cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP)
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 24608173     EISSN : 25283219     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) merupakan media publikasi kegiatan pengabdian pada masyarakat di bidang agrokompleks, sains, sosial kemasyarakatan dalam bentuk penerapan IPTEKS maupun peningkatan pemberdayaan masyarakat. Jurnal ini terbit dua kali setahun di bulan Mei dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 363 Documents
PENGGUNAAN PESAWAT TANPA AWAK (DRONE) DALAM MELAKUKAN PEMANTAUAN DAN IDENTIFIKASI OTOMATIS PADA PERTANAMAN JAGUNG DI KELOMPOK TANI PATTAROWANGTA, KABUPATEN TAKALAR Muhammad Farid BDR; Ifayanti Ridwan; Ahmad Fauzan Adzima; Muhammad Fuad Anshori
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v7i1.18536

Abstract

Teknologi budidaya tanaman pada era 4.0 membutuhkan konsep pertanian cerdas untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas budidaya tanaman. Salah satu teknologi pertanian cerdas dalam bidang pertanian adalah penggunaan pesawat tanpa awak atau drone. Teknologi ini dapat menjawab permasalahan terkait evaluasi budidaya pertanaman, sehingga pengabdian teknologi ini kepada petani menjadi terobosan baru dalam memajukan kesejahtera petani. Metode penelitian ini memggunakan  demonstrasi langsung dilapangan, tepatnya pada kelompok Tani Pattarowangta, Galesong Selatan, Kabupaten Takalar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penggunaan teknologi untuk bidang pertanian seperti UAV diyakini bisa memberi banyak keuntungan kepada pelaku industri pertanian, terkhusus kepada petani. Proses pemantauan dan deteksi dini serangan hama, penyakit, kekurangan nutrisi, hingga prediksi waktu dan hasil panen menggunakan pesawat tanpa awak atau drone telah menjadi terobosan baru dibidang pertanian. Oleh sebab itu teknolohgi ini direkomendasikan dalam menentukan keputusan atau kebijakan yang tepat dalam mengelola suatu sumbedaya lahan. Kata kunci: Pesawat tanpa awak, pertanian cerdas, pemantauan, Jagung. ABSTRACT Plant cultivation technology in the 4.0 era requires smart farming concepts to increase the efficiency and effectiveness of plant cultivation. One of the smart farming technologies in agriculture is the use of unmanned aerial vehicles (UAV). This technology can answer problems related to the evaluation of crop cultivation so that the service of this technology to farmers is a breakthrough in advancing the welfare of farmers. This research method uses direct demonstration in the field, precisely in the Pattarowangta farmer group, South Galesong, Takalar Regency. The results of this study indicate that the use of technology for agriculture such as UAV is believed to be able to provide many benefits to agricultural industry players, especially to farmers. The process of monitoring and early detection of pests, diseases, nutritional deficiencies, to predict harvest time and yields using unmanned aerial vehicles has become a breakthrough in agriculture. Therefore, this technology is recommended in determining the right decisions or policies in managing a land resource. Keywords: Unmanned aerial vehicles, smart agriculture, monitoring, Zea mays.
PEMBUATAN TEKNOLOGI BIOFLOK UNTUK PEMELIHARAAN IKAN GABUS DI KAMPUNG TAMBAT Rosa Pangaribuan; Jefri Sembiring
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 2 MEI 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v7i2.14449

