cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP)
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 24608173     EISSN : 25283219     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) merupakan media publikasi kegiatan pengabdian pada masyarakat di bidang agrokompleks, sains, sosial kemasyarakatan dalam bentuk penerapan IPTEKS maupun peningkatan pemberdayaan masyarakat. Jurnal ini terbit dua kali setahun di bulan Mei dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 383 Documents
PEMANFAATAN BATANG DAN BONGGOL PISANG DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) DAN PENGAPLIKASIAN PADA TANAMAN CABAI: Utilization of Banana Stems and Corms in the Production of Liquid Organic Fertilizer (LOF) and Its Application to Chili Plants Bibiana Rini Widiati; Andi Herwati; Moh. Anwar Sadat
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 3 APRIL 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i3.48771

Abstract

Pemanfaatan bonggol dan batang pisang sebagai bahan baku pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) merupakan inovasi yang berkontribusi mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada Kelompok Tani Sejati mengenai teknik produksi POC berbasis limbah pisang serta penerapannya pada tanaman cabai. Metode pelaksanaan melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif, dengan melibatkan kelompok tani secara aktif pada setiap tahap, mulai dari sosialisasi, pelatihan pembuatan POC, aplikasi POC pada tanaman cabai, evaluasi, hingga pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan terstruktur pembuatan dan aplikasi POC berbahan batang dan bonggol pisang pada Kelompok Tani Sejati di Desa Cenrana Baru terbukti efektif meningkatkan kapasitas petani. Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 43,11% dan keterampilan sebesar 39,71% setelah pelatihan. Keberhasilan ini mencerminkan efektivitas pendekatan partisipatif yang memadukan penyuluhan, diskusi, praktik lapangan, dan pendampingan. Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas individu dan kelompok tani, tetapi juga mendorong kemandirian petani dalam mengolah limbah pertanian menjadi POC, mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik, serta memperkuat penerapan praktik pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan. Melalui kegiatan ini, diharapkan petani semakin mandiri dalam menyediakan POC serta mendukung penerapan sistem pertanian yang berkelanjutan di Desa Cenrana Baru.    Kata kunci: Air cucian beras, air kelapa, batang pisang, bonggol pisang, pupuk organik cair. ABSTRACT The utilization of banana corms and stems as raw materials for producing liquid organic fertilizer (LOF) represents an innovative effort that supports food security while promoting environmental sustainability. This community service program aimed to provide outreach and training to the Sejati Farmer Group on the production techniques of banana-waste-based LOF and its application to chili plants. The program was implemented using participatory and collaborative approaches, actively involving farmers in each stage of the activity, including outreach, LOF production training, application to chili plants, evaluation, and mentoring. Evaluation was carried out through pre-tests and posttests to measure improvements in participants’ knowledge and skills. The results of the program indicate that the community service activity implemented through a structured training program on the production and application of liquid organic fertilizer (LOF) derived from banana stems and corms for the Sejati Farmer Group in Cenrana Baru Village was effective in significantly enhancing farmers’ capacity. The evaluation results showed an increase in participants’ knowledge by 43.11% and skills by 39.71% after the training. This achievement reflects the effectiveness of a participatory approach that integrated extension activities, interactive discussions, hands-on field practice, and mentoring. In addition to improving individual and group capacity, the program encouraged farmers’ self-reliance in processing agricultural waste into liquid organic fertilizer, reduced dependence on inorganic fertilizers, and strengthened the adoption of sustainable and environmentally friendly agricultural practices. Through this program, farmers are expected to become more self-reliant in producing LOF and to continue supporting the implementation of sustainable agricultural systems in Cenrana Baru Village. Keywords: Banana stems, banana corms, coconut water, liquid organic fertilizer, rice-washing water.
IMPLEMENTASI PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) “KELURAHAN KOTA NEGARA BERSERI (BERDAYA, SEHAT DAN LESTARI)” DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLEH PT PERTAMINA PATRA NIAGA FUEL TERMINAL LAHAT Muhammad Fikri Pangodian Harahap; Ahmad Syafii Nur Ilahi
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 3 APRIL 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i3.49150

