cover
Contact Name
Eny Puspani
Contact Email
jurnaltropika@unud.ac.id
Phone
+62361-222096
Journal Mail Official
jurnaltropika@unud.ac.id
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Udayana Kampus UNUD, Bukit Jimbaran Badung, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Peternakan Tropika
Published by Universitas Udayana
ISSN : jurnaltr     EISSN : 27227286     DOI : https://doi.org/10.24843/JPT
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan Tropika (JPT) was published by the Faculty of Animal Husbandry, Udayana University. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) is published regularly, three times a year, in January-April, May-August, and September - December. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) summarizes various manuscripts in the field of animal husbandry such as nutrition, production, reproduction, post-harvest (processing and technology) and socio-economic fields of livestock. Open manuscripts for lecturers and researchers related to the field of animal husbandry, and open to S1, S2 and S3 students, by following the rules set by Jurnal Peternakan Tropika (JPT).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 47 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2019)" : 47 Documents clear
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG KULIT BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus)TERFERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP KUALITASEKSTERNAL DAN INTERNAL TELUR AYAM LOHMANN BROWN UMUR 18 – 22 MINGGU Kurniawan A.; G. A. M. K. Dewi; I K. A. Wiyana
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.75 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus)terfermentasi dalam ransum terhadap kualitas eksternal dan internal telur ayamLohmann Brown umur 18-22 minggu di stasiun penelitian Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Jimbaran, Badung, Bali. Penelitian berlangsung selama 5 minggu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan lima kali ulangan, setiap ulangan terdiri dari 3 ekor ayam sehingga total ayam yang digunakan sebanyak 45 ekor. Perlakuan tersebut adalah ransumtanpa tepung kulit buah naga terfermentasi sebagai kontrol (R0), ransum dengan tepung kulit buah naga terfermentasi 5% (R1), dan ransum komersial (R2). Variabel yang diamati adalah bobot telur, indeks bentuk telur, tebal kulit telur, berat kulit telur, warna kuning telur, Haugh Unit, pH telur.Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan pada berat telur, berat kulit telur, dan warna kuning telur pada perlakuan R1 dan R2 berbeda nyata (P<0,05), dibandingkan dengan perlakuan R0. Sedangkan indeks bentuk telur, tebal kulit telur, Haugh Unit, dan pH telur pada perlakuan R1 dan R2 tidak berbeda nyata (P>0,05), dibandingkan dengan perlakuan R0. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung kulitbuah naga merah (Hylocereus polyrhizus) terfermentasi dalam ransum sebesar 5%pada ayam Lohmann Brown dapat meningkatkan kualitas eksternal seperti bobot telur, dan kualitas internal seperti berat kulit telur, dan warna kuning telur, serta tidak berpengaruh pada kualitas eksternal seperti indeks bentuk telur, dan kualitas internal seperti tebal kulit telur,Haugh Unit, dan pH telur pada ayam Lohmann Brown umur 18 – 22 minggu. Kata kunci:Lohmann Brown, tepung kulit buah naga, ransum kemersial, kualitas telur
Pengaruh Pemberian Probiotik Effecktive Microorganism-4pada Air Minum terhadap Potongan Karkas Komersial Itik Bali Jantan Umur 8 Minggu Suprianto I K. E.; N W. Siti; N. M. S. Sukmawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.235 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengkaji berat dan persentase potongan karkas komersial itik bali jantan umur 8 minggu yang diberi probiotik Effective Microorganism-4 melalui air minum telah dilaksanakan di kandang milik Bapak I Ketut Sunatra yang berlokasi di Kediri, Tabanan, selama 8 minggu. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga perlakuan, yaitu: T0 (Air minum tanpa tambahan probiotik sebagai kontrol), T1 (Air minum + probiotik 0,5%), dan T2 (Air minum + probiotik 1%). Masing-masing perlakuan terdiri atas lima ulangan dan setiap ulangan menggunakan tiga ekor itik bali jantan umur 3 hari dengan berat badanrata-rata55,72 ± 7,16 g. Variabel yang diamati adalah berat dan persentase potongan karkas komersial bagian dada, paha atas, paha bawah, sayap, dan punggung. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian probiotik Effective Microoganism-4 melalui air minum sebanyak1% nyata (P<0,05) meningkatkan berat potongan karkas komersial bagian dada sebesar12,45%, berat potongan karkas yang lainnya berbeda tidak nyata (P>0,05). Persentase potongan karkas komersial juga menunjukkanhasil yang berbeda tidak nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian probiotik Effective Microorganism-4 melalui air minum pada level 0,5% dan 1% cenderung meningkatkan berat potongan karkas komersial pada bagian dada, namun tidak berpengaruh terhadap potongan karkas komersial bagian paha atas, paha bawah, sayap, dan punggungitik balijantan umur 8 minggu. Kata kunci: Probiotik Effective Microorganism-4, itik bali jantan, potongan karkas komersial.