Abstract

Lokasi pengabdian kepada masyarakat dilakukan di Kampung Tambat Distrik Tanah Miring dengan pertimbangan hasil survey, hasil penelitian dan permasalahan dari keberadaan ikan gabus di perairan. Di Kampung Tambat terdapat rawa yang sangat berpotensi dalam produktivitas ikan, salah satunya ikan gabus. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan wirausaha yang menyediakan lapangan kerja buat diri sendiri maupun masyarakat sekitar, yang mandiri, ulet, gigih, komunikatif dan professional dalam bidang perikanan.  Pemanfaatan ikan gabus di masyarakat luas sudah menjadi hal yang sangat menarik karena mempunyai nilai ekonomis penting diantaranya sebagai produk olahan, makanan sampai dengan produk untuk kesehatan karena mengandung Albumin. Oleh sebab itu guna tersedianya stok ikan gabus di pasaran maka perlu adanya usaha budidaya yang dijalankan oleh masyarakat dalam hal ini pemuda kampung guna peningkatan ekonomi masyarakat. Selama ini ikan gabus hanya tersedia pada musim hujan sedangkan pada musim kemarau ikan sangat sulit didapatkan karena masyarakat sangat tergantung pada alam. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan dengan cara sosialisasi dan pendampingan langsung cara pembuatan bioflok dari pembuatan kolam sampai pada pemeliharaan ikan. Pada akhir kegiatan dilaksanakan monitoring dan evaluasi serta pendampingan berkelanjutan. Hasil dan dampak dari pengabdian ini adalah masyarakat dapat membuat kolam bioflok, memelihara ikan dan memiliki pengetahuan tentang strategi pemasaran. Kata kunci: Bioflok, Ikan gabus, Merauke.   ABSTRACT The location of community service is carried out in Tambat Village, Tanah Miring District with consideration of survey results, research results and problems from the presence of snakehead fish in the waters. In Kampung Tambat there is a swamp that has the potential for fish productivity, one of which is snakehead fish. This activity aims to create entrepreneurs who provide employment opportunities for themselves and the surrounding community, who are independent, tenacious, persistent, communicative and professional in the field of fisheries. The use of snakehead fish in the wider community has become a very interesting thing because it has important economic values such as processed products, food to products for health because it contains albumin. Therefore, in order to provide cork fish stocks on the market, it is necessary to have a cultivation business run by the community, in this case the village youth, in order to improve the community's economy. So far, snakehead fish is only available in the rainy season, while in the dry season, fish is very difficult to find because people are very dependent on nature. The method of implementing this activity is carried out by means of socialization and direct assistance on how to make bioflocs from making ponds to raising fish. At the end of the activity, monitoring and evaluation as well as ongoing assistance are carried out. The result and impact of this service is that the community can build biofloc ponds, raise fish and have knowledge of marketing strategies. Keywords: Biofloc, Snakehead fish, Merauke.
PRODUKSI DAN KOMERSIALISASI SURABI DENGAN CAMPURAN IKAN GABUS UNTUK MENINGKATKAN NILAI GIZI PRODUK JAJANAN MASYARAKAT DI KABUPATEN PINRANG Abu Bakar Tawali; Nandi Kuswandi Sukendar; Andi Rahmayanti; Jumriah Langkong; . Irwan; Lisa Angriani
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 2 MEI 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v7i2.17900