Abstract

Artikel pengabdian ini bertujuan untuk melaporkan implementasi program Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Lahat melalui Program Kelurahan Kota Negara Berseri (Berdaya, Sehat, dan Lestari) dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Program dilaksanakan di Kelurahan Kota Negara, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat pada tahun 2025 dengan melibatkan masyarakat, pemerintah kelurahan, serta instansi terkait. Metode pelaksanaan program dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, diskusi kelompok terarah (FGD), dan dokumentasi kegiatan selama periode pelaksanaan program tahun 2025. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa program CSR mampu meningkatkan kapasitas sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat, khususnya kelompok ibu rumah tangga melalui pengembangan usaha olahan jengkol, pengelolaan sampah rumah tangga, dan pertanian di lahan terbatas. Program ini juga mendorong peningkatan partisipasi masyarakat, kemandirian ekonomi, serta kesadaran lingkungan. Dengan demikian, Program Kelurahan Kota Negara Berseri berkontribusi positif terhadap pembangunan masyarakat yang berkelanjutan dan sejalan dengan prinsip Triple Bottom Line. Kata kunci: Corporate Social Responsibility, pemberdayaan masyarakat, keberlanjutan.   ABSTRACT This community service article aims to report the implementation of the Corporate Social Responsibility (CSR) program of PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Lahat through the Kelurahan Kota Negara Berseri (Empowered, Healthy, and Sustainable) Program in an effort to empower the community. The program was implemented in the Kota Negara Village, Lahat District, Lahat Regency in 2025 by involving the community, the village government, and related agencies. The program implementation method was carried out through several stages, namely planning, implementation, monitoring, and evaluation. Data collection was carried out through observation, focus group discussions (FGDs), and documentation of activities during the program implementation period in 2025. The results of the community service showed that the CSR program was able to increase the social, economic, and environmental capacity of the community, especially the group of housewives through the development of jengkol processing, household waste management, and agriculture on limited land. This program also encouraged increased community participation, economic independence, and environmental awareness. Thus, the Kelurahan Kota Negara Berseri Program made a positive contribution to sustainable community development and was in line with the Triple Bottom Line principle. Keywords: Corporate Social Responsibility, community empowerment, sustainability.
PENGUATAN KAPASITAS LITERASI KEUANGAN PRAKTIS BERKELANJUTAN BAGI CALON PEKERJA MIGRAN INDONESIA (TKI) LPK NAGOYA ASAL KOTA PAREPARE Fatmawati Fatmawati; Mirzalina Zainal; Andi Baso Siswadarma
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 3 APRIL 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i3.50019

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi rendahnya literasi keuangan praktis dan perencanaan ekonomi berkelanjutan di kalangan calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kota Parepare, yang mayoritas akan bekerja di Jepang melalui skema Ginou Jisshusei dan Tokutei Ginou. Rendahnya literasi ini berimplikasi pada risiko gaya hidup konsumtif dan kurangnya aset setelah masa kerja berakhir. Program ini merupakan inisiasi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Hasanuddin bekerja sama dengan LPK NAGOYA. Solusi yang diimplementasikan adalah pelatihan literasi keuangan praktis berkelanjutan yang dilaksanakan secara hybrid (tatap muka dan daring) dengan fokus pada penyusunan anggaran, strategi menabung, dan simulasi investasi sederhana. Program ini berhasil melibatkan 22 peserta (melampaui target ≤20) dan menunjukkan peningkatan rata-rata skor literasi keuangan yang signifikan sebesar +43,3% (dari 45.2% menjadi 88.5%) berdasarkan asesmen pre-test dan post-test. Keberlanjutan dijamin melalui penyerahan Modul Literasi Keuangan Kontekstual kepada LPK NAGOYA dan pembentukan grup pendampingan daring pasca-pelatihan. Kata kunci: Literasi keuangan, pekerja migran indonesia, TKI Jepang, LPK Nagoya, pengelolaan keuangan. ABSTRACT This community service activity aims to address the low level of practical financial literacy and sustainable economic planning among prospective Indonesian Migrant Workers (TKI) from Parepare City, who are predominantly placed in Japan under the Ginou Jisshusei and Tokutei Ginou schemes. This low literacy implies risks of a consumptive lifestyle and a lack of assets after the contract ends. This program was initiated by the Faculty of Economics and Business (FEB) at Hasanuddin University in collaboration with LPK NAGOYA. The implemented solution was Sustainable Practical Financial Literacy Training, conducted in a hybrid format (in-person and online) focusing on budgeting, saving strategies, and simple investment simulations. The program successfully engaged 22 participants (exceeding the target of ≤20) and showed a significant average increase in financial literacy scores of +43.3% (from 45.2% to 88.5%), based on pre-test and post-test assessments. Sustainability is ensured through the provision of a Contextual Financial Literacy Module to LPK NAGOYA and the formation of an online mentoring group post-training. Keywords: Financial literacy, Indonesian Migrant Workers, Japanese TKI, LPK NAGOYA, Financial management
PENYULUHAN TENTANG PEMANFAATAN CEK LIST TERHADAP PENGGUNAKAN MESIN PEMOTONG DI UMKM Wilarso Wilarso; Nurkholis Nurkholis; M. Ali Pahmi; Firman Firman; Muhammad Mujtaba
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 4 JULI 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i4.47435

