cover
Contact Name
Eny Puspani
Contact Email
jurnaltropika@unud.ac.id
Phone
+62361-222096
Journal Mail Official
jurnaltropika@unud.ac.id
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Udayana Kampus UNUD, Bukit Jimbaran Badung, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Peternakan Tropika
Published by Universitas Udayana
ISSN : jurnaltr     EISSN : 27227286     DOI : https://doi.org/10.24843/JPT
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan Tropika (JPT) was published by the Faculty of Animal Husbandry, Udayana University. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) is published regularly, three times a year, in January-April, May-August, and September - December. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) summarizes various manuscripts in the field of animal husbandry such as nutrition, production, reproduction, post-harvest (processing and technology) and socio-economic fields of livestock. Open manuscripts for lecturers and researchers related to the field of animal husbandry, and open to S1, S2 and S3 students, by following the rules set by Jurnal Peternakan Tropika (JPT).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 718 Documents
POTONGAN KARKAS KOMERSIAL ITIK BALI BETINA YANG DIBERI RANSUM DENGAN SUPLEMENTASI DAUN PEPAYA TERFERMENTASI Kristiani N. K. M.; N. W. Siti; N. M. Suci Sukmawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.98 KB)

Abstract

This research aimed to assess the weight of female balinese duck twelve weeks commercial carcass pieces that given diets supplemented with fermented papaya leaves has been carried out in Kediri-Tabanan for three months. The experimental design used was a completely randomized design (CRD) that consists of three treatments and five replications, so there were fifteen experimental units. Every unit of the experimental using there balinese duck, one week of old and 76,37 ± 7,48  grams of body weight. The treatments were: R0 (Control diets without fermented papaya leaves), R1 (The diets containing 5% fermented papaya leaves) and R2 (The diets containing 10% fermented papaya leaves). Variables observed in this research were the weight of commercial carcass pieces on and back. The results showed that the fermented papaya leaves supplementation in ration on level 5% generate the highest weight of commercial carcass pieces, but statistically not significant (P>0.05), except on the back.  The weight of backs increased (P< 0.05) 26.0% on R1 treatment and 2.22% in R2 treatment.  The concluded that the fermented papaya leaves in rations increase  weight of back pieces, but no effect on the weight of another commercial carcass were brest, wings, thighs, drumsticks
PERILAKU PENGUSAHA PETERNAKAN BABI LANDRACE DALAM MENANGGULANGI DAMPAK PENCEMARAN LINGKUNGAN DAN RESPON PETERNAK TRADISIONAL DI DESA WISATA TARO KECAMATAN TEGALLALANG KABUPATEN GIANYAR WIJAYA I G. N. P. S.; N. K. NURAINI; N. W. T. INGGRIATI
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.196 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui perilaku pengusaha peternakan babi landrace dalam menanggulangi dampak pencemaran lingkungan di Desa Wisata Taro, (2) Mengetahui tanggapan atau respon peternak tradisional sekitar terhadap perusahaan peternakan babi landrace ini. Penelitian dilakukan di Banjar Patas, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar pada peternak pengusaha babi landrace modern dan peternak tradisional peternak sekitar. Responden penelitian sebanyak empat orang pengusaha babi landrace modern yang ada di desa Taro dan 40 orang peternak tradisional di sekitar usaha peternakan tersebut. Pengambilan sampel menggunakan metode sensus untuk pengusaha peternakan babi landrace, yaitu metode yang mengambil seluruh unit populasi sebagai responden. Untuk menentukan responden peternak di sekitar pengusaha peternakan babi landrace menggunakan metode pengambilan sampel secara kuota diambil 10 orang peternak tradisional yang bertempat tinggal di sekitar perusahaan peternakan dengan ketentuan jarak tempuh tertentu, kemudian dikelompokan menjadi empat (A,B,C dan D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perilaku pengusaha peternakan babi landrace dalam menanggulangi dampak pencemaran lingkungan dilihat dari aspek pengetahuan, sikap dan penerapan. Rataan tingkat pegetahuan pengusaha termasuk dalam kategori tinggi, rataan sikap dalam kategori positif, dan rataan tingkat penerapan dalam kategori sedang; (2) Rataan respon kelompok peternak tradisional terhadap perilaku pengusaha babi landrace dari pengetahuannya tergolong rendah, sikap termasuk dalam kategori sangat postif, dan intensitas komunikasi sedang. Respon kelompok peternak tradisional A dilihat dari pengetahuan dan sikap mereka tentang manajemen usaha babi landrace oleh pengusaha sangat nyata lebih baik dibandingkan kelompok peternak tradisional lainnya. Intensitas komunikasi kelompok peternak tradisional B sangat nyata lebih baik dibandingkan semua kelompok peternak tradisional responden (A, C dan D).
MANAJEMEN PAKAN AYAM ARAB PETELUR DI UD. DARMA PURI FARM DESA TANGKAS, KECAMATAN KLUNGKUNG KABUPATEN KLUNGKUNG Manubawa I K. V.; I M. Mudita; N. G. K. Roni
Jurnal Peternakan Tropika Vol 6 No 2 (2018): May - August 2018
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.163 KB)