Abstract

Kasus stunting sudah menjadi permasalahan nasional, hampir seluruh wilayah Indonesia mengalami permasalahan yang sama, tak terkecuali di kabupaten Pinrang. Prevalensi kasus stunting di Kabupaten Pinrang menyentuh angka 27,60%. Kondisi ini menjadi perhatian khusus pemerintah Kabupaten Pinrang untuk menekan kasus gizi buruk (stunting). Salah satu potensi sumberdaya perikanan yang dimiliki Kabupaten Pinrang adalah ikan gabus. Potensi sumber daya ikan gabus hanya di pasarkan dalam bentuk segar sehingga perlu adanya pemanfaaatan sumber potensi lokal di wilayah Kabupaten Pinrang.Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendiseminasikan hasil penelitian produk berupa surabi ikan gabus yang memiliki kandungan nutrisi tinggi untuk mengatasi kasus stunting di Kabupaten Pinrang. Kegiatan ini meliputi kordinasi dengan mitra, persiapan teknologi dan produk yang akan didifusikan, pembuatan prototipe produk surabi, pembuatan leaflet produksi surabi, sosialisai dan demonstrasi pelatihan pembuatan surabi. Melalui kegiatan ini, diharapkan permasalahan stunting di Kabupaten Pinrang dapat teratasi serta masyarakat mampu secara mandiri memproduksi dan memasarkan produk Surabi ikan gabus. Selain itu, kegiatan diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendukung ketersediaan pangan sumber protein yang murah bagi masyarakat. Hasil pengabdian dikatakan berhasil yang ditandai dengan adanya peningkatan pengetahuan berdasarkan nilai pre-post test dan produk yang dihasikan pada saat pelatihan pembuatan produk menjadi kategori sangat baik. Kata kunci: Ikan gabus, pinrang, stunting, surabi.   ABSTRACT Stunting cases have become a national problem; almost all parts of Indonesia experience the same problem, not least in Pinrang District. The prevalence of stunting cases in Pinrang District touched 27.60%. This condition is a special concern for the Pinrang District government to suppress cases of malnutrition (stunting). One of the potential fisheries resources owned by Pinrang District is snakehead fish. The potential of snakehead fish resources is only marketed in fresh form, so it is necessary to utilize potential local sources in the Pinrang District area. These activities include coordination with partners, preparation of technology and products to be diffused, making prototype s of Surabi products, making Surabi production leaflets, socialization, and demonstrations of Surabi making training. Through this activity, it is hoped that the stunting problem in Pinrang district can be resolved and the community is able to independently produce and market snakehead fish Surabi products. In addition, the activity is expected to be able to create jobs, increase people's income, and support the availability of cheap protein sources for the community. The results of the service are said to be successful, which is marked by an increase in knowledge based on the pre-post test scores and the products produced during the training of making products are categorized as very good. Keywords: Snakehead fish, pinrang, stunting, surabi.
DIFUSI TEKNOLOGI PENGOLAHAN IKAN GABUS (Channa striata) MENJADI OTAK-OTAK BERBASIS SURIMI UNTUK MENGATASI PERMASALAHAN GIZI BURUK DAN MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT DI KABUPATEN PINRANG Meta Mahendradatta; Mulyati M. Tahir; Muhammad Asfar; Asmayana Iwo; . Irwan; . Suryani
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 2 MEI 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v7i2.17919

Abstract

Kabupaten Pinrang menempati posisi keempat sebagai kabupaten dengan kasus gizi buruk tertinggi di Sulawesi Selatan, yaitu mencapai 32%. Salah satu potensi sumber daya lokal yang dapat dimanfaatkan di Kabupaten Pinrang adalah ikan gabus. Otak-otak sebagai salah satu olahan ikan gabus mengandung albumin yang cukup tinggi sehingga diharapkan mampu mengatasi permasalahan gizi buruk di Kabupaten Pinrang. Selain itu, pemanfaatan ikan gabus menjadi otak-otak juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat melalui pengembangan industri rumah tangga berbasis olahan ikan gabus. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan adalah sosialisasi dalam bentuk ceramah materi dan pelatihan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Kelurahan Benteng Sawitto, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diawali dengan sosialisasi dalam bentuk ceramah materi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pangan aman dan sehat, sanitasi dan higienitas produksi di lingkungan UMKM, serta strategi memulai usaha pangan. Kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan otak-otak ikan gabus berbasis surimi untuk meningkatkan keterampilan khalayak mitra. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu masyarakat dapat mengolah ikan gabus menjadi otak-otak berbasis surimi sebagai salah satu alternatif pangan sehat dan bergizi untuk menekan kasus gizi buruk di Kabupaten Pinrang. Tujuan yang lain yaitu untuk memberikan nilai tambah dari ikan gabus yang dapat diolah menjadi otak-otak sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Pinrang. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa khalayak mitra sangat antusias dalam mengikuti sosialisasi dan pelatihan yang diberikan. Hal ini dapat dilihat dari kehadiran semua peserta yang diundang dan keaktifan dalam mengikuti semua kegiatan. Ketersediaan ikan gabus di Kabupaten Pinrang cukup melimpah sehingga pengolahan otak-otak ikan gabus memiliki prospek yang sangat baik. Kata kunci: Gizi buruk, ikan gabus, otak-otak, surimi.   ABSTRACT Pinrang Regency occupies the fourth position as the regency with the highest malnutrition cases in South Sulawesi, reaching 32%. One of the potential local resources that can be utilized in Pinrang is snakehead fish. Otak-otak, as one of the processed snakehead fish, contains high albumin that can overcome the problem of malnutrition in Pinrang Regency. In addition, the use otak-otak also expected to improve the economy of the local community through the development of a home industry based on processed snakehead fish. The method used in the implementation of the activity is socialization in the form of material lectures and training. The service activity was carried out at Benteng Sawitto Village, Paleteang District, Pinrang Regency. This community service activity begins with socialization in the form of material lectures that aim to increase understanding about safe and healthy food, sanitation and hygiene of production in the UMKM environment, and strategies for starting a food business. Then continued with training on making otak-otak based surimi of snakehead fish to improve the skills of partner audiences. The purpose of this service activity is that the community can process snakehead fish into surimi-based otak-otak as an alternative to healthy and nutritious food to suppress cases of malnutrition in Pinrang Regency. Another goal is to provide added value from snakehead fish which can be processed into otak-otak so that it can improve the economy of the people from Pinrang Regency. The results of community service show that the partner audience was very enthusiastic in participating in the socialization and training provided. That can be seen from the presence of all invited participants and active participation in all activities. The availability of snakehead fish in Pinrang Regency is quite abundant so that the processing of snakehead fish brains has very good prospects. Keywords: Malnutrition, otak-otak, snakehead fish, surimi.
PELATIHAN KELOMPOK CAREGIVER DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT TUBERCULOSIS PADA LANSIA DI PANTI SOSIALTRESNA WERDHA BUDI MULIA I CIPAYUNG JAKARTA TIMUR Ulfah Nuraini Karim; Aliana Dewi
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 2 MEI 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v7i2.18071