Abstract

Pelaku UMKM dalam menggunakan peralatan, sering tidak memperhatikan keselamatan saat mengoperasikan alat kerja, hal ini akan membahayakan pekerja. Berdasarkan kondisi di lapangan saat melakukan survei disalah satu usaha kecil dan menengah, masih menggunakan alat manual. Alat yang dipergunakan tidak terlalu membahayakan, karena masih bisa dikendalikan dalam hal kecepatan, maupun cara penggunaan. Tujuan dalam pengabdian ini, memberikan paparan terhadap pentingnya dalam pemahaman ceklist, sebelum menggunakan alat kerja. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini (UMKM kripik pisang) ini meliputi penyusunan panduan ceklist yang disesuaikan dengan jenis alat kerja yang digunakan oleh mitra. Penyusunan panduan dilakukan dengan mengkaji karakteristik peralatan, prosedur kerja, serta potensi bahaya yang mungkin timbul selama proses produksi. Hasil dari pelaksanaan penyuluhan menunjukkan ceklist tersusun sesuai dengan alat yang dipergunakan. Dibuat berdasarkan kondisi alat, lingkungan, alat pelindung diri, pengecekan sebelum dipergunakan, pada saat dipergunakan, maupun setelah dipergunakan. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang No. 1, Tahun 1970, tentang Keselamatan Kerja, dimana salah satu bagian dari syarat K3 mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja. Berdasarkan fakta tersebut, pentingnya dalam pemahaman cek list, mempermudah pekerja untuk mengidentifikasi masalah, sebelum dioperasikan dan untuk menghindari hal besar terjadi. Dengan menggunakan mitra UMKM sebagai sasaran khalayak, kegiatan pengabdian ini tidak hanya menghasilkan hasil ceklist yang bermanfaat namun juga memastikan hasil tersebut sesuai dengan kebutuhan dan kondisi operasional usaha.    Kata kunci: Alat pemotong, keselamatan dan kesehatan kerja, potensi bahaya. ABSTRACT MSMEs often neglect safety measures when operating their equipment, which can endanger workers. Based on field conditions during a survey conducted at a small and medium enterprise, manual tools are still used. The tools used are not particularly dangerous, as they can be controlled in terms of speed and method of use. The purpose of this service is to provide an explanation of the importance of understanding the checklist before using the tools. The method used in this service (banana chip MSMEs) includes the preparation of a checklist guide tailored to the type of tools used by the partners. The preparation of the guide is carried out by reviewing the characteristics of the equipment, work procedures, and potential hazards that may arise during the production process. The results of the counseling implementation show that the checklist is arranged according to the tools used. It is based on the condition of the tools, the environment, personal protective equipment, checks before use, during use, and after use. This is in accordance with Law No. 1 of 1970 concerning Occupational Safety, where one part of the K3 requirements is to prevent and reduce work accidents. Based on these facts, the importance of understanding the checklist makes it easier for workers to identify problems before operation and to avoid major incidents. By using MSME partners as the target audience, this community service activity not only produces useful checklist results but also ensures that these results are in accordance with the needs and operational conditions of the business. Keywords: Cutting tools, occupational safety and health, potential hazards.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PERENCANAAN KEHAMILAN DAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS TAMAMAUNG: Improvement of Pregnancy Planning and Antenatal Care Knowledge at Tamamaung Community Health Center Nurbani Bangsawan; Elizabet Catherine Jusuf; Mardiah Tahir; Rina Previana; Umar Malinta; Abdul Rahman; Tuty Muliati; Muh Furqon Fahluly
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 4 JULI 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i4.47969

