cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 2088411     EISSN : 25282891     DOI : https://doi.org/10.31947
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 481 Documents
PEMBERITAAN HUMAN TRAFFICKING (PERDAGANGAN MANUSIA) DALAM SURAT KABAR ELEKTRONIK DI LIMA NEGARA ASEAN Human Trafficking News on On-Line Media in Five Countries in ASEAN Fauziah, A Fauziah Astrid
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.1 No.3 Juli - September 2011
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the portion of the human trafficking problem in the Asean on electronic newspapers in the five Asean countries, media attention to the online human trafficking problem in the five Asean countries, and the role of media in five countries of the Asean Human Trafficking issues. Research was conducted through online media in the five Asean countries for more than three months by using the method of quantitative descriptive content analysis and discourse as research procedures that produce descriptive data from the analytical results of the study and analysis of the content library. Selection technique using the information on the sampling technique in the period July-December 2006 and are determined based on certain criteria that are based on the purpose of research. Results of research shows that 1) the portion of the information provided online media in every country of Asean, was much larger than provided by the TJP with other media, and even MST provide at least a portion, 2) media attention to the issue online human trafficking, as well as greater given by TJP although there are some things to exclusion, 3) The role of online media for issues related to human trafficking is on the portion of the system and the attention and the press that they thought. In general, TJP run more functions and role as agents of social control and change
HAMBATAN KOMUNIKASI DALAM PROSES GANTI KERUGIAN TANAH PELEBARAN JALAN TRANS SULAWESI POROS MAKASSAR-PAREPARE DI KABUPATEN PANGKEP Suharyadi, Edi; Cangara, Hafied
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.2 April - Juni 2015
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to determine the form of communication that is done in the process of land restitution, factors that become an obstacle in the process of restitution of land and also determine whether communication in the ground damages the widening of the Trans Sulawesi Makassar-Pare Pare shaft in the District implemented Pangkep.Penelitian by using research methods kualitatif.Subyek this study consisted of 24 community informants comprised of landowners, community leaders, political leaders, lawyers, and related SKPD on government Pangkep. The research data was obtained through in-depth interviews, observation and documentation were then analyzed using descriptive analysis kualitatif. research results obtained show that the obstacles that arise in the process of restitution of land for the construction of the Trans Sulawesi in Pangkep is disagreement on the amount of damages because the difference in price fixing base compensation between the government and society caused by several factors including bureaucratic communication, frame of mind, psychological, interests, and prejudices.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk komunikasi yang dilakukan dalam proses ganti kerugian tanah,faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam proses ganti kerugian tanah dan apakah komunikasi turut menentukan dalam ganti kerugian tanah pelebaran jalan Trans Sulawesi Poros Makassar-Parepare di Kabupaten Pangkep.Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif.Subyek penelitian ini terdiri dari 24 orang informan yang terdiri dari masyarakat pemilik tanah, tokoh masyarakat, tokoh politik, pengacara, dan SKPD terkait lingkup Pemda Pangkep . Data penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis deskriftif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa hambatan-hambatan yang timbul dalam proses ganti kerugian tanah untuk Pembangunan Jalan Trans Sulawesi di Kabupaten Pangkep adalah ketidaksepakatan tentang besaran ganti kerugian karena perbedaan dasar penetapan harga ganti kerugian antara pemerintah dengan masyarakat yang disebabkan oleh beberapa faktor komunikasi diantaranya birokrasi, kerangka pikir,psikologis , kepentingan, dan prasangka. 