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit menular yang mematikan yang disebabkan oleh Bakteri Mycobacterium tuberculosis (M. tb). Faktor resiko dari kuman tuberkulosis (TB) paru adalah anggota keluarga yang merupakan golongan masyarakat yang paling rentan tertular penyakit TB paru karena sulit menghindari kontak dengan penderita. Peranan keluarga dalam perawatan lansia terutama dalam pemenuhan perawatan diri lansia dengan sendirinya akan digantikan oleh caregiver sebagaimana yang ada di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia I Cipayung Kota Administrasi Jakarta Timur. Metode yang ditawarkan adalah pendampingan berupa pelatihan dan edukasi tentang pencegahan TB Paru pada lansia guna untuk mencegah terjadi penularan yang lebih luas. Hasil pengabdian masyarakat adalah terjadinya peningkatan edukasi pencegahan dan perawatan penyakit TB. Rata-rata kompetensi pengetahuan dari aspek kesehatan adalah 82,5%, kompetensi pengetahuan proses kesehatan rata-rata sebesar 77,2%, kompetensi pengetahuan umum adalah 72,5% dan kompetensi pengetahuan pengembangan profesional kesehatan rata-ratanya adalah 78,4%. Kesimpulan dari kegiatan ini terjalin Kerjasama dalam sumber daya yaitu: perawat dengan kelompok pendamping caregiver dengan pihak puskesmas dan dinas kesehatan untuk monitoring dan evaluasi program. Saran dari kegiatan ini peningkatan pencegahan TB Paru pada lansia dengan Pelatihan pencegahan TB Paru di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia I Cipayung Kota Administrasi Jakarta Timur. Kata kunci: Pelatihan, Caregiver, Pencegahan Penyakit TB.   ABSTRACT Pulmonary tuberculosis (TB) is a deadly infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis (M. tb). The risk factors for pulmonary tuberculosis (TB) are family members who are the most vulnerable group of people to contracting pulmonary TB because it is difficult to avoid contact with sufferers. The role of the family in caring for the elderly, especially in fulfilling self-care for the elderly, will automatically be replaced by caregivers as in the Tresna Werdha Budi Mulia I Cipayung Social Institution, East Jakarta Administrative City. The method offered is assistance in the form of training and education on the prevention of pulmonary TB in the elderly in order to prevent wider transmission. The result of community service is an increase in TB disease prevention and treatment education. The average knowledge competence from the health aspect is 82.5%, the average health process knowledge competence is 77.2%, the general knowledge competency is 72.5% and the health professional development knowledge competency is 78.4% on average. The conclusion of this activity is that there is cooperation in resources, namely: nurses with caregiver companion groups with puskesmas and health offices for program monitoring and evaluation. Suggestions from this activity are to increase the prevention of pulmonary TB in the elderly with pulmonary TB prevention training at the Tresna Werdha Budi Mulia I Cipayung Social Institution, East Jakarta Administrative City Keywords: Training, Caregiver, TB Disease Prevention.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KEDELAI DI KABUPATEN BONE MELALUI PENDAMPINGAN PETANI KEDELAI DAN INTRODUKSI TEKNOLOGI PUPUK HAYATI Asman Asman; Baharuddin Patandjengi; Abdul Haris Bahrun; Burhanuddin; Miftahul Nur; Novaty Eny Dungga; Adiansyah Syarifuddin
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 2 MEI 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v7i2.19865

