract

  Penelitian mengenai Echinodermata sudah banyak dilakukan, namun di Pulau Panikiang, masih sangat terbatas, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih dalam mengenai keanekaragaman Echinodermata. Telah dilakukan penelitian mengenai Echinodermata dengan menggunakan line transect kombinasi plot. Dimana panjang line transect 50 m dan plot dengan ukuran 2 x 2 m. Echinodermata yang berada dalam plot dihitung jumlah individunya, diamati morfologinya, diambil gambarnya untuk identifikasi lebih lanjut. Dilakukan analisis data keanekaragaman jenis, kemerataan, persebaran jenis dan dominansi. Ditemukan 10 species Echinodermata, yang terdiri dari 8 genera dan 8 famili. Memiliki tingkat keanekaragaman Echinodermata tergolong bervariasi (0.122251 - 2.014903).   Kata Kunci: Echinodermata, Pulau Pannikiang, Ekosistem Lamun  
UJI POTENSI GETAH JARAK PAGAR Jatropha curcas Linn. TERHADAP KECEPATAN PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA KULIT TIKUS Rattus norvegicus Jihan Laguliga; Andi Evi Erviani; Eddy Soekendarsi
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 6 No. 2 (2021): Bioma : Juli - Desember 2021
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v6i2.14797

Abstract

Jarak Pagar merupakan salah satu tanaman obat yang sering digunakan sebagai obat penutup luka. Kandungan flavonoid, saponin dan tannin dalam getah jarak memiliki aktivitas terhadap proses penyembuhan luka bakar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi getah tanaman jarak Jatropha curcas Linn. sebagai penutup luka bakar. Penelitian ini menggunakan 12 ekor tikus yang diberi luka bakar pada bagian punggung dengan menggunakan plat besi berdiameter 1,6 cm. Perawatan lukadilakukan setiap hari hingga luka sembuh dengan 4 kelompok perlakuan yaitu kontrol negatif, kontrol positif (salep Gentamicin 0.1%), campuran getah jarak pagar dan salep Gentamicin (2 : 1), dan getah murni Jarak Pagar. Parameter yang diamati yaitu persentase kesembuhan luka bakar pada hari ke-1, 6, 10 dan 15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase penyembuhan luka terbaik pada hari ke-15 yaitukelompok perlakuan getah murni Jarak Pagar Jatropha curcas Linn dengan hasil persentase kesembuhan 95.26%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaplikasian dengan menggunakan getah jarak pagar menunjukkan penyembuhan luka lebih efektif dibandingkan dengan tiga perlakuan lainnya.Kata Kunci: Jarak Pagar, Gentamicin, Luka Bakar, Luas Luka Bakar, Persentase Penyembuhan Luka Bakar
UJI EFEKTIVITAS MIKROBA ENDOFIT DAUN BLIMBING WULUH (Averrhoa blimbii) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN JAMUR Candida albicans Kustiasih Lestari; Nurtanny; Hernitati
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 6 No. 2 (2021): Bioma : Juli - Desember 2021
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v6i2.17708

Abstract

Pemanfaatan sumber bahan alamiah dalam dunia pengobatan semakin berkembang seiring dengan meningkatnya kebutuhan obat- obatan dan untuk mencegah semakin meningkatnya resistensi mikroba akibat penggunaan obat- obatan kimia yang tidak terkendali. Salah satu tumbuhan yang telah banyak digunakan dalam pengobatan tradisional adalah tanaman Belimbing wuluh (A. blimbii L). Mikroba endofit merupakan mikroba yang terdapat pada jaringan tanaman yang berasosiasi dengan tanaman inangnya. Mikroba endofit memberikan manfaat besar terhadap pertumbuhan tanaman inangnya karena berperan dalam membantu tanaman inang dalam penyerapan nutrisi serta berperan sebagai mikroba pertahanan inang dalam menghadapi cekaman lingkungan yang ekstrim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas mikroba endofit yang terdapat pada daun Belimbing wuluh (A. blimbii L) serta sejauh mana efektifitasnya dalam menghambat pertumbuhan jamur patogen jenis Candida albicans. Proses isolasi mikroba endofit pada daun Blimbing wuluh (A. blimbii L) yaitu dengan menumbuhkannya pada medium PDA (Potato Dextrosa Agar), selanjutnya mikroba endofit yang berhasil diisolasi akan diujikan pada jamur C. albicans. Efektivitas daya hambat mikroba endofit terhadap jamur C. albicans ditandai dengan terbentuknya zona bening disekitar jamur C. albicans. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAL) yang tersusun atas 1 faktor yaitu: perlakuaan waktu fermentasi 42, 48, dan 72 jam sehingga dihasilkan 3 kombinasi waktu fermentasi. Data dianalisis dengan sidik ragam (ANOVA). Hasil penelitian memperlihatkan efektivitas mikroba endofit dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans dengan rata- rata zona hambat sebesar 10,2 mm – 19,25 mm. kesimpulan penelitian tersebut adalah jamur endofit daun Blimbing wuluh efektif menghambat pertumbuhan jamur C. albicans. Kata kunci : Mikroba Endofit, Candida albicans, Blimbing wuluh, Bahan alamiah.
KARAKTERISTIK LAHAN DAN KOMPOSISI JENIS TANAMAN PENYUSUN AGROFORESTRY DI KECAMATAN SESEAN KABUPATEN TORAJA UTARA Budirman Bachtiar; Ratu M Sandabunga
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 7 No. 1 (2022): BIOMA
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v7i1.18093