PERAN PEMUKA PENDAPAT (OPINION LEADER) DALAM MEMELIHARA KEDAMAIAN DI TENGAH KONFLIK HORIZONTALDI DESA WAYAME AMBON.pdf Jaali, La; Cangara, Hafied; Hasrullah, Hasrullah
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.3 Juli - September 2013
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Wayame merupakan satu-satunya desa yang ada di Kota Ambon yang tidak terkena konflik horizontal di Ambon, walaupun masyarakatnya heterogen yang terdiri dari dua komunitas besar Islam dan Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pemuka pendapat dalam memelihara kedamaian di tengah konflik horizontal di Desa Wayame kota Ambon dan mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat desa wayame tidak terlibat dalam konflik horizontal di Ambon. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam (indepth interview). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan interactive model analysis dari Miles dan Huberman yang meliputi tahap Reduksi data, penyajian data dan verifikasi data atau penarikan simpulan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam memelihara kedamaian di tengah konflik horizontal di Ambon, maka para pemuka pendapat (opinion leader) di Desa Wayame berusaha melakukan suatu tindakan yang melibatkan banyak pihak yang ada di Desa Wayame. Tindakan-tindakan para pemuka pendapat (opinion leader) tersebut terlihat pada: a) membentuk TIM 20, b) membangun kerjasama dengan masyarakat Wayame, c) melakukan koordinasi dengan pihak keamanan, d) melakukan koordinasi dengan Desa tetangga dan Lembaga Keagamaan, dan e) melakukan upaya damai pada desa-desa tetangga tentang pentingnya perdamaian. Kelima peran yang dilakukan diatas menjadi penentu bagi masyarakat Wayame dalam memelihara kedamaian dan ketenteraman ditengah konflik horizontal di Ambon. Faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat Wayame tidak terlibat konflik, yaitu: a) adanya komitmen dari pemuka pendapat (opinion leader) dengan masyarakat, b) adanya penanganan TIM 20, c) adanya saluran komunikasi, d) adanya penerapan hukum lokal dan sanksi, e) adanya kesadaran dan dukungan masyarakat,, f) adanya pertemuan rutin, dan g) adanya pasar damai.Abstract Wayame is the only village in the city of Ambon, which is not affected by horizontal conflicts in Ambon, although heterogeneous society consisting of two large community of Muslims and Christians. This study aims to determine the role of opinion leaders in maintaining peace in the middle of the horizontal conflict in Ambon city Wayame village and know the factors that cause Wayame villagers not involved in horizontal conflicts in Ambon. Data collection techniques in this study using in-depth interviews (depth Interview). Analysis of the data in this study using the interactive model analysis of Miles and Huberman which includes the step of data reduction, data presentation and verification of the data or conclusions withdrawal. From these results it can be concluded that in maintaining peace in the middle of the horizontal conflict in Ambon, then the opinion leaders (opinion leader) in the village of Wayame attempt to commit an act that involves many parties in the village Wayame. Actions of opinion leaders (opinion leaders) are seen in: a) forming TEAM 20, b) build partnerships with the community Wayame, c) coordinating with security, d) coordinate with neighboring Villages and Religious Institutions, and e) peace efforts in neighboring villages about the importance of peace. Fifth roles performed above Wayame be decisive for the community in maintaining peace and tranquility in the middle of horizontal conflicts in Ambon. The factors that cause people Wayame not in conflict, namely: a) the commitment of opinion leaders (opinion leaders) with the community, b) the handling of TEAM 20, c) the communication channel, d) the application of local laws and penalties, e ) the awareness and support of the community,, f) the regular meetings, and g) the peaceful market. 
PEREMPUAN BIAK- SUATU TINJAUAN DARI PERSPEKTIF KOMUNIKASI PADA KELUARGA ETNIS PAPUA Hastuti, Hepi
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.2 April - Juni 2013
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kajian Tentang perempuan dalam ranah yang lebih serius semakin menemukan tempatnya seperti yang sedang di teliti adalah bagaimana perspektif komunikasi dalam tindak komunikasi pada perempuan Biak di keluarga etnis Papua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa peran perempuan dalam tindak komunikasi pada konteks keluarga Batih atau keluarga luas dalam hal suatu pengambilan keputusan juga untuk menganalisa hal-hal yang menentukan peran perempuan Biak pada tindak komunikasi di keluarga inti maupun keluarga luas.Penelitian ini menggunakan analisis data model komponensial yaitu dengan cara menganalisa unsur- unsur yang memiliki hubungan yang kontras antara satu unsur dengan unsur yang lain dalam domain-domain yang telah di tentukan untuk di analisa lebih terperinci. Unsur-unsur atau elemen-elemen yang kontras akan di pilah dan selanjutnya di cari term-term yang dapat mewadahinya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran dominan dalam tindak komunikasi terhadaap pengambilan keputusan