Abstract

Berbagai upaya pemenuhan kebutuhan kedelai nasional, peningkatan produktivitas kedelai (Glycine max L. Merr.) dan peningkatan daya saing kedelai terus dilakukan pemerintah dan pihak-pihak terkait. Namun, peningkatan signifikan daripada produktivitas dan daya saing yang diharapkan belum juga terjadi sehingga target produksi nasional belum juga tercapai. Pulau Sulawesi memiliki potensi yang besar untuk menjadi sentra kedelai nasional sehingga berbagai persoalan harus mampu diselesaikan, baik pada tingkat on-farm maupun off-farm. Pemasukan teknologi pengelolaan kedelai yang efisien dan pendampingan petani menjadi bagian kunci penting dalam peningkatan produksi kedelai. Pelibatan semua stakeholder termasuk universitas akan menjadi solusi penting dan berkelanjutan bagi kelangsungan perkedelaian rakyat. Kegiatan ini dilakukan di Kabupaten Bone dengan melibatkan dua kelompok tani pada kecamatan Cina dan Barebbo dengan luas areal 10 ha. Periode penanaman September 2021 hingga Januari 2022. Teknologi tambahan yang diintroduksi adalah pupuk hayati mikrobat dan mikobiota. Introduksi pupuk hayati mikrobat dan mikobiota yang merupakan produk inovasi dari Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin dan kegiatan pendampingan petani mampu menghasilkan produktivitas kedelai diatas 2 ton ha-1. Selain itu, perbedaan waktu aplikasi mempengaruhi produktivitas kedelai. Ketepatan dalam aplikasi dan  jenis pupuk hayati berperan dalam peningkatan produktivitas kedelai. Kata kunci: Kedelai, Pupuk hayati, Pendampingan petani.   ABSTRACT Efforts to fulfilment the national demand, boost productivity and increase the competitiveness of soybean are continuously conducted by the government and other stakeholders. However, significant improvements and competitiveness than expected have not yet occurred. Therefore, the target of national production has not been yet achieved. Sulawesi island has large potential to be one of the centres of national soybean production. Hence, several problems should be solved, both on-farm and off-farm levels. The introduction of efficient management technology to soybean plantations and farmers empowerment are important strategies in increasing soybean production. The involvement of other stakeholders, including universities and, academia will be a critical and sustainable solution for the sustainability of soybean. The programs were conducted in Bone regency involved two farmer groups with the number of area of 10 ha. The planting period was September 2021 until January 2022. Additional technology that was introduced was biofertilizer of Mikrobiota and Mikobiota. The biofertilizers are innovative products from the faculty of agriculture, Hasanuddin University. The introduction of the biofertilizer and farmers empowerment activities was able to reach productivity above 2 ton ha-1. In addition, the Time difference of application has influenced productivity. Correct time and biofertilizer play a significant role in increasing the productivity of soybean. Keywords: Snakehead fish, pinrang, stunting, surabi.
PEMBERDAYAAN PETANI KAKAO MELALUI PERTANIAN ORGANIK DI KABUPATEN KOLAKA TIMUR Yolanda Fitria Syahri; Marlina Mustafa; Muhtar Amin
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 2 MEI 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v7i2.20484