Abstract

Komplikasi kehamilan masih menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan kesadaran pasangan usia subur serta ibu hamil tentang perencanaan kehamilan dan pentingnya pemeriksaan antenatal (ANC) secara teratur. Upaya edukasi melalui penyuluhan kesehatan merupakan strategi preventif yang efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi dan mendukung deteksi dini risiko kehamilan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi edukatif yang terstruktur berupa penyuluhan untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang skrining komplikasi kehamilan dan antenatal care. Kegiatan ini dilaksanakan pada September 2025 di Puskesmas Tamamaung. Peserta penyuluhan adalah semua perempuan usia reproduksi yang datang ke poli ibu dan anak yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tahapan penyuluhan meliputi pre-test, presentasi interaktif mengenai perencanaan kehamilan dan skrining antenatal care, sesi tanya jawab, serta post-test di akhir kegiatan. Evaluasi efektivitas penyuluhan dilakukan dengan membandingkan skor pengetahuan sebelum dan sesudah. Uji Shapiro–Wilk digunakan untuk menilai normalitas distribusi data, sedangkan uji Wilcoxon digunakan untuk menganalisis perbedaan nilai pre-test dan post-test. Sebanyak 25 responden berpartisipasi dalam kegiatan penyuluhan ini. Rerata nilai pre-test sebesar 7,08 ± 1,32, sedangkan nilai post-test meningkat menjadi 9,04 ± 0,73. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah penyuluhan (p<0,001). Mayoritas responden, menunjukkan antusiasme tinggi selama proses penyuluhan dan aktif dalam sesi diskusi. Temuan ini menunjukkan bahwa penyuluhan berbasis ceramah interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman pasangan mengenai pentingnya perencanaan kehamilan dan pemeriksaan ANC dalam mencegah komplikasi. Kata kunci: Perencanaan kehamilan, antenatal care, edukasi prakonsepsi. ABSTRACT Pregnancy complications remain one of the main causes contributing to the increase in Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia. This is due to the lack of knowledge and awareness among fertile-aged couples and pregnant women regarding pregnancy planning and the importance of regular antenatal care (ANC) examinations. Education efforts through health promotion are an effective preventive strategy to enhance reproductive health literacy and support the early detection of pregnancy risks. Therefore, a structured educational intervention in the form of counseling/promotion is necessary to strengthen the community's understanding of pregnancy complication screening and antenatal care. This activity was conducted in September 2025 at Tamamaung Primary Health Center (Puskesmas). The participants were all women of reproductive age who visited the maternal and child health clinic, selected using a purposive sampling technique. The counseling activities included a pre-test, an interactive presentation on pregnancy planning and antenatal care screening, a question-and-answer session, and a post-test at the end of the activity. The effectiveness of the counseling was evaluated by comparing knowledge scores before and after the intervention. The Shapiro–Wilk test was used to assess the normality of the data distribution, while the Wilcoxon test was used to analyze the difference between pre-test and post-test scores. A total of 25 respondents participated in the counseling activity. The mean pre-test score was 7.08 ± 1.32, which increased to 9.04 ± 0.73 in the post-test. Statistical analysis showed a significant improvement in knowledge following the intervention (p<0.001). Most participants demonstrated high enthusiasm and active engagement during the counseling and discussion sessions. These findings indicate that interactive lecture–based counseling is effective in enhancing couples’ understanding of the importance of pregnancy planning and ANC in preventing pregnancy complications. Keywords: Pregnancy planning, antenatal care, preconception education.
OPTIMALISASI REPACKAGING SUSU DILEM WILIS TRENGGALEK SEBAGAI UPAYA PENGUATAN IDENTITAS LOKAL DAN PENINGKATAN NILAI JUAL Herlin Pujiarti; Poppy Puspita Sari; Agung Haryono; Chusnana Insjaf Yogihati; Aisiyatul Fauziyah; Farida Nuzuli Rohmawati
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 4 JULI 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i4.48179