Analisis Jiwa Wirausaha Mahasiswa di Universitas Udayana Rofiah A. C.; B. R. T. Putri; N. W. T. Inggriati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.411 KB)

Abstract

Tingginya tingkat pertumbuhan penduduk dan banyaknya pengangguran merupakan masalah klasik di negara berkembang termasuk di Indonesia, jumlah penganggurannya dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pada tahun 2013-2016 jumlah angkatan kerja yang sama sekali tidak mempunyai pekerjaan atau pengangguran terbuka di Provinsi Bali mengalami peningkatan dari 41.820 (0,9 %) orang menjadi 46.484 (1,1%) orang dari total jumlah penduduk di Bali yaitu 4,2 juta orang. Pengangguran di Indonesia terjadi di semua jenjang pendidikan termasuk sarjana. Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa angka sarjana yang menganggur di Indonesia dalam tiga tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang ada, terlihat bahwa lulusan perguruan tinggi masih berorientasi sebagai pencari kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan mata kuliah kewirasuahaan dalam membentuk jiwa wirausaha mahasiswa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian survei dengan metode kualitatif dan kuantitatif, dengan total sampel 60 orang mahasiswa dari 13 fakultas di Universitas Udayana. Sumber data menggunakan data primer yaitu wawancara langsung. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang mendapatkan mata kuliah kewirausahaan dan praktek memiliki jiwa wirausaha yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa yang mendapatkan mata kuliah kewirausahaan saja dan mahasiswa yang tidak mendapatkan mata kuliah kewirausahaan dengan indikator rasa percaya diri (100%), inovatif (70%), kreatif (90%), dan jiwa kepemimpinan (95%). Mahasiswa yang diberikan mata kuliah kewirausahaan dan praktek nyata memiliki jiwa wirausaha yang lebih tinggi (koef 0,999) dibandingkan mahasiswa yang diberikan mata kuliah kewirausahaan saja (koef 0,750) dan tidak diberikan mata kuliah kewirausahaan (koef 0,691). Kata kunci: jiwa wirausaha, kewira usahaan, mahasiswa, pengangguran
Persentase Potongan Karkas Broiler Umur 5 Minggu yang Diberi Bubuk Kunyit dalam Air Minum Widnyana B. A.; I P. A. Astawa; N. M. S. Sukmawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.116 KB)

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the effect of giving turmeric powder through drinking water towards the percentage of broiler commercial carcass pieces aged of 5 weeks. The research was executed in a cage owned by Mr. I Ketut Arcana located in Candi Kusuma, Melaya, Jembrana Village for 40 days. The study was carried out using a completely randomize design (CRD) consisting of three treatments, namely: broiler given drinking water without turmeric powder (A), broiler given turmeric powder 0.5g/lt drinking water (B), and broiler given turmeric powder 1g/lt drinking water (C). Each treatment consisted of five replications and each replication used 12 broiler chickens age of 1 week regardless of sex with an average body weight of 179.33 ± 12.56 g. The variables observed were sloughter weight, carcass weight, carcass percentage, and percentage of carcass pieces. After 5 weeks, the result showed that the administration of tumeric powder in drinking water by 0.5g and 1g significalty (P<0.05) increase slaughter weight, carcass weight, and percentage of carcass pieces on breast, but the result of carcass weight in level 0.5g not significalty (P>0,05), then carcass percentage and percentage of carcass pieces of back, thighs, drum stick, and wings not significantly affect (P>0,05). Based on the result of this study it can be concluded that the administration of tumeric powder through drinking water by 1g can increase slaughter weight, carcass weight, and percentage of carcass pieces on breast, but not effect on carcass percentage and of carcass pieces of back, thighs, drum stick, and wings of broiler 5 weeks. Keywords: turmeric powder, broiler chicken, percentage commercial carcass pieces.