Abstract

Petani kakao di Desa Puundokulo, Kecamatan Poli-Polia, Kabupaten Kolaka Timur rata-rata memiliki kebun kakao seluas 1-6 ha dengan produksi saat ini rata-rata 300-600kg biji kakao/ha. Namun, produksi kakao saat ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Masalah prioritas petani kakao di daerah ini adalah tingginya ketergantungan petani terhadap pupuk kimia dan tingginya intensitas serangan hama dan penyakit. Sebagai salah satu sentra produksi kakao di Kabupaten Kolaka Timur, belum ada upaya transfer ilmu pengetahuan sebagai upaya pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) petani kakao. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan SDM petani kakao mengenai pertanian organik khususnya melalui pemanfaatan limbah kulit kakao sebagai bahan kompos, yang dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia. Metode pelaksanaan yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian ini terbagi menjadi dua tahap kerja, yaitu tahap persiapan dan pelaksanaan di lapangan. Tahap persiapan diawali dengan koordinasi dengan pihak terkait, dilanjutkan dengan pembuatan pupuk organik cair (POC), fermentasi POC, pengujian laboratorium kandungan nutrisi POC dan pembuatan pestisida nabati. Tahapan pelaksanaan kegiatan di lapangan dibagi menjadi tiga bagian kerja yaitu pengadaan bahan, pembuatan kompos dari limbah sekam kakao, dan evaluasi kegiatan. Evaluasi kegiatan di lapangan menunjukkan bahwa 60% petani responden menilai inovasi kompos sekam kakao sudah sesuai karena inovasi tersebut sesuai dengan kebutuhan petani dan kondisi lingkungan. Sebanyak 85% menilai inovasi kompos cangkang kakao memiliki tingkat kerumitan yang rendah, artinya sekam kakao sangat mudah diperoleh bahan bakunya, mudah dibuat dan mudah digunakan. Kata kunci: Pemberdayaan petani, Pertanian organik, Kakao.   ABSTRACT Cocoa farmers in Puundokulo Village, Poli-Polia District, East Kolaka Regency have an average of 1-6 ha of cocoa plantations with current production of an average of 300-600kg of cocoa beans/ha. However, current cocoa production is much lower than in previous years. The priority problems for cocoa farmers in this area are the high dependence of farmers on chemical fertilizers and the high intensity of pest and disease attacks. As one of the cocoa production centers in the East Kolaka Regency, there has been no effort to transfer knowledge as an effort to empower the human resources (HR) of cocoa farmers. Based on this, this service activity aims to empower cocoa farmers' human resources regarding organic agriculture, especially through the use of cocoa husk waste as compost material, which can reduce the use of chemical fertilizers. The implementation method applied in this service activity is divided into two stages of work, namely the stage of preparation and implementation in the field. The preparation stage begins with coordinating with related parties, followed by the manufacture of liquid organic fertilizer (POC), POC fermentation, laboratory testing of POC nutrient content and manufacture of vegetable pesticides. The stages of implementing activities in the field are divided into three work sections: the provision of materials, making compost from cocoa husk waste, and evaluation of activities. The evaluation of activities in the field showed that 60% of respondent farmers assessed that the cocoa husk compost innovation had appropriate suitability because the innovation was following the farmer's needs and environmental conditions. As many as 85% assessed that the cocoa shell compost innovation had a low level of complexity, which means that the cocoa husk is very easy—obtained raw materials, easy to make and easy to use. Keywords: Farmer empowerment, Organic agriculture, Cocoa.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI DI KELURAHAN TARAU KOTA TERNATE MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK Tri Mulya Hartati; Lily Ishak; Erwin Ladjinga
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 2 MEI 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v7i2.20812