Abstract

Agrowisata Dilem Wilis memiliki potensi produk susu segar yang tinggi, namun kemasan yang digunakan masih sederhana, kurang menarik, dan belum memenuhi standar food grade, sehingga memengaruhi nilai jual dan daya tarik produk. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan kemasan produk susu segar agar lebih fungsional, estetis, dan mendukung branding mitra. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu observasi kondisi mitra di Science Techno Park (STP) Dilem Wilis, perancangan dan desain kemasan standing pouch spout yang ergonomis dan ramah lingkungan, implementasi dan uji produk, serta serah terima dan evaluasi akhir. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kemasan baru lebih menarik secara visual, aman digunakan, dan mampu meningkatkan daya tarik produk bagi konsumen dan wisatawan serta mesin pengisi (filling) susu memudahkan dan mempercepat proses pengemasan susu, sekaligus memastikan volume yang diisi sesuai dengan ketentuan. Kata kunci: Kemasan susu, branding produk, agrowisata, pengabdian masyarakat.   ABSTRACT Dilem Wilis Agrotourism has high potential for fresh milk products, but the packaging used is still simple, unattractive, and does not meet food-grade standards, which affects the product's selling price and appeal. This community service aims to optimise the packaging of fresh dairy products to make it more functional, aesthetically pleasing, and supportive of the partner's branding. The activity was carried out in four stages: observing the partner's conditions at the Science Techno Park (STP) Dilem Wilis, designing and creating ergonomic and environmentally friendly standing pouch spout packaging, product implementation and testing, and finally, handover and evaluation. The results of the service show that the new packaging is more visually appealing, safe to use, and capable of increasing product attractiveness for consumers and tourists. Milk filling machines make the milk packaging process easier and faster, while also ensuring that the filled volume meets regulations. Keywords: Milk packaging, product branding, agritourism, community service.
PERENCANAAN KEUANGAN KELUARGA BAGI PEREMPUAN PENGRAJIN BATU BATA DI DESA GENTUNGANG KECAMATAN BAJENG KABUPATEN GOWA Nur Dwiana Sari Saudi; Retno Fitrianti; Fatmawati Fatmawati; Mirzalina Zaenal; Insany Fitri Nurqamar
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 4 JULI 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i4.48280