Abstract

Kegiatan bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji manajemen pakan ayam arab petelur di UD Darma Puri Farm Desa Tangkas, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung dalam pelaksanaan salah satu kegiatan praktek kerja mahasiswa/PKM Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober sampai dengan 16 November 2015 melalui wawancara, observasi dan praktek kerja langsung, Hasil kegiatan menunjukkan bahwa manajemen pemberian pakan ayam arab petelur di UD. Darma Puri Farm sudah dilaksanakan dengan baik. Kualitas pakan diperhatikan dengan baik dengan tujuan agar memenuhi kebutuhan dari ternak. Pakan yang diberikan berupa pakan jadi “Charoen 124p” dengan frekuensi pemberian 3 kali dalam sehari sebanyak ± 90 g/ekor/perhari. Prediksi konsumsi nutrien pakan ayam arab petelur tersebut yaitu protein kasar 32,4 g/e/h; lemak kasar 2,7 g/e/h; serat kasar 7,2 g/e/h; abu 27 g/e/h; kalsium 9 g/e/h dan fosfor 0,99 g/e/h. Pada PKM di UD. Darma Puri Farm mahasiswa terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan pemeliharaan dan manajemen usaha ayam arab petelur serta mendapatkan tambahan wawasan dalam pengembangan usaha peternakan ayam arab petelur khususnya. Berdasarkan hasil kajian dapat disimpulkan bahwa manajemen pakan ayam arab petelur di UD. Darma Puri Farm sudah dilaksanakan dengan baik dan mahasiswa memperoleh tambahan pengetahuan, ketrampilan dan wawasan dalam pengembangan usaha peternakan khususnya ayam arab petelur Kata Kunci:Ayam Arab Petelur, Manajemen Pemberian Pakan,
Produksi Telur Ayam Isa Brown Pasca Vaksinasi dengan Kandidat Vaksin Egg Drop Syndrome (EDS) Diberi Jumlah Ransum yang Berbeda Heppi N. M. A. L.; G. A. M. K. Dewi; I K. A. Wiyana
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.709 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi telur ayam Isa Brown umur 18-22 minggu pasca vaksinasi dengan kandidat vaksin egg drop syndrome (EDS) dan diberi ransum komersial dalam jumlah berbeda. Penelitian dilaksanakan di Farm Fakultas Peternakan, Universitas Udayana Bukit Jimbaran selama 4 minggu. Materi penelitian yang digunakan ayam petelur Isa Brown umur 18 minggu. Rancangan penelitian yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu tanpa divaksinasi dengan kandidat vaksin dan diberi ransum komersial 80 g (R0), tanpa divaksinasi dengan kandidat vaksin dan diberi ransum komersial 84 g (R1), pasca vaksinasi dengan kandidat vaksin dan diberi ransum komersial 80 g (R2), dan pasca vaksinasi dengan kandidat vaksin dan diberi ransum komersial 84 g (R3), masing-masing perlakuan menggunakan 5 ulangan setiap ulangan terdiri dari 3 ekor ayam. Variabel yang diamati adalah produksi telur harian, berat telur, indeks bentuk telur, konsumsi ransum, konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi telur harian perlakuan R3 meningkat dan konsumsi ransum perlakuan R2 menurun (P<0,05) dibandingkan perlakuan R0 dan R1, tetapi berat telur, indeks bentuk telur, dan konversi ransum pada perlakuan R0, R1, R2, R3 tidak berbeda nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ayam Isa Brown pasca vaksinasi kandidat vaksin EDS mampu meningkatkan produksi telur harian dan menurunkan konsumsi ransum tetapi tidak mempengaruhi berat telur, indeks bentuk telur, dan konversi ransum. Kata kunci : kandidat vaksin egg drop syndrome (EDS), Isa Brown, produksi telur, ransum komersial