Abstract

Adanya pandemi Covid-19 turut mempengaruhi faktor ekonomi masyarakat yang mengganggu sistem imun sehingga perlu adanya kegiatan produktif yang dapat meningkatkan imun tubuh dan menghasilkan nilai tambah baik pengetahuan maupun pendapatan ekonomi. Pelatihan pembuatan pupuk organik bertujuan untuk melatih masyarakat dalam mengatasi penanganan limbah organik. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Kelurahan Tarau Kecamatan Ternate Utara, Kabupaten Kota Ternate. Sasaran peserta pengabdian adalah masyarakat petani sayuran yang ada di Kelurahan Tarau. Metode yang digunakan dengan memberikan  ceramah untuk mentransfer pengetahuan dan skill kepada masyarakat petani yang ada di Kelurahan Tarau mengenai pengertian limbah organik  dan  dampaknya  terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Selanjutnya melakukan demonstrasi pengolahan limbah organik menjadi pupuk kompos untuk digunakan dalam pengembangan pertanian  sayuran/ tanaman di lahan pekarangan atau kebun. Untuk mengetahui peningkatan pemahaman peserta, dirancang suatu evaluasi yang dilakukan di awal (pre-test) dan akhir kegiatan (post-test). Hasil evaluasi menunjukkan sebelum dilaksanakannya pelatihan, 90% peserta (18 orang) belum memiliki pengetahuan tentang pupuk oganik dan manfaatnya, serta cara membuat pupuk organik (kompos). Setelah diberikan teori dan praktek tentang cara pembuatan pupuk kompos, seluruh peserta mengakui telah memahami tentang pertanian organik, pupuk organik dan cara membuat pupuk kompos. Kata kunci: Sampah Organik, Pupuk Organik, Pemberdayaan.   ABSTRACT The existence of the Covid-19 pandemic also affects people's economic factors that interfere with the immune system, so it is necessary to have productive activities that can increase the body's immune system and generate added value, both knowledge and economic income. Training on organic fertilizer production aims to train the community in dealing with organic waste management. This service activity was carried out in Tarau Village, North Ternate District, Ternate City Regency. The target of the service participants is the farming community in Tarau Village. The method used is by giving lectures to transfer knowledge and skills to farming communities in Tarau Village regarding the meaning of organic waste and its impact on human health and the environment. Furthermore, conducting demonstrations of processing organic waste into compost to be used in the development of organic vegetable/plants farming in the yard or garden. To find out the increase in participants' understanding, an evaluation was designed which was carried out at the beginning (pre-test) and at the end of the activity (post-test). The evaluation results showed that before the training, 90% of participants (18 people) did not have knowledge about organic fertilizers and their benefits, and how to make organic fertilizers (compost). After being given theory and practice on how to make compost, all participants admitted that they understood organic farming, organic fertilizers and how to make compost. Keywords: Organic Waste, Organic Fertilizer, Empowerment.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI VACUUM PACKAGING OLEH GAPOKTAN MARENGKALINGA DI DESA PATAMPANUA KAB SOPPENG Muh. Akhsan Akib; Nur Ilmi; . Mustakim; . Syatrawati; . Munir
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 2 MEI 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v7i2.20813

Abstract

Mitra Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) “Marengkalinga” dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) telah menanam padi varietas Impari 24 untuk menghasilkan beras merah yang dikemas dalam kemasan 2 dan 5 kg dengan merek “Beras Merah ASIO” namun sarana pengemasan yang dimiliki masih sangat sederhana dan  manual sehingga kemasan mudah robek dan tidak kedap udara. Kondisi ini akan menyebabkan waktu penyimpanan untuk mempertahankan kualitas beras merah di pasaran menjadi semakin pendek. Jika beras tidak cepat dibeli habis oleh konsumen maka mitra akan menjadi rugi, karena beras akan rusak yang salah satu penyebab rusaknya beras tersebut adalah hama Sitophilus oryzae. Beras yang sudah terdapat banyak hama tersebut harus diambil dan dimusnahkan. Solusi yang ditawarkan kepada mitra adalah  implementasi teknologi vacuum pagkaging. Kegiatan PKM ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penyuluhan, demonstrasi dan pendampingan implementasi teknologi yang dimulai pada April - Juli 2021. Mitra merupakan pengurus Gapoktan “Marengkalingan” yang terdiri dari 10 orang dan berdomisili di Desa Patampanua, Kecamatan. Marioriawa, Kabupaten Soppeng. Kegiatan PKM yang dilaksanakan telah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra. Mitra mampu mengimplementasi teknologi vacuum pagkaging hingga 95% untuk mengemas beras merahnya. Selain itu, mitra juga memperoleh tambahan pengetahuan tentang pengenalan siklus hidup dan cara pengendalian hama Sitophilus oryzae yang merupakan hama utama beras di tempat penyimpanan. Kata kunci: Implementasi, Teknologi, Kemasan hampa udara, Kualitas, Beras merah, Pengabdian kepada masyarakat.     ABSTRACT The partner of Group Farmers Association (Gapoktan) “Marengkalinga” in Community Service (PKM) activities have planted paddy variety of  "Impari 24" to produce red rice in 2 kg and 5 kg packages with the brand “Red Rice of ASIO”, but the packaging facilities are still very simple and manual so that the packaging is easily torn and not hermetic. This condition will cause the storage time to maintain the quality of red rice in the market becomes shorter. If the rice is not quickly purchased by consumers, the partners will be at a loss, because the rice will be damaged, one of the causes of the damage is the pest Sitophilus oryzae. Rice that already contains a lot of that pests must be taken and destroyed.. The solution offered to partners is the implementation of vacuum packing technology. This PKM activity is carried out using methods of counseling, demonstrations, and assistance of technology implementation, which starts from April to July 2021. Partners are production operators from the Gapoktan "Marengkalingan" consisting of 10 people and domiciled in the Patampanua Village, Marioriawa subdistrict, Soppeng district. PKM activities have been able to increas the knowledge and skills of partners. Partners are able to implement up to 95% vacuum packaging technology to package red rice. In addition, partners also gained additional knowledge about the introduction of the life cycle and how to control the pest Sitophilus oryzae which is the main pest of rice in storage. Keywords: Implementation, Technology, Vacuum packaging, Quality, Red rice, Community service.
PENDAMPINGAN STRATEGI PEMASARAN PRODUK OLAHAN SINGKONG ”GROPAK” DI KABUPATEN BANYUMAS Dindy Darmawati Putri; Irene Kartika Eka Wijayanti; Lutfi Zulkifli
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 2 MEI 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v7i2.20833