Abstract

Perencanaan Keuangan Keluarga Bagi Perempuan Pengrajin Batu Bata di Desa Gentungang Kecamatan Bajeng Barat Kabupaten Gowa merupakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang bertujuan memberi manfaat dan pengetahuan bagi keluarga dalam melakukan perencanaan, mengatur dan mengelola sumber daya keuangan secara cermat, efektif dan bijaksana agar dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga secara optimal dalam perspektif ekonomi. Selain itu, melalui sosialisasi perencanaan keuangan keluarga dapat memberi informasi mengenai inklusi keuangan sehingga masyarakat dapat memutuskan untuk berinvestasi dan  melakukan perencanaan keuangan yang efektif agar dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga pengrajin batu bata merah di Desa Gentungang. Dengan meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan dalam mengatur dan mengelola keuangan keluarga, diharapkan masyarakat dapat membuat keputusan keuangan dengan lebih baik sehingga perencanaan keuangan keluarga menjadi lebih optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat menggunakan metode penyajian collaborative learning yang dipadu dengan metode ceramah guna memberi penguatan dan informasi mengenai perencanaan keuangan yang digunakan dalam sosialisasi ini sehingga informasi yang diberikan dapat dipahami dengan jelas dan terjalin komunikasi yang lebih efektif dalam penyampaian materi ini. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Kantor Desa Gentungang Kecamatan Bajeng Barat Kabupaten Gowa. Hasil kegiatan sosialisasi dan edukasi ini memperlihatkan bahwa para perempuan pengrajin Batu Bata Merah mampu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga secara cermat dan efektif sehingga tujuan pemenuhan finansial dapat tercapai.    Kata kunci: Perencanaan keuangan, perempuan, kesejahteraan. ABSTRACT Family Financial Planning for Women Brick Crafters in Gentungang Village, West Bajeng District, Gowa Regency, is a Community Service Activity that aims to provide benefits and knowledge for families in planning, organizing, and managing financial resources carefully, effectively, and wisely to improve family welfare from an economic perspective optimally. In addition, the socialization of family financial planning can provide information about financial inclusion so that people can decide to invest and carry out effective financial planning to improve the welfare of the families of Red Brick craftsmen in Gentungang Village. By increasing understanding, knowledge, and skills in organizing and managing family finances, it is hoped that the community can make better financial decisions so that family financial planning becomes more optimal. Community Service activities use the collaborative learning presentation method and the lecture method to provide reinforcement and information about financial planning used in this socialization. It is hoped that the information provided can be clearly understood and there is more effective communication in delivering this material. This activity will be held at the Gentungang Village Office, West Bajeng District, Gowa Regency. After completing this socialization and education, the women artisans of Red Bricks will be able to plan and manage family finances carefully and effectively to achieve the goal of financial fulfillment. Keywords: Financial planning, women, welfare.
PEMBERDAYAAN UMKM DESA CILELLANG MELALUI PELATIHAN PROMOSI DIGITAL BERBASIS MEDIA SOSIAL DAN VISUAL STORYTELLING Nosakros Arya Arya; Sartika Sari Wardanhi P.; Rakhmat Nurul Prima Nugraha
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 4 JULI 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i4.48603

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas promosi digital pelaku UMKM Desa Cilellang, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru melalui pelatihan dan pendampingan berbasis media sosial dan visual storytelling. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya keterampilan dalam memanfaatkan platform digital untuk pemasaran, pembuatan konten visual, dan penyusunan narasi produk. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan participatory action research melalui tiga tahap: (1) pelatihan intensif; (2) praktik pembuatan konten digital dan narasi produk; serta (3) pendampingan pasca-pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 65,8% berdasarkan pre-test dan post-test. Luaran konkret yang dihasilkan berupa 15 konten digital siap pakai dan 15 narasi produk yang telah diimplementasikan pada akun media sosial UMKM. Kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemberdayaan UMKM berbasis teknologi digital, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mempromosikan produk lokal yang berkelanjutan. Secara kebijakan, program ini selaras dengan agenda Kementerian Kominfo dalam percepatan transformasi digital dan Kementerian Koperasi dan UKM dalam digitalisasi UMKM. Kata kunci: UMKM, media sosial, visual storytelling, promosi digital, SDGs, kebijakan digital. ABSTRACT This community service activity aims to improve the digital promotion capacity of MSMEs in Cilellang Village, Mallusetasi District, Barru Regency through social media-based training and mentoring and visual storytelling. The main problems faced by partners are low skills in utilizing digital platforms for marketing, visual content creation, and product narrative development. The implementation method uses a participatory action research approach through three stages: (1) intensive training; (2) practice of creating digital content and product narratives; (3) post-training mentoring. The results showed an increase in participants' understanding by 65.8% based on pre-test and post-test. The concrete outputs produced are 15 ready-to-use digital content and 15 product narratives that have been implemented on MSME social media accounts. This activity contributes to the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs), specifically SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) and SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) through technology-based MSME empowerment, as well as SDG 12 (Responsible Consumption and Production) by promoting sustainable local products. In terms of policy, this program aligns with the Ministry of Communication and Informatics' agenda for accelerating digital transformation and the Ministry of Cooperatives and SMEs' programs for MSME digitalization. Keywords: MSMEs, social media, visual storytelling, digital promotion, SDGs, digital policy.
PENDAMPINGAN MINA PADI VERTIKAL, LEGALISASI TRANSAKSI, DAN TERTIB ADMINISTRASI MAMPU MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN HEWANI DAN NABATI SERTA KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA SIPODECENG, KECAMATAN BARANTI, KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Edison Saade; Amir Yassi; Sri Susyanti Nur
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 4 JULI 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i4.48862