Pengaruh Pemberian Pakan Tambahan Sente (Homalomena cordata scoot ) terhadap Penampilan Babi Peranakan Duroc Yusadana P.; K. Budaarsa; I G. Mahardika
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.003 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sente ( Homalomena Cordata Scoot) dalam ransum terhadap penampilan babi ras. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan dipeternakan babi ras di Banjar Delodceking, Desa Lumbung Kauh, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan. Rancangan yang digunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri 4 perlakuan 4 kelompok sebagai ulangan. Perlakuan yang diberikan sebanyak empat yaitu ransum komersial (konsentrat+dedak padi) tanpa sente (A) sebagai kontrol, ransum komersial (konsentrat+sente) 2% ditambah dengan sente (B), ransum komersial (konsentrat+sente) 4% ditambah dengan sente (C), ransum komersial (konsentrat+dedak padi) 6% ditambah dengan sente (D). Variabel yang diamati meliputi berat badan awal, berat badan akhir, pertambahan berat badan, konsumsi ransum, FCR dan harga ransum per 1 kg PBB. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis sidik ragam, apabila terdapat hasil berbeda nyata (P<0,05) maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncans. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan ransum komersial dengan sente sampai level 6% memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap performa babi ras, tetapi mampu menurun biaya ransum. Babi yang dipelihara dengan pemberian ransum komersial dengan penambahan 6% sente memiliki nilai ekonomis yang lebih rendah dibandingkan dengan ransum kontrol. Kata kunci : Ransum komersial, Sente ( Homalomena Cordata Scoot), Babi Peranakan Duroc
Pengaruh Penggunaan Tepung Kulit Kecambah Kacang Hijau terhadap Potongan Karkas Komersial Itik Bali Jantan Umur 8 Minggu Setyawan I P. H.; N W. Siti; N. M. S. Sukmawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.133 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kulit kecambah kacang hijau dalam ransum terhadap potongan karkas komersial itik bali jantan umur 8 minggu telah dilaksanakan di farm Sesetan yang berlokasi di Jalan Raya Sesetan, Gang Markisa, Denpasar, Bali, selama 8 minggu mulai dari tanggal 16 februari sampai 16 april 2018. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga perlakuan, yaitu: P0 (Ransum komersial tanpa tepung kulit kecambah kacang hijau), P1 (Ransum mengandung 6% tepung kulit kecambah kacang hijau), dan P2 (Ransum mengandung 12% tepung kulit kecambah kacang hijau). Masing-masing perlakuan terdiri dari 5 ulangan dan setiap ulangan menggunakan 3 ekor itik bali jantan umur 3 hari dengan berat rata-rata 42,9 g ±1,98 g. Variabel yang diamati adalah berat dan presentase dada, paha atas, paha bawah, sayap dan punggung. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian tepung kulit kecambah kacang hijau sebanyak 6% dan 12% berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap semua berat dan persentase potongan karkas komersial. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung kulit kecambah kacang hijau pada level 6% dan 12% tidak berpengaruh terhadap berat dan presentase potongan karkas komersial (dada, paha atas, paha bawah, sayap dan punggung) itik bali jantan umur 8 minggu. Kata kunci: Komersial karkas, itik Bali jantan, tepung kulit kecambah kacang hijau
Standarisasi Sapi Bali Pejantan Berdasarkan SNI di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Inseminasi Buatan Daerah Provinsi Bali Hendriana P. P. Y.; N. L. G Sumardani; N. P. Mariani
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.115 KB)