Pengaruh Pemberian Probiotik Bakteri Bacillus subtilis strain BR2CL atau Bacillus sp. strain BT3CL Terhadap Penampilan Ayam Broiler Sinta Dewi R. A.; I G. Mahardika; I M. Mudita
Jurnal Peternakan Tropika Vol 8 No 1 (2020): Issue 8 No. 1 (2020)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.617 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan ayam broiler yang diberikan probiotik Bacillus subtilis strain BR2CL atau Bacillus sp. strain BT3CL. Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan di Desa Tajen, Penebel, Tabanan, Bali dan dilanjutkan analisis sampel di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan sebanyak empat yaitu ayam tanpa diberikan tambahan inokulan probiotik (A), ayam yang diberi tambahan inokulan probiotik bakteri Bacillus sp. strain BT3CL melalui air minum (B), ayam yang diberi tambahan inokulan probiotik bakteri Bacillus subtilis strain BR2CL melalui air minum (C) dan ayam yang diberi tambahan inokulan probiotik bakteri campuran Bacillus sp. strain BT3CL dan Bacillus subtilis strain BR2CL melalui air minum (D). Variabel yang diamati meliputi konsumsi pakan, konsumsi air minum, berat badan awal dan akhir, pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tambahan inokulan probiotik bakteri Bacillus sp. strain BT3CL (B), Bacillus subtilis strain BR2CL (C) dan campuran pemberian Bacillus sp. strain BT3CL dan subtilis strain BR2CL melalui air minum (D) nyata (P,<0,05) lebih tinggi meningkatkan konsumsi ransum, konsumsi air minum, pertambahan bobot badan,dan bobot badan akhir dibandingkan ayam yang mendapatkan perlakuan A. Sedangkan nilai konversi pakan nyata (P<0,05) lebih rendah dibandingkan ayam yang mendapat perlakuan A. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan pemberian tambahan inokulan probiotik Bacillus subtilis strain BR2CL atau Bacillus sp. strain BT3CL melalui air minum dapat meningkatkan penampilan ayam broiler. Kata kunci: Broiler, Bacillus sp. strain BT3CL, Bacillus subtilis strain BR2CL
RESPONS PERTUMBUHAN ITIK BALI JANTAN UMUR DUA SAMPAI DELAPAN MINGGU YANG DIBERI RANSUM MENGANDUNG BIOSUPLEMEN WIBAWA I M. A. S; G. A. M. K. DEWI; I W. WIJANA
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 2 (2015): E-Journal Peternakan Tropika Vol 3 No 2
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.05 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui respons pertumbuhan itik bali jantan umur dua sampai delapan minggu yang diberi ransum mengandung biosuplemen. Penelitian dilakukan selama 13 minggu.  Penelitian menggunakan 75 ekor itik bali jantan umur dua minggu dengan berat badan rata-rata 152,15±0,77 g.  Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga ulangan.  Kelima  perlakuan tersebut terdiri dari RSP0 (ransum basal tanpa biosuplemen), RSP20 (ransum basal dengan 5% SP20), RSP40 (ransum basal dengan 5% SP40), RSP60 (ransum basal dengan 5% SP60), dan RSP80 (ransum basal dengan 5% SP80).  Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu bobot badan akhir, pertambahan berat badan, konsumsi ransum dan Feed Conversion Ratio (FCR).  Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam, apabila terdapat hasil berbeda nyata (P<0,05) maka analisis dilanjutkan dengan menggunakan Uji Jarak Berganda dari Duncan (Duncan’s Multiple Range Test) menurut Steel dan Torrie, 1993.  