Abstract

Ketika isu ketahanan pangan dan perubahan iklim menjadi perhatian dunia, langkah konkret untuk mengatasi dua tantangan itu justru datang dari daerah. Di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Universitas Hasanuddin (UNHAS) memperkenalkan inovasi Mina Padi Vertikal — sistem budidaya ikan terintegrasi dengan padi apung — yang dilakukan melalui kegiatan Demplot di Desa Sipodeceng, Kecamatan Baranti. Program ini bukan hanya eksperimen akademik, tetapi menjadi wujud nyata kolaborasi kampus dan masyarakat dalam menjawab persoalan strategis: bagaimana menyediakan pangan berkelanjutan sambil meningkatkan kesejahteraan petani dan pembudidaya ikan. Minapadi sejatinya adalah harmoni ekologis antara tanaman padi dan ikan dalam satu sistem lahan. Ikan memperoleh makanan alami dari sisa tanaman dan gulma, sementara kotoran ikan menjadi pupuk organik bagi padi. Namun, inovasi terbaru yang diperkenalkan oleh tim UNHAS ini menghadirkan pendekatan baru — Mina Padi Vertikal — di mana posisi ikan nila berada di bawah tanaman padi yang ditanam dalam pot plastik di atas lembaran gabus (styrofoam). Sistem ini tidak sekadar efisien, tetapi juga adaptif terhadap wilayah rawan banjir seperti di Sidrap bagian tengah. Selain itu, pada pengabdian masyarakat ini juga dilakukan sosialisasi dan simulasi tentang teknologi pembuatan pakan ikan berbasis bahan baku lokal, pentingnya legalisasi transaksi saat penjualan atau penggadaian sawah, serta tertib administrasi. Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat ini disimpulkan bahwa pendampingan Mina Padi Vertikal, pembuatan pakan ikan, legalisasi transaksi penjualan atau penggadaian sawah, dan tertib administrasi oleh kelompok masyarakat mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dari 30% menjadi 90% dan meningkatkan produktivitas, ketahanan pangan, kesejahteraan dan kenyamanan hidup serta profesionalisme pengelolaan organisasi di Desa Sipodeceng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap. Kata kunci: Kabupaten Sidrap, ketahanan pangan, legalitas transaksi, mina padi vertikal dan tertib administrasi.     ABSTRACT While food security and climate change are global concerns, concrete steps to address these challenges are coming from within the regions. In Sidenreng Rappang (Sidrap) Regency, Hasanuddin University (UNHAS) introduced the Vertical Minapadi innovation—a fish farming system integrated with floating rice—through a demonstration plot in Sipodeceng Village, Baranti District. This program is not merely an academic experiment, but a concrete manifestation of campus-community collaboration in addressing a strategic issue: how to provide sustainable food while improving the welfare of farmers and fish farmers. Minapadi is essentially an ecological harmony between rice plants and fish in a single land system. Fish obtain natural food from crop residues and weeds, while fish waste serves as organic fertilizer for the rice. However, the latest innovation introduced by the UNHAS team presents a new approach—Vertical Minapadi—where tilapia are positioned beneath the rice plants, which are planted in plastic pots on top of styrofoam sheets. This system is not only efficient but also adaptive to flood-prone areas such as central Sidrap. In addition, this community service program also included outreach and simulations on fish feed production technology based on local raw materials, the importance of legalizing transactions when selling or pledging rice fields, and administrative procedures. Based on the results of this community service, it was concluded that vertical rice-fish farming, fish feed production, legalizing rice-fish sales or pledging transactions, and administrative procedures by community groups increased knowledge and skills from 30% to 90%, and increased productivity, food security, and welfare, comfort of living, and professionalism in organizational management in Sipodeceng Village, Baranti District, Sidrap Regency. Keywords: Sidrap Regency, food security, transaction legality, vertical rice-fish farming, and administrative procedures.
LITERASI PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI BAGI PELAKU UMKM DI KABUPATEN MAROS Siti Haerani; Darmawati Darmawati; Rahmawati HS; Achmad Fatri Handrasula; Aliyah Ilyas
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 4 JULI 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i4.49820