Abstract

Kegiatan pengabdian bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dari perajin gropak; meningkatkan ketrampilan perajin dalam mengembangkan pemasaran gropak, dan memperbaiki kemasan retail gropak. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada 8 bulan di Agroindustri Gropak Desa Karangdadap, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis riset dilaksanakan melalui beberapa tahap yaitu sosialisasi program, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi kegiatan. Hasil evaluasi pelatihan mencapai 84%. Pengembangan dan peningkatan produksi industri gropak di Desa Karangdadap dilakukan melalui pendampingan, bantuan pemberian alat produksi, pelatihan serta penyuluhan yang dirancang untuk membantu industri gropak dalam memajukan usahanya. Pendampingan pembuatan web dan kemasan branding serta pelatihan strategi pemasaran baik online maupun offline. Kata kunci: Strategi, Pemasaran, Singkong, Gropak.   ABSTRACT Mentoring activities aim to increase the income of the gropak home industry; improve the skills of crafters in developing gropak marketing, and improve gropak retail packaging. The service activity was carried out for 8 months at the Gropak Agroindustry, Karangdadap Village, Kalibagor District, Banyumas Regency. The method of implementing research-based community service activities is carried out through several stages, namely program socialization, activity implementation, and activity evaluation. The results of the training evaluation reached 84%. The development and improvement of gropak industrial production in Karangdadap Village is carried out through assistance, assistance in providing production equipment, training and counseling designed to assist the gropak industry in advancing its business. Assistance in web development and branding packaging as well as marketing strategy training both online and offline. Keywords: Strategy, Marketing, Cassava, Gropak.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 2 JANUARI 2026 Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 1 OKTOBER 2025 Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 4 JULI 2025 Vol. 10 No. 3 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 3 APRIL 2025 Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 2 JANUARI 2025 Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 1 OKTOBER 2024 Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024 Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 1 OKTOBER 2023 Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023 Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 1 OKTOBER 2022 Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 2 MEI 2022 Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021 Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021 Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020 Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020 Vol. 5 No. 1 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 1 OKTOBER 2019 Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 2 MEI 2019 Vol. 4 No. 1 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 1 OKTOBER 2018 Vol. 3 No. 2 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 2 MEI 2018 Vol. 4 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. (EDISI KHUSUS) NOVEMBER 2018 Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 1 OKTOBER 2017 Vol. 2 No. 2 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 2 MEI 2017 Vol 2, No 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol. 1 No. 2 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 2 MEI 2016 Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 1 OKTOBER 2015 More Issue