dalam hal pendidikan, begitu pula dalam hal ekonomi berupa menajemen keuangan rumah tangga dan dalam mengatur ranah domestik. Kesetaraan antara keduanya ditunjukkan dalam agama berupa mengajarkan kepercayaan akan keber-Tuhan-an serta membentuk generasi yang agamis dan dalam perlindungan berupa menambah rasa aman dan nyaman serta mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat. Begitu pula peran dominan dalam mengatur tata kehidupan beragama dan mempersiapkan mental anak lebuh mandri, laki-laki lebih memegang kendali atas perilaku komunikasi dalam hal pengambilan keputusan tersebut. Hal yang berbeda kembali ditunjukkan melalui peran dominan yang dijalankan perempuan dalam berkomunikasi mengenai masalah kesehatan dibandingkan dengan laki-laki.Abstract Women’s studies in the realm of the more serious as it is increasingly finding its place being care full show the act of communication in the communication perspective on ethnic family female Biak in Papua. This study aims to analyze: (1) the role of women in the act of communication in the context Batih family or extended family inthe event of a decision-making as well as to (2) analyze the things that define the role of women in the communications act of Biak on the nuclear family and the extended family. This study uses data analysis models componential that is by analyzing the elements that have a contrasting relationship between on element with an other element in the domain-domain that has been set for more detailed analysis. Elements or elements that contrast will be separated, and further in search terms that can host them. Results showed that women have a dominant role in the act of communication to decision making in terms of education, as well as in economic terms in the form of financial management in managing the household and the domestic sphere. Equality between the two is shown in the form of religious belief teaches God’s where about sand form generation in the protection of religious and add a sense of security and comfort as well as preparing children to become members of society. Similarly,a dominant role in governing the religious life and mentally preparing children more independent, men are more in control of the communication behavior in terms of the decision. It is shown through the different re-run women’s dominant role in communicating about health problems compared to men. 
PENTINGNYA KOMUNIKASI DAN INFORMASI PADA IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENYELENGGARAN PENANGGULANGAN BENCANA DI KOTA MAKASSAR Syarif, Ahmad; Unde, Andi Alimuddin
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.3 No.3 Juli - September 2014
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Makassar City is one of the areas in South Sulawesi with potential high hazard index. The aims to research were to find out the importance communication and information and the factors which had role in the implementation of disaster management policy in Makassar City. The research used qualitative and quantitative methods. The methods of obtaining the data were questionnaire, interview, observation and documentation, so the data analyzed were in one unity and presented in the form of frequency table. The results of the research indicate that communication and information are the most important elements in the implementation of disaster management policy in Makassar city. There are three dimensions as the indicators of the importance of communication and information, i.e. coordination, integration and synchronization. Then, the implementation of policy implementation is analyzed by four factors having important roles, i.e. communication, resources, disposition and bureaucratic structure. All of those aspects categorized moderate meaning that the implementation of disaster management in Makassar City still needs increasing so that the decrease of disaster risk more maximun and effective. Abstrak Kota Makassar adalah salah satu wilayah di Sulawesi Selatan dengan potensi indeks rawan bencana yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya komunikasi dan informasi dan faktor-faktor apa yang berperan pada implementasi kebijakan penyelenggaraan penanggulangan bencana di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Meote pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis dengan mengorganisasikan data, yaitu menggabungkan kelompok data yang satu dengan yang lainnya sehingga data yang dianalisis berada dalam satu kesatuan dan disajikan dalam bentuk tabel frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dan informasi menjadi unsur yang sangat penting dalam implementasi kebijakan penyelenggaraan penanggulangan bencana di Kota Makassar. Ada tiga dimensi yang menjadi indikator pentingnya komunikasi dan informasi, yaitu: koordinasi, integrasi dan sinkronisasi. Kemudian pelaksanaan implementasi kebijakan dianalisis dengan empat faktor yang berperan penting, yaitu: komunikasi, sumberdaya, disposisi dan struktur birokrasi. Semua aspek atau dimensi masih kategori sedang, artinya bahwa pelaksanaan penyelenggaraan penanggulangan bencana di Kota Makassar masih perlu ditingkatkan agar upaya pengurangan risiko bencana lebih maksimal dan efektif. 