Abstract

Agroforestry system recently developed by the community to meet their needs. But many people’s don’t understand yet to select suitability plants on the agroforestry land. This study aims to determine the land characteristics and components of agroforestry in District Sesean, Toraja District. This research caried out in the way comparethe requireiment of plants and charactristic at land. Plants in research location are robusta coffee, cocoa, banana, mangosteen, buangin (pine mountain), aren, bamboo betung, and uru. The result of research indicated land suitability of plants are moderately suitable (S2) to marginal suitable (S3). Limitation factors that limit plant growth is predominantly rainfall and also temperature, but both of these limiting factors are difficult and can not be repaired. Keywords :Agroforestry, Land characteristics, Plants
PERBANDINGAN JENIS-JENIS ARTHROPODA PADA LAHAN YANG DIAPLIKASIKAN PESTISIDA NABATI DAN REFUGIA Dian Ekawati Sari; Fitrianti Fitrianti
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 7 No. 1 (2022): BIOMA
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v7i1.18203

Abstract

Sawi merupakan salah satu tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan oleh petani. Salah satu tanaman sawi yang banyak digemari oleh petani yaitu sawi hijau. Budidaya sawi hijau memiliki banyak kendala salah satunya adalah serangan hama. Pengendalian yang banyak dilakukan petani yaitu penggunaan pestisida sintetik secara berlebihan. Salah satu pengendalian yang ramah lingkungan yaitu pengendalian hayati seperti penggunaaan tanaman refugia dan pestisida nabati. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan tanaman refugia dan pestisida nabati terhadap populasi arthropoda. Hasil penelitian didapatkan bahwa populasi arthropada hama pada perlakuan refugia + pestisida nabati sebesar 1,33 ekor dan merupakan perlakuan yang terbaik diantara perlakuan yang lainnya. Populasi arthropoda pada setiap perangkap yang digunakan juga didapatkan pada perlakuan terbaik yaitu refugia + pestisida nabati.
POTENSI EKSTRAK KULIT JERUK KUNCI (Citrus microcarpa Bunge) SEBAGAI BIOREDUKTOR DALAM SINTESIS NANOPARTIKEL PERAK Athiah Masykuroh; Nadia Nia Nurulita
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 7 No. 1 (2022): BIOMA
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v7i1.18258

Abstract

Nowadays silver nanoparticles (AgNPs) synthesized so often by plant extracts as a reductor. The synthesis of AgNPs was carried out by Citrus microcarpa Bunge fruit peel extract a reductor in various extract concentrations (10, 15, and 20%), concentration of AgNO3 solution of 0.15M and temperature of 700C. The presence of AgNPs was determined by color test and the formation of Surface Plasmon Resonance (SPR) using UV-Vis Spectrophotometer while to determine the morphology and size of the nanoparticles using Scanning Electron Microscope (SEM). The results of the analysis showed that AgNPs was formed at colloidal phase with dark brown color with wavelengths of 457.30 nm, 478.90 nm, and 422.80 nm for variation concentration of 10, 15 and 20% with slightly spherical, slightly elongated and jagged morphology with average size of 253.8 nm (10%), 254.2 nm (15%) and 253.9 nm (20%).

Page 11 of 22 | Total Record : 218