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, termasuk di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Namun, pertumbuhan jumlah UMKM belum diimbangi dengan literasi keuangan yang memadai, khususnya dalam perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Banyak pelaku UMKM menetapkan harga jual berdasarkan perkiraan tanpa mempertimbangkan seluruh komponen biaya produksi, sehingga berisiko mengalami kerugian tanpa disadari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi perhitungan HPP bagi pelaku UMKM di Kabupaten Maros sebagai dasar penetapan harga jual yang lebih akurat dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi, latihan praktik, studi kasus berbasis data riil usaha peserta, serta pendampingan berkelanjutan. Kegiatan diikuti oleh 30 pelaku UMKM dari berbagai sektor dan dilaksanakan di PLUT Kabupaten Maros pada 7 November 2025. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dalam mengidentifikasi komponen biaya produksi, menghitung HPP per unit, memahami konsep Break Even Point (BEP), serta menetapkan harga jual berbasis HPP. Peserta juga lebih sadar akan pentingnya pencatatan keuangan yang sistematis dan pemisahan keuangan pribadi dengan usaha. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi pada penguatan kapasitas manajemen biaya UMKM dan mendukung keberlanjutan usaha mereka.. Kata kunci: Literasi Keuangan, UMKM, Harga Pokok Produksi, Penetapan Harga. ABSTRACT Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in Indonesia’s economy, including in Maros Regency, South Sulawesi. However, the rapid growth of MSMEs has not been accompanied by adequate financial literacy, particularly in calculating the Cost of Goods Manufactured (COGM). Many MSME actors determine selling prices based on estimates without considering all production cost components, which risks causing unrecognized losses. This community service program aimed to improve MSMEs’ literacy in calculating COGM as a basis for more accurate and sustainable pricing decisions. The methods used included interactive lectures, discussions, practical exercises, case studies based on participants’ real business data, and continuous mentoring. The program involved 30 MSME participants from various sectors and was conducted at the Integrated Business Service Center (PLUT) of Maros Regency on November 7, 2025. The results indicate an improvement in participants’ understanding of identifying production cost components, calculating COGM per unit, comprehending the Break-Even Point (BEP) concept, and setting selling prices based on COGM. Participants also became more aware of the importance of systematic financial recording and separating personal and business finances. Overall, this program contributed to strengthening MSMEs’ cost management capacity and supporting their business sustainability. Keywords: Financial Literacy, MSMEs, Cost of Goods Manufactured, Pricing

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 4 JULI 2026 Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 3 APRIL 2026 Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 2 JANUARI 2026 Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 1 OKTOBER 2025 Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 4 JULI 2025 Vol. 10 No. 3 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 3 APRIL 2025 Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 2 JANUARI 2025 Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 1 OKTOBER 2024 Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024 Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 1 OKTOBER 2023 Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023 Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 1 OKTOBER 2022 Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 2 MEI 2022 Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021 Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021 Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020 Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020 Vol. 5 No. 1 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 1 OKTOBER 2019 Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 2 MEI 2019 Vol. 4 No. 1 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 1 OKTOBER 2018 Vol. 3 No. 2 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 2 MEI 2018 Vol. 4 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. (EDISI KHUSUS) NOVEMBER 2018 Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 1 OKTOBER 2017 Vol. 2 No. 2 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 2 MEI 2017 Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol 2, No 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol. 1 No. 2 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 2 MEI 2016 Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 1 OKTOBER 2015 More Issue