MANAJEMEN PROGRAM SIARAN LOKAL ACEH TV DALAM UPAYA PENYEBARLUASAN SYARIAT ISLAM DAN PELESTARIAN BUDAYA LOKAL Furqany, Syahril; Cangara, Hafied
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Managing broadcasting management is not easy. Managing the broadcasting business is a difficult and challenging. This research aims to analyze the activity of management and organizational performance ACEH TV television media in an effort to disseminate the Islamic Sharia and Preservation of Local Culture in Aceh. This research is descriptive qualitative. Informants of this research is managing director, program director, executive producer, cameraman / reporter, as well as additional informants Regional Chairman of the Indonesian Broadcasting Commission (KPID) Aceh, Aceh Province Department of Islamic Law, and local media observers. The location of this research is in Banda Aceh, Aceh province. Sampling was done purposively. Data collected through observation, interviews, and documentation. Data were analyzed by analysis of an interactive model of Miles and Huberman. The results showed that the ACEH TV as the medium of television that is broadcasting management ACEH have done according to a local television broadcasting standard. Agenda setting function of mass media performed in the ACEH TV dissemination of Islamic Shariah in Aceh and local culture to influence the people of Aceh to implement Islamic Sharia and also maintain the culture and local wisdom Aceh. It can be seen from all the programs that are aired ACEH TV is a program of local cultural nuances of Islamic law. There are still some shortcomings in running broadcasting broadcasting technology such as lack of equipment that is increasingly sophisticated. The results of image editing is very simple, and some programs presenter still looks stiff when in front of the camera.Abstrak Mengelola manajemen penyiaran bukanlah hal yang mudah. Mengelola bisnis penyiaran merupakan hal yang sulit dan menantang. Penelitian ini bertujuan menganalisis aktivitas manajemen dan performa organisasi media televisi ACEH TV dalam upaya penyebarluasan Syariat Islam dan Pelestarian Budaya Lokal di Aceh. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Informan penelitian ini adalah direktur utama, direktur program, produser eksekutif, kameramen/reporter, serta informan tambahan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Aceh, Dinas Syariat Islam Provinsi Aceh, dan pengamat media lokal. Lokasi penelitian ini adalah di Banda Aceh, Provinsi Aceh. Pengambilan sampel dilakukan secara purposif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan analisis model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ACEH TV sebagai media televisi yang berada di ACEH telah melakukan manajemen penyiaran sesuai dengan standar broadcasting sebuah televisi lokal. Fungsi Agenda Setting media massa yang dilakukan ACEH TV dalam penyebarluasan Syariat Islam dan Budaya lokal di Aceh untuk memengaruhi masyarakat Aceh untuk melaksanakan Syariat Islam dan juga menjaga budaya dan kearifan lokal Aceh. Itu dapat dilihat dari semua program acara yang ditayangkan ACEH TV merupakan program budaya lokal yang bernuansa Syariat Islam. Masih terdapat beberapa kekurangan dalam menjalankan penyiaran seperti kekurangan peralatan teknologi penyiaran yang semakin hari semakin canggih. Hasil editing gambar sangat sederhana, dan beberapa program presenter masih terlihat kaku ketika berada di depan kamera. 
TINJAUAN HUKUM MEDIA MASSA TERHADAP PENGGUNAAN SOFTWARE BAJAKAN DI KALANGAN MAHASISWA DI KOTA MAKASSAR Sari, Maya; Nadjib, Muhammad
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dimaksudkan untuk memahami tanggapan dan kekuatan hukum-hukum media massa, termasuk pelanggaran terhadap etika komunikasi diantara para  mahasiswa, dan juga tindakan pencegahannya. Penelelitian dilakukan dengan beberapa mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin. Informan di;pilih dengan cara purposive sampling, dan metode yang duigunakan dalam pengumpulan data dilakukan dengan cara studi kepustakaan dan pengeumpulan data dilapangan melalui pengamatan, wawancara mendalam, kwesioner, dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan model interaktif dariu Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa asebagian besar mahasiswa di Makassar mememiliki pemahaman terhadap kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, termasuk pembajakan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa mereka adalay mayoritas sebagai pemakai. Lebih jauh penelitian ini menemukan bahwa banyak dari mereka masih menggunakan perangkat lunak (program) bajakan,  dan juga pembajakan yang dilakukan oleh dirinya dengan berbagai alasan, misalnya karena factor harga, gampang mendapatkan, keperluan, dan kurangnya pengawasan dan salah pemakaian. Dari pengalaman ini maka semua elemen yang berkaitan dengan kesalahan pemakaian program bajakan memerlukan perhatian untuk dibicarakan apakah hukum-hukum yang sudah ada perlu direvisi atau diformulasi dengan hukum-hukum baru yang mengatur semua aktivitas dalam dunia maya. Dengan demikian sosialisasi  kemajuan teknologi komunikasi dan informasi dapat memberi pengaruh dalam tindakan dalam hubungannya dengan pengembangan hukum dalam mendukung pengadaan infrastyruktur agar supaya proses penangannya dapat ditangani dengan cepat. ABSTRACT This research to analyze the understanding, response, and strengthen the laws of mass media including infringement of communication ethics among the students, also precautionary and action to the case. The research is carried out to several students of Laws Faculty of Hasanuddin University. The informants was chosen purposely (purposive sampling), and the method used in colecting data are library research and field research which contain of observation, in depth interview, questionnair, documentation. Data collection analyzed with interactive model of Miles and Huberman. The result of this research indicated that most of people (students) in Makassar have a comprehensive understanding of Information and Communication Technology’s advancement including piracy and the uses of pirated software. Its also shown that they are the majority of active users. However, this research found many of them still use the pirated software, and even pirate the software themselves, with various reasons such as a price, easy to find, needs, and lack of controll and the misuse of their knowledge and ability. So, all the associated elements have to pay more attention and discuss either the recent laws should be revised or formulate the new laws which will regulate whole activities in the cyberspace. Thus, the socialization of information and communication technology advancement effects should be taken as an actual action, related to the development of law enforcer’s infrastructure, in order the process of handling such as case can be taken immediately. 
STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) OLEH HUMAS PT. SEMEN TONASA TERHADAP KOMUNITAS LOKAL DI KABUPATEN PANGKAJENE DAN KEPULAUAN Muhtar, Sitti Murniati; Cangara, Hafied; Unde, Andi Alimuddin
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penilaian beberapa kalangan masyarakat sekitar perusahaan bahwa program CSR PT. Semen Tonasa kurang memberi manfaat kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan mengkaji tentang strategi komunikasi humas dalam pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) pada PT. Semen Tonasa. Fokus penelitian ini berorientasi pada analisis strategi komunikasi Humas PT. Semen Tonasa pada pelaksanaan program CSR dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Data bersumber dari 15 orang informan antara lain Direktur Utama, Karo Humas, Karo PKBL, dan masyarakat masing-masing 3 orang dari 4 Kelurahan/Desa berbeda di wilayah ring 1 PT. Semen Tonasa. Data hasil observasi disajikan dalam bentuk gambar (foto). Data hasil wawancara dianalisis dengan menelaah seluruh data, reduksi data, dan penyajian data. Data hasil studi kepustakaan disajikan dalam bentuk kutipan-kutipan untuk memperkuat temuan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi humas PT. Semen Tonasa pada pelaksanaan program CSR semakin dikembangkan dengan bentuk transparansi dan partisipasi aktif masyarakat sekitar. Strategi komunikasi Humas PT. Semen Tonasa pada pelaksanaan program CSR sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, dua diantaranya adalah pengakuan pihak manajemen perusahaan tentang adanya pihak-pihak yang ingin mengambil bagian pada pelaksanaan/pengelolaan program CSR dan pengakuan pihak masyarakat yang terlibat pada program CSR tentang syarat dan kendala yang ditemui dalam pelaksanaan program CSR. Disimpulkan bahwa strategi komunikasi humas semakin dikembangkan dengan bentuk transparansi dan partisipasi aktif masyarakat sekitar. Adapun faktor-faktor yang memengaruhinya, dua diantaranya adalah pengakuan pihak manajemen perusahaan tentang adanya pihak-pihak yang ingin mengambil bagian pada pengelolaan program CSR dan pengakuan masyarakat yang terlibat pada program CSR tentang syarat dan kendala dalam pelaksanaan program CSR. Diharapkan pihak perusahaan lebih mengembangkan strategi komunikasi dengan pelibatan masyarakat dan menemukan solusi atas faktor-faktor yang memengaruhinya.Abstract The assessment of some societies around the company is that the CSR program of PT. Semen Tonasa give less benefit to society. This research aims to describe and analyze the communication strategy of public relations on implementing Corporate Social Responsibility (CSR) by public relations officer of PT. Semen Tonasa. The focus of the research is oriented on analysis of communication strategy PT. Semen Tonasa on CSR program implementation and factors affecting it. Data was collected through observation, interview, and library study. Fifteen selected informants were chosen whom of which are Director, Public Relations Officer, PKBL Officer, and society’s representatives. Observation result data was presented in the form of photos and pictures. Interview result data was analyzed by study, reduction, and data presenting. Library data result was presented in the form of citations to strengthen the research finding. The research shows that communication strategy of public relations officer on implementing corporate social responsibility program (CSR) is developed through transparency and active participation of surrounding society. The factors affecting the implementation of CSR program are: (1) recognition of company’s management side about outsiders who are willing to participate on implementation of CSR program, and (2) acknowledgement of society involved within the CSR program about terms and conditions found on implementation of CSR program. It can concluded that the communication strategy of public relation is increasingly developed in the form of transparancy and active participation of society. Furthenmore, the influencial factors are the acknowledgement of company’s management regarding the existence of parties willing to take part in the management of CSR program and acknowledgement of society involved in CSR program regarding the requirements and obstacles in CSR program implementation. It is hoped that the company will develop the communication strategy by involving society and find solution toward the influencial factors. 