Hasil penelitian menunjukkan perlakuan RSP40 nyata (P<0,05) dapat meningkatkan bobot badan akhir dan pertambahan berat badan dibandingkan kontrol (RSP0).  Perlakuan RSP20 dan RSP60 berbeda tidak nyata (P>0,05) dibandingkan kontrol sedangkan perlakuan RSP80 lebih rendah (P<0,05) dibandingkan dengan kontrol.  Konsumsi ransum dan FCR (Feed Conversion Ratio) kelima perlakuan tidak menunjukkan hasil yang berbeda nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa respons pertumbuhan itik bali jantan yang diberi ransum dengan 5% biosuplemen SP40 (RSP40) lebih baik dari RSP0, RSP20, RSP60 dan RSP80, dari umur dua sampai delapan minggu.
NERACA ENERGI KAMBING PERANAKAN ETAWAH (PE) YANG DIBERI RANSUM MENGANDUNG HIJAUAN DENGAN LEVEL KONSENTRAT BERBEDA Wibawa IM.S.P; Suryani N.N; Sri Trisnadewi A.A.A
Jurnal Peternakan Tropika Vol 2 No 3 (2014)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.327 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui neraca energi kambing peranakan etawah (PE) yang diberi ransum mengandung hijauan dengan level konsentrat berbeda. Penelitian dilaksanakan di Teaching Farm Fakultas Peternakan, Universitas Udayana Kampus Bukit Jimbaran. Penelitian menggunakan kambing PE jantan yang berjumlah sembilan ekor dengan berat rata rata ±15 kg. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari tiga perlakuan ransum dengan tiga kelompok berat badan kambing sebagai ulangan. Ketiga perlakuan tersebut adalah :  A : 15% rumput gajah + 20% jerami padi + 25% gamal + 10% kaliandra + 30% konsentrat, B : 30% rumput gajah + 30% gamal + 40% konsentrat, dan C : 20% rumput gajah + 20% gamal + 60% konsentrat. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsumsi energi pada perlakuan C tidak nyata (P>0,05) daripada perlakuan A, namun konsumsi energi pada kambing perlakuan B nyata (P<0,05) lebih rendah daripada perlakuan A. Energi feses pada perlakuan B 446,27 kkal/h dan A 416,12  kkal/h masing-masing lebih tinggi daripada perlakuan C 465,14 kkal/h, akan tetapi secara statistik berbeda tidak nyata (P>0,05). Energi tercerna tidak menunjukan perbedaan yang nyata(P>0,05) diantara semua perlakuan. Energi urin perlakuan A 49,32 kkal/h dan B 35,77 kkal/h lebih rendah daripada kambing yang mendapatkan perlakuan C 62,37 kkal/h dan secara statistik berbeda tidak nyata (P>0,05). Energi metan perlakuan B 106,42 kkal/h dan C 124,55 kkal/h lebih rendah daripada kambing yang mendapatkan perlakuan A 130,90 kkal/h dan secara statistik berbeda tidak nyata (P>0,05). Energi termetabolis perlakuan B 741,79 kkal/h dan C 904,82 kkal/h lebih rendah daripada kambing yang mendapatkan perlakuan A 1039,90 kkal/h dan secara statistik berbeda tidak nyata (P>0,05). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ransum dengan hijauan beragam dengan level konsentrat yang berbeda dapat memberikan pengaruh terhadap konsumsi energi, tetapi terhadap energi feses, energi urin, energi tercerna, energi metan dan energi termetabolis tidak memberikan pengaruh.
APLIKASI SLURRY DAN BIO-SLURRY SAPI PADA BERBAGAI LEVEL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI HIJAUAN Stylosanthes guianensis Gunawan I P. C. A.; I K. M. Budiasa; I W. Wirawan
Jurnal Peternakan Tropika Vol 5 No 3 (2017)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.737 KB)