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengetahui standarisasi sapi bali pejantan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Inseminasi Buatan Provinsi Bali. Data primer diperoleh dengan teknis survey, wawancara, dan pelatihan kerja, sedangkan data sekunder diperoleh melalui catatan hasil pengukuran parameter pada sapi bali pejantan pada jadwal bulan Oktober 2018 di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Inseminasi Buatan Daerah Provinsi Bali. Variabel yang diamati dalam Praktek Kerja Mahasiswa (PKM) ini antara lain: asal usul pejantan, kondisi kesehatan pejantan, penampilan kualitatif berupa warna bulu, dan bentuk kepala, serta kuantitatif individu berupa tinggi gumba (TG), panjang badan (PB), lingkar dada (LD), lingkar scrotum (LSC), dan berat badan (BB). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa asal usul pejantan sudah terekording, kondisi kesehatan pejantan sudah baik, penampilan kualitatif sudah sesuai SNI 7355 (2008), penampilan kuantitatif individu pejantan sesuai SNI kecuali sapi bali pejantan dengan kode 11240 dengan lingkar scrotum 25 cm dibawah standar SNI yaitu 26 cm untuk usia >24-36 bulan. Praktek Kerja Mahasiswa dapat menyimpulkan bahwa secara umum sapi bali pejantan di UPT BIBD Provinsi Bali memenuhi standar SNI yaitu asal usul pejantan jelas, kondisi kesehatan pejantan secara umum dalam keadaan sehat, penampilan kualitatif dan kuantitatif individu pejantan sesuai SNI kecuali sapi bali pejantan dengan kode 11240. Kata kunci : Standarisasi, Sapi Bali Pejantan, Penampilan Kualitatif, Kuantitatif Individu
Kualitas Fisik dan Kimia Silase Jerami Padi yang Dibuat Dengan Penambahan Cairan Rumen Sapi Bali Suadnyana I M.; I G. L. O. Cakra; I W. Wirawan
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.264 KB)

Abstract

This study aims to determine the physical and chemical quality of rice straw silage made by the addition of Balinese cattle rumen fluid. The study was conducted in Banjar Buda Manis, Sidemen Village, Sidemen District, Karangasem Regency. Silage analysis was carried out at the Animal Nutrition and Food Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University. The design in the study was complete random concoction with four treatments and four replications. Treatment A (rice straw silage without rumen fluid) "control", B (rice silage straw with additional sterile rumen fluid 50 ml / kg straw), C (silage rice straw with additional fresh rumen liquid 25 ml / kg and sterile rumen fluid 25 ml / kg of straw) and D (rice straw silage with added fresh rumen liquid 50 ml / kg straw). The variables observed were physical quality including pH, fungi, color, aroma, and silage texture, while chemical qualities were: dry matter (DM), organic matter (OM), crude fat (CF), crude fiber (CF’), crude protein (CP), and ash. The results showed, in addition to the PK and SK variables showed a non-significant effect (P> 0.05). The silage CP levels in D treatment were significantly higher than treatments A, B, and C respectively at 11.12, 8.88 and 1.27%, and CF’ levels of D treatment were significantly lower than treatments A, B, and C is 22.06, 13.64 and 8.46%, respectively. The results of this study can be concluded that rice straw silage added with rumen fluid of 50 ml / kg can reduce SK content and increase PK content, while physical quality shows differences which is not real. Keywords: Rumen fluid, rice straw, silage physical quality, silage chemical qualiy
Pengaruh Ekstrak Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) Dalam Air Minum Terhadap Kualitas Telur Ayam Isa Brown umur 25-30 Minggu Andriyani N. M. Y.; G. A. M. K. Dewi; M. Wirapartha