PENGARUH STRATEGI TRANSAKTIONAL TERHADAP BERPIKIR KREATIF DAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS SMAN 2 TINGGIMONCONG Beta, Andi Rivai; nadjib, Muhammad
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.3 No.2 April - Juni 2014
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Transactional strategies is the strategy used to overcome the low creative thinking and communication skills in English learning. The purpose of this study was to observe the effect of Transactional Strategies to creative thinking, and communication skills in English learning at student of class X.3 SMA 2 Tinggimoncong. The research was conducted at student of class X.3 SMA 2 Tinggimoncong. This type of research was Field Research, using experimental research methods with one sample t-test. The number of samples in this study were 30 students. were collected date through tests and questionnaires. Further samples were analyzed using t-test correlated and simple linear regression. The results showed significant differences in creative thinking of students by implementing Transactional Strategies with coefficient P-value of 0.000. This was evidenced by an increase in students creative thinking by comparing the results of the mean pre-test and post-test is 1.68767. Furthermore, the amount of influence on creative thinking Transactional strategies students were Rsquare = 0.520 or 52.0%, the remaining 48% of students creative thinking influenced by other variables not examined. In addition, the results also showed a significant difference with the creative thinking of students applying Transakctional Strategyies coefficient P-value of 0.000. This is evidenced by the increase in the communication skills of students by comparing the results of the mean pre-test and post-test is 1.8333. The magnitude of the effect Transactional Strategies on communication skill students were Rsquare = 0.780 or 78.0%, the remaining 22%% of students think creatively influenced other variables not examined. Thus the application of this Transaktional strategy was effective in improving the ability of creative thinking and communication skills at student of class X.3 SMA 2 Tinggimoncong. Abstrak Strategi Transaksional adalah strategi yang digunakan untuk mengatasi rendahnya berpikir kereatif dan keterampilan komunikasi pada pembelajaran bahasa Inggris. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh Strategi Transaktional terhadap berpikir kereatif dan keterampilan komunikasi pada pembelajaran bahasa Inggris pada siswa kelas X.3 SMA 2 Tinggimoncong. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas X.3 SMA 2 Tinggimoncong. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (Field Research), dengan menggunakan pendekatakan metode penelitan eksperimental dengan one sample t-test. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 30 siswa. Data dikumpulkan melalui test dan kuesioner. Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan uji sampel-t berkorelasi dan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan berpikir kreatif siswa dengan menerapkan Strategi Transaktional dengan koefisien P-value 0,000. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan berpikir kreatif siswa dengan membandingkan hasil rerata pre-test dan post-test yaitu 1,68767. Selanjutnya besaran pengaruh Strategi Transaktional terhadap berpikir kreatif siswa yaitu Rsquare = 0,520 atau 52,0%, selebihnya 48% berpikir kreatif siswa dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukan perbedaan yang signifikan keterampilan komunikasi siswa dengan menerapkan Strategi Transaktional dengan koefisien P-value 0,000. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan keterampilan komunikasi siswa dengan membandingkan hasil rerata pre-test dan post-test yaitu 1,8333. Besaran pengaruh Strategi Transaktional terhadap keterampikan komunikasi siswa yaitu Rsquare = 0,780 atau 78,0%, selebihnya 22%% berpikir kreatif siswa dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti. Dengan demikian penerapan Strategi Transaktional ini efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan keterampilan komunikasi pada siswa kelas X.3 SMAN 2 Tinggimoncong. 