Abstract

This study aimed at obtaining information on the effect of using slurry and bio-slurry cow at various levels on the growth and production of forage Stylosanthes guianensis, which was conducted at Greenhouse in Banjar Sengguan-Pasekan, Sading Village, Mengwi sub-district, Badung Regency, Bali. The study was conducted for 10 weeks, using a complete randomized design (CRD) factorial pattern with two factors . The first faktor was the type fertilizer slurry cow (S), bio-slurry cow (B) and the second factor was level of fertilizer of 5 ton/ha (D1), 10 ton/ha (D2), 15 ton/ha (D3), 20 ton/ha (D4), 25 ton/ha (D5), 30 ton/ha (D6). So that there are 12 combination treatment repeated four times and there were 48 pot research. Variable observed growth, production and the characteristics. The results showed that there was a significantly affect (P <0.05) between the fertilizer type and the fertilizer level on the total dry weight of forage. Type of organic fertilizer slurry (S) significantly affect (P<0,05) of leaf area. The fertilizer level significantly affected (P<0,05) the number of leaves, number of branch, leaf dry weight, dry weight of stem and total dry weight of forage. Based on the result of research can be concluded there was between type and level of slurry and bio-slurry cow organic fertilizer of total dry weight of forage. Giving type of organic fertilizer slurry cow the highest being a kind of fertilizer bio-slurry cow of leaf area. The level of 25 ton/ha fertilizer gives the best result to growth and production of Stylosanthes guianensis. Keyword : Stylosanthes guianensis, slurry, bio-slurry, the levels fertilizer.
EVALUASI AKTIVITAS ANTIMIKROBA KEFIR UBI UNGU PADA MASA SIMPAN BERBEDA TERHADAP BAKTERI PATOGEN Melati N.P.Y; S.A Lindawati; I N.S. Miwada
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.713 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antimikroba tertinggi selama penyimpanan terhadap bakteri patogen dan profil mikrobiologi kefir ubi ungu (Total bakteri asam laktat, Coliform dan Escherichia coli). Penelitian ini dilaksanakan dari Tanggal 21 Februari sampai 22 Mei 2015 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak dan Mikrobiologi Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan (0, 1, 3, 5 dan 7 hari penyimpanan) dan empat ulangan pada setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kefir ubi ungu dengan masa simpan 0, 1, 3, 5, dan 7 hari memiliki kemampuan aktivitas antimikroba terhadap bakteri patogen (Staphylococcus aureus dan Escherichia coli) dengan diameter masing-masing sebesar 0,22-0,70 cm dan 0,56-0,82 cm. Aktivitas antimikroba tertinggi terhadap Staphylococcus aureus diperoleh pada masa simpan 3 hari. Total bakteri asam laktat sebesar 0,26 x 105–1,80 x 105 CFU/g, total Coliform sebesar 4,81 x 102 – 0,24 x 102 CFU/g dan tidak adanya pertumbuhan Escherichia coli selama penyimpanan. Simpulan dari penelitian ini bahwa kefir ubi ungu memiliki aktivitas antimikroba berspektrum luas, dengan aktivitas tertinggi pada masa simpan 3 hari terhadap Staphylococcus aureus dan (0-7 hari) terhadap Escherichia coli masing-masing sebesar 0,70 cm dan 0,82 cm dengan diikuti total BAL masing-masing 1,64 x 105 dan 1,80 x 105 CFU/g.
Populasi Bakteri Pengikat Nitrogen pada Rhizosfir Rumput Bahia (Paspalum notatum cv. competidor) yang Diberi Berbagai Level Kombinasi Pupuk Nitrogen, Fosfor, dan Kalsium Juliarta I K.; N. M. Witariadi; N. N. Suryani
Jurnal Peternakan Tropika Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.269 KB)

Abstract

The purpose of this study is to determine the population of nitrogen-binding bacteria to bahia grass (Paspalum notatum Cv. Competidor) rhizosphere with various level of nitrogen, phosphor, and calcium fertilizer. The study was conducted for 15 weeks. The design used was Completely Randomized Design with three replicates and ten treatments so that there were 30 pots and soil samples with various level of N, P, and Ca fertilizer combinations, i.e., without fertilization or control, 100; 150; 200 kg/ha N, 50; 100 kg/ha P, and 50; 100 kg/ha Ca combined with prescribed treatment. The variables observed were TPC, total N fixing bacteria, nitrogen content, root dry weight, and root volume. According to the results of this research showed that in P0 treatment for TPC and total N fixing bacteria with an average of 5.27 x 106 cfu / g and 4.07 x 106 cfu / g have the most bacteria involved, so does for N content in P0 treatment with an average of 0.14 ppm is giving the highest N of value. Variable characteristics of the growth of Pasmalum notatum Cv. Competidor grass respectively have optimal results on treatment N150 P50 Ca50, among others, dry weight of kroots with an average of 3.50 g, root length with an average of 88.37 cm and root volume with an average of 15.93 g. Based on this research, it could be conclude that increasing in distribution of N fertilizer will reduce the total activity of bacteria population and the total population of N binding bacteria, however, the distribution of N fertilizer could be regenerate by distribution of P and Ca fertilizer. The N volume will lower in the combination of N, P and Ca fertilizers compared with no fertilization. The best growth characteristics of bahia grass will be gain by using N150 P50 Ca50 fertilizer. Keywords: Nitrogen-Binding Bacteria, Rhizosphere, Fertilizer Combination, Growth Charateristic

Page 8 of 72 | Total Record : 718