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.887 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah naga (Hylocereus polyhizius) dalam air minum terhadap kualitas telur ayam Isa Brown umur 25-30 minggu.Penelitian ini dilaksanakan di Kandang Fakultas Peternakan, Kampus Bukit Jimbaran, berlangsung selama 5 minggu. Uji kualitas telur dilakukan di Laboratorium Ternak Unggas, Fakultas Peternakan, Kampus Sudirman, Denpasar.Rancangan penelitian yang digunakan adalah, Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 2 perlakuan ayam Isa Brown diberikan 0% ekstrak buah naga dalam air minum (R0) dan ayam Isa Brown diberikan 5% ekstrak buah naga dalam air minum (R1), masing-masing perlakuan diulang9 kalisetiap ulangan terdiri dari 3 ekor ayam petelur Isa Brown sehingga total ayam yang digunakan sebanyak 54 ekor. Variabel yang diamati adalah kualitas eksternal meliputi berat telur dan indeks telur, dan kualitas internal meliputi tebal kerabang telur, berat kerabang telur, pH, warna kuning telur, haugh unit (HU). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat telur, tebal kerabang telur, berat kerabang telur, warna kuning telur dan haugh unit (HU) perlakuan R1 nyata (P<0,05) lebih baikdi bandingkan dengan perlakuan R0. Sedangkan indeks telur dan pH telur pada perlakuan R0 tidaknyata (P>0,05) di bandingkan R1. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Ayam Isa Brown dengan pemberian 5% ekstrak buah naga dalam air minum dengan ransum komersialmemberikan kualitas yang lebih baik terhadap berat telur, tebal kerabang telur, berat kerabang telur, warna kuning telur dan haugh unit (HU) dan tidak berpengaruh terhadap indeks bentuk telur dan pH telur. Kata kunci : Isa Brown, kualitas telur, ekstrak buah naga
Pengaruh Pemberian Kulit Buah Naga Terfermentasi Pada Ransum Terhadap Karkas Dan Potongan Karkas Komersial Ayam Lohmann Brown Umur 22 Minggu Jaya I M. B.; G. A. M. K. Dewi; I W. Wijana
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.456 KB)

Abstract

This study aims to determine the effect of rations containing fermented dragon fruit peel on carcass and commercial carcass piece of Lohmann Brown chicken carcasses aged 22 weeks. This research was carried out at the Teaching Farm of the Faculty of Animal Husbandry, Udayana University. Bukit Campus. Jimbaran. Badung. – Bali for 4 weeks. The design used was Completely Randomized Design (CRD) with three treatments namely: laying hens were given rations without fermented dragon fruit skins (R0), laying hens were given rations with 5 % fermented dragon fruit skins (R1), and laying hens were given commercial rations (R2). Each treatment was repeated five times, each replication consisted 3 Lohmann Brown chickens. The variables observed were cutting weight, carcass weight, carcass percentage, and percentage of commercial carcass cuts. The results showed that the treatments of R0, R1 and R2 were not significantly different (P> 0,05) on slaughter weight, carcass weight, carcass percentage, and the percentage of commercial carcass pieces in the back, wings, and thighs. In the chest percentage variable treatment R0 is higher than R1 and R2 is significantly different (P <0,05). From the results of the study it can be concluded that the chicken ted 5 % dragon fruit fermented feel did not affect slaughter weight, carcass weight, carcass percentage, but it affected the percentage of 22 week old Lohmann Brown chicken breast carcass. Keywords: Lohmann Brown chicken, carcass, dragon fruit feel, commercial carcass pieces.