ANALISIS OPINI PEMILIH PEMULA TERHADAP IKLAN POLITIK DALAM PEMILIHAN WALIKOTA MAKASSAR TAHUN 2008 Analysis of Beginner Voters’ Opinion of Political Advertising in Makassar’s Mayor Elections in 2008 Jalil, Abdul
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.1 No.3 Juli - September 2011
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe study intended to gather information regarding beginner voters‟ opinion of of political advertising in Makassar‟s mayor elections in 2008. This study is an integrative study. The method ot the study integrating two types of research method from two different approaches namely, quantitative and qualitative approaches. The quantitative approach which is used in this study is a survey method. The objective of survey method is to meet the validity of the data which is measured using the percentage of representation of the beginner voters. The qualitative approach is using phenomenological method. The phenomenological method is used to gather in-depth information using interpretation from subjective statements from informants related to the subject of the research. The study showed some variety in beginner voters‟ opinion of political advertising in Makassar‟s Mayor elections in 2008. the variety in beginner voters‟ opinion of political advertising in Makassar‟s Mayor elections in 2008 was maybe resulted by voters segmentation and media preference. The study also showed that the criteria of good political advertisement according to beginner voters are those which are easy to remember, easy to read, simple, clear and use a good Indonesian language.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui opini pemilih pemula terhadap Iklan Politik dalam Pilkada Walikota Makassar 2008. Tipe penelitian ini adalah tipe penelitian integratif. Metode ini mengintegrasikan dua tipe penelitian dari dua pendekatan yang berbeda yakni pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Tipe penelitian berlandaskan pendekatan kuantitatif yang digunakan dalam peneltian ini adalah penelitian survei. Jenis penelitian ini bertujuan untuk memenuhi validitas data yang diukur dari prosentasi keterwakilan pemilih pemula. Kemudian, tipe penelitian berlandaskan pendekatan kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian fenomenologi. Tipe ini digunakan untuk memperoleh data mendalam melalui interpretasi terhadap pernyataan-pernyataan subjektif dari informan terkait masalah yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa opini pemilih pemula terhadap iklan politik dalam pilkada Walikota 2008 sangat bervariatif, hal ini disebabkan oleh adanya segmentasi pemilih dan pemilihan media. Selanjutnya, kriteria iklan yang baik menurut perspektif pemilih pemula adalah iklan politik yang mudah diingat dan dibaca, singkat dan jelas serta menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Page 2 of 49 | Total Record : 481


Filter by Year

2011 2023


Filter By Issues
All Issue Volume 12 No. 2 Juli-Desember 2023 Volume 12 No. 1 Januari-Juni 2023 Volume 11 No. 2 Juli-Desember 2022 Volume 11 No. 1 Januari-Juni 2022 Volume 10 No. 2 Juli-Desember 2021 Volume 10 No. 1 Januari-Juni 2021 Vol. 9 No. 2 Juli - Desember 2020 Vol. 9 No. 1 Januari – Juni 2020 Vol. 9 No. 1 Januari – Juni 2020 Vol. 8 No. 2 Juli - Desember 2019 Vol. 8 No. 1 Januari – Juni 2019 Vol.7 No.2 Juli - Desember 2018 Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018 Vol.6 No.2 Juli - Desember 2017 Vol.6 No.1 Januari - Juni 2017 Vol.5 No.2 Juli - Desember 2016 Vol.5 No.1 Januari - Juni 2016 Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015 Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015 Vol.4 No.3 Juli - September 2015 Vol.4 No.3 Juli - September 2015 Vol.4 No.2 April - Juni 2015 Vol.4 No.2 April - Juni 2015 Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015 Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015 Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014 Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014 Vol.3 No.3 Juli - September 2014 Vol.3 No.3 Juli - September 2014 Vol.3 No.2 April - Juni 2014 Vol.3 No.2 April - Juni 2014 Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014 Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014 Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013 Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013 Vol.2 No.3 Juli - September 2013 Vol.2 No.3 Juli - September 2013 Vol.2 No.2 April - Juni 2013 Vol.2 No.2 April - Juni 2013 Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013 Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013 Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011 Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011 Vol.1 No.3 Juli - September 2011 Vol.1 No.3 Juli - September 2011 Vol.1 No.2 April - Juni 2011 Vol.1 No.2 April - Juni 2011 Vol.1 No.1 Januari - Maret 2011 Vol.1 No.1 Januari - Maret 2011 More Issue